Share

Karimun Jawa

Author: Endah Tanty
last update Last Updated: 2022-06-14 11:44:03

“Siang, Dania,” ucap Andra, seraya tersenyum dan melangkah menghampiri Dania, yang siang itu bersiap-siap untuk meninggalkan rumah sakit.

“Selamat siang Dokter Andra,” balas Dania dengan membalas senyuman Andra.

“Aku dengar dari Dokter Ida, siang ini kamu di izinkan pulang. Jadi sebagai direktur utama Hospital Healty, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pada kami. Dan semoga sehat selalu,” ucap Andra, sambil menyerahkan satu buket bunga mawar warna merah muda kepada Dania.

Dania mengulas senyum dan meraih bunga mawar dari tangan Andra, kemudian bunga mawar diciumnya.

“Terima kasih, Dokter Andra,” ucap Dania pelan, air matapun menggenang di pelupuk matanya.

“Hai, kenapa nangis. Dania, aku mau sharing denganmu, maukah kamu mendengar sebentar,” pinta Andra, dengan tatapan penuh harap pada Dania.

“Baik Dokter, silakan,” balas Dania, sembari mempersilahkan Andra untuk duduk di sofa, dan kemudian Dania pun menyusul duduk di sofa.

“Dania, sebenarnya aku juga mengala
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

  • PERNIKAHAN TERUKIR DENDAM   Gadis Kecil Bernama Tiara

    Yudistira menuju Bandara Sutta dengan menaiki taxi, sebuah travel bag ditariknya, memasuki boording room, menaruh travel bag di kompartemen. Dan setelah itu, Yudistira mencari tempat duduk sesuai tiket. Tak lama kemudian pesawat take off. Sekitar 45 menit, pesawat akhirnya mendarat di bandara Ahmad Yani, Semarang – Jakarta.Yudistira berjalan cepat menuju keluar bandara Ahmad Yani. Mobil taxi yang sudah dipesannya, sudah menunggu di depan bandara. Dengan cepat ia menghempaskan pantatanya di jok belakang taxi, kemudian menunjukan alamat tujuan di layar ponsel. Dengan cepat taxi melaju ke lokasi yang dituju. Sekitar 40 menit Yudistira sudah sampai di lokasi.“Pak, bisakah tunggu sekitar dua jam, setelah acara ini selesai, antar saya ke pelabuhan Tanjung Emas,” pinta Yudistira pada sopir taxi.“Baik Pak, saya akan tunggu.” jawab sopir taxi.Sebelum keluar taxi, Yudistira merapikan kemeja dan memakai jas, Lalu menyisir rapi rambutnya, setelah itu keluar dari pintu taxi. Beberapa orang m

    Last Updated : 2022-06-14
  • PERNIKAHAN TERUKIR DENDAM   Pertemuan Yang Tak Terduga

    Keysha langsung menelepon Ika, setelah membaca isi chat dari Ika. Sambil berjalan keluar menuju hotel, wajahnya nampak cemas, beberapa karyawan hotel yang menyapa di abaikannya.“Halo Ika, sekarang dimana Ara?” tanya Keysha, jalannya semakin dipercepat menuju motor maticnya.“Bu Keysha, Ara di rumah sakit kota, dekat alun-alun,” jawab Ika, dengan gugup.“Aku, segera ke sana.”Keysha, menaiki maticnya dengan kecepatan tinggi, rasa kekhawatirannya pada Tiara, membuatnya ingin cepat sampai di rumah sakit. Beberapa menit kemudian, sampailah Keysha di rumah sakit kota, dan langsung bertanya ke resepsionis rumah sakit. Setelah mengetahui kamar perawatan Tiara, dilangkahkan kakinya cepat menuju kamar perawatan. Terlihat Ika sedang duduk di kursi depan kamar.“Ika, bagaimana keadaan Ara?”“Sudah membaik, tapi belum sadar. Di dalam ada Dokter,” jawab Ika.Tanpa menjawab, Keysha langsung masuk ke dalam kamar, dilihatnya Tiara, putri kecilnya terbaring lemah, di tempat tidur, segera Keysha men

    Last Updated : 2022-06-14
  • PERNIKAHAN TERUKIR DENDAM   Sehari Bersama

    Yudistira melajukan jeep dengan kecepatan sedang, di sebelahnya Keysha duduk dengan wajah menatap jendela mobil.“Dimana lokasi pembangunannya?” tanya Yudistira.“Di Pulau Menjangan, kamu akan sulit menuju ke sana. Kenapa tadi meminta menyetir sendiri,” balas Keysha kesal.“Baiklah kalau begitu kita tidak ke lokasi pembangunan,” gerutu Yudistira. Dengan menambah kecepatan, ia menuju Pantai Ujung Gelam. Dalam hitungan menit Yudistira sampai di pantai yang ia kunjungi pagi tadi.“Turun, aku mau bicara dengamu,” ucap Yudistira ketos pada Keysha.Dengan berat hati, Keysha turun. Kini ia harus siap dengan berbagai pertanyaan dari mantan suaminya itu. Yudistira berjalan ke arah pantai, dan berhenti di bawah pohon, tempat yang nyaman untuk berbicara, Keysha berdiri di samping Yudistira, menatap deburan-deburan ombak yang menghantam pantai.“Kenapa kamu pergi Sha, tanpa berbicara padaku?” tanya Yudistira dengan nada kesal.“Mas Yudis, sudah membaca suratku ‘kan, itu alasannya.”“Jangan bohon

    Last Updated : 2022-06-14
  • PERNIKAHAN TERUKIR DENDAM   Tiara Anakku!

    Malam semakin larut, Yudistira menyuruh Pak Dito, untuk kembali ke rumah. Setelah itu mengajak Keysha ke beach party.“Sha, ini malam terakhir aku di Karimun Jawa, dan aku ingin menghabiskan malam ini di beach party. Kamu harus temani aku,” pinta Yudistira, setengah memaksa.“Tapi, ini sudah larut malam, aku harus menemani...,” Keysha menghentikan ucapannya, dan itu membuat Yudistira penasaran.“Menemani siapa?” tanya Yudistira, mengerutkan dahi, dan menatap lekat Keysha, hingga mata keduanya saling tatap.“Tidak, siapa-siapa. Baiklah aku temani Mas Yudis ke beach party,” ucap Keysha menyanggupi permintaan Yudistira, karena tidak ingin Yudistira terus bertanya tentang kehidupannya.Dengan menaiki jeeb, keduanya menuju pulau cemara. Malam semakin dingin, angin laut berhembus pelan. Hiburan malam yang eksotis dengan lampu warna-warni menambah semarak pantai, menghibur para wisatawan, musik tertengar hampir di setiap penjuru pantai, mengiringi para tamu menari dan berdansa. Yudisistra d

    Last Updated : 2022-06-14
  • PERNIKAHAN TERUKIR DENDAM   Kejutan Lagi

    Yudistira shock, mendengar pernyataan Keysha. Yudistira tidak menyangka, jika ibunya mengetahui kehamilan Keysha, ia menghempaskan kasar tubuhnya di bangku taman, dengan kedua tangan memegang kepalanya. Keysha pun duduk di sebelah Yudistira, menghela napas panjang, dan menghembuskannya pelan.“Ibu, tidak menginginkan bayi yang aku kandung. Ibu tidak ingin, Mas Yudistira mengakui anak yang belum tentu darah dagingmu,” jelas Keysha. Netra menatap Yudistira yang masih memegang kepalanya dan menekuri sepatunya.“Tapi Sha! seharusnya kamu bilang padaku,” protes Yudistira.Keysha tersenyum tipis, tangannya mengusap air mata yang hampir jatuh ke pipi, bibirnya mulai berucap, walaupun sebenarnya ia enggan.” Ibu, memberiku pilihan, menggugurkan kandungan dan tetap bersamamu atau pergi dengan kehamilanku.”Yudistira seketika menoleh ke arah Keysha. ”Ibu, bicara seperti itu Sha?”“Iya, Mas. Dan aku lebih memilih mempertahankan anakku, siapapun ayahnya. Oleh karena itu aku memilih pergi,” jela

    Last Updated : 2022-06-14
  • PERNIKAHAN TERUKIR DENDAM   Semua Rahasia Terungkap

    Rani, nampak terkejut, ia tak menyangka Yudistira mengetahui hal ini dari Rendi. Rani mendesah kasar, lalu menatap Yudistira yang tengah menatap tajam ke arah Rani.“Benar, Kamu adalah anak Haris,” jawab Rani pelan, tapi terdengar jelas di telinga Yudistira.Yudistira terkejut mendengar pengakuan ibunya. Sebuah pengakuan yang ia tunggu bertahun-tahun itu, benar–benar membuatnya shcok, ia tidak menyangka, selama ini ternyata begitu dekat dengan orang yang ingin dicarinya.“Jadi Haris, adalah laki-laki yang menyebabkan, aku lahir di dunia ini?” tanya Yudistira.“Benar.”“Kenapa, ibu tidak bilang padaku.”“Karena ibu mau balas dendam pada Haris. Dan ibu sudah melaksanakannya, Haris di penjara semuanya atas rencana ibu.”Yudistira melebarkan matanya, sungguh ia tidak menyangka, ibunya yang sembuh dari depresi, bisa melakukan balas dendam seperti itu. Bahkan Yudistira membayangkan ia akan tidak mampu melakukan balas dendam seperti itu.“Apakah Bu Ena, terlibat dalam kasus Haris?”“Tidak, E

    Last Updated : 2022-06-14
  • PERNIKAHAN TERUKIR DENDAM   Jalan-Jalan Bersama Tiara

    Sinar mentari pagi kembali hadir, menyinari semua makhluk bumi. Jam dinding menunjukkan pukul delapan pagi. Rani bergegas mempersiapkan diri. Hari ini ia akan menemui Keysha dan Tiara cucunya. Dengan menaiki ojek online, Rani menuju ke rumah Keysha. Dengan rasa was-was, ia memberanikan diri untuk bertemu dan meminta maaf pada Keysha. Jantungnya berdebar kencang rasa takut menyelimuti dirinya, kesalahannya pada Keysha terus membayangnya, takut jika Keysha membencinya dan tidak mengijinkn bertemu dengan cucunya. Setelah sampai di depan rumah Keysha. Rani mengetuk pintu pelan. Dan tidak lama kemudian Bi Arum muncul di balik pintu.“Mau, ketemu siapa?” tanya Bi Arum.“Keysha,” jawab Rani singkat.“Tunggu sebentar ya, akan saya panggilkan.”Rani mengangguk pelan, kakinya terasa gemetar. Tia-tiba Risma muncul di balik pintu, matanya melebar, ketika melihat Rani di hadapannya.“Kenapa kamu ke sini?”“Risma, izinkan aku bertemu Keysha dan cucuku,” pinta Rani, sambil berjongkok memohon pada R

    Last Updated : 2022-06-14
  • PERNIKAHAN TERUKIR DENDAM   Dania Terkejut

    Malam semakin larut, Dania semakin gelisah memikirkan Yudistira, perkataan Nana terus terngiang di telinganya. Benarkah suaminya pergi ke arena bermain, dan hanya melihat sekumpulan anak-anak bermain. Dania menyibukkan dirinya menyiapkan makan malam untuk Yudistira, walau hati gundah, ia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Pukul 10 malam, mobil Yudistira memasuki garasi mobil, kemudian ia melangkah masuk ke dalam rumah. Di lihatnya Dania duduk di kursi ruang makan, Dania menatap kosong, menu yang ada di depan meja makan, semua makanan itu disiapkan Dania untuk suaminya. Yudistira merasa bersalah, di dekatinya Dania. “Dania, maaf aku terlambat pulang,” ucap Yudistira, membuat Dania terjingkat karena kaget. “Mas.. baru pulang, kemana saja pulang selarut ini?” tanya Dania pelan sambil mengamati suaminya, yang berdiri di samping kursi, kemeja warna biru muda, dengan lengan dilinting sampai siku dan jam tangan warna hitam, persis yang dikatakan Nana barusan. “Aku,

    Last Updated : 2022-06-14

Latest chapter

  • PERNIKAHAN TERUKIR DENDAM   Aku Lengkap Denganmu

    Satu bulan berlalu, Yudistira dan Dania resmi bercerai. Yudistira resign dari CEO Agratama Corp.Yudistira, mengemasi barang-barangnya dan memasukkanya didalam kardus, meja kerja yang selalu menemaninya selama hampir 5 tahun, ini, kini nampak kosong. Terlihat Ena muncul di balik pintu, ia tersenyum getir ketika menatap Yudistira.“Aku, menyesal, dengan keputusan kalian untuk bercerai. Aku tahu kamu tidak mencintai Dania, walaupun Dania berusaha menjadi istri yang baik untukmu. Kamu tahu, aku merasa ini tidak adil untuk Dania, salah putriku apa? Hingga ia mengalami luka yang dalam seperti ini,” ucap Ena, ada gurat kesedihan di wajahnya, memikirkan nasib Dania.“Maafkan aku Bu Ena, ini juga diluar kuasaku, aku pun berniat mempertahankan pernikahanku dengan Dania, tapi ia sendiri yang memutuskan bercerai,” balas Yudistira.“Kamu akan menikahi Keysha?” tanya Ena, tatapannya nanar ke arah Yudistira.“Aku dan Keysha, memang tak seharusnya berpisah, yang patut di salahkan atas kekacauan ini

  • PERNIKAHAN TERUKIR DENDAM   Semuanya Berakhir

    Di malam tanpa bintang, di tempat berbeda, Dania termenung menatap halaman rumahnya dari atas balkon, bayang-bayang peristiwa tadi siang membuatnya berpikir keras untuk membuat keputusan, akhirnya ia meraih ponsel dan menghubungi seseorang. “Hallo, selamat malam, Pak Satria. Tolong siapkan berkas gugatan ceraiku terhadap Yudistira.” Tak biasanya pagi ini, sinar mentari seakan enggan bersinar. Awan hitam mengantung di langit, mewakili tiga hati yang sedang galau, terbelenggu dalam sebuah cinta segi tiga yang begitu rumit. Dania berjalan pelan, menuruni anak tangga, setelah di beritahu Bi Marni, jika Pak Satria sudah menunggu di ruang tamu. Kedua matanya yang sembab hanya di sapu dengan bedak tipis, supaya menyamarkan, jika dia semalaman habis menangis. “Pagi, Pak Satria,” sapa Dania begitu melihat tamunya sudah duduk di sofa tamu. “Pagi, Bu Dania,” jawab Pak Satria, pengacara keluarga Ena. “Bagaimana Pak, apa berkas gugatan perceraian sudah disiapkan.” “Sudah Bu, ini beberapa b

  • PERNIKAHAN TERUKIR DENDAM   Tiara Menghilang

    Keesokan harinya, Dania pergi menemui Tiara di sekolahnya. Dania ingin meminta maaf atas kejadian kemarin, yang membuat Tiara di marahi oleh Keysha. Langkahnya terhenti di pintu masuk kelas Tiara. Bu lastri menghentikan Dania. “Maaf Bu Dania, Bunda Tiara yaitu Ibu Keysha, melarang Bu Dania menemui Tiara,” ucap Bu Lastri. “Iya, saya tahu, saya ke sini ingin meminta maaf pada Tiara, sebentar saja,” pinta Dania, netranya berkaca-kaca membuat Bu Lastri tidak tega. Akhirnya dengan berat hati Bu Lastri menginizikan Dania menemui Tiara. Lalu Dania mengajak Tiara ke taman sekolah, mereka duduk di bangku taman. “Bu Nia, Bunda melarang Tiara berteman dengan Ibu. Tiara tidak tahu kenapa Bunda marah pada Bu Nia,” ucap polos gadis yang belum genap berusia 5 tahun itu. “Nggak apa-apa, Bunda marah, karena Bunda takut kehilangan Tiara. Bunda sangat sayang pada Tiara. Bu Nia, ke sini ingin meminta maaf atas kejadian kemarin, jangan hiraukan pertengkaran kami kemarin, karena orang dewasa kadang jug

  • PERNIKAHAN TERUKIR DENDAM   Memanas

    Dret...dret...bunyi getar ponsel milik Keysha. Sejenak mata Keysha beralih dari laptop dan menatap ponselnya, kiriman chat dari nomor tidak di kenal, lalu di bukanya isi chat tersebut. Deg.. Jantungnya terasa berhenti berdetak, ketika melihat gambar seorang wanita, yang sangat di kenalnya nampak akrab dengan Tiara. “Dania,” desah kesal Keysha, seraya bangkit dari kursi kerjanya, lalu meraih tas kecilnya dan melangkah lebar keluar butik, wajahnya nampak tegang menahan marah. Dalam dada bergemuruh rasa kecewa pada Yudistira karena merasa di khianati. “Kamu bohong Mas, Kamu tidak menepati janjimu, kenapa sekarang Tiara ada di rumahmu,” gerutu Keysha, sambil menyetir mobil dengan kecepatan tinggi. Membelah jalanan ibukota yang semakin siang semakin panas. Seperti hati Keysha saat ini, panas terbakar melihat keakraban Tiara dan Dania. Beberapa menit kemudian mobil Keysha memasuki halaman rumah milik Dania,. Mata Keysha menyapu ke sekeliling rumah, dan terlihat Dania dan Tiara sedang bers

  • PERNIKAHAN TERUKIR DENDAM   Chat foto Dania dan Tiara

    Yudistira kaget mendengar tuduhan yang di layangkan Keysha pada dirinya, ia merasa tidak pernah sedikitpun mempengaruhi Tiara untuk tinggal bersamanya. Yudistira mendesah pelan, Lalu menatap datar Keysha yang masih menunggu jawabannya.“Sha, aku tidak pernah mempengaruhi, Tiara untuk tinggal bersamaku. Aku juga memikirkan perasaan Dania, aku tidak mungkin, mengajak Tiara tinggal bersamaku, tanpa seizin Dania,” jelas Yudistira, sambil memegang bahu Keysha.Keysha menepis tangan Yudistira yang memegang bahunya, lalu ia bangkit berdiri, sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.“Dengar, ya Mas! aku tidak akan mengizinkan Tiara tinggal bersamamu, walaupun Dania mengizinkannya. Aku tidak mau berbagi kasih sayang Tiara dengan Dania. Tiara anakku. Istrimu tidak boleh sedikitpun menyayangi Tiara,” ucap Keysha dengan bibir bergetar menahan tangis.Yudistira, bangkit dari tempat duduknya, refleks ditariknya tubuh Keysha ke dalam pelukannya. ”Sha, aku berjanji, semua akan terjadi sesuai keing

  • PERNIKAHAN TERUKIR DENDAM   Dania dan Tiara

    Dania melangkah mendekat ke arah Tiara, ia sedikit berjongkok dan berucap, ”Siapa namamu gadis cantik?”“Tiara,” jawab Tiara dengan bersemangat dan tersenyum kecil.“Nama yang bagus,” ucap Dania, sambil mengusap pipi Tiara dengan lembut.Setelah perkenalan usai. Dania berpamitan, dan akan kembali esok pagi sesuai jadwal yang telah di tetapkan. Dengan fokus menyetir mobilnya Dania tersenyum puas, rencana hari ini sesuai dengan kemauannya. Mobil melaju cepat ke arah klinik, sesampainya di sana ia membuat proposal kerja untuk Tk. Pelita Hati. Konsentrasinya buyar ketika Ena, mengetuk pintu ruang dan masuk ke dalam.“Mama,” sapa Dania pada Ena.“Dania, mama mau bertanya, apa kamu ada masalah dengan Yudistira, Mama kepikiran dengan kata-kata Rendi. Dan Mama lihat semalam Yudistira pergi dengan membawa travel bag, ada apa sayang?” tanya Ena yang nampak cemas.Dania menarik napas panjang, kemudian di lepas pelan, sebenarnya ia berat membagi masalah ini, tapi karena Mamanya bertanya, akhirny

  • PERNIKAHAN TERUKIR DENDAM   Rencana Merebut Tiara

    Yudistira terdiam, ia terkejut. Kenapa Dania harus tahu, sebelum ia bercerita tentang semua yang terjadi. Kini tenggorokannya terasa tercekat, Yudistira tidak tahu harus mulai darimana, dilihatnya Dania menangis, ia berjalan menuju ranjang, kemudian menghempaskan tubuhnya di tepi ranjang, kedua telapak tangannya terus mengusap air mata yang menganak sungai.“Jawab Mas! Kamu berhubungan lagi dengan Keysha. Dan siapa anak yang bersama kalian?” tanya Dania dengan menatap tajam Yudistira dan suara yang tinggi.Berlahan Yudistira berjalan mendekati Dania, kemudian duduk di sebelah Dania, dan mengenggam tangan Dania, dengan kasar Dania mengibaskan tangan Yudistira.“Aku, bertemu Keysha, waktu di Karimun Jawa. Dan aku baru tahu, jika kepergian Keysha beberapa tahun yang lalu, ternyata dia hamil. Keysha mengira anak yang di kandungnya adalah anak Rendi, makanya Ia memilih pergi. Lalu waktu aku sampai di Karimun Jawa, aku mendonorkan darahku pada anak kecil, dan ternyata anak kecil itu adalah

  • PERNIKAHAN TERUKIR DENDAM   Tangis Yang Pecah

    Setelah melihat Keysha, turun dari mobil Yudistira, Dania nampak geram sekaligus sedih, tapi juga penasaran dengan anak kecil yang bersama Keysha dan Yudistira. Ia pun berniat untuk membuntuti mereka bertiga. “Pak, tunggu saya di sini,” pinta Dania pada sopir taxi. “Baik Bu,” jawab Sopir taxi singkat. Dania turun dari taxi. Hatinya terasa di tusuk ribuan pisau, kebohongan Yudistira yang membuat sakit, beribu pertanyaan tersimpan di dalam dada. Dari jauh Dania melihat kebersamaan, Yudistira dengan mantan istrinya. Dalam hati, Dania mempertanyakan, siapa gadis kecil yang bersama mereka? Yudistira dan Keysha seperti keluarga yang lengkap, tangan mereka menggandeng gadis kecil. Titik embun menggenang di sudut netra Dania, ia berjalan mengikuti Yudistira dan Keysha, yang tengah tertawa bahagia bersama gadis kecil itu. Hingga Dania merasa tidak kuat, melihat pemandangan yang begitu sempurna, oleh karena itu, Dania memutuskan untuk pulang. Dengan menaiki taxi yang menunggunya di tempat p

  • PERNIKAHAN TERUKIR DENDAM   Dania Terkejut

    Malam semakin larut, Dania semakin gelisah memikirkan Yudistira, perkataan Nana terus terngiang di telinganya. Benarkah suaminya pergi ke arena bermain, dan hanya melihat sekumpulan anak-anak bermain. Dania menyibukkan dirinya menyiapkan makan malam untuk Yudistira, walau hati gundah, ia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Pukul 10 malam, mobil Yudistira memasuki garasi mobil, kemudian ia melangkah masuk ke dalam rumah. Di lihatnya Dania duduk di kursi ruang makan, Dania menatap kosong, menu yang ada di depan meja makan, semua makanan itu disiapkan Dania untuk suaminya. Yudistira merasa bersalah, di dekatinya Dania. “Dania, maaf aku terlambat pulang,” ucap Yudistira, membuat Dania terjingkat karena kaget. “Mas.. baru pulang, kemana saja pulang selarut ini?” tanya Dania pelan sambil mengamati suaminya, yang berdiri di samping kursi, kemeja warna biru muda, dengan lengan dilinting sampai siku dan jam tangan warna hitam, persis yang dikatakan Nana barusan. “Aku,

DMCA.com Protection Status