Beranda / Romansa / Kubiarkan Istriku Mengerjaiku / Berlanjut di Atas Ranjang

Share

Berlanjut di Atas Ranjang

Penulis: romeo
last update Terakhir Diperbarui: 2020-11-06 20:17:23

Devi terdiam beberapa saat untuk mengatur nafasnya. Tubuhnya sekarang lemas tak berdaya akibat guncangan hebat puncak kenikmatan yang baru saja dialaminya. Ia berusaha menetralisir sekujur tubuhnya. Mukanya merah merona tersipu malu. Ia tidak menyangka, Hendra yang belum memulai permainan sesungguhnya tapi sudah berhasil membuat dirinya mencapai puncak kenikmatan hanya dengan foreplay! Hal yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Sensasi seperti apa yang bakal ia dapatkan ketika permainan yang sesungguhnya terjadi? Begitu gumamnya dalam hati.

Selain menjadi malu karena telah berhasil mencapai puncak kenikmatan, ia pun merasa malu akan penampilannya yang sekarang. Keanggunan yang tadi terpancar berhasil dibuat berantakan oleh Hendra. Bagaimana tidak bagian bawah gaun merah super ketat yang dipakainya kini sudah tersingkap naik hingga hanya menutupi perutnya. Sementara payudaranya yang padat dan kenyal, terlihat terbuka tanpa bra dan bra itupun sekarang sudah berserakan di lantai. Devi menatap Hendra yang berdiri di hadapannya dengan masih menggunakan pakaian lengkapnya. Seakan tidak terima, ia kembali berinisiatif duluan memeluk dan membekap Hendra untuk kemudian melumat bibir Hendra lagi. Lumatan bibir Devi yang seakan penuh dendam untuk membalas permainan Hendra sebelumnya itupun disambut juga dengan gairah yang sama oleh Hendra. Mereka kembali terlibat permainan bibir yang panas.

“Gantian..” begitu bisik Devi di sela-sela lumatan bibirnya. Perlu diakui, bahwa gadis yang baru saja dikenal Hendra itu, selain memiliki wajah cantik dan tubuh yang sangat seksi, hasrat seksualnya juga tinggi. Hal ini terlihat dari lumatan bibir yang sekarang sedang dinikmati oleh Hendra. Seakan melupakan guncangan hebat yang baru saja terjadi pada tubuhnya, gairah Devi kembali memanas begitu ia kembali melumat bibir Hendra, yang kali ini tentu saja lebih menggairahkan dari sebelumnya. Hendra hanya bisa pasrah menanti permainan apa yang akan diberikan oleh Devi terhadap tubuhnya di tengah gairah pada dirinya yang juga masih memuncak. Tak berapa lama, ciuman Devi pun mulai menuruni rahang kokoh milik Hendra. Ia mulai memberikan ciuman lembut dan disertai jilatan lidah pada leher Hendra, yang membuat Hendra terlihat menahan nafasnya. Tangan Devi mulai membuka satu persatu kancing pada kemeja Hendra. Hendra hanya bisa terdiam merasakan kemeja bagian depannya kini sudah terbuka dan memperlihatkan dada bidangnya serta perutnya yang rata.

Sesaat Devi terlihat terpikat akan pemandangan tubuh bagian atas milik Hendra yang terlihat begitu atletis itu. Sambil perlahan membuka kemeja Hendra, jilatan lidah Devi kini mulai menuruni leher untuk kemudian mulai menjelajahi dada bidang milik Hendra. Hal ini memberikan kenikmatan yang tampaknya menjalari tubuh Hendra dan ia pun juga dibuat mendongak seraya memejamkan matanya. Kemeja yang terlepas itu, dijatuhkan begitu saja oleh Hendra ke lantai. Kedua tangan Hendra hanya bisa mengelus rambut dan kepala Devi yang masih terlihat menjilati puting di dada bidangnya. Tangan Devi begitu aktif. Area selangkangan Hendra yang masih menggunakan celana kain itu, tak luput dari belaian lembutnya hingga membuat Hendra berinisiatif melepas celananya sendiri. Celana itu begitu mudahnya diturunkan oleh Hendra dan sekarang memperlihatkan kejantannya yang sedari tadi mengeras namun masih tertutupi boxer.

Menyadari bahwa kini tubuh Hendra hanya tertutupi boxer, membuat Devi tersenyum dan mulai melumat bibir Hendra lagi. Kini mereka berciuman sambil kedua tangan memeluk erat satu dan lainnya. Payudara montok dan kenyal milik Devi tertempel langsung di dada bidang milik Hendra tanpa ada yang membatasi. Sementara kejantanan Hendra yang masih tertutup namun sudah mengeras, kembali terlihat digesekkannya ke arah selangakangan milik Devi yang masih tertutup gstring. Kedua tangan Devi mulai mengelus setiap inchi bagian belakang tubuh atletis Hendra tersebut. Dari punggung turun ke pantat Hendra dan kemudian mulai aktif mengelus batang kejantanan yang masih tertutup boxer. Sementara  tangan Hendra pun berusaha menaikkan gaun merah super ketat Devi yang sedari tadi masih melingkari perut dan pinggang rampingnya, bermaksud melepasnya dari tubuh indah Devi. Devi menghentikan ciuman mereka, sesaat setelah gaun itu terlepas. Di tubuh mereka masing-masing kini hanya menyisakan pakaian dalam yang masih menutupi area selangkangan saja.

“Kita lanjut di kamar aja yuk...” ajak Devi kepada Hendra yang tampaknya sudah tidak sabar untuk melanjutkan permainan panas mereka ke atas ranjang. Hendra pun hanya mengangguk menerima ajakan Devi. Tanpa pikir panjang, Devi langsung menarik tangan Hendra untuk memasuki kamarnya yang hanya berjarak beberapa langkah dari ruang utama apartemennya. Menit berikutnya, mereka sudah berada di atas kasur tempat tidur Devi. Kamar yang dominan berwarna putih dengan penerangan lampu di kiri kanan tempat tidur itu seakan menghipnotis Hendra untuk menikmati permainan Devi yang sekarang sudah berada di atas tubuhnya. Bibir dan lidah Devi seakan kembali tidak sabar untuk mulai menjelajahi leher Hendra.

“Hhhhhhhhh…” Hendra hanya bisa menghembuskan nafasnya menikmati setiap pergerakan lidah Devi yang disertai dengan gigitan lembut itu. Tubuhnya serasa melayang di atas tempat tidur empuk nan lembut milik Devi. Devi yang tengah terbawa hasrat, terlihat benar-benar membalas permainan Hendra yang tadi sempat membuatnya mencapai puncak kenikmatan, ia seakan tak ingin berhenti memberikan permainan bibir dan lidahnya pada tubuh atletis milik Hendra. Ciuman hangatnya mulai menuruni tubuh Hendra. Area dada dan perut Hendra tak luput dari permainan bibir dan lidahnya. Sambil melihat ke atas memperhatikan wajah Hendra, Devi sukses membuka boxer yang masih menutupi kejantanan Hendra. Ia pun dibuat sedikit takjub dengan ukuran kejantanan Hendra yang terlihat menantang itu.

Hendra terlihat pasrah menikmati setiap bentuk perlakuan Devi pada tubuh atletisnya. “Hhhhhmmmmm…” desahan Hendra terdengar dan ia terlihat hanya bisa menggigit bibirnya sendiri untuk menahan kenikmatan yang diberikan oleh bibir Devi sesaat ketika bibir seksi nan lembut itu mulai mengulum batang kejantanannya. Aroma khas kejantanan pria di seputaran selangkangan Hendra makin membangkitkan hasrat seksual Devi. Hisapan dan permainan lidah di dalam bibir Devi yang bermain di ujung kejantanannya itu, membuat tubuhnya seakan merasa tersengat sensasi kenikmatan. Kedua tangannya hanya bisa memegang kepala Devi mengikuti pergerakan naik turun pada batang kejantanannya. “Ssshhh…hhaahh..Dev..” desah Hendra yang terlihat memang sangat menikmati apa yang diberikan oleh Devi di titik paling sensitif tubuhnya.

Seketika, Hendra yang sudah tidak tahan, akhirnya menarik tubuh Devi ke atas tubuhnya untuk kemudian melumat bibir Devi dengan agresif. Devi pun hanya bisa mengikuti kemauan Hendra itu. Dibekapnya tubuh Devi dengan kedua tangannya, seakan melampiaskan dahaga pada bibirnya yang sedari tadi hanya bisa menahan kenikmatan yang diberikan pada batang kejantannya. Sambil tetap melumat bibir Devi, kedua tangan Hendra berusaha melepas gstring yang masih menutupi selangkangan tubuh Devi. Sambil berguling membalikkan posisi tubuh mereka, kini ia pun sudah berada di atas tubuh Devi. Dihentikannya lumatan bibir mereka. Hendra terbangun dan memandangi tubuh Devi yang sekarang sudah tidak terhalangi sehelai benang pun. Tubuh Devi terlihat begitu sempurna, menyajikan pemandangan kulit putihnya yang halus dan lembut, dengan payudara yang padat serta area kewanitaannya yang berisi rambut halus yang tampaknya sangat terawat, membuat Hendra seakan tak berkedip dibuatnya. Dipandangnya kembali wajah Devi yang seakan mengiba dan memberikan Hendra keleluasaan memulai permainan pada tubuh indahnya.

Bab terkait

  • Kubiarkan Istriku Mengerjaiku   Puncak Permainan

    “Ndra..cepetan masukin..aku uda ga tahan..” Devi terdengar memohon kepada Hendra dengan sedikit mendesah. Ia pun seketika membuka kedua kakinya dan memperlihatkan vaginanya yang memang terlihat sudah sangat basah. Hendra hanya bisa tersenyum mendengar desahan permohonan Devi itu. Batang kejantanannya yang sedari tadi sudah berdiri tegak maksimal, mulai diarahkannya ke vagina Devi. Digesekannya kepala batang kejantanannya pada bibir vagina dan clitoris Devi naik turun sehinnga membuat Devi menggelinjang menahan geli tak karuan. “Ssshhh..hhaahh..ssshhh..hhmmph” tarikan serta hembusan nafas Devi terdengar mengiringi permainan ujung batang kejantanan Hendra pada bibir vaginanya.. Bleeesss! seketika Hendra terlihat sukses memasukkan batang kejantanannya pada liang vagina Devi tanpa hambatan dikarenakan vagina itu sudah cukup basah sedari tadi.

    Terakhir Diperbarui : 2020-11-14
  • Kubiarkan Istriku Mengerjaiku   Mama Hendra

    Hendra Sulistya, seorang calon pengusaha tampan berusia 26 tahun. Ia memiliki postur tubuh yang atletis. Dada yang bidang, perut yang rata serta lengan dan kaki yang padat berisi, membuat bentuk tubuhnya terlihat begitu ideal. Hendra merupakan anak tunggal seorang pengusaha sukses bidang perhotelan. Beberapa hotel besar nan mewah di kawasan pariwisata negara ini, berada di bawah perusahaan papanya. Hal inilah yng membuat Hendra memiliki nilai lebih di mata kaum hawa yang mengenalnya. Tampan dan berpostur tubuh atletis serta kaya raya, membuatnya seakan-akan menjadi calon suami idaman bagi para gadis, terlebih bagi mereka yang mengetahui latar belakang keluarganya.

    Terakhir Diperbarui : 2020-11-14
  • Kubiarkan Istriku Mengerjaiku   Awal Perjumpaan

    Malam sebelum kejadian di apartemen Devi, ketika itu :‘Akhirnya selesai juga laporan ini...’ Hendra bergumam sendiri di ruang kerjanya. Ia baru saja menyelesaikan pekerjaannya hari itu. Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Hendra mulai bergegas merapikan ruang kerjanya. Malam itu ia berencana pergi ke kafe favoritnya yang memang sudah direncanakannya. Tempat dimana ia biasanya menghabiskan malam dan menikmati live music, melepas penat dari lelahnya bekerja. Terlebih hari ini adalah hari jumat, waktu yang tepat untuk menghabiskan malam me

    Terakhir Diperbarui : 2020-11-16
  • Kubiarkan Istriku Mengerjaiku   Sebelum Bertemu Hendra (Devi POV)

    "Tiinngg..tooonngg..." suara bel di apartemennya mengagetkan Devi siang itu. Badannya masih terasa lemas untuk sekedar bangkit membukakan pintu. Hari itu Devi tidak bekerja mengingat kondisi badannya yang tiba-tiba demam ketika bangun tadi pagi. Ia sudah menelpon ke hotel tempatnya bekerja untuk meminta ijin bahwa hari ini tidak dapat pergi bekerja dikarenakan sakit.'Tiiinngg..tooonngg...' suara bel itu kembali berbunyi. Kali ini Devi terpaksa untuk bangun membukakan pintu karena ia tinggal hanya seorang diri di apartemen itu. "Sebentar..." sahutnya sambil bergegas bangun dari tempat tidurnya di tengah kepalanya yang terasa sangat berat. Ia pun terlihat malas melangkahkan kakinya menuju ke pintu itu."Halooo sayang, gimana keadaanmu?" sapa seorang pria begitu pintu itu dibuka. Pria itu langsung masuk ke apartemennya. Setelah menutup pintu dan menaruh tas belanjaan yang dibawanya, pria itu langsung memeluk tubuh Devi dan memberinya kecupan di kening Devi."Kamu

    Terakhir Diperbarui : 2020-11-18
  • Kubiarkan Istriku Mengerjaiku   Pergi ke Dokter (Devi POV 2)

    Sore itu Andri menepati janjinya untuk mengantar Devi ke dokter. Sepulangnya kerja ia langsung menjemput Devi ke apartemennya. "Bagaimana keadaan mu sayang?" tanya Andri sambil mengecup kening Devi, kebiasaan yang memang selalu dilakukannya begitu ia memasuki apartemen Devi. "Udah mendingan kok.. cuma kepala aja yang masih pusing.." sahut Devi seperlunya. Ia tampak masih kesal karena pertanyaannya tadi siang mengenai kejelasan hubungan mereka tidak mendapat jawaban. Andri yang menyadari dinginnya sikap Devi, tidak terlalu menghiraukannya. Ia langsung menyuruh Devi untuk bergegas dan tak berapa lama, mereka pun sudah tampak keluar dari unit apartemen Devi untuk kemudian menuju ke mobil Andri yang berada di parkiran basement apartemen itu.Langit senja yang tampak kemerahan mengiringi laju mobil Andri menuju klinik yang biasa dikunjungi Devi ketika sakit. Jam pulang kerja seakan memberi peran akan padatnya lalu lintas yang mereka lalui. Untungnya klinik itu berjarak tidak terla

    Terakhir Diperbarui : 2020-11-19
  • Kubiarkan Istriku Mengerjaiku   Kejutan Berujung Pertengkaran (Devi POV 3)

    Semilir angin pantai yang berhembus di sore hari yang cerah itu seakan menyambut kedatangan Devi dan Andri di sebuah restoran pinggir pantai. D atas lantai kayu, tampak sebuah meja dengan dekorasi khusus sudah disiapkan untuk mereka. Sekeliling meja ditaburi serpihan bunga mawar merah berbentuk hati. Meja yang terletak hanya beberapa meter dari bibir pantai itu tampak begitu romantis. Kedatangan mereka pun disambut pelayan yang memang sudah menunggu di dekat meja tersebut dengan seikat rangkaian bunga di tangannya.Terlihat senyuman manis pada wajah Devi begitu ia menerima rangkaian bunga itu. Kartu kecil yang bertuliskan "for someone special" semakin membuat Devi terlihat bahagia. "Makasi ya Mas.." sahutnya seraya memeluk tubuh Andri yang juga terlihat ikut senang melihat selingkuhannya kini tersenyum bahagia. Setelah dipersilahkan duduk, mereka pun tampak menikmati welcome drinkyang disajikan.Andi memang begitu lihai dalam menyusun rencananya

    Terakhir Diperbarui : 2020-11-25
  • Kubiarkan Istriku Mengerjaiku   Permainan di Pagi Hari

    Hendra masih larut dalam lamunannya pagi itu di atas tempat tidur apartemen Devi.Baru saja ia tersenyum sendiri memngingat awal mula pertemuannya dengan Devi semalam. Terlihat Devi yang berada di samping kirinya masih tertidur nyenyak dan kini membelakanginya. Lingerie hitam yang semalam digunakannya sebelum tidur terlihat tersingkap, memperlihatkan paha dan pantat Devi yang putih mulus itu. Gairah Hendra tiba-tiba bangkit melihat pemandangan indah yang terpampang jelas di depannya. Disingkapnya rambut Devi untuk kemudian mencium dan menjilati telinga Devi yang masih tertidur itu. Tangan kanan Hendra mulai meraba paha kanan Devi yang terlihat benar-benar menggairahkan dengan kulitnya yang putih mulus. Ketika tangan Hendra sampai di lutut Devi, ia kemudian mencoba mengangkatnya hingga kini selangkangan Devi terlihat jelas memperlihatkan vaginanya yang masih ditutupi

    Terakhir Diperbarui : 2020-11-25
  • Kubiarkan Istriku Mengerjaiku   Sarapan

    Devi terbangun dan mengusap matanya. Terlihat tubuh indahnya hanya tertutupi selimut. Dipandangnya jam yang tergantung di dinding kamar apartemennya. Saat itu, jam sudah menunjukkan pukul 12.48! Pantas saja ia terbangun. Perutnya kini terasa lapar. Setelah semalam dan pagi tadi ia mencapai puncak kenikmatan beberapa kali, kini tubuhnya terasa benar-benar lemas, seakan meminta asupan makanan. Ditambah sebelum itu ia memang merasa kurang sehat. Namun semua keletihan yang dirasakan pada tubuhnya seakan sirna ketika ia melihat Hendra yang masih terlelap di sampingnya. Pelukan Hendra seakan tidak ingin untuk dilepas ketika ia berusaha memindahkan tangan Hendra dari tubuhnya. Devi pun hanya tersenyum melihat kelakuan Hendra itu.Sesaat kemudian ia sudah berhasil bangkit dari tempat tidurnya untuk menuju kamar mandi. Diputarnya keran shower untuk langsung membilas tubuhnya yang memang sudah telanjang ketika tertidur tadi. Kedua tangannya yang berisi sabun cair mulai mengusap sekujur

    Terakhir Diperbarui : 2020-11-29

Bab terbaru

  • Kubiarkan Istriku Mengerjaiku   Keseriusan

    Mendengar pertanyaan Hendra itu, membuat gairah seksual Devi yang baru saja bangkit, menjadi kembali menurun. Padahal ia baru saja menikmati ketika Hendra mulai menciumi lehernya. Ia pun teringat untuk menguji keseriusan Hendra pada dirinya. Dan kemudian, "Emang kenapa kalo dia datang? Kamu ga mau memperjuangkanku di depannya?" sambil menatap mata Hendra yang tepat berada di depannya, Devi berusaha menanyakan dan menguji keseriusan Hendra.Hendra yang menyadari tatapan tajam Devi menjadi terkekeh dibuatnya. Sambil sedikit tertawa ia pun menjawab "Haha... aku bisa aja memperjuangkan kamu. Tapi sekarang kembali ke dirimu sendiri dulu dong, seberapa besar perasaanmu sama dia? Masa iya aku memperjuangkan orang yang masih menyimpan perasaan sama orang lain dihatinya? Berjuang sendiri dong namanya..." Hendra terdengar menjawab pertanyaan Devi dengan kalimat yang membuat Devi berpikir.Seketika itu Devi menjadi terdiam dibuatnya. 'Benar juga. Apakah aku sudah tidak memiliki p

  • Kubiarkan Istriku Mengerjaiku   Alasan Menjadi Selingkuhan

    'Gadis simpanan?' seakan tak percaya, Hendra terlihat masih terdiam dan bertanya sendiri dalam hati. Perkataan Devi yang baru saja didengarnya masih belum benar-benar bisa dicerna dengan akal sehatnya. 'Bagaimana mungkin, gadis secantik dan semenarik Devi bisa menjadi simpanan dari seorang pria beristri? Apakah dia tidak bisa mendapatkan lelaki lajang untuk dijadikannya sebagai kekasih?' Hendra masih berkutat dengan pikirannya sendiri manakala suara Devi mengagetkan lamunannya."Kenapa kamu diam setelah mendengarnya? Apa sekarang kamu beneran jadiilfil sama aku?" pertanyaan Devi itu seakan memecah keheningan di atas tempat tidur Devi. Keheningan yang terjadi sesaat ketika ia mulai menceritakan tentang siapa dirinya. Kini Devi pun menunggu reaksi Hendra sembari berharap apa yang ditakutkannya tidak menjadi kenyataan. Ia yang sedari tadi masih membelakangi Hendra dengan tubuhnya seketika berbalik dan memeluk Hendra seakan tak ingin kehilangan. Kepalanya pun kemba

  • Kubiarkan Istriku Mengerjaiku   Keterbukaan Akan Masa Lalu

    Setelah selesai mandi, kini mereka sudah terlihat berbaring di atas tempat tidur Devi. Dengan posisi tidur berdampingan, kepala Devi bersandar manja di atas dada bidang milik Hendra yang membuat rambut halusnya menjadi obyek belaian tangan Hendra. Iringan musik romantis yang sengaja diputar Devi di handphonenya, mengiringi kemesraan mereka di atas tempat tidurnya. Hendra terlihat mulai yakin untuk menceritakan latar belakang keluarganya kepada Devi, yang entah kenapa setelah sekian kali bercinta, Hendra menilai Devi bukanlah sosok gadis seperti kebanyakan lawan jenis yang selama ini dikenalnya, yang begitu mengetahui latar belakang keluarganya, hanya menginginkan kekayaannya saja. Ia pun jadi semakin yakin bahwa Devi adalah sosok yang tepat menggantikan Gina, gadis di masa lalunya yang masih membayanginya hingga kini.Hendra pun mulai menceritakan kehidupannya kepada Devi, dari mulai latar belakang keluarganya, usaha papanya yang nantinya akan diwariskan kepadanya, hingga ken

  • Kubiarkan Istriku Mengerjaiku   Awal Sebuah Keterbukaan

    Hendra mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tamu apartemen Devi. Kemaluan mereka masih menyatu. Bibir mereka masih terlihat saling melumat. Diremasnya pantat Devi yang padat dan kenyal itu seakan menyuruhnya untuk bergoyang di atas pangkuannya. Devi pun mengerti akan kemauan Hendra. Seakan ingin membalas melayani kemauan Hendra, Devi pun mulai bergerak diatas pangkuan Hendra mempertontonkan goyangan erotisnya. Dengan posisi seperti itu, ia merasa leluasa menggerakkan pinggulnya. Kepala Hendra ditenggelamkannya diantara payudaranya. Hendra pun mencium dan menjilatinya puting payudara Devi secara bergantian, kiri dan kanan. Devi terlihat mendongakkan kepalanya menahan kegelian pada kedua payudaranya yang lagi-lagi menjadi obyek permainan lidah Hendra. Ia pun semakin dibuat agresif untuk menggoyang batang kejantanan Hendra.

  • Kubiarkan Istriku Mengerjaiku   Dapur pun Menjadi Saksi

    Baru kali ini Devi menemukan sosok seperti Hendra. Andri pria beristri yang menjadikan Devi selingkuhan, bahkan bukanlah merupakan sosok sepanas dan selihai Hendra dalam bercinta. Selain materi yang didapatnya melalui Andri, sebagai seorang wanita yang memiliki libido tinggi, bathinnya juga mendambakan kehidupan seksual yang menyenangkan. Hal ini kini dirasanya sudah terpenuhi oleh keberadaan Hendra yang benar-benar mampu memberikan kebutuhan birahinya. Seperti yang sekarang sedang mereka lakukan. Meja dapur yang berisikan peralatan memasak yang masih berantakan pun dijadikan tempat bercinta oleh Hendra yang memang benar-benar pandai dalam membangkitkan hasrat seksual Devi yang ketika itu masih sibuk mencuci piring.Tanpa berpikir panjang, Hendra mengangkat tubuh Devi yang sudah berdiri di hadapannya. Tubuh yang bagian depannya sudah setengah terbuka itu, didudukkannya di meja dapur permanen di samping tempat cuci piring. Devi terlihat pasrah dengan perlakuan Hendra yang mula

  • Kubiarkan Istriku Mengerjaiku   Mulai Penasaran

    Mereka masih terlihat asyik menikmati kopi dan teh masing-masing setelah selesai memakanomelette buatan Devi. Sambil meminum tehnya, Devi terdengar memberanikan diri untuk bertanya "Tadi pagi, siapa yang nelpon? Pacarmu?" tanya Devi sambil meminum tehnya. Hendra yang mendengar pertanyaan dari Devi itu seketika terkekeh. "Ciieee.. yang nguping pembicaraan" goda Hendra menanggapi pertanyaan Devi itu. Ia tak menyangka, pembicaraannya tadi pagi di telpon diketahui oleh Devi yang dikiranya masih tertidur. Devi pun kemudian menyanggah tuduhan Hendra. "Lho..kamu nelpon di sampingku, masa iya aku ga denger suaramu? Tapi mataku masih terlalu ngantuk untuk menguping pembicaraan kalian.." sahut Devi mencoba membela diri. Kali ini Hendra hanya bisa tersenyum mendengar jawaban Devi itu."Itu tadi pagi mamaku yang telpon. kenapa.. kamu cemburu sama mamaku?" Hendra kembali menggoda Devi dan membuatnya menjadi salah tingkah untuk kesekian kalinya. "Oh..mama mu. Ga lah..ngapain

  • Kubiarkan Istriku Mengerjaiku   Sarapan

    Devi terbangun dan mengusap matanya. Terlihat tubuh indahnya hanya tertutupi selimut. Dipandangnya jam yang tergantung di dinding kamar apartemennya. Saat itu, jam sudah menunjukkan pukul 12.48! Pantas saja ia terbangun. Perutnya kini terasa lapar. Setelah semalam dan pagi tadi ia mencapai puncak kenikmatan beberapa kali, kini tubuhnya terasa benar-benar lemas, seakan meminta asupan makanan. Ditambah sebelum itu ia memang merasa kurang sehat. Namun semua keletihan yang dirasakan pada tubuhnya seakan sirna ketika ia melihat Hendra yang masih terlelap di sampingnya. Pelukan Hendra seakan tidak ingin untuk dilepas ketika ia berusaha memindahkan tangan Hendra dari tubuhnya. Devi pun hanya tersenyum melihat kelakuan Hendra itu.Sesaat kemudian ia sudah berhasil bangkit dari tempat tidurnya untuk menuju kamar mandi. Diputarnya keran shower untuk langsung membilas tubuhnya yang memang sudah telanjang ketika tertidur tadi. Kedua tangannya yang berisi sabun cair mulai mengusap sekujur

  • Kubiarkan Istriku Mengerjaiku   Permainan di Pagi Hari

    Hendra masih larut dalam lamunannya pagi itu di atas tempat tidur apartemen Devi.Baru saja ia tersenyum sendiri memngingat awal mula pertemuannya dengan Devi semalam. Terlihat Devi yang berada di samping kirinya masih tertidur nyenyak dan kini membelakanginya. Lingerie hitam yang semalam digunakannya sebelum tidur terlihat tersingkap, memperlihatkan paha dan pantat Devi yang putih mulus itu. Gairah Hendra tiba-tiba bangkit melihat pemandangan indah yang terpampang jelas di depannya. Disingkapnya rambut Devi untuk kemudian mencium dan menjilati telinga Devi yang masih tertidur itu. Tangan kanan Hendra mulai meraba paha kanan Devi yang terlihat benar-benar menggairahkan dengan kulitnya yang putih mulus. Ketika tangan Hendra sampai di lutut Devi, ia kemudian mencoba mengangkatnya hingga kini selangkangan Devi terlihat jelas memperlihatkan vaginanya yang masih ditutupi

  • Kubiarkan Istriku Mengerjaiku   Kejutan Berujung Pertengkaran (Devi POV 3)

    Semilir angin pantai yang berhembus di sore hari yang cerah itu seakan menyambut kedatangan Devi dan Andri di sebuah restoran pinggir pantai. D atas lantai kayu, tampak sebuah meja dengan dekorasi khusus sudah disiapkan untuk mereka. Sekeliling meja ditaburi serpihan bunga mawar merah berbentuk hati. Meja yang terletak hanya beberapa meter dari bibir pantai itu tampak begitu romantis. Kedatangan mereka pun disambut pelayan yang memang sudah menunggu di dekat meja tersebut dengan seikat rangkaian bunga di tangannya.Terlihat senyuman manis pada wajah Devi begitu ia menerima rangkaian bunga itu. Kartu kecil yang bertuliskan "for someone special" semakin membuat Devi terlihat bahagia. "Makasi ya Mas.." sahutnya seraya memeluk tubuh Andri yang juga terlihat ikut senang melihat selingkuhannya kini tersenyum bahagia. Setelah dipersilahkan duduk, mereka pun tampak menikmati welcome drinkyang disajikan.Andi memang begitu lihai dalam menyusun rencananya

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status