Wiliam tidak punya pilihan lain selain pergi.Namun, untuk melindungi Delis, dia harus pergi menemui Alfred untuk berdiskusi.Delis bukan menganggap remeh kata-kata Wiliam, tetapi dia yakin Alfred akan menangani semuanya.Merasa agak lelah, Delis naik ke atas untuk mandi dan mengganti pakaian rumah sebelum turun untuk makan malam.Setelah itu, dia menghabiskan waktu dengan anaknya untuk membaca buku. Sebelum tidur, Delis memutuskan untuk menghubungi Alfred melalui panggilan video.Karena perbedaan waktu, di Kota A masih siang hari dan Alfred sedang sibuk.Namun, saat melihat panggilan video dari Delis, Alfred meninggalkan semua pekerjaannya dan tersenyum pada layar ponsel.“Luna, Delis … “Anak kecil di samping Delis juga memanggil dengan manis, “Papi, apakah sana seru?”Alfred tersenyum dan menjawab, “Seru, Luna mau ikut dengan papi ke sini lain kali?”“Mau! Luna suka bermain. Papi kamu bicara saja dengan mami, Luan sudah mengantuk, mau tidur dulu.”“Iya, selamat tidur Luna.”Delis m
“Apa? Cepat sekali? Kamu sendirian atau bersama Owen dan Joel?”Sambil bangun dari kasur, Delis sibuk mengenakan pakaian dan merapikan diri.Angel tersenyum dan menjawab, “Joel harus sekolah, Owen menemaninya di sana. Aku nggak tenang membiarkanmu sendirian, jadi aku datang lebih dulu untuk melihat apakah kamu baik-baik saja.”Berdiri di depan gerbang vila, melihat ke dalam vila yang mewah, Angel berpikir seharusnya Delis hidup dengan baik selama empat tahun ini.Jika tidak, bagaimana dia bisa mampu tinggal di rumah yang begitu bagus?Dan pada saat bersamaan, Angel sama sekali tidak menyadari bahwa seseorang telah mengawasinya dari jauh.Orang itu telah mengejarnya sepanjang jalan dari Negara C.“Tunggu aku Kak Angel, aku datang membuka pintu untukmu.”Delis bahkan tidak sempat mandi, dia mengenakan piyama dan sandal, sambil membawa mobil, dia berlari turun tangga dengan tergesa-gesa, menuju ke luar vila.Saat dia tiba di halaman, melalui gerbang besi dia melihat seorang wanita cantik
Angel sangat terkejut.Selama empat tahun tidak bertemu, Delis tidak hanya punya pasangan baru, tetapi bahkan sudah memiliki anak berusia tiga tahun.Tidakkah ini terlalu cepat?Jika Kelven tahu ini, dia pasti akan menjadi gila seperti empat tahun yang lalu.Bagaimanapun, selama empat tahun ini dia tidak pernah menyerah mencari Delis.Setelah duduk di tepi kasur, Angel melihat anak itu begitu lincah dan menggemaskan, Angel semakin senang melihatnya.Angel menoleh melihat Delis dan bertanya, “Namanya Luna?”Delis mengangguk dan menjawab, “Namanya Luna Joven, panggilannya Luna.”Angel bertanya lagi, “Di mana ayahnya?”“Ayahnya sedang dinas, mungkin akan kembali beberapa hari lagi.”Tiba-tiba, Luna yang berbaring di kasur terbangun dan meregangkan dirinya dengan malas.Delis langsung menghampirinya dan menggendongnya. Sambil merapikan rambut pendeknya yang sedikit berantakan, Delis menunjuk ke arah Angel yang berada di samping dan berkata, “Luna, tebak siapa dia.”Luna baru melihat Angel
Di Kota H, Negara E.Malam hari di sebuah vila blok 6.Setelah menidurkan anaknya, Delis kembali menarik Angel ke sofa ruang tamu dan melanjutkan perbincangan.Membicarakan kehidupan mereka selama beberapa tahun terakhir, mendengarkan cerita Kak Angel tentang kehidupannya.Mereka juga membahas hal-hal terkait pekerjaan.Tahu bahwa Kak Angel telah membuka agensi bintang sendiri, Delis berencana untuk juga berinvestasi dalam industri film dan televisi.Namun, Delis merasa sangat menyayanginya saat mengetahui Owen tidak lagi berakting dan telah meninggalkan dunia aktor. Bagaimanapun, Owen begitu tampan.Sangat disayangkan jika tidak menjadi aktor.“Kak Angel, kalau gitu sepakat, kita bekerja sama nanti.”Angel tertawa dan berkata, “Baik, kalau begitu Delis investasi dana, aku akan mengelolanya. Keuntungannya akan dibagi 50% masing-masing.”“Baik Bu Angel, semoga kerja sama kita berjalan lancar.”Delis mengulurkan tangan untuk bersalaman.Angel menjabat tangan Delis dan berkata, “Semoga p
Selama dua tahun terakir, selain dari masa saat dirinya tak terbaring tak sadarkan diri di rumah sakit, Kelven seperti hampir gila memikirkannya.Kelven ingin menemukannya kembali, tetapi tidak ada kabar darinya.Dia benar-benar tidak menyangka bahwa Delis akan menetap di negara E.Tidak pernah menyangka bahwa mereka berdua sebelumnya berada begitu dekat, tetapi tetap saja melewatkan satu sama lain.Namun untungnya, dia masih bisa menemukannya.Sekarang, Delis berada di dalam dekapannya. Kali ini, Kelven tidak akan kehilangannya lagi.Seperti mendapatkan kembali yang telah hilang, Kelven memeluknya dengan erat. Kelven bahkan menginginkan seluruh tubuh lembut dan rapuhnya, bisa menyatu dengannya.Kelven menutup matanya, menikmati aroma tubuhnya yang begitu familiar.Merasakan kehadirannya.Hanya dengan car aini, hatinya yang kosong selama empat tahun, akhirnya merasa puas perlahan-lahan.Saat ini, di vila blok 6.Angel telah berbaring di kasur cukup lama, tidak melihat Delis kembali.Di
Saat Delis melihat bahwa pria itu tidak menyadari dirinya sudah sadar, Delis dengan hati-hati dan pelan turun dari kasur, berjalan menuju pintu dengan telanjang kaki.Namun, saat dia mencoba membuka pintu, dia menyadari bahwa pintu tidak bisa dibuka.Delis agak kesal.Dia melihat kembali pria yang berdiri di balkon, Delis tidak pernah membayangkan bahwa setelah empat tahun mereka akan bertemu lagi dengan situasi seperti ini.Bagaimana pria ini bisa menemukannya?Atau mungkin Wiliam atau Kak Angel yang memnocorkan keberadaannya?Tidak peduli siapa yang membocorkannya, sekarang dirinya berada di tangan pria ini. Delis yakin meskipun sudah empat tahun berlalu, pria ini tidak akan membiarkannya pergi begitu saja.Delis kembali duduk di kasur, khawatir dalam hatinya. Jika putrinya tidak melihatnya, dia pasti akan menangis.Tiba-tiba.Pria di balkon perlahan-lahan berbalik.Saat tatapan penuh kesedihanya jatuh pada Delis, dia melihat Delis sudah bangun. Kerutan di dahinya yang ketat akhirnya
Kelven memakai pakaian rapi, membawa makanan menuju kasur.Melihat wanita kecil itu menyembunyikan kepalanya di bawah selimut, Kelven meletakkan nampannya dan membungkuk untuk menarik selimut, memperlihatkan kepala wanita itu.Kelven mendekatinya, mencium dahinya, ekspresinya penuh kegembiraan.“Bangunlah dan makan sesuatu, aku menyuapmu.”Delis menolak sentuhan itu dengan jijik, lalu menarik kembali selimutnya, tidak meladeninya.Melihat gerakan wanita itu, Kelven tidak peduli.Kelven duduk di sampingnya dan berkata, “Kalau begitu, istirahat dulu baru makan.”Kelven meletakkan makanan di samping, merasa bahwa dirinya juga sudah lama tidak tidur dengan nyenyak. Kelven melepaskan sepatunya dan naik ke kasur, lalu menyelipkan dirinya dibawah selimut.Melihat Kelven ingin menyentuhnya lagi, Delis langsung bangun dan menghindarinya.Melihat perlawanan itu, Kelven tidak senang.Kelven memuramkan wajahnya dan bertanya, “Kamu takut padaku?”Delis tidak menatapnya, hanya duduk dengan memeluk l
Kelven mengabaikan luka di tangannya dan benar-benar merasa sangat lelah. Kelven memeluknya dengan paksa dan tidur bersamanya.Delis berjuang sebentar, merasa sangat lelah dan tidak bisa bergerak sama sekali.Delis juga tahu, perlawanannya yang terlalu keras hanya akan sia-sia.Dia tidak boleh bertindak keras lagi.Dia masih punya impian di dunia ini, dia harus hidup dengan baik.Pada akhirnya, mungkin karena benar-benar lelah, Delis tertidur juga.Melihat wanita di pelukannya tidak bergerak, Kelven membenamkan kepalanya di leher Delis. Memeluknya dengan erat, seolah sedang mencari kenyamanan dari Delis.Namun, Delis tidak merespon sama sekali.Kelven juga mulai terlelap.…Di vila blok 6, Negara E.Alfred kembali dan melihat rekaman saat Delis dibawa pergi.Alfred sangat marah dan hampir membanting komputernya. Kemudian dia memarahi beberapa pembantu di rumah.Angel berdiri di samping, ketakutan dengan kemarahan Alfred.Ini adalah pria yang sangat tampan. Meskipun tidak mengenalnya, A
Menerima ucapan selamat dari adiknya, Peter dan Angel juga mengangkat gelas mereka.“Adikku, selamat menempuh hidup baru.”Angel juga mengucapkan, “Delis, selamat menempuh hidup baru.”“Eh, aku juga.”Kelven yang merasa diabaikan juga mengangkat gelasnya dan berkata, “Kalau begitu, mari kita semua bersulang untuk kehidupan baru kita. Semoga cinta kita selalu abadi.”Keempat orang itu saling tersenyum dan bersiap untuk minum bersama.Namun tiba-tiba, gelas Delis diambil oleh Kelven dan diletakkan di samping.Delis memandangnya dengan bingung.Kelven menggantinya dengan segelas jus dan menyodorkannya ke hadapan Delis, sambil mengelus kepalanya dan berkata, “Kamu nggak cocok minum alkohol, minum jus saja.”Mereka punya rencana besar malam ini.Delis memang tidak kuat minum alkohol. Setiap kali meminum sedikit saja, dia bisa mabuk hingga lupa diri.Di malam yang indah seperti ini, Kelven tidak ingin Delis mabuk.“Iya, Delis nggak boleh minum alkohol, minum jus saja.”Ujar Peter, lalu menol
Sepasang mata hitam menatap wanita kecil di sampingnya dengan kesal.“Kamu nggak bisa berbicara dengan sopan?”Delis tertawa kecil sambil berjalan ke depan, tidak mau berdebat dengan pria tua itu.Bagaimanapun, hari ini adalah hari yang special, dirinya harus tampil maksimal.Meski tidak begitu mempersiapkan diri.Namun, karena kakaknya sudah memesan ruang makan di hotel bintang enam, dirinya tidak mungkin datang dengan pakaian santai.Mungkin saja kak Angel berpakaian lebih cantik daripada dirinya.Kelven mengikuti langkah Dleis, lalu mereka masuk ke dalam lift.Di dalam lift yang sempit, pria tua itu terus memandangi wanita kecil di sampingnya.Melihat betapa muda dan cantiknya dia, lagi-lagi Kelven tidak bisa menahan diri untuk mendekat, merangkul pinggang kecilnya yang ramping dan mencium rambutnya yang harum dengan penuh hasrat.“Delis, kamu jujur padamu, kamu nggak merasa aku sudah tua, ‘kan?”Ehem, konon pria berusia empat puluhan sangat liar, dirinya masih belum berusia empat p
Saat sedang menyetir, pria itu tetap menggenggam tangan wanita di sebelahnya dengan erat. Seolah-olah jika dirinya melepaskan genggamannya, istrinya akan terbang keluar dari jendela mobil.Angel mencoba menarik tangannya, tetapi tidak berhasil karena pria itu menggenggamnya terlalu erat.Angel mengingatkan, “Kamu melanggar aturan lalu lintas, lepaskan tanganku.”“Nggak mau, paling juga hanya kena tilang saja. Aku begitu susah payah, baru berhasil menikahimu. Kalau aku nggak menggenggam tanganmu, bagaimana kalau kamu melarikan diri?”Peter menatap lurus ke depan dan menyetir dengan serius, tetapi sudut bibirnya menyiratkan senyuman bahagia yang tak bisa disembunyikan.Angel memandangnya. Dari sudut pandangnya, Peter terlihat dengan hidung yang mancung, bibir yang tipis dan paras wajah yang tegas.Terlihat seperti seseorang yang begitu sempurna.Bagaimana bisa dirinya dipertemukan dengan orang seperti ini.Apa yang membuat dirinya layak menjadi istri pria ini?Hingga saat ini, Angel masi
Namun mereka malah bermesraan di depan umum.Sungguh keterlaluan.Benar-benar memalukan.Angel setuju denga napa yang Delis katakan.Dua pria ini memang benar-benar tidak tahu malu.Tidak peduli dengan mereka, Angel dan Delis dengan menggendong Lesi, keluar lebih dulu dari kantor urusan sipil.Sementara itu, Kelven dan Peter yang masing-masing memegang dua surat nikah di tangan mereka, berjalan mendekat dan berjabat tangan, saling mengucapkan selamat.“Selamat, akhirnya kamu berhasil menikahi wanita yang kamu cintai.”Albert sungguh malang.Saat ini, dia mungkin sedang meringkuk di pojokan sambil menangis.Peter tertawa kecil dan menjawab, “Selamat juga untukmu, akhirnya berhasil menjebak adikku lagi.”Kelven tidak senang mendengar itu dan membalas, “Menjebak apa? Delis sukarela menikah denganku. Kamu bisa melihatnya sendiri, apakah aku memaksanya?”“Iya, dia sukarela,” jawab Peter.Eter tidak ingin berdebat dengannya dan berjalan keluar dari kantor urusan sipil.Kelven mengikutinya, l
Saat menerima surat nikah, Peter begitu bersemangat hingga langsung memegang wajah kecil Angel dan menciumnya di depan para petugas.Angel merasa sangat canggung dan segera mendorongnya.“Hei, bisa nggak kamu sedikit lebih tenang.”Namun, bagaimana mungkin Peter bisa tenang. Dia malah berdiri dan menggendong Angel, lalu berputar di tempat dua kali, sambil berseru gembira,“Akhirnya kamu jadi istriku, aku akhirnya berhasil menikahimu … “Peter sepenuhnya larut dalam kebahagiaannya.Tidak peduli sama sekali dengan pandangan para petugas di sekitarnya.Saat ini, dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.Sementara itu, Angel yang diputar hingga kepalanya pusing, sekilas melihat dua wajah yang familiar.Angel segera menepuk Peter, memberi isyarat agar Peter menurunkannya.Peter terpaksa menurunkan Angel. Saat dia hendak mencium wajahnya lagi, Angel berkata, “Lihat ke belakang, siapa itu?”Peter menoleh.Ketika melihat Delis dan Kelven yang sedang menertawakannya, dia merasa
“Iya, aku sudah memikirkannya dengan matang. Bagaimana kalau hari ini?”Kelven tidak bisa menahan kegembiraannya, dia memeluk Delis dan menciumnya dengan keras. Kemudian berdiri dan menggendong anaknya.“Ayo, kita pergi ke kantor urusan sipil sekarang.”Lagipula, dokumen diri mereka selalu dibawa ke mana-mana.Delis tersenyum dan bertanya padanya, “Kamu nggak menyelesaikan pekerjaanmu dulu?”“Pekerjaanku nggak sepenting Delis.”“Baiklah.”Delis mengambil dokumen diri dari tasnya di atas meja dan bertanya pada Kelven, “Di mana punyamu?”“Di dalam mobil.”Jadi, mereka hanya berada di kantor kurang lebih satu jam dan buru-buru mengendarai mobil menuju kantor urusan sipil.Tak disangka.Saat mobil mereka berhenti di depan kantor urusan sipil, mereka melihat dua sosok yang familiar sedang menaiki tangga menuju gedung itu.Delis langsung berkata, “Kebetulan sekali! Kak Peter dan kak Angel juga datang mengurus surat pernikahan hari ini?”Kelven tersenyum dan menjawab, “Sepertinya hari ini mem
Melihat anak yang begitu manis diganggu di luar, membuatnya sangat iba.Saat itu, Kelven sebenarnya ingin membawa Delis pulang ke rumah.Namun, mengingat rumahnya ramai dan khawatir ada yang akan mengganggunya.Jadi, Kelven memutuskan untuk mengantarkannya ke panti asuhan. Dia bahkan memberikan uang tabungannya pada kepala panti untuk memastikan Delis dirawat dengan baik.Saat itu, kepala panti menanyakan nama gadis ini.Dengan mata besar yang tampak bersinar, Delis menatapnya seolah tidak ingin berpisah.Kelven baru tersadar bahwa dirinya belum tahu siapa nama gadis kecil itu.Dia pun berjonkok, menggenggam tangan Delis dan bertanya, “Adik kecil, siapa namamu?”Namun, Delis yang saat itu masih dalam keadaan ketakutan, tidak bisa mengingat namanya.Melihat Delis tidak menjawab, Kelven mengelus pipi bulanya dengan lembut dan berkata, “Kalau begitu, biar kakak yang memberimu nama, ya? Kami ikut margaku dan namamu Delis. Kamu tahu kenapa kakak memilih nama itu?”Delis yang baru berusia l
“Kalau ada masalah, panggil saja aku,” ujar Kelven.“Nggak masalah, kamu sibuk bekerja saja.”Jawab Delis tanpa mengangkat kepalanya.Karena anaknya masih tenang, Delis mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Alfred.Delis: [Kak Alfred, aku mau tanya sesuatu.]Setelah menunggu sekitar dua menit, akhirnya Delis mendapat balasan.Alfred: [Apa itu?]Delis: [Kamu yang menghipnotisku dulu supaya aku lupa dengan masa laluku, ‘kan?]Sebelumnya, saat dirinya tahu tentang putrinya, mereka bilang bahwa hipnotis dilakukan supaya dirinya tidak terlalu bersedih.Seseorang bisa dihipnotis untuk melupakan, seharusnya juga bisa dihipnotis untuk mengingat kembali.Delis benar-benar ingin mengingat semua kenangan bersama Kelven.Alfred: [ …, iya.]Delis: [Aku janji aku mengendaliakn emosiku dengan baik. Bisakah kamu membantuku mengingat kembali?]Alfred terdiam melihat pesan dari Delis, tangannya yang sedang memegang ponsel menjadi kaku.Sebenarnya, jika dirinya mencoba, mungkin saja bisa membuat De
Delis sangat terkejut.Sambil mengemudi, dia menoleh ke arah Kelven dan memastikan, “Aku tumbuh besar di sisimu? Bukan tumbuh besar di sisi orang tuaku? Kenapa bisa begitu?”“Karena saat berusia tiga tahun, kamu tersesat. Aku yang menemukanmu, lalu mengantarmu ke panti asuhan dan membiayai pendidikanmu. Setelah itu, hampir sepanjang hidupmu, kamu dibesarkan di panti asuhan.”“Kemudian kak Peter menemukanmu dan karena itu mereka menetap di sini.”Delis terdiam.Dia tiba-tiba menghentikan mobil di pinggir jalan, menatap pria di sampingnya dengan ekspresi terkejut, sulit memercayai apa yang baru saja didengarnya.Karena pengereman mendadak, Kelven reflek melindungi putranya yang ada di pangkuannya, lalu menatap Delis.“Kenapa?”Wajah Delis tampak pucat.“Jadi orang yang membesarkanku adalah kamu dan orang tuamu?”Kelven terdiam sejenak, lalu akhirnya menjawab, “Bukan benar-benar membesarkanmu, tapi karena kamu tumbuh besar di panti asuhan.”“Tapi kamu yang membiayai pendidikanku. Kalau b