Beranda / Romansa / Jerat Cinta CEO Mesum / Bab 60. Perubahan Sikap Naya

Share

Bab 60. Perubahan Sikap Naya

Penulis: Nyi Ratu
last update Terakhir Diperbarui: 2024-10-29 19:42:56

Mobil mewah berwarna hitam milik keluarga Sebastian telah terparkir di depan rumah gadis tomboy itu.

"Terima kasih, Mas Haris," ucap Naya sebelum keluar dari mobil.

"Kenapa cuma berterima kasih kepada Haris?" tanya Gilang sembari melipat kedua tangannya di depan dada. 

Ucapan sang CEO muda itu menghentikan tangan Naya untuk membuka pintu mobil. Ia menoleh kepada laki-laki tampan itu. 

"Maaf, Mas," ucap Naya yang merasa tidak enak hati dengan Gilang, "Terima kasih ya, Mas Gilang."

Setelah mengucapkan kata itu ia segera keluar dari mobil, lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah tanpa menoleh lagi ke belakang, walaupun mobil sang kekasih belum pergi.

"Ris, kamu selidiki kenapa Naya seperti itu? Tidak biasanya dia jadi pendiem gitu," perintah Gilang kepada sang asisten sembari terus memandang punggung sang kekasih yang sudah menghilang di balik pintu.

"Baik, Bos," sahut Haris dengan tegas, "Kita jalan sekarang, Bos?" tany

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Eva Syifa
bener ga suka sama naya ..lang
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Jerat Cinta CEO Mesum   Bab 61. Terlalu Sering Berbohong

    "Saya percaya Bos," sahut Haris.Laki-laki tampan itu tidak mau berkomentar apa-apa lagi. Ia sudah merasa senang melihat perubahan pada sikap sang bos terhadap gadis cantik yang ia sukai."Saya nggak mau calon istri saya menderita," ucapnya, "Hmm ... maksud saya, pasti Mami nggak mau calon menantunya menderita," ralat Gilang dengan gugup.Entah kenapa ia tidak sadar mengucapkan hal itu. Ia tidak mencintai Naya, tapi ia juga tidak rela kalau gadis yang dijodohkan dengannya dekat dengan laki-laki lain."Iya, Bos," jawab Haris sembari tersenyum.Haris merasa sang bos sudah mulai perhatian kepada calon istrinya. Namun, laki-laki itu terlalu gengsi untuk mengakuinya."Kenapa kamu senyum-senyum? Fokus pada kemudimu!" titah Gilang pada sang asisten.Ia yakin kalau laki-laki yang sedang mengemudi itu mengira kalau dirinya sudah menyukai gadis tomboy itu."Baik, Bos," ucap Haris dengan tegas. Ia tidak memperlihatkan ekspresi wajahnya pa

  • Jerat Cinta CEO Mesum   Bab 62. Rasa Kecewa

    "Haris!" panggil Mami Tyas kepada laki-laki yang baru saja memasuki rumah mewah itu.Mami Tyas memanggil Haris untuk mengintrogasi asisten sang anak. Terlalu sering dibohongi oleh anak semata wayangnya membuat wanita paruh baya itu tidak mudah untuk memercayai setiap ucapan sang putra."Iya, Nyonya," sahut Haris. Kemudian, ia berjalan menghampiri sang majikan.Kini dua laki-laki tampan pemikat hati para wanita itu berdiri di hadapan Mami Tyas."Kalian dari mana jam segini baru pulang?" tanya sang mami kepada asisten baru putranya sembari menyilangkan tangan di bawah dada."Maaf, Nyonya," jawab Haris dengan sopan, "Tadi kami mengikuti Nona Naya sampai di rumah singgah tempat Nona mengajar anak-anak jalanan, setelah itu mengantar Nona pulang," jelas Haris dengan sopan."Apa kamu nggak lagi sekongkol dengan Bos kamu?" Mami Tyas memicingkan matanya. Ia mengira kalau anaknya sudah mengancam asisten barunya itu."Tidak, Nyonya," jawab

  • Jerat Cinta CEO Mesum   Bab 63. Dia Butuh Dukungan Kita

    Papi Rizky datang menghampiri sang istri yang sedang berbicara dengan Haris. “Ris, kamu makan malam dulu sana!” titah Papi Rizky pada anak dari orang kepercayaannya.“Baik, Tuan,” sahut Haris dengan sopan, “Saya permisi, Tuan, Nyonya.” Haris membungkukkan badannya sebelum pergi dari hadapan sang tuan.Laki-laki muda itu pergi ke kamarnya yang ada di lantai bawah untuk membersihkan tubuhnya terlebih dulu sebelum makan malam.“Ayo kita bicara di kamar!” ajak Papi Rizky kepada istrinya.“Mau bicara apa di kamar? Pasti mau minta jatah,” cibir Mami Tyas sembari mencebikkan bibirnya.Wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik dan seksi itu berjalan lebih dulu meninggalkan suaminya.“Tahu aja yang Papi mau.” balas Papi Rizky sambil tertawa pelan. Lalu, menyusul sang istri yang sudah menapaki tangga menuju lantai dua.Setelah sampai di kamarnya, Papi Rizky mengaj

  • Jerat Cinta CEO Mesum   Bab 64. Demi Mami

    TOK TOK TOK“Gilang! Mami masuk ya?” Teriak wanita paruh baya yang membawa makanan untuk anak semata wayangnya.“Iya, Mi,” sahut laki-laki tampan yang sedang duduk di sofa berwarna abu-abu yang ada di dalam kamarnya.Gilang sedang melihat-lihat model rumah besar dengan banyak kamar. Ia segera menaruh ponselnya saat sang Mami masuk ke dalam karena tidak mau rencananya diketahui sang mami.“Ada apa, Mi?” tanya Gilang pura-pura tidak tahu maksud sang mami menemuinya.“Kamu belum makan ‘kan?” tanya sang mami sembari melengkungkan sudut bibirnya, membentuk senyuman indah yang menyejukkan hati seorang Gilang. “Mami bawa makanan untukmu.” Wanita yang masih terlihat awet muda di usianya yang sudah tidak muda lagi itu menghampiri anaknya. Lalu, duduk di samping sang anak.‘Senang rasanya melihat Mami tersenyum seperti itu,’ batin laki-laki yang usianya sudah menginjak dua p

  • Jerat Cinta CEO Mesum   Bab 65. Menebus Kesalahan

    Mami Tyas melepas pelukan sang anak, lalu menyeka air mata yang menggenang di pelupuk matanya. “Sudahlah yang penting kamu mau berusaha untuk berubah,” sahut sang mami sambil membelai wajah tampan putranya. “Maafkan Mami karena selalu meragukanmu.”“Gilang sudah terlalu sering membohongi Mami dan Papi, wajar saja kalau Mami nggak percaya ucapanku,” ucapnya. Kemudian meraih tangan sang mami, lalu mencium kedua telapak tangan wanita yang telah melahirkannya.“Maafkan Mami dan Papi karena kami lalai mendidik kamu waktu kecil,” ucapnya setelah mencium kening putranya. “Mami mohon, tinggalkan kebiasaan buruk kamu, itu tidak baik, Nak!” titah wanita yang masih terlihat awet muda itu.“Iya, Mi,” sahutnya, “Gilang akan berusaha untuk tidak melakukan dosa besar itu lagi. Gilang mohon dukungan Mami dan Papi!” ucapnya dengan serius.“Mami dan Papi akan selalu mendukung ka

  • Jerat Cinta CEO Mesum   Bab 66. Pacar

    "Mi, aku berangkat ya." Gilang mencium pipi sang mami sebelum berangkat ke kantor. Tidak lupa juga berpamitan kepada papinya."Kamu nggak sarapan dulu?" tanya sang mami yang sudah duduk bersiap untuk sarapan."Nggak, Mi, Gilang lagi buru-buru," jawab Gilang dengan cepat. "Gilang berangkat ya," pamitnya.Gilang berjalan dengan cepat sambil melirik jam yang melingkar di tangannya. Sementara Haris sudah berdiri di samping mobil dengan pintu yang sudah terbuka.Ia merogoh ponselnya sebelum masuk ke dalam mobil. Mencari nomor telepon Naya, tapi tidak menemukannya. "Ke mana nomornya?" gumam Gilang sambil terus mencari nomor telpon calon istrinya."Ris, kamu punya nomor telepon Naya nggak?" tanya Gilang pada laki-laki yang sedang fokus mengemudi."Punya, Bos," jawabnya dengan cepat, "Ada apa?""Coba sebutkan nomornya!" titah Gilang pada asistennya.Haris pun segera menepi dan merogoh ponsel di dalam saku jas. "Tunggu sebentar, B

  • Jerat Cinta CEO Mesum   Bab 67. Mas Gilang, Pelan-pelan Dong!

    "Tidak apa-apa, Bos," jawab Haris.'Pasti dia lagi meledek aku?' gumam Gilang dalam hatinya. "Dengar ya, Haris! Saya tuh perhatian sama Naya untuk menyenangkan hati Mami saja," ucapnya memberi penjelasan kepada sang asisten."Saya tidak pernah berbicara kalau Bos Gilang perhatian sama Nona?" sahut Haris sembari menahan senyum. 'Kalau cinta bilang aja, Bos. Andai saja Nona Naya belum dijodohkan, mungkin saya tidak akan memberikan kesempatan kepada laki-laki lain untuk mendekatinya, termasuk Bos,' ucap Haris dalam hatinya."I-iya saya tahu," jawab Gilang yang merasa malu dengan ucapannya sendiri. "Saya hanya memberitahu kamu supaya kamu tidak salah paham."Haris tidak menanggapi ucapan bosnya lagi, ia tetap fokus kepada kemudinya.Beberapa menit kemudian mobil mewah itu telah berhenti di depan rumah Naya. Gilang langsung keluar dari mobil menyambut sang kekasih yang sudah menunggunya sambil menenteng kotak makan.Naya tidak sempat sarapa

  • Jerat Cinta CEO Mesum   Bab 68. Ciuman Yang Dirindukan

    “Nay, aku boleh minta nasi goreng itu nggak? Aku laper, belum sarapan,” ucap Gilang sambil terus menatap nasi goreng dalam pangkuan Naya.“Kenapa nggak sarapan dulu? Tadi aku masak banyak, kalau tahu belum sarapan aku bawa lebih banyak buat Mas Gilang dan Mas Haris juga,” kata Naya sambil mengunyah makanannya.“Aku tadi buru-buru, takut kamu kesiangan berangkat ke sekolah,” jawab Gilang dengan jujur.‘Kasihan juga manusia bunglon,’ batin Naya, “Mas Gilang nyuap pake tangan sendiri aja ya. Sendoknya cuma ada satu!” titah Naya kepada laki-laki yang duduk di sampingnya.“Nanti tanganku kotor, Nay,” sahut Gilang, “Kamu suapin aja ya!” pinta Gilang sembari menyunggingkan sudut bibirnya.“Nanti aku makan pake sendok bekas bibir Mas Gilang dong!” sahut Naya, “Nggak mau ah.” Naya menyembunyikan sendoknya di belakang tubuhnya.

Bab terbaru

  • Jerat Cinta CEO Mesum   PENGUMUMAN

    Terima kasih untuk semua pembacaku yang sudah membaca karya-karya Nyi Ratu. Mohon maaf banget atas segala kekurangan di setiap karya-karyaku.Follow instag*am @nyi.ratu_gesrek untuk info novel terbaru.Sekali lagi terima kasih banyak untuk semua pembacaku tanpa terkecuali.Dan ... untuk nama-nama yang aku sebutkan di bawah ini, tolong hubungi aku di instag*am untuk klaim hadiah. Ada kenang-kenangan dari Nyi Ratu untuk kalian.1. Husna Amri Jihan Alfathunissa2. Pacet Ke Ceupet3. Joko Lelono4. Mythasary5. Lay Kwe Tjoe6. Iah OlehBaru 3 orang yang sudah klaim hadiah, yang belum, aku tunggu sampai ahir bulan ini.Sampai jumpa lagi di karya terbaruku selanjutnya. Salam sayang dari Nyi Ratu untuk kalian semua.

  • Jerat Cinta CEO Mesum   ( S2 ) Bab 344. Calon Besan ( END )

    "Bu Naya sudah pembukaan empat." Ucapan sang dokter membuat Gilang dan Mami Tyas terkejut."Benarkah?" Mami Tyas tidak percaya. "Menantu saya mau melahirkan?" Ia kembali memastikan."Iya, Bu," jawab sang dokter. "Dalam beberapa jam lagi dia akan segera melahirkan.""Ya ampun, kalau gitu Mami pulang ya, Lang. Kamu tungguin Naya di sini, Mami mau pulang dulu, menyiapkan keperluan dia," kata sang mami yang terlihat sangat panik. "Dokter, saya permisi dulu ya."Sebelum pergi, Mami Tyas memeluk menantunya. "Sayang, kamu jangan panik ya, tetap berprasangka baik. Semangat! Semangat ya, Cantik." Mami Tyas memberikan semangat pada menantunya, padahal dia sendiri yang panik."Iya, Mi," jawab Naya sambil tersenyum.Naya bertanya kepada dokter setelah mertuanya keluar dari ruangan. "Dokter, apa bayi saya sehat-sehat aja?" Naya takut terjadi sesuatu dengan bayinya karena HPL-nya masih dua minggu lagi dan ia pernah mengalami keguguranNaya terbayang lagi saat kehilangan bayinya membuatnya merasa k

  • Jerat Cinta CEO Mesum   ( S2 ) Bab 343. Naya Ngompol

    Jam berjalan begitu cepat, Lura semakin sering merasakan tanda-tanda melahirkan. Ia mengelus-elus perutnya yang terasa mulas.“Sayang, kamu mau ke mana?” tanya Evans saat istrinya turun dari ranjang.Aku mau olahraga, Sayang, biar melahirkannya gampang,” jawab Lura sambil berjongkok, lalu berdiri dan berjongkok lagi, begitu terus yang ia lakukan sesuai arahan dokter.“Jangan olahraga! Mau melahirkan kenapa malah olahraga?”“Tidak apa-apa, Pak, memang disarankan seperti itu biar gampang melahirkannya,” kata sang suster.Evans memegang tangan istrinya dan menemani Lura untuk berjongkok dan berdiri. “Sayang udah ya, kamu kelihatan kesakitan gitu, mending tiduran aja,” kata Evans.“Bentar lagi, Mas,” ucap Lura sambil menahan mulas.Keringat sudah bercucuran di pelipis Lura membuat Evans was-was. “Sayang, kamu sakit banget ya?” tanyanya sambil mengusap keringat di dahi Lura. “Udah ya, aku takut bayi kita ngeberojol.”“Iya, Mas.”Evans membantu Lura untuk naik kembali ke ranjang rumah sak

  • Jerat Cinta CEO Mesum   ( S2 ) Bab 342. Pembukaan Dua

    "Bayi Anda sehat, Bu," jawab sang dokter."Syukurlah." Lura merasa lega mendengarnya."Tante mau menghubungi keluarga kamu dulu ya, nanti biar Tante yang nemenin kamu sebelum mama kamu datang.“Loh aku mau dirawat nggak ngelahirin sekarang?"“Tunggu dulu Lura, kamu tunggu di ruang pertama atau ruang observasi untuk tahap pertama, nanti kalau udah waktunya mau melahirkan pindah ke ruang bersalin.”“Iya, Tante, makasih ya, maaf udah ngerepotin.”“Lura, kamu itu sahabatnya menantu Tante, kamu jangan sungkan.”"Iya, Tante," jawab Lura, lalu wanita hamil itu menoleh kepada Dokter Silvi. “Dokter, aku boleh tanya-tanya lagi?”“Boleh, Bu.”“Tante keluar dulu ya.” Mami Tyas keluar untuk menemui menantunya supaya Naya menghubungi keluarga Evans.Mami Tyas lupa memberitahukan kepada Naya kalau ia tidak perlu menghubungi Evans. Naya menghubungi Evans, tapi ponselnya tidak aktif. “Duh Mas Evans ke mana sih? Jadi mules kan gue.” Naya terlihat panik mendengar sahabatnya sudah mau melahirkan. “Gue t

  • Jerat Cinta CEO Mesum   ( S2 ) Bab 341. Kekhawatiran Lura

    "Gue takut, Nay," jawab Lura pelan sambil menunduk. Lura benar-benar waswas dengan kehamilannya."Takut kenapa?" Naya memiringkan duduknya supaya menghadap Lura."Gue takut bayi gue kenapa-napa kemarin Mbak Hanna melahirkan jauh dari HPL, lah gue udah waktunya belum lahir juga.""Ya ampun Lura, jangan dipikirkan nanti kamu stres. Itu bayi kamu masih terasa nendang-nendang kan? Itu artinya dia baik-baik aja." Naya berusaha menenangkan Lura, padahal dirinya sendiri merasa waswas.Mami Tyas yang duduk di bangku samping kemudi menoleh ke belakang."Lura, jangan dipikirin terus, kamu harus tenang," kata Mami Tyas. "Ayo kita turun, Tante yakin bayi kamu baik-baik aja.""Iya, Tante, aku juga berharap kayak gitu."Naya dan Lura turun dari mobil lalu segera masuk ke dalam rumah sakit."Minggu kemarin, dokter bilang apa?" tanya Tante Tyas kepada sahabat menantunya."Aku nggak kontrol, Tante, minggu kemarin Mas Evans sibuk banget sama kerjaannya. Qenan juga lagi kurang sehat, jadi aku sama Mami

  • Jerat Cinta CEO Mesum   ( S2 ) Bab 340. Hari Perkiraan Lahir

    Keesokan paginya Lura bangun pagi-pagi sekali, ia tidak mau Naya mengomel lagi karena terlambat datang ke rumahnya untuk senam hamil."Mas, anterin aku dulu ke rumah Naya ya. Pulangnya sama Mas Bayu sekalian dia jemput Qenan." "Iya, Sayang," jawabnya sambil mencubit pipi istrinya yang semakin berisi. "Kamu jangan capek-capek ya.""Iya," jawab Lura sambil merapikan dasi dan jas suaminya. "Sudah siap, ayo kita sarapan.""Kalau makanan aja nggak ketinggalan." Evans tersenyum melihat istrinya yang sudah berjalan lebih dulu keluar dari kamar.Mereka sarapan terlebih dulu sebelum pergi, setelah sarapan selesai, Evans mengantar Lura ke rumah Gilang, lalu pergi ke kantor."Nay, gue nggak telat kan?" tanya Lura kepada sahabatnya."Instrukturnya juga belum datang," kata Naya.Lura dan Naya duduk di teras depan menunggu sang instruktur senam hamil sambil mengobrol santai."Nay, HPL lo kapan?" tanya Lura."Perkiraan enam minggu lagi, tapi melihat Hanna melahirkan lebih cepat dari HPL, gue jadi w

  • Jerat Cinta CEO Mesum   ( S2 ) Bab 339. Segalanya Bagiku

    "Aku mau ke toilet, Mas," jawab Lura. "Ayo buruan, aku udah nggak tahan ini.""Aku kira kamu mau melahirkan," kata Evans sambil terkekeh. "Ya udah kita balik lagi ke kamar Kakak ipar aja lebih dekat.""Ya udah yuk!" Lura dan Evans kembali ke ruang perawatan Hanna.Lura masuk tanpa mengetuk pintu membuat kaget semua yang ada di dalam ruangan. Wanita hamil itu langsung masuk ke kamar mandi tanpa mengatakan satu patah kata pun."Pelan-pelan, Lura!" teriak sang nenek melihat cucunya yang sedang hamil tua berjalan cepat menuju toilet."Lura kenapa?" tanya Mama Riska pada menantunya."Kebelet, Ma.""Anak itu pasti makan sambal terus deh. Udah dibilangin Jangan makan pedas dulu." Mama Riska menggerutu sambil menunggu anaknya keluar dari toilet.Beberapa menit kemudian Lura keluar dari kamar mandi. "Ah leganya.""Lura, kamu jangan kebanyakan makan pedes, kasihan anakmu. Makan makanan yang bergizi biar anak kamu sehat." Mama Riska langsung mengomel kepada anaknya."Aku nggak makan pedas kok,"

  • Jerat Cinta CEO Mesum   ( S2 ) Bab 338. Mules, Mas

    "Nenek gendongnya sambil duduk ya," kata Haris sambil melangkah menuju sofa."Baiklah, Nenek duduk." Sang nenek mengikuti Haris dan duduk di sofa, lalu Haris menyerahkan anaknya kepada sang nenek."Masa Nenek aja dikasih gendong adik bayi, tapi aku nggak. Aku kan lebih kuat dari Nenek." Lura mendekati sang nenek dan duduk di sampingnya."Kamu nggak sadar, perutmu membuncit kayak gitu, nanti anak saya mau ditaruh di mana, kamu sendiri aja susah duduknya." Lagi-lagi Haris mengejek adiknya.Lura mendelikkan matanya dengan sinis kepada kakaknya. "Dasar pelit," gumamnya."Sayang, kita juga kan bakalan punya anak. Kayak anak kita lebih banyak, perutmu gede banget." Evans mengusap-usap perut istrinya sambil tersenyum. "Nanti kakakmu jangan diizinin gendong anak kita," ucapnya setengah berbisik."Kamu juga sama aja meledekku terus. Kita kan udah pernah USG, bayi kita cuman satu." Lura memukul lengan suaminya."Aku cuma bercanda." Evans mengacak-acak rambut istrinya."Lura sebaiknya kamu pulan

  • Jerat Cinta CEO Mesum   ( S2 ) Bab 337. Kelahiran Anak Haris

    "Kalian di mana?" tanya Pak Hartono kepada menantunya."Di jalan mau ke rumah sakit, Pa," jawab Evans."Di jalan? Memangnya kalian dari mana? Kenapa lama sekali sampainya? Mama dan Papa udah sejak tadi di rumah sakit." "Iya, Pa, bentar lagi kita sampai. Ini kan kita bawa ibu hamil dua orang, jadi bawa mobilnya pelan-pelan.""Ya sudah hati-hati!" Pak Hartono menutup teleponnya dan memberitahukan kepada sang istri kalau anak dan menantunya masih dalam perjalanan."Syukurlah kalau mereka baik-baik aja." Mama Riska sedikit merasa lega Lura dan suaminya dalam keadaan baik-baik saja.Beberapa detik kemudian Bayu menghampiri keluarga majikannya. "Maaf, Tuan, saya abis beli kopi dulu di kantin. Apa Anda udah dari tadi?" tanya Bayu sambil membawa cup berisi minuman hangat. "Nggak apa-apa, Bayu," jawab Mama Riska. "Apa Haris di dalam ruangan bersalin?" "Iya, Nyonya. Bos ikut ke dalam," jawab Bayu. "Oh ya Tuan, apa Anda ingin minum kopi?" Bayu tidak enak hati minum kopi sendirian."Tidak, te

DMCA.com Protection Status