Share

60.

Penulis: El Alfun27
last update Terakhir Diperbarui: 2024-12-09 23:38:29

Setelah sadar dari komanya, Kemal masih harus melakukan perawatan berlanjut di rumah sakit. Mau tidak mau, Ashraf dan Balqis menyerahkan pada Gibran dan istrinya untuk mengatasi semua urusan pesantren teebih dahulu. Dibantu juga Fahri dan Fatah yang juga sudah terbiasa dengan tugas-tugas di pesantren.

Seperti saat ini, Fahri sedang mengisi materi untuk semua santri pesantren Al Muhajirin. Sebab hari ini bertepatan dengan acara sholawat Akbar di pesantren Al Muhajirin.

“Para santri yang dirahmati oleh Allah SWT. Saya mewakili Kyai Ashraf untuk memberi beberapa amanat untuk kalian semua. Yang pertama, Kyai Ashraf dan Nyai Balqis meminta maaf karena belum bisabhadir pada sholawat Akbar malam ini. Lalu yang kedua, kyai Ashrydan Nyai Balqis meminta para santri untuk menyumbang doa pada Gus Kemal yang sedang dirawat di rumah sakit pasca koma selama sembilan belas hari. Dan pesan yang ketiga, kalian harus tetap disiplin selama beraktivitas dan belajar di pesantren Al Muhajirin. Sebab kyai As
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Menjadi Istri Duda Muda   61.

    Kepala Fatah cenat cenut, sejak tadi diganggu perempuan yang sudah beberapa bulan ini tak muncul. Sekarang malah datang lagi dan menganggu kehidupan Fatah kembali. Selama jam mata kuliah fokus Fatah menjadi pecah. Pikirannya kemana-mana.“Dasar cewek gak jelas, aish, stress kalau gini terus. Mana gak bisa main game, astaghfirullah, gini banget ujian hidup!” keluh Fatah memukul tas ranselnya.Fatah tak fokus sama sekali selama pelajaran berlangsung. Otak dia terus berputar dimana kejadian dia di tampar oleh sang Abah. Fatah merasa di dibedakan dari saudaranya yang lain. Padahal dia ingin berbeda dan hanya ingin melakukan semua keinginan yang menurutnya dia suka.Fatah keluar kelas dengan wajah lesu. Dia langsung menghampiri sopirnya di parkiran khusus mobil. Sesampainya disana dia kembali terkejut.“Iya pak, sudah lama ya jadi sopirnya Fatah?” tanya Alya sudah terlihat sangat akrab dengan sopir yang ditugaskan untuk mengantar dan menjemput Fatah.“Iya mbak, saya sudah sekitar tujuh tah

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-10
  • Menjadi Istri Duda Muda   62.

    Fakih sudah datang terlebih dahulu sebelum pukul empat. Dia sengaja datang lebih awal dari Anggi. Sementara Anggi masih berada di jalan. Dengan keadaan jalan yang cukup ramai, masih sangat macet karena ini jam pulang kerja.Sementara faqih sudah menyiapkan tempat duduk khusus untuk dirinya dan juga anggi. Faqih juga sudah memesan minuman kopi kesukaan anggi yang di mana minumannya juga sama dengan kesukaan dirinya. Faqih menunggu anggi dengan duduk bersantai di ruang pojok kedai kopi di mana ini sudah tiga kali pertemuan mereka dan saat ini pertemuan yang direncanakan.Anggi datang dengan pakaian yang begitu sopan dan tidak seperti biasanya kali ini dirinya terlihat cukup pendiam dan sedikit berbicara. “Maaf ustad Faqih, sudah lama yah menunggu, maaf barusan di jalan macet banget jadi waktunya keteteran,” ungkap Anggi namun Fakih hanya menampilkan senyuman khasnya.“Tidak apa-apa, saya paham kok, ya sudah kamu duduk saja. Ini sudah saya pesankan minuman kesukaan kamu,” ungkap Fakih me

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-11
  • Menjadi Istri Duda Muda   63.

    Seminggu dari pernikahannya, Fahri dan Adiva tinggal di tengah kawasan pesantren Al Muhajirin. Rumah mereka pun bersebalahan dengan rumah Balqis dan Ashraf. Hanya jarak beberapa langkah saja dari sana.“Umi, Abi berangkat mau ngajar dulu ya,” pamit Fahri tengah merapikan pakaiannya.“Eh, kak, panggilannya ganti lagi ya?” Tanya Adiva. Sebab selama seminggu terakhir ini mereka memanggil dengan sebutan kakak dan adek.“Hehe, biar ada nuansa baru aja, Umi dan Abi, lucu kan?” sahut Ashraf sambil menampilkan senyuman termanisnya.“Hemm, boleh aja sih kak, eh Abi!” beo Adiva menyadari kesalahannya.“Ya sudah umi, Abi mau ngajar dulu ya, nanti siang mau lanjut urus rumah makan di Solo,” izin Fahri mendekati sang istri.Adiva memanyunkan bibirnya. “Adek mau ikut kak, umi maksudnya,” cengir Adiva. Dia masih belum terbiasa dengan sebutan barunya.“Aduh, jauh dek, kakak takut kamu kenapa-kenapa. Kamu juga masih pusing kan, barusan aja mual-mual. Apa jangan-jangan kamu udah mau hamil ya,” gelagat

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-12
  • Menjadi Istri Duda Muda   64.

    Dua tahun berlalu. Ketiga Gus kembar pun wisuda barengan di tahun ini. Seperti sekarang mereka sudah selesai dengan acara wisuda. Lalu mereka berkumpul di gedung fakultas. Disana juga sudah ada Adiva yang memakai baju tiga dan di make up dengan sangat cantik.“Alhamdulillah, selamat semuanya atas gelar yang telah diraih,” ucap Adiva kepada ketiga Gus kembar.“Uhuy, S.ag sama S.ag nih, kapan tanggal tepatnya?” sindir Kemal pada Adiva dan Fahri.“Secepatnya gak sih,” imbuh Fatah yang menyenggol sang kakak. Fahri hanya tersenyum dibuatnya.Ashraf dan Balqis turut hadir. Mereka juga ikut tersenyum senang melihat anak-anaknya wisuda. Dan benar dengan Jani Ashraf yang akan menanggung biaya kehidupan Adiva. Ashraf menanggung biaya hidup Adiva. Dan Adiva pun tak keberatan setelah mendapat dukungan juga dari Fahri dan Balqis.“Doakan aja ya,” pinta Adiva sambil melihat Fahri. Keduanya juga saling menahan senyum. Lalu mereka berlanjut berfoto untuk mengabadikan moment di Lalu tiba-tiba datang

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-13
  • Menjadi Istri Duda Muda   65.

    Hari ini pembelajaran seperti biasa. Adiva sudah mulai mengajar kembali. Seperti sekarang ini Adiva mengajar kelas dua madrasah Tsanawiyah dengan materi “Jangan Dzolimi diri sendiri dan jangan Dzolimi orang lain”.“Para santri putri, kita hidup di dunia ini hanya sebentar. Kehidupan di dunia tak luput dari namanya bersosial. Kita harus bisa membangun sikap sosial yang baik. Dan yang paling penting jangan pernah dzolim dengan diri sendiri, dan juga jangan dzolim dengan orang lain,”“Contoh dzolim kepada diri sendiri yaitu tidak peduli dengan kebutuhan tubuh, seperti tidak makan, tidak minum. Itu kan namanya tidak sayang dengan tubuh sendiri. Itu namanya dzolim, karena sejatinya kesehatan itu mahal. Jaga kesehatan selalu,”“Contoh dari dzolim kepada orang lain, seperti membully, mencemooh, menjelekkan orang lain atau bahkan sampai menganggap rendah. Jangan pernah lakukan itu, bertemanlah yang baik-baik saja. Baik itu ketika di kelas, ketika di kamar atau ketika sedang di acara. Karena k

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-14
  • Menjadi Istri Duda Muda   66.

    Ketiga Gus kembar pun langsung pergi kesana. Perasaan Fahri campur aduk. Setelah mendengar penuturan dari Fatah kalau Adiva ada di gedung kosong. Pikiran Fahri langsung kemana-mana. Yang dia pikirkan sekarang hanya keselamatan Adiva. Sementara di gedung kosong itu, Adiva tengah terbangun dengan wajah sembabnya. Dia selalu menangis tanpa henti. Sampai dia tertidur dan bangun dia kembali memangis lagi. Selalu seperti itu sampai pagi.Adiva membuka matanya, dia melihat cahaya. Beberapa jendela di gedung itu dibuka hingga cahaya begitu jelas disana. Di deoannya sudah ada beberapa orang. Terdiri dari dua laki-laki dan satu sosok perempuan yang menggunakan topeng.“Bangun juga kamu!” ucap perempuan itu menghampiri Adiva yang tengah menyipitkan mata.Bagian seluruh tubuh Adiva terasa sakit. Tangannya pasti sudah memerah. Kepakanya terasa pusing karena tidur dengan posisi yang tidak benar. Adiva benar-benar merasa lelah.“Tolong lepasin saya,” pinta Adiva dengan suara seraknya.“Sudah buat k

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-16
  • Menjadi Istri Duda Muda   67.

    Zahra langsung menemui Kemal yang lagi mengobrol dengan Ummahnya. Zahra berlari mendekati Kemal dengan raut wajah sedih bercampur kesal. “Kak Kemal!” panggil Zahra. Kemal dan Balqis pun sedikit terkejut dengan suara Zahra.“Kenapa nak?” tanya Balqis dengan raut khawatir.“Ini ummah, kak Kemal lagi Deket sama temen di kampusnya. Padahal kan kata ayah Fakih, kak Kemal cuma boleh deket sama Zahra,” kesal Zahra dengan melipat kedua tangannya di dada.“Kumat nih orang,” gerutu Kemal. Sepertinya Kemal sudah muak dengan semua yang terjadi di hari ini. Dia sedang berurusan dengan dua wanita sekaligus dan dengan kasus yang sama.“Kenapa sih nak, Kemal,” pinta Balqis. Menyuruh Kemal untuk menjelaskan.“Jelasin gak kak Kemal ish,” geram Zahra. Dia sudah tak sabar mendengar penjelasan dari Kemal.“Aduh, gini ya Zahra. Kamu ini masih sangat muda tapi udah bahas kayak gitu. Kata ayah Fakih itu kan dulu, waktu kita kecil, waktu kita masih suka main bareng. Sekarang udah beda urusannya lagi, Zahra. T

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-17
  • Menjadi Istri Duda Muda   68.

    Fahri terbangun membuka mata. Dia menerawang di sekitar. Tempat yang biasanya dia buat untuk beristirahat. “Sakit, aduh!” keluh Fahri memegangi kepalanya. Sekujur tubuhnya terasa begitu sakit. “Bangun juga kamu bang,” seru Fatah lalu bergegas memberikan segelas air putih kepada Fahri. Fahri langsung meneguknya hingga tandas. Kemal dan Fatah mendekati sang kembarannya yang baru tersadar. “Gimana baku hantamnya bang? Kalah pasti ya, soalnya kamu tak sadarkan diri tadi. Dion yang nganter, untuk penjaga depan lagi di kantin,” ucap Fatah suaranya menggema satu ruangan. “The Alfarez ikut berarti kan bang?” tanya Kemal. Kini Kemal yang begitu penasaran. “Hm,” sahut Fahri. Kesadarannya masih diambang. Nyawanya belum terkumpul seluruhnya. “Istirahat dulu deh bang, nanti baru jelasin kalau udah sadar penuh,” ucap Kemal akhirnya. Lalu Kemal kembali fokus dengan tugasnya yang bejibun. Sementara Fatah kembali lagi fokus dengan gamenya. Fahri pun tak menyia-nyiakan waktu berharganya itu.

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-18

Bab terbaru

  • Menjadi Istri Duda Muda   141

    "Iya, Pabrik anak. Masa gak tau?" Usil Abidzar sudah semakin nakal."Yang bener Mas. Mada ada pabrik anak. Emangnya kita mau ke panti asuhan kah atau ke tempat bermain anak-anak.""Bukan itu Layla. Kita membuat suatu pabrik yang berisi anak-anak dengan usaha dan doa kita yang sungguh-sungguh." Ucap Abidzar sambil tersenyum."Gak jelas!""Iya iya, Mas gak jelas. Ya udah, besok kita bertemu dengan Jihan. Mas akan selesaikan semuanya besok. Jadi kamu harus ikut biar gak ada salah paham lagi, oke?""Kita, Mas?""Iya.""Maksudnya gimana Mas?" Tanya Layla sedikit loading."Iya kita. Aku dan kamu!""Insya Allah. Kalau tidak ada kegiatan yang lebih penting.""Gak usah cari alasan lagi. Kamu sendiri yang mau Mas tegas. Pokok besok kamu harus ikut. Jangan membantah hmm?""Oke, Mas." Ucap Layla sambil mengangkat jempol tangan kanan nya.Ini waktu yang Layla tunggu-tunggu. Sedikit demi sedikit masalahnya akan selesai. Setelah ini dia berharap semuanya berjalan dengan baik.***Cuaca di siang itu

  • Menjadi Istri Duda Muda   140

    "Jihan, sedang apa kamu di pesantren modern?" Tanya Aldo."Dimana Abidzar, aku ada urusan dengan nya?" Tanya Abidzar sambil memperhatikan Arsya dengan lekat."Perempuan ini siapa Bang?" Tanya Arsya sedikit berbisik kepada Aldo."Biasalah, netizen nya Abidzar." Jawab Aldo.Arsya yang mendengar jawaban Aldo hanya bisa menahan senyumnya. Ternyata Bang Abi nya Arsya punya netizen, bening lagi."Abidzar lagi sibuk ngajar. Jangan diganggu. Kalau mau ada urusan tunggu selesai jam ngajarnya saja." Jawab Aldo kepada Jihan."Ouh oke, tapi emang kamu gak bisa sampaikan ke dia. Ini kan lagi jadwalnya makan siang.""Jadwal makan siang baru selesai. Ini sudah waktunya mengajar lagi."Akhirnya Jihan memilih di ruang tunggu asrama putri. Dia akan menunggu Abidzar sampai selesai ngajar."Bang, siapa sih sebenarnya?" Tanya Arsya lagi."Dia tuh ngejar-ngejar Abidzar. Udah tau kalau Abidzar sudah punya pawang. Eh, mau nerobos saja dia.""Ya udah Bang, Bang Aldo sama dia aja. Cocok kek nya." Sahut Arsya t

  • Menjadi Istri Duda Muda   139

    Layla tidur dengan membelakangi Abidzar, bahkan Layla tetap memakai Jilbab nya. Dia tidak ada keinginan untuk menghadap ke suaminya. Abidzar yang menyadari perubahan sikap Layla hanya pasrah akan perubahan yang terkadang banyak badmoodnya itu."Dosa loh, kalau tidur sampai membelakangi suaminya. Hadap sini dong Humaira." Ucap Abidzar namun Layla tetap terdiam dan berpura-pura tidur.Abidzar yang mengetahui kalau Layla pura-pura tidur lalu mendekat dan memeluk Layla dari belakang. "Jangan lama-lama ya ngambeknya, Mas gak tenang kalau kamu lagi ngambek begini. Rasanya tuh pikiran Mas jadi kacau, kalau bisa besok udah gak ngambek lagi biar Mas bisa lihat senyuman kamu, ya Humaira." Layla yang mendengar kebucinan Abidzar hanya tersenyum malu, bisa-bisa nya Abidzar berkata manis seperti itu disaat mood Layla sedang tidak baik-baik saja."Humaira, hadap sini ya, Mas gak mau diginiin. Mas gak bisa tidur sayang, tolong hadap sini, Mas akan kabulin semua permintaan kamu asal jangan makan yang

  • Menjadi Istri Duda Muda   138

    Namaku Abidzar, biasa dipanggil Abi atau Bi. Aku memutuskan untuk menuntut ilmu di salah satu pesantren besar yang ada di kota Jakarta. Namanya Pesantren Modern.Dari masa Tsanawiyah aku sudah disana, bahkan hingga masa Aliyah. Aku sangat ingin menjadi salah satu ustadz di pesantren modern.Setiap hari aku berusaha untuk tekun belajar, terutama belajar ilmu keagamaan. Cita-cita mulia ini juga berawal dari Abah ku, yang menjadi salah satu guru besar di dunia pendidikan terkemuka.Tapi aku ingin mengajar di pesantren saja, dimana aku bisa juga sambil mengabdi di pesantren tersebut.Setiap hari ku lalui hari ini dengan semangat, tanpa lelah dan selalu ingin belajar. Aku harap dimasa depan semua ini dapat terbayar, semoga lelah ku ini menjadi Lillah. Insya Allah.Hingga tiba setelah kelulusan tes, dimana namaku terpampang paling atas. Sebagai ustadz, iya aku dapat mengajar di pesantren modern. Pesantren yang pernah mengajarkan ku banyak ilmu dan banyak pengalaman.Sembari mengabdi, aku ju

  • Menjadi Istri Duda Muda   137

    Malam yang begitu hening. Layla semakin kebingungan akan sikap Abidzar. Terkadang Abidzar begitu meyakinkan untuk dirinya. Tapi di hati itu Abidzar masih meragukan lagi. 'Mas, kenapa kau menghadirkan diriku jika dihatimu masih ada dia. Ternyata sakit, apa boleh aku mengeluh?' Layla membatin dalam kesendirian nya.Setelah kejadian di dapur itu, Layla memilih untuk kembali ke kamarnya. Dia lebih baik membawa tubuhnya beristirahat. Sudah terlalu lelah untuk semua kejadian di hari itu.Di kamar sebelah, tepatnya di kamar tamu. Abidzar termenung. Dia terdiam kaku, pikirannya berkecamuk. Memikirkan semua yang telah terjadi.Abidzar sadar jika dia salah, selama ini dia tidak tegas akan semuanya. Harusnya jika dia memang masih mencintai Jihan, dia bisa membatalkan perjodohan nya dengan Layla.Tapi Abidzar malah membuat kedua wanita itu sama-sama kecewa. Jihan yang kecewa terhadap sebuah janji yang telah diucapkan Abidzar. Sedangkan Layla yang telah kecewa sebab Abidzar tidak bisa memusatkan

  • Menjadi Istri Duda Muda   136

    Semenjak kejadian pagi ini, Layla tidak banyak bicara. Dia semakin banyak diam. Pikiran nya kalang kabut. Tidak mungkin hal semacam itu tidak sengaja. Abidzar pun menyadari tentang sikap Layla yang tidak seperti biasanya. Abidzar berpikir keras, siapa kira-kira yang berani melakukan hal tidak baik itu kepada Layla.Padahal Abidzar sejauh ini tidak mempunyai musuh. Atau sedikit pun dia tidak bermasalah dengan teman-teman nya sekalipun.Eh, tapi tunggu. Abidzar mengingat dengan jelas kata-kata itu. Sebuah ancaman kepada Layla untuk menjauhi dirinya. Berarti orang itu tidak suka dengan Layla. Berarti dia salah satu yang pernah dekat dengan Abidzar.Jihan? Tapi menurut Abidzar, seorang Jihan tidak mungkin bertindak seperti itu. Abidzar sangat tahu jika Jihan bukanlah sosok yang seperti itu. Tidak mungkin Jihan bertingkah berlebihan seperti ini.Terus siapa kalau bukan Jihan. Atau ada seseorang yang sangat tidak suka dengan hubungan rumah tangga nya dengan Layla. Hingga dia mau mengancam

  • Menjadi Istri Duda Muda   135

    "Gak apa-apa Mas, cuma belum siap aja. Kalau udah siap nanti juga dibuka tanpa disuruh." Ucap Layla sedikit menjelaskan."Ouh, gitu, bukan karena kamu punya mata ninja kan?" Tanya Abidzar sedikit menggoda."Ish, apa sih Mas, ya nggak lah. Aku normal, masa punya mata ninja." Ucap Layla.Setelah itu mereka pun terlelap untuk beberapa saat. Hingga sampai waktu sholat Dzuhur, Layla terbangun terlebih dahulu. Sedangkan Abidzar masih begitu terlelap.Layla hendak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, dikarenakan Abidzar masih tertidur. Layla membuka cadarnya ke kamar mandi.Keluar dari kamar mandi dia langsung sholat Dzuhur, usai sholat Dzuhur dia hendak keluar kamar untuk memasak.Abidzar terbangun, dia terkejut Layla sudah tidak ada di kamarnya. Dia melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah satu. Dia langsung melaksanakan sholat Dzuhur sendirian.Ternyata Layla lagi memasak bersama Ratna- ibu mertuanya. Mereka sambil bercanda gurau menceritakan Abidzar semasa waktu kecilnya. Layla lup

  • Menjadi Istri Duda Muda   134

    "Iya, Ummah, ada apa?" Tanya Abi sekali lagi."Itu, besok ummah mau menginap di rumah kalian selama beberapa hari. Boleh kan?" Ucap mamanya Abidzar bertanya."Ya ampun, dikira ada apa, ya boleh lah Ummah. Boleh banget malahan, tiap hari disini juga boleh." Ucap Abidzar."Ya sudah, sana tidur, kasian Layla sendiri tuh, maaf ya, Ummah ganggu malam-malam." Nasihat mamanya Abi."Baik, Ummah." Ucap Abi sambil memutus panggilan telfon nya."Ada apa Mas? Ada sesuatu yang terjadi kah, Sampek Ummah nelfon malam-malam." Tanya Layla khawatir."Itu Layla, Ummah dalam beberapa hari ke depan mau menginap disini. Ummah besok siang mungkin kesini nya, cuma mau ngabarin itu aja sih." Jawab Abidzar menerangkan."Ouh, aku kira ada apa. Syukurlah kalau cuma mau bilang itu." Jawab Layla.Akhirnya mereka pun lanjut untuk tidur, Layla tetap tidur di kamar Abidzar. Dia masih berjaga-jaga takut Abidzar memerlukan sesuatu jika demam nya kambuh lagi. Akhirnya setelah hampir tiga Minggu mereka bisa satu kamar da

  • Menjadi Istri Duda Muda   133

    "Iya, gak papa kalau mau poligami kok Mas. Silahkan saja. Tapi jangan sama aku lagi." Ucap Layla sambil tersenyum. "Layla, jangan dengerin perkataan Abudzar ya, dia kalau ngomong emang suka aneh loh." Ucap Ratna.Abidzar hanya terdiam, akibat salah ucapnya. Semuanya jadi rumit. Pasti setelah ini dia akan dimarahin habis-habisan oleh Ummah nya.***Di lain tempat, Jihan berniat ingin menemui Abidzar lagi di Pesantren Modern. Dia mengira kalau Abidzar hari ini akan mengajar.Waktu masuk pintu utama, secara tidak sengaja dia berpasangan dengan seorang laki-laki yang tidak asing."Yusuf, ini kamu Yusuf kan? Santri pesantren Salaf Nurul Huda." Tanya Jihan meyakinkan."Iya benar, maaf ini dengan siapa ya." Yusuf lupa terhadap wanita itu. Padahal kepada Layla yang berubah penampilan dia tidak melupa. Aneh memang kalau pikiran sudah dikuasai rasa suka."Ini aku Jihan. Teman kamu dulu waktu masa Tsanawiyah. Masa lupa sih." Ucap Jihan sedikit kesal."Ouh Jihan ya, aku kira siapa. Soalnya kamu

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status