Home / Rumah Tangga / Kebangkitan Istri Yang Lemah / 39. Fakta Baru Tentang Carisa

Share

39. Fakta Baru Tentang Carisa

Author: Lapini
last update Last Updated: 2025-01-16 21:54:49

“Carissa dan Carlinta sepupuan?” gumam Azizah, menatap daddynya yang menganggukkan kepala. “Jadi?” tambahnya dengan suara pelan.

Januar bergumam pelan, “Mereka bekerjasama untuk menghancurkan rumah tangga kamu dan Darino.” Ia menegakkan tubuhnya, menatap serius putrinya yang tidak mengalihkan atensi sedikitpun darinya.

“Pilihannya ada dua. Kamu pertahanin hubungan kamu dan Darino, atau kamu selalu berantem sama Darino untuk mengelabuhi mereka,” tegasnya.

Karisya hanya terdiam, mendengarkan perbincangan antara suaminya dan putrinya. Dirinya sudah tahu dari awal, bahkan dirinya yang mendapatkan fakta-fakta tersebut dari orang-orang kepercayaannya yang ditugaskan untuk meretas data informasi dari Carissa dan Carlinta.

“Lalu bagaimana dengan Nandra?” tanya Azizah, menatap kedua orangtuanya silih berganti. “Aku tidak bisa memutuskannya begitu saja dengan alasan aku bisa mencari tahunya sendiri,” lanjutnya.

Hening, tidak ada yang berbicara diantara keduanya. Januar dan Karisya terdiam, memb
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   40. Tentang Fernandra, Azizah & Darino

    “BRENGSEK!”Seorang perempuan berteriak saat lehernya dicengkram kuat oleh seorang pria mengenakan kemeja berwarna hitam lengan panjang dengan lengan yang dilipat hingga siku, kedua mata perempuan itu melebar saat bertemu tatap dengan kedua mata tajam milik pria yang datang.“Halo, Carisa. Long time no see,” sapa pria itu, nada suaranya rendah dan penuh penekanan, ditambah smirk smile yang ditunjukan oleh pria itu kepada perempuan yang ada dihadapannya saat ini.“Kamu tahu? Aku senang bertemu denganmu saat ini,” lanjutnya, diakhiri dengan terkekeh. Fernandra Aurinta, ia mendorong masuk Carisa ke dalam rumah yang sangat sepi, hanya ada mereka berdua di sini.“Apa kamu senang bertemu lagi denganku, hm?” bisiknya, lagi-lagi dirinya terkekeh.Sementara itu Carisa sedang berusaha keras untuk menarik tangan kekar Fernandra menjauh dari lehernya, karena jika tidak … Carisa bisa kehabisan nafas dan meninggal. Carisa menggelengkan kepala, perempuan itu tidak ingin mati muda.“MAU APA KAMU?!”F

    Last Updated : 2025-01-17
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   41. Darino Akhirnya Mengetahui

    Azizah terkekeh setelah mengatakannya, ia menunduk dan memperhatikan kedua kakinya yang bergerak mengayun maju-mundur. Sedangkan Darino hanya terdiam dengan ekspresi wajah yang datar.“Sakit, kecewa, sedih dan miris,” ucapnya dengan suara, tersenyum tipis. “Aku tidak menyangka saja, ternyata drama ini terjadi kepadaku, dan rumah tanggaku menjadi pemerannya,” lanjutnya.Perempuan itu menoleh, menatap Darino yang tengah menatapnya. “Kamu masih mencintainya, Mas?” tanyanya, harapannya pria yang sedang bersamanya ini menjawab tidak.“Tidak.”Sesuai dengan harapan Azizah, Darino menjawab tidak. Setidaknya Azizah bisa memikirkan rencana berikutnya, walaupun bayang-bayang Darino yang tertawa bersama Carisa terus berputar di otak kecilnya.Darino menghela nafasnya secara perlahan, menggenggam tangan istrinya, lalu tersenyum manis. “Maaf … aku tidak bermaksud berbohong kepadamu,” tuturnya dengan suara lembut, mengusap punggung tangan Azizah yang hangat.Azizah menatap Darino dengan kedua matan

    Last Updated : 2025-01-18
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   42. Hubungan Fernandra & Azizah

    Azizah menggerakkan kedua kakinya dengan perasaan gelisah, mengedarkan atensi yang hanya ada dirinya saja di dalam ruangan ini. Ia sedang menunggu kedatangan seseorang, sejak perdebatan kecil dengan sang suami, membuatnya malas untuk pulang ke rumah orangtuanya, dan berakhir di ruangan VIP seperti ini.Suara knop pintu yang dibuka, membuat perhatian Azizah teralihkan. Wanita itu menatap pintu yang dengan perlahan terbuka, sedetik kemudian terlihat seorang pria tersenyum kepada Azizah dari jarak cukup jauh.Azizah menghela nafasnya pelan, seseorang yang ditunggu olehnya selama 15 menit akhirnya datang, sehingga membuatnya tidak perlu berlama-lama berada di ruangan ini. Mengingat ada kedua orangtuanya yang menunggunya, dan Arlin yang ia rindukan.“Pasti Carisa menghubungi Darino atas hilangnya Carlinta,” tukas Fernandra setelah duduk di kursi kosong yang berhadapan dengan Azizah. Ia tersenyum penuh arti kepada Azizah yang menatapnya dengan kedua mata yang menyipit.“Kamu yang melakukann

    Last Updated : 2025-01-19
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   43. Kedatangan Tamu Tak Diundang

    “Sayang, sedang apa disana?”Seorang wanita berdiri di balkon dengan menggenggam cangkir berisi teh hangat menoleh saat mendengar suara berat yang berasal dari belakang, ia tersenyum kepada pria yang melangkah mendekat kepadanya.“Oh ini … aku merasa kedinginan, jadinya aku bangun untuk bikin teh hangat, terus tadi aku melihat kondisinya Arlin, yaudah deh … aku disini saja untuk melihat sunrise,” jelas Azizah setelah suaminya berdiri tepat dihadapannya.Darino menaikkan sebelah alisnya, lalu atensinya menatap jalanan dibawah sana yang basah, berarti memang apa yang dikatakan oleh Azizah itu benar. Kedingingan karena AC di kamar menyala, dan hujan.Pria itu membawa tubuh Azizah ke dalam dekapannya setelah menaruh cangkir tersebut di meja kaca, mengusapnya dan memberikan kehangatan untuk sang istri yang tersenyum tipis. Azizah membalas pelukan suaminya, tidak disia-siakan olehnya moment pada pagi ini yang sudah lama tidak ia rasakan.“Hari ini kita kembali ke rumah yaa?” ujar Darino, me

    Last Updated : 2025-01-21
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   44. Fernandra Datang ke Rumah?

    “Berkunjung menemui Tante dan Om.”Fernandra tersenyum manis setelah mengatakan maksud dan tujuannya, walaupun tidak mendapatkan respon positif dari wanita paruh baya dihadapannya saat ini. Ia mempertahankan kedua sudut bibirnya untuk terus tersenyum.Karisya mengabaikannya, menatap Arlin yang memperhatikan Fernandra dengan tatapan sulit dimengerti. “Arlin,” panggilnya dengan suara yang lembut, membuat cucu pertamanya itu menoleh dan bertemu tatap dengannya.“Ya, Grandma?” sahut Arlin, tersenyum kepada Karisya yang tersenyum kepadanya. “Grandma mau ngobrol sama om ini?” tanyanya tiba-tiba, menatap Fernandra yang tersenyum manis kepadanya dengan tangan yang diangkat ke udara.“Halo, anak cantik,” sapa Fernandra dengan ekspresi wajah yang bersahabat, ditambah senyum manisnya yang membuat siapapun akan terpikat, termasuk Arlin yang akan menyukainya.Karisya langsung membawa Arlin masuk ke dalam rumah tanpa aba-aba, lalu berkata dengan suara pelan sebelum akhirnya ia menutup rapat pintu u

    Last Updated : 2025-01-22
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   45. Masalah Akan Cepat Berakhir?

    “Itu Papa.”Azizah menatap seorang laki-laki yang melambaikan tangan kepadanya, ia tersenyum sebelum akhirnya melangkah bersama putrinya yang melangkah disisi kanannya. Dirinya dan Darino janjian makan siang di luar, tentunya setelah Azizah menjemput Arlin.Darino memilih duduk sedikit pojok, tempat ini dihalangi oleh pilar, sehingga terlihat lebih private. Ditambah terdapat pembatas antara meja sebelahnya. Ia mengusap puncak kepala putrinya yang duduk di sisi kirinya.“Tidak terjadi sesuatu kan di sekolah dan selama perjalanan ke sini?” tanya Darino dengan suaranya yang pelan dan lembut, menatap Arlin yang mendongak sehingga mereka bertatapan satu sama lain.“Tidak, semua aman terkendali,” ucap Arlin dengan riang, tentu saja membuat Darino terkekeh, sedangkan Azizah hanya mengulas senyum kecil.Kini tatapan Darino bertemu dengan kedua mata Azizah, cukup lama dan harus diputus dengan Arlin yang berdeham, karena gadis itu berada diantara Azizah dan Darino.“Hari ini Nadiw tidak sekolah

    Last Updated : 2025-01-24
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   46. Suasana Sedikit Memanas

    “Kamu yakin?”Azizah menatap seorang pria yang duduk berhadapan dengannya saat ini, pria itu menaikkan sebelah alis dan memberikan ekspresi tidak percaya kepadanya. Seolah diremehkan, Azizah menganggukkan kepala yakin.“Okey kalau kau ingin melakukannya sendiri,” ucap Fernandra, menegakkan tubuhnya lalu mengeluarkan kunci mobil dari saku celananya dan memberikannya kepada Azizah yang memicingkan mata.“Selama kamu mengikuti Darino, kamu tidak mungkin menggunakan motor atau sepeda, tidak juga dengan menggunakan mobil pribadi milikmu. Jadi, kamu harus menggunakan kendaraan yang belum pernah dilihat oleh Darino,” jelasnya dengan tenang dan santai.Kedua mata Fernandra memperhatikan Azizah yang mengambil kunci mobil keyless, terdapat logo dari merk mobil terkenal, dan bisa dipastikan mobil tersebut bisa membeli rumah yang ditempati oleh kedua orangtua Azizah saat ini.“Ada orang kepercayaanku yang akan menjagamu dua puluh empat jam,” lanjut Fernandra, tersenyum kepada Azizah yang kini sed

    Last Updated : 2025-01-26
  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   47. Pertengkaran Kecil Darino & Azizah

    “Sayang ….”Azizah menoleh, menatap suaminya yang hanya berdiri di ujung ranjang sambil menatap ke arahnya. Ia memicingkan mata, “Kenapa, Mas?” tanyanya dengan bingung.Sudah dua hari Azizah tidak mengobrol serius dengan suaminya, dikarena masalah pada pagi hari lusa kemarin, dan suaminya itu sibuk dengan kerjaan, ditambah membantu Carissa mencari Carlinta yang masih dalam kendali Fernandra.Berbicara Fernandra, Azizah belum memberitahu suaminya bahwa Fernandra yang merupakan masalalunya datang lagi setelah selesai pengobatan di luar negri. Ya mau bagaimana, Azizah hanya bisa mengatakannya kalau ada waktu berdua dengan Darino.“Kasihan Carissa.”Azizah menaikkan sebelah alis, menaruh kembali potongan apel yang sudah berada di depan bibirnya. Pernyataan yang baru saja diucapkan oleh suaminya itu sangat mengganggunya, dan membuatnya tidak mood.Azizah menaruh piring tersebut di meja nakas, lalu turun dari ranjang sambil menguncir surai panjangnya dan melangkahkan kedua kaki jenjangnya s

    Last Updated : 2025-01-27

Latest chapter

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   94. Darnius Kabur

    “Kalau kamu belum siap, aku bisa mengulur waktu sampai kamu siap.”Azizah mengetukkan jari ke meja kaca berkali-kali, kalimat itu terus berputar seperti kaset rusak yang memenuhi otak kecil yang dimiliki olehnya.Banyak pertanyaan yang membuatnya berfikir ulang, bagaikan sedang mengikuti lomba lari jarak pendek 10 kali putaran. Berkali-kali, banyak spekulasi lain-lain yang kemungkinan terjadi, dan tidak mungkin terjadi.“Sayang ….”Suara berat itu mengejutkannya, membuat Azizah kembali tersadar dari lamunannya. Wanita itu menoleh, tersenyum manis saat bertemu tatap dengan kedua mata suaminya yang tengah menatapnya.“Kamu lagi mikirin apa, hm?” tanya Darino dengan suara lembut, mengusap punggung tangan wanitanya yang berada di atas meja.Azizah tersenyum kecil setelah mendengar pertanyaan yang diajukan Darino kepadanya. Antara yakin dan tidak untuk mengatakan apa yang sedang ia fikirkan saat ini. Anta

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   93. Azizah Menjenguk Carisa

    Azizah menghentikan langkahnya saat melihat tiga pria berbadan besar berdiri di depan pintu rawat inap, ia menaikkan sebelah alisnya, memperhatikan wajah ketiga pria dihadapannya saat ini. Lorong rumah sakit sangat sepi, dikarenakan saat ini ia sedang berada di lingkup VVIP.Salah satu pria yang berdiri didekat pintu, membukakan pintu dan mempersilahkan Azizah untuk masuk. Wanita itu segera melangkah masuk tanpa menunggu waktu, dan setelah memastikan tidak ada orang lain yang memperhatikannya.Azizah menoleh tepat setelah kakinya menginjakkan lantai keramik ruangan ini, pintu ruangan ditutup, bahkan di kunci dari luar. Ia menghela nafas, lalu mengalihkan atensinya menatap seorang pria yang berdiri di sebelah brankar dengan senyum manis kepadanya.Azizah melangkahkan kakinya

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   92. Semakin Panas

    TRING!Fernandra[Foto][Carisa kecelakaan, dan sekarang lagi dibawa ambulance][Foto][Darnius sudah aman. Jadi, kmu bisa menikmati waktu dengan keluargamu tanpa ada gangguan]Darino menghela nafasnya, ia memasukkan ponselnya ke dalam saku celana, lalu turun dari mobil. Saat berdiri disebelah mobil, Azizah yang sedang membujuk Arlin itu menarik perhatiannya. Tanpa disadari, kedua sudut bibirnya melengkung mengukit sebuah senyuman.“Mama minta maaf yaa … jangan ngambek dong, sayang … Nanti Nadiw kabur

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   91. Carisa Kecelakaan?

    BRAK!Darino dan Azizah saling melempar pandang satu sama lain, tentu saja dentuman keras itu menarik perhatian Arlin yang langsung bergeser mendekat pintu belakang pengemudi untuk melihat apa yang terjadi dibelakang.Kedua mata gadis kecil itu melebar, telapak tangan menutup mulut yang menganga terkejut melihat sebuah mobil berwarna putih terjepit diantara dua kendaraan berat, truck kontainer.“Oh my god!” Arlin ingin turun untuk melihat kondisi pengemudi mobil sedan putih tersebut, tetapi tidak jadi saat kedua telinganya mendengar bunyi ‘klik’, mendakan pintu mobil di kunci oleh Darino-pengemudi-.“Sudah banyak yang menolong, Arlin,” ujar Darino dengan suara yang rendah dan berat. Bukan drinya tidak memiliki rasa

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   90. Darnius & Carisa mengikuti Darino?

    “Mas, kenapa?”Azizah memperhatikan suaminya yang sedang menatap layar ponsel dengan ekspresi sulit diartikan olehnya, setelah ia mengajukan pertanyaaan, suaminya itu menoleh, menggelengkan kepala dan tersenyum.“Oh itu … teman aku bilang kalau ada yang ingin dibicarakan nanti sore,” ujar Darino setelah mencari alasan yang tepat. Bukan dirinya tidak ingin istrinya tahu, tetapi bukan sekarang waktunya, disaat ada Arlin yang duduk di tengah.Darino melajukan kendaraan roda empat tepat setelah mobil didepannya melaju, saat melirik traffic light, memang sudah berubah warna menjadi warna hijau. Sementara itu Azizah mengerut kening, tidak percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh Darino.

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   89. Bantuan Fernandra, Lagi

    Arlin tersenyum lantas berlari mendekati kedua orangtuanya yang menjemputnya di sekolah pada siang hari ini, lalu memeluk mamanya yang sigap berjongkok. Azizah memeluk putrinya, dan mengecup kedua kedua pipi putrinya.“Sepertinya kamu happy sekali,” ucap Azizah, menatap Arlin yang menganggukkan kepala. Ia tersenyum penuh arti, “Karena kamu dapat coklat dari teman laki-lakimu?”Arlin menjawabnya dengan terkekeh, memutar tas ranselnya supaya berada di depan dan lebih dijangkau olehnya untuk mengeluarkan barang yang disimpan di dalam tas ransel berwarna merah muda itu.Gadis kecil itu mengeluarkan tiga coklat berukuran sedang, “Boleh memangnya aku makan coklat sebanyak ini?” tanyanya, menatap kedua orangtuanya silih berganti. “Kalau tidak boleh, satu buat papah, satu lagi buat mamah,” tuturnya karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari kedua orangtuanya.Azizah tersenyum manis kepada putrinya, “Boleh dong, tapi jangan langsung dihabiskan dalam satu hari. Okey?” ujarnya dengan suara yang

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   88. Kepala Keluarga yang Baik?

    “Sayang … dengerin penjelasan dan alasan aku tidak memberitahumu,” ucap Darino dengan suaranya yang lembut, menggenggam kedua tangan sang istri dan atensinya menatap kedua mata wanita dihadapannya saat ini.Azizah tidak bisa berkata-kata, lidahnya kelu, bibirnya terkunci rapat. Hanya dengan tatapan mata ia berbicara, tatapan matanya mengatakan ‘Jelasin’, dan berharap pria dihadapannya saat ini mengerti akan tatapannya tersebut.Darino menarik nafas perlahan, lalu mengembuskannya. Ia menggeser lebih mendekat ke arah Azizah yang hanya bergeming, mengikis jarak dan biarlah dirinya yang bergerak mendekat. Darino tahu, dan Darino tidak marah dengan sikap yang diperlihatkan Azizah saat ini.Memang salah Darino tidak mengatakan dari jauh hari, jauh sebelum ada permasalahan teror dan permasalahan lainnya. Darino fikir, jika memberitahu Azizah nanti, semua akan baik-baik. Tetapi naasnya, pemikirannya salah dan berujung keretakan.“Bukan karena aku kesulitan. Semua uang yang aku berikan untuk k

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   87. Pengakuan Darino

    Azizah bersidekap dada menghalangi jalan sang suami, kedua matanya menyipit menatap suaminya yang menaikkan sebelah alis. Ia masih penasaran dengan kejadian apa yang dilewati suaminya itu sehingga mengalami perubahan yang signifikan.“Apa?” Pertanyaan itu terucap dari bibir Darino, menatap bingung wanitanya yang hanya terdiam dihadapannya saat ini. “Ada yang ketinggalan?” tambahnya dengan suara lembut dan kesabaran yang membuatnya ditatapan intimidasi.“Kamu habis kepentok dimana, Mas?” tanya Azizah, menatap curiga suaminya, sedang sang suami tergelak. Azizah mendelik tidak suka, “Aku sedang tidak bercanda, Mas,” tukasnya penuh penekanan, membuat pria dihadapannya saat ini menghentikan tawa dan mengangguk-anggukkan kepala.Darino melangkah maju, mengikis jarak antaranya dan Azizah. Kedua matanya menatap lekat kedua mata sang istri yang tidak mengalihkan atensi sedikitpun darinya. “Memangnya aneh kalau aku seperti itu? Lagipula, kamu kan istri aku, dan menurut aku itu tidak aneh,” tutu

  • Kebangkitan Istri Yang Lemah   86. Perubahan Sikap Darino

    Azizah menaikkan sebelah alisnya saat tubuhnya ditarik paksa supaya mendekat ke arah suaminya yang memejamkan kedua mata. Ia mengulurkan tangannya, meraih ponsel yang ada di meja nakas. Kedua matanya menyipit saat cahaya layar ponselnya menyala, menyilaukan penglihatannya ditengah kegelapan.Pukul 05:00, memang sudah pagi, sudah waktunya untuk wanita itu bangun, beranjak, menyiapkan sarapan, mengurus putrinya dan suaminya.Azizah menyimpan kembali ponselnya di meja nakas, lalu memeluk sang suami dan menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Darino yang semakin mendorong punggungnya, sehingga tidak ada jarak diantara mereka.“Mas … aku mau bikin sarapan. Kamu mau sarapan apa?” ujar Azizah dengan suara pelan, nada bicaranya yang lembut, sangat sopan untuk diterima oleh indra pendengaran siapapun.Darino menanggapinya dengan bergumam tanpa membuka kedua matanya. Respon yang ia berikan membuat Azizah mengulas senyum tipis, tangan wanita itu terangkat menyusuri wajah suaminya.“Mas ….”“Pes

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status