Awal mengira hanya dengan membantu mereka, masalahnya akan cepat selesai dan Nathan pun bisa pulang dengan selamat. Akan tetapi, hari demi hari berlalu dengan harapan yang makin menipis. Mereka bertiga terdiam dan suasana di dalam ruangan itu jadi sunyi senyap.Yuna menyeruput teh yang ada di depannya, dan beberapa saat kemudian memecah keheningan dengan berkata, “Jadi, apa tujuan kamu kasih tahu ini ke kami? Apa kamu mau kami bantu mencari Nathan?”Sebenarnya Yuna dan Brandon sudah tahu dan pasti akan memberikan bantuan meski Shane tidak meminta. Karena seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, Nathan tidak bersalah. Mereka berdua tentu tidak akan diam saja mengetahui Nathan sedang berada dalam bahaya, tapi apa tujuan Shane hari ini tiba-tiba mencari mereka? Sudah begitu lama Nathan menghilang, tapi dia tidak pernah meminta bantuan sebelumnya. Apakah Shane baru meminta bantuan karena sudah tidak sanggup lagi?“Itu cuma salah satunya. Sebenarnya masih ada satu hal penting lagi, terkait
“Itu perbuatannya Rainie sendiri. Waktu itu dia bilang organisasi lebih menginginkan kamu untuk bekerja pada mereka, karena itu mereka nggak membunuhmu. Karena itulah Rainie mendapat hukuman dari mereka.”Yuna tidak bertanya lebih jauh tentang apa hukuman yang menimpa Rainie detailnya, toh baginya itu juga tidak penting. Sekarang Rainie sudah mati, dan semuanya …. Tiba-tiba Yuna teringat akan sesuatu dan menanyakannya pada Shane, “Aku mau tanya sesuatu! Apa Rainie benar-benar sudah mati?”“... seharusnya, dia sudah mati.”“Seharusnya?” tanya Yuna.“Kenapa kamu terkesan nggak yakin begitu?” tanya Brandon. “Bukannya hari ini kamu mau membongkar semuanya? Memang apa lagi yang kamu tutupi dari kami? Atau mungkin … Rainie belum mati?”Mereka masih curiga bahwa Rainie sebenarnya masih hidup, dan kebakaran itu hanyalah tipu muslihat. Akan tetapi, forensik kepolisian telah menyatakan bahwa sampel DNA darah yang mereka dapatkan cocok dengan Rainie, maka bisa dipastikan bahwa jasad itu benar ada
Dari dulu Yuna terus memikirkan hal tersebut dengan sangat serius, dan pada saat itu dia masih tidak menemukan jawabannya. Terutama setelah dia mendapatkan bocoran database yang diretas oleh Yohanes, terungkap bahwa eksperimen itu banyak obat-obat beracun yang diuji coba kepada manusia. Selain itu, dari data-data lain juga mengungkap bahwa organisasi ini tidak kekurangan orang-orang yang ahli di bidangnya.Banyak orang yang mengerti tentang farmasi seperti Rainie, tetapi kenapa mereka masih bersikeras mau merekrut Yuna? Hanya ada satu kemungkinan, ini semua adalah ide awal Delon yang ingin menggabungkan obat dengan parfum agar orang-orang mengonsumsi kandungan dari obat tersebut tanpa mereka sadari. Hanya saja, pada saat itu tujuan Delon adalah untuk menyelamatkan nyawa manusia, sedangkan organisasi gelap ini sudah menyimpang terlalu jauh dari tujuan awal Delon.“Ya!” jawab Shane mantap. “Terus terang saja, aku juga nggak sepenuhnya tahu, tapi apa yang sedang mereka teliti ini sedikit
“Aku belum bilang apa-apa,” ujar Shane.“Nggak perlu kamu teruskan! Aku yakin itu juga bukan ide yang bagus, dan juga kenapa aku harus bekerja sama denganmu? Kamu sudah kehilangan kepercayaan di mata kami. Bisnis tanpa kepercayaan jangan harap bisa bekerja sama.”“Tapi kali ini berbeda ….”Shane sungguh tidak mengira dia akan langsung ditolak mentah-mentah bahkan sebelum dia sempat menjelaskan rencananya. Seketika itu pun dia sungguh tidak tahu lagi harus bagaimana dia melanjutkan topik ini.“Au akan cari cara lain untuk menolong Nathan, tapi itu saja yang bisa aku lakukan. Shane, kerja sama kita cukup sampai di sini!”“Brandon, tahan dulu. Shane. Coba jelaskan apa rencana kamu, aku mau dengar.”“Nggak ada yang perlu didengarkan lagi! Nggak ada satu patah kata pun yang bisa dipercaya dari mulut dia!” balas Brandon.“Aku tahu kamu peduli dengan keselamatan Yuna dan nggak mau terjadi sesuatu sama dia, tapi dilihat dari situasi sekarang, nggak ada jalan lain lagi,” kata Shane.“Cuma kare
“Cukup. Yuna, ayo kita pergi!” kata Brandon seraya menggenggam erat tangan Yuna. Kalau memang waktu sudah tidak banyak, dia tidak mau berlama-lama lagi. Jika Brandon terus berada di sana mendengar bujukannya, dia khawatir dirinya akan terbuai. Tentu saja Brandon paham akan keuntungan dan bahaya yang ada. Dia tahu tidak ada pilihan lain. Dia juga tahu jika Yuna mau berpura-pura bekerja sama dengan organisasi itu, masalahnya akan lebih cepat selesai dan bisa lebih cepat pula menemukan dalang di balik semua ini. Walaupun begitu, dia tidak bisa menempatkan Yuna dalam bahaya. Yuna adalah orang terpenting dalam hidupnya, dan dia tidak akan bisa terima apabila sampai terjadi sesuatu pada Yuna.Akan tetapi seperti apa pun Brandon menarik tangan Yuna, Yuna tetap tidak bergerak. Mata Yuna menatap lurus ke arah Shane tanpa berkedip. “Kamu mau aku ngapain?”“Yuna, aku nggak setuju! Apa kamu masih nggak mengerti!” seru Brandon mengamuk. Semenjak mereka berdua tinggal bersama, belum pernah Brandon s
Yuna sudah ingin pergi melihat marah Brandon mulai mereda. Namun ketika dia baru menjauh sedikit saja, tiba-tiba pinggangnya dipeluk, lalu Brandon sedikit merunduk dan mencium Yuna. Sudah sangat lama Brandon dan Yuna tidak bermesraan seperti ini, tetapi bukan berarti mereka bisa melakukannya di mana saja. Karena Yuna sendiri yang memilih untuk menggunakan cara itu untuk membuat Brandon diam, maka dia juga harus melakukannya dengan sungguh-sungguh.Untungnya Brandon masih menahan sebagian besar tenaganya, atau pinggang Yuna pasti sudah patah. Dipeluk seperti itu membuat Yuna malah ingin menjauh, tetapi apa daya perbedaan kekuatan fisik mereka terlalu jauh. Andaikan tidak ada orang ketika di sini, mungkin Brandon sudah melahap Yuna di saat itu juga.Shane yang berada di tengah situasi itu merasa canggung dan langsung memalingkan wajahnya, tapi dia juga ingin tahu kapan mereka berdua akan selesai bermesraan. Maka dia menutup sebagian wajah dan sesekali mengintip. Yuna dan Brandon memang b
Balasan Brandon langsung membuat Shane terdiam. Sebatas kata-kata janji saja memang tidak cukup. Kalaupun Shane berjanji atas nyawanya sendiri, apabila sampai terjadi sesuatu pada Yuna sedikit saja, Brandon pasti akan membunuhnya.Di saat itu, Yuna yang masih berada dalam dekapan Brandon berkata, “Kalau begitu … boleh aku saja yang berjanji?”Brandon, “….”Shane, “Yuna?”“Brandon, aku berjanji sama kamu, kalau aku bakal menjaga keselamatanku sendiri sebaik mungkin. Kalau situasinya mulai berbahaya, aku akan langsung berhenti. Kapan pun aku bekerja, aku akan selalu memprioritaskan keselamatanku dan anak kita berdua. Gimana?”Jika orang lain yang berkata demikian, Brandon punya seribu satu cara untuk membantah, tapi hanya Yuna seorang yang tidak bisa dia lawan. Brandon tidak langsung menjawab karena masih terus memikirkannya dengan keras. Dia benar-benar tidak ingin sampai terjadi sesuatu pada Yuna, dia takut!“Kondisi sekarang sudah berbeda. Mereka benar-benar membutuhkan Yuna. Singkatn
Tanpa sadar Brandon mengencangkan genggaman tangannya. Dia tahu konsekuensinya, tapi dia tidak bisa membiarkan Yuna mengambil risiko untuk itu. Andaikan yang orang yang dibutuhkan untuk terjun ke dalam bencana ini adalah dirinya sendiri, Brandon tentu dengan senang hati melakukannya, tapi sayangnya Yuna-lah yang harus melakukannya.“Mereka berharap dengan bergabungnya aku ke sana, aku bisa menyatukan obat dan parfum secara sempurna, dengan dengan begitu tujuan mereka tercapai. Itu bukan hal yang sulit. Aku sudah pernah berhasil sebelumnya, dan aku tahu gimana caranya menjaga diriku sendiri. Kalau memang mereka masih membutuhkanku, mereka nggak akan menyakiti aku, jadi kamu tenang saja, Brandon. Setidaknya aku masih aman selama mereka masih membutuhkanku,” tutur Yuna.Yuna bisa saja mengabaikan kekhawatiran Brandon dan melakukan apa pun yang dia mau, tetapi dia juga mengerti bahwa kekhawatiran Brandon berangkat dari perhatian dan kasih sayang. Sama halnya Yuna khawatir ketika Brandon ha
“Aku nggak pernah dengar tentang itu,” sahut Ross dengan tenang.“Jelas kamu nggak pernah dengar. Itu hal yang sangat mereka rahasiakan, nggak mungkin mereka mau kamu tahu.”“Jadi Mama sendiri tahu dari mana?” Ross bertanya balik.“....” Ratu berdeham seraya berpaling, dia lalu mengatakan, “Aku punya jalur informasiku sendiri. Terserah kamu percaya atau nggak, tapi itu benar.”“Aku bukanya nggak percaya, tapi kamu yang takut aku nggak percaya. Kalau memang dirahasiakan, pastinya nggak akan mudah untuk mendapat informasi itu. Aku cuma penasaran dari mana kamu tahu itu. Tentu saja kamu bisa bilang informasi itu didapat dari jalur informanu sendiri, tapi coba pikir lagi. Kamu sudah melakukan eksperimen ini selama bertahun-tahun, tapi siapa yang tahu sebelum ini terbongkar? Atau kamu pikir kamu lebih pandai merahasiakan ini dari mereka?”“.… Ross, kamu ….”Saat Ratu baru mau berbicara, dia lagi-lagi disela oleh Ross yang bicara dengan suara pelan. “Ma, tolong jangan marah. Kamu marah karen
Bagaimanapun yang namanya anak sendiri, ketika sudah meminta maaf, amarah Ratu sudah tidak lagi berkobar.“Iya, aku tahu aku salah,” kata Ross menunduk. “Aku nggak sepantasnya ngomong begitu.”“Kamu benar-benar sadar kalau salah?” tanyanya. “Angkat kepalamu. Tatap mataku.”Lantas Ross perlahan mengangkat kepalanya sampai matanya bertatapan, tetapi tetap tidak ada satu pun dari mereka yang mengatakan apa-apa. Selagi menatap Ross dalam-dalam, Rat tersenyum dan berkata, “Ross, kamu nggak tahu kamu salah. Tatapan mata kamu memberi tahu kalau kamu sebenarnya masih nggak rela!”Bagaimana mungkin Ratu tidak memahami anaknya sendiri. Tatapan mata Ross mengatakan dengan sangat jelas kalau dia masih tidak mengaku salah, tetapi dia hanya mengalah agar ibunya tidak marah. Hanya saja setelah mengalami masa kritis dan setelah mengobrol dengan Juan dan Fred, pemikiran dan suasana hati Ratu sudah sedikit berubah.“Ross, kamu sudah lama tinggal di negara ini, jadi pemikiran kamu sudah terpengaruh sama
Ricky sudah menunggu di luar menantikan Ratu keluar dari kamar tersebut. Dia langsung memegang kursi roda tanpa mengatakan apa-apa, dan mendorongnya dalam kesunyian. Begitu pun dengan Ratu, dia juga hanya diam saja selama mereka berjalan menuju lift.“Pangeran Ross minta bertemu,” kata Ricky.Ratu memejamkan kedua matanya guna menyembunyikan perasaan yang mungkin bisa terlihat dari sorotan mata. Dia tidak menjawab dan hanya mengeluarkan desahan panjang. Walau begitu, Ricky mengerti apa yang ingin Ratu sampaikan dan dia pun tidak lagi banyak bertanya.Seiringan dengan lift yang terus naik, tiba-tiba Ratu berkata, “Bawa dia temui aku.”“Yang Mulia?”“Bawa dia temui aku.”Selesai Ratu berbicara, kebetulan lift juga sudah sampai di lantai tujuan. Ratu mendorong kursi rodanya sendiri keluar dari lift. Ricky sempat tertegun sesaat, tetapi kemudian dia kembali menekan tombol lantai di mana Ross berada.Tak lama kemudian, Ricky mengantar Ross masuk kamar tidur Ratu. Dia mengetuk pintunya, teta
Tidak peduli apa pun yang Ratu katakan, Fred selalu punya seribu satu alasan untuk berdalih.Fred menggeleng dan berkata, “Bukan pintar beralasan, tapi karena semuanya sudah aku pikirkan demi Yang Mulia. Sejak awal sudah kubilang, mereka itu licik dan banyak akal bulusnya. Jangan mudah percaya sama omongan mereka! Mereka pasti mencoba membujukmu untuk menghentikan eksperimennya. Jangan ikuti kemauan mereka. Yang Mulia coba pikirkan, kita sudah sejak lama melakukan penelitian, lalu untuk apa? Kalau sekarang kita menyerah, bukankah semua yang kita lakukan dulu jadi sia-sia? Semua kerja keras, waktu , dan uang yang kita bayar jadi nggak ada artinya! Ini cuma akal-akalan mereka, karena kalau eksperimennya berhasil, kita bisa menguasai dunia. Cuma penduduk Yuraria saja yang bisa kemampuan hidup abadi. Itu sudah cukup untuk menggemparkan dunia, termasuk mereka. Makanya mereka nggak mau eksperimen ini berhasil. Bisa jadi … mereka membujuk Yang Mulia untuk menyerah, tapi habis itu diam-diam me
“Karena kamu begitu setia padaku, aku kasih kamu satu kesempatan lagi,” kata sang Ratu mendesah ringan.“Mau aku jadi bahan percobaanmu? Nggak masalah!” kata Fred dengan alis terangkat. “Toh sekarang aku juga nggak bisa menolak, bukan?”“Apa kamu ada permintaan lain?”Bagaimanapun juga, mereka adalah tuan dan pelayan yang sudah bekerja bersama selama bertahun-tahun, yang sudah melewati suka dan duka bersama. Andaikan Fred memiliki niat untuk melakukan kudeta, dia sudah berkontribusi banyak dan layak untuk mendapatkan apa yang dia minta sebelum dieksekusi.“Yang Mulia tahu aku sudah nggak membutuhkan apa-apa lagi. Aku sudah lama bercerai dengan istriku dan anakku ikut dia ke luar negeri. Aku cuma sendiri mendedikasikan hidupku untukmu, Yang Mulia Ratu. Sekarang aku sudah nggak punya permintaan apa-apa lagi. Oh ya, kalau sampai ….”Fred berhenti sejenak, kemudian dia melanjutkan, “Kalau sampai eksperimen ini berhasil, aku bisa terus hidup lebih lama di dalam badan anak itu, aku berharap
Di sebuah ruang bawah tanah yang lembap dan tidak terkena cahaya matahari, begitu masuk langsung tercium bau busuk yang menyengat hidung. Saat pintu dibuka, dan mendengar ada suara kursi roda yang mendekat, orang yang berada di dalam langsung mendongak menatap ke depan.“Ah, Yang Mulia datang untuk menemui aku juga.”Orang itu menyunggingkan senyum yang kaku. Dia yang dulu adalah seorang duta besar terhormat kini menjadi tak lebih dari seperti tawanan perang. Kursi roda berhenti, lalu sang Ratu menatapnya, orang yang sudah meneaninya selama puluhan tahun lebih.“Fred, apa kamu menyesal?” tanyanya.“Menyesal? Apa yang perlu disesali? Aku menyesal kenapa eksperimennya nggak aku lakukan lebih awal? Atau menyesal karena terlalu banyak berpikir? Ataukah menyesal karena aku nggak menyadari lebih awal kalau kamu mencurigaiku? Yang menang memakan yang kalah, itu sudah hukumnya. Nggak ada yang perlu aku sesali.”Sang Ratu sempat terdiam sesaat mendengar kata-kata Fred.“Jadi kamu nggak pernah m
“Tapi sudah terlambat kalau terus menunggu sampai eksperimennya dimulai!” kata Shane seraya menggertakkan gigi.Dia tidak punya sisa waktu lagi untuk bertaruh. Kalau sampai ternyata eksperimennya keburu dimulai, betapa sakit hatinya Shane membayangkan tubuh Nathan yang masih kecil itu harus terbaring di atas meja operasi yang dingin dan dibedah seperti tikus percobaan. Dia tidak bisa menerima hal seperti itu terjadi. Dia tidak tega melihat anaknya yang masih kecil harus mengalami penderitaan yang sebegitu parahnya. Nathan tidak tahu apa-apa dan diculik begitu saja, terpisah dari ayahnya begitu lama. Dan sekarang, dia harus menghadapi semua ini. Bahkan … bahkan dia tidak tahu apa yang akan dia hadapi.“Tapi kalau kamu ke sana sekarang, memangnya kamu bisa menolong Nathan?” Brandon bertanya.“Aku nggak peduli. Kalaupun aku harus mati, aku bakal tetap berusaha!”“Ya sudah, terserah kamu. Pergi sana!” Brandon tak lagi membujuk Shane. Dia memukul meja yang ada di depannya dan berseru kepada
Mau dipikir seperti apa pun, itu rasanya agak mustahil.“Aku juga berharap informasiku salah, tapi ….”Brandon tidak menyelesaikan kalimatnya, tetapi itu sudah menyiratkan intensi yang sangat jelas. Berhubung ini sudah menyangkut nasib Nathan, jika informasi yang dia dapat tidak bisa dipercaya, dia pun tidak akan memberitahukannya kepada Shane.“Jadi selama ini dia nggak mau membebaskan Nathan karena itu? Itu alasan kenapa selama ini aku nggak pernah berhasil menemukan dia. Jadi … mereka dari awal memang nggak ada niat untuk melepaskan Nathan, dan mereka menyandera dia dengan alasan membutuhkan investasi dana dariku, itu semua bohong?!”Rona wajah Shane di saat itu sudah pucat pasi. Suaranya pasti terdengar cukup datar, tetapi bisa terdengar bibirnya sedikit gemetar. Siapa pun yang menghadapi hal semacam ini pasti akan memberikan reaksi yang sama.Chermiko tidak tahu seperti apa rasanya memiliki seorang anak, tetpai dia dapat memahami perasaan Shane. Dia sendiri juga tidak keberatan di
“Ratu mau Fred jadi bahan percobaannya?” Chermiko bertanya, tetapi dia langsung membantah pertanyaan itu. “Nggak, itu mustahil! Aku dulu pernah ada di sana dan banyak tahu tentang R10. eksperimen ini nggak pernah diuji coba karena syarat dari penerimanya terlalu ketat.”Syaratnya adalah mendapatkan dua tubuh yang cocok, dan itu jelas bukan hal yang mudah untuk dicari. Sama seperti melakukan donor organ, tubuh pendonor dan penerima donor harus cocok baru bisa dilaksanakan. Hanya dengan syarat itu terpenuhi barulah tidak terjadi reaksi penolakan. Makanya, kalaupun Ratu punya niat untuk itu, dia harus mencarikan tubuh yang cocok dengan Fred.“Kamu kira nggak ada?” Brandon bertanya balik dan seketika membuat Chermiko dan Shane kaget. Chermiko dan Shane sama-sama dibuat bertanya-tanya, siapa orang yang akan menjadi wadah baru bagi jiwa Fred.“Dan orang yang bakal menampung jiwa Fred itu bukan orang asing. Fred sendiri yang cari,” kata Brandon. “Kalau dia nggak ketemu orang yang cocok, mana