Share

Part 113 Mata-mata

Penulis: La Bianconera
last update Terakhir Diperbarui: 2024-02-03 19:22:56

Andrian memang memutuskan memilih penerbangan ke luar negeri terlebih dahulu untuk mengecoh mata-mata Gennaro.

"Ternyata kamu tidak sebodoh biasanya. Ya, maksudku bisa diandalkan di saat mendesak begini!" celetuk Cassandra begitu mereka sudah memasuki badan pesawat.

Burung besi jenis Airbus itu pun mulai bergerak pelan di landasan pacu. Andrian melirik istrinya dengan tatapan dingin mendengar ledekan itu.

"Jangan meremehkan kemampuan Andrian Petruzzelli. Sejak kecil aku sudah memiliki kecerdasan. Hanya saja, ketika kuliah aku sedikit mengalami kemunduran prestasi karena kurang memahami materi!" dalihnya yang langsung disambut tawa cekikikan Cassandra.

Wanita itu menutup mulutnya dengan telapak tangan geli mendengar alasan tidak masuk akal sang suami. Beruntung, mereka berada di bangku kelas bisnis, jadi tidak membuat penumpang lain terganggu dengan ejekan unfaedah itu.

"Jangan tertawakan aku, Cassandra. Kamu lihat sendiri, kan, La Stampa Group berkembang pesat karena campur tanganku?
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 114 Rencana Menggagalkan Adopsi

    "Kami dari Dinas Hukum dan Sosial Lombardia, mengabarkan bahwa permohonan berkas adopsi sudah kami setujui. Untuk selanjutnya ...." "Ah, maaf, saya ...." Angelica menjeda ucapannya."Hallo, Anda sekretaris Tuan Andrian Petruzzelli?" tanya suara perempuan di seberang sana.Angelica tampak bingung, tidak tahu harus menjawab apa. "Em, Bu ... iya, Tuan Andrian ....""Tolong, beritahu Tuan Andrian atau Nyonya Cassandra Petruzzelli.""Tapi beliau berdua sedang tidak berada di kantor. Mungkin sebaiknya Anda menghubungi handphone mereka, Nona."Panggilan berakhir. Angelica menarik napas lega karena tidak harus berurusan dengan hal-hal membingungkan. Angelica terdiam sesaat di situ, lalu sedetik kemudian, mulutnya melongo."Adopsi? Emillia?" Angelica mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari telunjuk.Beberapa waktu lalu, dia mendengar selentingan gosip tentang rencana Andrian mengadopsi anak. Namun, bukan bernama Emillia, tetapi Gisella. "Kasihan sekali kamu Cassandra, harus terus mengalah dan me

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-03
  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 115 Hubungan Rahasia

    "Aku tetap memikirkan anak kita, Andrian. Jangan salah!" sanggah Cassandra. Andrian melepaskan kedua tangan dari tubuh istrinya itu. Sesaat, terdengar hembusan napas kasar dari mulut Andrian karena mulai kesal."Kalau kamu memikirkan anak kita, tentu tidak bilang begitu, Cassandra! Seharusnya kamu memikirkan anak dalam kandunganmu. Kita harus baik-baik saja. Sudah paham?" Andrian menunduk lalu mengusap perut istrinya dengan lembut. Cassandra mengangguk samar, lalu menggenggam jemari tangan suaminya.Wanita itu mendongak dan tersenyum saat melihat wajah masam Andrian. "Maaf, aku hanya takut, Andrian. Aku janji padamu tidak akan menyia-nyiakan anak kita lagi. Kita harus membuat Kakek bahagia, Andrian," ucapnya yang dibalas ciuman lembut di bibir oleh Andrian."Kamu harus optimis. Sepulang dari Napoli, kita mendapatkan kabar baik. Kita segera menjemput Emillia, dan kita menyelesaikan urusan dengan perempuan itu!""Perempuan itu? Fiona maksudnya?" ulang Cassandra.Dia merasa heran mende

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-04
  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 116 Informasi Misterius

    Sekali lagi Fiona menatap ke arah bangunan Panti Asuhan Santa Margherita, sebelum melajukan mobil meninggalkan tempat itu. Sembari mengemudi, Fiona memikirkan rencana selanjutnya untuk menggagalkan adopsi Emillia.Dia kembali menghubungi Jemmy, tetapi tidak satu pun panggilan dijawab oleh kekasihnya itu. Fiona mendengus kasar lalu meletakkan begitu saja handphone ke jok samping."Sialan kamu, Jemmy. Sebenarnya, apa yang kamu lakukan? Kenapa hidupmu hanya memikirkan bisnis?" gumamnya kesal.Fiona memang tidak pernah curiga pada Jemmy. Fiona selalu berpikir Jemmy sibuk mengurus bisnis. Meskipun Jemmy type laki-laki yang suka datang ke club malam, tetapi dia selalu mengabarinya. Berbeda dengan hari ini.Pagi-pagi sekali, Jemmy sudah pergi dari apartmentnya. Laki-laki itu hanya mengatakan ada urusan pekerjaan. Sejauh ini, Fiona juga tidak pernah melihat Jemmy bersama perempuan lain, selain Cassandra. Itu pun atas persetujuan Fiona.["Amore, aku butuh kamu. Kamu cepat pulang."]Pesan masuk

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-04
  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 117 Wartawan Gadungan

    ["Kalau Anda ingin memeras saya, katakan berapa yang Anda butuhkan? Setelah itu jangan ganggu saya lagi!"] Andrian tampak kesal.Cassandra mengusap-usap lengan suaminya yang mulai terbakar emosi. Bibir Andrian mengerut geram, lalu melirik istrinya sekilas."Kenapa banyak orang seperti ini?" tanya Andrian jengkel."Andrian, cobalah kamu tenang. Barangkali ini memang sebuah informasi penting. Jangan berprasangka buruk dulu. Seandainya dia memeras kita, mudah saja, kita bisa lapor polisi!" usul wanita itu.Sejenak, Andrian berpikir. Tampak laki-laki di seberang sana kembali mengetik pesan. Andrian sengaja menunggu balasan pesan dari informan misterius itu.Sebuah pesan kembali masuk, kali ini berupa rekaman suara."Jika Anda tidak percaya, setelah menerima handphone milik Bruno, Anda bisa laporkan saya ke polisi. Nama saya Christian Ferrara, ayah saya Gianluca Ferrara, rektor di Universitas Statale di Milano. Anda bisa lihat datanya. Pasti Anda bertanya, kenapa saya memilih menyimpan han

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-05
  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 118 Masuk Lapas

    "Be-beringas? Mma-maksud Anda, mereka menyerang wartawan itu?" tanya Cassandra terbata. Wajahnya pun pucat seketika.Andrian tersenyum geli melihat kepanikan di wajah istrinya. Dia melepaskan tangan Cassandra dan beralih mengusap bahu wanita itu. "Tidak seperti itu, Nona. Kami juga tidak membiarkan para tahanan mencelakai orang lain. Tapi sebaiknya kalian hati-hati. Kejiwaan mereka tidak stabil!" Ketiganya lantas berhenti di depan pintu yang tertutup. Petugas lapas itu mengetuk pintu dua kali yang langsung diperintahkan masuk. Andrian dan Cassandra menatap sekilas petugas yang mengantar mereka, kemudian membuka pintu.Kedatangan keduanya disambut hangat oleh Komandan Dignoni. Sikap hangat laki-laki paruh baya itu tidak mampu membuat Cassandra tenang. Pikirannya melayang, membayangkan wajah seram narapidana dengan sikapnya yang kasar."Terima kasih, Tuan, atas sambutannya. Saya memerlukan bantuan Anda sekali lagi.""Silakan duduk dulu, Tuan dan Nyonya. Baiklah, saya harus katakan bebe

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-05
  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 119 Black Snake

    Dor!Maria Lussete tersentak ketika merasakan sesuatu yang panas menerjang kepalanya. Sesuatu yang tidak pernah dia gambarkan dan dirasakan sebelumnya. Maria Lussete hendak membuka mulut untuk mengucapkan sepatah kata terakhir, tetapi suaranya tertahan di tenggorokan.Tangan kurus wanita itu menggapai lemah tubuh Alberto yang meringkuk di sebelahnya. Maria tersenyum dalam hati meskipun hanya bisa meraih jemari tangan suaminya. Bayangan wajah lucu Cassandra Lusette mulai kabur, lalu menghilang sebelum semua menjadi gelap.Dua orang algojo menyeringai puas. Tidak ada seorang pun saksi yang mengetahui pembantaian perwira menengah polisi dan istrinya itu. Salah seorang pelaku bernama Kevin Stankham, pria warga negara Jerman itu memegangkan pistol di tangan Maria."Selamat jalan. Kami harus melakukan ini.""Aku dengar dia tadi menyebut nama Cassandra, siapa dia?""Tidak usah dihiraukan. Kita harus cepat pergi dari sini!" ajak Kevin.Salah seorang pelaku segera melepas tali pengikat tubuh A

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-06
  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 120 Rencana Menculik Emillia

    "Aku penasaran dengan kelompok Black Snake itu, Andrian. Tapi kenapa pimpinan geng itu bisa mati di tangan anak buah Kakek?" tanyanya sembari menoleh pada suaminya itu.Andrian tidak bisa menjawab. Kakeknya tidak pernah bercerita apa pun mengenai keterlibatannya dengan kelompok mafia. Bahkan, kematian orang tua dan kakek Cassandra juga baru diketahui Andrian kala itu."Nanti kita tanyakan pada Kakek. Jangan pikirkan sekarang. Oh, ya, apa rencanamu selanjutnya?" tanya Andrian sambil mengusap-usap kepala Cassandra."Aku ingin menjemput Emillia. Apa kamu setuju?" tanya Cassandra tidak enak hati.Andrian mendengus kasar. "Kenapa kamu selalu memprioritaskan dia? Maksudku, bukankah minggu depan kamu sudah menjadi CFO La Stampa Group?" Andrian melepaskan tangan dari kepala Cassandra kemudian ikut menyandarkan kepala di sandaran jok.Kedua mata Andrian terpejam sejenak. Namun, seketika dia membuka matanya, lalu menatap Cassandra yang mulai mengantuk."Amore, apa kamu setuju kalau kita langsun

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-06
  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 121 Kecelakaan Balasan

    "Iya, pukul aku terus, tapi ingat, kita tidak akan putus!" teriak Jemmy sambil berusaha menghindar."Aarrgh!"Kaki kiri Fiona terpeleset tepian anak tangga sehingga membuatnya kehilangan keseimbangan. Tak ayal, tubuh Fiona berguling-guling di tangga minimalis itu.Jemmy langsung mengejar dengan hati-hati, lalu menangkap tubuh perempuan itu. Jemmy menepuk-nepuk pipi Fiona dengan panik, berharap perempuan itu membuka mata."Fiona, bangun! Fiona!" Di antara kepanikannya, Jemmy sibuk berpikir. Dia tidak mungkin membawa Fiona ke rumah sakit seorang diri. Jika tidak, rahasia hubungan mereka diketahui banyak orang. Fiona adalah supermodel, apa pun yang dilakukan perempuan itu akan menarik perhatian para pemburu berita.Berulang kali, Jemmy menghubungi temannya untuk membawa Fiona ke rumah sakit. Namun, sayangnya usaha Jemmy tidak membuahkan hasil."Sial!" umpat laki-laki itu.Dia meraup wajahnya kasar, lalu tanpa berpikir panjang lagi segera menggendong Fiona keluar dari unit apartment mewa

    Terakhir Diperbarui : 2024-02-07

Bab terbaru

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 55 Kembali Bersatu

    Andrian menggenggam jemari tangan Cassandra di atas makam Antonio. Sebelah tangannya mengusap batu nisan Antonio. Ada rasa sedih mendalam kehilangan sosok sahabat meskipun sempat menjadi saingannya."Aku datang padamu untuk meminta kembali Cassandra. Aku yakin, kamu tidak mungkin marah padaku. Aku janji akan menjaganya seperti kamu menjaga dia dan anak-anakku. Damailah di sana, Antonio. Terima kasih sudah menjaga mereka dengan baik." Andrian tersenyum samar, kemudian menatap Cassandra yang duduk di seberangnya."Ayo, kita pulang!" ajak Cassandra tidak ingin larut dalam kenangan tentang Antonio.Cassandra tidak ingin terus menerus bersedih karena kehilangan Antonio. Dia harus bisa menghargai perasaan Andrian setelah berani berdamai dan memutuskan menerima kembali laki-laki itu.Andrian mengangguk menuruti permintaan Cassandra. Tangannya tak lepas dari jemari tangan Cassandra hingga memasuki mobil. Sejenak, keduanya terdiam di dalam mobil dengan pandangan sama-sama tertuju pada makam An

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 64 Saling Memaafkan

    Andrian mengerang kecil. Luka jahitan bekas operasi yang masih basah itu, terasa sangat nyeri. Rupanya, Cassandra menekan dengan kuat tepat di perban itu. Cassandra termangu melihat Andrian kesakitan sambil memegangi dadanya."Kenapa berhenti? Lakukanlah, Amore!" pinta Andrian pasrah. Tatapannya nanar pada Cassandra, tidak ada kemarahan sedikit pun di sana.Bella segera mendekati Cassandra untuk mencegah wanita itu berbuat yang lebih brutal. Bella maklum, kondisi Cassandra benar-benar jatuh sehingga bisa saja bertindak di luar kendali.Angelica sigap memanggil perawat. Tidak lama kemudian, seorang perawat memasuki ruang perawatan Andrian."Kenapa luka Anda bisa mengeluarkan darah?" tanya perawat sembari melepas perban di dada Andrian.Andrian menggeleng pelan. "Maaf, saya tidak sengaja menyenggol perbannya!" jawabnya berbohong. Lantas, Andrian melirik pada Cassandra yang menatap luka di dadanya dengan wajah pucat. Darah merembes dari sela-sela jahitan yang masih basah. Luka bekas ope

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 63 Kembali Terluka

    "Lepaskan saya, Bunda. Saya harus mengikuti mereka!" Cassandra kembali memberontak.Di antara isak tangis, Cassandra meringis menahan kram di perutnya. Wanita itu memegangi perut yang semakin terasa tidak nyaman. Bella dan Bunda Stefania segera memanggil sopir untuk membawa Cassandra ke rumah sakit.Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan USG, Cassandra dibawa ke ruang perawatan. Dia masih menangis, tidak menyangka hari bahagianya berubah kelam. Cassandra juga belum tahu nasib Andrian dan Antonio di ruang operasi.Bella yang mendorong kursi roda, menghentikan langkah ketika mendengar suara seseorang sedang berbicara di telepon. Cassandra mendongak menatap Bella, lalu menyadari sesuatu.Air mata Cassandra kembali menetes membasahi pipi mendengar suara yang dikenalnya itu. Bella hendak kembali mendorong kursi roda, tetapi Cassandra mencegah sahabatnya itu, untuk mendengarkan pembicaraan lebih lanjut."Tunggu sebentar, Bella! Tolong antar aku ke tempat pengawal itu!" pintanya pada sang

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 62 Takut Kehilangan

    Mendengar jawaban Cassandra, Antonio hanya bisa mengangguk meskipun dia tahu, wanita itu tidak melihatnya. Cassandra kembali meneruskan langkah. Di ruang bawah tampak sepi, mungkin anak-anak sedang dimandikan oleh Nanny.Cassandra juga tidak melihat keberadaan Andrian dan mobil laki-laki itu. Entah ada perasaan aneh tiba-tiba menghinggapi Cassandra. Dia memaki diri sendiri yang terlalu munafik jika kepergian Andrian membuatnya merasa kehilangan."Aku pulang dulu, kamu juga segera kembali ke atas. Hati-hati naik turun tangga!" ucap Antonio begitu mereka sampai di lantai bawah.Cassandra mendongak menatap manik Antonio lalu mengangguk samar. Antonio tersenyum, kemudian mencium bibir Cassandra sekilas sebelum memutuskan berlalu dari hadapan kekasihnya itu."Ciao Amore. Hati-hati di jalan!'' ucap Cassandra mengikuti langkah Antonio sampai di depan pintu.Antonio tersenyum sebelum memasuki mobil. Segera, mobil mewah itu pun meninggalkan car port rumah megah Andrian. Sesampainya di luar pag

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 61 Sama-sama Bimbang

    Mendengar suara tangisan, Antonio segera mengangkat wajah Cassandra dan menatapnya dalam. Sedangkan Cassandra buru-buru menghapus air mata, lalu memunguti pakaiannya yang berserak di dekat sofa.Antonio memperhatikan sang kekasih, lalu tersenyum samar. Dia terus memperhatikan Cassandra yang memakai pakaiannya dengan terburu-buru."Ah, aku harus ke kamar mandi dulu, Amore!" pamit Cassandra pada laki-laki yang masih duduk memperhatikan dirinya itu."Hati-hati, jangan terburu-buru, Bellissima!" ucap Antonio mengingatkan.Cassandra tidak menjawab. Dia segera memasuki kamar mandi, lalu mengunci pintunya dari dalam. Di sana, dia menumpahkan tangis di depan wastafel. Cassandra meremas baju atasnya ketika melihat beberapa tanda kepemilikan Antonio bertebaran di dadanya."Aarrggh!" jerit Cassandra. Lantas, pandangan wanita itu turun pada perutnya yang membuncit. Perut berisi bayi darah daging Andrian itu, diusapnya lembut dengan hati dilema."Kenapa aku lakukan itu, Tuhan? Kenapa aku harus be

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 60 Permintaan

    "Andrian, apa kamu tidak ingin memelukku?" tanya wanita itu menatap manik kebiruan Andrian.Andrian tersadar dari lamunan singkatnya, lalu mengangguk samar. Dengan ragu, dia mendekati Helena dan memeluk wanita itu. Wanita yang pernah dibencinya, sekaligus terpaksa dia terima karena hubungan darah itu tidak bisa dihapus oleh takdir sekalipun."Terima kasih, Andrian. Kuharap tidak ada kebencian di hati kita. Maafkan aku yang sudah merusak semuanya," ucap Helena lirih di dada Andrian. Andrian menelan saliva berat mendengar ucapan itu. Memaafkan? Jika ada yang harus mengemis maaf, maka orang itu adalah dirinya. Andrian melepaskan pelukan dan menatap Helena dengan tatapan dalam."Maaf, Helena. Aku begitu bersalah padamu dan Kakek. Jika Kakek masih hidup, mungkin aku akan bersimpuh di kakinya.""Hei, apa yang kamu bicarakan? Papa itu hatinya sangat luas. Aku yakin kamu lebih paham daripada aku, Andrian. Ayolah, kamu harus tersenyum! Kita buka lembaran baru dengan damai, bagaimana?" Helena

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 59 Penyesalan

    "Cassandra, apakah tidak ada kesempatan sekali lagi untukku?" tanya Andrian putus asa.Cassandra semakin kesal dengan sikap mantan suaminya yang tidak tahu malu itu. Wanita itu kembali memutar bola mata malas, lalu menatap tidak minat pada Andrian."Tidak! Kesempatanmu hanya sebagai ayah dari kedua anakku, bukan suamiku!" jawabnya tegas.Andrian tidak menyerah. Sudah kepalang tanggung karena dia telah memberanikan diri mendekati Cassandra lagi. Meskipun di sisi lain ada rasa rendah diri setelah terlalu sering melukai hati Cassandra."Aku janji, Cassandra! Aku akan melakukan apa pun yang kamu mau. Bahkan, aku tidak peduli dengan semua hartaku, asalkan kamu ...""Apa pun?" sahut Cassandra cepat hingga membuat Andrian langsung mengangguk."Ya, apa pun. Katakan, Cassandra!" desak Andrian tidak sabar.Cassandra tersenyum penuh arti lalu mengangguk pelan. Dia menatap sekeliling yang sepi karena karyawan sudah sibuk di mejanya masing-masing."Apa pun. Hm, baiklah. Sepertinya kamu ingin sekal

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 58 Harapan Yang Pupus

    Jelas, itu bukan tanda kepemilikan dari Andrian. "Sial kenapa harus ada jejak begini?" Marta menjadi bingung ketika semakin digosok, bekas kissmark itu tidak menghilang melainkan tambah memerah. Dia tidak perlu sekhawatir ini jika saja Andrian tidak datang mendadak.Entah apa yang membuat Andrian tiba-tiba datang. Padahal, sore tadi laki-laki itu mengatakan pergi ke rumah Gennaro. Marta melirik sekilas ke arah ruang tamu di mana Andrian tampak fokus dengan handphone."Oke, aku ke sana sekarang!" Laki-laki itu menarik napas panjang kemudian bangkit.Dia menoleh ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup. Marta yang mendengarkan pembicaraan Andrian justru menarik napas lega. Dia segera memakai kimono dan mengikat di depan perut, lalu segera menemui Andrian."Aku sudah selesai. Tapi sepertinya kamu mau pergi!" Marta pura-pura cemberut kecewa.Andrian menatapnya dari ujung kaki hingga ujung kepala. "Maaf, Davidde sedang demam. Aku harus mengantar ke rumah sakit!" ucapnya.Marta mende

  • KONTRAK PANAS DENGAN CEO DINGIN    Part 57 Rahasia Memuakkan

    Cassandra mendorong pelan dada Antonio dan kembali menatap laki-laki tampan itu. "Apa kamu tidak keberatan, Antonio? Seharusnya kamu mendapatkan wanita yang sepadan, bukan sepertiku!" "Apa yang membuatmu berpikir begitu? Aku mencintaimu sejak dulu sampai sekarang Cassandra!" ucap Antonio tegas.Cassandra mengangguk samar diiringi senyuman. Senyum manis yang tidak dibuat-buat dan baru Antonio lihat semenjak wanita itu mengalami perceraian. Antonio bertekad ingin membuat Cassandra selalu menyunggingkan senyum manis dan melupakan kegagalan pernikahannya."Aku terima!" ucap Cassandra sambil mengangguk berkali-kali.Antonio tertegun sejenak, kemudian memeluk Cassandra. Sementara di depan pintu, Andrian semakin mematung menatap keduanya. Laki-laki itu membalikkan badan, yang membuat Antonio tanpa sengaja menatapnya.Lantas, Antonio melepaskan pelukan dan bangkit. Kemudian dia melangkah mendekati Andrian yang hendak beranjak dari situ."Andrian, sudah lama kamu di situ?" tanya Antonio pelan

DMCA.com Protection Status