Lyra, meskipun terkejut, tetap fokus. "Kita tidak boleh menyerah, Martis. Kita harus mencari cara lain untuk menghentikannya. Mungkin ada sesuatu di Dimensi Ether yang bisa kita gunakan untuk menghentikan regenerasi Azrakon."Mereka memutuskan untuk mundur sejenak, mencari cara untuk menghentikan kekuatan regenerasi Azrakon. Mereka berlari melalui hutan kristal dan dataran energi, mencari tanda-tanda kekuatan atau artefak yang mungkin bisa membantu mereka.Akhirnya, mereka menemukan sebuah batu kuno yang dikenal sebagai 'Batu Penyegel'. Batu ini memiliki kekuatan untuk menahan energi dari makhluk yang kuat dan mencegah mereka menggunakan kekuatan mereka. Martis dan Lyra memutuskan untuk menggunakan Batu Penyegel untuk menghadapi Azrakon sekali lagi.Dengan Batu Penyegel di tangan, mereka kembali ke medan perang dan menghadapi Azrakon yang telah pulih sepenuhnya. Mereka lalu menggunakan kekuatan Batu Penyegel dengan tepat untuk menghentikan regenerasi Azrakon.Ketika pertempuran berlanj
Dengan Kakek Martis bergabung dalam pertempuran, mereka merencanakan strategi baru untuk menghadapi Azrakon. Kakek Martis mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun ia telah meningkatkan kekuatannya dan mempelajari kelemahan Azrakon yang tidak diketahui sebelumnya.Martis, Lyra, dan Kakek Martis kemudian memutuskan untuk menggabungkan kekuatan mereka dan melancarkan serangan gabungan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka tahu bahwa dengan kekuatan Kakek Martis dan pengetahuan yang ia miliki, mereka memiliki peluang lebih baik untuk mengalahkan Azrakon.Seiring pertempuran berlanjut, mereka melancarkan serangan gabungan yang luar biasa, menggabungkan kekuatan 'Pembelah Takdir' Martis, kekuatan penjaga dimensi Lyra, dan kekuatan legendaris Kakek Martis. Serangan gabungan ini tampaknya berhasil melemahkan Azrakon, yang mulai merasa kewalahan oleh kekuatan yang mereka tunjukkan.Azrakon, yang sebelumnya percaya diri dan angkuh, kini mulai merasa putus asa. Ia menyadari bahwa kehadira
Setelah beberapa waktu memulihkan diri dan menikmati keindahan dunia mereka, Martis merasa lebih segar dan siap untuk kembali bekerja. Dia memulai dengan membantu penduduk lokal membangun kembali rumah-rumah mereka. Dia bekerja bahu-membahu dengan mereka, menunjukkan bahwa dia bukan hanya seorang prajurit, tetapi juga seorang pemimpin dan teman.Dalam mengejar pengetahuannya tentang Dimensi Ether, Martis juga memutuskan untuk mendirikan sekolah untuk anak-anak di dunia mereka. Dia ingin berbagi pengetahuannya dan memastikan bahwa generasi mendatang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk melindungi dunia mereka. Dia berharap bahwa dengan pendidikan, mereka bisa mencegah ancaman seperti Azrakon di masa depan.Selain itu, Martis juga berencana untuk menjelajahi dunia mereka lebih jauh. Dia ingin memahami lebih baik tentang dunia mereka dan mencari cara untuk melindunginya. Dia berencana untuk berkeliling, bertemu dengan berbagai orang, belajar tentang budaya mere
Ah, maafkan saya atas kesalahan tersebut. Jadi, Paman Roki mengalami kerusakan parah pada tubuh cyborgnya dalam pertempuran terakhir melawan Jendral Rhino. Jendral Rhino, yang dikenal karena kekuatan dan kebrutalannya, telah menyerang Paman Roki dengan kekuatan penuh, menyebabkan kerusakan serius pada tubuh cyborgnya.Bagian-bagian penting dari tubuh cyborgnya, seperti sistem hidraulik dan energi, rusak parah. Selain itu, beberapa komponen elektronik dan mekanis juga rusak, mempengaruhi kemampuannya untuk bergerak dan berfungsi dengan baik.Namun, meskipun kerusakan parah ini, Paman Roki tidak menyerah. Dia tahu bahwa dia harus kembali ke kondisi sebelumnya untuk dapat melindungi dunia mereka dari ancaman lainnya. Dan dengan bantuan Martis, mereka mulai bekerja untuk memperbaiki kerusakan tersebut.Mereka menghabiskan hari-hari berikutnya di bengkel, bekerja keras untuk memperbaiki dan mengganti bagian yang rusak. Meskipun ini adalah tugas yang sulit dan memakan waktu, mereka tidak men
"Kita harus melatih diri kita untuk mengendalikan kekuatan Elysium dengan lebih baik," kata Martis, "Kekuatan ini sangat kuat dan bisa menjadi senjata penting dalam melawan ancaman yang kita hadapi nanti, terutama jika kita kembali menghadapi musuh seperti Tharos dan Azrakon."Reka mengangguk setuju. "Benar sekali, Kak Martis. Kita harus memahami lebih dalam tentang kekuatan ini dan bagaimana kita bisa menggunakannya dengan lebih efektif."Paman Roki menambahkan, "Dan kita juga harus memastikan bahwa kita menggunakan kekuatan ini dengan maksimal. Kekuatan Elysium adalah kekuatan yang sangat besar, dan kita harus memastikan bahwa kita memang pantas menggunakannya."Mereka kemudian merencanakan sesi latihan rutin untuk melatih penggunaan kekuatan Elysium. Mereka berlatih bersama, saling membantu dan memberikan umpan balik satu sama lain untuk memastikan bahwa mereka semua membuat kemajuan.Mereka juga berdiskusi tentang berbagai strategi dan teknik yang bisa mereka gunakan saat menggunak
Di kejauhan, tersembunyi dalam bayangan, pemilik alat pengintai tertawa keras. Dia telah mengawasi Martis, Reka, dan Paman Roki, dan merasa senang melihat kepanikan mereka saat menemukan alat pengintai yang hampir meledak."Sangat menarik," gumamnya sambil tersenyum jahat. "Mereka mungkin lebih tangguh dari yang kubayangkan, tapi sekarang aku tahu kelemahan mereka. Aku akan merencanakan serangan yang sempurna, dan mereka tidak akan tahu apa yang menghantam mereka."Pemilik alat pengintai itu mulai merencanakan langkah selanjutnya, bertekad untuk mengalahkan Martis, Reka, dan Paman Roki. Dia tahu bahwa mereka adalah penghalang terbesar dalam mencapai tujuannya, dan dia akan melakukan apa saja untuk menghancurkan mereka.Sementara itu, Martis, Reka, dan Paman Roki terus berlatih dan mempersiapkan diri untuk menghadapi ancaman yang mungkin muncul. Meskipun mereka tidak tahu siapa yang mengawasi mereka, mereka tahu bahwa mereka harus waspada dan siap untuk segala kemungkinan. Mereka memper
Pagi berikutnya, Elara menghubungi Martis. "Martis, aku butuh bantuanmu untuk mendapatkan beberapa komponen elektronik. Aku berpikir aku bisa menggunakan komponen ini untuk mencari tahu lebih banyak tentang alat pengintai tersebut."Martis, yang selalu siap untuk membantu, segera menyetujui. "Tentu saja, Elara. Komponen apa yang kamu butuhkan? Aku akan mencoba menemukannya secepat mungkin."Elara memberikan daftar komponen yang dia butuhkan, yang termasuk beberapa chip mikro, sensor, dan beberapa alat lainnya yang diperlukan untuk analisis lebih lanjut pada alat pengintai.Martis dan Reka kemudian pergi mencari komponen-komponen tersebut. Mereka tahu bahwa menemukan komponen ini mungkin tidak mudah, tetapi mereka juga tahu bahwa ini penting untuk penyelidikan mereka.Sementara itu, Paman Roki dan Elara tetap di rumah, menjaga alat pengintai dan memastikan bahwa tidak ada yang mencoba mengambilnya atau mengganggu penyelidikan mereka.Setelah beberapa saat, Martis dan Reka berhasil menem
"Wow, lihat itu, Kak Martis!" kata Reka, menunjuk ke seekor lalat yang tampak biasa saja tetapi sebenarnya adalah alat pengintai baru. "Mereka mengirim alat pengintai lagi, tetapi kali ini dalam bentuk lalat. Mereka benar-benar mengubah strategi mereka."Martis tampak serius. "Ini berarti mereka tidak menyerah. Mereka masih mengawasi kita. Kita harus berhati-hati dan mencoba menangkap lalat pengintai ini tanpa memicu sistem pengamanannya."Elara, yang juga telah memperhatikan lalat pengintai tersebut, berbicara, "Kita harus mencoba menangkapnya dengan hati-hati. Saya akan mencoba menganalisisnya dan melihat apa yang bisa kita pelajari dari alat pengintai baru ini."Mereka kemudian merencanakan bagaimana cara menangkap lalat pengintai itu dengan hati-hati. Mereka tahu bahwa mereka harus bertindak cepat dan bijaksana untuk menangani situasi ini.Setelah beberapa upaya, mereka berhasil menangkap lalat pengintai itu berkat petunjuk Elara. Mereka berharap bahwa dengan alat pengintai baru in
Dalam benaknya, Martis terus berpikir. Dengan konsentrasinya yang sangat baik, Martis mencoba menelaah tentang kejadian hari ini. Dan pada saat ini, Mia sedang berjalan ke arah pintu yang tersembunyi di belakang tirai, dengan Phynoglip dan Emily mengikuti di belakangnya. Martis juga mengikuti mereka, dengan rasa penasaran yang semakin besar. Saat mereka mencapai pintu tersebut, Mia berhenti dan menatap Martis dengan senyumannya yang lembut. "Aku akan menunjukkan kamu bahwa kita tidak memiliki apa-apa yang berharga," ucap Mia. Dan tiba-tiba saja, ada kejadian aneh. Mia menghilang begitu saja di hadapan mereka. Phynoglip serta Emily terkejut dan menatap bayangan tersebut dengan rasa penasaran. "Apa yang terjadi?" tanya Phynoglip heran. "Aku tidak tahu," ucap Emily yang sama herannya. "Tapi aku rasa Mia yang kita lihat sebelumnya bukanlah Mia yang sebenarnya." Dan selang beberapa menit kemudian, Mia muncul kembali. Ternyata..., sosok yang mengaku sebagai Mia ini hanyalah bayang
Mia berjalan ke arah Martis, dengan Phynoglip dan Emily mengikuti di belakangnya. Martis menatap Mia dengan rasa penasaran, kemudian berbicara dengan suara yang keras. "Apa yang kamu ingin lakukan, Mia?" tanya Martis dengan suara yang keras. Mia tetap tersenyum lembut, kemudian berbicara dengan suara yang pelan. "Aku ingin menunjukkan kamu bahwa kita tidak memiliki apa-apa yang berharga," ucap Mia. Martis menatap Mia dengan rasa penasaran, kemudian berbicara dengan suara yang keras. "Apa yang kamu maksud?!" tanya Martis dengan suara yang keras. Dengan senyum lembutnya, Mia kemudian berbicara dengan suara yang pelan. "Aku akan menunjukkan kamu bahwa kita hanya memiliki puisi yang tidak berharga," ucap Mia dengan suara yang masih sama pelannya. Mia kemudian mengambil kertas yang memiliki puisi yang tertulis di dalamnya dari Emily, kemudian memberikannya kepada Martis. Martis menatap kertas tersebut dengan rasa penasaran, kemudian berbicara dengan suara yang keras. "Apa yang
Mia memimpin mereka ke arah mesin tersebut, dengan Phynoglip dan Emily mengikuti di belakangnya. Saat mereka mendekati mesin tersebut, mereka melihat bahwa mesin tersebut memiliki sebuah layar yang besar dan beberapa tombol yang berkilauan. Mia menekan salah satu tombol tersebut, dan layar mesin tersebut langsung menyala. Phynoglip dan Emily terkejut melihat bahwa layar tersebut menampilkan sebuah gambar yang aneh, seperti sebuah peta yang kompleks. "Apa ini?" tanya Phynoglip dengan suara yang penasaran. Mia menjawab, "Ini adalah peta sistem yang kita gunakan untuk mengontrol dunia ini," ucap Mia dengan suara yang pelan. "Dengan peta ini, kita dapat melihat bagaimana sistem tersebut bekerja dan bagaimana kita dapat mengubahnya." Emily kemudian menatap peta tersebut dengan rasa penasaran. "Bagaimana kita dapat mengubahnya?" tanya Emily dengan suara yang pelan. Mia memandang Emily dengan mata yang berbinar. "Kita dapat mengubahnya dengan menggunakan kode yang tepat," ucap Mia
Phynoglip mengangguk, kemudian menatap sekeliling tempat mereka berada. "Tempat ini aneh," ucap Phynoglip dengan suara yang pelan. "Aku merasa seperti berada di dalam komputer atau sesuatu." "Aku juga merasa seperti itu. Sepertinya kita berada di dalam sistem atau dimensi lain." jawab Emily dengan nada yang sama dengan Phynoglip. Keduanya terdiam sejenak, kemudian Phynoglip bertanya lagi. "Kamu pikir apa yang disembunyikan oleh Martis?" Emily memandang Phynoglip dengan serius. "Aku pikir Tuan Martis menyembunyikan sesuatu hal yang sangat penting." Phynoglip mengangguk, kemudian keduanya terdiam lagi. Akan tetapi, kali ini tiba-tiba, Phynoglip berbicara dengan nada yang berbeda. "Emily, aku merasa ada sesuatu yang aneh di sini. Sepertinya kita tidak sendirian." Emily menatap Phynoglip dengan heran, kemudian menoleh ke sekeliling. Tiba-tiba, dia melihat bayangan yang bergerak di kejauhan. "Apa itu?" bisik Emily dengan suara yang pelan. Kemudian Phynoglip berjalan menuju bayangan te
Martis hari ini dipusingkan dengan tingkah laku kedua bayi besarnya, yaitu Emily dan Phyno. Dan tanpa diduga, saat Martis menatap wajah Emily, lagi-lagi ia teringat akan raut wajah istrinya. Sampai tanpa sadar dia berucap, "Mia...?" Martis kemudian tiba-tiba memeluk tubuh Emily. "Maafkan aku, Mia..., aku pasti akan kembali," ucap Martis yang mempererat pelukannya pada Emily. "Aku bersumpah! Akan menemukan cara untuk kembali pada mereka. Tapi kira-kira, apakah mereka masih mengingatku?" Emily yang tidak mengerti apa yang terjadi, menatap wajah Martis dengan heran. la merasa tidak nyaman dengan pelukan Martis yang terlalu erat. Sementara itu, Phyno yang ada di sebelahnya, menatap Martis dengan rasa penasaran. "Martis, apa yang terjadi?" tanya Phyno dengan suara yang pelan. Martis tersadar dari lamunannya dan melepaskan pelukannya pada Emily. la memandang wajah Emily dan tersenyum. "Maaf, Emily," ucap Martis dengan suara yang lembut. "Aku hanya..., teringat pada seseorang yang
Rupanya, Raja Kegelapan telah mempersiapkan strategi untuk menghadapi Martis. Saat ini ia memutuskan bahwa dia dan anaknya masih harus berada di dalam gunung berapi tempat mereka berada saat ini untuk sementara waktu. Nampaknya Raja Kegelapan kali ini lebih waspada dalam menghadapi Martis. Dia telah kehilangan Black Rose karena kala itu telah meremehkan Martis. Padahal ia berpikir bahwa Black Rose akan dapat mengalahkan Martis dengan mudah. Namun kenyataannya, justru sebaliknya. Kekalahan Black Rose sangat membuatnya rugi besar. Sebab, Black Rose beserta semua pengikutnya telah diberantas habis oleh Martis sampai tak tersisa satupun. Sementara Raja Kegelapan masih bersembunyi di dalam gunung berapi, beberapa Minggu kemudian Martis dan yang lainnya kini telah kembali pulih. Dan ternyata, Martis tengah berusaha memisahkan aura kegelapan yang tersisa dalam tubuh Phynoglip. Namun usahanya belum membuahkan hasil. Memang benar, dalam beberapa hari ini ia telah berhasil membuang sebagian
Raja Kegelapan sangat marah karena merasakan hawa keberadaan Black Rose yang terhubung dengan jiwanya kini telah menghilang."Black Rose...? Ti-tidak...!" Raja Kegelapan berteriak histeris di dalam ruangan persembunyiannya."Tidak akan aku maafkan! Black Rose mati dikalahkan oleh manusia bernama Martis itu! Aku tidak boleh bersantai-santai. Yah..., aku akan membalaskan semua yang telah dilakukan oleh Martis! Terutama atas kematian Black Rose!" Raja Kegelapan kemudian bangkit dari tempatnya. Kali ini amarahnya benar-benar berada di puncaknya. Hal yang membuat ia sangat marah tentu saja atas kematian Black Rose, wanita yang sangat dicintainya.Kemudian Raja Kegelapan pergi ke suatu tempat. Tempat itu adalah gunung berapi yang ada di ujung wilayah barat. Gunung berapi ini adalah tempat di mana Raja Kegelapan pernah berlatih bersama Black Rose.Dan rupanya, di gunung berapi ini juga Black Rose pernah menyimpan benih. Benih itu adalah hasil dari perkawinan mereka berdua. Dan selama ini, be
Dan akhirnya, Martis tumbang juga. Setelah energi dan stamina terkuras habis, waktu kembali normal. Dan mereka tetap berada di tempat terakhir kalinya. Gedebugh...! Tubuh Martis yang terkulai lemas akhirnya terkapar di lantai. Karena mendengar ada suara aneh, Emily yang ada di atas ranjang menoleh ke arah sumber suara. Dan ia melihat di sana ada tubuh Martis yang tergeletak di lantai tak sadarkan diri. "Tu-tuan Martis...?" ucap Emily yang kemudian ia turun dari ranjang dan segera memeriksa keadaan Martis. Ia sudah ingat dengan apa yang terjadi. "Martis...? Wah, iya, aku harus membantunya." Begitu pula dengan Phynoglip yang baru sadar dan ingat semaunya. Ia bergegas membantu Emily untuk mengangkat tubuh Martis ke atas ranjang. "Hey, tubuhku masih terluka, tapi aku bisa kok, menjaga Martis agar tetap stabil. Aku akan berbaring di sampingnya sampai ia kembali pulih. Aku tidak keberatan berbagi energi dengan dirinya. Aku bisa melakukan teknik Transfer Energi melalui genggaman
Akhirnya Martis menunda untuk menyelidiki apa yang terjadi sebenarnya.Dan pada esok paginya, barulah Martis kembali menemui mereka berdua di kamar yang sama."Kalian sudah membaik?" sapa Martis seraya mengambil kursi untuk duduk di dekat ranjang yang mereka berdua gunakan untuk tidur."Menurutmu?" Phynoglip menjawab, namun malah balik bertanya."Kalau aku, sudah merasa lebih baik dari kemarin. Rasa pusing di kepala sudah hilang. Kalau kemarin, saat melirik saja kepala langsung terasa pusing." Namun tidak dengan Emily, ia menjawab dan menjalankan keadaannya dengan apa yang ia rasakan saat ini."Baiklah, syukur kalau memang kau merasa lebih baik. Nah sekarang, aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian berdua," ungkap Martis menjelaskan maksud dan tujuannya hari ini datang pada mereka berdua.Martis mengatakan bahwa dia telah memiliki sebuah teknik yang dapat memutar waktu. Namun ada resiko yang sangat besar, yaitu kehabisan stamina dan energi setelah berhasil menggunakan teknik itu. Kon