Share

Bab 166

last update Last Updated: 2024-07-07 10:57:50

"Bagaimana beritaku kemarin? Apakah masih ramai diperbincangkan oleh orang lain?" tanya Shiren penasaran. Kemarin juga dia tidak sempat membuka ponsel dan televisi karena Nicholas melarangnya menggunakan kedua benda itu.

"Tadi malam pria menyebalkan itu sudah membuat video klarifikasi dan langsung diluncurkan saat itu juga pada media sosial. Dia menjelaskan sebaik mungkin tentang keadaan sebenarnya. Berita buruk yang beredar berhasil dihapuskan. Mungkin masih ada satu dua, tapi sembilan puluh delapan persen sudah tidak ada," jawab Nicholas membuat Shiren kembali tenang.

Shiren kembali memeluk Nicholas dengan manja. "Maafkan aku sudah membuatmu pusing," cicit Shiren.

Tentu saja Shiren merasa tidak enak hati, dia sempat menodai nama keluarga Leonard juga Lavine. Beruntung semua itu hanya kesalahpahaman semata.

Shiren memejamkan mata ketika bibirnya dicium lembut oleh sang suami. Hanya beberapa detik karena setelahnya Nicholas kembali fokus pada layar laptop.

"Kesalahanku lebih parah da
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App

Related chapters

  • Kehangatan Nyonya Presdir   Bab 167

    "H-hubungan apa? Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan kakak Jay," jawab Maeva sedikit gelagapan menjawab pertanyaan santai Shiren. Di seberang sana Shiren terkekeh, dijawab dengan gugup malah membuatnya semakin curiga."Jay itu tidak bisa bermain rahasia, Maeva. Kamu tidak pernah membahas Jay lagi, sedangkan kalian berdua sangat sering berhubungan, kan? Jay berkata padaku setiap malam kalian saling bertukar kabar melalui telepon."Dam hati Maeva sangat riuh mengumpati pria bernama Jay Lavine. Dia benar-benar tidak menyangka pria itu akan banyak bicara pada orang lain termasuk kakaknya."Tidak perlu malu. Toh katamu kalian tidak memiliki hubungan apapun, kan? Itu sama halnya kamu denganku. Sama-sama berteman artinya. Kenapa sangat gugup seperti itu?" tanya Shiren semakin sengaja menjebak Maeva. Bisa dia bayangkan betapa merahnya wajah Maeva sekarang."Pizza dan burgerku sudah datang, Kak. Aku makan dulu sebentar," ucap Maeva sebelum memutus sambungan teleponnya secara sepihak.Ta

    Last Updated : 2024-07-08
  • Kehangatan Nyonya Presdir   Bab 168

    Robert hanya bisa pasrah menerima semua pekerjaan yang bukan bagiannya demi kesenangan sang penguasa. Sejak masuk ke dalam ruangannya, Nicholas tidak pernah keluar lagi sampai beberapa jam kemudian bahkan dihubungi saja tidak bisa. Selalu seperti ini jika Shiren ikut serta."Oh Tuhan, tidak seperti ini saja pekerjaanku sudah banyak," keluh Robert seraya mengacak rambutnya frustrasi. Dia ingin menangis sekarang juga.Sampai jam pulang tiba, Robert benar-benar sibuk memegang kendali semuanya. Keadaannya benar-benar kacau sekarang, dia seperti tidak diberi waktu bernapas sedetik pun."Satu langkah lagi, setelah ini aku harus pulang tanpa peduli dua manusia itu. Semangat!" ucap Robert menyemangati dirinya sendiri. Tepat di sentuhan terakhir, ponselnya berbunyi menandakan sebuah notifikasi pesan yang masuk. Robert yang semula berantakan kini kembali tersenyum cerah melihat deretan angka yang menghiasi layar ponselnya. Tertulis indah 'upah lebih' di sana, dikirim oleh Nicholas. Nicholas ju

    Last Updated : 2024-07-08
  • Kehangatan Nyonya Presdir   Bab 169

    "Ke mana kita akan berbulan madu?" tanya Nicholas sambil menciumi bahu Shiren yang mulus, juga mengusap lembut beberapa bagian tubuh Shiren menggunakan spons lembut."Aku tidak pernah memikirkan hal itu. Di rumah menurutku lebih aman dan nyaman. Kejadian beberapa tahun yang lalu cukup membuatku trauma dengan bepergian jauh. Apalagi sekarang aku sedang mengandung mereka bertiga," jawab Shiren ikut mengusap perutnya sendiri yang semakin membesar.Nicholas terdiam, dia tidak menyangka trauma Shiren sampai berkepanjangan seperti ini. "Baiklah, aku terserah padamu saja. Toh di sekitar sini juga banyak tempat yang bagus untuk kita kunjungi."Shiren mengangguk, dia pun berpikir seperti itu. "Ayo bilas, kita sepertinya terlalu lama berendam. Jari-jarimu samperi keriput," ucap Nicholas meminta Shiren untuk keluar dari dalam bathtube.Wanita itu reflek melihat semua jarinya yang memang benar kata Nicholas. Keriput. Cepat-cepat dia berdiri di bawah shower yang menyala lalu disusul oleh Nichola

    Last Updated : 2024-07-09
  • Kehangatan Nyonya Presdir   Bab 170

    "Astaga, perutmu seperti hampir meledak!" pekik Jay begitu terkejut melihat ukuran perut kakaknya yang semakin menjadi. Modal melihat saja dia ikut sesak."Enak saja! Ciptaan Tuhan tidak mungkin seperti itu!" sentak Shiren kesal. Bukannya menyapa hangat setelah sekian bulan baru bertemu kembali, Jay malah heboh sendiri."Baiklah, aku percaya. Maafkan aku," ucap Jay lagi. Walaupun sedikit merasa takut dia mencoba mengusap perut Shiren selembut mungkin. Alangkah terkejutnya dia ketika mendapat sapaan dari dalam berupa tendangan."Mereka bergerak!" Jay semakin heboh, dia langsung berlutut di hadapan Shiren dan mendekatkan wajahnya pada perut besar wanita itu.Shiren memutar bola mata malas melihat tingkah adiknya yang cukup berlebihan. Dia juga merasa sedikit ngilu ketika bayi-bayinya semakin heboh bergerak mendapat sapaan langsung dari sang paman. "Berhenti, Jay! Kamu membuat mereka heboh di dalam!" Shiren berusaha mendorong Jay agar menjauh darinya. Bukan tidak suka, tapi dia cukup ke

    Last Updated : 2024-07-09
  • Kehangatan Nyonya Presdir   Bab 171

    Sebagai seorang pria, Nicholas tentu saja tahu arti tatapan pria ini pada istrinya. Dia sebenarnya tidak ingin menuduh, tapi begitulah fakta yang sudah bisa dia baca dengan baik."Jangan terlihat tidak enak hati seperti itu. Kami bahkan sangat senang kalau ada yang berkunjung. Iya'kan, Sayang?" Shiren menoleh pada sang suami meminta pembelaan. Nicholas dengan berat hati mengangguk. Padahal, dirinya dan Shiren baru memejamkan mata beberapa menit dan sudah diganggu lagi. Sebenarnya Nicholas cukup kesal, tapi tidak tega jika harus mengusir kembali dua orang yang sudah dia anggap sahabat ini."Aku sebenarnya ingin tahu kabar terbaru tentang kembar tiga kalian. Apakah mereka baik-baik saja? Aku sangat tidak sabar menanti kelahiran mereka," jelas Joshua menatap Shiren penuh binar bahagia. Belum sempat Shiren membuka mulut untuk menjawab, Nicholas lebih dulu menyela. "Mereka baik-baik saja. Perkembangannya pun sangat baik dan dokter sudah membuat jadwal operasi untuk mengeluarkan mereka. Do

    Last Updated : 2024-07-09
  • Kehangatan Nyonya Presdir   Bab 172

    "Akhir-akhir ini Joshua membuatku tidak nyaman. Apalagi saat dia bertemu denganmu, aku sangat ingin marah."Shiren terdiam mendengar ucapan suaminya, dia tidak menyangka perasaan Nicholas berbeda dengan pemikirannya."Karena apa? Apa dia ada salah padamu?" tanya Shiren penasaran. Setahunya hubungan sang suami dengan Joshua baik-baik saja.Nicholas menghela napas pasrah lalu membuangnya secara perlahan. "Sebenarnya bukan suatu kesalahan yang pasti, tapi kesalahan yang masih abu-abu dan belum berani aku perhitungkan. Entah kamu sadar hal ini atau tidak, tapi dari pandanganku, dia sedikit berbeda ketika melihatmu. Lily bahkan sangat sering dia acuhkan dan lebih asyik berbicara dengan kita terutama kamu, Sayang. Joshua terlihat sangat senang membahas banyak hal dengan kita dan sangat sering mengabaikan istrinya sendiri. Aku sedikit tidak nyaman."Shiren pun akhirnya sadar, selama ini entah mengapa dirinya merasa biasa-biasa saja. Memang kepekaan suaminya tidak perlu diragukan lagi."Iya k

    Last Updated : 2024-07-10
  • Kehangatan Nyonya Presdir   Bab 173

    "Bisakah usir mereka sebentar, Sayang? Mataku sangat perih," rengek Nicholas merasa terganggu melihat kemesraan Maeva dan Jay yang sangat menusuk mata. Sudah tiga hari Jay tidak pulang demi memuaskan diri bermesraan dengan Maeva.Shiren sontak tertawa mendengar rengekan Nicholas. Pria ini harusnya sadar bahwa itulah yang orang lain rasakan saat melihat mereka bermesraan."Jangan seperti itu. Wajar saja, mereka masih baru. Kita saja yang sudah lama sering lupa tempat, apalagi mereka. Lebih baik kita yang pindah tempat supaya matamu tidak perih." Shiren bangkit lebih dulu meskipun cukup susah, lalu dia membawa Nicholas ke tempat yang tidak ada Maeva dan Jay di sana."Di sini lebih aman. Sekalian memberi makan peliharaan kita."Shiren juga memberi wadah berisi pakan kepiting pada suaminya. "Aku masih tidak menyangka ayahmu mau membuat semua ini untukku yang sangat menyukai seafood. Aku sangat bahagia tinggal di sini," ucap Shiren.Nicholas menoleh, ikut tersenyum melihat kebahagiaan ist

    Last Updated : 2024-07-11
  • Kehangatan Nyonya Presdir   Bab 174

    "Kamu pikir hubungan ini kubuat main-main, Maeva? Beruntung saat ini kamu baru masuk kuliah, jika sudah lebih dewasa dari ini, sudah kunikahi kemarin juga," tegas Jay membuat Maeva semakin merinding. "M-maksudku bukan seperti itu. Hanya saja aku belum bisa memikirkan hubungan ini lebih jauh," balas Maeva dengan suaranya yang lembut. Suara yang mampu memikat hati seorang Jay Lavine.Jay mengangguk kecil, diusapnya belakang kepala Maeva sebelum pergi sejenak meninggalkan gadis itu."Mau ke mana?" tanya Maeva. "Mengambil es krim. Tadi kamu mau es krim, kan?"Maeva mengangguk sambil menyengir kuda, dia sendiri lupa dengan keinginannya.Di dekat kolam kepiting, ada Nicholas yang semakin pusing mendengar rengekan aneh istrinya. Cassie juga sudah pergi, kini Shiren bisa bebas meminta hal yang menurut Nicholas cukup berbahaya."Di sini sangat terbuka, Sayang. Kalau kamu sedang ingin bisa kita lakukan di kamar agar lebih aman dan nyaman, ya? Jangan di sini," bujuk Nicholas pada Shiren yang s

    Last Updated : 2024-07-12

Latest chapter

  • Kehangatan Nyonya Presdir   Extra Part

    "Ohh, Sayang, kenapa kamu tidak menua sama sekali?" tanya Shiren dengan suara sensual saat merasakan badai kenikmatan yang tidak berkesudahan dari sang suami. Melihat bagaimana gagahnya pria ini memberikan sentuhan cinta yang tak pernah berubah dari awal mereka bersama. Nicholas mencecap habis seluruh rongga mulut Shiren seakan ingin menyatukan dua raga yang berbeda. Dan untuk yang ke sekian kalinya, mereka menikmati puncak kenikmatan bersamaan dengan rasa cinta yang semakin meluap.Nicholas ambruk di samping sang istri, memandang penuh bahagia pada seorang wanita yang sangat berarti di hidupnya."Harusnya aku yang bertanya seperti itu, Shiren. Kamu seperti vampir yang tidak pernah tua. Wajahmu saat masih gadis masih bisa aku lihat sekarang," balas Nicholas tak kalah pandai memuja sang pujaan hati.Shiren semakin menempel pada Nicholas seraya terkikik geli, dia naik ke atas perut Nicholas lalu berbaring di sana. "Andai aku bisa hamil lagi, aku rindu saat-saat mengandung dan dimanja

  • Kehangatan Nyonya Presdir   Ekstra Part

    Nicholas memandang haru foto keempat anaknya yang tumbuh dengan sangat baik. Putri bungsunya bahkan sudah besar dan kini sudah memasuki sekolah menengah atas, tiga kakaknya yang lain sudah lulus dari perguruan tinggi dan sibuk dengan cita-cita mereka masing-masing.Nicholas tidak pernah terpikirkan sanggup menjalani kehidupan selama ini setelah berbagai macam badai yang dia lewati. Tentunya, bersama Shiren dia sanggup melewati segala hal."Melamun lagi? Agaknya lebih baik kita pergi berkencan daripada bosan di rumah. Ayo, aku sudah pesan tempat," celetuk Shiren membubarkan lamunan Nicholas.Ditariknya pinggang Shiren dengan lembut sampai tubuh itu jatuh dalam pangkuan Nicholas. Shiren hanya bisa diam dan menikmati rengkuhan hangat dari sang suami."Aku sangat mencintaimu, Shiren. Kamu segalanya untukku," lirih Nicholas tampak berhenti membelai lembut tubuh sang istri. "Aku juga. Aku juga sangat sangat mencintaimu," balas Shiren tak kalah lembut. Semakin tua Nicholas semakin manja dan

  • Kehangatan Nyonya Presdir   Tamat

    "Nicholas, Shiren jatuh!"Tiga kata keramat itu berhasil membuat nyawa Nicholas hampir lepas dari tempatnya. Kandungan Shiren sangat lemah, dan beberapa hari yang lalu dokter sempat berkata padanya kalau Shiren tidak boleh jatuh-jatuh lagi atau akibatnya sangat fatal. Dan saat ini, hal yang sama terulang kembali."Shiren, jangan tidur! Tatap mataku dan jangan pernah tidur! Lihat aku lihat aku, kamu pasti baik-baik saja, kamu dan anak kita pasti selamat. Jangan tutup matamu, Sayang, aku mohon. Katakan apapun yang kamu rasa dan jangan pernah tidur!" Nicholas terus mengoceh dengan kedua kaki terus melangkah membawa istrinya keluar dari rumah. Dan saat masuk ke dalam mobil, Shiren hampir-hampir hilang kesadaran kalau Nicholas tidak semakin kuat berteriak."Shiren, ingat anak-anak dan aku, Sayang. Kamu tidak boleh seperti ini, kamu harus sembuh dan jangan pernah berniat meninggalkan kami. Lihat aku, kamu kuat dan harus bisa bertahan seperti apapun sulitnya. Aku mohon jangan tidur," pinta N

  • Kehangatan Nyonya Presdir   Bab 261

    Sepasang suami istri yang sedang berbuat mesum di salah satu gazebo pantai hampir saja terciduk oleh petugas keamanan. Beruntungnya mereka tidak sampai melepas pakaian dan dengan mudah menutupi inti diri agar tidak dilihat orang lain."Kami hanya duduk santai di sini, tidak macam-macam," ungkap Nicholas dengan raut wajah serius, berharap kalau dua petugas keamanan yang sedang menginterogasinya percaya."Baiklah, maafkan kami sudah mengganggu waktu Tuan dan Nyonya, mungkin tadi hanya perasaanku saja seperti mendengar suara-suara aneh. Di pantai daerah ini memang tidak boleh macam-macam, kami bukan budaya yang bebas," jelas salah satu dari mereka. Setelah tak ada lagi salah paham, mereka pun pergi."Astaga ... aku benar-benar malu! Bagaimana bisa kita hampir terciduk? Idemu sangat buruk," gerutu Shiren kesal luar biasa pada suaminya. Dia sudah tiga kali menolak ide gila Nicholas, namun pria ini tetap memaksa. Alhasil, hampir saja kelakuan buruk mereka diketahui oleh orang lain."Maafka

  • Kehangatan Nyonya Presdir   Bab 260

    Anak-anak di rumah tak kalah antusias dari orang tuanya yang sedang pergi berlibur. Mereka juga diajak pergi oleh Cassie dan Robert setiap pulang sekolah dan selalu pulang malam. Meskipun lelah menghadapi tiga cucunya yang sangat aktif, tapi Cassie dan Robert sangat senang. Mereka sangat puas bermain dengan anak-anak."Nenek, kami dan ayah lebih nakal siapa? Kata ayah, kami tidak nakal dan sangat baik seperti ayah kecil. Memangnya ayah tidak nakal? Aku tidak percaya sebenarnya," ujar Bernard mengungkapkan rasa penasarannya selama ini. Sudah cukup lama dia ingin bertanya namun baru ingat lagi sekarang.Cassie dan Robert sontak saling bertukar tatapan, Robert hanya bisa mengendikkan bahu dan menyerahkan urusan anak-anak pada Cassie. Robert pergi mencari angin di luar."Tentu saja, ayah kalian sangat baik dan tidak nakal. Maka dari itu kalian pun menjadi anak-anak yang tak beda jauh dengan ayah sewaktu kecil. Tapi tetap saja, mengurus tiga anak sekaligus tentu lebih melelahkan. Maka dari

  • Kehangatan Nyonya Presdir   Bab 259

    Selesai bercinta yang sangat membara, Shirren kembali diserang rasa lapar luar biasa. Namun sebelum keluar dari kamar, dia tak lupa untuk mengenakan pakaian tertutup dari leher sampai ujung kaki. Jangan sampai ada orang lain yang melihat motif polkadot di tubuhnya. "Anna, tolong buatkan paella dan churos, ya? Ah iya, buatkan juga espreso dan jus mangga," pinta Shiren pada pramugari yang melayani. Wanita bernama Anna itu langsung mengiyakan dan cepat-cepat pergi.Shiren tak langsung kembali ke kamar, dia berkeliling sebentar di dalam pesawat pribadi ini yang sangat luas dan nyaman. Sofa-sofa berbulu halus dan empuk itu berhasil mencuri perhatian Shiren."Ah ... pinggangku, sofa ini nyaman sekali," gumam Shiren setelah berhasil menemukan posisi nyaman di sofa tunggal yang sangat nyaman. Dia hampir tertidur jika Anna tidak datang membawa pesanan yang dia inginkan."Yang espreso tolong berikan pada suamiku." Anna lagi-lagi mengangguk patuh sambil menaruh paella, churos dan jus mangga yan

  • Kehangatan Nyonya Presdir   Bab 258

    "Tidak akan kumaafkan." Tiga kalimat yang Nicholas lontarkan berhasil membuat Shiren menahan napas, memandang Nicholas dengan tatapan tak percaya. Shiren menarik sebelah lengan Nicholas untuk dia peluk, dengan mudah dia kembali merengek sambil mengusal-usalkan tubuhnya pada Nicholas seperti anak kucing."Janganlah begitu ... kamu bukan tipe suami tanpa maaf untuk istri, aku tahu itu. Aku sangat sangat meminta maaf padamu, Suamiku. Tolong maafkan aku." Shiren terus merengek dan tak peduli pada pramugari dan pramugara yang berlalu lalang di sekitarnya. "Tapi aku belum mau memaafkanmu, bagaimana? Aku juga sakit hati dituduh yang tidak-tidak dan terus dimarahi sepanjang jalan," balas Nicholas semakin membuat Shiren kelabakan. Meskipun sang suami tidak acuh dan tidak jahat padanya, tetapi selagi maaf belum dia dapatkan, rasanya tidak akan pernah ada ketenangan."Kapan kamu mau memaafkanku memangnya? Apakah ada satu syarat yang perlu aku lakukan agar kamu mau memaafkanku?" tanya Shiren l

  • Kehangatan Nyonya Presdir   Bab 257

    Pihak keamanan restoran sangat pusing melayani nyonya Leonard yang menyebalkan, berulang kali melihat rekaman yang dia mau namun masih belum percaya juga."Kamu tidak disuap oleh suamiku, kan? Berapa banyak uang yang dia berikan untuk mengedit video sebenarnya? Akan kubayar sepuluh kali lipat asal kamu beri tahu aku yang asli, bagaimana?" tawar Shiren yang masih yakin suaminya ini berbohong.Dari rekaman yang dia lihat, memang Nicholas dan Lea sempat bersentuhan secara tidak sengaja. Tapi, rasanya dia masih belum yakin. Di pojok ruangan Nicholas hanya bisa diam menyaksikan bagaimana petugas keamanan bagian memantau cctv melayani istrinya. Dari raut wajahnya Nicholas sudah bisa menebak kalau petugas itu sudah sangat lelah. "Demi Tuhan aku tidak berbohong, Nyonya. Kami tidak pernah merekayasa rekaman-rekaman seperti ini karena sangat rumit dan bisa membuat sistem berubah-ubah. Dan juga tuan Nicholas tidak pernah menyuapku, kami saja bertemu baru kali ini," jelas petugas itu entah untu

  • Kehangatan Nyonya Presdir   Bab 256

    "Heh! Kamu cari kesempatan ya?!" Nicholas reflek mendorong tubuh Lea yang semula menempel pada tubuhnya. Heels yang Lea kenakan terlalu tinggi, alhasil salah sedikit saja dia hampir jatuh.Lea hampir jatuh untuk yang kedua kalinya jika tidak ditolong oleh sopir Nicholas. Setelah bisa berdiri dengan benar, barulah Lea membalas Nicholas yang seenak hati menuduhnya."Kamu pikir aku mau menempel padamu seperti tadi? Kalau bisa, pantatku yang cantik ini lebih baik menyentuh lantai daripada menyentuhmu. Dasar pria aneh!" cecar Lea menatap marah pada Nicholas yang menurutnya sangat sembarangan. Nicholas menghela napas pelan dan memilih diam, sebenarnya tadi dia hanya terkejut. Rasanya sangat tidak nyaman saat tubuh wanita lain menyentuh dirinya. Padahal, dia tahu sendiri kalau tadi Lea benar-benar jatuh dan tidak sengaja."Baiklah, aku minta maaf. Terima kasih atas waktu dan penjelasanmu malam ini," putus Nicholas sebelum masuk ke dalam mobil miliknya. Lea hanya mengangguk singkat dan dia

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status