Gagal jantung, hanya tersisa dua tahun … Saat mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Albert, Kelven terdiam di tempat, sulit untuk bereaksi.Saat ini, rasa nyeri di dadanya semakin sakit.Napasnya bahkan menjadi terengah-engah.Albert melihatnya lagi dan berkata, “Aku akan mengumumkan di rumah sakit untuk mencari jantung yang cocok untukmu. Setelah kamu melakukan tranplantasi jantung, kamu masih bisa hidup seperti orang normal dan hidup lebih lama.”Namun, bagaimana jika tidak menemukannya?Tatapan Kelven menjadi penuh kesedihan. Dia mengedipkan matanya dan air mata langsung jatuh.Dengan sesak dan penuh kesedihan, Kelven menjawab,“Nggak perlu.”Albert mengernyit dan bertanya, “Kenapa nggak perlu? Kamu nggak mau menjalani pengobatan?”“Kehidupan ini sangat menyakitkan, lebih baik mati saja.”Wanita itu tidak mau kembali ke sisinya, sebenarnya dia juga tidak rela merebut kembali putrinya dari wanita itu.Bagaimana mungkin dia tega memisahkan mereka lagi dan membuat wanita itu sedi
Jadi, Luna memercayai kata-kata paman tampan bahwa dirinya adalah papinya.Luna bisa memanggilnya papi setiap hari dan papinya akan selalu bersamanya.Dalam beberapa wakut ini, maminya terus sibuk dan papinya yang memandikannya dan makan bersamanya, serta mengantarnya ke sekolah.Seketika, maminya yang melakukan ini semua, membuatnya sedikit bingung.Delis membantu putrinya mengenakan pakaian dan membawanya ke kamar mandi.“Mulai sekarang dia nggak akan datang lagi. Tenang saja Luna, mami akan menjagamu dengan baik.”Mendengar ini, Luna mengernit dengan wajah cemberut.“Kenapa? Dia adalah papinya Luna. Papi bilang dia nggak akan meninggalkan Luna, mengapa dia nggak datang lagi?”“Luna, sebelumnya kita juga hidup tanpa dia, bukankah kita juga bisa hidup dengan baik? Jangan pikirkan dia lagi ya?”Delis berusaha meyakinkan putrinya dengan lembut.Dia tahu ini tidak adil bagi putrinya.Namun, hidup di bawah atas yang sama dengan Kelven adalah sebuah siksaan.“Aku nggak mau~”Untuk pertama
Delis duduk di sana, dia sangat tidak tega dengan permohonan putrinya.Dia mengeluarkan ponsel dan menghapus nomor Kelven dari daftar hitam, lalu memberikan ponsel tersebut pada putrinya.“Kamu bicara sendiri dengannya.”“Iya.”Luna langsung mengambil ponsel dan menempelkannya di telinga, wajahnya sudah basah oleh air matanya.Ekspresi di wajah kecilnya sungguh menyedihkan dan membuat orang tidak tega melihatnya.Saat ini, Kelven masih berbaring di atas ranjang besar di vila.Dia tidak tidur semalaman, hanya menatap alngit-langit sepanjang malam.Bahkan saat langit sudah terang, dia masih malas untuk bangun. Dia tidak ingin bergerak sedikit pun, lebih tidak ingin pergi ke rumah sakit untuk pengobatan.Dia masih bisa merasakan rasa sakit di dadanya.Namun, dia sudah terbiasa.Saat ponsel di sebelah bantalnya berdering, dia baru meliriknya setelah beberapa saat.Melihat nomor wanita itu, Kelven ragu sejenak sebelum akhirnya menerima panggilan tersebut.Saat menjawab panggilan itu, Kelven
“Aku sudah paham sekarang. Aku bisa mencari banyak wanita di luar sana, untuk apa aku terus mencoba menaklukkan kamu yang sudah bosan kutiduri?”“Delis, jangan hubungi aku lagi. Urus saja anakmu sendiri. Kita berdua … cukup sampai di sini.”Usai mengucapkan kata terakhir, Kelven langsung menutup teleponnya.Tidak ada yang tahu, setelah menutup telepon, Kelven menangis dengan putus asa dengan bersandar di kepala kasur.Delis juga tidak menyangka bahwa pria yang masih bertengkar dengannya kemarin dan memukul Wiliam, sekarang tiba-tiba memutuskan untuk berpisah dengannya.Apakah ini cara kerja Kelven?Mengapa dirinya merasa ada sesuatu yang aneh dari pria itu?Meskipun Delis tidak ingin memedulikannya.Namun, putrinya bersandar di pangkuannya dan bertanya, “Mami, kapan papi datang? Aku mau papi yang mengantarku ke sekolah.”Belum sempat Delis menjawab, Wiliam membungkuk dan berbicara, “Luna, paman yang mengantarmu ke sekolah, mau?”Luna tidak mengenal Wiliam.Dia menghindari sentuhannya
Delis mengira bahwa putrinya akan reda setelah dua hari mengamuk.Namun, ternyata masih sama pada hari kedua.Pada hari ketiga, karena restoran hotpot baru dibuka, Delis harus pergi lebih awal untuk pemotongan pita.Melihat putrinya masih tidur, Delis tidak mengganggunya.Wiliam masih tinggal di sana bersamanya. Saat Delis pergi, dia memberitahu Wiliam, “Bisakah kamu menjaga Luna? Aku harus pergi ke toko untuk pemotongan pita.”Karena putrinya tidak makan sepanjang hari kemarin, Delis sangat khawatir. Jika Luna masih mengamuk hari ini, dirinya bahkan tidak fokus bekerja.Wiliam mengantarnya keluar. “Tenang saja, aku akan menjaganya dengan baik, nggak perlu khawatir.”Saat Delis tiba di restoran hotpot, dia terkejut.Ada begitu banyak karangan bunga di sekitar restoran hotpot.Bahkan sepanjang jalan dipenuhi dengan balon udara panas warna-warni yang terlihat sangat menakjubkan.Balon udara panas juga ditempelkan spanduk bertulisan mengucapkan selamat atas pembukaan Restoran Hotpot Luna
Chris dan istrinya juga menghampirinya dengan wajah penuh kekecewaan.“Dia masih nggak mau kasih kita kesempatan?” tanya Chris.Chris melihat ke arah putrinya pergi, dia benar-benar tidak tahu bagaimana cara memperbaiki hubungannya dengan putrinya.Putrinya tidak ingin bertemu dengan mereka. Bahkan jika bertemu dengan mereka, dia pasti akan menghindar, apalagi memberi kesempatan pada mereka untuk memperbaiki hubungan.Jika terus begitu, bahkan mereka tinggal di Kota A selama dua tahun juga tidak ada gunanya.“Ayah, ibu, kalau kalian merasa sulit menunggu, kalian bisa pulang dulu. Aku nggak akan pergi kalau nggak mendapat Delis nggak memaafkanku.”Peter juga melihat ke arah Delis pergi dengan tatapan teguh.Dia yang membuat adiknya hilang. Jadi, apapun yang dikorbankan, dia pasti harus meminta maaf padanya.Nyonya Joven menghampiri mereka dan berkata, “Semuanya salahku. Kalau bukan aku yang memperlakukannya seperti itu sebelumnya, mungkin saja dia sudah kembali dengan kita.”“Suamiku,
Delis merasa sesak di dada, matanya memerah dan memeluk putrinya dengan erat.“Jadi kalau mami memanggilnya datang, Luna akan merasa lebih baik dan mau makan, mau mendengarkan mami?”Luna mengangguk pelan dan menjawab, “Iya~ Luna mau papi … ““Baiklah, mami akan memanggilnya.”Meskipun dia tidak ingin lagi menelepon nomor Kelven.Meskipun tidak ingin berhubungan lagi dengan pria itu selamanya, tetapi saat melihat keadaan putrinya yang sakitn, Delis merasa sangat sedih.Dia sangat takut akan terjadi sesuatu padanya.Ditambah lagi, Luna sudah tidak makan selama dua hari terakhir. Jika terus seperti ini, sakitnya akan semakin parah.Tidak ada pilihan lain, Delis mengambil ponselnya dan menelepon Kelven di depan putrinya.Namun setelah menunggu lama, tidak ada yang menjawab.Pada akhirnya, panggilan itu diangkat oleh Mudi.Mudi dengan sopan bertanya, “Ada yang bisa dibantu, Nona Delis?”“Aku mau mencari Kelven, dia nggak ada di sana?”“Pak Kelven … sedang dalam dalam perjalanan dinas. Pon
Biasanya dokter dan perawat akan langsung masuk saat mengetuk pintu, jika tidak langsung masuk, itu pasti tamu.Sesuai dengan tebakan, detik berikutnya melihat orang yang masuk, wajah Wiliam langsung menjadi muram.Delis mengikuti pandangan Wiliam dan melihat Kelven, dia juga sangat terkejut.Bukankah Mudi bilang dia sedang dalam perjalanan dinas?Bahkan mengatakan tidak akan kembali selama setengah tahun? Tapi mengapa dia datang hanya beberapa jam kemudian?Delis melihatnya, tidak ada lagi keangkuhan seperti sebelumnya, sebaliknya dengan perasaan rasa terima kasih atas kedatangannya untuk melihat putrinya.Saat Luna melihat papinya, dia langsung terlihat lebih ceria dan langsung melompar ke arahnya dari tempat tidurnya.“Papi … “Panggilan lembut itu begitu menenangkan hati pria itu.Kelven mendekati tempat tidur dan membuka tangannya untuk menggendong putrinya.Sambil memeluk tubuh kecilnya, ekspresinya tetap tenang, tetapi alisnya berkerut, terlihat kelelahan. Kelven bertanya, “Men
Menerima ucapan selamat dari adiknya, Peter dan Angel juga mengangkat gelas mereka.“Adikku, selamat menempuh hidup baru.”Angel juga mengucapkan, “Delis, selamat menempuh hidup baru.”“Eh, aku juga.”Kelven yang merasa diabaikan juga mengangkat gelasnya dan berkata, “Kalau begitu, mari kita semua bersulang untuk kehidupan baru kita. Semoga cinta kita selalu abadi.”Keempat orang itu saling tersenyum dan bersiap untuk minum bersama.Namun tiba-tiba, gelas Delis diambil oleh Kelven dan diletakkan di samping.Delis memandangnya dengan bingung.Kelven menggantinya dengan segelas jus dan menyodorkannya ke hadapan Delis, sambil mengelus kepalanya dan berkata, “Kamu nggak cocok minum alkohol, minum jus saja.”Mereka punya rencana besar malam ini.Delis memang tidak kuat minum alkohol. Setiap kali meminum sedikit saja, dia bisa mabuk hingga lupa diri.Di malam yang indah seperti ini, Kelven tidak ingin Delis mabuk.“Iya, Delis nggak boleh minum alkohol, minum jus saja.”Ujar Peter, lalu menol
Sepasang mata hitam menatap wanita kecil di sampingnya dengan kesal.“Kamu nggak bisa berbicara dengan sopan?”Delis tertawa kecil sambil berjalan ke depan, tidak mau berdebat dengan pria tua itu.Bagaimanapun, hari ini adalah hari yang special, dirinya harus tampil maksimal.Meski tidak begitu mempersiapkan diri.Namun, karena kakaknya sudah memesan ruang makan di hotel bintang enam, dirinya tidak mungkin datang dengan pakaian santai.Mungkin saja kak Angel berpakaian lebih cantik daripada dirinya.Kelven mengikuti langkah Dleis, lalu mereka masuk ke dalam lift.Di dalam lift yang sempit, pria tua itu terus memandangi wanita kecil di sampingnya.Melihat betapa muda dan cantiknya dia, lagi-lagi Kelven tidak bisa menahan diri untuk mendekat, merangkul pinggang kecilnya yang ramping dan mencium rambutnya yang harum dengan penuh hasrat.“Delis, kamu jujur padamu, kamu nggak merasa aku sudah tua, ‘kan?”Ehem, konon pria berusia empat puluhan sangat liar, dirinya masih belum berusia empat p
Saat sedang menyetir, pria itu tetap menggenggam tangan wanita di sebelahnya dengan erat. Seolah-olah jika dirinya melepaskan genggamannya, istrinya akan terbang keluar dari jendela mobil.Angel mencoba menarik tangannya, tetapi tidak berhasil karena pria itu menggenggamnya terlalu erat.Angel mengingatkan, “Kamu melanggar aturan lalu lintas, lepaskan tanganku.”“Nggak mau, paling juga hanya kena tilang saja. Aku begitu susah payah, baru berhasil menikahimu. Kalau aku nggak menggenggam tanganmu, bagaimana kalau kamu melarikan diri?”Peter menatap lurus ke depan dan menyetir dengan serius, tetapi sudut bibirnya menyiratkan senyuman bahagia yang tak bisa disembunyikan.Angel memandangnya. Dari sudut pandangnya, Peter terlihat dengan hidung yang mancung, bibir yang tipis dan paras wajah yang tegas.Terlihat seperti seseorang yang begitu sempurna.Bagaimana bisa dirinya dipertemukan dengan orang seperti ini.Apa yang membuat dirinya layak menjadi istri pria ini?Hingga saat ini, Angel masi
Namun mereka malah bermesraan di depan umum.Sungguh keterlaluan.Benar-benar memalukan.Angel setuju denga napa yang Delis katakan.Dua pria ini memang benar-benar tidak tahu malu.Tidak peduli dengan mereka, Angel dan Delis dengan menggendong Lesi, keluar lebih dulu dari kantor urusan sipil.Sementara itu, Kelven dan Peter yang masing-masing memegang dua surat nikah di tangan mereka, berjalan mendekat dan berjabat tangan, saling mengucapkan selamat.“Selamat, akhirnya kamu berhasil menikahi wanita yang kamu cintai.”Albert sungguh malang.Saat ini, dia mungkin sedang meringkuk di pojokan sambil menangis.Peter tertawa kecil dan menjawab, “Selamat juga untukmu, akhirnya berhasil menjebak adikku lagi.”Kelven tidak senang mendengar itu dan membalas, “Menjebak apa? Delis sukarela menikah denganku. Kamu bisa melihatnya sendiri, apakah aku memaksanya?”“Iya, dia sukarela,” jawab Peter.Eter tidak ingin berdebat dengannya dan berjalan keluar dari kantor urusan sipil.Kelven mengikutinya, l
Saat menerima surat nikah, Peter begitu bersemangat hingga langsung memegang wajah kecil Angel dan menciumnya di depan para petugas.Angel merasa sangat canggung dan segera mendorongnya.“Hei, bisa nggak kamu sedikit lebih tenang.”Namun, bagaimana mungkin Peter bisa tenang. Dia malah berdiri dan menggendong Angel, lalu berputar di tempat dua kali, sambil berseru gembira,“Akhirnya kamu jadi istriku, aku akhirnya berhasil menikahimu … “Peter sepenuhnya larut dalam kebahagiaannya.Tidak peduli sama sekali dengan pandangan para petugas di sekitarnya.Saat ini, dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.Sementara itu, Angel yang diputar hingga kepalanya pusing, sekilas melihat dua wajah yang familiar.Angel segera menepuk Peter, memberi isyarat agar Peter menurunkannya.Peter terpaksa menurunkan Angel. Saat dia hendak mencium wajahnya lagi, Angel berkata, “Lihat ke belakang, siapa itu?”Peter menoleh.Ketika melihat Delis dan Kelven yang sedang menertawakannya, dia merasa
“Iya, aku sudah memikirkannya dengan matang. Bagaimana kalau hari ini?”Kelven tidak bisa menahan kegembiraannya, dia memeluk Delis dan menciumnya dengan keras. Kemudian berdiri dan menggendong anaknya.“Ayo, kita pergi ke kantor urusan sipil sekarang.”Lagipula, dokumen diri mereka selalu dibawa ke mana-mana.Delis tersenyum dan bertanya padanya, “Kamu nggak menyelesaikan pekerjaanmu dulu?”“Pekerjaanku nggak sepenting Delis.”“Baiklah.”Delis mengambil dokumen diri dari tasnya di atas meja dan bertanya pada Kelven, “Di mana punyamu?”“Di dalam mobil.”Jadi, mereka hanya berada di kantor kurang lebih satu jam dan buru-buru mengendarai mobil menuju kantor urusan sipil.Tak disangka.Saat mobil mereka berhenti di depan kantor urusan sipil, mereka melihat dua sosok yang familiar sedang menaiki tangga menuju gedung itu.Delis langsung berkata, “Kebetulan sekali! Kak Peter dan kak Angel juga datang mengurus surat pernikahan hari ini?”Kelven tersenyum dan menjawab, “Sepertinya hari ini mem
Melihat anak yang begitu manis diganggu di luar, membuatnya sangat iba.Saat itu, Kelven sebenarnya ingin membawa Delis pulang ke rumah.Namun, mengingat rumahnya ramai dan khawatir ada yang akan mengganggunya.Jadi, Kelven memutuskan untuk mengantarkannya ke panti asuhan. Dia bahkan memberikan uang tabungannya pada kepala panti untuk memastikan Delis dirawat dengan baik.Saat itu, kepala panti menanyakan nama gadis ini.Dengan mata besar yang tampak bersinar, Delis menatapnya seolah tidak ingin berpisah.Kelven baru tersadar bahwa dirinya belum tahu siapa nama gadis kecil itu.Dia pun berjonkok, menggenggam tangan Delis dan bertanya, “Adik kecil, siapa namamu?”Namun, Delis yang saat itu masih dalam keadaan ketakutan, tidak bisa mengingat namanya.Melihat Delis tidak menjawab, Kelven mengelus pipi bulanya dengan lembut dan berkata, “Kalau begitu, biar kakak yang memberimu nama, ya? Kami ikut margaku dan namamu Delis. Kamu tahu kenapa kakak memilih nama itu?”Delis yang baru berusia l
“Kalau ada masalah, panggil saja aku,” ujar Kelven.“Nggak masalah, kamu sibuk bekerja saja.”Jawab Delis tanpa mengangkat kepalanya.Karena anaknya masih tenang, Delis mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Alfred.Delis: [Kak Alfred, aku mau tanya sesuatu.]Setelah menunggu sekitar dua menit, akhirnya Delis mendapat balasan.Alfred: [Apa itu?]Delis: [Kamu yang menghipnotisku dulu supaya aku lupa dengan masa laluku, ‘kan?]Sebelumnya, saat dirinya tahu tentang putrinya, mereka bilang bahwa hipnotis dilakukan supaya dirinya tidak terlalu bersedih.Seseorang bisa dihipnotis untuk melupakan, seharusnya juga bisa dihipnotis untuk mengingat kembali.Delis benar-benar ingin mengingat semua kenangan bersama Kelven.Alfred: [ …, iya.]Delis: [Aku janji aku mengendaliakn emosiku dengan baik. Bisakah kamu membantuku mengingat kembali?]Alfred terdiam melihat pesan dari Delis, tangannya yang sedang memegang ponsel menjadi kaku.Sebenarnya, jika dirinya mencoba, mungkin saja bisa membuat De
Delis sangat terkejut.Sambil mengemudi, dia menoleh ke arah Kelven dan memastikan, “Aku tumbuh besar di sisimu? Bukan tumbuh besar di sisi orang tuaku? Kenapa bisa begitu?”“Karena saat berusia tiga tahun, kamu tersesat. Aku yang menemukanmu, lalu mengantarmu ke panti asuhan dan membiayai pendidikanmu. Setelah itu, hampir sepanjang hidupmu, kamu dibesarkan di panti asuhan.”“Kemudian kak Peter menemukanmu dan karena itu mereka menetap di sini.”Delis terdiam.Dia tiba-tiba menghentikan mobil di pinggir jalan, menatap pria di sampingnya dengan ekspresi terkejut, sulit memercayai apa yang baru saja didengarnya.Karena pengereman mendadak, Kelven reflek melindungi putranya yang ada di pangkuannya, lalu menatap Delis.“Kenapa?”Wajah Delis tampak pucat.“Jadi orang yang membesarkanku adalah kamu dan orang tuamu?”Kelven terdiam sejenak, lalu akhirnya menjawab, “Bukan benar-benar membesarkanmu, tapi karena kamu tumbuh besar di panti asuhan.”“Tapi kamu yang membiayai pendidikanku. Kalau b