Home / Rumah Tangga / Gairah di Balik Tirai Kehidupan / Bab 87: Bayangan Masa Lalu

Share

Bab 87: Bayangan Masa Lalu

Author: perdy
last update Last Updated: 2025-03-26 22:34:58

Pagi itu, cahaya matahari meresap melalui jendela kaca besar ruangan Adrian, menciptakan bayangan panjang di lantai marmer kantor. Udara terasa dingin, meskipun musim semi sudah hampir tiba. Tim proyek sedang berkumpul untuk membahas perkembangan terakhir dari proyek besar yang tengah mereka kerjakan - sebuah transformasi digital untuk salah satu klien terbesar perusahaan.

Adrian berdiri di depan layar besar, menjelaskan strategi dengan gestur tangan yang percaya diri. Alena mengamatinya dari sudut ruangan, mencoba menyembunyikan perasaan kompleksnya pasca pertengkarannya dengan Reno beberapa malam yang lalu. Hubungan mereka kini berada di titik terlemah, hampir seperti dua orang asing yang terjebak dalam ikatan yang sudah aus.

Pintu ruang rapat terbuka, dan sosok wanita anggun melangkah masuk. Gerakannya begitu elegan, hampir seperti model yang baru saja turun dari catwalk. Rambut hitam panjangnya tersisir rapi, jas hitam yang dia kenakan terlihat mahal dan pas di tubuhnya. Adrian be
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Gairah di Balik Tirai Kehidupan   Bab 88: Permainan Tersembunyi

    Hubungan Sophia dan Adrian mulai menjadi rahasia umum di kantor. Meskipun Adrian berusaha menjaga profesionalitas, Sophia tidak pernah membiarkan jarak terbentuk. Setiap kali mereka berada dalam ruangan yang sama, gerakan Sophia terlihat begitu sengaja - menyesuaikan letak dokumen di meja Adrian, berbisik dekat telinganya saat membahas laporan, atau sengaja menyentuh lengannya ketika berpapasan.Alena mengamati semuanya dengan perasaan yang bergolak. Rasa cemburu bercampur dengan kecurigaan. Hubungannya dengan Adrian sudah retak, tapi kehadiran Sophia seakan-akan menambah luka yang belum sembuh.Suatu siang, ketika suasana kantor mulai sepi, Sophia mendekati meja Alena. Senyumnya ramah, tapi mata hijaunya menyimpan sesuatu yang lebih dalam."Boleh aku bicara sebentar?" tanya Sophia, nada suaranya terlalu manis.Alena mendongak, berusaha terlihat tenang. "Tentu."Mereka berpindah ke area pantry kantor yang sepi. Cahaya sore merembes melalui jendela, menciptakan bayangan panjang di lant

    Last Updated : 2025-03-26
  • Gairah di Balik Tirai Kehidupan   Bab 88: Permainan Kekuasaan

    Kantor kini bagaikan arena pertempuran tersembunyi. Setiap sudut penuh dengan bisikan, tatapan tajam, dan ketegangan yang hampir terlihat secara kasat mata. Sophia bergerak dengan perhitungan yang sempurna, seperti pemain catur yang sudah merencanakan setiap langkahnya jauh sebelum permainan dimulai.Pada rapat presentasi proyek, Sophia sengaja memotong penjelasan Alena. "Izinkan saya memperjelas," katanya dengan senyum dingin. "Sepertinya ada beberapa detail yang mungkin terlewatkan."Alena merasakan mata seluruh tim tertuju padanya. Komentar Sophia terdengar sopan, tapi mengandung sindiran yang tajam. Beberapa rekan pria di ruangan itu tampak terpesona dengan cara Sophia membongkar strategi Alena, seolah-olah menunjukkan celah yang selama ini tersembunyi."Mungkin kita bisa mendiskusikan ini lebih lanjut," balas Alena, berusaha menjaga profesionalitasnya.Tapi Sophia tidak berhenti. Di lorong kantor, di depan beberapa rekan kerja, dia berbisik pada Adrian. "Kau tahu, Adrian," kata S

    Last Updated : 2025-03-27
  • Gairah di Balik Tirai Kehidupan   Bab 90: Permainan Tersembunyi

    Ruang rapat besar itu dipenuhi cahaya musim semi yang lembut, kontras dengan ketegangan yang menyelimuti setiap sudutnya. Dinding kaca memantulkan bayangan enam eksekutif senior yang duduk mengelilingi meja panjang dari kayu mahoni. Di ujung meja, Adrian duduk tegak, sementara Sophia berada di sebelah kanannya, dan Alena duduk di ujung yang berlawanan.Sophia berbicara dengan suara yang lembut namun penuh percaya diri. Setiap kata yang keluar dari bibirnya terasa seperti sebuah jerat yang perlahan-lahan mengencangkan lingkarannya. "Kerja sama antara departemen kita memiliki sejarah yang panjang," ujarnya, mata tajamnya melirik Adrian sekilas. "Adrian dan aku selalu tahu bagaimana cara bekerja sama dengan baik."Kalimat itu terdengar begitu ringan, namun mengandung makna yang jauh lebih dalam. Ada sesuatu dalam nada bicaranya yang membuat Alena merasa darahnya mendidih. Tatapan Sophia pada Adrian terasa intim, seolah-olah mereka memiliki bahasa rahasia yang tidak bisa dimengerti oleh o

    Last Updated : 2025-03-27
  • Gairah di Balik Tirai Kehidupan   Bab 91: Jaring-Jaring Kecurigaan

    Cahaya sore merembes melalui kaca gedung pencakar langit, memantulkan bayangan Sophia yang tengah berdiri di depan jendela. Matanya tajam, fokus pada setiap detail pergerakan di dalam ruang kerja Adrian. Ia tidak menyukai apa yang baru saja dilihatnya—bisikan intim antara Adrian dan Alena yang terlihat begitu dekat.Sudah beberapa minggu terakhir, Sophia mengamati mereka dengan seksama. Setiap gerak-gerik, setiap tatapan, setiap sentuhan ringan yang mereka lakukan menjadi bahan analisisnya. Bagi Sophia, tidak ada yang kebetulan. Semuanya adalah strategi, semuanya memiliki maksud.Ia masih ingat dengan jelas momen ketika ia melihat Adrian dan Alena berbisik di ruang rapat. Mereka berdiri begitu dekat, tubuh mereka hampir bersentuhan. Bisikan-bisikan itu terlihat begitu intim, seolah-olah dunia di sekitar mereka lenyap."Mereka menyembunyikan sesuatu," gumam Sophia pada dirinya sendiri.Sepuluh tahun lalu, Sophia telah belajar dengan keras bagaimana cara membaca orang. Di dunia bisnis y

    Last Updated : 2025-03-27
  • Gairah di Balik Tirai Kehidupan   Bab 92: Pertanyaan yang Tersembunyi

    Ruang makan kantor terlihat sepi pada jam makan siang yang sudah mulai bergeser ke waktu yang lebih siang. Cahaya matahari sore merembes masuk melalui jendela kaca besar, menciptakan bayangan panjang di lantai keramik yang mengkilap. Meja-meja putih yang bersih tampak hampir kosong, hanya menyisakan beberapa karyawan yang masih memilih untuk berada di ruangan tersebut.Sophia duduk berhadapan dengan Alena, secangkir kopi hitam tanpa gula tersedia di hadapannya. Tatapannya tajam namun tersembunyi di balik senyum ramah yang ia pasang. Ia telah merencanakan percakapan ini dengan sangat hati-hati, memilih waktu dan tempat yang tepat untuk mendapatkan informasi yang ia inginkan."Aku dengar kalian sering bekerja lembur berdua. Itu pasti membuat hubungan kalian semakin dekat, ya?" tanyanya dengan nada ringan, seolah-olah hanya sekadar percakapan ringan di antara rekan kerja.Alena merasa tidak nyaman. Ia bisa merasakan tekanan tersembunyi di balik pertanyaan Sophia. Jemarinya yang ramping m

    Last Updated : 2025-03-28
  • Gairah di Balik Tirai Kehidupan   Bab 93: Jaring Gosip

    Kantor PT Global Inovasi terlihat seperti biasa—metropolitan, dingin, dan penuh dengan ambisi tersembunyi. Di balik tata letak ruangan yang rapi dan desain interior minimalis, sebuah permainan psikologis sedang digelar. Sophia adalah arsitek utama dari intrik yang perlahan-lahan mengurai reputasi Alena.Ia memulai dengan strategi yang sangat cermat. Tidak langsung menyerang, melainkan menanam benih keraguan dengan sangat hati-hati. Di ruang pantry, di dekat mesin kopi yang selalu ramai, ia mulai berbisik dengan Rina, seorang staf administrasi yang mudah terbawa arus gossip."Kau tahu," Sophia berbicara dengan nada berbisik, seolah-olah berbagi rahasia paling sensitif, "aku tidak ingin mengatakan apa-apa, tapi hubungan Alena dengan Adrian tampaknya tidak hanya profesional."Rina, yang selalu haus akan informasi terbaru, segera tertarik. "Maksudmu?"Sophia tersenyum tipis, senyum yang terlihat simpati namun penuh perhitungan. "Mereka sering lembur berdua. Kau tahu sendiri kan betapa dek

    Last Updated : 2025-03-28
  • Gairah di Balik Tirai Kehidupan   Bab 94: Jerat Psikologis

    Ruang rapat PT Global Inovasi dipenuhi cahaya sore yang redup, menciptakan bayangan panjang di antara meja-meja kaca yang mengkilap. Adrian sedang membereskan beberapa dokumen proyek ketika Sophia dengan sengaja mendekatinya. Gerakan kakinya yang anggun, tatapan matanya yang penuh perhitungan—semuanya telah dipersiapkan dengan sangat matang."Adrian," panggilnya dengan nada suara yang diatur sedemikian rupa—profesional namun mengandung keakraban yang ambigu, "boleh minta tolong sebentar?"Beberapa karyawan yang masih berada di ruangan melirik dengan diam-diam. Mereka sudah terbiasa dengan dinamika kompleks hubungan antarrekan kerja, namun naluri manusia selalu siap menangkap setiap detail yang menarik.Adrian menoleh, tampak sedikit terkejut namun tetap profesional. "Ada apa, Sophia?"Sophia membentangkan beberapa dokumen di atas meja. Gerakan tangannya begitu terkontrol, seolah-olah ia telah berlatih berkali-kali di depan cermin. "Aku mengalami sedikit kesulitan dengan bagian analisi

    Last Updated : 2025-03-28
  • Gairah di Balik Tirai Kehidupan   Bab 95: Pertarungan di Atas Panggung

    Ballroom hotel berbintang lima itu dipenuhi dengan cahaya gemerlap dan gemerincing gelas champagne. Acara tahunan PT Global Inovasi berlangsung dengan meriah, menampilkan para profesional terbaik perusahaan dalam balutan pakaian formal yang elegan. Di antara kerumunan tersebut, Sophia berdiri dengan percaya diri absolut, sementara Alena mencoba mempertahankan sikap profesionalnya.Malam itu dirancang untuk merayakan pencapaian tim, namun bagi Sophia, ini adalah panggung sempurna untuk melancarkan serangan psikologisnya. Gaun hitam yang ia kenakan tampak begitu sempurna, seolah-olah telah dipilih dengan perhitungan matematis untuk menghadirkan kesan kekuatan dan kemewahan.Adrian berdiri tidak jauh dari mereka, terlibat dalam pembicaraan dengan beberapa petinggi perusahaan. Sophia menyadari setiap gerak-geriknya, setiap kesempatan yang bisa ia manfaatkan."Alena," panggilnya dengan nada suara yang diatur sedemikian rupa, terdeng

    Last Updated : 2025-03-29

Latest chapter

  • Gairah di Balik Tirai Kehidupan   Bab 97: Retak dalam Keheningan

    Kantor Adrian kini terasa seperti benteng yang dikepung. Setiap sudut ruangan memamerkan jejak pertempuran yang tidak kunjung usai. Tumpukan dokumen berserakan, layar komputer penuh dengan grafik merah yang menandakan kerugian, dan secangkir kopi hitam yang sudah lama dingin—simbol dari malam-malam panjang yang dihabiskan untuk bertahan.Kompetitor PT Global Inovasi, PT Horizon Teknologi, tidak main-main dalam menyerang. Mereka tidak sekadar mencoba mengalahkan perusahaan, melainkan ingin menghancurkan Adrian secara total. Setiap proyek yang sedang dikerjakan kini dipenuhi dengan tantangan yang seolah-olah dirancang untuk membuatnya kehilangan kendali.Adrian yang biasa tenang, kini berubah. Matanya kehilangan cahaya yang dulu selalu menunjukkan keyakinan. Ia mulai bicara dengan nada yang lebih tinggi, lebih cepas, lebih defensif."Ini tidak bisa dibiarkan," gumamnya suatu malam kepada Alena, "Mereka sengaja melakukan ini."Alena memperhatikan perub

  • Gairah di Balik Tirai Kehidupan   Bab 96: Pertempuran di Luar Benteng

    Ruang kerja Adrian tampak berbeda hari ini. Cahaya matahari yang masuk melalui jendela kaca besar seolah-olah tidak mampu menghangatkan atmosfer dingin yang menyelimuti ruangan. Tumpukan dokumen berserakan di atas meja besar dari kayu mahoni, layar-layar komputer menampilkan grafik dan laporan yang penuh dengan tanda-tanda peringatan.PT Global Inovasi kini berada dalam tekanan luar biasa. Kompetitor utamanya, PT Horizon Teknologi, telah melancarkan serangan bertubi-tubi yang dirancang untuk melemahkan posisi mereka di pasar.Bocoran informasi internal telah menjadi senjata utama Horizon. Dokumen-dokumen rahasia yang entah bagaimana bocor—atau dengan sengaja disebar—mulai bermunculan di berbagai media bisnis. Setiap detail, setiap kelemahan strategis yang pernah dimiliki Global Inovasi kini terbuka untuk publik.Adrian membaca artikel terbaru di salah satu portal bisnis terkemuka. Judulnya menusuk: "Krisis Kepercayaan: Apakah Global Inovasi Kehilanga

  • Gairah di Balik Tirai Kehidupan   Bab 95: Pertarungan di Atas Panggung

    Ballroom hotel berbintang lima itu dipenuhi dengan cahaya gemerlap dan gemerincing gelas champagne. Acara tahunan PT Global Inovasi berlangsung dengan meriah, menampilkan para profesional terbaik perusahaan dalam balutan pakaian formal yang elegan. Di antara kerumunan tersebut, Sophia berdiri dengan percaya diri absolut, sementara Alena mencoba mempertahankan sikap profesionalnya.Malam itu dirancang untuk merayakan pencapaian tim, namun bagi Sophia, ini adalah panggung sempurna untuk melancarkan serangan psikologisnya. Gaun hitam yang ia kenakan tampak begitu sempurna, seolah-olah telah dipilih dengan perhitungan matematis untuk menghadirkan kesan kekuatan dan kemewahan.Adrian berdiri tidak jauh dari mereka, terlibat dalam pembicaraan dengan beberapa petinggi perusahaan. Sophia menyadari setiap gerak-geriknya, setiap kesempatan yang bisa ia manfaatkan."Alena," panggilnya dengan nada suara yang diatur sedemikian rupa, terdeng

  • Gairah di Balik Tirai Kehidupan   Bab 94: Jerat Psikologis

    Ruang rapat PT Global Inovasi dipenuhi cahaya sore yang redup, menciptakan bayangan panjang di antara meja-meja kaca yang mengkilap. Adrian sedang membereskan beberapa dokumen proyek ketika Sophia dengan sengaja mendekatinya. Gerakan kakinya yang anggun, tatapan matanya yang penuh perhitungan—semuanya telah dipersiapkan dengan sangat matang."Adrian," panggilnya dengan nada suara yang diatur sedemikian rupa—profesional namun mengandung keakraban yang ambigu, "boleh minta tolong sebentar?"Beberapa karyawan yang masih berada di ruangan melirik dengan diam-diam. Mereka sudah terbiasa dengan dinamika kompleks hubungan antarrekan kerja, namun naluri manusia selalu siap menangkap setiap detail yang menarik.Adrian menoleh, tampak sedikit terkejut namun tetap profesional. "Ada apa, Sophia?"Sophia membentangkan beberapa dokumen di atas meja. Gerakan tangannya begitu terkontrol, seolah-olah ia telah berlatih berkali-kali di depan cermin. "Aku mengalami sedikit kesulitan dengan bagian analisi

  • Gairah di Balik Tirai Kehidupan   Bab 93: Jaring Gosip

    Kantor PT Global Inovasi terlihat seperti biasa—metropolitan, dingin, dan penuh dengan ambisi tersembunyi. Di balik tata letak ruangan yang rapi dan desain interior minimalis, sebuah permainan psikologis sedang digelar. Sophia adalah arsitek utama dari intrik yang perlahan-lahan mengurai reputasi Alena.Ia memulai dengan strategi yang sangat cermat. Tidak langsung menyerang, melainkan menanam benih keraguan dengan sangat hati-hati. Di ruang pantry, di dekat mesin kopi yang selalu ramai, ia mulai berbisik dengan Rina, seorang staf administrasi yang mudah terbawa arus gossip."Kau tahu," Sophia berbicara dengan nada berbisik, seolah-olah berbagi rahasia paling sensitif, "aku tidak ingin mengatakan apa-apa, tapi hubungan Alena dengan Adrian tampaknya tidak hanya profesional."Rina, yang selalu haus akan informasi terbaru, segera tertarik. "Maksudmu?"Sophia tersenyum tipis, senyum yang terlihat simpati namun penuh perhitungan. "Mereka sering lembur berdua. Kau tahu sendiri kan betapa dek

  • Gairah di Balik Tirai Kehidupan   Bab 92: Pertanyaan yang Tersembunyi

    Ruang makan kantor terlihat sepi pada jam makan siang yang sudah mulai bergeser ke waktu yang lebih siang. Cahaya matahari sore merembes masuk melalui jendela kaca besar, menciptakan bayangan panjang di lantai keramik yang mengkilap. Meja-meja putih yang bersih tampak hampir kosong, hanya menyisakan beberapa karyawan yang masih memilih untuk berada di ruangan tersebut.Sophia duduk berhadapan dengan Alena, secangkir kopi hitam tanpa gula tersedia di hadapannya. Tatapannya tajam namun tersembunyi di balik senyum ramah yang ia pasang. Ia telah merencanakan percakapan ini dengan sangat hati-hati, memilih waktu dan tempat yang tepat untuk mendapatkan informasi yang ia inginkan."Aku dengar kalian sering bekerja lembur berdua. Itu pasti membuat hubungan kalian semakin dekat, ya?" tanyanya dengan nada ringan, seolah-olah hanya sekadar percakapan ringan di antara rekan kerja.Alena merasa tidak nyaman. Ia bisa merasakan tekanan tersembunyi di balik pertanyaan Sophia. Jemarinya yang ramping m

  • Gairah di Balik Tirai Kehidupan   Bab 91: Jaring-Jaring Kecurigaan

    Cahaya sore merembes melalui kaca gedung pencakar langit, memantulkan bayangan Sophia yang tengah berdiri di depan jendela. Matanya tajam, fokus pada setiap detail pergerakan di dalam ruang kerja Adrian. Ia tidak menyukai apa yang baru saja dilihatnya—bisikan intim antara Adrian dan Alena yang terlihat begitu dekat.Sudah beberapa minggu terakhir, Sophia mengamati mereka dengan seksama. Setiap gerak-gerik, setiap tatapan, setiap sentuhan ringan yang mereka lakukan menjadi bahan analisisnya. Bagi Sophia, tidak ada yang kebetulan. Semuanya adalah strategi, semuanya memiliki maksud.Ia masih ingat dengan jelas momen ketika ia melihat Adrian dan Alena berbisik di ruang rapat. Mereka berdiri begitu dekat, tubuh mereka hampir bersentuhan. Bisikan-bisikan itu terlihat begitu intim, seolah-olah dunia di sekitar mereka lenyap."Mereka menyembunyikan sesuatu," gumam Sophia pada dirinya sendiri.Sepuluh tahun lalu, Sophia telah belajar dengan keras bagaimana cara membaca orang. Di dunia bisnis y

  • Gairah di Balik Tirai Kehidupan   Bab 90: Permainan Tersembunyi

    Ruang rapat besar itu dipenuhi cahaya musim semi yang lembut, kontras dengan ketegangan yang menyelimuti setiap sudutnya. Dinding kaca memantulkan bayangan enam eksekutif senior yang duduk mengelilingi meja panjang dari kayu mahoni. Di ujung meja, Adrian duduk tegak, sementara Sophia berada di sebelah kanannya, dan Alena duduk di ujung yang berlawanan.Sophia berbicara dengan suara yang lembut namun penuh percaya diri. Setiap kata yang keluar dari bibirnya terasa seperti sebuah jerat yang perlahan-lahan mengencangkan lingkarannya. "Kerja sama antara departemen kita memiliki sejarah yang panjang," ujarnya, mata tajamnya melirik Adrian sekilas. "Adrian dan aku selalu tahu bagaimana cara bekerja sama dengan baik."Kalimat itu terdengar begitu ringan, namun mengandung makna yang jauh lebih dalam. Ada sesuatu dalam nada bicaranya yang membuat Alena merasa darahnya mendidih. Tatapan Sophia pada Adrian terasa intim, seolah-olah mereka memiliki bahasa rahasia yang tidak bisa dimengerti oleh o

  • Gairah di Balik Tirai Kehidupan   Bab 88: Permainan Kekuasaan

    Kantor kini bagaikan arena pertempuran tersembunyi. Setiap sudut penuh dengan bisikan, tatapan tajam, dan ketegangan yang hampir terlihat secara kasat mata. Sophia bergerak dengan perhitungan yang sempurna, seperti pemain catur yang sudah merencanakan setiap langkahnya jauh sebelum permainan dimulai.Pada rapat presentasi proyek, Sophia sengaja memotong penjelasan Alena. "Izinkan saya memperjelas," katanya dengan senyum dingin. "Sepertinya ada beberapa detail yang mungkin terlewatkan."Alena merasakan mata seluruh tim tertuju padanya. Komentar Sophia terdengar sopan, tapi mengandung sindiran yang tajam. Beberapa rekan pria di ruangan itu tampak terpesona dengan cara Sophia membongkar strategi Alena, seolah-olah menunjukkan celah yang selama ini tersembunyi."Mungkin kita bisa mendiskusikan ini lebih lanjut," balas Alena, berusaha menjaga profesionalitasnya.Tapi Sophia tidak berhenti. Di lorong kantor, di depan beberapa rekan kerja, dia berbisik pada Adrian. "Kau tahu, Adrian," kata S

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status