Home / Romansa / Let You Go / Ayah Putri

Share

Ayah Putri

Author: Darmawati212
last update Last Updated: 2021-11-03 16:53:41

"Putri, apa kau sudah selesai?" teriak seorang wanita yang nampaknya sedang menata sarapan sederhana di atas sebuah meja makan kayu.

"Iya, sebentar, mom," teriak Putri tak kalah heboh nya.

Dengan langkah tergesa-gesah, Putri keluar dari kamarnya dengan pakaian kasual untuk berangkat ke kampus nya.

Dengan langkah riang, Putri menghampiri ibunya dan mengecup pipi ibunya dengan penuh cinta. Hal itu merupakan rutinitas wajib yang dilakukan oleh Putri sejak dia kecil.

"Good morning, mom," ucap Putri sambil menarik dirinya menjauhi ibunya dan mendudukkan dirinya di salah satu kursi yang berada di meja kayu itu.

"Nah, jangan lupa makan yang banyak, supaya badanmu cepat besar," ucap Ibu Putri dengan gemas sambil mengacak-acak rambut putrinya yang telah tertata rapi.

Rasanya, baru kemarin putrinya itu menangis di pelukan nya hanya karena tidak dibelikan

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

  • Let You Go   Maafkan aku

    Dengan sekuat tenaga, Kanaya mencoba untuk membuka matanya yang terasa sangat berat. Sejujurnya, dia sangat ingin membiarkan matanya untuk terpejam namun karena egonya yang terlalu besar, Kanaya mencoba untuk melawan keinginannya itu"Hagh..."Kanaya menahan napasnya dengan pelan saat dirinya berhasil membuka kedua matanya.Hal pertama yang dilihat oleh Kanaya adalah seorang wanita bergaun midi berwarna putih yang tengah duduk di sofa. Kanaya menyipitkan kedua matanya untuk memperjelas pandangannya yang nampak kabur itu. Wanita itu... apakah wanita itu malaikat? Apakah Kanaya sudah mati?Jika Kanaya sudah mati, Alvin pasti akan menertawakannya. Alvin pasti menertawakan kelemahan nya. Alvin dan jalang itu pasti menertawakan nya."Ssshhh..."Kanaya mendesis saat merasakan kepalanya berdenyut-denyut kencang. Kanaya tau, denyutan itu pasti muncul karena Kanaya me

    Last Updated : 2021-11-03
  • Let You Go   Sampai jumpa lagi

    Kanaya melangkahkan kaki jenjangnya yang berbalut ankle boots berwarna hitam ke atas lantai lobi salah satu rumah sakit yang berada di Barcelona. Kanaya melangkahkan kakinya dengan angkuh, wajah cantiknya tak berkespresi membuat semua orang yang melihatnya merasa terkejut dan terkagum-kagum dengan aura orang kaya milik Kanaya.Disaat semua orang mengaguminya, Kanaya malah tak henti-hentinya mengumpat di dalam hatinya. Ingin rasanya dia mencabik-cabik wajah istri keluarga Veranno itu. Berani-beraninya dia menipu suami Kanaya!"Excuse me, dimana kamar Angelique Halle-Cho?" tanya Kanaya dengan nada dingin kepada seorang perawat wanita yang tengah berjaga di pos jaga lobi rumah sakit itu."Wait a moment, miss," ucap perawat wanita itu sambil tersenyum ramah yang dibalas dengan anggukan samar oleh KanayaSelagi menunggu perawat itu mencari data tentang istri keluarga Veranno itu, Kanaya meng

    Last Updated : 2021-11-05
  • Let You Go   (Tidak) akan bahagia

    "Saya turut berbela sungkawa atas kematian anak anda yang tak pernah ada itu."Angelique yang mendengar ucapan Kanaya tersebut langsung tertawa kecil dan mengangkat salah satu alisnya. Dia menatap Kanaya seolah-olah ia sedang bertanya 'Seriously? What do you mean, bitch?'"Candaan anda sungguh keterlaluan, nyonya Dominguez muda," ucap Angelique.Mendengar ucapan Angelique, Kanaya menghela napasnya dengan kesal. Apa sih susahnya bagi Angelique untuk mengakui segala kebohongannya? Mengapa Angelique harus mengulur-ngulur waktu seperti ini? Apakah wanita tua itu berpikir dirinya sedang berada di salah satu serial tv tak berbobot?Buub!Kanaya melemparkan sebuah amplop kecil yang sedari tadi disimpannya di dalam saku cardigan mahalnya dengan sekenanya ke arah Angelique."Ini... apa? Apakah nyonya Dominguez muda akan memberikan seg

    Last Updated : 2021-11-05
  • Let You Go   Satu malam

    Naya melangkahkan kakinya yang kini tengah dibalut sepatu boots hitam berbahan velvet untuk menaiki limousine yang saat ini tengah menunggunya dengan manis di depan pekarangan rumahnya.Rasanya, baru tadi siang Kanaya menangani Angelique, kini, Kanaya harus menangani jalang yang memuaskan Alvin pada malam itu. Biasanya, jalang one night stand sangat jarang atau tak pernah menghubungi kembali klien one night standnya, tapi dalam kasus Alvin, Kanaya kurang yakin dengan hal itu. Seriously, apa Alvin adalah sosok pria yang bisa ditolak? Dia tampan, pintar, kaya, dia memiliki segala kualifikasi untuk menjadi pria idaman."Nona, apakah kita benar-benar akan pergi?" tanya Alan yang sedang membukakan pintu limousine untuk Kanaya."Of course! Why not?" ucap Kanaya sambil memasuki limousine itu tanpa menatap Alan.Alan menghela napasnya.Setelah memastikan nona nya itu sudah memasuki

    Last Updated : 2021-11-05
  • Let You Go   Aku paham

    "Rex, buatkan aku minuman biasa, ya!" ucap pria itu akrab kepada bartender yang berada disana.Kanaya mengangkat kecil alisnya. Dari nada ucapan pria itu, Kanaya yakin bahwa pria dihadapannya ini sangat sering mengunjungi club ini. Bahkan pria ini nampaknya akrab dengan bartender itu.Ah... mungkin Kanaya harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mengorek informasi mengenai si jalang Rose."Here you are!" ucap bartender itu sambil menyodorkan sebuah gelas yang telah berisi minuman beralkohol kesukaan pria itu.Pria itu tersenyum dan menggumamkan ucapan terimakasih sebelum bibirnya mencecap minuman itu."Oi, miss... apakah aku sebegitu tampannya sampai kau tak bisa mengalihkan pandanganmu dari wajahku?" tanya pria itu kepada Kanaya tanpa mau repot-repot mengalihkan pandangannya dari minumannya menuju wajah Kanaya.Mendengar pertanyaan tak masuk aka

    Last Updated : 2021-11-05
  • Let You Go   Rose

    "My baby Rose... apa kau menginginkan apartemen baru, eumh?" tanya seorang pria bertubuh tambun yang sedang memangku tubuh sintal Rose di atas pahanya.Rose menampilkan senyum centilnya. Kedua tangan nya langsung terulur untuk memeluk leher pria yang nampaknya sudah memiliki usia yang sama dengan kedua orang tuanya."Kalau aku menginginkannya, apakah sayang akan memberikannya?" tanya Rose dengan tatapan menggodanya.Pria itu terkekeh geli saat mendengar pertanyaan Rose yang nampaknya tak perlu dijawabnya. Pria itu sudah menawarkan apartemen kepada Rose pertama kali, itu berarti kalau pria itu memang akan memberikannya kepada Rose jika Rose menginginkannya bukan?"Tentu saja, baby," ucap pria itu sambil mencium rose."Terimakasih. Tapi, daripada apartemen baru... aku lebih suka jika sayang memberikanku uang," ucap Rose sambil mengerucutkan bibirnya.

    Last Updated : 2021-11-05
  • Let You Go   Elegant but psycho

    Rose membuka matanya yang terasa sangat berat dengan sekuat tenaganya. Hal pertama yang dilihatnya adalah sosok wanita yang tengah duduk dengan elegan di sebuah kursi kayu bersama seorang pria yang juga duduk di kursi yang sama dengannya di samping kanannya, selain itu, terdapat pria lain yang sedang berdiri di samping kirinya.Rose menyipitkan matanya dan menggeleng pelan kepalanya agar seluruh kesadarannya dapat terkumpulkan sepenuhnya."Kanaya?" beo Rose saat dia menyadari bahwa wanita yang sedang diapit oleh dua pria bertubuh kekar itu adalah wanita yang telah membooking nya malam ini, Kanaya."Wah... Aku tak menyangka jika kau akan bangun secepat ini," ucap Kanaya sambil tersenyum miring dan melipat kedua tangannya di depan dadanya.Rose mengernyitkan dahinya saat mendengar ucapan Kanaya."Apa maksudmu?" tanya Rose yang dibalas dengan sebuah senyuman remeh dari Kanaya.

    Last Updated : 2021-11-05
  • Let You Go   Pembunuh

    "Loco, malam ini, biarkan aku yang menyelesaikannya. Sudah lama aku tidak melihat wanita menjerit dibawah kendaliku," ucap Kanaya dengan bengis kepada pria seram yang sedari tadi duduk di sampingnya.Pria itu terkekeh kecil."Apa kau yakin Kanaya? Darah kotor milik wanita itu pasti akan mengotori gaun mahal mu itu," ucap pria itu, Loco, ditengah-tengah kekehannya."Berisik!" ucap Kanaya sambil mengangkat kakinya yang sedari tadi diletakkan nya di atas punggung Rose.Loco tertawa kecil saat mendengar ucapan nona nya itu. Meskipun Loco berstatus sebagai bawahan Kanaya, namun Loco tak pernah bersikap formal kepada Kanaya, seperti yang biasanya dilakukan oleh budak kepada majikannya.Tentu saja, di awal pertemuan mereka, Kanaya memaki Loco dan memberikan Loco pelajaran agar mulut dan tingkah laku pria berbadan kekar itu dapat sopan kepada Kanaya, tapi Loco tetap saja ti

    Last Updated : 2021-11-07

Latest chapter

  • Let You Go   Semuanya telah berakhir

    "Apa anda yakin ingin menjual rumah anda, nyonya? Rumah anda sangat indah, anda mungkin tak akan bisa mendapatkannya kembali jika anda menjualnya kepada saya," ucap seorang wanita yang berada di samping Kanaya tanpa bisa mengalihkan tatapan takjubnya dari rumah megah Kanaya yang hendak dibelinya. "Saya yakin sekali ingin menjual rumah saya. Saya dan keluarga kecil saya ingin pindah ke tempat yang lebih sepi," jawab Kanaya tak kalah ramahnya. "Ah... semoga anda bisa menemukan rumah impian anda," ucap wanita itu sembari tersenyum. Kanaya menganggukkan kepalanya dengan mantap. Setelah percakapan singkat itu, Kanaya langsung menyerahkan kunci rumah yang telah ditempatinya bersama Alvin selama beberapa tahun terakhir kepada wanita tersebut. Wanita itu juga menyerahkan selembar cek ke depan Kanaya. Kanaya lantas membiarkan wanita itu melangkahkan

  • Let You Go   Yacht 2

    "Mereka belum memanggilku, jadi aku menghabiskan waktuku untuk bersenang-senang disini. Lagipula, Madrid lebih baik daripada Sisilia," ucap Loco sembari menampilkan senyumannya.Apa yang dikatakan oleh Loco itu memang benar adanya. Dibandingkan tinggal di Sisilia, Loco lebih suka tinggal di Madrid. Di Madrid, Loco tak perlu repot-repot memikirkan tentang nyawanya yang mungkin saja bisa hilang kapan saja, namun saat dia berada di Sisilia, untuk tidur 2 jam saja, rasanya Loco tidak mampu.Rasa antisipasi milik pria itu sangat tinggi ketika berada di Sisilia. Mungkin hal itu karena Loco adalah seorang penjahat buronan yang selalu menjadi target para polisi Sisilia. Selain itu, Sisilia juga terkenal dengan angka tindak kriminalnya yang sangat tinggi. Meskipun Loco adalah seorang penjahat, namun ia juga mewaspadai teman se pekerjaan nya... well... karena dalam dunia kejahatan, tidak ada satupun orang yang bisa kau percayai. Semua orang adalah musuh mu.

  • Let You Go   Yacht

    "Tiket," ucap seorang bodyguard bertubuh tambun yang sedang berjaga di pintu masuk yacht. Bodyguard itu dan satu teman nya yang lain bertugas untuk mengawasi tamu-tamu yang masuk ke dalam pesta yacht ini. Mereka harus memastikan bahwa di antara tamu-tamu itu, tidak terselip satu orang anggota kepolisian yang sangat nasionalis, karena hal itu akan membawa petaka bagi pemilik bisnis yang mengadakan pesta yacht ini."2 VVIP," ucap Loco sembari menyodorkan dua tiket berwarna hitam dengan tulisan berwarna gold yang menambah kesan elegan tiket itu.Bodyguard bertubuh tambun itu langsung mengambil tiket itu dan mengecek keaslian masing-masing tiket itu dengan melakukan pengecekan terhadap kode QR yang terdapat di tiket itu.Setelah memastikan bahwa tiket itu adalah tiket asli, bodyguard itu langsung menyerahkan kedua tiket itu kepada teman bodyguard nya yang lain. Namun, nampak nya, pengecekan identi

  • Let You Go   Nikmati waktumu

    Berhari-hari semenjak kejadian malam peringatan hari tunangan Alvin dan Kanaya yang kedua tahun itu, hubungan antara Alvin dan Kanaya semakin merenggang. Sudah berhari-hari juga, Alvin selalu pulang terlambat ke rumah mereka dan pergi ke perusahaannya pagi-pagi sekali.Awalnya, Kanaya mengira jika Alvin melakukan hal itu karena pria itu sedang memiliki proyek besar yang sangat membutuhkan dirinya. Namun, lagi-lagi semua itu hanya pikiran naif Kanaya. Dari Loco, Kanaya tau jika suaminya itu beberapa kali menghabiskan waktunya bersama dengan Claudia.Terkadang, mereka akan bertemu di perusahaan Alvin, di rumah Claudia atau di tempat-tempat umum seperti restoran dan café mahal yang pastinya sudah dibooking seluruhnya oleh Alvin. Sepertinya, pria itu tak ingin pertemuan mereka diketahui oleh publik. Cih!Jujur, hati Kanaya sangat sakit ketika mendengar hal itu dari Loco. Namun, Kanaya

  • Let You Go   Selamat hari pertunangan

    "Permintaanku kali ini... aku harap... pria yang saat ini sedang bersamaku, dapat membalas perasaanku kepadanya," ucap Claudia penuh keyakinan sembari menatap wajah Alvin dari samping.Alvin yang mendengar ucapan Claudia itu langsung mengernyitkan dahinya. Pria itu menolehkan wajahnya ke samping agar dirinya bisa melihat seluruh wajah Claudia."Maaf... tapi sepertinya permintaanmu itu tidak akan pernah menjadi nyata," ucap Alvin.Glek.Claudia menegak ludahnya dengan kasar."Aku sudah menikah, Claudia. Aku adalah pria yang sudah beristri."Rasa panas menjalari punggung Claudia. Ia sangat malu, sangking malunya, wanita itu tak berani menatap mata Alvin.Astaga... bagaimana kata-kata memalukan itu bisa keluar dari mulut Claudia? Nampaknya, Claudia memang sudah benar-benar kehilangan akalnya."Tapi... aku t

  • Let You Go   Pertemuan malam

    Aku sudah berada di bawah. Kau cepatlah keluar. Aku tidak memiliki banyak waktu.Claudia tidak bisa menahan senyumannya ketika dirinya menerima email dari Alvin. Well... perlu kalian tau, sampai sekarang, baik Alvin dan Claudia tak pernah saling bertukar nomor ponsel. Claudia sangat ingin mendapatkan nomor ponsel pria itu, tapi ia sangat segan untuk memintanya selain itu, ia takut dikira wanita murahan oleh pria itu.Sejujurnya, Claudia tidak menyangka jika Alvin akan menerima permintaannya itu.FLASH BACK."Cepat katakan! Aku tidak memiliki banyak waktu," ucap Alvin sembari melempar tatapan tajamnya kepada Claudia.Claudia menggigit bibir bawahnya. Ia sudah memiliki satu permintaan. Permintaan yang mungkin akan mengubah hubungan mereka."Jika aku meminta waktumu, apa kau akan memberikannya kepadaku?" tanya Claudia dengan berani seolah-olah urat

  • Let You Go   Meminta waktumu

    "Sssshhh..."Claudia meringis kecil, ketika dirinya merasakan sensasi dingin dari batu es yang diusap-usap kecil di atas pipinya yang sudah membiru."Saya minta maaf atas nama istri saya. Sejak dulu, Kanaya memang tidak pernah bisa mengontrol emosinya," ucap Alvin sembari menekan-nekan batu es yang sudah dilapisi dengan sebuah kain ke pipi Claudia yang sudah membiru akibat tamparan maha dahsyat dari istrinya, Kanaya."Saya juga ingin minta maaf... Jika saya menjelaskan kedatangan Alvin kesini, pasti nyonya Dominguez tidak akan marah dan... dan... Alvin serta nyonya Dominguez pasti tidak akan bertengkar. Ini semua salah saya," ucap Claudia sembari menundukkan kepalanya.Alvin menghela nafasnya dengan kasar.Jika diingat-ingat, semua masalah ini disebabkan oleh Alvin sendiri. Andai saja tadi malam ia tidak bertemu dengan Claudia di Club, andai saja pagi

  • Let You Go   Aku tidak akan pernah mencintai kamu

    Brumm... Brumm... Brumm...Kanaya menambah kecepatan motor milik Loco yang saat ini sedang dikendarainya. Jika diingat-ingat, sudah lama rasanya Kanaya tidak menaiki motor apalagi mengendarainya. Semenjak menikah dengan Alvin, Kanaya selalu dimanjakan dengan berbagai macam mobil mewah, helikopter dan jet pribadi. Meskipun di dalam garasi rumah mereka terdapat motor, namun motor itu hanya satu dari sekian koleksi pribadi milik Alvin dan Alvin tak pernah membiarkan Kanaya untuk menaiki motor itu.Well... nampaknya Alvin lebih menyayangi motor itu dibandingkan istrinya sendiri.Tak perlu waktu lama, kini motor yang dikendarai oleh Kanaya itu sudah berhenti di depan sebuah kawasan perumahan yang tidak terlalu mewah namun lumayan besar.juga ingin masuk? Saya akan men-"Plak!Sebuah tamparan keras mendarat dengan mulus di pipi put

  • Let You Go   Kamu suami gila

    Kanaya menatap ponselnya yang saat ini sedang menghubungkan panggilan kepada Loco. Loco adalah satu-satunya orang yang bisa diandalkan Kanaya saat ini. Awalnya, Kanaya ingin menelpon Alan dan meminta bantuan dari pria itu agar mengeluarkannya dari rumah ini, namun setelah berpuluh-puluh kali percobaan, panggilan itu tak pernah diangkat oleh Alan. Sama seperti terakhir kali Kanaya menelponnya."Halo."Kanaya menghela nafasnya lega saat dirinya mendengar suara Loco."Kau ada dimana?" tanya Kanaya saat mendengar suara berisik dari ujung panggilan itu."Sedang melatih anak-anak," ucap Loco gamblang.Well... Kalian perlu tau, selain menjadi salah satu tangan kanan Kanaya, Loco juga merupakan seorang penjahat dunia bawah yang sangat ditakuti dan disegani. Oleh dunia bawah, dirinya dijadikan panutan dan sekarang, Loco sudah dipilih untuk menjadi pemimpin anak-anak dunia ba

DMCA.com Protection Status