Beranda / CEO / Istri Cantik CEO / 4. Dia Itu Calon Istriku (1)

Share

4. Dia Itu Calon Istriku (1)

Penulis: Nunu Nana
last update Terakhir Diperbarui: 2023-06-06 22:18:16

Setelah pertemuan keluarga malam itu, Leo dan Elena lebih memperkuat komunikasi mereka. Meski tidak harua bertemu setiap harinya, Leo selalu menyempatkan diri untuk video call atau kirim pesan kepada Elena. Elena yang saat ini juga tidak hanya tinggal diam di rumah, melainkan Elena menjadi seorang dosen jurusan seni musik di salah satu Universitas ternama di Jakarta. Leo sempat meminta Elena untuk berhenti dari kerjannya, tapi Elena menolak dengan alasan ia ingin mencari jati dirinya dulu.

Pagi ini, Leo tengah duduk di bersantai di rooftop kantornya yang sudah disulap menjadi taman untuk bersantai untuk para karyawan. Leo merasa jenuh jika setiap harinya harus bekerja di ruangan sehingga sesekali Leo memilih untuk keluar ke atas rooftop. Hans yang menjadi sekretaris setia Leo, kini dirinya turut menemani Leo untuk meninjau kembali evaluasi laporan dari setiap bidang yang Leo minta sebelumnya.

"Pak, bapak nggak takut kah dibilang direktur terkejam sama mereka semua?" Celutuk Hans sambil menatap Leo yang serius dengan berkas-berkas di depannya.

"Ya kalau mereka bilang gitu saya bodoamat. Kalau mau gaji besar kerja juga harus maksimal. Jangan mau gaji besar tapi kerjaannya tidur waktu rapat." Ucap Leo sarkas.

"Anjay pak, pak hati-hati ngomongnya. Nanti kena pasal lo." Hans yang paham apa maksud ucapan Leo hanya tertawa mendengarnya.

"Nggak papa, wong hukuman bisa dibeli. Uang saya banyak. Nggak takut saya. Dah Hans, malah nggak selesai-selesai ini nanti."

"Hahaha iya iya pak. Anggep aja itu tadi selingan buat capek kerja." Hans kembali membantu Leo untuk mengerjakan tugasnya.

Disisi lain, Elena tengah berada di rumah orang tua Leo. Miselia mama Leo mengajak Elena untuk membuat masakan yang Leo suka. Leo yang jarang pulang ke rumah tidak tau jika Elena sedang bersama mamanya sekarang. Dapur yang cukup amat luas, dua wanita itu beperang dengan alat dapur dan bahan dapur yang sudah tersedia.

Saat itu juga, asisten rumah tangga tidak ada yang berada di dapur. Miselia meminta mereka untuk mengerjakan pekerjaannya yang lain. Ia ingin bersama calon menantunya untuk berdua saja ketika memasak.

"Ma, Mas Leo ada alergi makanan nggak?" Tanya Elena sambil mengupas bawang bombay.

"Iya ada pastinya sayang. Masmu nggak bisa makan seafood. Semua jenis seafood Leo nggak suka. Pernah sekali ya, dia ikut acara pernikahn rekan bisnis kakek Erick. Disitu ada makanan ayam balado kan, ya Leo kira just chicken. Tapi ada potongan udang kecil-kecil di dalamnya. Ya baru sesuap, badannya merah-merah langsung pingsan saat itu juga." Jelas Miselia sambil memotong sayur wortel.

"Separah itu ya ma alerginya Mas Leo."

"Iya sayang. Mangkanya mulai dari itu, mama buatin sayur terus. Sesekali ayam atau daging. Kasihan kalau Leo udah salah makanan. Diluar dia kelihatan perfect, tapi dia juga kelemahan sendiri. Cabcai, ayam kecap sama telur gulung ini kesukaan Leo. Kalau nanti kamu udah masak ini. Udahlah Leo nggak bakal sekali doang makannya."

Elena tersenyum mendengarkan penjelasan mama Leo. Ia harus paham mana yang Leo suka dan mana yang nggak Leo suka. Mereka sepakat untuk tidak mempercepat pernikahan, karena Leo sendiri ingin mengenal banyak tentang Elena. Dan begitu sebaliknya.

"Hum udah siap masakannya."

"Ma, boleh nggak kalau Elena aja yang ke kantor Mas Leo? Elena mau main kesana sekalian bawain makanannya." Elena menatap Miselia lekat.

Mama Leo terdiam sejenak. Lalu bibir manisnya merekah. "Iya sayang nggak papa. Tapi biarin sopir mama yang nganter kamu kesana ya. Mama nggak mau kamu naik taksi atau sejenisnya."

"Apa nggak ngerepotin ma?" Tanya Elena.

"Ngerepotin apa sayang kamu ini. Kamu calon menantu mama. Kamu udah seperti putri mama sendiri. Udah kamu siap-siap dulu untuk pergi ke sana. Oh iya ruangan Leo di lantai paling atas. Ada lift khusus buat ke ruangan Leo. Kamu bisa naik itu."

"Iya ma."

Elena bergegas untuk pergi ke kantor Leo. Ia juga tidak bisa menolak ketika Mama Leo memintanya untuk pergi diantarkan sopor pribadi Mama Leo. Tinggal di Indonesia setelah dari Singapura juga baru masih beberapa tahun. Elena belum tahu juga dimana letak pasti kantor tempat Leonardo bekerja.

Setelah menempuh waktu 1 jam, Elena sampai di gedung pencakar langit tempat dimana Leo bekerja. Kantor tempat Leo kerja juga nggak jauh yang Elena pikirkan. Hanya saja jalanan di ibukota yang tidak jauh kata macet. Membuat Elena harus lama di jalan.

"Pak, bapak jangan nunggu saya. Saya nanti minta Mas Leo buat antarkan saya. Makasih ya pak udah ngantar saya sampai sini." Ucap Elena dengan sopan. Meskipun laki-laki tua itu hanya seorang sopir ia tetap menghormati orang yang lebih tua darinya.

"Iya nona sama-sama. Kalau gitu saya pamit dulu pulang ya nona." Pamit sopir prbadi Mama Leo.

"Iya pak."

Setelah mengucapkan terimakasih, Elena melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kantor Leo dengan membawa kotak yang berisi makanan untuk Leo. Ia sedikit merasa canggung untuk datang ke kantor Leo pertama kalinya. Bahkan sampai tiba di kantor Leo, Elena juga belum mengabari Leo jika ia datang.

"Maaf mbak, mau bertemu dengan siapa?" Tanya seorang wanita cantik yang mengenakan baju kantor berwarna abu-abu.

"Mau bertemu sama Pak Leo. Mau ngasih sesuatu ke dia. Lift buat ke ruangan Pak Leo dimana ya mbak?" Tanya Elena balik.

"Mbaknya baru datang tiba-tiba nanyain lift buat ke ruangan Pak Leo? Emang mbaknya siapa?" Wanita itu menatap Elena tak suka. Bahkan ia melihat penampilan Elena dari bawah ke atas.

Elena yang merasa diperhatikan, rasa risih tiba-tiba datang pada dirinya. Ia juga tidak tahu harus bagaimana untuk bisa ke ruangan Leo. Ia melihat wanita yang di depannya terlihat nggak begitu suka dengan kedatangan Elena. Apa karena penampilannya yang sangat jauh atau bahkan biasa saja sehingga dirinya dianggap remeh.

"Kalau mbaknya mau ketemu sama Pak Leo silahkan tunjukkan buktinya dulu. Kebetulan Pak Leo ada meeting dengan rekan bisnis dari Bandung. Silahkan tunggu disitu. Mumpung saya baik sama mbaknya, mbaknya bisa duduk di kursi situ. Saya hubungi sekretaris Pak Leo dulu. Oh ya atas nama mbak siapa ya?" Tanya wanita itu tak biasa.

"Elena." Jawab Elena.

"Oke mbak Elena. Silahkan tunggu dulu ! Jangan asal minta lift buat ke ruangan Pak Leo."

Elena yang tidak tahu apa-apa hanya bisa diam. Ia menuruti wanita resepsionis yang meminta untuk duduk di ruang tunggu dahulu. Elena berusaha menghubungi Leo tapi sama sekali tidak ada balasan dari calon suaminya tersebut.

Seorang laki-laki dengan balutan jas hitamnya mengantarkan rekan kerjanya setelah membahas bisnis yang mereka lakukan. Siapa lagi kalau bukan Leonardo penerus usaha dari keluarga Thomas. Ketika hampir sampai ke pintu masuk, mata elangnya menangkap seseorang yang hari-hari ini sudah masuk ke dalam hidupnya. Leo melihat Elena yang terlihat nampak kurang nyaman ketika duduk di kursi ruang tunggu yang sudah ada.

"Kenapa pak?" Tanya Hans ketika melihat raut wajah Leo yang tiba-tiba berubah.

"Calon istri saya duduk di ruang tunggu, Hans."

Tanpa memperdulikan Hans dan rekan bisnis saat itu, Leo mempercepat langkah kakinya untuk menghampiri Elena. Pikirannya kemana-kemana ketika melihat wanitanya harus duduk di ruang tunggu di kantornya.

"Elena sayang." Panggil Leo dan wanita yang dipanggilnya langsung mendongkakkan kepalanya.

Bab terkait

  • Istri Cantik CEO   5. Dia Itu Calon Istriku (2)

    "Elena sayang." Panggil Leo dan wanita yang dipanggilnya langsung mendongkakkan kepalanya.Elena langsung berdiri ketika laki-laki yang ingin ia temui kini berdiri di depannya. Senyum manis yang Elena miliki ia perlihatkan ke arah Leo. Leo memperhatikan Elena dengan setelan dress berwarna navy sampai bawah lututnya. Elena juga membawa sesuatu yang Leo belum tahu apa yang dibawanya."Sejak kapan Elena disini?" Tanya Leo panik."Humm dari jam 10 tadi kayanya mas. Ini Elena bawain makanan tadi masak sama mama mas. Tapi kayanya udah dingin deh. Maafin Elena ya mas." Elena melihat jam tangannya sudah pukul dua belas siang. Bisa dibilang Elena sudah menunggunya hampir dua jam. "Dari jam sepuluh sayang? Siapa yang suruh kamu disini sayang. Kenapa nggak kabarin mas?" tiba-tiba Leo menjadi marah. "Elena udah nelfon mas. Udah chat mas. Tapi masnya nggak angkat. Mama tadi cuma pesan kalau mau ke ruangan mas harus ke lift khusus khsusus buat mas. Terus mbak resepsionis kantor mas Elena tanyain k

    Terakhir Diperbarui : 2023-06-06
  • Istri Cantik CEO   6. Kencan Pertama

    Pagi ini, Elena mengajak Leo untuk pergi jalan-jalan. Elena menganggap weekend adalah waktu untuk mengistirahatkan diri. Beberapa hari sebelumnya, Leo mengeluh kepada Elena jika dirinya benar-benar lelah menghadapi pekerjaan yang menumpuk. Belum lagi masalah datang dari anak cabang dari bisnisnya. Tanpa berpikir panjang, Leo memilih untuk mengikuti rencana Elena. Leo mengendarai mobilnya untuk pergi ke salah satu tempat yang Elena minta. Ia hanya ikut saja kemana wanitanya mengajaknya pergi. Dengan setelan baju kemeja navy dan celana putih membuat Leo terlihat sangat tampan meskipun sedehana apa yang ia pakai. Elena yang begitu mempesona, ia mengenakan baju dress panjang berwarna navy dengan tali sunny di bahunya. "Sayang, kita mau kemana emangnya?" Tanya Leo penasaran. Karena hampir satu jam mobil yang ia kendarai belum sampai ke tempat tujuan mereka."Masa mas gak pernah ngelewatin jalan ini?" Elena bertanya kembali dengan penasaran."Haih boro-boro mas ingat, weekend aja mas jara

    Terakhir Diperbarui : 2023-06-14
  • Istri Cantik CEO   Perkenalan Author

    Hai semua readers, makasih yang udah menjadi pembaca pertama di awal rilis novel pertamaku ini ya. Aku harap kalian suka dengan novel Istri Cantik CEO. Stat terus buat nunggu update setiap bab dariku ya. Jangan lupa vote, komen masukan dari kalian. Karena aku masih penulis amatiran yang masih banyak kekurangan. Jangan lupa share ke teman-teman kalian buat ajak membaca cerita novel dariku ini ya. Aku akan berusaha semaksimal mungkin buat menghasilkan karya yang bisa memuaskan kalian. Salam hangat dariku 🥰 Kalian bisa panggil aku Una. Salam kenal semuanya.Ikuti terus cerita dari Leonardo dan Elena ya. Sampai ending cerita nantinya. Semangatku adalah dukungan kalian semua. 😍

    Terakhir Diperbarui : 2023-06-14
  • Istri Cantik CEO   7. Semua Karena Para Orang Tua

    Leonardo memijat pelipisnya seketika. Disaat dirinya dilanda pusing dengan jadwal rencana untuk pergi kunjungan ke Surabaya, mamanya meminta dirinya untuk pergi ke butik bersama Elena untuk melihat gaun. Ingin rasanya menolak karena sudah mengganggu jadwal kerjanya, tapi ketika mamanya meminta sesuatu rasanya sulit untuk menolak. "Hans, saya itu pengen cepat-cepat menikah. Kalau karena harus fitting gaun dadakan dan mengganggu jadwal saya ke Surabaya. Saya mesti gimana kalau sudah begini." Leo terus mondar-mandir memikirkan cara bagaimana agar tidak mengecewakan."Apa bapak mending menunda pekerjaan saja di Surabaya? Ini juga demi persiapan pernikahan bapak sama Nona Elena." Saran Hans.Leo langsung saja menatap Hans lekat. "Aku tidak masalah menunda pekerjaan ku Hans di Surabaya. Tapi satu, pasti mereka disana menunggu. Jadwal ini sudah direncanakan dua minggu yang lalu juga. Tiket pesawat dua jam lagi, mama bodoamat pula. Dan kenapa harus fitting baju sekarang. Pernikahan saya sama

    Terakhir Diperbarui : 2023-06-16
  • Istri Cantik CEO   8. Kebingungan Leonardo

    Leo menggenggam tangan Elena untuk pergi ke lapangan belakang tempat helikopter landas. Para pegawai Leo yang melihat kedatangan bosnya dengan sang pujaan hati langsung sedikit menundukkan kepalanya. Banyak yang iri dengan Elena karena akan segera menjadi istri dari CEO muda tampan dan kaya raya. Elena melihat beberapa pegawai dengan setelan jas hitam berbaris rapi menunggu kedatangan Leo. Ia juga bisa melihat dibelakang sana terdapat helikopter berwarna hitam dengan tulisan ThomasCorp yang nantinya akan membawa Leo untuk pergi ke Surabaya. Elena benar-benar takjub dengan kemewahan keluarga Thomas yang berbeda dengan keluarganya. Bahkan opahnyaa belum memiliki helikopter pribadi selama mendirikan usaha."Semuanya sudah siap pak. Pihak yang ada di Surabaya juga sudah kami hubungi kalau disini ada sedikit kendala." Ucap Hans ketika sudah melihat Leo di depannya."Terus jawaban mereka gimana?" Tanya Leo penasaran."Mereka siap menunggu pak. Kita tinggal berangkat saja setelah ini. Koper

    Terakhir Diperbarui : 2023-06-17
  • Istri Cantik CEO   9. Disini rindu, disana pilu

    Sore ini Elena tengah menikmati suasana sejuk di taman belakang. Ditemani secangkir coklat panas dan sepiring kue brownis kesukaannya. Pandangannya lurus ke layar laptop yang ada di depannya. Dia tengah fokus melihat pertunjukan panggung musikal yang ada di internet. Menjadi dosen seni musik bukan berarti dia tidak lagi harus mempelajari banyak hal lagi. Bahkan Elena harus tetap belajar sebelum memberikan wawasan kepada Mahasiswanya. Menjadi dosen adalah salah satu impiannya sedari dulu. Tapi, setelah dia menikah nanti Elena mau tak mau harus meninggalkan pekerjaannya sekarang karena Leo memintanya untuk menjadi Ibu rumah tangga."Nona sedang apa?" Seorang wanita muda dengan pakaian daster rumahan menghampiri Elena. Dia adalah Dona, asisten rumah tangga yang sudah dia anggap menjadi adik kandungnya sendiri. Usia Dona masih terbilang sangat muda. Dan dia sudah menjadi asisten rumah tangga Elena sudah lama."Ah ini Dona, aku lagi lihat pertunjukan musik. Sebentar lagi Mahasiswaku akan

    Terakhir Diperbarui : 2023-06-18
  • Istri Cantik CEO   10. Elena Sakit

    Hari ini tubuhnya terasa kurang fit, Elena memutuskan untuk tetap di rumah dan tidak pergi untuk mengajar. Perutnya terasa nyeri, karena maagh dan asam lambungnya kambuh. Elena duduk terdiam di atas ranjangnya. Tubuhnya benar-benar lemas. Setelah 2 hari yang lalu, ia berhasil menelfon Leonardo. Hari ini ia mendapatkan kabar, jika calon suaminya akan kembali ke Jakarta. Elena tidak tahu, pukul berapa Leo akan sampai. Karena Leo sendiri melarang Elena untuk pergi menghampirinya. Elena juga memberi tahu jika dia sedang kurang enak badan."Nona, saya bawakan bubur." Dona mengetuk pintu kamar Elena."Masuk Dona." Dona dengan setelan daster rumahan, masuk ke dalam kamar Elena dengan membawa nampan yang di atasnya terdapat semangkuk bubur dan air putih. Ketika maagh Elena kambuh, Dona selalu sigap untuk merawat Elena. Ia takut kondisi Elena menjadi lebih parah. "Ini ada obat juga saya bawakan nona. Nona jangan stress banget, kalau nona stress sedikit asam lambung nona kambuh. Maag sama as

    Terakhir Diperbarui : 2023-06-19
  • Istri Cantik CEO   11. Keputusan Akhir yang......

    Sore ini Elena dan Leonardo tengah berdebat. Setelah bangun tidur dari istirahat, Elena mendapatkan kabar jika opahnya memintanya untuk datang bersama Leo ke salah satu restoran. Mereka akan membahas keputusan akhir untuk pernikaha Elena dan Leonardo. Leonardo meminta Elena untuk menentang para tetua untuk menunda pertemuan kali ini, sebab Leo sangat khawatir dengan kondisi Elena. Sedangkan, Elena sendiri bersikukuh untuk tetap datang ke tempat opahnya minta. Dona yang melihat Elena dan Leo sedang berdebat hanya bisa diam. Ia tidak bisa ikut campur urusan mereka. Karena masalah tersebut masalah pribadi Elena dengan Leo. Dona yang berdiri di dekat pintu hanya bisa berdoa agar Elena mendengarkan Leo demi kesehatan Elena. "Nona, tolong dengerin Tuan Leo." Batin Dona lalu meninggalkan kamar Elena. Ia tidak mau menguping pembicaraan majikannya dengan lama. Leo memijat pelipisnya. Kenapa wanitanya itu benar-benar keras kepala. Ia sedari tadi menahan diri untuk tidak marah. Nada bicara ya

    Terakhir Diperbarui : 2023-06-21

Bab terbaru

  • Istri Cantik CEO   83. Day One In Tokyo

    Sesampainya di hotel, Elena langsung merebahkan badannya di atas kasur. Ia merasa begitu sangat lelah ketika selesai menempuh perjalanan yang begitu jauh. Lala yang saat itu juga merasa lelah langsung naik ke atas kasur dan ikut rebahan disamping Elena."Bunda, kakak ayo bersih-bersih dulu. Masa kita sampai hotel langsung tidur. Nggak pengen makan-makan gitu kah?" Tanya Leonardo."Ayah-ayah, badan kakak seperti tak bertulang. Badan kakak seperti jelly." Keluh Lala sambil matanya terpejam."Yaudah kakak bobo dulu. Kalau udah bobo kita jalan-jalan ya. Bunda bobo dulu juga boleh kok." Kata ayah memerintah kedua wanitanya untuk beristirahat dulu. "Oke ayah. Bentar ya. Ayah ikut bobo dulu sini. Nambah stamina juga sebelum jalan-jalan." Ajak Elena agar Leonardo juga ikut istirahat. "Oke oke ayah juga ikut istirahat. Kita bobo dulu." Leonardo melepas sepatunya terlebih dahulu dan langsung ikut bergabung bersama kedua wanitanya. Mereka di Jepang akan sampai tahun baru nantinya. Karena bebe

  • Istri Cantik CEO   82. Kejutan

    Saat waktunya mendekati jam take off, Leonardo bergegas mengajak Elena dan Lala untuk pergi ke bandara. Leo tidak ingin sampai terlambat sedikit pun. Ia terus mengemudikan mobilnya tanpa banyak omong. "Ayah kok kakak rasa ini bukan jalan arah pulang ya. Kita mau kemana lagi ayah?" Tanya Lala penasaran."Iya mas. Elena rasa kok emang bukan jalan arah pulang. Kemana emangnya?" Elena juga ikut menanyakan perihal Leonardo yang mengemudikan mobilnya berlawanan arah."Sebentar lagi kita sampai. Bunda sama kakak sabar ya." Jawab Leonardo sambil tersenyum. Elena hanya diam. Ia tidak mau banyak tanya lagi dan mengikuti saja kemana Leonardo membawanya pergi. Leo tersenyum simpul. Ia akan merasa bahagia jika rencananya benar-benar terwujud.Kurang lebih lima belas menit dan didukung oleh jalanan yang gak begitu macet, kini mereka sudah sampai di Bandara Soekarno Hatta. Elena yang paham betul jika ia saat ini berada di bandara hanya bisa cengo dan nggak tahu apa. Leonardo yang melihat Elena bin

  • Istri Cantik CEO   81. Rencan Liburan

    Pagi ini Leonardo sudah kembali lagi untuk pergi ke kantornya. Ia juga memikirkan Hans yang sudah menghandle banyak pekerjaan. Leo berani meninggalkan Elena karena mamanya mulai setiap pagi akan pergi ke rumahnya. Hanya untuk menemani Elena. Elena masih berada di posisi tahap penyembuhan. Bahkan lukanya dan rasa sakitnya juga belum sepenuhnya pulih. "Hans, apa kamu nggak papa saya tinggal ke Jepang selama satu minggu?" Tanya Leonardo."Saya ikhlas lahir batin pak. Asalkan Bu Elena bisa sembuh dan bisa mengobati lukanya. Tapi gaji saya nanti tambah ya pak." Hans terkekeh pelan."Masalah itu kamu nggak usah khawatir. Saya mana pernah nggak ngasih kamu gaji tambahan? Ya kan? Tapi kamu tetap kabari apapun nanti kalau ada kerjaan yang nggak bisa kamu kerjakan. Jadwal pertemuan sama orang-orang bisa diatur minggu depannya setelah saya pulang dari Jepang ya." Pinta Leonardo."Bapak nggak usah khawatir. Semuanya serahkan semuanya ke saya. Tapi setelah ini saya izin menikah ya pak. Kerjaan da

  • Istri Cantik CEO   80. Setelah Dua Minggu

    Leonardo merasa lega karena hari ini Salma bisa pulang ke rumah setelag dua minggu dirawat di rumah sakit. Setelah kejadian yang sudah menimpa mereka, akhirnya mereka memutuskan untuk memulai kehidupan baru. Opah dan Mr. Black juga sudah dibawa ke pihak yang berwajib. Oma pun akhirnya resmi bercerai dengan opah dan kembali ke keluarganya. Keluarga Elena sudah berantakan. Bahkan media di Indonesia juga menyorot keluarganya. Banyak yang mengasihani Elena dengan masalah yang menimpanya. Dan saat ini hanya Jordi dan orang tuanya yang masih menyayangi Elena."Leo, paman sama bibi memang jarang di Jakarta. Tapi kalau ada apa-apa soal Elena. Tolong kabari kami ya! Mungkin hanya Jordi disini nantinya. Tapi paman minta kamu percaya sama paman dan bibi." Ucap papa Jordi."Paman, mungkin sekarang Leo sangat sulit mempercayai orang. Bahkan mama papa Leo sendiri, Leo sangat takut. Tapi Leo usahakan untuk percaya sama paman dan bibi. Nanti kalau senggang aku juga akan bermain ke rumah kalian." Leo

  • Istri Cantik CEO   80. Titik Terang Dari Permasalahan

    Malam ini Leonardo harus meninggalkan Elena terlebih dahulu dan meminta Jordi untuk menjaga Elena dahulu. Ia bersama Polisi Anton mengumpulkan para orang tuanya untuk membahas lebih lanjut masalah yang telah terjadi selama akhir-akhir ini. Leonardo sudah tidak bisa lagi untuk bisa sabar. Bahkan wajanya sudah terlihat merah padam menahan amarah.“Leo, kenapa kamu menuduh opah seperti itu?” Tanya oma dengan lemah lembut.Leo menatap oma tajam “Oma sama opah udah menikah berapa tahun? Sampai nggak tahu semua kegiatan opah?” Sungut Leonardo.“Leo ngomong yang sopan nak!” Tutur mama dengan halus.“Sepertinya tidak bisa nyonya. Kalau saya jadi Pak Leo pasti sudah bisa nggak sopan lagi. Nyonya kalau nggak terlibat dalam masalah ini dan nanti tahu fakta sebenarnya pasti akan marah juga.” Sahut Polisi Anton.Semua orang nampak bingung dengan penuturan Polisi Anton. Kecuali opah yang masih menatap Leonardo dengan menahan amarah. Karena saat ini semua tuduhan tertuju semua ke dirinya.“Kalau bol

  • Istri Cantik CEO   79.

    Leonardo harus mendengarkan kabar yang tidak enak kembali. Rencananya tidak ingin memberitahu soal kondisi Elena, namun semuanya sia-sia. Opah dan oma sedang menuju ke rumah sakit untuk menemui Elena. Sedangkan, Leonardo juga memberitahukan kepada Elena untuk tetap tenang jika nanti terjadi apa-apa. Karena ia juga nggak tahu, bagaimana reaksi opah. Apalagi setelah ada fakta jika bayi yang ada di dalam kandungan Elena menjadi bahan taruhan."Mas, mas tetap dampingi Elena. Karena Elena takut. Opah marah. Elena gak bisa jaga dede bayi." Ucap Elena yang sedikit ketakutan."No Elena. Percaya sama mas. Mas akan jagain kamu." Kata Leonardo."Kakak juga nggak usah takut, Jordi pasti ada di samping kakak juga." Sahut Jordi."Makasih ya. Tapi kenapa opah sejahat itu. Elena gak tau kalau pernikahan kita menjadi bahan taruhan demi perusahaan mas." Elena meneteskan air matanya."Udah sayang. Semoga opah segera sadar. Ingat sama kesalahannya. Pesan mas, kamu coba pura-pura nggak tau. Jangan ngomong

  • Istri Cantik CEO   78.

    Leonardo menggertakkan giginya. Ia merasa marah karena siapa tau pelakunya. Bukan hanya karena dia yang rekan kerja opah, tapi dia juga rekan kerjanya yang baru saja menjalin hubungan kerjasama dengannya. Tapi, disisi lain Leonardo mengetahui fakta jika si Mr. Black ini melakukannya karena taruhan dengan opah. Jika nanti Elena bisa melahirkan dengan selamat, maka Mr. Black akan memberikan semua perusahannya. Tapi, jika Elena tidak bisa lahir dengan selamat opah akan menceraikan omah dan memberikan lima puluh persen hasil kekayannya kepada Mr. Black. Leonardo juga baru tahu jika, oma adalah mantan terindah Mr. Black. "Berarti suruhan si manusia tuh, udah jelasin semua ke Pak Anton Jo?" Tanya Leonardo."Udah bang. Mangkanya Pak Anton menjebak mereka waktu di kantor polisi. Alhasil ngaku juga mereka. Bang Hans sama Bang Daniel juga masih disana." Jelas Jordi."Terus, mama papa tuan tahu soal taruhan ini?" Tanya Agung."Sepertinya enggak Gung. Tapi saya juga gak paham. Awal saya dijodo

  • Istri Cantik CEO   77. Elena Sadarkan Diri

    Leonardo tengah menunggu kedatangan orang tuanya bersama Lala. Mereka sudah Leo beritahu kecuali opah oma Elena. Mama papa sudah berjanji untuk diajak bekerja sama tanpa memberitahukan ke keluarga Elena. Awalnya mereka mendesak untuk memberitahukan alasannya. Tapi, Leonardo tetap bersikukuh untuk tidak memberitahukan. "Leo, gimana kondisi Elena?" Tanya mama ketika sudah sampai di rumah sakit."Masih belum sadar ma. Leo dari tadi sama Jordi ya nunggu disini. Kondisi Elena tadi parah pas kecelakaan." Jelas Leonardo."Memang kejadiannya gimana?" Tanya papa."Ayah, bunda kenapa?" Lala menghampiri Leo. Leo langsung membawa Lala kepelukannya. Leonardo merasa sangat bersalah. Karena ia melupakan Lala dan fokus dengan Elena. Lala diasuh mama papanya sementara. Tapi ia juga sendiri tidak ada cara lain selain itu. "Kakak, dengerin ayah. Bunda di dalam sedang berjuang. Kakak doain ya. Semoga bunda cepat sadar ya sayang. Kakak gak boleh sedih. Kuatin ayah juga ya sayang. Maafin ayah ya nak." L

  • Istri Cantik CEO   76.

    Leonardo terus memohon keoada Tuhan. Untuk keajaiban semua takdir yang ia inginkan. Sampai saat ini, dokter masih belum selesai mengoperasi Elena. Entah berapa lama lagi, dokter akan menyelesaikan semuanya. Ia juga mendapatkan kabar, jika Agung dan Adit sudah selesai melakukan operasi. Saat ini, Parjo dan Dona yang menuju ke ruangan dua bodyguard baru Elena. Sedangkan Jordi dan Leonardo masih duduk di depan ruang operasi."Bang, apa keluarga tidak dikasih tau?" Tanya Jordi."Jangan dulu. Tunggu Elena sadar dulu saja! Tapi cukup kabari mama papaku saja. Kalau opah sama oma jangan. Terus Angela jangan sampai dengar berita ini. Semua orang suruh tutup mulut untuk yang tau aja." Jelas Leonardo."Iya bang. Kak Elena pernah cerita kalau Kak Angela teman dekat istrinya Bang Daniel. Apa dia gak kasih tau bang soal kondisi kakak?" Tanya Jordi penasaran."Enggak aman itu. Daniel udah aman. Kamu ini tadi kok bisa kesini? Gak ada operasi atau apa gitu?" Leonardo menatap adik ipar sepupunya itu."K

DMCA.com Protection Status