Home / Romansa / One Night Stand With A Billionaire / Bab 53. Menjemput Kembar 

Share

Bab 53. Menjemput Kembar 

last update Last Updated: 2025-03-08 00:05:10

“Grandma, apa Daddy dan Mommy belum menjemputku dan Victor. Mereka masih kencan, ya?” tanya Violet dengan nada polos pada ibunya. Gadis kecil itu duduk di pangkuan Gracey, sedangkan Victor duduk di pangkuan James.

Gracey tersenyum lembut mendengar pertanyaan polos dari Violet. “Benar, Sayang. Mommy dan Daddy-mu masih berkencan.”

“Kalau begitu jangan mengganggu Daddy dan Mommy. Biarkan mereka berkencan,” sambung Victor dengan senyuman manis di wajahnya.

James tampak tak suka dengan percakapan itu. Pria paruh baya itu tampak ingin melakukan protes, tapi tatapan mata Gracey membuat James menahan ucapannya. Pria paruh baya itu memilih untuk menahan diri, tentu demi kedua cucunya. Meski tak menyukai Amber, tapi dia sangat senang akan kehadiran Victor dan Violet.

Victor dan Violet menguap, mereka kompak mengantuk. Gracey dan James mengajak dua cucu mereka ke kamar. Baik Gracey dan James telah menyiapkan dua kamar khusus untuk cucu kembar mereka. Kamar untuk Victor didesain dengan nuansa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • One Night Stand With A Billionaire   Bab 54. Pertentangan James  

    Amber tak menyangka Gracey akan membahas ‘Adik’ pada kembar. Hal itu yang membuatnya sekarang bingung untuk menjawab. Sementara Julian melukiskan senyumannya di kala kembar menanyakan tentang ‘Adik’. Tentu saja, Julian sangat senang akan pertanyaan dari anak kembarnya ini. Julian mengusap-usap rambut Victor dan Violet. “Kalian benar, adik kalian akan segera datang. Tunggu saja, oke?” Gracey mengulum senyumannya mendengar apa yang Julian katakan. Sementara Amber tampak mendelik, menatap tajam Julian. Wanita itu terkejut akan apa yang dikatakan Julian. Hal tergila adalah di ruang makan bukan hanya ada kembar saja, tapi juga ada orang tua Julian. Amber menjadi merasa tidak enak. Apalagi sekarang tatapan mata James menunjukkan jelas ketidaksukaannya padanya. Jujur, Amber tak ingin hubungan antara Julian dan ayahnya menjadi retak, tapi dia tak bisa memaksa akan apa yang dipikirkan ayah Julian tentangnya. “Ayo sekarang kita makan dulu. Sudah lapar, kan?” ujar Gracey hangat. “Ya, Grand

    Last Updated : 2025-03-08
  • One Night Stand With A Billionaire   Bab 55. Kapan Kau Menjebaknya?! 

    Amber dan Julian menatap hangat kembar yang tertidur pulas. Dia dan Julian sudah membawa kembar pulang. Sepanjang jalan pulang, kembar tak henti menangis, karena kecewa pada James. Tidak ada yang bisa Amber dan Julian lakukan, selain menenangkan anak mereka. Beruntung, Julian meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja. Sementara Amber berusaha membujuk kembar untuk tak membenci James. Namun, sayang, rupanya kembar sudah kecewa pada James. Amber tidak bisa memaksa kembar untuk tidak kecewa pada James. Sebab, kata-kata James tadi memang sangat menyakitkan. Penjelasan yang Amber lakukan pada kembar, tetap membuat kembar menaruh rasa kecewa pada James. Meski demikian, ada hal yang tetap Amber syukuri yaitu Gracey sangat baik padanya. Gracey langsung mengatakan permintaan maaf mendalam, atas ucapan menyakitkan James. Hati Amber tersentuh di kala Gracey meminta maaf. Paling tidak, Amber tahu bahwa Gracey menerima Amber dengan sepenuh hati. “Kembar sudah pulas. Ayo kita ke kamar,” ajak J

    Last Updated : 2025-03-08
  • One Night Stand With A Billionaire   Bab 56. Meminta Ditemani Amber

    {Aku ingin menunjukkan kejutan indah di sebuah tempat untukmu, tapi maaf aku tidak bisa mengantarmu karena aku memiliki meeting mendadak. Jika kau ingin, kau bisa membawa sahabatmu untuk menemanimu. Aku akan membagikan lokasinya padamu.}Jessie tersenyum bahagia membaca pesan dari Mike. Ya, dia sedang merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Ada kehangatan yang lembut menyelimuti hatinya setiap kali dia memikirkan Mike, seorang pria yang diam-diam telah menjadi pusat dunianya. Mike bukanlah seseorang yang mencolok, tetapi ada sesuatu tentang caranya tersenyum dan bagaimana dia selalu mendengarkan dengan penuh perhatian yang membuat Jessie merasa nyaman dan dihargai.Saat Mike berbicara, Jessie merasa seperti dunia berhenti sejenak. Dia memperhatikan setiap detail—dari nada suara Mike hingga caranya menyelipkan rambut ke belakang telinga saat berpikir. Namun, di balik perasaan bahagianya, ada juga kegelisahan yang menyelinap. Jessie sering kali bertanya-tanya apakah

    Last Updated : 2025-03-09
  • One Night Stand With A Billionaire   Bab 57. Gagal Menculik

    Kota New York memiliki pesonanya sendiri. Langit masih berwarna keemasan, dengan matahari yang perlahan-lahan naik di antara gedung-gedung pencakar langit. Jalan-jalan mulai sibuk, tetapi ada nuansa damai yang singkat sebelum hiruk-pikuk khas kota ini benar-benar dimulai.Trotoar dipenuhi oleh orang-orang yang berjalan cepat, sebagian besar dengan cangkir kopi di tangan. Mereka adalah pekerja yang menuju kantor, pelajar dengan tas punggung besar, dan pelari pagi yang menikmati udara segar sebelum keramaian menyergap. Di sudut jalan, kios-kios hotdog dan bagel mulai beroperasi, menebarkan aroma yang menggoda di udara.Taksi kuning khas New York melintas satu per satu, berhenti sebentar untuk mengambil penumpang. Suara klakson sesekali terdengar, tetapi tidak cukup untuk mengganggu suasana pagi yang masih terasa tenang. Di taman seperti Central Park, daun-daun pohon bergoyang lembut ditiup angin pagi, dan sinar matahari menyinari danau kecil, menciptakan kilauan indah.Burung-burung mer

    Last Updated : 2025-03-09
  • One Night Stand With A Billionaire   Bab 58. Rencana Gagal Total 

    Saat Julian melajukan mobil di jalanan New York yang sibuk, awan gelap tiba-tiba menggulung di atasnya, dan hujan deras mulai turun dengan cepat. Suara hujan yang menghantam atap mobilnya membuatnya semakin gelisah. Dia tahu waktu tidak berpihak padanya. Setiap detik yang berlalu tanpa kabar dari Amber semakin membuatnya cemas.Julian mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi pesan. Pria tampan itu dengan cepat mengetik pesan untuk ibunya, Gracey.{Mom, tolong jemput anak-anak di sekolah. Aku tidak bisa menjemput mereka, karena aku sedang mencari Amber. Amber tidak ada kabar. Aku khawatir. Terima kasih!}Setelah mengirimkan pesan, Julian menatap jalan di depannya, berusaha berkonsentrasi meskipun hujan membuat visibilitasnya berkurang. Dia merasa terjebak dalam perasaan campur aduk antara ketakutan dan kecemasan. Amber adalah segalanya baginya, dan tidak tahu di mana dia berada membuat hatinya berdebar kencang.Hujan semakin deras, dan jalanan mulai tergenang air. Julian berusaha me

    Last Updated : 2025-03-09
  • One Night Stand With A Billionaire   Bab 59. Siasat Mike yang Baru    

    Setelah kejadian menegangkan di gudang tua, suasana di penthouse terasa sedikit tegang. Julian melihat Amber duduk di sofa, tampak merenung dan terlihat lelah. Dia tahu bahwa pengalaman itu pasti masih membekas dalam pikirannya. Demi memberikan sedikit kenyamanan, Julian memutuskan untuk membuatkan Amber secangkir teh madu hangat, minuman kesukaannya.Julian melangkah ke dapur, membuatkan secangkir teh madu, dan memberikan pada Amber. “Ini untukmu,” katanya sambil menyerahkan cangkir teh hangat kepada Amber. “Minumlah, semoga bisa membuatmu merasa lebih baik.”Amber menerima cangkir itu dengan senyuman lembut, merasakan kehangatan dari cangkir di tangannya. “Terima kasih, Sayang. Ini sangat menenangkan,” jawabnya, mengambil tegukan pertama dari teh yang hangat.Julian duduk di sampingnya, menatapnya dengan penuh perhatian. “Aku ingin tahu, apa yang sebenarnya terjadi di gudang tua itu? Kenapa kau dan Jessie bisa berada di sana?” tanyanya, suaranya lembut, dan penuh rasa ingin tahu.Am

    Last Updated : 2025-03-09
  • One Night Stand With A Billionaire   Bab 60. Bertemu Dengan Anette Celeste

    Matahari bersinar cerah, memancarkan cahaya keemasan yang menembus celah-celah gedung pencakar langit. Suara keramaian kota mulai terdengar, dengan orang-orang yang berlalu lalang, mobil-mobil yang melintas, dan suara burung yang berkicau. Namun, di tengah suasana yang ceria itu, Amber tampak muram.Wanita itu duduk di tepi jendela penthouse, menatap keluar dengan tatapan kosong. Pikiran tentang kejadian di gudang tua terus menghantui benaknya. Gambar-gambar menakutkan dari insiden itu berputar-putar di kepalanya, dan rasa bersalah serta ketakutan menyelimuti hatinya. Jessie, sahabatnya yang selalu ada untuknya, kini terbaring di rumah sakit, dan Amber merasa tidak berdaya.Keinginannya untuk menjenguk Jessie semakin menguat, tetapi larangan dari Julian masih terngiang di telinganya. Bukan bermaksud tak mengizinkan Amber bertemu dengan Jessie, tapi Julian hanya khawatir masih ada orang jahat yang mengintai. Tentu dia tahu bahwa Julian melakukan yang terbaik untuk melindunginya. Amber

    Last Updated : 2025-03-09
  • One Night Stand With A Billionaire   Bab 61. Membuntuti 

    Hati Amber tidak tenang, kegelisahan merayap dalam dirinya, karena memikirkan Jessie. Dia ingin melihat sendiri teman baiknya itu. Meski Mark sudah melaporkan Jessie baik-baik saja, tapi tetap Amber ingin mengunjungi teman baiknya itu. “Aku harus menemui Jessie. Aku akan meminta izin pada Julian,” ucap Amber penuh tekad kuat. Amber merasa kondisinya sudah cukup membaik. Trauma yang dialami memang cukup membekas, tapi sudah jauh lebih baik, karena Julian juga telah memanggil psikiater untuk membantunya pulih. Psikiater membantu Amber mengenali emosinya dan memberikan teknik untuk mengelola rasa takutnya. Tentu proses ini tidak instan, tetapi dengan dukungan Julian yang selalu ada di sisinya, Amber perlahan mulai merasa lebih percaya diri dan aman. Tak menampik bahwa kejadian ini membuatnya selalu merasa tidak aman, tetapi dia meyakinkan bahwa Julian selalu ada di sisinya. Sejak kejadian di gudang tua, Julian masih mengerjakan pekerjaan di rumah. Hanya sesekali dia datang ke kantor,

    Last Updated : 2025-03-10

Latest chapter

  • One Night Stand With A Billionaire   Bab 82. Resmi Menjadi Suami Istri 

    Alunan musik mengiringi pengantin wanita yang memasuki ballroom hotel mewah yang ada di New York. Amber didampingi James—ayah kandung Julian—memasuki sebuah ballroom hotel. Tampak para tamu undangan tak lepas menatap penampilan Amber yang begitu cantik dan sempurna. Amber seharusnya ditemani oleh ayahnya. Namun, takdir memiliki rencana yang berbeda. Hari yang indah itu, Amber ditemani oleh calon ayah mertuanya, karena ayah kandungnya telah berada di surga. Meski ada rasa sedih, tetapi hatinya tetap bersyukur. Kilat kamera wartawan terus terarah pada Amber yang baru saja memasuki ballroom hotel. Seluruh keluarga tersenyum haru bahagia melihat Amber yang hari itu terlihat seperti seorang putri raja yang sangat cantik dan menawan. Hanya satu kata yang menggambarkan Amber hari itu yaitu sempurna. Ya, pernikahan Amber dan Julian diadakan secara mewah. Ribuan tamu yang datang dari berbagai kalangan. Mulai dari artis ternama, model ternama, hingga pengusaha-pengusaha ternama yang hadir

  • One Night Stand With A Billionaire   Bab 81. Cincin Peninggalkan Keluarga Kingston

    Langit megah seakan mendukung hari itu adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Amber dan Julian. Dua insan yang saling mencintai itu sebentar lagi akan mengikat hubungan mereka lebih sakral—di mana tidak akan ada yang bisa memisahkan mereka kecuali maut. Upacara pernikahan akan segera diadakan. Amber sudah tampil cantik, dan membuat sang make up artis terkagum. Bukan hanya sang make artis yang kagum, tetapi Jessie yang ada di sana sangat kagun akan penampilan Amber. Tubuh indah Amber terbalut oleh gaun pengantin yang sangat indah. Tiara berlian yang ada di kepala Amber, membuat semua kaum hawa pasti akan menjerit iri. Ya, Amber layaknya seorang putri raja yang akan segera menikah dengan seorang pangeran tampan. Persiapan pernikahan Amber dan Julian benar-benar singkat, tetapi dari segi kesiapan semuanya berjalan seakan telah tertata dengan sempurna. Bisa dilihat dari penampilan Amber yang memukau dan hotel berbintang lima yang dipilih sebagai resepsi, begitu menunjukkan kemewahan.

  • One Night Stand With A Billionaire   Bab 80. Mengunjungi Makam Kedua Orang Tua Amber

    Amber menyambut kedatangan Julian. Wanita cantik itu memberikan kecupan dan pelukan di tubuh pria yang sangat dia cintai itu. Waktu menunjukkan pukul lima sore, dan Julian baru saja kembali ke kantor. Sementara kembar sudah pulang dijemput oleh sopir. “Kembar di mana?” tanya Julian seraya mengurai pelukan Amber, tapi memberikan kecupan di kening wanita itu. “Kembar sedang di ruang belajar. Mereka sedang menyelesaikan tugas-tugas mereka,” jawab Amber sambil membantu meletakan jas Julian ke tempat pakaian kotor. “Julian, bagaimana harimu di kantor? Semua baik-baik saja, kan?” tanyanya hangat. Julian melepaskan arlojinya, meletakan ke tempat penyimpanan arloji. “Ya, pekerjaanku semua baik. Tadi, ayahku mengubungiku, memintaku untuk tidak terlalu banyak memikirkan pekerjaan. Ayahku memintaku fokus pada rencana pernikahan kita. Tapi, aku sudah menjelaskan padanya, rencana pernikahan kita semua sudah diurus dengan baik. Mark banyak membantuku.” Amber mendekat, memeluk Julian dari belak

  • One Night Stand With A Billionaire   Bab 79. Kejahatan Tidak Pernah Menang 

    Kabar rencana pernikahan Amber dan Julian sudah tersebar di seluruh media. Pemberitaan sebelumnya yang heboh karena kematian Clara, mulai tergantikan dengan berita kebahagiaan rencana pernikahan Amber dan Julian. Dua insan saling mencintai itu bahkan tidak jarang mengumbar kemesraan di publik. Mereka saling menunjukkan cinta mereka yang luar biasa. Ya, ini bagaikan kisah yang tak pernah Amber sangka dalam hidupnya. Wanita cantik itu tidak pernah mengira akan bertemu kembali dengan Julian, dan melanjutkan kisah mereka yang berawal dari sebuah hal yang tak mungkin. Amber dulu terpuruk di saat ayahnya meninggal dunia. Dia merasakan sendiri di dunia. Sampai semua berubah di kala dirinya bertemu dengan Julian—membuatnya dan Julian terlibat hubungan yang sangat rumit. Seperti permainan takdir yang tak disangka-sangka. Hubungan Amber dan Julian tidak seperti kisah romansa yang lain. Mereka penuh lika-liku. Bahkan kejadian buruk kerap menghantam hubungan mereka, tetapi untungnya takdir mem

  • One Night Stand With A Billionaire   Bab 78. Mengembalikan Kalung Pada Sang Pemilik 

    Amber dan Julian bersama kembar sudah pulang. Tinggal Gracey dan James berdua di mansion megah mereka. Tampak pasangan suami istri yang sudah tidak lagi muda itu terus berpelukan. Lebih tepatnya Gracey tak ingin melepaskan pelukannya pada James. “Jika kau terus menerus memelukku seperti ini, aku bisa mati karena sesak napas,” ucap James dingin, dengan raut wajah datar. Gracey langsung mengurai pelukannya, menatap hangat sang suami. “Maaf, aku terlalu senang akhirnya kau memberikan restu untuk putra kita menikahi Amber. Aku sangat bahagia, Sayang.” “Aku hanya melakukan apa yang sudah seharusnya aku lakukan,” jawab James lagi masih dengan nada dingin. Gracey tersenyum lembut. “Saat aku mendengar kau memanggil polisi untuk membantu Julian menyelamatkan Amber, aku sangat bahagia. Aku selalu berdoa pada Tuhan agar kau bisa memberikan restu agar Amber dan Julian menikah. Ternyata Tuhan benar-benar mendengar apa yang aku doakan. Terima kasih, Sayang.” Sebelumnya, Gracey sudah tahu tenta

  • One Night Stand With A Billionaire   Bab 77. Mendapatkan Restu 

    Amber membantu Gracey dan pelayan yang menghidangkan makanan ke atas meja makan. Banyak menu makanan lezat yang terhidang. Tampak kembar riang sejak tadi riang dan tak sabar untuk menikmati makanan lezat itu. Namun, sayang di kala kembar riang, Amber malah terlihat muram. “Amber, ayo kita makan. Kembar sudah tidak sabar,” ajak Gracey lembut, mengajak Amber untuk makan bersama. Amber terdiam sebentar. “Tapi, Julian dan Tuan James masih belum turun, Mom. Lebih baik kita tunggu mereka saja.” Gracey tersenyum hangat. “Kau sebentar lagi akan menikah dengan Julian masih saja memanggil James dengan sebutan Tuan James. Harusnya kau memanggil ayah Julian itu dengan sebutan Daddy, Amber.” Amber belum merespon ucapan Gracey. Tentu selama ini dia tidak berani memanggil James dengan panggilan ‘Daddy’, karena dia sadar bahwa selama ini James tidak pernah menyukai dirinya. Gracey yang melihat Amber melamun, langsung menyentuh bahu Amber. “Lebih baik kita makan dulu. Tidak usah tunggu Julian dan

  • One Night Stand With A Billionaire   Bab 76. Hanya Amber yang Diinginkan Julian 

    “Yeay! Daddy dan Mommy sudah datang!” Victor dan Violet berseru riang gembira melihat kedua orang tuanya datang. Mereka berlari, menghamburkan tubuh mereka pada kedua orang tuanya itu. Julian dan Amber tersenyum hangat mendapatkan sambutan dari anak kembar mereka. Bisa dikatakan Julian dan Amber sudah tak sabar bertemu dengan anak kembar mereka yang belakangan ini dititipkan di rumah kedua orang tua Julian. “Selama bersama Grandpa dan Grandma kalian jadi anak yang patuh, kan?” tanya Amber seraya membelai pipi Victor dan Violet dengan lembut. Victor menoleh menatap Violet. “Mommy, aku selalu patuh. Violet suka nakal, Mommy. Violet tidak patuh pada Grandpa dan Grandma.” Violet berdecak kesal di kala Victor menyalahkan dirinya. “Aku ini anak yang patuh, Victor! Kau jangan sembarangan bicara.” Victor mengulurkan lidahnya, meledek Violet. “Kau menyebalkan!” Violet hendak memukul Victor, tetapi Amber segera menahan tangan Violet. “Violet, sudah jangan seperti itu,” kata Amber menging

  • One Night Stand With A Billionaire   Bab 75. Membeli Kembali Perusahaan Amber yang Hilang 

    Suasana kafe di Manhattan tampak sunyi dan tentram. Beberapa pengunjung datang, dan tak menimbulkan suara berisik. Bisa dikatakan kafe itu memang tidak terlalu banyak pengunjung. Namun, meski tak terlalu banyak pengunjung—kafe itu memiliki desain klasik yang luar biasa menakjubkan. “Kau Tuan Johan Maes?” tanya Julian, dengan nada dingin di kala tiba di hadapan sosok pria bernama ‘Johan Maes’. Johan mengangguk singkat. “Kau Julian Kingston yang mengajakku bertemu?” balasnya, dengan nada tenang. Julian duduk di hadapan Johan. “Aku senang kau ada di New York, jadi pertemuan kita bisa berlangsung lebih cepat.” Julian meminta Mark untuk mengatur pertemuan dengan Johan Maes—pria asal Belgia—yang menahan perusahaan keluarga Amber. Beruntung Johan sedang ada di New York, jadi Julian bisa segera bertemu dengan pria itu. Johan mengambil wine yang ada di atas meja, dan menyesap perlahan. “Asistenmu Mark bilang kau ingin membahas sesuatu hal yang menguntungkan. Aku lihat profil perusahaanmu

  • One Night Stand With A Billionaire   Bab 74. Selalu Ingin Kau di Sisiku 

    Amber membuka kedua matanya di kala sudah terbangun dari tidurnya, tatapannya mengendar ke sekitar—melihat ke jam dinding waktu menunjukkan pukul delapan malam, tapi dia belum melihat keberadaan Julian. Dia meraih ponsel, bermaksud ingin menghubungi Julian, tetapi belum juga dia menghubungi, ternyata pintu kamar terbuka—dan Julian muncul di ambang pintu. “Julian? Akhirnya, kau pulang.” Amber tersenyum lega melihat Julian pulang, dia mendekat dan memberikan pelukan hangat. “Maaf, membuatmu menunggu.” Julian membalas pelukan Amber, dan mengecupi puncak kepala wanita itu. Amber mendongak, menatap hangat Julian. “Apa Mark membahas pekerjaan padamu?” tanyanya ingin tahu. Julian membelai pipi Amber lembut. “Ya, ada beberapa hal mengenai pekerjaan yang dibahas Mark. Amber, ada yang ingin aku beri tahu.” “Kau ingin memberitahuku apa, Julian?” tanya Amber lembut. Julian menarik dagu Amber, mencium dan melumat lembut bibir wanita itu. “Besok kita harus datang ke pemakaman Clara.” Raut wa

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status