“Apa?” Owen sangat terkejut. Dia mencoba untuk duduk di tempat tidur, tetapi lengannya sama sekali tidak bertenaga. Setelah mencoba beberapa kali, dia masih belum berhasil.Saat menyadari maksud Owen, Rosa mengulurkan tangannya untuk memapah Owen, lalu meletakkan bantal di punggung Owen agar Owen bisa duduk.“Dari hasil penyelidikanku, waktu Aryan diserang, Utaram dan belasan anak buahnya yang sudah mencapai Alam Mugana sempat hilang sesaat. Mereka baru kembali sekitar 3-4 jam kemudian. Ini terlalu kebetulan! Aku yakin dalang di balik penyerangan terhadap Aryan itu Utaram!” kata Naldo. Dia menjelaskan hasil penyelidikannya dengan mendetail.Naldo dan Utaram adalah dua penguasa dunia mafia. Mereka sudah bermusuhan selama ini. Informasi mengenai Utaram yang tiba-tiba membawa sekelompok ahli dan menghilang selama beberapa jam tentu saja tidak bisa luput dari penyelidikannya.Meskipun Utaram bertindak dengan sangat hati-hati dan tidak meninggalkan bukti apa pun, hanya berdasarkan hal ini,
Tentu saja, kekuatan Naldo masih sedikit lebih buruk dari Utaram. Jika dia pergi balas dendam sendiri, belum tentu dia bisa melawan Utaram. Jadi, dia berencana untuk beraliansi dengan Keluarga Suwanto.Kali ini, yang terluka bukan hanya putrinya, Owen juga sepertinya terluka parah. Dengan hubungan di antara Keluarga Suwanto dengan Owen, Indra tidak mungkin berpangku tangan. Pada saatnya nanti, Naldo mau tahu bagaimana Utaram bisa melawannya dan Keluarga Suwanto.Setelah itu, Naldo mengantarkan Owen kembali ke kediaman Keluarga Suwanto bersama dengan dua pengawalnya.Di kediaman Keluarga Suwanto.Saat mendengar tentang kedatangan Naldo, Indra langsung memerintahkan pengawal mereka untuk membawa Naldo ke aula utama.Di aula utama, Indra sedang menikmati secangkir teh sambil menunggu Naldo. Dia diam-diam menebak apa tujuan Naldo datang mencarinya.Tidak lama kemudian, Naldo berjalan masuk ke ruang utama dengan diikuti oleh dua pengawal yang mengangkat tandu medis. Owen sedang berbaring di
Sebelumnya, Naldo terlalu marah sehingga langsung menganggap anak buah Utaram yang menyerang Owen dan Rosa. Setelah mendengar analisis Indra, dia sudah berpikiran lebih jernih.Seperti yang dikatakan Indra, Utaram dan Owen tidak memiliki konflik kepentingan apa pun. Meskipun Utaram sudah menyingkirkan Owen, dia juga tidak akan mendapatkan keuntungan apa pun. Selain itu, semua keluarga terhormat di Jenggala mengetahui tentang hubungan di antara Owen dan Keluarga Suwanto. Jika Utaram benar-benar membunuh Owen, Keluarga Suwanto pasti akan membalas dendam secara besar-besaran.Dengan sifat Utaram, dia tidak mungkin melakukan sesuatu yang tidak menguntungkannya atau mungkin bisa memusnahkan Keluarga Liem.“Pak Naldo, apa kamu yakin memang anak buah Utaram yang menyerang Owen?” tanya Indra dengan serius. Setelah memikirkannya, dia merasa Utaram tidak memiliki motif yang cukup kuat untuk membunuh Owen.Saat ini, status Owen sudah tidak seperti dulu. Dengan konflik di antara Owen dan Keluarga
“Basis kultivasi Gusti sudah mencapai tahap puncak Alam Mugana dari beberapa tahun yang lalu, sementara basis kultivasi George dan Gilang berada di tahap akhir Alam Mugana,” jawab Clinton.Selama ini, hubungan di antara Keluarga Suwanto dan Keluarga Lawrence tidak pernah akur. Clinton tentu saja mengetahui dengan jelas mengenai latar belakang beberapa tokoh penting Keluarga Lawrence.“Seorang petarung tahap puncak Alam Mugana dan dua petarung tahap akhir Alam Mugana? Ini terlalu kebetulan. Apa memang kelompok Gusti yang menyerang Owen dan putriku?” tanya Naldo. Setelah mendengar penjelasan Clinton, ekspresi Naldo langsung menjadi suram.Sebelumnya, Rosa sudah memberi tahu Naldo bahwa musuh mereka adalah seorang petarung tahap puncak Alam Mugana dan dua petarung tahap akhir Alam Mugana. Basis kultivasi Gusti dan yang lainnya kebetulan juga sesuai dengan deskripsi Rosa. Namun, Naldo mengira kali ini Owen sudah bertarung mati-matian dan beruntung bisa melarikan diri dari cengkeraman musuh
“Clinton, kumpulkan ahli keluarga kita sekarang juga. Aku mau pergi ke kediaman Keluarga Lawrence dan menegakkan keadilan untuk Owen!” perintah Indra dengan dingin. Aura membunuh yang kuat melintasi matanya.“Baik,” jawab Clinton. Kemudian, dia langsung pergi.Owen hendak mengatakan sesuatu, tetapi akhirnya mengurungkan niatnya. Kekuatan dan latar belakang Keluarga Lawrence jauh lebih hebat daripada Utaram. Owen tidak mungkin bisa melawan mereka. Lagi pula, Owen baru mulai mendirikan kekuasaannya sendiri. Tidak mungkin dia mampu membalas dendam pada Keluarga Lawrence hanya dengan mengandalkan kekuatannya sendiri. Jadi, dia hanya bisa berharap pada Keluarga Suwanto untuk membantunya balas dendam.“Pak Indra, makasih banyak ya,” ucap Owen. Dia tidak menolak niat baik Indra. Memang lebih bagus apabila Indra bisa menggantikannya untuk memberi pelajaran pada Keluarga Lawrence. Dengan begitu, Keluarga Lawrence pasti tidak akan berani menyerangnya lagi tanpa berpikir panjang. Hal ini juga aka
“Gusti, ada apa ini sebenarnya? Kenapa kamu dan Gilang bisa terluka begitu parah?” tanya Gavin dengan suara berat. Ekspresinya sudah sangat suram.“Ayah, maaf, kami ....” Gusti hendak berbicara, tetapi merasa sangat malu. Sebelum berangkat, dia sudah berjanji pada Gavin bahwa dia pasti bisa menyingkirkan Owen. Untuk berjaga-jaga, Gavin sengaja mengutus George dan Gilang untuk membantunya. Saat itu, dia merasa Gavin sudah terlalu berhati-hati.Sekarang, Gusti baru sadar bahwa Gavin memang sangat bijaksana. Jika bukan berkat bantuan George dan Gilang, Gusti tidak mungkin bisa melarikan diri dari cengkeraman Owen.“Ada apa? Apa penyerangan kalian sudah gagal?” tanya Gavin dengan hati berdebar. Firasat buruk mulai merayap ke dalam hatinya.Semua anggota keluarga inti Keluarga Lawrence juga menatap Gusti dengan penuh harap. Mereka berharap bisa mendengar Gusti mengatakan bahwa misi mereka sudah berhasil. Bagaimanapun juga, kekuatan kelompok Gusti jauh lebih hebat daripada kekuatan Owen. Tid
Dapat dibayangkan seberapa terkejutnya semua orang pada saat ini.“Apa Owen itu manusia? Dia masih begitu muda, tapi basis kultivasinya sudah mencapai Semi Alam Rigana? Bagaimana dia melakukannya?”“Siapa yang tahu? Di acara penjualan Grup Ora, aku rasa basis kultivasinya yang masih berada di tahap akhir Alam Mugana itu sudah cukup mengejutkan. Tak disangka, kekuatannya yang sebenarnya sudah jauh lebih hebat daripada yang kita bayangkan dan mencapai Semi Alam Rigana! Dia benar-benar sudah menyembunyikannya dengan baik!”“Benar! Menurut kalian, apa mungkin dia masih menyembunyikan kekuatannya? Mungkin saja basis kultivasinya yang sebenarnya sudah mencapai Alam Rigana!”Semua anggota keluarga inti Keluarga Lawrence sangat terkejut dan tidak berhenti berdiskusi. Rasa takut yang mendalam akan kekuatan Owen yang sebenarnya sudah timbul dalam hati mereka. Mungkin saja Owen bukan hanya sudah mencapai Semi Alam Rigana, melainkan Alam Rigana, tetapi mampu menyembunyikannya dengan baik.Sialnya,
Satu jam sebelumnya, George dan Gilang melakukan serangan diam-diam untuk membunuh Owen. Namun sekarang, mereka berdua malah membutuhkan pil yang dimurnikan oleh Owen untuk mengobati luka dalam. Hal ini benar-benar sangat ironis!Adapun Gavin dan sekelompok orang lainnya juga menunjukkan ekspresi yang aneh."Lagi pula, kita yang membeli pil obat ini. Kalau nggak dipakai juga sia-sia," ucap Gusti.Gusti tahu bahwa efek dari pil pelancar darah ini sangat bagus. Jadi, dia pun menerima pil tersebut dengan enggan, lalu pergi mengobati cederanya bersama Gilang lebih dulu. "Ayo, semuanya ikut aku ke ruang utama. George, cederamu nggak begitu parah, jadi kamu juga ikut dalam diskusi ini. Kebetulan aku masih ada banyak pertanyaan untukmu," ucap Gavin. Setelah itu, mereka semua kembali ke ruang utama dan duduk satu per satu."George, coba kamu ceritakan lagi detail pertarunganmu dengan Owen kali ini," perintah Gavin.Memahami kemampuan lawan adalah kunci kemenangan dalam segala pertempuran. Ka
“Nona Yunita, terima kasih sudah menolongku ....”Theresa berjalan ke sisi tempat tidur, lalu mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada Yunita yang sudah menolongnya dari tangan Rusli. Ini juga merupakan alasan utama kenapa dia tidak meninggalkan kamar Yunita.“Nona Theresa, kalau kamu benar-benar ingin berterima kasih padaku, apa kamu boleh setujui sebuah permintaanku ...,” ujar Yunita sambil menggigit bibirnya. Dia terlihat seperti sudah membuat sebuah keputusan.“Permintaan apa?” tanya Theresa. Setelah berpikir sejenak, da samar-samar bisa menebak apa permintaan Yunita.“Aku ingin bergabung dengan kalian. Kelak, aku mau hidup bersama kalian ...,” jawab Yunita dengan tatapan penuh harap.Sebelumnya, Yunita tidak berhenti berpikir untuk merebut Owen dari Theresa dan Yura karena menyukai Owen. Sekarang, setelah mengalami musibah sebesar ini, pikirannya sudah terbuka. Berhubung tidak mungkin bisa merebut Owen dari mereka, dia pun berencana untuk bergabung dengan mereka. Ini juga meru
“Nggak ada yang mustahil! Pak tua, semuanya sudah berakhir. Mati sana! Terima seranganku, Tinju Phoenix!” dengus Owen.Kemudian, Owen langsung mengerahkan jurus andalan terkuatnya tanpa ragu. Gelombang energi yang luar biasa kuat segera terpancar dari tinjunya, lalu memelesat ke arah Danu. Owen berencana untuk langsung membunuh Danu supaya bisa mengakhiri pertarungan ini secepat mungkin.“Jangan ....”Saat merasakan kekuatan mengerikan dari Tinju Phoenix, Danu pun ketakutan. Dia langsung melompat tanpa ragu dan berniat untuk melarikan diri. Sayangnya, kekuatan Owen jauh lebih tinggi dari kekuatannya. Selain itu, Tinju Phoenix merupakan jurus spiritual tingkat puncak yang kekuatannya sangat mengerikan.Selanjutnya, baru saja Danu melompat ke udara, tubuhnya sudah terhantam serangan Tinju Phoenix dan meledak menjadi kabut darah. Hidupnya yang dipenuhi dengan kejahatan akhirnya berakhir juga.“Ini ....”Begitu melihat Owen berhasil membunuh Danu hanya dengan satu serangan, semua orang pun
“Akhirnya basis kultivasiku menerobos juga! Pak tua, sekarang, kamu sudah boleh mati dengan tenang!”Owen membuka kedua matanya, lalu menatap ke arah Danu dengan tatapan yang sangat tajam dan menakutkan.“Nak, arogan sekali kamu! Memangnya kenapa kalau kamu beruntung bisa menerobos mencapai Alam Legana? Basis kultivasimu baru menerobos dan kamu bahkan belum sempat mengokohkannya. Kamu bukan tandinganku! Mati sana!” dengus Danu. Dia sama sekali tidak takut pada Owen.Seusai berbicara, Danu tidak ingin lanjut bicara omong kosong dengan Owen lagi. Dia langsung menyerang ke arah Owen dengan kekuatan yang sangat besar. Dia berencana untuk lanjut membunuh Owen sebelum Owen sempat mengokohkan basis kultivasinya.“Benar! Memangnya kenapa kalau basis kultivasinya sudah menerobos ....”Setelah mendengar ucapan Danu, semua anggota Keluarga Chandika juga langsung merasa jauh lebih lega.Di sisi lain, Graham, Juskitar, Surya, dan orang lainnya baru saja merasa agak senang dan mulai menaruh sedikit
“Haha .... Akhirnya berakhir juga!”Melihat Graham yang terluka parah dan tidak mampu melawan lagi, Danu langsung tertawa terbahak-bahak. Saat ini, kelompok Graham yang memiliki kemampuan terkuat sudah dijatuhkannya. Selanjutnya, yang tersisa hanyalah Owen, Juskitar, Surya, dan orang lain yang bisa dihadapinya dengan mudah.Dengan begitu, pihak Keluarga Chandika sudah termasuk meraih kemenangan. Jadi, dapat dibayangkan betapa gembiranya Danu.“Sesepuh paling hebat!”“Sesepuh paling hebat!”“Sesepuh paling hebat!”Selain Danu, Setiawan dan para ahli Keluarga Chandika lainnya juga bersorak gembira.“Gawat .... Kali ini, tamatlah riwayat kita ....”Di sisi lain, Juskitar, Surya, dan orang lainnya merasa bagaikan sudah disambar petir. Mereka langsung merasa putus asa. Meskipun memiliki keuntungan dalam jumlah, Danu merupakan seorang petarung Alam Legana yang tidak mungkin bisa mereka lawan. Jika tebakan mereka tidak meleset, yang menanti mereka selanjutnya adalah kematian. Selain itu, tida
Gluk! Owen memanfaatkan kesempatan ini untuk mengeluarkan pil spiritual suci dan mengonsumsinya.Awalnya, Owen berencana untuk menyerahkan pil penawar ratusan racun kepada kelompok Graham supaya bisa menawarkan racun mereka. Namun, Graham sudah terluka akibat serangan Danu, sedangkan kelompok Tristan juga terluka parah dan telah kehilangan semangat tempur. Jadi, sudah tidak ada gunanya Owen menawarkan racun mereka.Satu-satunya hal yang bisa dilakukan Owen saat ini hanyalah bertaruh apakah dirinya bisa memanfaatkan kesempatan saat hambatan kultivasinya menunjukkan kelonggaran untuk menerobos hambatan kultivasi mencapai Tingkat Pemahaman Agung dengan mengandalkan pil spiritual suci. Dengan begitu, pihak mereka mungkin masih memiliki harapan untuk menang.“Owen, aku akan menahan Danu sebisa mungkin. Kamu harus manfaatkan kesempatan ini untuk kabur! Setelah berhasil kabur, carilah cara untuk balaskan dendam Organisasi Dragmar Tonham Sentral ....”Saat ini, Graham berusaha untuk berdiri sa
“Cari mati kamu!”Saat merasakan serangan kuat Owen dari punggungnya dan melihat Owen telah membunuh Jordan, Danu merasa sangat marah. Dia mau tak mau menghentikan serangan lanjutannya terhadap kelompok Graham, lalu mengerahkan kekuatan yang luar biasa untuk menangkis serangan Owen.Duk! Seiring dengan suara benturan yang nyaring, Tinju Phoenix dan serangan Danu saling berhantaman dengan kuat. Selanjutnya, serangan Danu segera merobek pertahanan Tinju Phoenix dan sisa kekuatannya menghantam tubuh Owen dengan kuat.“Gawat!”Ekspresi Owen langsung berubah drastis. Dia buru-buru melangkah mundur dengan cepat supaya bisa menghindari sisa kekuatan dari serangan Danu. Apa daya, basis kultivasi Danu telah mencapai Alam Legana yang jauh lebih tinggi dari kekuatan Owen. Tidak peduli secepat apa pun dia melangkah mundur, dia tetap tidak dapat melepaskan diri dari ruang lingkup serangan Danu. Tubuhnya pun tersapu sisa energi sejati itu dan terpental ke lantai.Pfft! Pfft! Setelah mendarat di lan
Dibandingkan dengan Juskitar dan Surya yang dipenuhi dengan rasa putus asa, Owen terlihat jauh lebih tenang. Dulu, dia yang menjatuhkan Tangan Beracun. Demi menghadapi Tangan Beracun sebelumnya, dia pernah meracik pil penawar ratusan racun untuk menawarkan Lima Racun Pelemas Otot.Saat ini, Owen kebetulan masih memiliki puluhan butir pil penawar ratusan racun. Meskipun kelompok Graham sudah keracunan, begitu dia memberikan pil penawar ratusan racun kepada mereka, pihak mereka masih memiliki kesempatan untuk meraih kemenangan.Begitu memikirkan hal ini, Owen segera menghentikan pertarungannya dengan Jordan, lalu melompat dan hendak menghampiri kelompok Graham untuk menawarkan racun mereka.“Owen, kamu mau kabur? Mana segampang itu!”Jordan salah paham bahwa Owen ingin melarikan diri setelah melihat situasinya sudah terbalik. Dengan dendam mendalam di antara dirinya dengan Owen, dia tentu saja tidak akan membiarkan Owen melarikan diri. Oleh karena itu, dia langsung bergerak dan menghalan
“Pak Graham, kalian yang memaksaku! Berhubung begitu, jangan salahkan aku lagi! Mati sana!”Melihat para ahli Keluarga Chandika yang jatuh dalam bahaya, ekspresi Danu terlihat sangat suram. Dia tahu dirinya harus segera mengakhiri pertarungan ini secepatnya untuk mencegah timbulnya korban jiwa dari pihak Keluarga Chandika. Oleh karena itu, Danu segera melambaikan kedua lengan bajunya yang menyebarkan kabut putih ke arah kelompok Graham. Kabut putih itu segera berubah menjadi serbuk yang memenuhi udara dan menyelimuti kelompok Graham. “A ... apa ini? Gawat! Ini racun!”Saat merasakan keanehan serbuk berwarna putih itu, kelompok Graham pun tercengang. Mereka berempat buru-buru menahan napas dan melangkah mundur dengan cepat untuk keluar dari jangkauan serbuk putih tersebut.Sayangnya, semuanya sudah terlambat. Serbuk putih itu dapat memasuki tubuh mereka melalui pori-pori. Ditambah dengan jarak mereka berempat yang terlalu dekat dengan Danu, tubuh mereka sudah menyerap serbuk putih itu
“Cuma seseorang yang pernah kukalahkan saja berani bersikap searogan ini? Dasar nggak tahu diri!” cibir Owen.Owen sudah pernah bertarung 2 kali dengan Jordan. Setiap kali, Jordan selalu terluka dan melarikan diri. Jadi, Owen tentu saja tidak takut pada Jordan. Tanpa berpikir panjang, dia segera mengerahkan Jari Bencana Bumi yang berkekuatan luar biasa kuat untuk menangkis serangan Jordan.Duk! Seiring dengan suara benturan yang nyaring, Jari Bencana Bumi dan Cakar Pemakan Jiwa saling berhantaman dengan kuat.Namun, berbeda dengan sebelumnya, Jari Bencana Bumi yang dikerahkan Owen kali ini tidak dapat menembus pertahanan serangan Jordan, malah berhasil dikalahkan oleh serangan Jordan.Selain itu, berhubung Owen baru mengonsumsi pil pemicu potensi dan efek obatnya masih belum sepenuhnya bekerja, serangan Jordan bukan hanya mengalahkan serangan Owen, tetapi sisa kekuatannya juga membuat Owen terdesak mundur beberapa langkah.“Jordan, nggak disangka ternyata basis kultivasimu sudah menero