"Sampai kapan kamu akan terus memelukku, My luv ?" tanya Elrick sambil terkekeh pelan.
Mereka sedang bersandar santai di sofa panjang di kamar Aliana, dengan jemari Elrick yang tengah memainkan rambut panjang Aliana. Sentuhan yang ringan tapi mampu mengirimkan getaran-getaran halus mulai dari otaknya sampai ke pangkal pahanya."Aku masih takut dengan kejadian tadi, Rick. Aku rasa malam ini aku tidak akan bisa tidur dengan nyenyak," jawab Aliana dengan nada manja, lalu mendongakkan kepalanya untuk melihat jelas wajah suaminya itu,"Aku takut saat aku tidur nanti mereka kembali datang dan membawamu," lanjutnya."Sudah aku bilang berkali-kali My luv, mereka tidak akan berani datang lagi. Apa kamu tidak mendengar ancaman dari Om Hardhan tadi? Siapapun yang memiliki akal sehat tidak akan berani membantahnya.""Iya, aku tahu itu. Tapi bagaimana dengan pihak berwajib di Amsterdam? Kamu tidak berada di sana untuk mengurusnya!""Ana, my lDengan satu tangan yang di masukkan ke dalam saku celana panjangnya, Elrick mencoba menghubungi Jack, yang ia tugaskan untuk mencari tahu keberadaan Gwen dan Bella, sambil terus melihat ke arah kolam renang tempat anak-anak dan istrinya itu tengah bermain."Bagaimana, Jack. Kau sudah mendapatkan tempat persembunyian Bella dan Gwen?" tanya Elrick."Sudah, Tuan. Saat ini saya sudah menugaskan anak buah kita untuk terus berjaga-jaga di sekitar tempat persembunyian mereka," jawab Jack."Bagus! Terus pantau pergerakan mereka, besok saya akan ke Amsterdam!""Maaf, Tuan. Mereka bukan di Amsterdam, tapi di Den Haag," ralat Jack."Den Haag?" ulang Elrick."Ya Den Haag, Tuan. Dan sepertinya Tuan Keanu harus ikut serta dengan anda!"Elrick mengerutkan keningnya sebelum bertanya, "Keanu? Kenapa saya harus membawanya serta?!" "Karena Nona Nancy terlibat di dalamnya," jawab Jack."Nancy? Bagaimana mungkin mereka bi
"menurutmu, kenapa mantan kekasihmu itu ikut andil dalam kasus Leuis ini?" tanya Elrick pada Keanu. Mereka sedang berada di dalam jet pribadi Elrick menuju Bandara Rotterdam."Nancy bukan mantan kekasihku, Rick!" sanggah Keanu dongkol."Mantan kekasihmu atau bukan, tetap saja wanita itu pernah dekat denganmu! Jadi sekarang katakan kenapa wanita itu bisa turut andil? Bisa saja aku menduga kalau ada campur tanganmu juga di dalamnya! Karena kau lah yang mengajaknya ke pesta pernikahanku dan Aliana!" tukas Elrick.Keanu menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa, lalu melipat kedua tangannya di depan dadanya, sementara mata tajamnya menatap langsung ke kedua mata Elrick."Aku juga memiliki peikiran yang sama denganmu, jangan-jangan kau dan Bella merencanakan ini semua, supaya Aliana merasa jengah dan pada akhirnya memintamu untuk menceraikannya, dan pada akhirnya kau bisa kembali ke dalam pelukan Bella!!" balas Keanu santai."Apa kamu sudah gi
"Aku memiliki perasaan yang teramat besar untukmu, aku ... ""Benarkah? Kamu juga mencintaiku?" potong Nancy dengan tidak sabar, yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari Keanu."Aku sangat membencimu! Aku ingin sekali menenggelamkanmu ke Sungai Amazon karena siasatmu yang membuat Lia nyaris keguguran, dan nyaris membuat kami berpisah!" lanjut Keanu sambil menekan tiap katanya dengan nada penuh kebencian."Kenapa kamu jadi membenciku seperti itu, Ken? Cintai saja aku dan jangan pernah membenciku," pinta Nancy dengan wajah yang terlihat terpukul itu."Tidak ada satupun wanita yang aku cintai selain Lia!" tegas Keanu."Ken, apa kamu tidak mengingat beberapa malam yang kita habiskan bersama itu? Apa kamu lupa saat kamu bercinta denganku saat di rumah Granny? Kamu begitu memujaku, dan berkali-kali kita melakukannya malam itu, karena kamu bilang aku lebih memuaskanmu daripda Lia, apa kamu lupa?" Keanu menahan kedua tangannya unt
Cornelia melewati pintu penghubung antara rumah Keanu dengan rumah Aliana, ia tidak ingin melewati kekhawatirannya seorang diri. Ia ingin bersama dengan aliana, dimana wanita itu saat ini pasti juga sedang mengkhawatirkan suaminya.Aliana tengah duduk termenung di ayunan rotan, kedua tangannya tidak berhenti mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit itu. Udara hari ini tidak terlalu panas, hingga cocok untuk bersantai di luar ruangan, seperti yang sedang dilakukan Aliana saat ini."Sedang memikirkan Elrick?" tanya Cornelia pelan, takut mengagetkan kakak iparnya yang masih juga termenung, bahkan tidak menyadari Cornelia yang sudah duduk di sofa santai di sebelahnya."Eh, Ya. Lia. Apa kamu sudah menerima kabar dari Keanu?"Sambil mendesah pelan, Cornelia menggelengkan kepalanya sebelum bersandar pada sofa dan memerosotkan sedikit badannya dengan malas, seolah-olah tidak memiliki tenaga untuk sekedar duduk gtegak."Aku mengkhawatirkannya,
Elrick langsung membuka link yang dikirim appa Alex itu, darahnya kembali mendidih, ia benar-benar ingin menumpahkan da6ah saat ini juga, hingga tangannya yang memegang ponsel gemetar karena menahan amarahnya itu."Jack! Kuburkan ketiga wanita itu hidup-hidup!" raung Elrick.Ia menghambur ke arah ketiga wanita itu, "Beren9sek kalian!" raungnya lagi.Dengan dipenuhi amarah, Elrick menendang satu-persatu kursi mereka hingga mereka terjatuh bersamaan dengan kursi yang mengikat mereka itu. Seketika kamar dipenuhi dengan suara bising dari ketiga wanita itu, suara tangisan dan juga kesakitan mereka yang diabaikan Elrick, pria itu terus saja melampiaskan amarahnya dengan menendang kursi-kursi itu.Sambil mengerutkan keningnya dengan bingung, Keanu mengalihkan perhatiannya dari ketiga wanita yang sedang menggel8at di kursi mereka dengan posisi terbalik itu, ke wajah Elrick yang terlihat menggelap, dengan mulutnya yang terlihat seperti garis datar, yang me
"Media itu memenuhi dahaga masyarakat yang haus akan berita tentangmu, Tuan. Terutama tentang istrimu itu, Aliana," tambahnya lagi.Elrick membenamkan kepalanya di antara kedua tangannya, ia begitu frustasi. Karena ia sangat yakin berita ini pasti akan sangat menyakiti hati Aliana, Dan mengingat kepercayaan diri Aliana yang begitu rapuh, membuat Elrick semakin ingin membunuh seseorang untuk menyalurkan amarahnya."Apa kau akan terus menceramahi saya karena tidak mengikuti anjuranmu dulu untuk segera melakukan konferensi pers untuk memperkenalkan Aliana? Sekarang lebih baik kalian segera menemukan cara untuk meredakan berita sampah itu!""Kami sudah menghubungi semua media resmi untuk tidak turut serta menyebarkan berita itu, dan kami juga sudah meminta pihak berwajib untuk menindak dan menutup media yang telah menyebarkan berita murahan itu." jelas Mr. Duch."Hanya itu saja? Lalu apa jalan keluarnya?" desak Elrick. Ia sudah mulai tidak sabar, ia i
"Ana, bangun Sayang, kamu harus melihat ini!" seru eomma Sonya sambil mengguncang punggung Aliana.Aliana langsung membuka kedua matanya, dan mencari putranya. Entah sudah berapa lama Aliana tertidur, hingga ia tidak menyadari kalau Leon sudah tidak berada di dalam pelukannya lagi."Di mana Leon?" tanya Aliana sambil menyusuri pandangannya ke seluruh kamar putranya itu."Leon sedang main di kamar Leuis, kamu tidak perlu mengkhawatirkannya, lebih baik kamu lihat ini baik-baik," jawab eomma Sonya sambil menyerahkan tablet yang tadi ia pegang ke tangan putrinya itu.Aliana mengerutkan keningnya, "Apa ini?" Sambil tersenyum lembut, eomma Sonya duduk di samping Aliana, dan mengusap rambut panjangnya yang terlihat berantakan karena baru bangun dari tidur singkatnya, "Tonton saja sampai selesai."Kerutan di kening Aliana semakin dalam saat melihat tayangan live yang menghadirkan suaminya itu. Elrick nampak duduk di depan awak media b
"Aliana, My luv ... Aku tahu aku sudah pernah mengatakan ini semua padamu, tapi aku akan mengatakannya lagi. Aku mencintaimu, Aliana. Dan cintaku terlalu besar untukmu, hingga aku tidak akan mampu menumpahkannya sekaligus. Karena itulah aku membutuhkanmu di sepanjang hidupku. agar aku bisa memberikan cintaku itu padamu di sepanjang hari, sepanjang waktu.""Aku mencintaimu, dan aku akan mencintaimu sampai aku menghembuskan nafas terakhirku. Andai saja masih ada kehidupan setelah kematian, aku akan tetap ingin bertemu dan mencintaimu lagi dan lagi, karena mencintaimu sampai mati saja tidak akan pernah cukup."Para jurnalis tercengang, pun demikian dengan para pengacara Elrick. Mereka tidak menyangka seorang Monster Rick yang selalu bekerja tanpa hati, yang menghancurkan siapapun yang menjadi penghalang usahanya, yang telah membuat puluhan perusahaan besar gulung tikar, mampu menyatakan cintanya dengan begitu manis, di depan ratusan juta mata yang menonton acara liven
Dengan perasaan tidak tenang, Leuis berjalan hilir-mudik di depan pintu kamar daddy Elrick dan mommy Aliana, ia harus menjelaskan semua yang mengganjal di dalam dirinya pada orang tua angkatnya itu. Tidak ada yang perlu ia takutkan lagi saat ini karena Leia kini telah resmi menjadi istrinya. Jadi apapun resiko yang akan ia terima nantinya ia akan menerimanya. Setelah membulatkan tekadnya, Leuis berniat mengetuk pintu kamar orangtuanya itu, tapi tangannya tertahan di udara karena pintu itu telah terbuka terlebih dahulu, "Leuis, ada yang ingin kau bicarakan?" tanya daddy Elrick dengan mommy Aliana yang berada di sisinya dengan lengan daddy Elrick yang merangkul pinggangnya, "Ya, Dad ... Apa aku bisa meminta waktu kalian sebentar?" "Ok, masuklah!" seru daddy Elrick sambil membuka lebar pintu kamarnya. Leuis membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu tapi menutupnya lagi. Setelah sekian lama terdiam di bawah tatapan penuh tanda tanya daddy Elrick dan mommy Aliana ia pun kembal
"Ya Tuhan, sebenarnya kamu dan Leon telah melewati malam pertama kalian atau belum sih? Karena saat pertama untuk wanita pasti akan mengeluarkan darah, dan juga rasa sakit setelah melakukannya. Bahkan aku masih merasa nyeri hingga saat ini," jelas Leia."Benarkah?" Aletta berpaling menatap Leon yang tengah asik berbincang dengan Axel dan Dritan, kenapa ia tidak merasakan itu semua? Kenapa tidak ada darah di atas sprei mereka? Apa sebenarnya mereka tidak pernah melakukannya?"Apa memang seharusnya aku mengeluarkan darah?" tanya Aletta lirih."Well, memang ada beberapa wanita dengan satu dan lain alasan tidak mengeluarkan darah saat selaput darahnya sobek. Tapi semuanya pasti akan merasakan sakit saat melakukannya untuk pertama kalinya. Seluruh badanmu akan terasa remuk, seperti kamu telah bekerja kefas selama satu hari penuh," jawab Leia.Ia memberengut kesal sebelum melanjutkan,"Padahal, Leuis sudah melakukannya dengan sangat lembut. Tapi tetap saja aku merasa sakit juga. Rasanya mi
"Maaf kami telat!" seru Leon yang melangkah ke arah keluarganya yang sudah berkumpul untuk makan siang bersama sambil menggandeng Aletta. Mommy Aliana yang melihat kedatangan putranya itu tersenyum lembut menyambutnya, "Wajar, pengantin baru. Kalian pasti enggan kan meninggalkan tempat tidur kalian?" "Ah, Mommy memang pengertian sekali," kekeh Leon sambil mencium pipi kanan dan kiri mommy Aliana sebelum beralih memeluk daddy Elrick. Aletta pun turut serta mencium pipi kanan dan kiri mommy Aliana, lalu memeluk daddy Elrick dan menyapa yang lainnya sebelum duduk di samping Leia. "Nah, karena semua sudah berkumpul, kita bisa mulai makan siangnya, silahkan dinikmati!" seru daddy Elrick. Semua anak, menantu, sepupu dan juga keponakannya mulai menikmati hidangan makan siang di restoran mewah itu, yang sengaja daddy booking khusus untuk acara keluarga mereka saja. "jadi, apa kamu mau menetap di Paris atau memboyong Aletta ke sini, Leon?" tanya mommy Aliana. "Kami belum memutuskan ba
Sebenarnya rasa kantuk masih sangat menguasai Leia, tapi ia memaksakan diri membuka kedua matanya yang masih terasa berat saat merasakan belaian halus punggung tangan seseorang di pipinya, yang ternyata adalah punggung tangan Leuis. Leia tersenyum lembut pada suaminya itu sebelum kembali menutup kedua matanya, dan baru saja akan kembali lagi ke alam mimpinya ketika terdengar suara serak Leuis, "Sudah siang, Sayang. Mau sampai jam berapa kamu tidur?" tanyanya. "Aku lelah sekali, Leuis," desah Leia masih tidak mau membuka kedua matanya yang masih terasa berat, belum lagi rasa pegal di seluruh tubuhnya terutama di area pangkal pahanya. "Apa aku yang membuatmu lelah?" Perlahan kedua mata leia membuka, ia kembali tersenyum pada Leuis, "apa kamu sudah bangun sejak tadi?" tanyanya sebelum menguap lebar. "Ya," jawab Leuis. "Kamu saja yang sudah bangun sejak tadi masih santai di tempat tidur, jadi biarkan aku tidur dulu ya," pinta Leia. "Karena aku terlalu senang ketika perta
'Keluarkan saja, Sayang, jangan ditahan-tahan," bisik Leuis yang berusaha menahan gairahnya sendiri. Ia harus membuat Leia sampai puncaknya lebih dulu untuk melancarkan dirinya saat akan menembus milik wanita itu nantinya. Dan tidak lama kemudian Leia meneriakkan namanya saat wanita itu telah mencapai puncaknya, Leuis pun menangkup wajah Leia, "Tahan sebentar, Sayang. Aku akan masuk sekarang ... " Seketika itu juga Leia yang telah kembali menjejak bumi menjadi panik, tubuhnya seketika menegang, "A ... Aku takut!" ia mulai mendorong Leuis meski tanpa hasil. "Apa yang kamu takutkan?" tanya Leuis, gairahnya sudah berada di ujung tanduk, tapi Leia malah terus berusaha mendorongnya. "Aku takut tidak muat," jawab Leia sambil terus mendorong Leuis. "Sstt Leia, tatap mataku!" "Apa kamu percaya padaku?" tanya Leuis saat mata mereka telah terkunci. "Iya, tapi ... " "Awalnya memang akan terasa sakit, tapi rasa sakitnya tidak akan sesakit jarimu teriris pisau, Sayang." "Aku
"Eitss ... Mau ke mana buru-buru sekali?" tanya Axel mencegah Leia dan Leuis yang sedang menuju lift yang akan membawa mereka ke kamar mereka. "Tentu saja melakukan malam pertama kami!" jawab Leia tanpa malu-malu lagi, tapi segera menggigit lidahnya saat melihat siapa yang berada di belakang Axel, tante Keizaa dan om Alson yang tengah mengapit putri mereka, Alexa, sementara Alarik yang beberapa bulan lebih tua dari Leia melangkah di belakang mereka, "Astaga, tamu masih banyak, kenapa tidak bersabar dulu?" keluh tante Keizaa, kulit putih bersihnya yang tanpa noda itu menurun pada putri satu-satunya, Alexa. "Biarlah, Snow ... Melarangnya sama dengan melarang Eomma, tidak akan bisa," kekeh om Alson. Ini bukan kali pertama omnya itu menyamakan Leia dengan oma Sonya. Tidak ada satupun anak oma Sonya yang mengambil sifat bar-barnya, sifatnya itu malah menurun pada cucunya, Leia. Sementara sifat dingin dan cuek opa Alex menurun pada cucunya juga, Alarik. Pria itu seperti memiliki d
Leia dan Aletta terlihat sangat menawan dengan gaun pengantin yang dirancang oleh desainer ternama secara khusus untuk mereka berdua, yang nampak berkilau layaknya taburan permata di seluruh gaun berwarna putih itu. Sementara kedua pria yang kini telah resmi menjadi suami mereka berdiri di samping mereka dengan gaya posesif, seolah melindungi wanita mereka yang terlihat begitu cantik dari siapapun yang ingin merebutnya. Dan sang desainer yang turut serta menghadiri hari yang sangat istimewa itu nampak berkaca-kaca. Siapa yang tidak akan bangga jika hasil rancangannya dipakai oleh cucu dan cucu menantu keluarga Adipramana. Bahkan desainer lainnya merasa iri dengan keberuntungannya itu. Karena pernikahan itu akan ditayangkan secara live di berbagai stasiun televisi lokal, dan headline berita kini dipenuhi dengan pernikahan pewaris keluarga ternama itu. Adik dan kakak menikah secara bersamaan? Siapa yang tidak akan tertarik dengan berita semacam itu? Dan terutama Leon sang casa
Leia baru saja selesai mengeringkan rambutnya ketika belnya berbunyi. Ia melirik tablet yang terpasang di dinding yang menampilkan wajah Leuis di depan pintu unitnya, Leia pun menekan tombol untuk bicara, "Masuk saja, Leuis. Passwordnya masih sama dengan yang sebelumnya!" serunya. Sejurus kemudian pintu unitnya terbuka, sambil tersenyum lembut Leuis mendekatinya dan memeluknya dari belakang, "Aku merindukanmu ... " ucapannya sama lembutnya dengan tatapan matanya yang terpantul di cermin rias Leia, hingga kedua mata mereka saling mengunci, "Baru juga semalam kita ketemu." "Sejam berpisah denganmu pun aku sudah merindukanmu, Sayang." Leia membalik badannya hingga ia bisa menatap wajah Leuis, lalu melingkarkan lengannya di leher calon suaminya itu, "Kenapa kamu sekarang jadi sering ngegombal begitu sih?" tanyanya. "Ummm, mungkin karena sekarang aku telah merasakan kelegaan yang luar biasa, karena pada akhirnya aku dapat mengungkapkan semua perasaanku padamu, perasaan yang telah
"Wah, aku tidak menyangka kau bisa bersikap seromantis itu, Leuis!" seru Leon sambil menepuk pundak Leuis.Leon menarik Leia lebih merapat padanya, "Demi wanita yang sangat aku cintai ini, sudah pasti aku akan melakukan apapun meski diluar kebiasaanku.""Kalian akan tinggal di mana setelah menikah nanti?" tanya Aletta.Alih-alih menjawab Aletta, Leuis malah balik bertanya pada Leia,"Kamu mau tinggal di mana, Sayang?" "Aku akan tinggal dimanapun kamu akan tinggal, Leuis ... " jawab Leia sambil tersenyum menggoda."Jangan tersenyum seperti itu, kalau kamu tidak mau aku melahapmu di sini," bisik Leuis yang langsung mendapatkan sikutan Leia ke pinggangnya."Kenapa kau tiba-tiba bisa berubah sedrastis itu, Leuis? Awalnya kau mati-matian menolak menikahi Leia, bahkan tidak segan-segan membandingkan adikku itu dengan mantan wanitamu," cecar Leon memutuskan kongtak mata Leia dan Leuis.Sambil mendesah pelan, Leia ber