Home / Romansa / Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO / 118. Baikan karena ke Bulgarion

Share

118. Baikan karena ke Bulgarion

Author: Ndraa Archer
last update Last Updated: 2025-02-02 15:26:20

Jasmine terbangun dengan mata yang masih berat, merasakan beban yang semakin menekan di dadanya.

Masih di rumah Vina, dia merenung sejenak, mengingatkan dirinya sendiri akan banyak hal yang perlu diselesaikan. Namun, pagi itu, Zora yang lebih dulu menghubunginya.

"Pagi, Jasmine," sapa Zora melalui pesan singkat di ponsel. "Aku cuma mau nanya, kamu pulang ke Raflesia Hill nanti? Sepulang wisuda kemarin, aku ngecek ke Raflesia kamu tidak ada."

Jasmine merasakan perasaan campur aduk. Dia tahu Zora ingin dia pulang, namun situasinya terasa semakin rumit. Entah kenapa, Jasmine merasa seakan ada jarak antara dirinya dan Zora. Semua yang terjadi, semua perasaan yang tumpah, membuatnya takut untuk kembali ke sana.

Setelah beberapa detik, Jasmine akhirnya membalas pesan itu: "Kak Zora, aku... aku ingin tinggal di sini dulu. Aku masih butuh waktu untuk menenangkan diri."

Zora membalas dengan cepat: "Kamu pasti tahu apa yang terbaik untuk dirimu sendiri, Jasmine. Jangan ragu untuk bilang kalau
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   119. Gugup Antara keputusan Impulsif  

    Jasmine merasa gugup, jantungnya berdebar semakin cepat. Keputusan untuk ikut terasa penuh risiko, membuatnya cemas dan canggung. Dia takut terlihat lemah di hadapan Noah, apalagi dengan emosinya yang tidak stabil selama hamil.’Apakah Noah benar-benar menginginkannya ikut atau ini hanya keputusan impulsif?’ Pertanyaan itu terus menghantui Jasmine.Di depan cermin, Jasmine menatap dirinya. Dengan pakaian sederhana dan tas ransel kecil, dia siap berangkat tanpa banyak persiapan. Entah apa yang menantinya, tapi dia tidak ingin menyusahkan Noah.Vina yang duduk di sofa ruang tamu tiba-tiba bersuara, memecah kesunyian di kamar."Jasmine, kenapa sih kamu gitu? Kalau mau ikut, ya ikut aja, jangan ribet," katanya sambil tertawa kecil. "Ini kan cuma ke luar kota, bukan jadi istri kedua Noah."Jasmine menoleh dengan mata sedikit melotot, lalu ikut tertawa kecil. "Aku tahu, Vi, cuma... ya ampun, deg-degan banget," ujarnya sambil menyentuh perutnya yang mulai membesar. "Rasanya kayak naik rolle

    Last Updated : 2025-02-02
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   120.  Nyanyian dari Perut yang tak Bisa Kompromi  

    Noah akhirnya membuka suara setelah beberapa menit berlalu. "Jasmine," katanya, suara berat dan penuh perhatian. "Kamu serius hanya membawa tas ranselmu itu? Tidak ada barang lainnya?"Jasmine hanya mengangguk, merasakan kekakuan dalam tubuhnya. "Iya, cuma ini saja," jawabnya singkat, merasa tidak perlu membawa barang berlebihan.Noah mengangguk pelan, lalu ada sedikit tawa di ujung kalimatnya. "Baiklah. Kalau kamu merasa nyaman seperti itu."Jasmine hanya tersenyum kecil, sedikit merasa lega mendengar Noah menerima keputusannya.Beberapa menit kemudian, Jasmine memecah keheningan, dengan nada sedikit malu, "Di sini sudah ada satu stel pakaian kasual," katanya dengan lembut.Noah tertawa pelan, suaranya sedikit menghibur suasana hati Jasmine yang masih canggung. "Baiklah, kalau begitu." Suaranya tenang, tidak ada nada kecewa atau bahkan ketidaksenangan dalam ucapan itu.Jasmine menarik napas pelan, berusaha meredam kegelisahannya. Di dalam mobil, dia mencuri pandang ke arah Noah yang d

    Last Updated : 2025-02-02
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    121. Perbincangan Lucu di Ruang VIP Bandara

    Setelah menerima boarding pass dari petugas, Noah dan Jasmine berjalan menuju ruang tunggu VIP. Ruangan itu luas, elegan, dan jauh lebih tenang dibandingkan keramaian di luar.Sofa-sofa empuk berjejer rapi, sementara jendela besar memperlihatkan pemandangan pesawat yang bersiap di landasan.Jasmine duduk di salah satu sofa dan menarik napas lega. Dia merasa perjalanan ini semakin nyata. Namun, sebelum bisa larut dalam pikirannya sendiri, Noah datang dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman."Makan dulu," katanya sambil meletakkan nampan di meja kecil di depannya.Jasmine melirik isi nampan itu. Ada sandwich, croissant, dan segelas jus jeruk."Kamu tahu aja aku lapar," gumamnya dengan mata berbinar.Noah duduk di sampingnya, menyandarkan punggung ke sofa dengan santai. "Nggak perlu jadi jenius untuk tahu itu, perutmu sudah kasih pengumuman sejak di mobil."Jasmine mendengus kecil, tapi pipinya merona malu. "Kamu denger?""Jelas. Masa kamu lupa, aku tadi bertanya, Aku kira ada g

    Last Updated : 2025-02-02
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   122. Dalam Penerbangan

    Pesawat melaju lancar di atas awan, membawa Jasmine dan Noah menjelajahi langit, meninggalkan Arthaloka menuju Bulgarion.Jasmine masih merasa kagum dengan pengalaman baru ini. Dari ruang VIP bandara yang mewah hingga kini berada di dalam pesawat pribadi, semuanya terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan.Selama penerbangan, Noah tampak sangat santai, hampir tidak ada ekspresi terkejut atau terkesan di wajahnya. Sebaliknya, Jasmine tidak bisa berhenti terpesona.Setiap detil dalam pesawat ini dari kursi kulit yang mewah hingga pencahayaan lembut, yang menambah nuansa eksklusif, membuatnya merasa seperti seorang bangsawan."Wow, ini luar biasa," gumam Jasmine, memandangi ruang kabin yang luas. "Aku nggak pernah bayangin bakal terbang dengan pesawat pribadi."Noah hanya meliriknya dan tersenyum kecil. "Biasa aja kok, ini hanya pesawat."Jasmine menatapnya sejenak, tak percaya. "Biasa aja? Kamu nggak ngerasa ini luar biasa?" tanyanya, merasa segala hal tentang perjalanan ini terasa sa

    Last Updated : 2025-02-02
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    123. Kejutan Sebelum Pendaratan

    Penerbangan yang terasa begitu cepat akhirnya memasuki fase akhir. Suasana dalam kabin mulai berubah, dengan petunjuk dan pengumuman dari kru pesawat yang menandakan bahwa pesawat akan segera mendarat. Jasmine masih terlelap, tak menyadari perubahan yang terjadi di sekitarnya.Noah menatapnya dengan lembut, merasa tertarik untuk membangunkannya dengan cara yang sedikit berbeda. Dia perlahan mengulurkan tangan, menyentuh bahu Jasmine dengan lembut."Jasmine," katanya dengan suara pelan, berusaha tidak mengejutkannya.Namun, Jasmine tetap tidak bergerak. Melihatnya begitu tenang membuat Noah merasa sedikit gemas. Dia mendekat, menatap wajah cantik Jasmine yang tampak begitu damai.“Jasmine, kita hampir mendarat,” katanya dengan suara lebih keras, kali ini menyentuh lembut pipinya.Jasmine mengerjap, matanya membuka perlahan seiring dengan suara itu. Selalu ada rasa bingung ketika seseorang baru terbangun, dan Jasmine kini merasa seperti terbangun di rumahnya, bukan di pesawat. Menggerak

    Last Updated : 2025-02-02
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    124. Kejutan di Guava Airport

    Setelah pesawat akhirnya mendarat dengan mulus di Guava Airport, bandara utama di Bulgarion, Jasmine terkesima melihat suasana yang menyambutnya.Bandara ini jauh lebih megah dan modern daripada yang dia bayangkan, dengan desain yang elegan namun tetap hangat dan ramah. Langit senja di luar, diterangi lampu-lampu bandara yang berkilauan, menciptakan suasana yang begitu indah."Wow... ini luar biasa," gumam Jasmine, matanya berkeliling, takjub.Setiap sudut bandara tampak dirancang dengan penuh perhatian, dengan taman hijau di dalamnya dan langit-langit yang tinggi, menjadikan suasana di sini terasa begitu terbuka dan nyaman."Noah, ayo kelilingi bandara sebentar," pintanya, berharap bisa menikmati lebih banyak lagi keindahan bandara ini.Noah mengalihkan pandangannya pada Jasmine. Meskipun sedikit kesal karena seharusnya mereka bisa langsung menuju tempat tujuan, dia mengerti betul bahwa ini adalah pengalaman pertama Jasmine di tempat ini, dan dia merasa perlu memberinya sedikit waktu

    Last Updated : 2025-02-02
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    125. Pertemuan yang Menegangkan

    Noah baru saja selesai membaca pesan dari Vanesia yang baru saja dikirimkan. Tiba-tiba, dia terkejut. Vanesia mengirimkan foto dirinya di bandara, dengan senyum lebar, menunjukkan bahwa dia sudah berada di sana.Jasmine yang melihat ekspresi bingung Noah langsung bertanya, "Ada apa? Kenapa kamu kelihatan terkejut?"Noah menatap pesan itu sekali lagi sebelum akhirnya menjawab, "Vanesia... dia sudah ada di sini. Dia menjemput kita."Jasmine mengangguk pelan. "Ya udah, suruh aja dia kemari." Suaranya terdengar santai, namun ada sedikit ketegangan yang mulai terasa di dalam hati. Ia tak tahu mengapa, tapi rasanya ada sesuatu yang aneh dengan Vanesia.Noah pun mengirimkan pesan balasan kepada Vanesia, memberitahunya untuk datang menemui mereka di lokasi. Tak lama, Vanesia terlihat berjalan dengan langkah cepat menuju mereka.Namun, saat Vanesia mendekat, dia tampak bingung mencari-cari keberadaan Jasmine. Wanita itu menyapa Noah dengan senyum penuh percaya diri, dan tanpa ragu, dia berniat

    Last Updated : 2025-02-02
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   126. Kamar Hotel yang Menyambut  

    Kamar Presidential Suite 1001 di lantai 20 itu benar-benar megah. Begitu pintu terbuka, suasana mewah langsung menyambut Jasmine. Interior kamar yang luas dan elegan dengan jendela besar yang menampilkan pemandangan kota Bulgarion malam itu memukau mata.Jasmine, yang sudah kelelahan, tak peduli dengan segala kemewahan itu. Tanpa berpikir panjang, dia langsung menghamburkan badannya ke kasur yang empuk."Noah... aku capek..." gumamnya pelan, menutup mata, mencoba melupakan segala hal di sekitarnya.Namun, Noah tidak bisa membiarkannya begitu saja. Dengan wajah yang penuh perhatian, dia menghampiri Jasmine."Jasmine, kamu harus membersihkan diri dulu. Kamu pasti merasa lebih baik setelah mandi," kata Noah lembut, meskipun ada sedikit nada memaksa di sana.Jasmine tidak menggubris. Rasanya terlalu malas untuk bergerak, apalagi setelah perjalanan panjang dan melelahkan. 

    Last Updated : 2025-02-03

Latest chapter

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   296. Keraguan di Antara Kita

    Setelah semua yang terjadi, Jasmine merasa ada jurang tak kasat mata di antara dirinya dan Noah. Meskipun Juan telah ditangkap, skandal Zora terbongkar, dan Jorse Corp kini berada di tangannya, hati Jasmine masih diliputi kebingungan.Di dalam kamar yang sunyi, ia duduk di tepi ranjang, menatap pantulan dirinya di cermin. Wanita di sana tampak lebih kuat daripada sebelumnya, tetapi ada sesuatu yang masih menggantung di matanya—keraguan.Noah mengetuk pintu sebelum masuk. "Kenapa masih belum tidur?" tanyanya, mendekat.Jasmine tersenyum tipis. "Aku hanya berpikir."Noah duduk di sampingnya, menatapnya lekat. "Tentang apa?"Jasmine menghela napas. "Tentang kita. Setelah semua yang terjadi... aku masih bertanya-tanya, apa aku pantas berada di sisimu? Apa aku benar-benar bagian dari hidupmu, atau hanya seseorang yang kebetulan terjebak dalam pusaran masalah ini?"Mata Noah menggelap, rahangnya mengencang. "Jasmine, aku tidak pernah mengang

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   295. Babak Baru untuk Jasmine dan Noah

    Berita tentang penangkapan Juan menyebar dengan cepat. Media menyebarkan informasi mengenai keterlibatannya dalam berbagai kejahatan, mulai dari konspirasi bisnis yang melibatkan Jorse Corp hingga skandal gelap keluarga Santika yang kini terungkap ke publik. Setiap detik, nama keluarga Santika semakin tercoreng, dan banyak pihak mulai berbalik melawan mereka. Dengan ini, hanya tinggal menunggu waktu hingga hukum akan menjatuhkan vonis pada semua yang terlibat.Di rumah keluarga Dirgantara, Jasmine duduk di ruang kerja Noah. Matanya menatap layar laptop yang penuh dengan dokumen-dokumen penting mengenai Jorse Corp. Keberadaan perusahaan itu di ambang kehancuran, tetapi kesempatan kini ada di tangannya untuk merebut kembali sesuatu yang seharusnya menjadi warisan keluarganya. Namun, ada satu hal yang masih mengganjal di pikirannya, hal yang lebih dalam dari sekadar bisnis. Ia harus membersihkan nama orang tuanya, membersihkan setiap noda yang ditinggalkan oleh pengkhianatan yan

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   294. Skandal Besar yang Menghancurkan Keluarga Santika

    Noah duduk di ruang kerja, menatap layar laptopnya dengan rahang mengatup. Serangkaian dokumen tentang perusahaan terpampang jelas di layar. Ancaman dari keluarga Bulharm bukan hanya rumor belaka—mereka benar-benar berusaha mengambil alih Dirgantara Group secara diam-diam.Namun, kali ini, dia merasa lebih tenang. Tidak ada lagi tekanan dari Zora, tidak ada lagi permainan licik yang harus dia hadapi darinya. Perceraian mereka sudah final, dan Zora kini menjalani hukuman 15 tahun penjara bersama Leonard Wijaya. Semuanya terasa lebih ringan, tetapi ancaman belum benar-benar berakhir.Pintu ruangannya diketuk. Jasmine masuk dengan ekspresi tenang tetapi penuh perhatian. “Ada masalah baru?”Noah menghela napas. “Bulharm mencoba mengambil saham mayoritas dari tangan investor kecil. Mereka ingin menguasai Dirgantara Group.”Jasmine duduk di hadapannya, matanya menatap Noah dengan serius. “Apa yang bisa kita lakukan?”

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   293. Langkah Baru

    "Kau yakin ingin melakukan ini?"Jasmine menatap Noah dengan sorot mata penuh pertimbangan. Mereka berdiri di tepi pantai, pasir putih lembut di bawah kaki mereka, sementara ombak berkejaran menuju bibir pantai. Angin laut menerpa wajah mereka dengan lembut, membawa aroma asin yang khas.Noah menatapnya dalam, menggenggam tangannya erat. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini, Jasmine. Kita sudah terlalu jauh untuk kembali. Ini hidup yang kita pilih, dan aku ingin menjalaninya bersamamu."Jasmine menghela napas, membiarkan dirinya tenggelam dalam tatapan pria itu. "Aku juga ingin itu. Aku hanya ingin memastikan bahwa kita tidak akan menyesal."Noah tersenyum kecil, mengangkat tangan Jasmine dan mengecup punggung tangannya lembut. "Tidak ada penyesalan. Hanya masa depan yang akan kita bangun bersama."Jasmine mengangguk, hatinya dipenuhi kehangatan yang tak bisa dijelaskan. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia benar-benar merasa berada di tempa

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   292. Jalan yang Kita Pilih

    "Kau yakin ingin melakukan ini?"Jasmine menatap Noah dengan sorot mata penuh keyakinan. Mereka berdiri di depan teras rumah kayu mereka, angin laut bertiup lembut membawa aroma asin yang menenangkan. Langit mulai berubah jingga, menandakan sore akan segera berganti malam.Noah tersenyum kecil, menatap mata Jasmine yang penuh dengan harapan. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini, Jasmine. Kita sudah terlalu jauh untuk kembali. Ini adalah awal baru kita."Jasmine mengangguk pelan, menggenggam tangan Noah erat. "Aku hanya ingin memastikan bahwa kita benar-benar meninggalkan masa lalu. Aku ingin hidup kita dipenuhi kebahagiaan, tanpa gangguan."Noah mengusap punggung tangannya lembut. "Dan itu yang akan kita lakukan. Tidak ada lagi yang bisa mengusik kita. Kita memilih jalan kita sendiri."Jasmine menarik napas panjang, menikmati ketenangan yang selama ini sulit mereka dapatkan. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia merasa sepenuhnya bebas.

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   291. Di Ambang Kepastian

    "Apa kau yakin ingin melakukan ini?"Jasmine menatap Noah dengan sorot mata penuh pertimbangan. Mereka berdiri di depan meja makan kecil di rumah kayu mereka, lilin yang menyala lembut di tengah meja menciptakan suasana hangat. Di luar, suara deburan ombak terdengar tenang, seolah dunia akhirnya memberikan mereka kedamaian setelah sekian lama berjuang.Noah menaruh sendoknya, lalu menatap Jasmine dalam. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini, Jasmine. Aku ingin hidupku bersamamu, tanpa ada gangguan dari siapa pun."Jasmine menggigit bibirnya, lalu menundukkan kepala. "Aku hanya ingin memastikan bahwa kita benar-benar siap. Aku tidak ingin ada lagi yang mengganggu kita."Noah tersenyum, mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Jasmine dengan lembut. "Tak ada yang bisa mengganggu kita lagi. Ini adalah awal baru kita."Jasmine menghela napas, lalu mengangguk. "Baiklah, kalau begitu kita jalani bersama."Di tempat lain, dalam d

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    290. Menyusun Masa Depan

    "Apa kau benar-benar ingin melakukan ini?"Jasmine menatap Noah dengan serius, mencoba mencari keraguan di matanya. Mereka berdiri di depan sebuah rumah kayu kecil yang berada di atas bukit, menghadap ke laut biru yang berkilauan. Angin menerpa wajah mereka dengan lembut, membawa aroma asin khas pantai.Noah tersenyum, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini, Jasmine. Aku ingin tempat ini menjadi awal baru bagi kita."Jasmine menghela napas, matanya kembali menatap rumah sederhana yang berdiri kokoh di hadapan mereka. "Aku tidak menyangka kau ingin menetap di sini. Aku pikir kau lebih suka kehidupan kota."Noah melangkah mendekat, meraih tangan Jasmine dan menggenggamnya erat. "Kota hanya penuh dengan ingatan tentang masa lalu. Aku ingin sesuatu yang segar, yang benar-benar milik kita. Di sini, kita bisa membangun sesuatu tanpa ada yang mengusik."Jasmine mengangguk pelan, merasakan ketulusan dalam ka

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   289. Langkah Baru

    "Kau yakin dengan keputusan ini?"Jasmine menatap Noah dengan mata penuh keyakinan. Mereka berdiri di balkon vila yang menghadap ke laut biru jernih, angin sepoi-sepoi mengibarkan helaian rambutnya. Suasana di tempat itu begitu tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota yang selama ini membebani mereka.Noah memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, menatap hamparan air yang tenang. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini. Kita sudah melewati terlalu banyak hal untuk terus melihat ke belakang. Ini waktunya untuk benar-benar melangkah maju."Jasmine mengangguk pelan. "Aku setuju. Tapi aku juga ingin memastikan bahwa kita tidak terburu-buru. Aku ingin semua ini nyata, bukan sekadar pelarian dari masa lalu."Noah berbalik, meraih tangan Jasmine dan menggenggamnya erat. "Jasmine, aku tidak akan pernah menjadikan ini sebagai pelarian. Aku ingin kita membangun sesuatu yang baru. Bersama."Jasmine menatap matanya dalam-dalam, mencari ketulusan di sana, dan

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   288. Cahaya di Ujung Perjalanan

    "Akhirnya, kita bisa benar-benar bernapas lega."Jasmine menatap ke luar jendela apartemen mereka, mengamati pemandangan kota yang berkilauan di bawah sinar bulan. Lampu-lampu jalan bersinar lembut, menciptakan bayangan samar di permukaan kaca. Udara malam yang sejuk menyelinap masuk melalui celah jendela, membawa aroma hujan yang tersisa di aspal.Tangannya menggenggam cangkir teh hangat, uap tipis mengepul, menebarkan aroma melati yang menenangkan. Pikirannya masih mencoba mencerna kenyataan bahwa semua ini telah berakhir. Tidak ada lagi ancaman dari Zora, tidak ada lagi bayang-bayang Leonard yang menghantui kehidupan mereka. Untuk pertama kalinya, dunia terasa lebih damai.Langkah kaki terdengar mendekat. Lalu, Noah melingkarkan lengannya di pinggang Jasmine, menariknya ke dalam dekapan hangatnya. Tubuhnya kokoh, dan aroma khasnya—maskulin dengan sedikit wangi sandalwood—begitu familiar, membuat Jasmine tanpa sadar menghela napas pelan."Ap

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status