BAB 44 SEDANG DICARIZontus masih sangat murka, dia mengamuk karena kenakalan Mia. Gadis muda itu benar-benar telah membuang tulang tubuh Putri Eluise. Mia memang tidak pernah tahu seberharga apa tulang belulang remuk yang telah dia buang ke laut. Zontus sempat memiliki harapan untuk kembali menghidupkan kekasihnya, tapi sekarang semu harapan itu telah sirna, tulang Putri Eluise lenyap, semua usaha Zontus sia-sia."Akan kupotong tangan lancangmu!" Zontus berteriak sambil melempar bangku metal sampai meledak karena membentur perisai."Bukan salahku!" Mia masih berani melotot. "Kau yang membawaku kemari! Kau mengurungku! Aku mau pulang!"Zontus menendang meja sampai terpental."Kau tidak akan bisa melukaiku!" Mia juga berani berdiri menantang. "Aku mau pulang!"Zontus langsung melangkah menghampiri Mia, gadis muda itu sama sekali tidak memiliki rasa gentar sampai tiba-tiba Zontus menyentuhnya. Mia melotot terkejut ketika merasakan ujung jari Zontus menempel tepat di dahinya dan tiba-ti
BAB 45 TERIAKAN[Gavin datang mencarimu]Livie sudah berusaha keras mengabaikan Gavin tapi tetap saja dadanya sakit setiap teringat semua janji dan hari-hari mereka ketika masih bersama. Hari saat hidup mereka terasa ringan tanpa beban. Sekarang semuanya telah berubah, bukan hanya Gavin yang telah berubah menjadi orang asing, hidup Livie juga sudah tidak sama lagi. Seandainya Gavin datang berlutut memohon untuk mereka memulai lagi dari awal, nampaknya Livie tetap tidak akan bisa. Walaupun Henry tidak pernah memberitahu mengenai kondisi medis Livie yang sebenarnya, tapi Livie tidak terlalu bodoh untuk mengetahui jika mungkin dirinya memang tidak akan pernah sembuh. Bahkan Livie seperti bisa merasakan jika seluruh kasih sayang serta perhatian yang diberikan oleh Henry karena dia tahu umurnya tidak akan lama lagi.[Sekarang Gavin masih berada di New York]Livie baru ingin balas mengetik pesan, tapi Henry sudah kembali keluar. Livie langsung buru-buru menghapus semua jejak pesannya agar
BAB 46 KEMAPUAN SPESIAL PANGERAN HUSAINKarena akal cerdik Pangeran Husain masalah Mia dapat teratasi dengan gampang. Pangeran Husain berhasil membuat Zontus jera. Mia benar-benar bisa pulang ke rumah peternakan dengan tenang, kembali mendapatkan kebebasan, dan bisa beraktifitas normal. Mia tidak perlu bersembunyi atau takut menjadi target buruan. Husain memang cerdik, Zontus tidak akan bisa menyentuh Mia kecuali dengan ketulusan.Pangeran Husain akan selalu menemukan jalan keluar yang mungkin tidak akan terpikirkan oleh orang lain. Yang pasti, kali ini permainan Pangeran Husain untuk menjerat Zontus juga belum usai. Husain harus bisa mengakhiri kutukan dari elang api, karena itu dia masih membutuhkan Zontus."Aku pulang!" Mia berteriak dan berlari dari pintu mobil yang baru berhenti di halaman."Oh, Tuhan .... terimakasih ..." Mara mendekap putrinya erat-erat.Mia kembali dengan utuh, bahkan tanpa trauma sedikitpun karena gadis itu sama sekali tidak ingat dengan penculikan Zontus.
BAB 47 NAMA LIVIESelama tiga bulan penuh Livie mengambil istirahat total untuk menjalani terapi khusus. Proses terapi yang sangat berat bagi Livie, tapi beruntung dia memiliki Henry yang terus mendampingi dengan luar biasa. Henry juga memenuhi janjinya untuk menemani Livie hadir di acara premier.Nama Livie sedang sangat populer. Livie telah mengundang banyak penasaran publik atas peran sentralnya dalam sebuah film besar. Terlebih Livie juga sama sekali belum pernah muncul di depan media manapun selama masa promosi film. Seluruh identitas serta latar belakang Livie terus Henry rahasiakan. Tidak sedikit media yang mulai menyebar rumor jika gadis muda cantik itu hanya merupakan hasil kreasi digital yang sebenarnya tidak pernah ada. Ditengah beredarnya berbagai rumor yang semakin membuat nama Livie populer, tiba-tiba gadis muda itu membuat kejutan dengan muncul di acara premier pemutaran film perdananya di New York. Livie tampil dengan gaun kuning cerah, bermotif bunga kontur besar di
BAB 48 SELAGI MASIH MEMILIKI KESEMPATANKetika Jackson sudah lega melihat Ana siuman dan bayi cantiknya yang sehat, di tempat lain Henry Loghan masih diliputi ketakutan mencekam karena Livie belum juga sadar. Sudah hampir sepulu jam berlalu."Kapan istriku akan sadar?" Henry kembali menemui Dokter Richard."Kami sudah coba melakukan beberapa rangsangan tapi sepertinya kaki kanan pasien sudah tidak merespon.""Apa istriku akan lumpuh?""Lebih tepatnya, pasien sudah mulai mengalami kelumpuhan."Mendadak kaki Henry yang seolah menjadi lumpuh. Henry sangat takut, punggungnya mulai gemetar sampai terduduk lemas di kursi metal lorong rumah sakit. Beruntung tidak lama kemudian Aron datang menyusul."Aku tidak akan sanggup memberitahu Livie!" Henry menatap Aron. "Livie tidak akan bisa berjalan lagi, dia hanya akan terus melemah sampai akhirnya lumpuh total."Henry sangat takut bagaiman jika Livie sampai bertanya. "Aku benar-benar tidak sanggup!" Jangankan Henry yang telah mengurus Livie se
BAB 49 DIUJI DENGAN KESABARANGavin benar-benar bersikeras untuk bertemu Livie."Kau tidak bisa menghalangi kami untuk bertemu!""Aku suaminya!" tegas Henry. "Aku bisa menentukan siapa yang bisa menemui istriku!""Aku tidak percaya dengan pernikahan kalian!" Gavin langsung menepis klaim Henry. "Kau bisa meyakinkan semua orang, tapi aku tidak akan tertipu dengan sandiwara yang coba ditunjukkan Livie!"Kali ini Gavin juga balas menatap Henry Loghan dengan serius. "Apa kau pernah bertanya apa yang ada di hatinya? apa yang dia rasakan?""Kau pikir kau siapa, berani bicara seperti itu!" Henry melantangkan suaranya sambil merampas krah kemeja Gavin untuk kembali dia hantam wajahnya. "Kau hanya pemuda brengsek yang telah mengabaikannya demi popularitas, kau tidak layak untuk sekedar menyebut nama Livie!"Henry masih mencengkeram leher gavin tapi pemuda itu justru menantang dengan getaran tawa."Aku yakin sebenarnya Livie paham dengan kondisiku, aku juga masih memegang janji dan tidak pernah
BAB 50 SUKA BERENANGHari sudah sore ketika Mia pulang dengan pakaian kering tapi rambut panjangnya tetap masih lembab basah bau rumput rawa. Mia menunggangi kuda hitam besar keluar dari tepi garis hutan."Ah, lihat anak gadismu Jared!" Mara akhirnya melihat Mia pulang. "Kapan dia akan dewasa?""Kupikir kau bakal lebih suka jika dia tetap jadi anak-anak!" Jared menjawab dengan enteng.Faktanya cuma tinggal Mia yang sekarang mereka miliki, begitu dewasa anak-anak akan memiliki kehidupan sendiri, bukan jadi milik mereka lagi."Tapi Mia sudah terlalu besar untuk bermain lumut rawa!" Mia tetap mengomel menyalahkan kebiasaan Jared. "Itu akibat kau sering melempar putrimu ke rawa!"Sejak kecil Jared memang sering membiarkan Mia bermain terlalu bebas, membiarkan anak perempuannya berguling dengan rumput dan lumpur. Ketika Mia terlihat kotor untuk dia bawa pulang, Jared tinggal melemparnya ke rawa-rawa untuk dibersihkan."Sekarang jangan ikut campur, biar aku yang mengajarinya disiplin!" Mara
BAB 51 SIAPA YANG SUKA MENGINTIPUntuk ukuran playboy macam Henry Loghan yang tidak pernah tahan dengan godan wanita, tentunya selama ini dia sudah sangat berusaha keras menahan diri demi untuk menjaga Livie. Bagi Henry, Livie bukan cuma masih sangat muda, dia juga masih virgin. Tapi, ketika Livie membelai ke sekujur otot jantannya yang telah mengeras, rasanya Henry bisa gila bila tidak menginginkan gadis muda itu untuk dirinya sendiri."Aku mau." Livie juga langsung berucap dengan sangat berani. "Aku ingin merasakan yang pertama denganmu!"Henry kembali membelai wajah lembut Livie kemudian menempelkan dahinya agar mereka bisa saling menatap dengan sangat dekat. Sungguh Henry tidak pernah merasa secemas ini memberikan keinginan Livie."Aku bukan pria yang layak untukmu." Henry berucap pelan. "Tapi aku bisa gila jika kau memintanya dari Gavin!"Livie cuma tersenyum lembut dan tiba-tiba berpaling untuk mengecup kulit leher Henry dengan lumatan. Mereka sedang sama-sama basah bercucuran
BAB 60 PERANG BERAKHIRSeluruh media pemberitaan dunia seketika heboh dengan aksi bunuh diri dari jet tempur FX-99 untuk meledakkan kapal induk lawan dan menghentikan invasi militer. Seketika kekuatan lawan lumpuh total, kapal induk, persenjataan, serta ribuan tentara ikut tengelam bersama bom nuklir mereka sendiri. Pasukan lawan sudah tidak berdaya dengan kerugian besar yang belum tentu pulih untuk mereka bangun kembali dalam sepuluh dekade.Selanjutnya seluruh sisa pasukan lawan berhasil dipukul mundur oleh para tentara relawan bersama kapal induk bantuan dari Istana Tamir. Berbagai kejahatan pihak lawan ikut terbongkar di mata dunia, termasuk aksi kejahatan mereka menyalahgunakan laboratorium sebagai praktik pencucian otak. Seluruh data korban juga Gerald serahkan pada pihak intelijen.Sayangnya sampai FX-99 ikut meledak sama sekali tidak ada yang tahu jika pilot didalamnya adalah Faaz. Faaz adalah pahlawan yang sesungguhnya, aksi heroiknya telah berhasil menghentikan pertempuran
BAB 59 AKSI TERAKHIR Bias langit jingga terlihat memantul dari cakrawala, permukaan samudra yang sedang hening serempak berkilau seperti lautan api. Sama sekali tidak ada yang sadar akan datangnya bencana dahyat. Dengan tatapan tegas tajam tanpa sedikitpun keraguan, Faaz berangkat melaksanakan tugasnya yang paling berbahaya. Tugas paling berbahaya karena bakal ikut menentukan masa depan dunia. Ingat tentang sedikit percikan yang bakal mengobarkan api besar? Sekarang Faaz sedang memegang pemantik apinya. Mungkin ini akan menjadi tugas terakhir bagi Faaza tapi sebagai seorang prajurit dia tidak boleh gentar, matipun dia rela demi menjalankan tugasnya. Deru mesin jet berdesis keras dari sisi ekor belakang, sebuah pendorong mekanik ikut melontarkan jet tempur meluncur ke langit hanya dengan landasan pendek. Untuk sekejap, cakrawala seperti ikut terbelah oleh suara desingan super sonic. Faaz membawa sebuah bom dahsyat melesat bersama dirinya. Kolonel Bravin ikut menyaksikan sendiri
BAB 58 KEBOHONGAN YUSUFKetika sedang bertugas menyalurkan bantuan pangan, ketiga helikopter milik tim relawan diserang sebuah jet tempur di atas perbukitan. Ketiga badan helikopter ditemukan sudah meledak hancur, termasuk helikopter yang sedang dikendarai oleh Pangeran Yusuf. Evaluasi serta pencarian korban segera dikerahkan. Dua orang pilot ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kondisi sangat mengenaskan. Tapi Pangeran Yusuf tidak ditemukan.Helikopter yang di kendarai oleh Pangeran Yusuf juga jatuh agak terpisah di lembah bukit. Proses evakuasi dan pencarian jadi agak sulit karena kendala Medan yang terjal. Kemungkinan Pangeran Yusuf juga sudah tidak selamat, tapi Pangeran Albani bersikeras harus menemukan tubuh putranya.Setelah hampir dua puluh empat jam pencarian akhirnya Pangeran Yusuf ditemukan di tebing lereng. Pemuda itu ditemukan dalam kondisi tubuh lemas pingsan tapi ajaibnya masih hidup. Nyaris tidak masuk akal karena Pangeran Yusuf juga cuma mendapat luka ringan benturan
BAB 57 PERGI KE MEDAN PERTEMPURAN BERSAMA GERALD"Aku ingin ikut berangkat bersama tentara kita untuk menghentikan agresi militer.""Tidak!" Serkan langsung menolak tegas permintaan putranya untuk ikut berangkat ke medan perang. "Kau tetep akan berada di sini!""Yusuf akan pergi." Hamdan membandingkan dirinya dengan Yusuf. "Kenapa aku tidak bisa?""Perjuanganmu bukan di tengah medan pertempuran dengan senjata."Serkan tidak memberitahu jika dia telah mengutus Gerald bersama pasukannya. Putra mahkota tetap harus mereka jaga."Aku akan pulang untukmu Baba." Hamdan masih memohon kerelaan Yang Mulya Serkan agar memberi ijin."Aku tidak akan mengambil resiko untuk putra mahkotaku!" Serkan menatap tegas. "Bahkan seandainya negara kita yang sedang diserang, aku sendiri yang akan melindungi mu di tengah benteng yang paling tebal!"Serkan terus menatap tajam ke manik mata Pangeran Hamdan."Bukan karena kau putraku, tapi karena darahmu terlahir untuk sebuah tujuan yang lebih besar bagi rakyat k
BAB 56 IKUT BERTEMPURSetelah menandatangi kerjasama militer dengan Raja Khaleed, Yang Mulya Serkan menyampaikan pidatonya di hadapan seluruh media serta tamu undangan penting yang ikut hadir menyaksikan pertemuan penting tersebut. Pertemuan penting yang akan menjadi bagian dari sejarah kemajuan peradaban militer di masa depan.“Penandatanganan perjanjian kerjasama jangka panjang ini mengkonfirmasi ketahan hubungan antara dua negara yang dibangun di atas kepercayaan, dibentuk oleh sejarah, dan didorong oleh visi bersama kami tentang masa depan yang penuh peluang, inovasi, dan kemakmuran berkelanjutan.”Gemuruh tepuk tangan diberikan untuk keberanian Yang Mulya Serkan yang juga telah mengkonfirmasi keikut sertaan negaranya untuk mengirim pasukan tempur guna menghentikan agresi militer. Ditengah semua orang yang sedang bertepuk tangan Putri Sofia justru sedang diliputi rasa tegang. Putri Sofia melihat babanya yang sangat pemberani, tanpa gentar meletakkan dirinya di garda paling depan
BAB 55 PERTARUNGAN Beruntung para tentara relawan sudah cukup waspada, setiap malam mereka sengaja hanya menyalakan lilin di dalam tenda kemudian tidur di balik barisan bukit kecil di seberang sungai. "Brengsek!" Kemal mengumpat keras. "Mereka benar-benar datang!" Ketika serangan udara datang menghujani seluruh camp dengan berbagai peluru misil, para tentara relawan cuma menyaksikan gemuruh ledakan itu dari lereng bukit. Kilat api terlihat berkobar dari jejak ledakan menggelegar. Asap pekat bercampur pasir gurun membumbung ke langit gelap. Benar-benar gempuran yang brutal, kemal dan yang lain yakin mereka tidak mungkin akan selamat bila masih berada di camp. Sehebat apapun bala tentara musuh dan persenjataan mereka. Pertolongan dari langit tetap bisa tiba-tiba datang untuk mereka yang diberi keberuntungan. Kemal dan seluruh kawannya selamat tanpa ada yang terluka. ******* Putri Sofia sedang duduk seorang diri di sofa balkon kamarnya, langit malam mulai ditumbuhi percikan bi
BAB 54 MENYERANG KAWAN SENDIRIKelopak mata Dokter Faiza perlahan terbuka sayup, kepalanya terasa berat, dan napasnya masih tersengal sesak oleh sisa endapan asap. Dokter Faiza pingsan akibat terjebak di tengah tenda yang sedang terbakar, dia menghisap terlalu banyak asap karbon. Tapi beruntung wanita cantik berhati malaikat itu masih selamat dari tragedi mengerikan.Kondisi Dokter Faiza masih sedikit linglung, ranjang empuk di bawah tubuhnya terasa asing, bau antiseptik di sekelilingnya menusuk sangat keras. Setelah mengerjap pelan, Dokter Faiza baru sadar bila dirinya telah berada di kamar rumah sakit. Tangan kiri Dokter Faiza dipasangi infus, dia juga mendengar suara langkah kaki dari luar dan tidak lama kemudian pintu terbuka."Anda sudah sadar?" Seorang perawat wanita menghampiri Dokter Faiza."Apa yang terjadi?" Dokter Faiza benar-benar bingung dengan kondisinya."Anda pingsan karena menghirup terlalu banyak asap kebakaran." Perawat wanita menjelaskan."Bagaimana dengan camp rel
BAB 53 SERANGAN TIBA-TIBA Kurang lebih lima belas mil dari perbatasan kota yang dijaga ketat oleh pasukan tentara musuh, tenda relawan medis berjejer di dekat hilir sungai. Tenda-tenda tersebut sengaja di pindahkan ke dekat tepian sungai agar diam-diam bisa mempermudah penyelundupan para tawanan untuk mendapat pertolongan.Setelah lebih dari enam bulan para tim relawan dikirim ke medan pertempuran, sepertinya mereka cuma semakin tersingkir jauh dari kota yang telah di duduki oleh pihak musuh. Pihak musuh menerbitkan larangan keras bagi siapapun untuk memasuki kota. Penduduk sipil yang masih terjebak di tengah kota sebagian menjadi sandera dan sebagian besar dalam kondisi memprihatinkan, terutama wanita dan anak-anak.Setiap hari gelap para relawan militer akan menyelinap melalui jalur sungai untuk membawa korban terluka dan membebaskan sandera. Kamp para tentara relawan juga terletak tidak jauh dari tenda tim medis agar memudahkan akses bagi mereka untuk saling membantu dan berbagi
BAB 52 HARUS PATUHPutri Sofia yang baru kembali dari asik berlibur langsung dibuat terkejut melihat Hamna sudah menunggunya di Istana Zubair."Apa yang kau lakukan di sini?""Pangeran Al-Waleed mengirim saya untuk menjaga Anda, Putri Sofia.""Mustahil!" Putri Sofia tidak percaya. "Pangeran Al-Waleed telah mengembalikan mu!""Silahkan Anda bicara sendiri dengan Pangeran Al-Waleed."Saat itu juga Putri Sofia menghubungi Pangeran Al-Waleed melalui telepon. Setelah tiga kali nada sambung, Pangeran Al-Waleed langsung menyambut dengan ucapan salam keselamatan dengan nada lembut."Kenapa Hamna ada di Istana Zubair?" Putri Sofia yang sedang terburu emosi langsung menerjang dengan pertanyaan lantang tanpa membalas ucapan salam."Aku yang mengutusnya untuk menjagamu." Pangeran Al-Waleed masih berusaha tenang dengan sikap dewasa."Aku sudah punya Zahra, aku tidak butuh pengawal lagi." Sofia menolak. "Aku tidak suka dengan pengawal yang Anda kirim!""Suka atau tidak suka, kau tetap harus dija