Share

Bab 254

Nova berteriak.

Beberapa saat berikutnya mulutnya kembali tertutup.

Segera setelah itu, sebuah suara yang sangat familier terdengar di telinganya.

"Jangan teriak!"

Hampir seketika, tangan dan kakinya lemas.

Nova menyentuh dadanya dengan rasa takut yang masih ada lalu berbalik untuk menatap Brian.

"Brian, kamu sudah gila, ya! Kenapa kamu ada di sini?"

Brian mencibir dan mencubit pinggangnya dengan kuat.

"Apa menurutmu aku nggak mau masuk? Bagaimana aku bisa masuk? Buka pintunya?"

Nova berhenti sejenak dan kemudian teringat bahwa dia tidak pernah memberikan kuncinya kepada Brian.

"Maaf, aku lupa."

Brian meliriknya dan menariknya ke dalam kamar.

Saat lampu menyala, mata Brian tertuju pada gelas teh susu di tangannya dan raut wajahnya langsung menjadi suram.

Nova menundukkan kepalanya tanpa sadar dan mengganti sandalnya.

Bahkan saat mengganti sepatunya, Nova tidak menyisihkan teh susu itu.

Brian membungkuk, mengambil teh susu di tangannya, lalu langsung membuangnya ke tempat sampah.

"Apa y
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status