Share

Bab 306

Author: BELLA
Sudut pandang Aiden:

Ketika aku bergerak di ruangan itu, aku merasakan tatapannya mengikuti setiap langkahku. Entah mengapa, hal itu membuatku tersenyum. Hatiku terasa hangat karena dia menatapku, bukan mengabaikanku begitu saja.

Saat aku menutup laci dan mulai berjalan menuju pintu, tiba-tiba suaranya menghentikanku. "Kamu bisa tidur di sini."

Hatiku langsung berdetak kencang, seolah sedang mengikuti lomba maraton. Apa aku tidak salah dengar? Aku menoleh padanya. Ada sesuatu dalam mata indahnya yang menatapku. Rasa bersalah? Rasa iba? Aku tidak bisa memastikan.

Ana duduk di tengah ranjang, dengan selimut melilit bagian bawah tubuhnya. Meski belum tidur, rambutnya sudah berantakan dengan cara yang memesona. Pasti dia sudah mandi, pikirku. Dia tampak lebih bersih dan segar dibanding saat aku meninggalkan ruangan dan rambutnya tak lagi terikat dengan kuncir kuda kendur sejak tantangan memasak.

Mungkin dia menyadari aku terlalu menatapnya, dia memalingkan pandangannya, lalu kembali menata
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Milyader, Mari Bercerai   Bab 307

    Sudut pandang Anastasia:Aku membuka mata dan menatap langit-langit sangat lama. "Gimana aku bisa lupa?" gumamku pelan.Aku melirik jam dinding yang tergantung di atas pintu. Sudah tengah malam dan aku tidak bisa tidur.Saat tiduran, terdengar suara dengkuran rendah, hampir seperti raungan serak seekor binatang buas yang mendekati mangsanya. Namun, itu hanyalah Aiden.Dengan telapak tangan yang kusatukan dan diletakkan di bawah pipiku, aku menoleh ke arah Aiden. Mulutnya terbuka lebar, mengeluarkan dengkuran keras.Tanpa sengaja, kenangan pun membanjiri pikiranku. Satu kenangan khusus begitu menonjol .... Hari pertama aku menginap di tempatnya, kira-kira sebulan setelah pertama kali bertemu. Aku merasa ngeri saat menyadari bahwa pria setampan dia bisa bersuara seperti itu ketika tidur.Ketika aku meluapkan kekesalan keesokan harinya karena tidak bisa tidur, dia tertawa dan berkata bahwa aku akan terbiasa.Aku terkesan karena hal itu tidak membuatnya merasa kurang percaya diri, meski ak

  • Milyader, Mari Bercerai   Bab 308

    Sudut pandang Dennis:"Putar kembali," kataku kepada pemuda itu. Saat dia melakukannya, aku tanpa berpikir mendorongnya hingga dia bangun dari kursinya, kemudian aku duduk.Aku mengusap wajah dengan telapak tanganku sambil mulai menonton rekaman itu kembali.Rekaman kini menampilkan Clara. Aku terdiam sambil menyipitkan mata, berharap aku salah mengenali seseorang, tetapi ternyata itu benar-benar Clara.Clara turun dari taksi sendirian. Setelah taksi itu melaju pergi, dia berlama-lama di trotoar. Saat dia hanya berdiri di sana, aku sempat tergoda untuk memajukan rekaman itu, tetapi aku khawatir akan melewatkan detail penting, sehingga aku menontonnya sambil menguap, meskipun rasa penasaranku sangat besar.Dia beberapa kali menatap jalan di depannya, tampak semakin tidak sabar seiring waktu berlalu. Tak lama kemudian, dia berjalan ke sisi bar dan bersandar pada dinding dengan kepala terangkat ke belakang.Hampir dua menit kemudian, sebuah taksi lain tiba. Seseorang turun, mengeluarkan p

  • Milyader, Mari Bercerai   Bab 309

    Bagaimana aku bisa lupa, jika aku pertama kali mendengarnya dari Clara, lalu dari Anastasia saat akhirnya dia menerimaku dalam hidupnya?Aku periksa tanggal pada video itu dan benar. Sekitar waktu itulah Clara menceritakan dengan suara penuh kemarahan dan kebencian bahwa Aiden adalah bajingan yang telah menyakiti temannya."Kamu nggak akan percaya, dia mengkhianatinya pada hari yang sama ketika dia tahu Anastasia akan kembali dari perjalanannya dan meninggalkan semua bukti untuk dilihatnya," jelas Clara sambil menatap kerumunan dengan rahang mengencang. "Itulah yang membuatku muak."Aku terkejut luar biasa. Tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa terkejutnya aku.Clara? Kadang, kasih sayang dan perhatian Clara terhadap Anastasia selalu membuatku terpesona, hingga aku bertanya-tanya apakah aku benar-benar cukup mencintai Ana untuk mendapatkan kesempatan bersamanya.Clara selalu ada untuknya, selalu mendengarkan, menangkapnya saat terjatuh, turun tangan setiap kali Anastasia butuh

  • Milyader, Mari Bercerai   Bab 310

    Sudut pandang Clara:Aku masih ingat hari yang menentukan itu seolah baru terjadi kemarin. Aku sedang menggulir aplikasi kencan tanpa tujuan, dengan pikiran penuh tentang tugas panjang yang harus kuselesaikan.Secara kebetulan, aku menemukan profilnya di aplikasi itu. Namun entah kenapa, aku tidak percaya kalau itu murni kebetulan. Aku yakin bahwa pertemuan itu sudah ditakdirkan sejak awal.Aiden dan aku sepertinya memang ditakdirkan untuk bersama.Aku memberanikan diri dan mengirim pesan padanya. Foto profilnya begitu tampan dan menggoda sehingga aku tidak menyangka dia akan membalas sapaan "Hai, Ganteng" yang kukirim. Aku sempat merasa aneh dengan sapaan itu dan berpikir, seseorang setampan dia pasti dikelilingi oleh deretan gadis yang terus menerus membanjiri pesannya.Dia pasti memiliki banyak sekali pilihan untuk bercinta dan memilih siapa yang benar-benar pantas dicintai. Jadi, kenapa dia mau membalas gadis yang mengirim pesan aneh itu? Mungkin dia bahkan tidak akan pernah meliha

  • Milyader, Mari Bercerai   Bab 311

    Namun, lagi-lagi, aku memaksa pikiran itu menyingkir ke bagian belakang kepalaku dan mencoba menerima kenyataan bahwa kami tidak berakhir seperti yang aku inginkan. Namun, itu sulit. Mereka membuatnya sulit dengan tawa keras bodoh yang selalu Aiden keluarkan setiap kali Ana membuat lelucon yang paling konyol, atau tatapan di mata pria itu setiap kali dia memandang Ana.Belum lagi Ana, awalnya dia tampak sama sekali tidak tertarik, sampai akhirnya dia hanya membicarakan Aiden, lupa bahwa Aiden sebenarnya datang untuk mengunjungiku ketika mereka bertemu di rumahku. Ataukah mungkin itu sengaja? Ana menginginkan pria yang kuidamkan. Aku melakukan apa yang akan dilakukan oleh orang biasa dalam situasi seperti ini. Aku mencoba menahan Ana. Aku mencoba membuatnya melihat bahwa Aiden bukan untuknya, tetapi untukku. Aku pikir itu berhasil sampai Ana bertanya tentang Aiden dan aku dengan bodohnya mengatakan bahwa kami hanya teman. "Kami sebenarnya nggak pernah pacaran," kataku sambil mengang

  • Milyader, Mari Bercerai   Bab 312

    Sudut pandang Anastasia:Kehangatan sentuhan Aiden membuatku merinding dan aku makin mencondongkan tubuhku ke dalam pelukannya. Jari-jariku menyelinap di antara rambutnya yang lembut dan aku membiarkan lidahnya yang tajam masuk saat ciuman kami makin dalam.Aku mengeluarkan erangan lembut, menekankan dadaku lebih dalam ke tubuhnya. Tanganku menempel di dadanya saat tangannya menekanku lebih dalam ke pelukannya. Tidak lama kemudian, kakiku telah berada di kedua sisi tubuhnya di sofa sementara kami terus saling melumat bibir.Jari-jarinya memijat kulit kepalaku saat dia membenamkan jari-jarinya dalam-dalam ke rambutku. Tekanan lembut di tengkukku membuatku melengkung lebih dekat, tubuhku merespons sentuhannya seolah-olah tidak ada waktu yang hilang di antara kami.Makin intens momen itu, makin banyak kenangan yang kembali mengalir ke kepalaku, begitu pula emosi lama yang muncul ke permukaan.Sementara menikmati kehangatan pelukannya, aku menyadari bahwa sebagian perasaanku kepadanya tida

  • Milyader, Mari Bercerai   Bab 313

    Begitu aku duduk di kursi untuk makan, aku mendengar bel pintu berbunyi. Pandangan mataku beralih ke monitor dan wajahku langsung tersenyum melihat Dennis di pintu."Dennis!" seruku sambil membuka pintu. "Masuk."Tanpa senyum malu yang sudah biasa aku lihat, dia melewatiku dan berjalan masuk. Meskipun aku bisa merasakan ketegangan di udara, aku tetap berbicara. Mungkin dia khawatir karena Ana bersama Aiden lagi dan butuh sedikit hiburan."Kamu datang tepat waktu. Aku baru saja menyiapkan makan malam. Ayo ikut makan," kataku sambil menutup pintu dan berjalan ke arahnya.Namun, wajahnya masih tampak tegang, ekspresinya keras. Aku membuka mulut hendak bertanya ada apa ketika dia melemparkan ponselnya ke sofa.Aku mengangkat alis kepadanya. Oke? Dia berbalik dan aku mengalihkan pandanganku ke ponsel di sofa.Ada sebuah video yang sedang diputar. Aku berjalan mendekat dan mengambil ponsel itu.Jantungku berdebar kencang dan rasa dingin menyusup ke tulang punggungku melihat isi video itu.Ba

  • Milyader, Mari Bercerai   Bab 314

    Sudut pandang Aiden:Pelan-pelan, aku duduk setelah kembali dari rasa surgawi yang mengisi diriku dengan perasaan memeluk Ana dalam dekapanku. Pikiranku yang kabur tidak bisa jernih begitu saja saat aku menatap pintu yang dia lewati dan ditutupnya dengan keras.Aku sangat ingin berdamai, aku ingin cinta kami berkembang kembali, tetapi tidak dengan cara seperti ini. Bukan berarti aku tidak menyukai apa yang baru saja terjadi. Aku sangat menikmati setiap detiknya.Aku berharap Ana tidak panik dan berlari pergi, tetapi aku ingin kami memperbaiki semuanya perlahan. Membuatnya mengerti bahwa semuanya adalah kesalahpahaman besar. Menunjukkan kepadanya bahwa aku tidak akan pernah mengkhianatinya dengan cara yang murah seperti itu. Mungkin aku bahkan akan memutarkan rekaman suara itu kepadanya.Ketika aku merasa ada seseorang di sekitarku, merasakan sentuhan di wajahku, dan aku membuka mataku, aku terkejut melihatnya. Sampai dia menyisirkan jarinya ke rambutku dan membalas ciumanku, aku masih

Latest chapter

  • Milyader, Mari Bercerai   Bab 343

    Aku mengangguk. "Aku ibu kandungnya, tapi dia bukan ayahnya." Dokter itu menggeleng. "Ya, Ibu bisa menjadi pendonor untuk transplantasi kalau sumsum tulangnya cocok. Tapi, aku ingin memberi tahu Ibu, sangat jarang ada orang tua biologis yang cocok. Tapi, itu nggak akan menghentikan kita. Ibu akan menjalani tes yang diperlukan untuk menentukan kecocokan." Dokter mengambil sebuah berkas dari tumpukan di mejanya. "Apa Ibu siap untuk melakukan tes kecocokan sekarang atau lebih memilih kami jadwalkan untuk hari lain?" "Sekarang saja, tolong," kataku menyeka air mata di wajahku sambil duduk tegak. Dokter membuka berkas dan mulai mengajukan beberapa pertanyaan. Di sela-sela, dia menjelaskan, "Kami perlu semua informasi ini untuk memastikan pengujian yang sukses dan akurat." "Nggak apa-apa, aku mengerti." Aku mengangguk. Dia melanjutkan bertanya dan aku menjawab dengan cepat. "Baik, Ibu bisa melakukan tesnya sekarang," kata dokter itu sambil berdiri dan melirik ke Dennis yang juga

  • Milyader, Mari Bercerai   Bab 342

    Sudut pandang Anastasia:Wajahku basah oleh air mata saat aku mengguncang tubuh Amie agar bangun. Aku memeluknya erat-erat dan menangis. Aku bingung dan tidak tahu harus berbuat apa.Sementara aku terisak, Dennis bergegas masuk ke kamar."Ada apa? Apa yang terjadi?" Dia bergegas ke sampingku dan langsung menatap Amie. Dia pun mengerti. Dia langsung tahu apa yang harus dia lakukan. Dia dengan cekatan mengambil Amie dari lenganku yang gemetar dan meraih kunci mobilnya. Saat dia menggendong Amie ke mobil, aku mengikutinya dari belakang, masih menangis dan memanggil nama putriku.Saat Dennis mengemudi menuju rumah sakit, sebagian perhatiannya tertuju kepadaku. "Nggak apa-apa, Ana," ucapnya seraya meremas tanganku, tatapannya tertuju kepada Amie yang kugendong. "Dia akan baik-baik saja."Saat kami sampai di rumah sakit, sebuah tandu dibawa keluar dan Amie dilarikan ke bangsal. Kami dilarang masuk bersamanya.Aku menangis di baju Dennis saat kami berdua menunggu dokter atau salah satu perawa

  • Milyader, Mari Bercerai   Bab 341

    Anak laki-laki itu menatap adik perempuannya dan dengan sedikit cemberut, dia melihat sekeliling, matanya mencari apa yang diinginkan adiknya.Aku melihat sekeliling dan menyadari bahwa tidak ada lagi permen. "Permennya sudah habis," gerutuku."Mestinya ada lebih banyak di dapur," jawab Dennis."Aku akan pergi mengambilnya. Tunggu di sini, aku akan segera kembali," kataku kepada Dennis dan pergi.Beberapa detik kemudian, aku mendengar langkah kaki di belakangku. Aku melihat ke belakang dan menggelengkan kepala, menyembunyikan senyumku."Apa? Aku juga mau lebih banyak permen.""Baiklah," kataku sambil tertawa pelan.Begitu kami memasuki dapur, jari-jari Dennis melingkari pergelangan tanganku dan dia menarikku agar mendekat kepadanya.Saat dia menatap mataku, tatapannya berpindah-pindah di antara mataku dan bibirku. Aku pun menggoda, "Memangnya permen itu ada di mataku?"Dengan tawa kecil, dia menundukkan kepalanya dan menyatukan bibir kami dalam ciuman yang menggairahkan.Aku mencengker

  • Milyader, Mari Bercerai   Bab 340

    Sudut pandang Anastasia:Lima bulan kemudian."Hai!" Aku melambaikan tangan pada salah satu teman Amie yang baru saja masuk bersama ibunya."Selamat datang." Aku menghampiri mereka. "Terima kasih sudah datang."Ibunya tersenyum. "Pilihanku cuma dua, datang ke sini atau mendengar Kayla menangis di telingaku seharian."Kami tertawa, sementara Kayla hanya bisa tersipu malu. Aku menutup pintu, lalu saat kami berjalan lebih jauh ke ruang tamu, aku melihat ibunya menatap bingkai-bingkai foto yang tergantung di dinding, sama seperti semua orang yang pertama kali masuk ke rumah kami.Sudut bibirnya melengkung membentuk senyuman kecil dan aku mengikuti arah pandangannya untuk melihat foto mana yang menarik perhatiannya. Aku menghela napas saat mataku tertuju pada pria di sampingku dalam foto itu.Dengan setelan terbaiknya, begitu katanya, Dennis berdiri sambil melingkarkan lengannya di bahuku, menatap ke arahku. Aku masih mengingat hari itu seolah baru kemarin.Fotografer sampai lelah menyuruhn

  • Milyader, Mari Bercerai   Bab 339

    Aku rasa mereka berdua memang bersalah dalam beberapa hal, tetapi Clara seharusnya tidak melakukan ini. Oh, dia seharusnya tidak melakukannya. Dia sudah keterlaluan.Clara tahu aku hamil anak Aiden, tetapi dia tidak mengatakan apa pun. Jika bukan demi aku, setidaknya demi bayi itu, dia seharusnya memberitahuku yang sebenarnya. Namun tidak, dia hanya diam dan menyaksikan aku berjuang sendirian membesarkan Amie.Dia ada di sana setiap malam, saat aku menangis diam-diam agar tidak membangunkan Amie karena semuanya terasa terlalu berat. Dia selalu ada di sana. Dia ada di sana, menyaksikan dengan kejam bagaimana Amie tumbuh tanpa seorang ayah.Ya Tuhan! Dia bahkan yang menenangkan Amie setiap kali putriku menangis merindukan sosok ayah!Itu semakin membuatku marah. Bagaimana bisa dia mengaku mencintai Amie, sementara dia yang merenggut bagian penting dalam hidupnya?"Kamu nggak punya pembenaran untuk semua yang sudah kamu lakukan, Clara." Suaraku bergetar, tetapi aku tetap melanjutkan, "Kal

  • Milyader, Mari Bercerai   Bab 338

    Sudut pandang Anastasia:Wajah Clara terpaling ke samping akibat tamparan keras yang baru saja aku layangkan ke pipinya.Dia terhuyung ke belakang, memegangi wajahnya, lalu menatap lantai dalam diam untuk waktu yang lama.Tamparan itu hanyalah hal paling ringan dari semua yang ingin aku lakukan padanya. Aku benar-benar menahan diri agar tidak melontarkan hinaan sambil menghajarnya. Namun, untuk apa? Itu tidak akan mengubah apa pun. Yang sudah terjadi tetaplah terjadi. Semuanya sudah menjadi masa lalu."Kamu akhirnya tahu." Suaranya terdengar lirih. "Dennis yang memberitahumu, 'kan?""Aku nggak percaya kamu sampai memerasnya agar tetap diam soal ini. Kamu pikir dia sepertimu? Seorang pembohong? Kamu tersenyum padaku, tapi jauh di dalam hatimu, kamu membenciku karena ...." Aku membuat tanda kutip di udara dengan jariku, lalu melanjutkan, "Merebut Aiden darimu."Clara tetap diam, tidak mengatakan apa pun."Clara, kenapa kamu tega? Kamu temanku! Aku percaya padamu. Aku menceritakan segalan

  • Milyader, Mari Bercerai   Bab 337

    Sudut pandang Anastasia:"Amie ...." Aku mengeluh sambil tertawa. "Kamu belum selesai? Tanganku pegal."Amie terkekeh-kekeh. "Tetap jaga ekspresi wajahmu seperti tadi. Aku perlu menggambar bibirmu dengan benar."Aku menghela napas dan mengangkat kedua tangan ke udara, lalu menyeringai lebar. Aku benar-benar tidak mengerti kenapa dia ingin menggambarku dengan pose seperti ini.Saat ini, di kamar rumah sakit Amie, aku duduk bersila di kursi dengan tangan terangkat dan senyum lebar di wajahku.Aku bertahan dalam pose itu selama beberapa menit lagi sampai akhirnya Amie meletakkan buku gambarnya dan bertepuk tangan. "Selesai! Mama, kamu kelihatan cantik sekali!"Amie sudah menghabiskan banyak waktu di rumah sakit dengan menggambar, jadi dia semakin mahir. Saat aku bergeser ke tempat tidur untuk melihat hasilnya, aku tertegun melihat sketsa di bukunya. Yang ada di sana bukan sosok manusia yang realistis, melainkan gambar seperti orang-orangan dengan tangan terangkat, kaki bersilang membentu

  • Milyader, Mari Bercerai   Bab 336

    Sudut pandang Aiden:Aku menggertakkan gigi, mencengkeram setir dengan erat saat melaju ke alamat yang dia kirimkan.Pikiranku kacau. Meskipun aku tahu telah kehilangan Anastasia, dia tetap ada dalam benakku. Aku masih menyalahkan diri sendiri karena tidak berusaha lebih keras mencarinya saat dia pergi pertama kali. Aku menyalahkan diriku karena tidak mengejar taksi yang dia naiki pada hari dia mengakhiri segalanya di antara kami ... sampai ... sampai apa? Mungkin sampai dia meminta sopir untuk berhenti.Sharon juga ada dalam pikiranku, atau lebih tepatnya, kontrak pernikahan terkutuk yang aku miliki dengannya. Sekarang, setelah ayahnya menelepon dan memintaku menemuinya di sebuah alamat yang dia kirimkan, aku yakin kekacauan akan segera dimulai.Jika dia memintaku untuk menemuinya di sini, itu berarti dia telah terbang ke negara ini.Aku sebenarnya bisa saja mengabaikan panggilannya, terutama setelah aku benar-benar menyadari bahwa aku telah kehilangan Ana. Yang aku inginkan hanyalah

  • Milyader, Mari Bercerai   Bab 335

    Dia tampak terkejut, yang entah kenapa justru membuatku heran. Aku hanya berharap dia tidak meragukan dirinya sendiri karena tadi malam dia benar-benar sempurna.Dennis menggeleng, lalu menenggak habis isi cangkirnya. "Aku harus memberitahumu sesuatu."Aku terdiam, tanganku membeku di udara, masih memegang sendok pengaduk teh. "Apa yang ingin kamu katakan padaku?"Dia mengalihkan pandangannya, menatap sesuatu di belakangku sebelum akhirnya kembali menatapku. "Ini tentang Aiden ... lebih tepatnya tentang apa yang terjadi bertahun-tahun lalu, tentang tuduhan perselingkuhannya.""Oh," gumamku datar. "Itu." Itu sudah berlalu. Lagi pula, sekarang semuanya baik-baik saja. Dia akan menikah dengan seseorang yang mencintai dan mempercayainya, sementara aku sudah menemukan seseorang yang kusukai dan yang juga mencintaiku. Semuanya sudah sesuai dengan jalan yang memang seharusnya kami tempuh."Ya, itu." Dennis melanjutkan dengan hati-hati, sepertinya salah paham dengan ekspresiku. "Sebenarnya, di

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status