Share

Harimau dan Elang Jawa

Author: REO
last update Huling Na-update: 2024-03-14 02:26:47

Selama perjalanan mereka menuju gua rahasia tempat Keris Naga Perak disembunyikan, Mada dan Sari terkejut menemukan jejak-jejak harimau yang besar di tepi jalan setapak yang mereka lalui. Jejak-jejak itu terlihat segar, menandakan bahwa harimau tersebut belum lama meninggalkan tempat tersebut.

Sari mengernyitkan dahi, "Harimau ini biasanya tidak berani mendekati wilayah yang sering dilalui manusia. Sepertinya ada sesuatu yang mengganggunya di sini."

Mada memperhatikan jejak harimau itu dengan serius, merasa ada sesuatu yang tidak biasa. Mereka memutuskan untuk tetap waspada dan meninggalkan area tersebut dengan hati-hati.

Ketika mereka melanjutkan perjalanan, langit tiba-tiba gelap dan hening. Tanpa aba-aba, Mada dan Sari merasakan kehadiran yang ganjil di sekitar mereka. Ketika mereka melihat ke atas, mereka terkejut oleh cakaran-cakaran besar yang terukir di batu-batu dan pohon-pohon di sekitar mereka.

"Cakaran elang Jawa raksasa," bisik Sari, matanya memancarkan ketakutan dan kekaguman. "Mereka biasanya tinggal di puncak gunung dan jarang turun ke dataran rendah. Keberadaan mereka di sini adalah pertanda bahwa kita sedang memasuki wilayah yang sakral."

Mada mengangguk setuju, menggenggam erat Keris Naga Perak di tangannya. Mereka menyadari bahwa mereka tidak sendirian di sini, dan bahwa petualangan mereka penuh dengan misteri dan bahaya yang harus mereka hadapi bersama-sama. Dengan hati-hati, mereka melanjutkan perjalanan mereka, siap menghadapi apa pun yang akan datang di depan mereka.

Saat Mada dan Sari melanjutkan perjalanan mereka, mereka menyadari bahwa kehadiran jejak harimau dan cakaran elang Jawa raksasa bukanlah kebetulan semata. Terdapat aura misterius yang mengitari wilayah tersebut, seperti ada kekuatan tak terlihat yang mengawasi setiap langkah mereka.

Di tengah hutan yang sunyi, mereka tiba di sebuah lembah yang indah, dihiasi oleh pepohonan rindang dan sungai yang mengalir tenang. Namun, ketenangan itu segera terganggu oleh suara desisan yang menghentak dan sayap yang berkibar.

Mada dan Sari menoleh ke atas dan tercengang melihat elang Jawa raksasa yang terbang rendah di langit, sayapnya menutupi matahari dan menimbulkan bayangan yang menakutkan di tanah di bawahnya. Elang itu kemudian mendarat dengan gagah di sebuah pohon besar di tepi lembah, matanya menatap tajam ke arah mereka.

Tidak jauh dari situ, mereka juga melihat jejak-jejak harimau yang memasuki lembah, mengikuti sungai menuju hutan yang lebih dalam. Jejak itu menggambarkan bahwa harimau itu tidak sendirian, ada beberapa ekor yang berkelompok.

Mada dan Sari saling bertatapan, merasa bahwa mereka telah memasuki wilayah yang penuh dengan misteri dan bahaya yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Mereka menyadari bahwa mereka harus waspada dan siap menghadapi apa pun yang akan datang, karena petualangan mereka baru saja memasuki babak yang lebih seru dan menegangkan. Dengan tekad yang bulat, mereka melanjutkan perjalanan mereka, tidak menyadari bahwa sesuatu yang lebih besar lagi menanti di depan mereka.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Kaugnay na kabanata

  • Legenda Pendekar Keris Naga Perak   Bunga Kamboja

    Saat Mada dan Sari terus menelusuri lembah yang indah, mereka tiba-tiba terkejut oleh bau busuk yang menyengat hidung mereka. Mereka berhenti sejenak, memandang sekeliling dengan kebingungan. Namun, mereka tidak menemukan apapun yang dapat menjelaskan asal bau busuk tersebut.Ketika mereka melangkah lebih dekat ke tepi sungai, mereka mendapati segerombolan bunga Kamboja yang mekar subur di tepi sungai. Namun, yang mengherankan adalah bunga-bunga itu tidak terlihat segar seperti biasanya. Sebaliknya, kelopak bunga-bunga Kamboja itu terlihat layu dan berwarna kehitaman, dan bau busuk semakin kuat saat mereka mendekat.Mada dan Sari saling bertatapan, merasa bahwa ada sesuatu yang sangat tidak biasa dengan keadaan itu. Mereka tahu bahwa bunga Kamboja biasanya melambangkan kecantikan dan keanggunan, tetapi kali ini, tanda itu justru menjadi pertanda bahaya.Tiba-tiba, dari semak-semak di sekitar mereka, terdengar suara gemuruh yang menakutkan. Mereka melihat harimau-harimau besar melompat

    Huling Na-update : 2024-03-14
  • Legenda Pendekar Keris Naga Perak   Lutung dan Burung Emprit

    Saat Mada dan Sari melanjutkan perjalanan mereka melalui hutan yang lebat, mereka tiba-tiba disambut oleh suara riang dari atas pohon-pohon di dekat mereka. Mereka melihat sekawanan hewan lutung dan burung emprit yang melompat dari cabang ke cabang dengan lincah, seolah-olah mereka sedang memberi sambutan kepada kedatangan Mada dan Sari.Mada dan Sari tersenyum lega melihat kehadiran hewan-hewan itu, merasa seperti mereka mendapat perlindungan dan dukungan dari alam di sekitar mereka. Mereka menyadari bahwa hewan-hewan tersebut sering kali memiliki naluri yang tajam dan dapat mendeteksi bahaya yang mengancam.Saat mereka melanjutkan perjalanan mereka diikuti oleh sekawanan hewan tersebut, Mada dan Sari merasa lebih percaya diri dan bersemangat. Mereka merasa bahwa kehadiran hewan-hewan itu adalah pertanda baik, dan bahwa mereka akan mendapat perlindungan dan bantuan dari alam di sekitar mereka.Dengan hati yang penuh syukur, Mada dan Sari melanjutkan perjalanan mereka, didorong oleh s

    Huling Na-update : 2024-03-14
  • Legenda Pendekar Keris Naga Perak   Perjalanan dimulai

    Setelah menerima kalung berlian dari lutung sebagai tanda persahabatan dan dukungan dari alam, Mada merasa semakin termotivasi untuk melanjutkan perjalanannya menuju tujuan akhir: menemukan Keris Naga Perak. Dengan semangat yang membara dan hati yang penuh harap, ia bersama dengan Sari dan sekawanan hewan yang menemani mereka melanjutkan perjalanan mereka melalui hutan yang lebat.Selama perjalanan, Mada dan Sari terus mengikuti petunjuk-petunjuk yang mereka temukan dalam pencarian mereka. Mereka menelusuri setiap jalan dan melintasi setiap sungai, tidak pernah kehilangan fokus dan keberanian dalam menghadapi setiap rintangan yang mereka temui di jalan mereka.Di sepanjang perjalanan, mereka dihadapkan dengan berbagai ujian dan tantangan yang menguji kekuatan dan tekad mereka. Mereka bertemu dengan musuh-musuh yang tak terduga, menghadapi bahaya yang nyata, dan melewati medan yang berat, tetapi mereka tidak pernah menyerah.Namun, meskipun perjalanan mereka penuh dengan kesulitan, Mad

    Huling Na-update : 2024-03-14
  • Legenda Pendekar Keris Naga Perak   Misteri Rumah Kramat

    Setelah melewati medan yang berat dan mendaki Gunung yang megah, Mada dan Sari tiba di sebuah desa kecil yang terletak di lereng Gunung. Mereka disambut hangat oleh penduduk desa, yang memberikan mereka tempat untuk istirahat dan makan malam.Saat mereka berbincang dengan penduduk desa, Mada dan Sari mendengar tentang sebuah rumah kramat yang terletak di dekat puncak Gunung. Rumah kramat itu dihuni oleh seorang tua bijak yang diyakini memiliki pengetahuan tentang legenda Keris Naga Perak.Terdengar kabar bahwa sang tua bijak itu sering memberikan petunjuk kepada para petualang yang mencari Keris Naga Perak, dan bahwa banyak yang berhasil menemukan pusaka itu berkat bantuan dan arahannya. Mada dan Sari merasa bahwa mereka harus menemui tua bijak tersebut dan meminta petunjuknya dalam pencarian mereka.Dengan hati yang penuh harap, Mada dan Sari berpisah sementara dengan penduduk desa dan melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah kramat. Mereka berjalan melalui jalan setapak yang terja

    Huling Na-update : 2024-03-14
  • Legenda Pendekar Keris Naga Perak   Mengungkapkan Legenda

    Di tengah perjalanan mereka menuju puncak Gunung, Mada dan Sari memutuskan untuk singgah sejenak di sebuah desa kecil di pinggiran hutan. Di desa tersebut, mereka bertemu dengan seorang tua bijak yang dikenal sebagai penjaga sejarah dan legenda lokal.Sari, yang memiliki ketertarikan khusus terhadap sejarah dan legenda, bertanya kepada tua bijak itu tentang Keris Naga Perak. Tua bijak itu tersenyum ramah dan mengundang mereka ke dalam rumahnya yang sederhana.Di dalam rumah itu, mereka duduk di sekitar api unggun, dan tua bijak itu mulai bercerita tentang legenda Keris Naga Perak. Dia menjelaskan bahwa keris itu berasal dari Kerajaan Mahaputra, sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di Tanah Jawa pada masa lalu.Menurut legenda, Keris Naga Perak dianggap sebagai penyelamat karena berhasil menjaga keluarga Kerajaan Mahaputra dari malapetaka perang yang dilancarkan oleh bangsa paling kejam yang sering membunuh anggota kerajaan. Keris itu dipercaya memiliki kekuatan magis yang dapat menola

    Huling Na-update : 2024-03-14
  • Legenda Pendekar Keris Naga Perak   Mengatasi Rintangan Bersama

    Saat perjalanan mereka melintasi hutan yang lebat, Mada dan Sari menghadapi berbagai rintangan yang menguji tekad dan keberanian mereka. Meskipun demikian, mereka berhasil melewati setiap rintangan tersebut dengan saling mendukung dan melindungi satu sama lain. Berikut adalah beberapa momen penting dalam perjalanan mereka:Saat mereka sedang istirahat di tepi sungai, tiba-tiba mereka diserang oleh makhluk gaib yang muncul dari dalam hutan. Dalam pertempuran yang sengit, Mada dan Sari saling melindungi satu sama lain dengan keahlian bela diri mereka. Meskipun terkejut dan ketakutan, mereka berhasil mengusir makhluk-makhluk tersebut dan melanjutkan perjalanan mereka dengan hati-hati.Saat menjelajahi hutan yang berbatu dan terjal, mereka terjebak dalam perangkap yang dipasang oleh pemburu yang tidak bertanggung jawab. Dengan kecerdikan dan kerja sama, Mada dan Sari berhasil menemukan jalan keluar dari perangkap tersebut dan menghindari bahaya yang mengancam nyawa mereka.Saat mereka mel

    Huling Na-update : 2024-03-14
  • Legenda Pendekar Keris Naga Perak   Penemuan Makna Tersembunyi

    Saat mereka mendekati puncak Gunung Merapi Muda, Mada dan Sari menemukan sebuah situs suci kuno yang diyakini sebagai tempat persembunyian Keris Naga Perak. Di sana, mereka disambut oleh kesunyian hutan yang hampir mistis, diiringi dengan gemuruh alam yang menyejukkan.Dengan langkah hati-hati, mereka menjelajahi area situs suci itu. Batu-batu kuno yang tertata rapi menghiasi lorong-lorong sempit, menyiratkan jejak-jejak sejarah yang hilang. Di salah satu dinding, terpahat ukiran-ukiran kuno yang mempesona, menggambarkan perjalanan Keris Naga Perak sejak zaman dahulu.Mada dan Sari duduk di depan ukiran-ukiran itu, meneliti setiap detail dengan penuh kekaguman. Mereka menyadari bahwa ukiran-ukiran itu tidak hanya sekadar hiasan, melainkan menyimpan makna tersembunyi yang harus dipecahkan.Dengan cermat, mereka memecahkan makna tersembunyi di balik ukiran-ukiran itu. Mada menggunakan pengetahuannya tentang sejarah dan legenda, sementara Sari menyumbangkan intuisinya yang tajam. Bersama

    Huling Na-update : 2024-03-16
  • Legenda Pendekar Keris Naga Perak   Si Tanah Darah: Perjalanan Menghadapi Mahkluk Gaib

    Saat mereka sedang istirahat di tepi sungai yang tenang, suasana seketika berubah menjadi tegang. Tanpa peringatan, hutan di sekitar mereka mulai bergemuruh dan sejumlah bayangan gelap muncul dari balik pepohonan.Mada dan Sari segera menyadari bahwa mereka diserang oleh makhluk gaib yang misterius. Serangan itu datang begitu cepat, membuat mereka terkejut dan terkecoh. Namun, dengan naluri bertahan hidup yang kuat, mereka segera mengambil posisi bertahan dan siap melawan.Dalam pertempuran yang sengit, Mada dan Sari saling melindungi satu sama lain dengan keahlian bela diri mereka. Mereka bergerak dengan cepat dan gesit, menghindari serangan-serangan yang ganas dari makhluk-makhluk itu. Meskipun terkejut dan ketakutan, mereka tidak kehilangan fokus dan tetap bersatu dalam upaya mereka untuk bertahan.Di antara pertarungan yang berkecamuk, Mada dan Sari mulai memahami sifat dan kelemahan musuh mereka. Mereka menyadari bahwa makhluk gaib itu memiliki kekuatan yang luar biasa, tetapi ju

    Huling Na-update : 2024-03-16

Pinakabagong kabanata

  • Legenda Pendekar Keris Naga Perak   Bisikan di Antara Pohon Jati

    Mada berdiri terpaku di tengah hutan kayu jati yang kini terasa begitu asing. Udara malam begitu sunyi, seakan dunia menahan napasnya. Tidak ada hembusan angin, tidak ada suara binatang, bahkan gemerisik dedaunan pun menghilang. Hanya ada dirinya... dan ketiadaan. Matanya menelusuri sekitar, mencari sosok Sari. Tapi yang ia lihat hanyalah bayangan-bayangan panjang dari pohon-pohon jati yang menjulang tinggi, membentuk labirin alami yang mencekam. "Sari..." suaranya bergetar, lebih karena ketakutan daripada kelelahan. Tidak ada jawaban. Ia menggenggam keris pusaka erat-erat. Cahaya yang sebelumnya memancar dari senjata itu kini telah padam. Permukaannya yang tadinya hangat kini dingin, seperti logam mati tanpa kehidupan. Langkahnya perlahan maju, menginjak tanah yang terasa lebih padat dan kering dibanding sebelumnya. Setiap langkah yang ia ambil menggema aneh, seakan ada ruang kosong di bawahnya. Lalu, suara itu datang. “Mada…” Ia menoleh dengan cepat. Tidak ada siap

  • Legenda Pendekar Keris Naga Perak   Bayangan dari Masa Lalu

    Mada dan Sari terdiam, jantung mereka masih berdegup kencang setelah pengalaman mengerikan di lorong cermin. Angin di hutan kayu jati terasa aneh—tidak bergerak, seolah-olah dunia ini tidak sepenuhnya nyata. Hanya desiran samar yang terdengar dari pepohonan tua yang menjulang, mengawasi mereka dalam keheningan. Di depan mereka, kuil tua itu berdiri megah, meskipun sebagian sudah ditelan oleh akar dan lumut. Bangunannya terlihat seperti peninggalan kuno yang telah lama ditinggalkan. Namun, yang paling mengerikan adalah sosok yang berdiri diam di depan kuil. Bayangan itu tidak bergerak, tetapi mereka bisa merasakan tatapannya. Sari menelan ludah. "Siapa itu...?" Mada menggenggam keris pusaka lebih erat, tubuhnya tegang. "Aku nggak tahu... tapi dia seperti menunggu kita." Sosok itu akhirnya bergerak. Dengan langkah lambat, ia berjalan mendekati mereka, suaranya berbisik seperti angin yang lewat di antara pepohonan. "Akhirnya... kalian datang." Mada dan Sari saling berpandan

  • Legenda Pendekar Keris Naga Perak   Bayangan di Balik Kayu Jati

    Matahari telah condong ke barat saat Mada dan Sari berdiri di tengah hutan jati yang kini terasa lebih sunyi dari sebelumnya. Akar-akar besar menjalar di sepanjang tanah, membentuk lorong-lorong alami yang berkelok-kelok ke segala arah. Angin berdesir pelan, membawa aroma kayu yang khas, bercampur dengan kelembapan sisa hujan yang masih menggantung di udara. Mada menatap keris pusaka di tangannya, pantulannya tampak berkilauan meski sinar matahari mulai redup. Ada sesuatu tentang keris ini yang membuatnya merasa aneh—seakan-akan benda itu memiliki nyawanya sendiri. Sari melangkah mendekat. "Kita harus segera mencari jalan keluar sebelum malam tiba," katanya dengan suara pelan, namun tegas. Mada mengangguk, menyimpan keris itu di balik ikat pinggangnya. Mereka mulai berjalan menyusuri jalan setapak di antara pepohonan, tetapi semakin jauh mereka melangkah, semakin mereka merasa bahwa sesuatu sedang mengawasi mereka dari bayangan. "Perasaanmu nggak enak juga?" Sari berbisik. "

  • Legenda Pendekar Keris Naga Perak   Jantung Kayu Jati

    Mada dan Sari berdiri di tengah hutan Pegunungan Kayu Jati, napas mereka masih memburu setelah melewati labirin cermin yang nyaris menyesatkan mereka ke dalam kegelapan tanpa akhir. Mereka telah menemukan petunjuk penting—sepotong ukiran kayu dengan pola yang menyerupai bentuk keris pusaka. Namun, teka-teki itu masih belum sepenuhnya terpecahkan. Sore mulai merayap di langit, menyisakan sinar keemasan yang menembus celah dedaunan jati yang menjulang tinggi. Suasana di hutan itu berbeda dari sebelumnya—lebih sunyi, lebih berat, seolah-olah udara di sekitar mereka menyimpan sesuatu yang tak kasat mata. "Kita harus menemukan jejak berikutnya," kata Sari, suaranya penuh kewaspadaan. Mada mengangguk, lalu mengeluarkan ukiran kayu yang mereka temukan. Saat ia memperhatikannya lebih dekat, ia menyadari sesuatu yang aneh. Ada garis-garis halus yang membentuk peta samar—tapi peta ini bukan hanya sekadar petunjuk lokasi, melainkan sesuatu yang lebih dalam. "Ini bukan hanya peta biasa,"

  • Legenda Pendekar Keris Naga Perak   Rahasia di Balik Kayu Jati

    Lorong di balik pintu rahasia itu gelap dan dingin. Mada dan Sari menyalakan obor mereka, cahaya api berkedip-kedip di dinding batu yang kini tampak lebih halus dibanding lorong sebelumnya. Ada ukiran samar di sepanjang dinding, namun banyak yang sudah aus oleh waktu.Mereka melangkah dengan hati-hati, suara langkah mereka menggema di ruang sempit itu. Di kejauhan, terdengar suara gemuruh pelan, seolah sesuatu sedang bergerak.“Aku punya firasat buruk,” bisik Sari.Mada menegang, tangannya masih menggenggam erat keris pusaka. Ia tidak bisa mengabaikan fakta bahwa setiap kali mereka semakin dekat ke pusat misteri ini, ancaman pun semakin terasa nyata.Lalu, langkah mereka terhenti ketika lorong di depan bercabang menjadi tiga. Tidak ada tanda atau petunjuk yang jelas seperti sebelumnya. Ketiga jalur itu tampak identik, sama-sama gelap dan berkelok.“Kita pilih yang mana?” tanya Sari, suaranya nyaris berbisik.Mada mengangkat kerisnya, berharap cahayanya bisa memberi petunjuk seperti se

  • Legenda Pendekar Keris Naga Perak   Jejak di Kayu Jati

    Udara di sekitar kuil masih terasa berat setelah kejadian dengan Arkam. Mada menggenggam keris pusaka erat-erat, merasakan ukiran bilahnya yang dingin di telapak tangannya. Sari berdiri di sampingnya, matanya masih awas ke arah tempat Arkam menghilang. “Apa kita benar-benar aman sekarang?” tanya Sari, suaranya lebih tenang, meskipun masih ada ketegangan di dalamnya. Mada menatap keris itu lagi. Cahaya merah yang tadi berdenyut kini hanya berkilau samar, seolah menunggu sesuatu. “Aku tidak tahu. Tapi kurasa, ini baru permulaan.” Sari menghela napas panjang, lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Dinding-dinding batu kuil itu dipenuhi pahatan kuno, sebagian sudah aus oleh waktu. Tapi di bagian belakang, tepat di bawah pilar kayu jati raksasa yang menyangga atap, terdapat ukiran yang terlihat lebih baru dibanding yang lain. “Lihat itu,” kata Sari, berjalan mendekat. Mada mengikutinya dan meneliti ukiran tersebut. Itu bukan sekadar motif hiasan seperti di bagian lain kuil

  • Legenda Pendekar Keris Naga Perak   Labirin Ilusi

    Saat Mada dan Sari melangkah lebih dalam ke lorong sempit yang baru saja mereka masuki, udara semakin dingin. Aroma tanah basah bercampur dengan sesuatu yang tidak bisa mereka jelaskan. Cahaya redup dari lampu-lampu kecil di sepanjang dinding mulai meredup, meninggalkan bayangan panjang yang bergerak seiring dengan langkah mereka. Pintu kayu tua dengan lubang berbentuk keris masih berdiri di hadapan mereka. Mada berjongkok, memperhatikan setiap ukiran pada permukaannya. Dia mengulurkan tangan untuk menyentuh ukiran naga, tetapi saat jarinya menyentuhnya, sesuatu yang aneh terjadi. Pintu itu menghilang dalam sekejap. Tiba-tiba, mereka tidak lagi berada di depan pintu kayu itu. Sebagai gantinya, mereka berdiri di tengah-tengah labirin yang luas, dikelilingi oleh dinding cermin raksasa yang membentang sejauh mata memandang. Sari terkejut dan memutar tubuhnya, mencoba mencari jalan keluar. “Apa yang baru saja terjadi?” Mada mengamati sekeliling dengan hati-hati. “Kita masuk ke da

  • Legenda Pendekar Keris Naga Perak   Pintu Cermin Terbuka

    Mada dan Sari berdiri di tengah ruangan yang dipenuhi oleh pantulan tak berujung. Dinding, langit-langit, dan lantai semuanya terbuat dari cermin, menciptakan ilusi ruang yang tak terbatas. Saat mereka melangkah lebih dalam, suara langkah kaki mereka bergema, seakan ada sosok lain yang mengikuti di balik pantulan. Namun, Mada tahu bahwa itu hanya ilusi—atau setidaknya, itulah yang ia harapkan.Di hadapan mereka, berdiri sebuah pintu cermin besar dengan ukiran halus yang tidak bisa ditemukan pada cermin lain di dalam ruangan. Tidak seperti cermin lainnya, pantulan di pintu ini terlihat lebih tajam, lebih nyata, seakan bukan sekadar pantulan biasa. Ada sesuatu yang aneh dengan cermin itu. Sari, yang lebih sensitif terhadap hal-hal ganjil, merasakan getaran halus saat mendekatinya.“Ada sesuatu di balik pintu ini,” katanya dengan nada khawatir.Mada menyentuh permukaan cermin. Dingin. Namun, saat ia menekan lebih kuat, tangannya terasa seperti menembus permukaan, seolah cermin itu bukanl

  • Legenda Pendekar Keris Naga Perak   Titik Koordinasi

    Mada dan Sari menyadari bahwa komunikasi yang baik adalah kunci untuk mengatasi tantangan di ruangan cermin yang membingungkan ini. Mereka mulai berkoordinasi dengan lebih efektif, menggunakan isyarat tangan dan komunikasi non-verbal untuk mengurangi kesalahan dan mempercepat proses. “Lihat, Sari, cermin itu!” Mada berbisik sambil menunjuk ke arah cermin di sudut ruangan yang memantulkan cahaya dengan pola yang tampaknya berbeda dari yang lain. Sari mengangguk, dan mereka bergerak ke cermin tersebut dengan hati-hati, memastikan tidak ada gangguan dari ilusi yang menyesatkan. “Periksa pola cahaya di cermin itu, Mada. Sepertinya ada sesuatu yang tidak biasa,” kata Sari, sambil memperhatikan cermin lain yang menunjukkan pantulan mereka dengan jelas. Mada berdiri di sudut ruangan dan memeriksa cermin dengan pola cahaya yang berbeda. “Ada sesuatu yang aneh di sini,” katanya. “Cermin ini memantulkan cahaya dengan cara yang berbeda, tapi tidak ada petunjuk langsung.” Sari memperhatik

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status