Home / Romansa / Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO / 213.Batas Antara Kepedulian dan Kebingungan

Share

213.Batas Antara Kepedulian dan Kebingungan

Author: Ndraa Archer
last update Last Updated: 2025-02-28 07:59:45

Jasmine duduk di dalam mobil bersama Pram, kedua tangannya mengepal erat di pangkuannya. Napasnya tersengal, bukan hanya karena kecemasan tentang kondisi neneknya, tetapi juga karena kekacauan yang baru saja terjadi di acara kantor.

"Kau baik-baik saja?" tanya Pram, melirik ke arah Jasmine yang masih diam sejak mereka keluar dari gedung.

Jasmine mengangguk, meski Pram tahu itu hanya jawaban formal.

"Kau tidak harus menahan diri, Jasmine. Jika ingin menangis, menangislah."

Jasmine menggigit bibirnya. Ia bukan tipe orang yang mudah menangis di depan orang lain. Tetapi kali ini, semuanya terasa begitu berat.

"Aku hanya ingin segera sampai di rumah sakit," gumamnya akhirnya.

Pram mengangguk dan mempercepat laju mobil.

Di Rumah Sakit

Begitu tiba di rumah sakit, Jasmine langsung berlari ke meja resepsionis.

"Nenek Cahaya... bagaimana keadaannya?" tanyanya dengan napas memburu.

Perawat yang bertugas melihat data pasien sebelum menjawab. "Beliau masih di ICU. Dokter sudah menunggu keluarga un
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   214. Batas yang Semakin Samar

    Jasmine duduk di depan ruang ICU, kedua tangannya saling menggenggam erat di pangkuannya. Matanya sembab, tetapi tak ada air mata lagi yang bisa ia keluarkan. Perasaannya kosong.Di dalam ruangan itu, Nenek Cahaya masih berjuang bertahan hidup. Tubuh rentanya terhubung dengan berbagai alat medis, dan setiap suara monitor yang berbunyi hanya semakin mempertegas betapa tipisnya batas antara hidup dan mati.Pram duduk di sampingnya, diam, tetapi tetap memberikan kehadiran yang menenangkan. Ia tahu Jasmine sedang berada di titik terberatnya."Kau ingin minum sesuatu?" tanyanya akhirnya, berusaha mencairkan suasana.Jasmine menggeleng. "Aku tidak butuh apa pun sekarang, Pram."Pram menghela napas dan menepuk pundaknya perlahan. "Kalau begitu, aku akan tetap di sini."Jasmine menoleh, menatap sahabatnya dengan mata yang masih basah. "Terima kasih karena selalu ada.

    Last Updated : 2025-03-01
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   215. Kehilangan yang Terlalu Besar

    Suara monitor di ruang ICU yang sebelumnya berdetak stabil kini berubah menjadi nada panjang yang menusuk telinga. Lampu indikator merah berkedip, dan suara panik para perawat yang bergegas ke dalam ruangan membuat Jasmine membeku di tempat."Nenek...?" Suaranya bergetar, matanya melebar penuh ketakutan.Dokter segera datang, memberi instruksi cepat kepada tim medis. Namun, di dalam hati kecilnya, Jasmine tahu. ia tahu segalanya sudah terlambat.Dari balik kaca ICU, ia melihat tubuh Nenek Cahaya yang terbaring diam. Tubuh renta itu tak lagi bergerak, wajahnya yang damai seolah telah pergi ke tempat yang lebih baik."Nenek!" Jasmine berlari masuk, tetapi seorang perawat segera menahannya."Maaf, Nona Jasmine... Beliau sudah pergi." Dunia Jasmine seakan berhenti.Dadanya terasa sesak, nafasnya tersengal, tetapi tidak ada air mata yang langsung jatuh. Ia terlalu syok. Terlalu hancur untuk bisa merasakan sakitnya kehilangan.Pram berdiri di belakangnya, wajahnya tegang melihat Jasmine yan

    Last Updated : 2025-03-02
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   216. Menata Hati yang Hancur

    Suasana pemakaman dipenuhi isak tangis pelan dan doa-doa yang dipanjatkan. Jasmine berdiri di depan pusara Nenek Cahaya, tubuhnya lemah tetapi tetap berusaha tegak. Matanya sembab, wajahnya pucat, tetapi ia tidak menangis lagi. Tidak ada air mata yang tersisa.Orang-orang yang hadir perlahan mulai meninggalkan area pemakaman, meninggalkan Jasmine yang masih berdiri diam di tempat. Hanya Pram yang tetap berada di sampingnya, memberikan kehangatan tanpa kata-kata.Angin sore berembus lembut, membawa suara-suara samar dari dedaunan yang berguguran. Jasmine menghela napas panjang, mencoba menguatkan dirinya sendiri."Aku harus kuat, Nek..." bisiknya pelan, meskipun ia tahu hatinya masih belum siap menerima kenyataan ini.Pram menoleh ke arahnya. "Kita pulang sekarang?"Jasmine tidak langsung menjawab. Ia masih menatap nisan itu lama, seolah berharap neneknya bisa kembali memberinya nasihat seperti dulu.Akhirnya, ia mengangguk pelan. "Ya, kita pulang."Jasmine yang Berusaha Bangkit Beberap

    Last Updated : 2025-03-02
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   217. Kebohongan yang Terus Berlanjut di Saat Kedatangan Oma Dursilla  

    Noah duduk di kursi ruang kerjanya, menatap layar laptop yang menampilkan laporan keuangan Dirgantara Group. Angka-angka merah memenuhi grafik, menunjukkan kemerosotan saham yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir.Noah mengusap wajahnya, merasa semakin terbebani. Masalah kantor ini datang di saat yang tidak tepat. Di tengah semua kekacauan emosinya terhadap Jasmine, kini ia harus menghadapi kenyataan bahwa perusahaannya juga dalam keadaan genting.Tetapi sejujurnya, ada satu hal lain yang terus mengganggu pikirannya. ’Jasmine.’Semenjak pemakaman Nenek Cahaya, ia menjaga jarak. Tetapi, semakin ia menjauh, semakin besar keinginannya untuk kembali mendekat.Noah tidak bisa menyangkal lagi. ”Aku merindukanmu, Jasmine,” lirihnya berbisik lebih pada diri sendiri.Merindukan cara Jasmine berbicara dengan lembut, senyumnya yang tulus, bahkan cara Jasmine selalu menjaga dirinya sendiri tanpa bergantung pada siapa pun.Namun, ia terikat janji dengan Zora. Ia tidak bisa mengubah kenyataa

    Last Updated : 2025-03-03
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    218. Kebenaran yang Terlalu Lama Disembunyikan

    Jasmine masih berbaring di ranjang pemeriksaan, tatapannya kosong menatap langit-langit ruangan. Gel dingin dari USG sudah dibersihkan dari perutnya, tetapi rasa tidak nyaman yang menggelayuti pikirannya masih belum hilang.Di ruangan sebelah, kebohongan masih terus berlanjut. Dokter yang berpihak pada Zora menyampaikan laporan palsu kepada Oma Dursilla, sementara Noah hanya diam dan mengikuti permainan ini.Jasmine menggigit bibirnya, ia lelah. Selama ini, ia sudah banyak mengorbankan perasaannya demi kontrak, tetapi seberapa lama lagi ia harus tetap berdiam diri dalam kebohongan ini?Sebuah ketukan di pintu mengalihkan pikirannya. "Nona Jasmine, Anda bisa keluar sekarang.""Apa mereka masih di sana?" tanya JAsmine menunjuk ruangan sebelah.Perawat itu tersenyum, dia kemudian mengatakan sesuatu yang membuat JAsm ine sedikit lega . " Kalau begitu sampai Nona merasa nyaman saja. Mereka sudah keluar sejak tadi."Jasmine menghela napas dan perlahan turun dari ranjang. Namun, sebelum ia

    Last Updated : 2025-03-03
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   219. Pesta yang Penuh Tekanan  

    Mansion Dirgantara dipenuhi cahaya temaram dari lampu-lampu gantung yang menggantung di sekitar halaman luas. Meja-meja panjang dengan taplak putih dihiasi rangkaian bunga segar, sementara para pelayan mondar-mandir membawa nampan berisi minuman dan hidangan mewah.Di sudut taman, para tamu berbincang dengan santai, mengenakan busana formal yang mencerminkan status mereka sebagai bagian dari keluarga besar Dirgantara. Namun, di balik senyum ramah mereka, ada ketegangan yang terasa di udara.Malam ini bukan sekadar pesta perayaan kehamilan Zora. Malam ini adalah ajang penegasan posisi Noah sebagai pewaris utama Dirgantara Group.Dan beberapa orang tidak menyukai kenyataan itu. Keluarga Besar yang Menuntut WarisanNoah berdiri di tengah pesta dengan ekspresi tenang, meskipun ia tahu apa yang sedang terjadi.Beberapa pamannya,Pradipta, Hanan, dan Vino berdiri tak jauh darinya, berbincang dengan nada rendah yang jelas ditujukan untuk menyinggungnya."Tentu saja, Noah harus memiliki keturu

    Last Updated : 2025-03-04
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   220. Aku tidak Bisa Tidur

    Jasmine duduk di balkon rumah, menatap langit malam yang dihiasi bintang-bintang redup. Udara dingin menyelinap melalui kain tipis piyamanya, tetapi bukan itu yang membuat tubuhnya menggigil. Pikirannya terus-menerus berputar pada Noah, pada kontrak yang mengikat mereka, dan pada perasaannya sendiri yang semakin sulit dikendalikan.’Sepertinya aku akan demam,’ batinnya.Hubungannya dengan Noah kembali berjalan seperti orang asing. Pria itu tetap dingin, berbicara hanya ketika perlu, dan menjaga jarak seolah Jasmine hanyalah bagian dari perjanjian yang harus diselesaikan.Tetapi malam itu, sesuatu di dalam hatinya terasa berat. Seakan ada jarak yang semakin melebar, tetapi juga perasaan yang tak bisa ia kendalikan.Dari dalam rumah, langkah kaki terdengar mendekat. Jasmine menoleh dan mendapati Noah berdiri di ambang pintu balkon, mengenakan kemeja putih dengan lengan tergulung hingga siku. Wajahnya tetap datar, tetapi sorot matanya lebih lembut daripada biasanya.“Kau belum tidur?” ta

    Last Updated : 2025-03-05
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   221. Kepergok Noah

    Jasmine menatap Juan dengan perasaan campur aduk. Sudah lama ia tidak melihat pria itu, dan kini ia berdiri di depan pintu rumah ini, rumah yang bukan benar-benar miliknya, dalam kehidupan yang tidak benar-benar ia inginkan.“Juan?” Jasmine mengerjap, suaranya terdengar lebih seperti bisikan.Juan tersenyum miring, berjalan mendekat dengan langkah santai. “Kau terlihat terkejut.”“Tentu saja,” Jasmine bangkit dari kursinya, tatapannya penuh pertanyaan. “Apa yang kau lakukan di sini?”Juan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. “Aku kebetulan ada urusan di kota ini dan berpikir untuk mampir. Kudengar banyak hal terjadi padamu, Jas.”Jasmine menggigit bibir bawahnya, merasa tidak nyaman dengan tatapan pria itu. “Aku baik-baik saja.”Juan mengangkat alisnya. “Benarkah?” Matanya menelisik ke arah sekeliling ruangan, seolah ingin menilai sendiri kebenaran kata-kata Jasmine. “Kau tidak terlihat seperti seseorang yang baik-baik saja.”Jasmine mengepalkan tangannya di sisi tubuhnya,

    Last Updated : 2025-03-05

Latest chapter

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   298. Penerimaan yang Tertunda

    Malam itu, setelah meninggalkan rumah yang disiapkan Noah untuk mereka, Jasmine memilih untuk kembali ke rumah keluarga Dirgantara. Kepalanya masih dipenuhi pertanyaan yang belum terjawab. Ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri—hati kecilnya mengakui bahwa apa yang dilakukan Noah untuknya sangat berarti. Namun, bayangan masa lalu, ketakutan akan masa depan, dan keberadaan Ryan serta Pram masih menghantuinya.Ketika ia memasuki mansion keluarga Dirgantara, suasana terasa lebih sunyi dari biasanya. Tapi begitu Jasmine melewati ruang tengah, suara seseorang menghentikan langkahnya.“Jasmine, duduklah sebentar.”Suara berat namun berwibawa itu berasal dari Dursila Dirgantara, nenek Noah. Wanita tua itu duduk dengan anggun di salah satu sofa besar, matanya meneliti Jasmine dengan tajam. Di sebelahnya, Tari, sepupu Noah, ikut menatap Jasmine dengan ekspresi yang sulit dibaca.Jasmine menelan ludah, lalu melangkah mendekat dan duduk di kursi

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    297. Bukti Keseriusan Noah

    Jasmine masih memikirkan pertemuannya dengan Ryan saat Noah tiba-tiba mengajaknya keluar. Mata pria itu serius, tanpa memberikan kesempatan untuk menolak. "Kita pergi sekarang.""Ke mana?" tanya Jasmine curiga. Tangannya masih menggenggam ponsel, seakan enggan untuk melepaskan bayangan percakapan terakhirnya dengan Ryan.Noah hanya tersenyum kecil, tetapi ada sesuatu di matanya—sesuatu yang tegas, yang tidak bisa dibantah. "Kau akan tahu saat kita sampai di sana."Dengan berat hati, Jasmine akhirnya menurut. Mereka melaju dalam diam, hanya suara mesin mobil yang terdengar. Aroma kulit jok mobil yang khas, suara lembut gesekan roda dengan aspal, dan tatapan tajam Noah yang sesekali melirik ke arahnya dari kaca spion membuat perjalanan ini terasa lebih panjang daripada yang seharusnya.Pikiran Jasmine terus berputar. Kata-kata Ryan masih menghantuinya. "Jika semua ini tidak pernah terjadi—jika tidak ada kontrak, tidak ada Noah, apakah kau akan m

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   296. Keraguan di Antara Kita

    Setelah semua yang terjadi, Jasmine merasa ada jurang tak kasat mata di antara dirinya dan Noah. Meskipun Juan telah ditangkap, skandal Zora terbongkar, dan Jorse Corp kini berada di tangannya, hati Jasmine masih diliputi kebingungan.Di dalam kamar yang sunyi, ia duduk di tepi ranjang, menatap pantulan dirinya di cermin. Wanita di sana tampak lebih kuat daripada sebelumnya, tetapi ada sesuatu yang masih menggantung di matanya—keraguan.Noah mengetuk pintu sebelum masuk. "Kenapa masih belum tidur?" tanyanya, mendekat.Jasmine tersenyum tipis. "Aku hanya berpikir."Noah duduk di sampingnya, menatapnya lekat. "Tentang apa?"Jasmine menghela napas. "Tentang kita. Setelah semua yang terjadi... aku masih bertanya-tanya, apa aku pantas berada di sisimu? Apa aku benar-benar bagian dari hidupmu, atau hanya seseorang yang kebetulan terjebak dalam pusaran masalah ini?"Mata Noah menggelap, rahangnya mengencang. "Jasmine, aku tidak pernah mengang

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   295. Babak Baru untuk Jasmine dan Noah

    Berita tentang penangkapan Juan menyebar dengan cepat. Media menyebarkan informasi mengenai keterlibatannya dalam berbagai kejahatan, mulai dari konspirasi bisnis yang melibatkan Jorse Corp hingga skandal gelap keluarga Santika yang kini terungkap ke publik. Setiap detik, nama keluarga Santika semakin tercoreng, dan banyak pihak mulai berbalik melawan mereka. Dengan ini, hanya tinggal menunggu waktu hingga hukum akan menjatuhkan vonis pada semua yang terlibat.Di rumah keluarga Dirgantara, Jasmine duduk di ruang kerja Noah. Matanya menatap layar laptop yang penuh dengan dokumen-dokumen penting mengenai Jorse Corp. Keberadaan perusahaan itu di ambang kehancuran, tetapi kesempatan kini ada di tangannya untuk merebut kembali sesuatu yang seharusnya menjadi warisan keluarganya. Namun, ada satu hal yang masih mengganjal di pikirannya, hal yang lebih dalam dari sekadar bisnis. Ia harus membersihkan nama orang tuanya, membersihkan setiap noda yang ditinggalkan oleh pengkhianatan yan

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   294. Skandal Besar yang Menghancurkan Keluarga Santika

    Noah duduk di ruang kerja, menatap layar laptopnya dengan rahang mengatup. Serangkaian dokumen tentang perusahaan terpampang jelas di layar. Ancaman dari keluarga Bulharm bukan hanya rumor belaka—mereka benar-benar berusaha mengambil alih Dirgantara Group secara diam-diam.Namun, kali ini, dia merasa lebih tenang. Tidak ada lagi tekanan dari Zora, tidak ada lagi permainan licik yang harus dia hadapi darinya. Perceraian mereka sudah final, dan Zora kini menjalani hukuman 15 tahun penjara bersama Leonard Wijaya. Semuanya terasa lebih ringan, tetapi ancaman belum benar-benar berakhir.Pintu ruangannya diketuk. Jasmine masuk dengan ekspresi tenang tetapi penuh perhatian. “Ada masalah baru?”Noah menghela napas. “Bulharm mencoba mengambil saham mayoritas dari tangan investor kecil. Mereka ingin menguasai Dirgantara Group.”Jasmine duduk di hadapannya, matanya menatap Noah dengan serius. “Apa yang bisa kita lakukan?”

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   293. Langkah Baru

    "Kau yakin ingin melakukan ini?"Jasmine menatap Noah dengan sorot mata penuh pertimbangan. Mereka berdiri di tepi pantai, pasir putih lembut di bawah kaki mereka, sementara ombak berkejaran menuju bibir pantai. Angin laut menerpa wajah mereka dengan lembut, membawa aroma asin yang khas.Noah menatapnya dalam, menggenggam tangannya erat. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini, Jasmine. Kita sudah terlalu jauh untuk kembali. Ini hidup yang kita pilih, dan aku ingin menjalaninya bersamamu."Jasmine menghela napas, membiarkan dirinya tenggelam dalam tatapan pria itu. "Aku juga ingin itu. Aku hanya ingin memastikan bahwa kita tidak akan menyesal."Noah tersenyum kecil, mengangkat tangan Jasmine dan mengecup punggung tangannya lembut. "Tidak ada penyesalan. Hanya masa depan yang akan kita bangun bersama."Jasmine mengangguk, hatinya dipenuhi kehangatan yang tak bisa dijelaskan. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia benar-benar merasa berada di tempa

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   292. Jalan yang Kita Pilih

    "Kau yakin ingin melakukan ini?"Jasmine menatap Noah dengan sorot mata penuh keyakinan. Mereka berdiri di depan teras rumah kayu mereka, angin laut bertiup lembut membawa aroma asin yang menenangkan. Langit mulai berubah jingga, menandakan sore akan segera berganti malam.Noah tersenyum kecil, menatap mata Jasmine yang penuh dengan harapan. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini, Jasmine. Kita sudah terlalu jauh untuk kembali. Ini adalah awal baru kita."Jasmine mengangguk pelan, menggenggam tangan Noah erat. "Aku hanya ingin memastikan bahwa kita benar-benar meninggalkan masa lalu. Aku ingin hidup kita dipenuhi kebahagiaan, tanpa gangguan."Noah mengusap punggung tangannya lembut. "Dan itu yang akan kita lakukan. Tidak ada lagi yang bisa mengusik kita. Kita memilih jalan kita sendiri."Jasmine menarik napas panjang, menikmati ketenangan yang selama ini sulit mereka dapatkan. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia merasa sepenuhnya bebas.

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   291. Di Ambang Kepastian

    "Apa kau yakin ingin melakukan ini?"Jasmine menatap Noah dengan sorot mata penuh pertimbangan. Mereka berdiri di depan meja makan kecil di rumah kayu mereka, lilin yang menyala lembut di tengah meja menciptakan suasana hangat. Di luar, suara deburan ombak terdengar tenang, seolah dunia akhirnya memberikan mereka kedamaian setelah sekian lama berjuang.Noah menaruh sendoknya, lalu menatap Jasmine dalam. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini, Jasmine. Aku ingin hidupku bersamamu, tanpa ada gangguan dari siapa pun."Jasmine menggigit bibirnya, lalu menundukkan kepala. "Aku hanya ingin memastikan bahwa kita benar-benar siap. Aku tidak ingin ada lagi yang mengganggu kita."Noah tersenyum, mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Jasmine dengan lembut. "Tak ada yang bisa mengganggu kita lagi. Ini adalah awal baru kita."Jasmine menghela napas, lalu mengangguk. "Baiklah, kalau begitu kita jalani bersama."Di tempat lain, dalam d

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    290. Menyusun Masa Depan

    "Apa kau benar-benar ingin melakukan ini?"Jasmine menatap Noah dengan serius, mencoba mencari keraguan di matanya. Mereka berdiri di depan sebuah rumah kayu kecil yang berada di atas bukit, menghadap ke laut biru yang berkilauan. Angin menerpa wajah mereka dengan lembut, membawa aroma asin khas pantai.Noah tersenyum, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini, Jasmine. Aku ingin tempat ini menjadi awal baru bagi kita."Jasmine menghela napas, matanya kembali menatap rumah sederhana yang berdiri kokoh di hadapan mereka. "Aku tidak menyangka kau ingin menetap di sini. Aku pikir kau lebih suka kehidupan kota."Noah melangkah mendekat, meraih tangan Jasmine dan menggenggamnya erat. "Kota hanya penuh dengan ingatan tentang masa lalu. Aku ingin sesuatu yang segar, yang benar-benar milik kita. Di sini, kita bisa membangun sesuatu tanpa ada yang mengusik."Jasmine mengangguk pelan, merasakan ketulusan dalam ka

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status