Aliana dan Cornelia sama-sama berbaring di tempat tidur oma, dengan oma Altra berada di tengah-tengah mereka.
"Bagaimana hubunganmu dengan Elrick, Ana?" tanya oma Altra."Jangan merusak suasana hatiku yang sedang baik ini dengan membahasnya, Oma. Aku tidak mau membicarakan cucu Oma itu," desan Aliana pelan.Sudah lebih dari tiga hari Elrick tidak pulang, yang membuat Aliana bertanya-tanya apa yang menyebabkan suaminya itu tertahan? Dan sialnya Aliana sudah mulai merindukannya, atau calon baby mereka yang merindukan Daddynya, Aliana justru menahan sekuat tenaga untuk menekan perasaan rindunya itu."Appamu sudah menceritakan semuanya pada Oma, membuat Oma ingin segera menghampiri rubah tua itu dan menyumpal mulutnya dengan lumpur! Kalau saja Oma tidak kelelahan saat ini. Dulu, rubah tua itu juga melakukan hal yang sama pada putriku. Dia sangat ingin memisahkan putriku dari putranya!"Aliana berbaring miring ke arah Oma, lalu menopang kepala"Ini salah satu Penthouse milik kakakku, dan pakaianku ada di sana semua! Kalian tunggu di mobil saja yaa selama aku merapikan pakaianku, tidak lama kok paling hanya lima belas menit, hmmm dua puluh menit paling lama!" seru Cornelia pada Keanu, Damar dan Ekram. Sedang Granny tertidur di kursi depan."Lima belas menit, tidak lebih!" tegas Keanu.Cornelia langsung tersenyum menggoda, "Apa kamu tidak mau berpisah selama itu denganku, Sayang? Apa kamu takut merindukanku?" godanya.Keanu mengibaskan tangannya, mengusir Cornelia dengan tidak sabar, "Sudah sana cepat ambil pakaianmu, jangan buang-buang waktu, sekarang waktumu yang tersisa tinggal empat belas menit lagi!""Dasar Cassanova arrogant, seenaknya saja menghitung mundur waktu! hitungan baru di mulai setelah aku memasuki lobby Apartment!" protes Cornelia."Tiga belas menit lagi!""Sial kamu, Ken!" gerutu Cornelia sambil keluar dari mobilnya dan langsung lari masuk ke dalam Ap
Dan ketika mereka sampai di jet pribadi elrick, Cornelia meminta Aliana untuk masuk terlebih dahulu, tapi saat Aliana sudah masuk, crew pesawat langsung menutup pintu, membuat Aliana panik,"Tolong buka pintunya, adik ipar saya belum masuk!" pinta Aliana, lalu punggungnya menegang saat mendengar suara Elrick,"Lia memang tidak ikut kita, My Luv."Aliana balik badan, menatap langsung ke wajah suaminya yang terlihat pucat dan sedikit kurus itu. Ada dorongan besar dari dalam dirinya untuk lari dan memeluk suaminya itu, untuk melepas kerinduannya, tapi ia berhasil menahan diri, dan memasang kembali wajah juteknya."Jadi kalian sudah merencanakan semua ini? Kamu mau menculikku kemana lagi?" cecar Aliana sambil memicingkan kedua matanya, lalu saat satu pikiran terlintas di dalam benaknya, kepanikan langsung menyerangnya,"Apa kamu mau menjauhkanku dari Leon? Apa kamu mau menyingkirkanku?" "Astaga, aku tidak akan melakukan itu, My Luv.
Tatapan mata Elrick terlihat tulus, dan nafas Aliana tercekat saat ia menyadari satu hal, kalau sekali lagi Oma dan Cornelia benar, Elrick memang sudah jatuh cinta padanya, meski pria arrogant itu belum mau mengakuinya.Tanda sabuk pengaman sudah bisa di lepas berbunyi, Elrick langsung melepaskan genggaman tangannya, lalu lanjut melepaskan sabuk pengamannya, sebelum akhirnya berdiri dan menunduk menatap Aliana."Aku tahu kamu butuh waktu untuk memikirkan semua ucapanku. Aku sudah beberapa kali mengecewakanmu, dan aku tahu kalau kamu sudah kehilangan rasa percayamu padaku, tapi kamu harus percaya satu hal, kalau aku sungguh-sungguh tidak ingin kehilanganmu." ujar Elrick sebelum melangkahkan kakinya menjauhi Aliana.Aliana baru akan melepaskan sabuk pengamannya, ketika langkah Elrick terhenti, lalu kembali balik badan hingga matanya kembali menatap mata Aliana, "Aku sudah melewati saat-saat kamu mengandung Leon dan melahirkannya, aku tidak mau kali ini akupun akan melewati saat-saat s
Elrick mengusir koki keluar dari dapurnya, ia sendiri yang akan masak untuk Aliana, lebih tepatnya menghangatkan makanan yang sudah tersedia di microwave untuk Aliana. Pria itu sepertinya kehilangan beberapa kilo gram berat badannya, dan tidak terlihat bugar seperti biasanya.Aliana terus memperhatikan suaminya itu, sesekali senyum terulas di wajahnya ketika Elrick melihatnya, di sela kesibukannya entah sedang meracik minuman apa untuk Aliana.Lama mereka seperti itu, saling menikmati keheningan yang sedang mereka ciptakan, Elrick yang sibuk menata makanan, dan Aliana yang menatap penuh cinta ke suaminya itu, yang dengan tegas melarangnya Aliana untuk turut serta membantunya."Silahkan dinikmati hidangan ala kadarnya, Mrs. Rick!" seru Elrick sambil tersenyum lembut dan duduk di samping Aliana.Aliana mengambil satu sendok penuh Hutspot, salah satu makanan khas Belanda yang terbuat dari kentang tumbuk, dengan buncis, brokoli, wortel dan potongan da
Seharusnya Aliana curiga dengan senyum jahil suaminya itu, karena Elrick dengan sengaja membuat bibir Aliana belepotan dengan Hutspot itu. Sambil mendelikkan matanya dengan kesal, Aliana mengulurkan tangannya untuk mengambil tissue, tapi Elrick menahannya."Jangan, biar aku saja yang membersihkannya," cegah Elrick, mata birunya sudah mulai kehijauan, dan Aliana langsung mengerti maksud terselubung dari suaminya itu.Aliana kembali mendengus pelan, "Huh, modus! Bilang saja kamu ingin menciumku.""Ah, kamu sudah mengenal aku dengan lebih baik sekarang, My Luv. Aku ingin membuatmu melupakan kenangan burukmu di ruangan ini, dan menciptakan kenangan baru yang lebih indah," ujar Elrick sebelum mencium bibir istrinya itu.Aliana terasa liar dan manis, semanis kentang tumbuk dari hutspot yang ia makan tadi. Tangannya meluncur masuk ke belakang baju Aliana, kemudian menjelajahi punggung Aliana, ketika mulutnya melumat mulut istrinya itu.
"Leon, sudah hampir jam sepuluh malam, kok belum bobo?" tanya Cornelia sambil menghampiri dan mengangkat Leon dari atas punggung Keanu."Eon tunggu Mommy," jawab Leon, Cornelia terdiam, lalu dengan sigap Keanu langsung berdiri, matanya menatap tajam mata Cornelia."Dimana sepupuku?" tanyanya dengan suara dingin."Mana Mommy, Onty?" Leon ikut bertanya."Daddy sedang sakit, saat ini Mommy sedang merawat Daddy, Sayang. Jadi belum bisa pulang, nanti setelah Daddy sehat baru Mommy pulang bersama dengan Daddy," jawab Cornelia."Yeeyyy!' pekik leon girang."Sekarang Leon sama suster Cici dulu yaa, Onty mau mandi, lengket badan Onty!" seru Cornelia sambil menyerahkan Leon ke Suster Cici.Cornelia terus melihat mereka, hingga menghilang di anak tangga teratas, lalu kembali mengalihkan perhatiannya ke Keanu, yang masih saja menatapnya penuh selidik.Sambil menaikkan sebelah alisnya, Corneliamelipat kedua tangannya, hal ya
Keanu mengumpat kesal, pria menakjubkan itu menyelipkan jemarinya di rambutnya sendiri, lalu melepasnya sambil menggeram kesal, "Berikan anak kunci sialan itu, Lia!" raung Keanu.Cornelia menggeleng dengan tegas, "Tidak, seperti yang sudah aku bilang tadi, silahkan ambil sendiri anak kunci ini. Tapi sepertinya kamu harus membuka ikatan jubah ini, karena anak kuncinya ada di balik ikatannya.""Apa kamu pikir aku tidak bisa mengambil kunci itu?" tanya Keanu dengan suara dinginnya.Cornelia tetap berdiri di tempatnya, sambil menguatkan hatinya untuk tidak gentar, saat Keanu mendekatinya dengan sorot mata yang terlihat menyeramkan, sorot mata ingin membunuh seseorang.Cornelia menaikkan dagunya dengan gaya menantang, "Coba saja!" Keanu berhenti dan berdiri menjulang tepat di depan Cornelia. Napas pria setinggi lebih dari seratus sembilan puluh centi meter itu terdengar memburu, entah karena amarahnya atau karena gairahnya? Atau kedua-duanya?Pria itu kembali mengulurkan kembali tangann
Alih-alih ke Paris untuk menemui dokter pribadinya, Elrick malah membawa Aliana ke Yunani, tepatnya ke Santorini atau biasa disebut juga dengan Thira. Salah satu kepulauan Cyclades yang terkenal di Yunani. Yang berada di antara Pulau Ios dan Anafi, sekitar dua puluh kilometer dari daratan Yunani.Dari villa mewah yang Elrick sewa ini, terlihat pemandangan yang begitu mengagumkan. Sudah lebih dari lima belas menit Aliana memandangi lautan lepas dan kapal-kapal berwarna putih, blue domes church, serta windmill dari balkon kamarnya, pemandangan yang begitu memanjakan matanya."Santorini terkenal dengan kehidupannya yang tenang, dengan matahari terbenamnya yang indah," ujar Elrick sambil menyerahkan lemon juice untuk Aliana, sementara ia meminum red winenya.Aliana tersenyum lembut, lalu menghadap ke arah Elrick yang juga sedang tersenyum lembut padanya, "Ya, pemandangan yang hampir sama dengan pemandangan Villa Eomma di Lake Como." "Apa k
Dengan perasaan tidak tenang, Leuis berjalan hilir-mudik di depan pintu kamar daddy Elrick dan mommy Aliana, ia harus menjelaskan semua yang mengganjal di dalam dirinya pada orang tua angkatnya itu. Tidak ada yang perlu ia takutkan lagi saat ini karena Leia kini telah resmi menjadi istrinya. Jadi apapun resiko yang akan ia terima nantinya ia akan menerimanya. Setelah membulatkan tekadnya, Leuis berniat mengetuk pintu kamar orangtuanya itu, tapi tangannya tertahan di udara karena pintu itu telah terbuka terlebih dahulu, "Leuis, ada yang ingin kau bicarakan?" tanya daddy Elrick dengan mommy Aliana yang berada di sisinya dengan lengan daddy Elrick yang merangkul pinggangnya, "Ya, Dad ... Apa aku bisa meminta waktu kalian sebentar?" "Ok, masuklah!" seru daddy Elrick sambil membuka lebar pintu kamarnya. Leuis membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu tapi menutupnya lagi. Setelah sekian lama terdiam di bawah tatapan penuh tanda tanya daddy Elrick dan mommy Aliana ia pun kembal
"Ya Tuhan, sebenarnya kamu dan Leon telah melewati malam pertama kalian atau belum sih? Karena saat pertama untuk wanita pasti akan mengeluarkan darah, dan juga rasa sakit setelah melakukannya. Bahkan aku masih merasa nyeri hingga saat ini," jelas Leia."Benarkah?" Aletta berpaling menatap Leon yang tengah asik berbincang dengan Axel dan Dritan, kenapa ia tidak merasakan itu semua? Kenapa tidak ada darah di atas sprei mereka? Apa sebenarnya mereka tidak pernah melakukannya?"Apa memang seharusnya aku mengeluarkan darah?" tanya Aletta lirih."Well, memang ada beberapa wanita dengan satu dan lain alasan tidak mengeluarkan darah saat selaput darahnya sobek. Tapi semuanya pasti akan merasakan sakit saat melakukannya untuk pertama kalinya. Seluruh badanmu akan terasa remuk, seperti kamu telah bekerja kefas selama satu hari penuh," jawab Leia.Ia memberengut kesal sebelum melanjutkan,"Padahal, Leuis sudah melakukannya dengan sangat lembut. Tapi tetap saja aku merasa sakit juga. Rasanya mi
"Maaf kami telat!" seru Leon yang melangkah ke arah keluarganya yang sudah berkumpul untuk makan siang bersama sambil menggandeng Aletta. Mommy Aliana yang melihat kedatangan putranya itu tersenyum lembut menyambutnya, "Wajar, pengantin baru. Kalian pasti enggan kan meninggalkan tempat tidur kalian?" "Ah, Mommy memang pengertian sekali," kekeh Leon sambil mencium pipi kanan dan kiri mommy Aliana sebelum beralih memeluk daddy Elrick. Aletta pun turut serta mencium pipi kanan dan kiri mommy Aliana, lalu memeluk daddy Elrick dan menyapa yang lainnya sebelum duduk di samping Leia. "Nah, karena semua sudah berkumpul, kita bisa mulai makan siangnya, silahkan dinikmati!" seru daddy Elrick. Semua anak, menantu, sepupu dan juga keponakannya mulai menikmati hidangan makan siang di restoran mewah itu, yang sengaja daddy booking khusus untuk acara keluarga mereka saja. "jadi, apa kamu mau menetap di Paris atau memboyong Aletta ke sini, Leon?" tanya mommy Aliana. "Kami belum memutuskan ba
"Eitss ... Mau ke mana buru-buru sekali?" tanya Axel mencegah Leia dan Leuis yang sedang menuju lift yang akan membawa mereka ke kamar mereka. "Tentu saja melakukan malam pertama kami!" jawab Leia tanpa malu-malu lagi, tapi segera menggigit lidahnya saat melihat siapa yang berada di belakang Axel, tante Keizaa dan om Alson yang tengah mengapit putri mereka, Alexa, sementara Alarik yang beberapa bulan lebih tua dari Leia melangkah di belakang mereka, "Astaga, tamu masih banyak, kenapa tidak bersabar dulu?" keluh tante Keizaa, kulit putih bersihnya yang tanpa noda itu menurun pada putri satu-satunya, Alexa. "Biarlah, Snow ... Melarangnya sama dengan melarang Eomma, tidak akan bisa," kekeh om Alson. Ini bukan kali pertama omnya itu menyamakan Leia dengan oma Sonya. Tidak ada satupun anak oma Sonya yang mengambil sifat bar-barnya, sifatnya itu malah menurun pada cucunya, Leia. Sementara sifat dingin dan cuek opa Alex menurun pada cucunya juga, Alarik. Pria itu seperti memiliki
Sebenarnya rasa kantuk masih sangat menguasai Leia, tapi ia memaksakan diri membuka kedua matanya yang masih terasa berat saat merasakan belaian halus punggung tangan seseorang di pipinya, yang ternyata adalah punggung tangan Leuis. Leia tersenyum lembut pada suaminya itu sebelum kembali menutup kedua matanya, dan baru saja akan kembali lagi ke alam mimpinya ketika terdengar suara serak Leuis, "Sudah siang, Sayang. Mau sampai jam berapa kamu tidur?" tanyanya. "Aku lelah sekali, Leuis," desah Leia masih tidak mau membuka kedua matanya yang masih terasa berat, belum lagi rasa pegal di seluruh tubuhnya terutama di area pangkal pahanya. "Apa aku yang membuatmu lelah?" Perlahan kedua mata leia membuka, ia kembali tersenyum pada Leuis, "apa kamu sudah bangun sejak tadi?" tanyanya sebelum menguap lebar. "Ya," jawab Leuis. "Kamu saja yang sudah bangun sejak tadi masih santai di tempat tidur, jadi biarkan aku tidur dulu ya," pinta Leia. "Karena aku terlalu senang ketika pertama kalin
'Keluarkan saja, Sayang, jangan ditahan-tahan," bisik Leuis yang berusaha menahan gairahnya sendiri. Ia harus membuat Leia sampai puncaknya lebih dulu untuk melancarkan dirinya saat akan menembus milik wanita itu nantinya. Dan tidak lama kemudian Leia meneriakkan namanya saat wanita itu telah mencapai puncaknya, Leuis pun menangkup wajah Leia, "Tahan sebentar, Sayang. Aku akan masuk sekarang ... " Seketika itu juga Leia yang telah kembali menjejak bumi menjadi panik, tubuhnya seketika menegang, "A ... Aku takut!" ia mulai mendorong Leuis meski tanpa hasil. "Apa yang kamu takutkan?" tanya Leuis, gairahnya sudah berada di ujung tanduk, tapi Leia malah terus berusaha mendorongnya. "Aku takut tidak muat," jawab Leia sambil terus mendorong Leuis. "Sstt Leia, tatap mataku!" "Apa kamu percaya padaku?" tanya Leuis saat mata mereka telah terkunci. "Iya, tapi ... " "Awalnya memang akan terasa sakit, tapi rasa sakitnya tidak akan sesakit jarimu teriris pisau, Sayang." "Aku tidak pern
Leia dan Aletta terlihat sangat menawan dengan gaun pengantin yang dirancang oleh desainer ternama secara khusus untuk mereka berdua, yang nampak berkilau layaknya taburan permata di seluruh gaun berwarna putih itu. Sementara kedua pria yang kini telah resmi menjadi suami mereka berdiri di samping mereka dengan gaya posesif, seolah melindungi wanita mereka yang terlihat begitu cantik dari siapapun yang ingin merebutnya. Dan sang desainer yang turut serta menghadiri hari yang sangat istimewa itu nampak berkaca-kaca. Siapa yang tidak akan bangga jika hasil rancangannya dipakai oleh cucu dan cucu menantu keluarga Adipramana. Bahkan desainer lainnya merasa iri dengan keberuntungannya itu. Karena pernikahan itu akan ditayangkan secara live di berbagai stasiun televisi lokal, dan headline berita kini dipenuhi dengan pernikahan pewaris keluarga ternama itu. Adik dan kakak menikah secara bersamaan? Siapa yang tidak akan tertarik dengan berita semacam itu? Dan terutama Leon sang casa
Leia baru saja selesai mengeringkan rambutnya ketika belnya berbunyi. Ia melirik tablet yang terpasang di dinding yang menampilkan wajah Leuis di depan pintu unitnya, Leia pun menekan tombol untuk bicara, "Masuk saja, Leuis. Passwordnya masih sama dengan yang sebelumnya!" serunya. Sejurus kemudian pintu unitnya terbuka, sambil tersenyum lembut Leuis mendekatinya dan memeluknya dari belakang, "Aku merindukanmu ... " ucapannya sama lembutnya dengan tatapan matanya yang terpantul di cermin rias Leia, hingga kedua mata mereka saling mengunci, "Baru juga semalam kita ketemu." "Sejam berpisah denganmu pun aku sudah merindukanmu, Sayang." Leia membalik badannya hingga ia bisa menatap wajah Leuis, lalu melingkarkan lengannya di leher calon suaminya itu, "Kenapa kamu sekarang jadi sering ngegombal begitu sih?" tanyanya. "Ummm, mungkin karena sekarang aku telah merasakan kelegaan yang luar biasa, karena pada akhirnya aku dapat mengungkapkan semua perasaanku padamu, perasaan yang telah
"Wah, aku tidak menyangka kau bisa bersikap seromantis itu, Leuis!" seru Leon sambil menepuk pundak Leuis.Leon menarik Leia lebih merapat padanya, "Demi wanita yang sangat aku cintai ini, sudah pasti aku akan melakukan apapun meski diluar kebiasaanku.""Kalian akan tinggal di mana setelah menikah nanti?" tanya Aletta.Alih-alih menjawab Aletta, Leuis malah balik bertanya pada Leia,"Kamu mau tinggal di mana, Sayang?" "Aku akan tinggal dimanapun kamu akan tinggal, Leuis ... " jawab Leia sambil tersenyum menggoda."Jangan tersenyum seperti itu, kalau kamu tidak mau aku melahapmu di sini," bisik Leuis yang langsung mendapatkan sikutan Leia ke pinggangnya."Kenapa kau tiba-tiba bisa berubah sedrastis itu, Leuis? Awalnya kau mati-matian menolak menikahi Leia, bahkan tidak segan-segan membandingkan adikku itu dengan mantan wanitamu," cecar Leon memutuskan kongtak mata Leia dan Leuis.Sambil mendesah pelan, Leia ber