Setelah itulah, Rio baru menarik tangannya dan meletakkannya di atas pundak Aulia. Saat ini, Aulia masih dalam keadaan linglung. Saat mencium aroma tubuh Rio, Aulia merasa sekujur tubuhnya seolah-olah menjadi lemas. Ingin sekali rasanya dia mendekap dalam pelukan Rio tanpa bergerak sama sekali."Aku nggak bisa jalan lagi. Kamu gendong aku ke lantai dua."Aulia benar-benar sudah kehabisan tenaga. Setelah digantung begitu lama, kedua lengannya bahkan sulit untuk mengangkat barang. Ditambah lagi rasa takut yang belum hilang sepenuhnya, membuat kakinya terasa lemas sekali.Rio tidak banyak berpikir dan langsung mengangkatnya."Ugh ...."Aulia hanya merasa bahwa dada pria ini terasa sangat luas dan hangat. Saat itu juga, dia merasakan sebuah rasa aman yang belum pernah dirasakannya sebelumnya.Namun, mungkin karena gerakan Rio terlalu besar, pakaian yang diselimutkan di tubuhnya pun melorot. Rio menunduk dan melihatnya sekilas, wajahnya langsung memerah. Kemudian, dia buru-buru memalingkan
Saat Aulia melihat Rio terdiam di tempat, dia pun menghela napas pelan. Dia lalu bangkit dari kursi dan berjalan pelan ke sisi Rio sambil berkata lembut, "Ada beberapa hal yang aku nggak mau libatkan kamu di dalamnya."Rio menatap Aulia dalam-dalam, lalu tanpa berkata apa pun, dia langsung berbalik dan pergi. Apa pun alasan Aulia menyuruhnya pergi, Rio bisa merasakan bahwa Aulia sama sekali tidak berniat buruk padanya.Oleh karena itu, kalau Aulia memang tidak ingin dirinya ikut campur, maka pergi adalah pilihan yang paling tepat. Namun, baru berjalan beberapa langkah, tiba-tiba Aulia memanggilnya, "Rio, tunggu sebentar."Rio menoleh dan menatap Aulia dengan bingung.Aulia buru-buru kembali ke belakang meja kerjanya, lalu membuka brankas dengan sidik jari. Dari dalam, dia mengeluarkan beberapa gepok yang seratus ribuan. Setidaknya ada lebih dari 20 ikat lebih.Selain uang, di dalamnya juga ada beberapa perhiasan emas dan perak, serta sebuah kotak kecil.Tanpa banyak penjelasan, Aulia s
Rio mengangguk, lalu memanggul tas itu dan pergi. Begitu Rio pergi, Aulia langsung merasa hatinya kosong. Sebenarnya, jika Rio ingin tetap berada di sisinya, dia akan menjadi kekuatan terbesar yang dimiliki Aulia.Namun, untuk saat ini, Aulia tidak ingin melakukan itu. Sebab Aulia tahu, Rio memiliki kehidupan yang cerah, bersih, dan penuh semangat positif. Jika dia membiarkan Rio terjebak dalam pusaran gelap yang dia jalani sekarang, itu sama saja menghancurkan hidup pria itu.Tentu saja, di balik semua itu, Aulia juga punya niat lain. Dengan semua keistimewaannya, dia akan menjadikan Rio sebagai senjata terakhirnya.Jadi, selama keadaannya belum benar-benar terpaksa dan nyawanya belum menjadi taruhan, Aulia tidak akan menggunakan senjata pemungkas bernama Rio itu.Tentu saja, pria muda yang bergairah itu membuat jantungnya berdebar. Meski dikenal sebagai janda maut, siapa juga yang akan menyangka bahwa ternyata Aulia masih seorang perawan?Tak lama setelah Rio pergi, Aulia pun turun k
Pada saat itu, Rio tercengang. Ketika dia memeriksa indikator darah yang muncul dalam pikirannya, tiba-tiba ada berbagai informasi yang mengalir masuk.Dengan kata lain, dalam sekejap, ingatannya dipenuhi dengan informasi tentang kondisi tubuhnya setelah mengalami mutasi.Informasi itu sangat beragam, tetapi Rio memahaminya dengan cepat. Misalnya, saat ini pengembangan otaknya telah mencapai 10%, jadi progres indikator darahnya juga berada di posisi 10%.Selain itu, tubuhnya mengalami perubahan. Dia mendapatkan kekuatan banteng, juga kekuatan jiwa yang telah mencapai tingkat spiritual.Dia juga membangkitkan kekuatan supernatural, yaitu kekuatan angin. Dengan kata lain, kini dia memiliki kekuatan elemen angin!Saat ini, Rio tidak tahu apakah dia benar-benar telah membangkitkan kekuatan angin atau tidak, tetapi dia merasa seperti tersesat dalam embusan angin.Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa informasi seperti ini muncul dalam jiwanya?[ Pengembangan otak: 10% ][ Fisik: Kekuatan banteng
Dahan pohon setebal lengan itu sangat kokoh."Apa aku sudah jadi manusia super?" Rio menarik napas dalam-dalam. Mumpung tidak ada orang di sekitarnya, dia kembali menebaskan pisau angin.Namun, kali ini dia mengerahkan seluruh kekuatannya karena ingin menebas batang utama pohon di depannya.Pohon itu setidaknya memiliki diameter 20 sentimeter. Bahkan dengan gergaji mesin, mungkin butuh puluhan detik untuk menebangnya. Rio ingin menguji batas kekuatan pisau angin miliknya!Swoosh .... Tebasan angin itu menghantam batang pohon secara miring. Saat berikutnya, krak!Rio langsung melompat ke samping, sementara pohon besar itu roboh. Suara keras itu pun menarik perhatian orang-orang di sekitar, membuat Rio panik dan segera melarikan diri.Beberapa saat kemudian, di apartemennya.Setelah memfokuskan pikirannya sepenuhnya, Rio mengendalikan pisau dapur di rumah Aulia yang tinggal di lantai atas.Benar, setelah berevolusi lagi, dia bisa mengendalikan benda yang lebih berat. Pisau dapur jauh leb
"Rio, kamu benar-benar membuatku kecewa! Kamu terlalu kejam!" Di luar pintu, Medelyn menangis dan mengeluh, "Aku nggak nyangka kamu akan menjadi orang seperti ini. Apa semua kata-kata manismu sebelumnya hanya kebohongan?""Dasar penipu! Kamu sangat munafik! Kamu pria atau bukan sih? Mana ada pria sepertimu? Hanya karena aku membuat kesalahan kecil, kamu memperlakukanku seperti ini?""Rio ... kamu ditakdirkan untuk menjadi orang miskin seumur hidup! Hidupmu akan selalu menyedihkan!""Sebenarnya aku berniat meminta Pak Fathian mencarikan pekerjaan untukmu di perusahaan milik negara. Dengan begitu, kamu nggak perlu khawatir soal biaya hidup lagi.""Tapi, ternyata kamu orang seperti ini. Karena kamu begitu kejam padaku, jangan salahkan aku kalau aku juga nggak berbelaskasihan!"Karena Rio tetap tidak membuka pintu, Medelyn akhirnya menggigit bibirnya dengan marah, lalu berbalik untuk pergi. Sebelum pergi, dia menendang pintu dan berkata, "Rio, semoga kamu nggak menyesalinya!"Sambil berjal
Wanita itu berkata, "Aku sudah bilang jangan minum, tapi kamu tetap bersikeras minum. Katanya minum sedikit, tapi kamu minum sebotol penuh, 'kan?""Aku bisa minum dua botol kok, satu botol begini nggak ada apa-apanya.""Terserah deh, jangan membual lagi. Dik, nggak usah terburu-buru. Jalan seperti biasa saja.""Baik!"Rio memarkirkan motor listriknya dengan rapi, menyesuaikan kursi, lalu mulai mengemudi menuju Jalan Zeyi.Mobil yang dikendarainya adalah BMW 740, sangat nyaman untuk dikendarai. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir, mobil seperti BMW dan Mercedes-Benz sudah tidak bisa menunjukkan status sosial yang tinggi lagi, banyak pebisnis dari generasi lama masih menyukai mobil mewah ini."Dik, malam ini aku mungkin akan pergi ke beberapa tempat. Aku lihat kamu nyetir cukup stabil. Gimana kalau kamu jadi sopir pribadiku malam ini? Biasanya kamu bisa dapat berapa dalam satu malam?""Tergantung. Kadang 400 atau 600 ribu, kadang 2 atau 4 juta," jawab Rio dengan jujur."Ya sudah, mala
Aula A Pusat Pameran Jouston terang benderang. Karena besok adalah pameran batu giok, semua pebisnis sibuk menata stan mereka sepanjang malam.Setelah Rio memarkir mobilnya, dia ikut masuk ke aula pameran bersama pria dan wanita itu. Bos pria itu bernama Zafir. Dia memiliki pabrik pengolahan batu giok di Kota Chatu, Provinsi Nabol, juga memiliki pusat penjualan batu giok di Kota Jouston.Tentu saja, bisnis utamanya adalah memproduksi batu giok untuk perusahaan besar. Menurutnya, beberapa merek terkenal bahkan melakukan pemrosesan batu giok di pabriknya.Kakeknya dulu adalah seorang perajin ukiran batu giok, lalu bisnis itu diwariskan turun-temurun hingga sampai ke generasinya.Generasi Zafir bisa dibilang telah mengembangkan bisnis keluarga dengan sangat pesat. Saat ini, dia memiliki lebih dari 100 pekerja yang bertugas mengolah batu giok. Ditambah dengan pusat penjualan di Kota Jouston, kekayaannya sudah melampaui 2 triliun.Dunia batu giok memang penuh dengan orang kaya. Dua truk bat
Pada pukul 13.30, Rio dan Cheryl bertemu di hotel yang terletak di luar pusat pameran. Cheryl memakai masker dan kacamata hitam besar saat datang. Dia terlihat seperti hendak berselingkuh dengan Rio. Sebenarnya, Cheryl keluar tanpa sepengetahuan Zafir. Pada sore hari, Zafir tidak berada di platform pameran. Jadi, Cheryl menyuruh bawahan untuk mengawasi dan dia keluar untuk bertemu dengan Rio.Terdengar suara berderit saat pintu kamar hotel dibuka. Cheryl langsung mengunci pintu setelah masuk. Dia juga menepuk dadanya.Cheryl merasa sangat antusias bisa bertemu dengan Rio. Namun, dia juga takut diketahui Zafir.Kala ini, Rio sedang duduk di tempat tidur. Dia mengisap rokok sambil sambil memandangi Cheryl. Rio tersenyum lebar.Cheryl tersenyum dan berucap, "Nanti kita baru bicara. Kamu tunggu aku mandi dulu. Pusat pameran sangat panas, seperti sauna."Cheryl melepaskan sepatu hak tingginya sembari bicara. Dia menarik ritsleting gaunnya, lalu gaunnya jatuh ke lantai.Jantung Rio berdegup
Mereka tidak mempunyai keahlian dan tidak bisa berbisnis. Mereka menghabiskan masa muda pada karier yang tidak menjanjikan seperti ini.Tentu saja, mereka juga merasa tidak rela. Namun, apa yang bisa mereka lakukan? Mereka hanya orang biasa.Tiba-tiba, Fleko bertanya, "Rio, apa kamu punya cara untuk menghasilkan banyak uang?"Mata Devon berbinar-binar. Dia memang tidak ingin menjadi satpam lagi. Hal ini karena menjadi satpam di Kelab Emperor terlalu sulit. Jadi, dia memandangi Rio dengan penuh penantian.Rio berpikir sejenak, lalu mengangguk dan menjawab, "Apa kalian pernah mendengar tentang judi batu? Batu giok mentah?"Sewaktu Rio mengantar Cheryl dan Zafir kemarin malam, Zafir menceritakan banyak hal tentang pergi ke Moramar untuk mengikuti judi batu. Dia juga menceritakan pengalaman mendebarkan saat 2 truk batu-batunya itu dikirim ke dalam negeri.Rio sangat menikmati cerita Zafir. Pengalaman itu sangat seru dan berbahaya, tetapi juga menghasilkan banyak keuntungan.Waktu itu, Rio
Devon dan Fleko merasa ada yang tidak beres. Rio sangat aneh. Dia pasti merasakan sakit hati yang berlebihan, lalu menjadi gila. Hal ini karena sekarang mata Rio berbinar-binar.Biasanya, mata orang yang mengalami gangguan jiwa selalu berbinar-binar. Mata mereka berbeda dengan orang biasa. Sekarang mata Rio sama persis dengan orang gila."Rio, ayo kita bicara di luar," ujar Devon. Dia dan Fleko bertatapan, lalu hendak membawa Rio keluar.Sudah jelas Rio menjadi gila. Kalau mereka membiarkan Rio memesan banyak makanan dan 3 botol wiski di restoran ini, mereka pasti celaka. Mereka bertiga tidak sanggup membayarnya.Namun, Rio langsung melempar kunci mobil BMW ke atas meja saat mereka berdua baru merangkul lengannya. Keduanya tertegun begitu melihat logo mobil BMW.Ada apa ini? Kenapa Rio mempunyai kunci mobil BMW? Rio berdiri, lalu mendorong mereka berdua kembali ke tempat duduk dan mendesak, "Cepat pesan makanan. Kita mengobrol sambil makan."Rio mengeluarkan setumpuk uang dari bawah ka
Fenny langsung berdiri dan buru-buru naik ke lantai atas dari pintu belakang. Sekitar 5 menit kemudian, terdengar suara langkah kaki dari lantai atas. Kemudian, kepala cabang membawa Fenny dan seorang wanita paruh baya datang.Seperti biasa, kepala cabang dan wakilnya menyapa Rio, lalu Rio menjelaskan tujuan kedatangannya. Dia juga mengatakan Fenny yang membuatnya tertarik untuk membuka rekening di bank ini.Satu jam kemudian, Rio sudah menyelesaikan prosedur pembukaan rekening. Fenny langsung naik pangkat menjadi manajer yang khusus melayani Rio.Sementara itu, Rio juga meminta cuti untuk Fenny kepada kepala cabang. Dia mengatakan ingin membawa Fenny berobat.Biarpun Fenny memakai kacamata dan masker, kepala cabang sangat jeli. Mana mungkin dia tidak menyadari Fenny dipukul?Jadi, kepala cabang melambaikan tangannya dan mengizinkan Fenny beristirahat beberapa hari. Dia baru kerja setelah sembuh.Fenny sudah menarik nasabah dengan simpanan hampir mencapai 1 triliun. Dia memberikan kont
Tempat tidur kamar suite hotel bintang lima memang nyaman, tetapi malam ini Rio malah tidak bisa tidur dengan tenang. Dia sangat gelisah dan sulit terlelap.Bagaimanapun, Rio adalah orang yang sangat miskin. Jadi, dia masih sangat antusias karena mendadak beruntung dan menjadi kaya.Selain itu, Rio mengalami banyak perubahan dalam hidupnya. Dia diselingkuhi pacarnya, melakukan pembunuhan, digoda janda, dan lainnya. Sepertinya Rio menjadi dewasa dalam waktu singkat.Dulu, Rio tidak pernah serius menjalani hidupnya. Bahkan, bisa dibilang dia sangat picik. Sekarang Rio mendapatkan pencerahan dan melihat harapan yang berbeda dalam hidupnya.Rio sudah bersemangat pagi-pagi. Dia bangun, lalu mencuci muka dan menggosok gigi. Rio yang membeli 4 set pakaian sekaligus semalam tidak memakai setelan jas atau sepatu kulit.Sebenarnya semalam Rio belanja karena kesal. Meskipun pakaian mewah bisa meningkatkan karisma seseorang, Rio ingin memakai baju kasual.Jadi, Rio hanya memakai sepatu sport mahal
Sekarang, kenapa pria ini tiba-tiba jadi bermuka tebal?Namun, Aulia sudah berpengalaman. Sudah banyak hal yang dia alami. Julukan Janda Maut bukan hanya julukan kosong."Rio, kamu anggap aku ini wanita seperti apa?" Dari seberang telepon, suara Aulia terdengar bergetar, penuh kemarahan dan kesedihan."Aku kira kamu pria yang baik, tapi kamu ... kamu mengecewakanku. Ternyata kamu sama saja seperti mereka ... cuma mau menindasku!"Usai mengatakan itu, Aulia langsung menutup telepon. Kemudian, dia menarik napas dalam-dalam dan malah tersenyum.Aulia melirik jam tangannya dan mulai menghitung mundur. Dalam waktu semenit, Rio pasti akan menelepon balik.'Bocah ingusan! Mau main sama aku? Kamu masih kurang pengalaman!' batin Aulia.Di dalam kamar suite, Rio terbengong. Dia sama sekali tidak menyangka Aulia akan bereaksi seperti ini. Wanita itu seperti sangat kecewa dan sedih!Rio bisa membayangkan wajah Aulia yang penuh kesedihan. Aulia menganggapnya sama seperti pria lain yang hanya mengin
Di kamar suite Grand Victus, Rio terus membasuh wajahnya dengan air dingin. Di usia 20-an tahun, dia sedang berada di puncak gairahnya.Terlebih lagi setelah otaknya mengalami perkembangan misterius, terutama sejak mendapatkan kekuatan banteng, fisiknya benar-benar berubah.Tak ada sedikit pun lemak yang tersisa, garis ototnya jelas, sosoknya penuh dengan aura maskulin yang luar biasa kuat.Alasan Rio berkali-kali membasuh wajahnya dengan air dingin karena dia harus menenangkan diri. Jika tidak, dia benar-benar ingin memanggil dua wanita ke kamarnya dan melampiaskan semuanya!Seakan-akan ingin membalas semua penderitaannya di masa lalu, Rio ingin membebaskan diri dan bersenang-senang sepuasnya!Namun, dia juga ragu karena dia masih perjaka. Kalau dia benar-benar memberikan kesuciannya pada wanita penghibur, bukankah itu terlalu disayangkan?Jadi, satu-satunya cara adalah menahan diri dengan cara ini.Tepat pada saat itu, ponselnya kembali berdering. Rio tidak langsung mengangkatnya. Di
Bram adalah salah satu orang kepercayaan bos Bar TOP, Sugi. Selain itu, Bram juga adalah manajer bar ini.Dulu, Bram adalah sosok yang ditakuti. Tiga puluh tahun lalu, hanya dengan sebuah sekop besi, dia menghajar 20 orang sekaligus. Pertarungan itu membuat namanya melambung tinggi. Tentu saja, sekarang dia sudah pensiun dan punya saham di bar ini."Kenapa? Bocah itu nggak balik?" Di sofa, Fathian duduk santai sambil menyilangkan kakinya. Dia tertawa sinis, lalu mengejek, "Pak Bram, kamu lemah sekali. Satpam saja berani membantahmu.""Bajingan itu bilang dia mengundurkan diri. Sialan, buat naik darah!" maki Bram."Oh? Mengundurkan diri?" Fathian memang berjanji pada Medelyn untuk membuat Rio dipecat dari Bar TOP.Siapa sangka, sebelum dia sempat bertindak, Rio sudah mengundurkan diri. "Ya sudah, biarin saja."Fathian tidak mengusut masalah ini lagi. Toh dia sudah meniduri wanita Rio dan sekarang Rio juga berinisiatif mengundurkan diri dari bar ini. Jadi, tidak ada lagi hal menarik untu
Saat Delon dan Fenny bertengkar di rumah, Aulia terbangun dari tidurnya. Sejak siang tadi setelah menelepon Rio, dia langsung tidur.Semalam, dia tidak bisa beristirahat dengan baik. Jadi, ketika dia bangun sekarang, hari sudah hampir gelap.Namun, Aulia merasa aneh, kenapa Rio belum datang menemuinya? Dia melihat ponselnya, tidak ada panggilan tak terjawab, juga tidak ada pesan di WhatsApp."Apa mungkin tadi dia sempat mengetuk pintu, tapi aku nggak dengar?" Aulia menepuk dahinya. Kalau dia tidur begitu lelap, mungkin Rio sudah kesal setengah mati sekarang."Ya, ya, cowok dewasa yang gampang ngambek." Aulia meregangkan tubuh, lalu mengambil kunci dan turun ke bawah.Tak lama kemudian, dia mengetuk pintu apartemen Rio. Setelah mengetuk cukup lama, tidak ada respons dari dalam."Apa mungkin dia lagi kerja? Oh ya, hari ini dia sif malam!" Aulia menepuk dahinya lagi, lalu buru-buru kembali ke kamarnya untuk menelepon Rio. Namun, tidak ada yang mengangkat."Ya sudahlah, aku ke bar saja bua