Saat itu, tidak ada satupun yang mampu mengukur kebahagiaan Cornelia, karena ia baru mengetahui kalau pria yang sangat ia cintai itu, ternyata balas mencintainya. Sejak kapan? Nanti Cornelia akan mencari tahunya.
Untuk saat ini, ia hanya ingin memandangi keindahan Maldives ini dari ketinggian tujuh ratus kaki. Ini adalah hal yang baru untuknya, sebelumnya ia tidak pernah mau naik helikopter, sekeras apapun orang tuanya membujuknya, karena ia takut.Tapi bersama dengan Keanu, ketakutan itu sepertinya tidak ada artinya. Bersama dengan pria itu, ia selalu berani memulai hal-hal yang baru."Tidak mengherankan jika banyak yang mengunjungi pulau-pulau di Maladewa ini untuk berbulan madu, atau sekedar untuk liburan romantis mereka, itu makanya aku dan Nick membuat proyek vila di atas Laguna, di salah satu pulau indah ini," ujar Cornelia sambil terus memandangi pemandangan indah itu, sambil menenangkan degup jantungnya.Republik Maladewa. Negara kepulauanSeringaian Cornelia perlahan menghilang ketika melihat tatapan sendu Keanu, "Ada apa?" tanyanya dengan hati-hati. Ia takut momen bahagia ini akan segera berlalu, ia sangat khawatir dengan perubahan mendadak di wajah Keanu itu."Maafkan aku Sweatheart," ucap Keanu dengan sebersit rasa sesal, membuat Cornelia mengerutkan keningnya."Untuk apa maaf itu?" tanyanya, jantungnya mulai berdetak cepat, rasa khawatirnya semakin meningkat."Karena kebodohanku telah menyebabkan kehilangan anak kita," jawabnya lirih, dan Cornelia langsung menghela nafas lega, kali ini Keanu yang bergantian mengerutkan keningnya,"Kamu senang karena kehilangan anak kita?" tanyanya.Seketika senyum mengembang di bibir Cornelia, ia langsung melingkarkan lengannya di leher Keanu,"Oh Ken. Siapa yang bilang kita telah kehilangan anak kita? Anak kita masih berada di dalam kandunganku."Kerutan di kening Keanu semakin dalam, "Maksudmu, kamu tidak kegugura
Cornelia terbangun dengan suara detak jantung di telinganya, juga kepalanya yang ikut bergerak lembut seiring dengan tarikan nafas Keanu.Ia tengah merebahkan kepalanya di dada kokoh pria itu, dan lengan kuat Keanu memeluknya dengan erat. Cornelia tersenyum lembut saat kembali teringat dengan percintaan mereka yang luar biasa semalam, bersama dengan pria itu, ia merasa lebih hidup dan berwarna."Kamu sudah bangun, Sweatheart?" tanya Keanu yang merasakan gerakan pipi Cornelia di dada telanjangnya.Cornelia mendongakkan kepalanya, ia tersenyum manis sebelum berkata, "Selamat pagi, Sayang."Keanu balas tersenyum, membuat jantung Cornelia terasa berhenti berdetak, senyum pria itu masih saja bisa membuatnya meleleh dalam sekejap."Pagi, Sweatheart. Aku ingin terus seperti ini setiap hari, mendapatimu sebagai orang terakhir yang aku lihat saat menutup mata, dan orang pertama yang ku lihat saat membuka kedua mataku ini.""Aku juga ingi
Elrick membanting pintu ruang kerja di belakangnya, amarah sudah menjalari seluruh tubuhnya, hingga ia mengepalkan kedua tangannya sambil berderap maju ke arah Keanu."Kalau saja Lia tidak mengancamku dengan memutuskan persaudaraan kami kalau sampai aku menyakitimu seujung kuku saja! Aku sudah akan mengirimmu ke neraka sekarang!" desisnya di antara kedua giginya."Kau tidak perlu melakukan itu, Rick. Karena aku sungguh-sungguh mencintai Lia!" Elrick meraih krah kemeja Keanu kemudian memutarnya, "Cinta kau bilang? Cintamu yang justru menyakiti adikku itu!""Seperti kau yang menyakiti Ana dulu!" cibir Keanu, yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari Elrick."Apa maksudmu?" tanyanya.Keanu dengan mudah menepis tangan Elrick, hingga terlepas dari krah bajunya, "Perlukah aku menjawabnya? sementara kau tahu betul apa yang aku maksud!" "Apa kau sengaja menyakiti Lia untuk membalas perlakuanku dulu pada Ana?"
Mommy Kei tengah bersantai di dalam kamarnya bersama dengan papi Hardhan. Sementara papi Hardhan sibuk berkutat dengan laptopnya, mami Kei bersandar santai pada kepala tempat tidur sambil menonton tayangan infotainment."Tidak ada satupun infotainment yang mengupas kisah sukses Keanu dalam membangun perusahaan startupnya! Yang ada hanya menyebarkan berita sampah tentang hubungan putraku itu dengan para wanitanya!" gerutu mommy Kei sambil mengganti channel TVnya.Kali ini Keanu diberitakan tengah berada di sebuah Apartement mewah di Amsterdam, dan di hari yang sama pria itu juga terlihat tengah menikmati hidangan makan malam romantis dengan wanita yang berbeda dengan wanita di Apartment mewah itu."Yang berarti, kamu harus berhenti menonton acara itu, Sayang," sahut papi Hardhan sambil terkekeh pelan.Istrinya itu terbilang aneh, selalu saja terlihat emosi saat ada berita negatif tentang anak-anaknya, tapi tetap saja setia dan selalu menonton acara
Papi Hardhan menyandarkan punggungnya di sofa kulit kebesarannya di ruang kerjanya, dengan kedua tangan yang saling mengait di atas perutnya, ia menatap dongkol ke arah putra bungsunya itu, yang baru saja mengganggu kegiatan rutinnya bersama dengan istrinya.Dan Keanu pun menyadari itu, satu hal yang paling cepat membuat papinya itu dongkol adalah, saat ada yang mengganggu saat quality timenya bersama dengan mommy Kei.Dulu, Keanu selalu merasa takut saat papi Hardhan memanggilnya ke ruang kerjanya ini, yang berarti ada masalah serius yang menyangkut tentang dirinya, entah itu masalah kenakalannya di sekolah, atau tentang masalah kehidupan bebasnya yang penuh sk*ndal, yang selalu membuat mommy Kei merasa khawatir. Dan hal terakhir yang akan dilakukan papinya itu adalah membuat istrinya itu khawatir.Melihat Keanu yang masih tidak bersuara juga membuat papi Hardhan menaikkan sebelah alisnya,"Kenapa diam saja? Apa yang ingin kau bicarakan
Jamuan makan malam sekaligus rapat kecil tentang pernikahan Keanu dan Cornelia berjalan dengan lancar. Tanpa adanya drama selisih pendapat, karena mereka semua sudah sepakat untuk menyerahkan masalah pesta pernikahan itu pada Keanu dan Cornelia.Mereka membiarkan pasangan itu mengatur pestanya sendiri, dari mulai penunjukan Wedding Organizer, gaun pengantin dan lainnya. Keanu dan Cornelia tetap menginginkan pestanya diadakan di salah satu pulau di Maldives."Kalau kau mau, kau bisa memakai Wedding Organizer yang aku percayakan untuk menghandle pernikahanku dan Aliana dulu. Mereka juga sudah terbiasa mengatur pernikahan di berbagai negara, mereka sudah sangat berpengalaman, kau tidak akan menyesal, aku jamin itu." saran Elrick pada Keanu."Hmmm... Ok. Jadi kapan kau bisa mengantar kami ke Wedding Organizer itu?" tanya Keanu, dan Elrick langsung mengibas tangannya,"Tidak perlu mendatanginya, justru mereka yang akan mendatangi kalian. Aku tinggal me
"Maaf, Nona Keizaa. Di depan ada pihak berwajib yang mencari Tuan Elrick dan Nona Aliana!" seru Bi Ijah yang karena mereka sedang asik berbincang-bincang, jadi tidak menyadari kedatangannya."Pihak berwajib?" tanya mereka secara bersamaan.Cornelia, Keizaa dan Tiara langsung menatap Aliana dengan tatapan identik, tatapan penuh tanda tanya."Apa yang sudah kamu dan Elrick lakukan, Ana?" tanya Keizaa sambil mengerutkan keningnya.Aliana mengangkat bahunya, lalu berdiri dari kursinya, "Tolong panggilkan suamiku itu, aku akan menemui pihak berwajib itu terlebih dahulu!" serunya.Tanpa diminta dua kali, Keizaa langsung melesat keluar dari ruang santai itu, dan langsung menuju ruang kerja papi Hardhan. Ia tahu ada yang tidak beres hingga pihak berwajib berani mendatangi kediaman Adipramana.Keizaa membuka pintu ruang kerja itu tanpa mengetuknya terlebih dahulu, dan tujuh pasang mata langsung teralihkan ke arahnya.Melihat rau
"Sampai kapan kamu akan terus memelukku, My luv ?" tanya Elrick sambil terkekeh pelan.Mereka sedang bersandar santai di sofa panjang di kamar Aliana, dengan jemari Elrick yang tengah memainkan rambut panjang Aliana. Sentuhan yang ringan tapi mampu mengirimkan getaran-getaran halus mulai dari otaknya sampai ke pangkal pahanya."Aku masih takut dengan kejadian tadi, Rick. Aku rasa malam ini aku tidak akan bisa tidur dengan nyenyak," jawab Aliana dengan nada manja, lalu mendongakkan kepalanya untuk melihat jelas wajah suaminya itu,"Aku takut saat aku tidur nanti mereka kembali datang dan membawamu," lanjutnya."Sudah aku bilang berkali-kali My luv, mereka tidak akan berani datang lagi. Apa kamu tidak mendengar ancaman dari Om Hardhan tadi? Siapapun yang memiliki akal sehat tidak akan berani membantahnya.""Iya, aku tahu itu. Tapi bagaimana dengan pihak berwajib di Amsterdam? Kamu tidak berada di sana untuk mengurusnya!""Ana, my l
Dengan perasaan tidak tenang, Leuis berjalan hilir-mudik di depan pintu kamar daddy Elrick dan mommy Aliana, ia harus menjelaskan semua yang mengganjal di dalam dirinya pada orang tua angkatnya itu. Tidak ada yang perlu ia takutkan lagi saat ini karena Leia kini telah resmi menjadi istrinya. Jadi apapun resiko yang akan ia terima nantinya ia akan menerimanya. Setelah membulatkan tekadnya, Leuis berniat mengetuk pintu kamar orangtuanya itu, tapi tangannya tertahan di udara karena pintu itu telah terbuka terlebih dahulu, "Leuis, ada yang ingin kau bicarakan?" tanya daddy Elrick dengan mommy Aliana yang berada di sisinya dengan lengan daddy Elrick yang merangkul pinggangnya, "Ya, Dad ... Apa aku bisa meminta waktu kalian sebentar?" "Ok, masuklah!" seru daddy Elrick sambil membuka lebar pintu kamarnya. Leuis membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu tapi menutupnya lagi. Setelah sekian lama terdiam di bawah tatapan penuh tanda tanya daddy Elrick dan mommy Aliana ia pun kembal
"Ya Tuhan, sebenarnya kamu dan Leon telah melewati malam pertama kalian atau belum sih? Karena saat pertama untuk wanita pasti akan mengeluarkan darah, dan juga rasa sakit setelah melakukannya. Bahkan aku masih merasa nyeri hingga saat ini," jelas Leia."Benarkah?" Aletta berpaling menatap Leon yang tengah asik berbincang dengan Axel dan Dritan, kenapa ia tidak merasakan itu semua? Kenapa tidak ada darah di atas sprei mereka? Apa sebenarnya mereka tidak pernah melakukannya?"Apa memang seharusnya aku mengeluarkan darah?" tanya Aletta lirih."Well, memang ada beberapa wanita dengan satu dan lain alasan tidak mengeluarkan darah saat selaput darahnya sobek. Tapi semuanya pasti akan merasakan sakit saat melakukannya untuk pertama kalinya. Seluruh badanmu akan terasa remuk, seperti kamu telah bekerja kefas selama satu hari penuh," jawab Leia.Ia memberengut kesal sebelum melanjutkan,"Padahal, Leuis sudah melakukannya dengan sangat lembut. Tapi tetap saja aku merasa sakit juga. Rasanya mi
"Maaf kami telat!" seru Leon yang melangkah ke arah keluarganya yang sudah berkumpul untuk makan siang bersama sambil menggandeng Aletta. Mommy Aliana yang melihat kedatangan putranya itu tersenyum lembut menyambutnya, "Wajar, pengantin baru. Kalian pasti enggan kan meninggalkan tempat tidur kalian?" "Ah, Mommy memang pengertian sekali," kekeh Leon sambil mencium pipi kanan dan kiri mommy Aliana sebelum beralih memeluk daddy Elrick. Aletta pun turut serta mencium pipi kanan dan kiri mommy Aliana, lalu memeluk daddy Elrick dan menyapa yang lainnya sebelum duduk di samping Leia. "Nah, karena semua sudah berkumpul, kita bisa mulai makan siangnya, silahkan dinikmati!" seru daddy Elrick. Semua anak, menantu, sepupu dan juga keponakannya mulai menikmati hidangan makan siang di restoran mewah itu, yang sengaja daddy booking khusus untuk acara keluarga mereka saja. "jadi, apa kamu mau menetap di Paris atau memboyong Aletta ke sini, Leon?" tanya mommy Aliana. "Kami belum memutuskan ba
Sebenarnya rasa kantuk masih sangat menguasai Leia, tapi ia memaksakan diri membuka kedua matanya yang masih terasa berat saat merasakan belaian halus punggung tangan seseorang di pipinya, yang ternyata adalah punggung tangan Leuis. Leia tersenyum lembut pada suaminya itu sebelum kembali menutup kedua matanya, dan baru saja akan kembali lagi ke alam mimpinya ketika terdengar suara serak Leuis, "Sudah siang, Sayang. Mau sampai jam berapa kamu tidur?" tanyanya. "Aku lelah sekali, Leuis," desah Leia masih tidak mau membuka kedua matanya yang masih terasa berat, belum lagi rasa pegal di seluruh tubuhnya terutama di area pangkal pahanya. "Apa aku yang membuatmu lelah?" Perlahan kedua mata leia membuka, ia kembali tersenyum pada Leuis, "apa kamu sudah bangun sejak tadi?" tanyanya sebelum menguap lebar. "Ya," jawab Leuis. "Kamu saja yang sudah bangun sejak tadi masih santai di tempat tidur, jadi biarkan aku tidur dulu ya," pinta Leia. "Karena aku terlalu senang ketika perta
'Keluarkan saja, Sayang, jangan ditahan-tahan," bisik Leuis yang berusaha menahan gairahnya sendiri. Ia harus membuat Leia sampai puncaknya lebih dulu untuk melancarkan dirinya saat akan menembus milik wanita itu nantinya. Dan tidak lama kemudian Leia meneriakkan namanya saat wanita itu telah mencapai puncaknya, Leuis pun menangkup wajah Leia, "Tahan sebentar, Sayang. Aku akan masuk sekarang ... " Seketika itu juga Leia yang telah kembali menjejak bumi menjadi panik, tubuhnya seketika menegang, "A ... Aku takut!" ia mulai mendorong Leuis meski tanpa hasil. "Apa yang kamu takutkan?" tanya Leuis, gairahnya sudah berada di ujung tanduk, tapi Leia malah terus berusaha mendorongnya. "Aku takut tidak muat," jawab Leia sambil terus mendorong Leuis. "Sstt Leia, tatap mataku!" "Apa kamu percaya padaku?" tanya Leuis saat mata mereka telah terkunci. "Iya, tapi ... " "Awalnya memang akan terasa sakit, tapi rasa sakitnya tidak akan sesakit jarimu teriris pisau, Sayang." "Aku
"Eitss ... Mau ke mana buru-buru sekali?" tanya Axel mencegah Leia dan Leuis yang sedang menuju lift yang akan membawa mereka ke kamar mereka. "Tentu saja melakukan malam pertama kami!" jawab Leia tanpa malu-malu lagi, tapi segera menggigit lidahnya saat melihat siapa yang berada di belakang Axel, tante Keizaa dan om Alson yang tengah mengapit putri mereka, Alexa, sementara Alarik yang beberapa bulan lebih tua dari Leia melangkah di belakang mereka, "Astaga, tamu masih banyak, kenapa tidak bersabar dulu?" keluh tante Keizaa, kulit putih bersihnya yang tanpa noda itu menurun pada putri satu-satunya, Alexa. "Biarlah, Snow ... Melarangnya sama dengan melarang Eomma, tidak akan bisa," kekeh om Alson. Ini bukan kali pertama omnya itu menyamakan Leia dengan oma Sonya. Tidak ada satupun anak oma Sonya yang mengambil sifat bar-barnya, sifatnya itu malah menurun pada cucunya, Leia. Sementara sifat dingin dan cuek opa Alex menurun pada cucunya juga, Alarik. Pria itu seperti memiliki d
Leia dan Aletta terlihat sangat menawan dengan gaun pengantin yang dirancang oleh desainer ternama secara khusus untuk mereka berdua, yang nampak berkilau layaknya taburan permata di seluruh gaun berwarna putih itu. Sementara kedua pria yang kini telah resmi menjadi suami mereka berdiri di samping mereka dengan gaya posesif, seolah melindungi wanita mereka yang terlihat begitu cantik dari siapapun yang ingin merebutnya. Dan sang desainer yang turut serta menghadiri hari yang sangat istimewa itu nampak berkaca-kaca. Siapa yang tidak akan bangga jika hasil rancangannya dipakai oleh cucu dan cucu menantu keluarga Adipramana. Bahkan desainer lainnya merasa iri dengan keberuntungannya itu. Karena pernikahan itu akan ditayangkan secara live di berbagai stasiun televisi lokal, dan headline berita kini dipenuhi dengan pernikahan pewaris keluarga ternama itu. Adik dan kakak menikah secara bersamaan? Siapa yang tidak akan tertarik dengan berita semacam itu? Dan terutama Leon sang casa
Leia baru saja selesai mengeringkan rambutnya ketika belnya berbunyi. Ia melirik tablet yang terpasang di dinding yang menampilkan wajah Leuis di depan pintu unitnya, Leia pun menekan tombol untuk bicara, "Masuk saja, Leuis. Passwordnya masih sama dengan yang sebelumnya!" serunya. Sejurus kemudian pintu unitnya terbuka, sambil tersenyum lembut Leuis mendekatinya dan memeluknya dari belakang, "Aku merindukanmu ... " ucapannya sama lembutnya dengan tatapan matanya yang terpantul di cermin rias Leia, hingga kedua mata mereka saling mengunci, "Baru juga semalam kita ketemu." "Sejam berpisah denganmu pun aku sudah merindukanmu, Sayang." Leia membalik badannya hingga ia bisa menatap wajah Leuis, lalu melingkarkan lengannya di leher calon suaminya itu, "Kenapa kamu sekarang jadi sering ngegombal begitu sih?" tanyanya. "Ummm, mungkin karena sekarang aku telah merasakan kelegaan yang luar biasa, karena pada akhirnya aku dapat mengungkapkan semua perasaanku padamu, perasaan yang telah
"Wah, aku tidak menyangka kau bisa bersikap seromantis itu, Leuis!" seru Leon sambil menepuk pundak Leuis.Leon menarik Leia lebih merapat padanya, "Demi wanita yang sangat aku cintai ini, sudah pasti aku akan melakukan apapun meski diluar kebiasaanku.""Kalian akan tinggal di mana setelah menikah nanti?" tanya Aletta.Alih-alih menjawab Aletta, Leuis malah balik bertanya pada Leia,"Kamu mau tinggal di mana, Sayang?" "Aku akan tinggal dimanapun kamu akan tinggal, Leuis ... " jawab Leia sambil tersenyum menggoda."Jangan tersenyum seperti itu, kalau kamu tidak mau aku melahapmu di sini," bisik Leuis yang langsung mendapatkan sikutan Leia ke pinggangnya."Kenapa kau tiba-tiba bisa berubah sedrastis itu, Leuis? Awalnya kau mati-matian menolak menikahi Leia, bahkan tidak segan-segan membandingkan adikku itu dengan mantan wanitamu," cecar Leon memutuskan kongtak mata Leia dan Leuis.Sambil mendesah pelan, Leia ber