Share

Bab 1029

Penulis: Imgnmln
last update Terakhir Diperbarui: 2025-04-02 23:43:04

Di aula megah Martial Shrine, Sancho terisolasi dalam keheningan, duduk dengan mata yang menyimpan amarah dan kegetiran yang mendalam. Kejadian hari itu telah membuatnya hampir meledak dalam kemarahan.

Tak lama kemudian, seseorang berlari mengabarkan. "Tuan Sancho, Duta Besar Negara Solara, Elon Lune, telah meminta untuk bertemu dengan Anda!”

“Duta Besar Negara Solara?” gumam Sancho dengan nada tercengang, kerutan di keningnya mengungkap ketidakpercayaan yang mendalam. “Untuk apa Duta Besar ingin menemuiku? Aku hanyalah Ketua Martial Shrine, jabatan sipil yang jauh dari urusan resmi pemerintahan.”

Meskipun begitu, ada aura misterius yang mengitari pertemuan itu, membangkitkan pertanyaan yang semakin merundung pikirannya.

“Persilahkan dia masuk,” perintah Sancho terdengar ragu namun penuh kewaspadaan, membuka gerbang bagi kehadiran Elon.

Sosoknya yang berpakaian rapi dengan setelan jas dan berjanggut, sang duta melangkah ke dalam ruangan dengan penuh wibawa, menunjukkan bahwa setiap la
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1030

    Sementara itu, setelah mengalahkan Ryuki, Nathan tidak berlama-lama dan segera kembali ke Saibu Care bersama Guyton. Pikiran Nathan dipenuhi kekhawatiran akan keadaan Beverly. Dia ingin memastikan apakah Herold dan yang lainnya telah menemukan obat untuk mendetoksifikasi racun dalam tubuh Beverly.Saat Nathan tiba di Saibu Care, Beverly masih terbaring tak sadarkan diri. Herold dan beberapa tetua lainnya tampak putus asa, mereka kehabisan cara. Nathan menatap Beverly yang tak berdaya, menyadari bahwa satu-satunya harapan adalah membawanya ke Celeste. Hanya dengan menemukan Ramos, mereka bisa mendetoksifikasi racun yang mengancam nyawa Beverly.“Nathan, bagaimana pertarunganmu dengan Ryuki? Apakah Ravensclaw memberikan bantuan?” Zephir bertanya, nada suaranya penuh perhatian.“Ryuki kalah. Jika bukan karena Ravensclaw turun tangan, sepertinya Martial Shrine tidak akan membiarkanku pergi dengan selamat,” Nathan menjawab, sedikit gemetar saat mengingat betapa dekatnya dia dengan kematian

    Terakhir Diperbarui : 2025-04-03
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1031

    “Saudara, ke mana kamu akan pergi?” tanya sopir taksi itu setelah mereka duduk.“Tolong antarkan aku ke hotel yang agak besar untuk beristirahat,” Nathan meminta, menyadari bahwa dia perlu mencari tempat untuk tinggal sebelum mencari Ramos.“Saudara, sepertinya kamu orang luar kota? Kenapa bisa datang ke tempat kami? Para pemuda di sini sudah pergi ke luar kota untuk bekerja, tidak ada yang mau menetap di tempat yang buruk ini,” Sopir taksi itu tampak senang mengobrol, terus berbicara dengan Nathan.“Aku hanya memiliki janji dengan seorang teman,” Nathan menjawab sambil memejamkan matanya, berusaha menenangkan pikirannya.“Dari pakaianmu, sepertinya kamu cukup punya uang. Aku akan membawamu ke satu-satunya hotel bintang lima di ibukota kami. Dengar-dengar, di sana sangat mewah. Seumur hidupku, aku tidak pernah punya kesempatan untuk tinggal di sana. Biaya pembangunannya kabarnya mencapai triliunan, disana harusnya sangat mahal,” Sopir taksi itu terus berceloteh, antusias dengan inform

    Terakhir Diperbarui : 2025-04-03
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1032

    “Kalian berdua, maaf, tapi kalian yang tiba-tiba muncul dan membuatku tidak sempat mengerem,” Sopir itu segera meminta maaf, berusaha meredakan situasi.Namun, salah satu dari mereka tidak mau mengalah dan mendorong sopir taksi itu, sementara yang lainnya diam-diam mengamati Nathan yang masih berada di dalam taksi. Meskipun Nathan duduk di dalam, dia sudah menyadari sejak awal bahwa ada yang mengawasinya. Dua orang itu samar-samar memancarkan aura seorang ahli bela diri.Meskipun keduanya berusaha menyembunyikan aura mereka, Nathan masih bisa mendeteksinya. “Kalian berdua, aku sedang buru-buru. Bukankah ini hanya tersenggol? Berapa biayanya? Aku akan mengganti rugi,” Nathan membuka pintu mobil dan melangkah keluar.Salah satu dari mereka menatap Nathan dari atas ke bawah, sementara Nathan dengan sengaja menunjukkan auranya secara samar. Raut wajah kedua pria itu sedikit berubah, tetapi mereka segera memperbaikinya.“Biaya perbaikan mobilku paling tidak sepuluh juta,” salah satu dari m

    Terakhir Diperbarui : 2025-04-03
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1

    Bandara Internasional Northen.Kota Northen Vale.Sosok pria yang mengenakan kaos dan celana jeans hitam berjalan turun dari dalam pesawat, pria itu memakai masker untuk menutupi wajahnya dan menyeret sebuah koper yang sudah usang. Penampilannya sangat sederhana, hal itu membuatnya terlihat sangat mencolok di antara orang-orang yang berlalu lalang."Ah …. Setelah lima tahun …."Nathan Sykes, yang telah mendekam di penjara selama lima tahun, akhirnya bebas dengan hasil remisi yang dia dapatkan. Pria itu menghirup udara segar yang sudah lama tidak dia dapatkan. Dia dipenjara di sebuah pulau terpencil bernama Pulau Mistik, sebuah hukuman yang seharusnya tidak dia dapatkan."Ma …. Setelah lima tahun, aku akhirnya bisa melihatmu," Nathan berjalan seraya menyeret koper usangnya keluar dari bandara.Kring~~Saat sedang berjalan, tiba-tiba ponselnya berbunyi.[Tuan, apakah Anda sudah sampai?]Terdengar sebuah pertanyaan yang lantang dari ujung panggilan telepon itu, membuat Nathan menjawab. "

    Terakhir Diperbarui : 2023-12-27
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2

    "Tuan Ace …. Jika saya boleh bertanya, hal apa yang membuat Anda datang ke kota Northen Vale ini?"Nathan yang mendengar itu melirik ke arah Paul. Aura yang sangat mendominasi dapat terlihat dari manik matanya yang dingin.Hal itu membuat Paul gemetar. "M-maaf jika saya lancang, Tuan. Tapi, kota Northen Vale hanyalah sebuah kota kecil jika dibandingkan dengan ibukota Northen," ujarnya dengan kaku.Menyadari ketakutan Paul, Nathan kembali memalingkan wajahnya menatap pemandangan Kota Northen Vale dari jendela mobil dan mulai menjelaskan kedatangannya. "Northen Vale …. Ini adalah kampung halamanku," pria itu kembali mengalihkan pandangannya ke arah Paul, tatapan matanya bertabrakan dengan netra hitam milik Paul. "Sudah lima tahun, aku tidak bertemu dengan keluargaku."Mendengar penjelasan singkat sang dewa perang itu, Paul membelalakkan matanya. 'Apa? Tuan Ace berasal dari Northen Vale?!'"Tuan Ace … A-aku—""Cukup! Berhenti memanggilku Ace, aku bukan lagi seorang pejuang seperti dulu,"

    Terakhir Diperbarui : 2024-01-01
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 3

    Selama Nathan dipenjara, keluarga Orton tidak berniat melepaskannya, dan bahkan menuntut keluarganya untuk mengganti rugi 2 milyar kepada mereka. Pada akhirnya, tidak ada jalan lain. Orang tua Nathan harus menjual rumah untuk mengganti rugi kepada keluarga Orton karena telah berani memukuli pewarisnya. Bahkan, mereka meminjam banyak uang, tetapi mereka tetap tidak dapat mencukupinya. Pada akhirnya, masih tersisa hutang yang masih terus ditagih oleh keluarga Orton, dan mereka hanya bisa mencicilnya secara perlahan. Karena alasan ini, pekerjaan ayah Nathan tidak lagi tersedia, dan dia hanya dapat mencari nafkah sebagai kuli bangunan. Sementara ibunya membasuh wajahnya dengan air mata sepanjang hari, dan matanya dibutakan oleh tangisan.Inilah sebabnya mengapa selama Nathan dipenjara, orang tuanya tidak pernah menjenguknya walau hanya sekali.Mendengarkan ucapan ibunya, Nathan perlahan mengepalkan tinjunya, dan niat membunuh yang besar menguar dari tatapan matanya. Dia tidak pernah berpi

    Terakhir Diperbarui : 2024-01-02
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 4

    “Ma, siapa itu?”“Tidak usah kamu pedulikan, cepat masuk kedalam kamar, dan jangan keluar!” Maria mendorong Nathan masuk kedalam kamar, dan mengarah ke pintu dengan raut wajah yang gelisah.Terdengar derap kaki yang kuat dan besar, terlihat sosok pria kekar dan tinggi membawa 4 sampai 5 orang yang terlihat sangar melangkah masuk."Apa kamu tuli, hah?!" Maki pria itu. “Mana uangnya?” Kamil melihat Maria dan langsung bertanya.“Tuan Kamil, sudah saya siapkan,” Maria terus mengangguk, dan meraba-raba kantong hitam yang ada di saku celananya. "I-ini …."Saat ini banyak tetangga yang sedang berkumpul dan menyaksikan, melihat kejadian itu, tapi mereka tidak berani mendekat karena takut akan terseret oleh masalah.“Para bajingan itu kembali, mereka benar-benar membuat orang seakan-akan ingin mati!”“Benar, mereka sama sekali tidak berprikemanusiaan!”“Hei, kecilkan suara kalian, mereka itu orang-orang yang diutus Keluarga Orton untuk menagih ganti rugi.”Beberapa tetangga berkumpul dan berka

    Terakhir Diperbarui : 2024-01-03
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 5

    "Ma, aku ada urusan sebentar, tetaplah di rumah," ucap Nathan dengan datar seraya berjalan meninggalkan kediamannya penuh amarah.Ciiit …. Brak!Terdengar suara rem mobil yang nyaring, saat Nathan hendak menyebrang jalan keluar dari komplek itu, tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan kencang, tabrakan pun tidak dapat dihindari. Nathan akhirnya tertabrak hingga terpental beberapa meter."Ah!"Tubuh Nathan berguling-guling di atas aspal, jika saja saat di penjara dia tidak belajar seni bela diri, mungkin dia sudah kehilangan nyawanya."A-aduh …." Nathan berusaha berdiri dan menyeimbangkan tubuhnya. "Sial! Lagi buru-buru gini!" Gerutunya dengan kesal.Tepat saat Nathan memaki dan berusaha bangkit berdiri, suara makian dapat terdengar. “Eh bego? Punya mata, gak? Nyebrang tuh pake mata!"Seorang gadis terlihat turun dari dalam mobil BMW, dia mengenakan rok berwarna putih, dan mengenakan sepatu hak tinggi, dia terlihat sangat cantik, dan menatap Nathan dengan tatapan kesal.Nathan mengernyitk

    Terakhir Diperbarui : 2024-01-04

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1032

    “Kalian berdua, maaf, tapi kalian yang tiba-tiba muncul dan membuatku tidak sempat mengerem,” Sopir itu segera meminta maaf, berusaha meredakan situasi.Namun, salah satu dari mereka tidak mau mengalah dan mendorong sopir taksi itu, sementara yang lainnya diam-diam mengamati Nathan yang masih berada di dalam taksi. Meskipun Nathan duduk di dalam, dia sudah menyadari sejak awal bahwa ada yang mengawasinya. Dua orang itu samar-samar memancarkan aura seorang ahli bela diri.Meskipun keduanya berusaha menyembunyikan aura mereka, Nathan masih bisa mendeteksinya. “Kalian berdua, aku sedang buru-buru. Bukankah ini hanya tersenggol? Berapa biayanya? Aku akan mengganti rugi,” Nathan membuka pintu mobil dan melangkah keluar.Salah satu dari mereka menatap Nathan dari atas ke bawah, sementara Nathan dengan sengaja menunjukkan auranya secara samar. Raut wajah kedua pria itu sedikit berubah, tetapi mereka segera memperbaikinya.“Biaya perbaikan mobilku paling tidak sepuluh juta,” salah satu dari m

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1031

    “Saudara, ke mana kamu akan pergi?” tanya sopir taksi itu setelah mereka duduk.“Tolong antarkan aku ke hotel yang agak besar untuk beristirahat,” Nathan meminta, menyadari bahwa dia perlu mencari tempat untuk tinggal sebelum mencari Ramos.“Saudara, sepertinya kamu orang luar kota? Kenapa bisa datang ke tempat kami? Para pemuda di sini sudah pergi ke luar kota untuk bekerja, tidak ada yang mau menetap di tempat yang buruk ini,” Sopir taksi itu tampak senang mengobrol, terus berbicara dengan Nathan.“Aku hanya memiliki janji dengan seorang teman,” Nathan menjawab sambil memejamkan matanya, berusaha menenangkan pikirannya.“Dari pakaianmu, sepertinya kamu cukup punya uang. Aku akan membawamu ke satu-satunya hotel bintang lima di ibukota kami. Dengar-dengar, di sana sangat mewah. Seumur hidupku, aku tidak pernah punya kesempatan untuk tinggal di sana. Biaya pembangunannya kabarnya mencapai triliunan, disana harusnya sangat mahal,” Sopir taksi itu terus berceloteh, antusias dengan inform

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1030

    Sementara itu, setelah mengalahkan Ryuki, Nathan tidak berlama-lama dan segera kembali ke Saibu Care bersama Guyton. Pikiran Nathan dipenuhi kekhawatiran akan keadaan Beverly. Dia ingin memastikan apakah Herold dan yang lainnya telah menemukan obat untuk mendetoksifikasi racun dalam tubuh Beverly.Saat Nathan tiba di Saibu Care, Beverly masih terbaring tak sadarkan diri. Herold dan beberapa tetua lainnya tampak putus asa, mereka kehabisan cara. Nathan menatap Beverly yang tak berdaya, menyadari bahwa satu-satunya harapan adalah membawanya ke Celeste. Hanya dengan menemukan Ramos, mereka bisa mendetoksifikasi racun yang mengancam nyawa Beverly.“Nathan, bagaimana pertarunganmu dengan Ryuki? Apakah Ravensclaw memberikan bantuan?” Zephir bertanya, nada suaranya penuh perhatian.“Ryuki kalah. Jika bukan karena Ravensclaw turun tangan, sepertinya Martial Shrine tidak akan membiarkanku pergi dengan selamat,” Nathan menjawab, sedikit gemetar saat mengingat betapa dekatnya dia dengan kematian

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1029

    Di aula megah Martial Shrine, Sancho terisolasi dalam keheningan, duduk dengan mata yang menyimpan amarah dan kegetiran yang mendalam. Kejadian hari itu telah membuatnya hampir meledak dalam kemarahan.Tak lama kemudian, seseorang berlari mengabarkan. "Tuan Sancho, Duta Besar Negara Solara, Elon Lune, telah meminta untuk bertemu dengan Anda!”“Duta Besar Negara Solara?” gumam Sancho dengan nada tercengang, kerutan di keningnya mengungkap ketidakpercayaan yang mendalam. “Untuk apa Duta Besar ingin menemuiku? Aku hanyalah Ketua Martial Shrine, jabatan sipil yang jauh dari urusan resmi pemerintahan.”Meskipun begitu, ada aura misterius yang mengitari pertemuan itu, membangkitkan pertanyaan yang semakin merundung pikirannya.“Persilahkan dia masuk,” perintah Sancho terdengar ragu namun penuh kewaspadaan, membuka gerbang bagi kehadiran Elon.Sosoknya yang berpakaian rapi dengan setelan jas dan berjanggut, sang duta melangkah ke dalam ruangan dengan penuh wibawa, menunjukkan bahwa setiap la

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1028

    Tanpa ragu, Nathan dan Famrik berjalan mendekati keributan.Dari tengah-tengah kerumunan, Sancho menyeringai. "Nathan, kamu tampak ragu untuk melangkah, ya?”Nathan hanya membalas dengan tatapan dingin, menyembunyikan kegelisahan yang menggelegak.“Apakah kamu ingin merasakan tekanan nyata? Kalau begitu, kami tak akan segan memberimu pelajaran!” ancam salah seorang ketua keamanan dengan suara dingin.Swooosshhh!PLAK!CRACK!Di saat itu, Famrik melesat bak bayangan yang menghantui—dia tiba-tiba muncul di hadapan ketua keamanan Martial Shrine, dan dengan satu tamparan yang memecah keheningan, kepala sang ketua hancur berkeping dalam sekejap. Darah segar memercik ke mana-mana, menggambarkan betapa intensnya pertempuran yang sedang terjadi.Keributan semakin memuncak. Tak ada yang menyangka bahwa Famrik, dengan temperamen yang berapi-api, rela menghabisi nyawa demi melindungi Nathan.“Famrik?! Ka-kau .…” dengus Sancho terpana, sementara aura mematikan mulai menyelimuti anggota Martial Sh

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1027

    Nathan pun mengangguk, menggenggam erat tangan para anggota Ravensclaw sebagai tanda terima kasih. Namun, perhatian Famrik tertumbuk pada sebuah detail penting, sebuah cincin yang terpampang di tangan Nathan. Tatapan Famrik sesaat dipenuhi kengerian, namun segera terganti oleh sikap tegas.“Kamu ikut denganku. Ada yang perlu kutanyakan,” perintah Famrik sambil melambaikan tangannya.Terkejut namun patuh, Nathan mengikuti Famrik menuju tempat yang tersembunyi. Di sana, tanpa peringatan, Famrik berbalik dan dengan penuh hormat berlutut di hadapan Nathan.“Ada apa, Tuan Famrik?” ujar Nathan, kebingungan.Namun, Famrik tetap tidak bergerak, lalu dengan suara berat dia berkata. "Bawahanmu, Famrik, memberi hormat kepada Tuan Ace!”Kata-kata itu mengguncang pikiran Nathan. ‘Ace? Apakah …. organisasi Matilda juga merupakan cabang dari Dragnows?!’Seluruh benak Nathan seketika dipenuhi pertanyaan yang tak terjawab. Dia teringat bahwa kekuatan organisasi Matilda begitu dahsyat, bahkan anggota R

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1026

    Dengan nada yang penuh rasa ingin tahu, Nathan bertanya kepada Milan. "Kapten Milan, siapa mereka?”Milan menatap Nathan dengan mata yang tenang namun penuh arti, lalu berkata. "Tuan Nathan, mereka adalah Ravensclaw dari organisasi Matilda. Di antara mereka, yang berbicara dengan suara lantang itu adalah Famrik sang pemimpin keempat orang itu. Di bawahnya—kaki tangannya—yang berada di sisinya adalah Ariel. Lalu ada Zechar dan yang terakhir adalah Fernand.”Kata-kata Milan menggema di benak Nathan, dia sempat teringat akan desas-desus yang pernah dia dengar dari Zephir—bahwa suatu ketika, Rebecca pernah dipungut oleh Ravensclaw, dan Zechar yang menyerahkannya kepada Zephir untuk dibesarkan. Sejenak, pikiran Nathan terombang-ambing antara kekaguman dan kebimbangan.Jika benar keempat sosok ini diutus oleh Zephir, apa maksud sebenarnya dan bagaimana mereka bisa begitu dekat dengan kekuatan yang begitu menakutkan?Tak lama kemudian, suasana di arena semakin memanas. Sancho naik ke tengah

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1025

    "AARGH!" Nathan meraung, berjuang mati-matian melawan belenggu tersebut. Otot-ototnya menegang, urat-uratnya mencuat, namun belenggu itu tak mudah dipatahkan.Keamanan Martial Shrine bertukar pandang. Tanpa ragu, mereka melontarkan cahaya pekat dari tangan mereka. Kilatan itu seperti aliran listrik yang langsung merambat ke belenggu dan merasuk ke dalam tubuh Nathan."AAARGGGHHH!" Tubuh Nathan tersentak hebat, darah segar menyembur dari mulutnya.BAM!Tubuhnya menghantam tanah dengan keras.Sancho mendengus, menatapnya dengan penuh penghinaan. "Sudah kukatakan, lebih baik kau menyerah!"Keamanan Martial Shrine melangkah maju, siap membawa Nathan pergi. Namun, di saat itu juga, mereka semua terkejut. Nathan, yang seharusnya sudah tak berdaya, perlahan bangkit. Kilatan merah terang menyala di dahinya, seperti bara api yang baru saja tersulut!Angin di sekitarnya bergemuruh. Aura Nathan mulai bergejolak, semakin kuat, semakin liar.Para penonton menahan napas. “Apa yang akan terjadi sela

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1024

    Sancho menatap Nathan dengan dingin. "Apa pun yang kau ucapkan, tak ada gunanya!” lalu memerintahkan. "Bawa dia pergi!”Namun, tak disangka, Milan, Nelson, Bachira, dan para pendukung lainnya segera menerjang untuk melindungi Nathan.“Tuan Sancho, Tuan Nathan adalah bagian dari kepolisian! Dia bukan orang yang bisa dipermalukan begitu saja!” seru Milan dengan dingin.“Tak pedulikan siapa dia! Karena dia telah berani melanggar aturan aliansi, aku yang akan menanganinya. Kalau kau berani banyak bicara, percayalah, aku akan membawa kalian semua juga!” jawab Sancho, tatapannya menusuk dengan ketegasan.Milan, yang tampak gemetar karena amarah, berusaha menantang. "Kau tak takut kepada Tuan Ryujin?”“Biarlah. Aku telah berkata, masalah ini hanya bisa kuselesaikan sendiri!” balas Sancho dengan suara penuh ancaman. “Minggir!”Saat kata minggir terdengar, tubuh Milan terhuyung mundur beberapa langkah..Kekuatan Milan tidak bisa dibandingkan dengan Sancho. Mereka adalah dua sosok yang berada d

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status