Share

Beneran mau Pergi?

last update Last Updated: 2025-02-07 22:19:46

Satu bulan berlalu ….

Kondisi Ayuni sudah semakin membaik setelah menghilang dari tempat yang sudah membuatnya menjadi ‘hampir’ gila karena ulah Andreas yang mengekangnya. Tidak boleh bertemu dengan siapa pun termasuk sahabatnya.

“Morning!” Ayuni berteriak di telinga Ryan yang masih terlelap dalam tidurnya.

Ryan lantas membuka matanya spontan sembari bangun dari tidurnya. Terkejut juga berdengung gendang telinganya karena ulah Ayuni.

Perempuan itu tertawa dengan puas melihat Ryan yang terengah-engah, mengatur napas sembari mengusap dadanya.

Lelaki itu lantas menangkap tangan Ayuni dan menjatuhkan tubuh perempuan itu. Memegang erat kedua tangan Ayuni hingga membuat perempuan itu tak bisa berbuat apa-apa sebab kini tubuh Ryan berada di atas tubuhnya.

“Ryan, ampun. Jangan geliti aku, nanti aku makin kurus karena nggak mau makan!” pekik Ayuni meminta dilepaskan.

“Nggak ada sejarahnya digeliti dan susah makan. Itu hanya mitos. Faktor kurus tidak mau makan itu terjadi pada perubahan hormone
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Kania Putri
ih arumi kata2mu ini astaga bikin nyes gitu pantas aja Shakira deket banget sama ayuni
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Istri Kedua di Antara Kita   Sudah Memberitahu Semuanya

    Ayuni terisak lirih dengan suara tangis yang semakin menjadi kala mendengarnya. Memeluk kedua lutut kakinya sembari mendengarkan semua yang diucapkan oleh Arumi di dalam rekaman itu.Sampai suara bunyi monitor bergaris satu terdengar begitu nyaring dalam rekaman itu, Ayuni mendengarnya. Di mana Arumi harus mengakhiri hidupnya setelah hampir dua puluh tahun lamanya mencoba bertahan atas penyakit yang dia derita.“Arumi ….” Ayuni mengusap wajahnya sembari mengusap air mata yang terus turun di pelupuk matanya.Ryan kemudian menarik tubuh perempuan itu dan memeluknya. Terkejut akan kehadiran Ryan di sana, membuat tangisannya berhenti seketika. Rasanya sesak napasnya kala tahu semua fakta yang belum ia ketahui sebenarnya.“Ryan … aku, aku … akhirnya aku tahu kenapa Shakira langsung dekat sama aku. Ternyata Arumi sudah memberi tahu semuanya kepada Shakira,” lirih Ayuni mencoba berbicara dengan jelas.Ryan menganggukkan kepalanya dengan pelan. “Itulah kenapa Shakira sangat senang dan langsun

    Last Updated : 2025-02-08
  • Istri Kedua di Antara Kita   Sugar Daddy

    “Yaa sorry. Soalnya Mama dan Papa harus kembali lagi, Nak. Nggak bisa lama-lama di sini. Kami pulang juga mau urus perceraian kamu dengan Andreas. Mau cerai, kan?”“Mau banget, Mama. Udah gatel pantat aku pengen duduk di pengadilan.”“Tinggal duduk apa susahnya. Ya udah, pulang. Mama tunggu.”“Oke, Mama. Makin sayang deh, sama Mama.”“Nggak usah lebay. Mama tutup, yaa. Jangan lupa bawa ayangnya ke sini.”“Iya, Mama.” Ayuni lantas menutup panggilan tersebut lalu memeluk Ryan dengan sangat erat.Sampai membuat lelaki itu terbatuk-batuk karena lehernya dicengkeram oleh Ayuni.“Ay—Ayuni … kamu mau bunuh aku?” Ryan menepuk-nepuk lengan Ayuni lalu melepaskan tangan perempuan itu dari lehernya.“Ish! Biasanya juga kamu, yang duluan meluk aku. Giliran dipeluk duluan, protes.”“Bukan protes, Sayang. Tapi, aku sesak napas karena dicekik.”“Ooh!”“Kenapa, heum? Kenapa kayaknya girang begitu?”Ayuni kemudian menerbitkan senyumnya dengan lebar. “Mama udah pulang. Aku mau urus perceraian aku sama A

    Last Updated : 2025-02-08
  • Istri Kedua di Antara Kita   Ditampar Naina

    Baru lima hari ditinggal sendiri di Bali seperti sudah dua tahun tak bertemu. Ryan tampak gusar. Ingin segera pulang dan bertemu dengan wanita yang berhasil membuat hari-harinya kembali berwarna.“Aku lagi di rumah kamu. Shakira tadi telepon pengen ketemu katanya. Ya udah, aku ke sini aja.”Tidak ada hari tanpa menghubungi Ayuni. Itulah Baskara Alryandra. Yang awalnya betah tinggal di Bali. Kini jadi merana karena Ayuni harus kembali lebih dulu.“Oh, lagi di rumah. Aku pikir lagi di pengadilan.”“Astaga, Ryan. Ngebet amat sih. Aku belum kasih tahu kamu. Andreas lagi di luar kota ternyata. Mama dan Papa belum ketemu sama dia. Sama orang tuanya Andreas juga belum. Katanya sih mau rapat paripurna dulu.”“Oh gitu. Ya sudah. Aku mau ke ruangan pasien lagi. Jangan lupa jaga kesehatan kamu, yaa. Obatnya diminum.”“Iya, Ryan.”“Tante. Itu Papa, yaa? Aku mau ngomong dong.”“Anak kamu mau ngomong nih.” Ayuni kemudian memberikan ponselnya kepada Shakira.“Ada apa, anak manis? Kangen ya, sama Pa

    Last Updated : 2025-02-09
  • Istri Kedua di Antara Kita   Untuk Kali Pertama Bersamamu

    “Ssssth! Panas banget pipi gue,” gumamnya sembari mengusapi pipinya. “Kasar juga Naina. Beda banget sama Arumi.”Ayuni kemudian menatap dirinya di pantulan cermin kamar mandinya. Baru saja selesai membersihkan diri, perempuan itu ingin melihat pipinya yang ditampar oleh Naina tadi.“Udah jam delapan aja. Kok Ryan nggak ada telepon? Bukannya jam segini udah pulang? Beda berapa jam sih, Jakarta ke Bali?”Ayuni mendadak amnesia setelah ditampar oleh Naina. Ia kemudian menggaruk alisnya dan keluar dari kamar mandi.Perempuan itu kembali ke apartemen milik orang tuanya, bukan pulang ke rumah orang tuanya. Sebab ia ingin sendiri saja, tak mau ditemani oleh siapa pun termasuk kedua orang tuanya.“Kamu ke mana aja?” tanya Ayuni. Akhirnya, lelaki itu menghubunginya.“Kamu di mana?” tanyanya kemudian.“Di apartemen. Punya Papa, bukan apartemen punyaku. Meski Andreas lag—““Aku ke sana sekarang juga!” Ryan lalu menutup panggilan tersebut setelah menyela ucapan Ayuni.Bunyi bel pintu membuat Ayun

    Last Updated : 2025-02-09
  • Istri Kedua di Antara Kita   Ternyata Hanya Mimpi

    Ryan kembali menarik tubuh perempuan itu dan menatapnya dengan intens. Menyeringai tipis lalu mengecup keningnya.“Kamu cantik kalau lagi polos kayak gini,” ucapnya sembari merayap dan kini tengah berada di atas tubuh Ayuni.“Polos doang, cantiknya?”Ryan terkekeh pelan. “Nggak dong. Setiap waktu yang kamu habiskan bersamaku, kamu selalu cantik.”Ayuni kemudian mengerucutkan bibirnya. “Gombal!”“Harus. Biar baper. Biar enak mainnya kalau terbawa perasaan. Makanya harus disuguhkan kata-kata manis dulu.” Ryan kembali mengecup leher perempuan itu dan menghidu wangi aroma tubuh perempuan itu.“Aku ingin kita seperti ini selamanya, Ayuni. Aku ingin, kita bisa menjalani hidup dengan banyak tawa yang kita buat. Aku mencintai kamu. Sangat mencintai kamu,” bisiknya lalu mencoba menyatukan dirinya di bawah sana.“Ouggh!” Ayuni menggeram pelan setelah benda asing berhasil menerobos mahkotanya. Tangannya meremas erat bahu Ryan seraya memejamkan matanya.“Ryan ….”Lelaki itu menelan salivanya dan

    Last Updated : 2025-02-10
  • Istri Kedua di Antara Kita   Salah Paham

    Dengan cepat perempuan itu beranjak dari tempat tidur dan mengambil kaus kebesaran di dalam lemari.“Kamu tunggu di situ aja. Kalau mau mandi juga nggak masalah. Asal jang—”Cklek!“Ayuni. Dari tadi Mama pang … il.” Rini menganga setelahnya ….Brak!Rini menutup pintu kamar tersebut dengan sangat kencang dan spontan sebab terkejut bukan main melihat Ryan yang bertelanjang dada tengah duduk menatap Ayuni yang berdiri mematung di depan lemari.Ayuni mendesah pelan lalu keluar dari kamarnya dengan langkah lemasnya. “Kamu mandi duluan aja. Aku ke Mama dulu.”Ryan mengangguk patuh. Ayuni lantas keluar dari kamarnya, menghampiri Rini yang tengah duduk bengong di sofa ruang tengah.“Mama sih! Masih pagi udah ke sini. Malu sendiri, kan!” Ayuni memarahi mamanya.Rini menghela napas kasar. “Untung Mama lho, yang lihat. Coba kalau papa kamu. Apa nggak jantungan dia.”Ayuni menyunggingkan senyum melirik sang mama. “Nggak usah bahas itu. Ngapain, ke sini?”Rini memberikan formulir permohonan cerai

    Last Updated : 2025-02-10
  • Istri Kedua di Antara Kita   Semuanya Sudah Selesai!

    Ayuni melajukan mobilnya tak tentu arah. Entah hendak ke mana ia pun tidak tahu. Yang dia tahu sekarang adalah serba salah. Mengapa bisa seperti itu, ia juga bingung sendiri.“Arrghh!” Ayuni memukul setir mobilnya karena masih kesal. “Ayuni! Elo tolol tahu, nggak?!”Ayuni mengembungkan pipinya dan mengadahkan kepalanya ke atas. Ia berhenti tepat di toko bukunya. Ia lalu keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam tokonya.“Pagi, Mbak Ayuni,” sapa salah satu karyawannya.“Pagi. Rif. Kalau ada yang nanyain aku siapa pun itu, jangan bilang aku di sini, yaa. Mobil juga aku umpetin di basement belakang. Jadi, nggak ada yang tahu kalau aku ada di sini. Aku mau istirahat dulu di kamar.”“Oke, Mbak!”Ayuni kemudian mengulas senyumnya dan masuk ke lantai tiga. Tempat privasi Ayuni dan hanya dia yang berhak masuk ke dalam kamarnya itu.Ayuni mengambil ponselnya dan melihat beberapa rentetan pesan juga panggilan tak terjawab dari Ryan.“Emang paling bener itu menghilang dari dunia. Habis dibuat terb

    Last Updated : 2025-02-11
  • Istri Kedua di Antara Kita   Hasutan Maut Andreas

    Andreas menelan saliva dengan pelan kemudian tersenyum lirih. “Baiklah. Kalau itu mau kamu.”Ayuni lantas menerbitkan senyumnya. “Gitu dong. Kalau gini kan, enak.”“Tapi, aku punya satu syarat untuk kamu.”Ayuni mengerutkan keningnya. “Apa lagi, sih?”Andreas tersenyum miring seraya menatap Ayuni. “Jangan menikah dengan Ryan setelah kita berpisah. Deal?”Ayuni menatap datar wajah Andreas. “Gila apa kamu, Mas. Nggak usah atur hidup aku dong! Terserah aku lah. Kita udah masing-masing dan kamu udah nggak berh—”“Oke! Berarti kamu ingin digantung seperti ini. Oke! Kalau itu yang kamu mau juga.” Andreas menyeringai bak iblis yang baru saja memenangkan perdebatan.Ayuni menghela napas kasar. “Mas!” Ia mengeluh pelan lalu memijat keningnya.“Apa sih, yang kamu butuhkan dari dia, huh? Ada juga mereka yang butuh kamu. Hanya butuh, Ay. Bukan cinta.”“Nggak usah bikin aku makin pusing, bisa?!” pekik Ayuni yang semakin tak karuan.Andreas terkekeh melihat istrinya yang tidak bisa memilih mana yan

    Last Updated : 2025-02-11

Latest chapter

  • Istri Kedua di Antara Kita   Tamat!

    “Happy birthday, Sayang.” Ryan memakaikan kalung di leher Ayuni yang tengah melipat baju milik Melvin.Ia terkejut karena Ryan datang dengan tiba-tiba kemudian memberinya sebuah kalung di lehernya. “Mas!” Ayuni kemudian membalikan tubuhnya yang kini berhadapan dengan sang suami.“Selamat ulang tahun ya, Sayang. Di usia yang ketiga puluh tahun ini, kamu diberi hadiah yang luar biasa. Hadirnya Melvin di hidup kita, menjadi pelengkap sempurnanya rumah tangga kita. Menjadikan kita orang tua yang sempurna, dan menjadikan Shakira sebagai kakak.”Ryan lalu mengecup kening perempuan itu dan memeluknya. Senyum bahagia terukir di bibir perempuan itu. Bagaimana tidak, di malam ulang tahunnya itu ia diberi kejutan yang cukup membuatnya bahagia luar biasa.“Terima kasih, Mas. Terima kasih sudah menjadi pelengkap hidup aku. Terima kasih sudah menjaga aku sampai kita bisa melewati semuanya.”Ayuni kemudian mencium punggung tangan Ryan dan menatapnya lagi dengan senyum di bibir perempuan itu. “Ucapka

  • Istri Kedua di Antara Kita   Welcome, Baby Boy!

    Anggota keluarga Ayuni dan juga Ryan tengah menyambut cucu kedua mereka. Usia kandungan Ayuni sudah memasuki tujuh bulan. Karena kondisi rahim Ayuni yang semakin parah, Dokter Mia memutuskan untuk melalukan operasi Caesar di hari ini.Ya. Ayuni harus melahirkan bayi secara premature. Sebab kondisi Ayuni yang sudah tidak tahan lagi menahan sakit itu. Ryan pun menyetujui hal itu. Daripada Ayuni mengalami hal yang tak diinginkan, sebaiknya bayi mungil itu segera dikeluarkan.Di ruang operasi. Yang mengambil alih bedah perut Ayuni adalah Dokter Firman ditemani oleh Dokter Mia. Sementara Ryan hanya menginteruksi apa saja yang mesti dilakukan.“Kamu masih kuat, Sayang? Sabar, yaa. Sebentar lagi bayinya akan keluar. Setelah itu, kamu tidak akan mengalami sakit luar biasa itu,” bisik Ryan yang terus mengajak Ayuni bicara. Jangan sampai perempuan itu tertidur dalam keadaan lemas seperti itu.Ayuni menggenggam tangan Ryan dengan erat. Tak bisa bicara karena kondisinya yang sudah tak karuan. Ker

  • Istri Kedua di Antara Kita   Adik untuk Shakira

    Dua bulan kemudian.Ayuni terbangun karena mendengar suara percikan air di dalam kamar mandi juga Ryan yang tidak ada di kamar.“Baru jam enam dia udah mandi jam segini? Mau ke mana emang dia?” gumamnya kemudian beranjak dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi.“Mas. Kamu lagi apa?” tanya Ayuni menghampiri Ryan yang tengah berdiri di depan wastafel.“Mau gosok gigi,” jawabnya singkat.Ayuni mengerutkan keningnya. “Gosok gigi? Kamu ada kerjaan di jam tujuh apa gimana? Ini baru jam enam, Mas. Tumben banget jam segini udah ada di kamar mandi. Biasanya jug—”Ayuni memegang perutnya karena nyeri. “Ssstth!” lirihnya sembari memegang perutnya.Ryan menoleh kemudian segera berkumur. “Kembali ke kamar, Sayang.” Ryan menuntun Ayuni lalu mendudukan perempuan itu di tepi tempat tidur.“Perut aku sakit, Mas. Nyeri.”Ryan menganggukkan kepalanya. Ia lalu merebahkan tubuh sang istri dan mengambil stetoskop di dalam laci. Hendak memeriksa kondisi Ayuni yang tiba-tiba saja nyeri.“Aku tadi ha

  • Istri Kedua di Antara Kita   Menuntaskan Hasrat

    Ryan hanya menggaruk pelipisnya mendengar pertanyaan Ayuni yang berhasil membuat bulu kuduknya merinding. Bukan Ayuni yang tegang, Ryan lah yang tegang kala mendengarnya.Ayuni melihat tingkah laku Ryan hanya tertawa kemudian geleng-geleng. “Mas bojo memang sangat alim. Digoda seperti itu saja langsung panas dingin. Padahal memang benar, kalau sudah main pasti akan panas.”Ryan menghela napas pelan. “Kamu jangan macam-macam. Minta berapa ronde kayak yang iya. Sekali main langsung tidur, aku pukul bokong kamu.”Ayuni lantas tertawa. “Oh, yaa? Memangnya kamu berani, pukul aku? Mau aku laporin ke Komnas HAM?”“Nggak ada hubungannya, Sayang. Kalau kamu mau laporin aku ke Komnas HAM hanya karena memukul bokong, setiap kita main juga aku sering mukul. Harus ada bukti juga dan memangnya kamu mau kasih bukti saat kita lagi main?”Ayuni kalah telak. Ia kemudian mengibaskan tangannya karena tidak bisa menjawab pertanyaan dari sang suami.Ryan yang melihatnya hanya terkekeh lalu geleng-geleng. S

  • Istri Kedua di Antara Kita   Mau Main Berapa Ronde

    Tiga bulan setelah Ayuni mengalami koma selama satu tahun. Kondisinya sudah dibilang membaik setelah beberapa kali melakukan perawatan dengan sangat telaten dan Ayuni pun selalu menuruti perintah dari sang suami.“Mama. Kemarin aku ketemu sama Kak Cakra. Itu pun nggak sengaja ketemu.” Shakira menghampiri sang mama yang tengah merapikan bajunya di dalam kamar.“Oh, ya? Terus, dia ngomong apa aja ke kamu? Sudah lama sekali sepertinya kalian tidak bertemu.”Shakira mengangguk. “Iya. Dia nanya kabar Mama. Dia senang karena Mama udah sembuh. Tadinya mau aku ajak ke rumah buat ketemu Mama. Tapi, katanya dia lagi ada urusan. Mau ketemu sama kakeknya.”Ayuni manggut-manggut dengan pelan. “Ya sudah biarkan saja. Yang penting Cakra masih ingat sama kamu. Lagian kalian ini pada kecil. Belum waktunya untuk saling dekat. Biar saja dulu masing-masing. Kamu menikmati masa kecil kamu dan Cakra fokus sama pendidikannya.”Ayuni mengusapi rambut Shakira dengan lembut seraya menasihatinya agar anaknya pa

  • Istri Kedua di Antara Kita   Bakal jadi Pikun

    Satu minggu setelah Ayuni sadarkan diri, ia akhirnya sudah bisa pulang dan dirawat di rumah saja. Ayuni sudah jenuh dan bosan bila harus dirawat di rumah sakit. Sudah terlalu lama bahkan satu tahun lebih dia ada di sana.“Apa yang masih kamu rasa sakit, Sayang?” tanya Ryan setelah membawa Ayuni duduk di tempat tidur.“Ini.” Ayuni menunjuk kepalanya. “Terus ini.” Kemudian menunjuk kening, pipi hingga bibir. “Dan terakhir ini.”Ryan lantas geleng-geleng. “Baru juga sembuh udah mikir yang jorok. Nanti kita bulan madu lagi.”Ayuni menghela napas kasar. “Aku masih harus menunggu dua tahun lagi buat punya anak, Mas. Jadi, nggak usah ada bulan madu lagi.”Ryan kemudian memberikan secarik kertas hasil pemeriksaan terakhir kondisi rahim Ayuni. “Kamu sudah bisa hamil, Sayang.”Ayuni menganga kemudian menutup mulutnya. “Beneran, Mas? I—ini, ini nggak bohong, kan?”Ryan terkekeh pelan. “Nggak dong, Sayang. Rahim kamu sudah siap menampung bayi meski harus tetap dijaga dan dirawat sampai sembilan b

  • Istri Kedua di Antara Kita   Yang Terbaik Belum Cukup

    Sudah satu tahun berlalu. Ayuni masih enggan untuk membuka matanya. Masih betah tidur dengan alat bantu medis yang mengelilingi tubuhnya.“Ayuni sudah melewati masa pengobatannya, Ryan. Dan dia masih belum ingin membuka matanya. Ayuni pasti kesiksa karena alat-alat ini.”Biru menghampiri Ryan yang tengah memeriksa kondisi Ayuni. Ia lalu menoleh dan melepas stetoskop di telinganya.“Jantungnya masih berdetak normal, Biru. Aku sudah melepas beberapa alat yang ada di tubuh Ayuni. Dia hanya masih lemas saja. Belum bisa buka matanya.” Ryan menatap wajah Ayuni dengan wajah sendunya.Biru kemudian mengusapi bahu lelaki itu. “Kalau dia udah nggak kuat, jangan dipaksa. Kasihan Ayuni. Harus kesiksa karena alat-alat ini.”Ryan menelan salivanya. “Aku tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya, Biru. Ayuni sudah jadi yang terakhir untukku. Aku akan usahakan untuk menyembuhkan dia apa pun akan aku lakukan.”Biru menganggukkan kepalanya kemudian menolehkan matanya kepada Ayuni. Mulutnya menganga se

  • Istri Kedua di Antara Kita   Get Well Soon, Calon Mama Mertua

    Delapan bulan kemudian.“Happy anniversary, Sayang. Hari ini adalah hari pernikahan kita ke satu tahun. Aku punya hadiah buat kamu.”Ryan mengusapi pucuk kepala Ayuni dengan lembut sembari menyimpan hadiah di atas nakas berupa kotak musik sebagai hadiah satu tahun pernikahan mereka. Dan Ayuni masih terbaring di atas bangsal, di ruang ICU.“Aku ada sedikit cerita. Shakira dan Cakra harus berpisah karena Cakra sudah masuk SMP. Dia sering ke sini jengukin kamu, nemenin Shakira ngobrol dan dia sedikit terhibur karena ada Cakra. Tapi, sekarang Cakra udah menghilang. Dia masih belum ingin memberi tahu di mana dia sekolah. Kasihan Shakira, harus LDR dulu sama Cakra.”Ryan kemudian terkekeh pelan seraya mengusap air matanya. Ia yang selalu bercerita semua kejadian yang dia lewati selama Ayuni koma. Agar Ayuni tahu, apa saja yang dia lewati selama delapan bulan itu.Tok tok tok!Ryan menoleh ke arah pintu. Andreas tengah berdiri di sana dan akhirnya ia harus bangun dari duduknya menghampiri le

  • Istri Kedua di Antara Kita   I Miss You So Much

    Dua belas tahun yang lalu ….“Ayuni?”Perempuan yang tengah makan choki-choki itu kemudian menoleh. “Ryan? Lagi ngapain di sini?” tanyanya sembari menyodorkan choki-choki itu kepada Ryan.“Makasih. Kamu sendiri lagi ngapain di sini?” tanyanya kemudian duduk di samping perempuan itu.“Lagi bete sama dosen kampret satu itu. Cuma salah satu doang, tetep aja dihukum. Killer-nya minta ampun memang.”Ryan terkekeh pelan. “Daripada bete begitu, mending ikut aku, yuk! Aku nemu tempat bagus banget. Mau lihat?”“Di mana?”“Dekat panti. Ada danau buatan di sana, tapi bagus banget meski hanya buatan.”“Oh, yaa? Boleh deh! Tapi, memangnya kamu nggak ada jam kuliah?”Ryan menggeleng pelan. “Nggak ada. Dosennya lagi rapat. Mata kuliah terakhir juga. Setelah itu nggak ada lagi.”“Oh! Ayolah kalau begitu.” Ayuni kemudian menerbitkan cengiran kepada lelaki itu.Keduanya pergi dari kampus menuju danau buatan yang disebutkan Ryan tadi. Mengenakan sepeda milik lelaki itu yang sering ia pakai untuk pergi k

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status