Share

Bab 628

Penulis: Esther
Kenapa setelah satu kelas selesai, dia tampak lesu seperti bunga yang layu?"

...

Malam itu, Liana mencari informasi tentang Bu Citra di internet.

Awalnya tidak tahu, setelah mencari tahu malah jadi kaget.

Ternyata Bu Citra ini adalah seorang genius desain, yang telah memenangkan banyak penghargaan terkenal di luar negeri, dan dia benar-benar seorang tokoh besar di dunia desain. Selain itu, murid-murid yang dia ajar selama bertahun-tahun ini, tidak hanya terbatas di industri perhiasan. Bisa dibilang bahwa sekitar tujuh atau delapan puluh persen dari para tokoh puncak di berbagai bidang, adalah hasil didikannya.

Dia benar-benar, tokoh besar di antara tokoh besar.

Jika Linda bisa menjadi murid Bu Citra, apa lagi yang perlu dikhawatirkan di masa depan?

Liana memberi tahu Yohan tentang rencana makan malam esok hari, dan tanpa banyak bicara, Yohan langsung memesan tempat di restoran terbaik di Kota Rogasa.

"Ada satu hal lagi, yang perlu aku sampaikan." Liana ragu-ragu sejenak, tetapi akhirny
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Visitor
Boring ... ….bila akan tamat sebagai happy ending…
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif   Bab 629

    Liana terdiam sejenak, membayangkan wajah Sherina yang memohon padanya.Apakah anak ini bisa dipertahankan atau tidak, itu masalahnya. Jika tidak bisa dipertahankan, pada akhirnya anak ini tetap akan digugurkan. Jadi mau dikatakan sekarang atau nanti, tidak ada bedanya. Jika bisa dipertahankan, nanti dia bisa memberi tahu Yohan, tidak akan terlambat.Dengan berpikir seperti itu, Liana pun berkata, "Tidak ada apa-apa. Aku hanya merasa bahwa Sherina, meskipun masih muda, ternyata sangat teliti. Dia merawat Nana dengan sangat baik.""Ya." Yohan mengangguk setuju, "Sejak kecil dia sudah nggak punya sandaran, semua hal harus dia lakukan sendiri. Teliti dalam segala hal, itu memang keahliannya."...Liana langsung mengemudikan mobil ke rumah sakit dan mendaftarkan Sherina ke UGD.Setelah diperiksa, dokter berkata, "Ini adalah tanda-tanda keguguran."Wajah Sherina seketika pucat, dia buru-buru bertanya, "Dokter, apakah anakku baik-baik saja?""Sementara ini masih aman, tapi adanya perdarahan

  • Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif   Bab 630

    Josua menyipitkan mata, lengannya melingkari pinggang Linda. Dengan sedikit kekuatan, dia menarik wanita itu erat ke dalam pelukannya. "Dingin," katanya.Linda memeluknya, "Ayo, masuk ke dalam?""Ayo." Josua mengangkatnya dengan satu tangan, dan setelah masuk ke kamar, langsung berguling ke dalam selimut.Setelah kehebohan di tengah malam itu, baru menjelang dini hari Linda perlahan tertidur ...."Nak? Nak?" Dalam keadaan samar-samar, ada yang memanggilnya.Linda membuka matanya yang masih berat, di depannya terlihat wajah cantik yang tirus, "Nak, sudah bangun?"Linda memandang wajah itu, lalu bergumam, "Tante Citra ...."Dering telepon yang nyaring tiba-tiba memecahkan mimpi itu.Linda membuka matanya, kesadarannya perlahan terlepas dari mimpi. Dia menggosok pelipisnya yang terasa sakit, meraih ponselnya, dan menjawab, "Halo."Di seberang sana terdengar suara Liana, "Kak, apakah sore ini akan ikut kuliah lagi?"Linda menutup matanya, kepalanya berdenyut, "Aku ada urusan sore ini, ngga

  • Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif   Bab 631

    Pelayan sempat ragu, tetapi akhirnya tetap mengulurkan tangan untuk membereskan piring dan mangkuk.Meski Nona Bela ini menakutkan, ini adalah rumah Josua. Pelayan ini dibayar oleh Josua, dan tugasnya adalah melayani Linda dengan baik. Jadi dalam situasi ini, pelayan itu bisa membedakan mana yang lebih penting, dan tentu saja memilih untuk mendengarkan Linda."Aku bilang jangan dibereskan, apa kamu tuli?" Melihat itu, emosi Bela langsung meledak.Pelayan itu pura-pura tidak mendengar, dan terus melanjutkan membereskan piring-piring.Awalnya, dia pikir Bela tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan hanya bisa marah-marah. Namun, tidak disangka, tiba-tiba Bela berdiri, mengambil pisau buah di sebelahnya, dan langsung mengarahkannya ke lengan pelayan itu."Crak". Pisau itu menggores kulit pelayan. Piring-piring jatuh ke lantai, dan pelayan itu menjerit kesakitan, sambil mundur dengan tangan yang terluka.Semua ini dilakukan dengan gerakan yang cepat dan mulus. Bela sangat tegas dari awal hingga

  • Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif   Bab 632

    Bela tidak menyangka, Linda yang kelihatannya lemah lembut, ternyata bisa mengatakan hal-hal seperti itu, apalagi dalam keadaan sedang diancam dengan pisau. Ini membuatnya sangat kesal, "Baiklah, kalau kamu begitu tenang, aku akan membunuh pelayan rendah ini."Sambil berkata begitu, dia membungkuk, dan langsung mencengkeram kerah belakang pelayan itu. Pisau buah di tangannya memantulkan cahaya yang dingin."Nona Bela, akan ada hukuman yang harus dibayar kalau kamu membunuh orang!"Bela terhenti sejenak, lalu menyeringai dingin, "Kenapa? Apa kamu pikir aku nggak mampu membunuh seorang pelayan?"Dia memang tidak bisa menyakiti Linda, tetapi kalau bisa membunuh orang di sekitarnya untuk melampiaskan kemarahan, itu juga pilihan yang cukup bagus.Membunuh ayam untuk menakut-nakuti monyet, itu lebih efektif.Linda menunjuk ke arah atas, "Di sini ada kamera pengintai di mana-mana. Kalau kamu membunuh seseorang, aku akan segera melaporkannya ke polisi. Nggak peduli siapa kamu, seberapa besar k

  • Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif   Bab 633

    Josua tidak menjawabnya, dia terus sibuk merawat luka di tangan Linda dengan cermatGerakannya sangat lembut.Mata Bela penuh dengan rasa iri. Dia berjalan mendekat, dengan sengaja mengulurkan tangannya tepat di depan Josua, "Tanganku juga terluka, kenapa kamu nggak memperhatikanku?"Sudar meliriknya sekilas dan tertawa, "Nona Bela, tanganmu cuma memerah sedikit, bahkan kulitnya pun nggak tergores. Apa itu bisa disebut terluka? Paling-paling itu karena kamu terlalu kuat saat memegang pisau buah. Lagi pula, kamu sendiri pelakunya. Meskipun benar-benar terluka, kamu nggak berhak untuk mengeluh."Bela menoleh dan menatap Sudar dengan tajam.Sudar mengangkat bahu dan tersenyum nakal.Bela tidak bisa berbuat apa-apa padanya, hanya bisa menahan kesal.Josua merasa terganggu, lalu menyingkirkan tangannya. "Bela, aku sudah memperingatkanmu. Sepertinya peringatan lisan nggak berarti apa-apa bagimu. Kalau begitu, kita perlu melakukan tindakan nyata. Sudar.""Ya, Kak Josua.""Bawa Nona Bela untuk

  • Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif   Bab 634

    "Oh iya, malam ini kamu ada waktu luang? Kata Liana, dia ingin kita makan malam bersama, lokasinya sudah dikirimkan."Linda menunjukkan ponselnya kepada Josua.Josua hanya melirik sekilas, lalu mengerutkan kening, "Apakah ada orang lain?""Kata Liana, ada seorang pemegang saham dari Perusahaan Lewis. Sepertinya pemegang saham baru yang sebelumnya membeli saham Malik."Setelah mendengarnya, Josua langsung paham. Dia meraih tangan Linda dan berkata, "Kebetulan, malam ini aku juga ingin mengenalkanmu kepada dua orang."...Malam segera tiba.Liana dan Yohan tiba lebih awal. Sebagai tuan rumah, mereka tidak boleh membuat tamu menunggu.Yohan meminta pelayan menyajikan beberapa hidangan penutup dan jus buah terlebih dahulu. Liana mencicipi sedikit untuk mengganjal perut.Tidak lama kemudian, Linda dan Josua juga tiba.Sekarang mereka selalu datang berpasangan, pemandangan yang membuat hati Liana terasa hangat.Dua bersaudara itu duduk di sofa mengobrol, sementara kedua pria saling berpandan

  • Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif   Bab 635

    Josua menundukkan pandangannya, kehilangan aura keras yang biasa ada padanya. Di hadapan Citra, dia seperti singa yang sudah dijinakkan."Ya, Nyonya."Nyonya?Liana terkejut mendengar sebutan itu. Dari pergaulannya selama ini, dia tahu bahwa Josua adalah orang yang sombong dan tidak mudah tunduk pada siapa pun. Namun, saat ini, sikapnya terhadap Citra justru sangat patuh.Meski dia tidak tahu detailnya, dia bisa menebak bahwa Citra adalah seseorang yang sangat dihormati.Yono yang berada di samping berkata dengan nada dingin, "Kamu sudah memikirkan bagaimana akan menjelaskannya pada Ayahku?"Josua menjawab, "Aku bisa menanggung akibatnya."Yono mengangguk, tidak mengatakan apa-apa lagi.Citra berkata lagi, "Beberapa tahun belakangan, sifat Bela makin nggak terkendali. Aku tahu dia memang menyusahkanmu, dan kalau ini bisa memberinya pelajaran, mungkin bukan hal buruk. Tapi Josua, kamu harus mengatur batasannya dengan baik. Meskipun aku nggak mempermasalahkan, aku nggak bisa menjamin bag

  • Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif   Bab 636

    "Kamu yang membuatnya sendiri?" Liana kembali terkejut.Setelah tahu lebih banyak tentang Citra, dia memahami posisi Citra di dunia desain perhiasan dan juga makin mengerti betapa berharganya perhiasan yang dirancang dan dibuat langsung oleh tangannya.Liana merasa gelang di tangannya terasa berat.Linda, yang sebelumnya duduk tenang, tiba-tiba berdiri dan berkata, "Liana, temani aku ke kamar mandi.""Oh, baik."...Di kamar mandi.Linda berdiri di depan cermin, mencuci tangan dengan ekspresi penuh kekhawatiran."Kak, ada apa?" Liana sudah merasakan ada yang tidak beres dan khawatir jika kakaknya tidak enak badan.Suara air berhenti, Linda mengeringkan tangannya dengan tisu lalu menatap gelang di pergelangannya, dan mengerutkan kening. "Kamu pernah bertemu dengan Bu Citra?""Ya. Aku pernah bertemu dengannya sekali di kafe."Liana tidak menyembunyikan apa pun dari kakaknya, lalu menceritakan kejadian hari itu secara rinci.Setelah mendengar itu, Linda mengerutkan keningnya lebih dalam.

Bab terbaru

  • Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif   Bab 960

    Hasan mengambil pena dan memegang pergelangan tangannya dengan punggung tangan, "Apa yang kamu lakukan?"Lusi menangis, "Hasan! Kamu sudah menikah denganku selama setahun, tapi kamu belum pernah menyentuhku! Apa aku nggak boleh mencari pria lain untuk hiburan? Aku tahu kamu dipaksa menikah, tapi kita sudah menikah. Bisakah kamu menghormatiku sebagai istrimu?"Hasan menunduk, "Kenapa kamu membicarakan hal ini sekarang?"Lusi menggelengkan kepalanya, mendekat untuk memeluknya lagi, dan memohon, "Kak Hasan, aku khilaf, jadi aku melakukan hal seperti itu. Maafkan aku kali ini? Selama kamu jadi suami yang baik, aku berjanji padamu, aku nggak akan pernah keluar dan main-main lagi."Hasan mengulurkan tangan dan melepaskan tangannya, "Nggak perlu. Aku sudah membalas kebaikan keluarga Halim.""Nggak, nggak! Hutangmu pada keluarga Halim nggak akan pernah terbayar seumur hidup! Aku nggak mau bercerai! Kak Hasan, aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu. Aku cuma nggak bisa menahannya. Aku juga seo

  • Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif   Bab 959

    ....Tiga hari kemudian.Liana, Yohan, Sudar dan Raisa naik ke pesawat.Hasan kembali ke kampung halamannya dan mengadakan pernikahan.Reno bergegas kembali dari tempat lain dan setelah mempelajari semuanya, dia menghela napas, "Kalian semua sangat nggak berperasaan. Kalian pergi melihat aurora dan nggak mengajakku?"Ratna berdiri di sampingnya dan berkata, "Mereka pergi melihat aurora berpasangan. Itu hal yang sangat romantis. Kenapa mereka harus mengajakmu yang jomblo? Kamu mau buat permintaan?"Reno tertawa tak berdaya, "Bu, kenapa ibu sekarang begitu padaku? Mudah buat cari menantu. Putramu memberi isyarat, mereka yang mau jadi menantumu sudah antri sangat panjang!"Ratna melambaikan tangannya, "Aku nggak mau yang lain, aku cuma mau Sinta.""....""Kalau kamu nggak bisa menikahi Sinta, kamu melajang saja seumur hidupmu.""....""Kamu sendiri saja, sebaiknya kamu sendiri saja, sendiri juga lumayan bagus.""...."Malam itu, Reno mengetahui kalau dia telah diblokir oleh Sinta.Dia men

  • Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif   Bab 958

    "Nggak bisa," dia melambaikan tangannya, "Aku pusing sekali, aku nggak bisa berdiri. Aku akan tidur di sini."Sudar tidak memaksakannya. Dia menatapnya lama dan bertanya, "Bagaimana kalau aku menelepon pacarmu? Minta dia untuk menjemputmu?""Jangan!" teriak Raisa.Kata "pacar" benar-benar merupakan penghinaan besar baginya saat ini.Dia meringkuk dan bergumam pelan, "Aku nggak punya pacar lagi, aku putus ...."Suara musik terlalu keras dan Sudar tidak dapat mendengarnya.Namun, melihat bibir merah mudanya membuka dan menutup, dia penasaran dengan apa yang Raisa katakan, jadi dia berjongkok di depan sofa dan membungkuk untuk mendengarkan.Kali ini dia mendengar dengan jelas.Dia menyentuh wajah Raisa dengan jarinya dan berkata, "Putus?"Raisa setengah membuka matanya dan menatapnya terluka, "Ya."Sudar mengangkat alisnya, "Kenapa?""..." Raisa mengerucutkan bibirnya, tidak mau mengatakan apa pun.Sudar tersenyum dan berkata, "Kamu putus dengannya dan membuat dirimu seperti ini, nggak se

  • Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif   Bab 957

    Bar itu dikelola oleh dua bawahannya, dan kebetulan mereka berdua juga mengenal Raisa.Mereka berdua memperhatikan Raisa sejak dia masuk dan mengamatinya.Raisa memesan dua gelas anggur, duduk di bilik, dan mulai minum.Seorang pria di dekatnya datang untuk memulai percakapan, tetapi dia memarahinya.Mengutuk dan mengumpat, dan dia mulai menangis lagi.Melihat ada yang tidak beres, kedua pria itu segera menelepon Sudar.....Sepuluh menit berlalu. Liana dan Yohan sedang duduk di dalam mobil, tetapi Raisa tidak keluar.Setelah menunggu satu menit lagi, Liana mengulurkan tangan untuk menarik pintu mobil, "Nggak bisa, aku harus masuk dan mencari Raisa. Dia perempuan, bagaimana kalau dia diganggu?"Yohan berkata, "Aku akan menemanimu."Sebelum keduanya turun dari mobil, mereka mendengar deru sepeda motor yang melaju dari ujung jalan. Dalam waktu sepuluh detik, sebuah sepeda motor berwarna hitam menerobos angin. Seperti kilat hitam, dan meninggalkan bayangan di malam yang kabur.Saat sampai

  • Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif   Bab 956

    Raisa tumbuh dewasa dengan selalu dimanjakan oleh keluarganya, dan dia hanya pernah ditolak oleh Yohan.Semua orang di sekitarnya tahu perasaannya pada Hasan.Sekarang Hasan mau menikah dengan orang lain, ini adalah pukulan besar bagi Raisa.Tidak heran dia sangat sedih dan mendatangi mereka sambil menangis.Liana menghiburnya, "Jangan khawatir, Yohan akan menelepon dan mencari tahu apa yang terjadi. Hasan adalah bawahan Yohan, dan dia pasti akan mendengarkan Yohan."Kata-katanya sangat efektif. Setelah mendengar itu, Raisa perlahan-lahan berhenti menangis, "Tapi, Hasan pasti akan melakukan apa yang dia janjikan kepada orang lain. Apa dia benar-benar akan mendengarkan Kak Yohan?"Liana tidak bisa menjaminnya, tetapi dia ingin Yohan mencobanya.Mungkin saja ada rahasia lain.Mungkin saja Hasan bisa berubah pikiran.Mungkin saja.Sama seperti dia dan Yohan telah melalui begitu banyak hal di masa lalu, dan kesalahpahaman di tengah-tengah mereka sangat buruk, tetapi pada akhirnya semua aka

  • Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif   Bab 955

    Suara di seberang telepon sangat berisik, sementara di sisi Yansen sangat sunyi.Beberapa detik kemudian, Yansen memutuskan panggilan telepon itu.Dia mematikan ponselnya dan duduk sendiri di dalam mobil.Dia menunduk, memandang bunga tujuh warna yang kini menjadi spesimen di tangannya sambil tersenyum getir.Siapa yang menyangka, segala usahanya untuk mendapatkan bunga itu pada akhirnya malah membuat Josua yang menang?Yansen menyalakan mobilnya dan melaju kencang, menuju ke tepi pantai.Dia melemparkan bunga tujuh warna yang sangat berharga itu ke laut.Setelah melihat ombak mendorong botol itu menjauh dan perlahan tenggelam ke dasar laut, barulah Yansen berbalik dan pergi....Kabar tentang Linda dan Josua yang telah kembali rujuk tersebar sampai ke Kota Rogasa.Liana dan juga keluarga Reihano, semuanya senang mendengar kabar itu.Meskipun Ratna sempat agak keberatan, bagaimanapun juga, yang paling penting adalah kebahagiaan putrinya.Selain itu, dia juga tak bisa berkomentar banyak

  • Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif   Bab 954

    Yansen menyerahkan tabung berisi bunga tujuh warna itu dengan wajah sedikit memerah. "Linda, sebelum berangkat, aku membuat sebuah janji. Kalau aku bisa melihat bunga tujuh warna lagi dan berhasil membawanya kembali, aku akan menyatakan cinta kepada orang yang kusukai."Linda tertegun.Sebelum dia sempat mengatakan apa pun, Yansen sudah mengeluarkan sebuah cincin berlian, lalu berlutut dengan satu kaki di hadapannya. "Linda, aku menyukaimu. Sejak pertama kali aku melihatmu, aku sudah menyukaimu. Hanya saja karena berbagai alasan, aku selalu ragu untuk mengatakannya. Apakah kamu bersedia menjadi pacarku? Apakah kamu mau menikah denganku?""...."Situasi yang tiba-tiba ini membuat Linda bingung.Entah bagaimana, beberapa orang yang lewat mulai berkumpul dan bertepuk tangan sambil bersorak, "Terima dia, terima dia, terima dia ....""Aku ...." Linda tidak ingin mempermalukan Yansen, tetapi ...."Maaf, Yansen. Aku nggak bisa menerima pernyataan cintamu."Yansen tertegun.Linda berkata, "Seb

  • Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif   Bab 953

    Linda tahu bahwa Josua sedang mencoba menghiburnya. Padahal biasanya Josua sangat tahan sakit, tapi barusan dia tidak tahan lagi dan mengerang kesakitan ...."Sudahlah, cepat berbaring saja, jangan sampai lukamu terbuka lagi."Lengan Josua melingkari pinggang ramping Linda, menariknya ke dalam pelukannya dan mereka berbaring bersama di tempat tidur, "Temani aku berbaring."Karena insiden barusan, Linda tidak berani bergerak sembarangan, dan hanya berbaring diam dalam pelukan Josua.Tidak lama kemudian, keduanya tertidur....Linda merawat Josua di hotel selama dua hari, dan lukanya perlahan-lahan mulai membaik.Hari itu, ketika mereka sedang makan, seseorang datang melaporkan bahwa Yansen datang mencari Linda, dan sekarang dia sedang menunggu di lobi hotel.Linda meletakkan sendoknya, "Aku akan pergi sebentar."Saat dia baru saja bangkit, Josua langsung menarik lengannya dan berkata dengan wajah serius, "Nggak boleh pergi.""Dia mungkin ingin bicara denganku. Selain itu, saat di gunung

  • Mual! Wajahku Merona Dimanjakan Bos yang Agresif   Bab 952

    Potongan kain berlumuran darah dan bola kapas berserakan begitu saja di lantai, bercak-bercak darahnya hampir mengering.Linda berjalan mendekati tempat tidur, dan tiba-tiba lututnya lemas. "Bruk" Dia pun jatuh terduduk.Linda meraih tangan yang terkulai di tepi ranjang dan menggenggamnya erat. "Josua, bukankah kamu belum minta maaf padaku? Bagaimana bisa kamu pergi selamanya?"Dengan tangan gemetar, dia membuka kain yang menutupi wajah Josua yang pucat tanpa darah. Air matanya mengalir deras tanpa bisa ditahan lagi.Linda bersandar di tepi tempat tidur, menangis tersedu-sedu dengan hati yang hancur."Josua, dasar bodoh! Kamu nggak menepati janji! Katanya kamu akan membujukku!""Aku bahkan belum sempat memaafkanmu, bagaimana bisa kamu pergi duluan?""Hidup kembali! Aku ingin kamu hidup lagi! Huhuhu ...."Linda menangis dengan sedih sekali, sama sekali tidak menyadari bahwa orang-orang yang tadi berdiri di sekitarnya telah diam-diam pergi. Sementara pria yang terbaring di tempat tidur,

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status