Mall•
Refandy mengendarai mobilnya dengan kecepatan maksimal, lalu ia dengan segera memarkir'kan mobilnya di parkiran Mall.Refandy berlari ke dalam dan mencari sang pujaan hati dan terus menelusuri restoran cepat saji, dimana Tommy katakan tadi. Namun nyatanya Refandy tidak menemukan sang pujaan hati.Refandy memeriksa dari toko satu ke toko lainnya, berlari dari lantai satu sampai ke lantai dua, dengan telaten mencari sampai ke toilet namun nihil ... ia tak dapat menemukan gadis yang belum tau siapa namanya.Sedangkan yang di cari, tengah asik menonton film bergendre romantis bersama kedua temannya. Ia bahkan tidak tau jika dirinya tengah di cari seorang pria tampan.25mnt kemudian•Refandy masih belum menemukan wanitanya, ia duduk di kursi memijat keningnya dan berpikir sejenak agar otaknya kembali tenang."Apa dia sudah pulang?" Gumam Refandy dengan pelan.Ting!Otaknya yang cerdas baru saja mendapatkan ide. ''Ahh ... bodoh kamu Fan, kenapa tidak dari tadi." Ucapnya dan langsung pergi ke penjaga untuk melihat cctv di Mall ini.Awalnya penjaga menolak, namun saat di beritahu bahwa kekasihnya hilang ... akhirnya mereka mengizinkan nya.Refandy sangat antusias dan berterima kasih kepada Scurity yang mau menolong nya. Refandy membual dan menceritakan pada dua Scurity bahwa kekasihnya hilang saat ia makan di restoran cepat saji setengah jam yang lalu, "Mungkin." ucap Refandy dalam hati.Scurity dengan sabar memutar rekaman dan mencari wajah satu, ke wajah lainnya di setiap lantai. Hingga tak berapa lama Refandy bersuara dengan lantang.''It- itu dia." teriak Refandy yang sudah mengenali wajah Kimmy.Refandy langsung pergi ke lantai atas, hatinya sedang berbunga-bunga bahagia ... ia belum pernah merasakan sebahagia ini ketika bertemu seseorang.Di saat Refandy menaiki eskalator dari bawah, ia melihat jika Kimmy akan turun dari lantai atas.Deg. Deg. Deg.Jantung Refandy berdegub kencang, matanya terkunci hanya kepada satu orang yaitu gadis yang sudah di cap sebagai wanitanya.Eskalator yang ia pijak seperti mendukung momentum pertemuan nya dengan sang pujaan hati, seperti ada adegan slowmo antara Refandy yang naik dan Kimmy yang turun.Ketika mereka sudah sejajar ... Kimmy tidak sengaja menoleh ke arah Refandy, yang mana membuat Refandy terpana melihat bola mata kimmy sangat indah.Saking terpana Refandy melihat pada Kimmy, sampai sampai Refandy tak menyadari bahwa Kimmy sudah tak ada. Namun ia masih asik melamun, membuat pria yang ada di belakangnya merasa kesal.''Woy Mas! Kenapa ngamun di depan? Minggirr.'' Sentaknya yang mana membuat Refandy tersadar dari lamunanya.''Oh shittt! Dia sudah pergi.''Refandy pun berlari menyusul ke lantai bawah, namun na'as ... gadis itu sudah tak ada, membuat Refandy menepuk jidat akan kebodohan nya. ''Damn it!"Tangan Refandy memukul ke udara, ia merutuki kebodohan nya karna selalu saja melamun ketika melihat wanita pujaan nya.Refandy pun pergi dengan kekecewaan yang dia dapat, namun besok ia akan mencarinya lagi. dan jika nanti sudah bertemu ... Refandy berjanji tidak akan melepasakan gadis yang sudah membuatnya gila.•••Sedangkan disisi lain. Tommy merasa kalau wanita yang ia temui itu adalah gadis pujaan hati sang Bos, ia langsung menyerah walau hatinya begitu berat karna Tommy sudah jatuh hati pada pandangan pertama.Namun dia tidak bisa berbuat apa apa, karna saingan nya terlalu berat dari segi apapun. Dari ketampan, kekayaan, bahkan ketenaran.''Heisshh ... kenapa harus kalah sebelum berperang sih! Menyebalkan sekali hidupku." Gerutu Tommy, "Ini sama saja patah hati sebelum menyatakan cinta. Aaaahk.''Tomi menjambak rambutnya prustasi, lalu melangkah pergi dari apartemen Bosnya. Ia akan mencari hiburan yang membuat hatinya senang, dan melupakan gadis yang dia kagumi.••••Kos-kosan•Kimmy dan Marni, mereka berdua sudah sampai di kos-kosan nya dengan selamat. Kini mereka tengah membersihkan tubuh mereka dari keringat secara bergantian, lalu duduk di ranjang mereka masing-masing setelah berpakaian baju tidur.''Filmnya seru banget yaa.'' Ucap Marni yang sudah berbaring cantik di tempat tidurnya.Kimmy menoleh dan mengangguk. ''Yaa, nanti jika ada film yang romantis kita nonton lagi yuu.''''Hmm, selamat malam.'' ucap Marni dengan suara berat dan langsung tidur seperti kebo.''Selamat malam ... dasar pelor! cium bantal langsung tidur.'' Kimmy terkekeh saat melihat sahabatnya begitu gampang untuk tertidur.Ketika Kimmy akan memejamkan kedua matanya, tiba-tiba melintas di pikiran Kimmy tentang pria yang berpapasan di Mall.''Kenapa pria itu tidak asing ya? seperti aku pernah melihatnya tapi dimana ... yaa?'' Kimmy berpikir dan mengingat ingat dimana ia pernah bertemu dengan pria itu.Setelah cukup lama mengingat, ia langsung menggelengkan kepalanya. "Au ah, gelap." Ujar Kimmy yang tidak mau berpikir yang tidak tidak, apa lagi masalah pria.Ia tidak mau memikirkan pria mana pun, dan berharap jika dirinya tidak akan jatuh cinta lagi. Kimmy ingin fokus membahagiakan keluarganya yang berada di kampung.Kimmy pun terlelap dalam mimpinya, karna besok ia harus kembali dengan aktifitas seperti biasa.•••••Pagi hari•Kimmy masih bermalas-malasan di kasur, tidak biasanya wanita cantik itu masih bergelut dengan selimut sambil memainkan ponselnya di saat matahari sudah muncul.Sedangkan Marni jangan di tanya, ia masih asik mendengkur kencang dengan mulut terbuka. Jika saja ada pria yang melihatnya seperti itu, sudah di pastikan semua pria pasti akan ilfiel melihat Marni yang berbanding terbalik dengan muka dia yang imut itu."Mandi ah, cape sekali liatin ponsel dari tadi." Ucap Kimmy beranjak dari tempat tidur, lalu masuk ke kamar mandi.•Di waktu yang bersamaan, Refandy sudah rapih dengan kemejanya. Ia akan mencari tau tetang wanita yang selama ini dia cari karna dia sudah memiliki poto Kimmy.Dengan semangat empat lima ... Refandy keluar dari apartemen mewah menuju perusahanan milik dirinya sendiri, yang dia bangun tanpa campur tangan kedua orangtua nya.Setelah beberapa waktu, akhirnya mobil Refandy sudah sampai di Kantor. Ia langsung berjalan tanpa memperdulikan semua karyawan memperha
Mansion Mahardika•''Tanteee.'' Yuri berteriak dan masuk begitu saja kedalam Mansion.''Ya sayang, Tante di sebelah sini." teriak Nyonya Mahardika.Yuri langsung memeluk Nyonya Mahardika dengan manja tanpa canggung sedikit pun, karna Yuri merasa sudah mendapatkan dukungan Nyonya Mahardika."Kamu kenapa sayang?" tanya Nyonya Mahardika, melihat calon menantunya yang sedih.''Aku itu sebel deh sama Refandy Tante, dia selalu nolak bertemu denganku ... Tante kenapa Refandy tidak pernah melihatku sedikit saja? dia itu terlalu dingin terhadapku Tante.'' ucap Yuri dengan nada cemberut.•Flashback On•Hari ini Yuri datang ke kantor Refandy, ia sudah duduk manis menunggu Refandy datang ke ruangan nya. Namun sampai saat ini Refandy belum muncul batang hidungnya yang mana membuat Yuri bosan untuk menunggu.Yuri yang duduk di sofa akhirnya berdiri dari duduknya, ia melihat sekeliling ruangan, "Ruangan yang elegan dan nyaman." Ucapnya lalu duduk di kursi milik Refandy.Dengan tidak tau malunya, Yur
Di salah satu Restoran ternama di Jakarta, dua sosok pria tampan tengah mengobrol dengan serius. Refandy dan Rama tengah curhat satu sama lain sambil makan siang, di tempat biasa mereka suka bertemu jika sedang berada di luar.''Jadi apa yang mau Elu lakuin?" tanya Rama, saat sang sahabat sudah selesai dengan ceritanya.''Tentu saja gak akan gue lepasin dia, sebisa mungkin gue lakuin pendekatan secara perlahan ... setelah ada celah untuk mengikatnya, ahh baru tuh."Rama mengangguk. ''Selamat berjuang Bro.'' Rama menyemangati sambil menepuk pundak Refandy.Mereka berdua pun makan dengan tenang saat pesan sudah mereka sudah datang, namun tak berapa lama ... seorang wanita cantik menyapa Rama yang membuat Refandy dan Rama menoleh secara bersamaan.''Ryanti.'' ucap Rama tersenyum manis dan berdiri untuk cipika cipiki bersama wanita cantik di depan nya ini.Sedangkan Refandy memutar matanya dengan malas, ''Dasar dokter cabul.'' Cibir Refandy dalam hati, lalu melanjutkan makan tanpa mau meng
Cinta itu tidak bisa dijelaskan seberapa besarnya, orang mungkin menilai cinta itu sebesar dunia, samudra, bahkan langit. Namun tidak ada seseorang pun yang bisa menakar seberapa besar cintanya dengan logika. Saat pagi datang, senyumanmu memeluk pikiranku, saat siang datang kau bagaikan payung yang selalu membuatku teduh, dan saat malam kau adalah kehangatan yang selalu membuatku jauh dari kedinginan.Send...Seorang pria mengirimkan status di halaman media sosialnya, iq tersenyum memandang jendela bus yang sebentar lagi akan sampai di kota tujuan nya.Salehudin, yang biasa di panggil Kang Udin. Tengah berada di dalam bus menuju kota Jakarta untuk menyusul belahan jiwanya.Dia akan menjemput Kimmy, dan membawanya pulang ke kampung halaman dan mengajaknya untuk menikah. Karna dunia Udin hanyalah ada Kimmy seorang.Tak berapa lama, bus itu berhenti di terminal dan sang kenek berteriak jika sudah sampai di kota Jakarta.Udin dan satu anak buahnya turun dari bus, melihat ke kanan dan ke
Supir suruhan Refandy pun sudah datang untuk menjemput Kimmy, supir itu keluar dari mobil dan mengetuk pintu kamar kimmy.Tok. Tok. Tok.''Selamat siang Nona, mohon maaf, saya supir suruhan Tuan Refandy untuk menjemput anda.''"Baik Pak, ini sudah selesai."Kimmy mengaguk dan membawa tasnya keluar, lalu ia berpamitan kepada Marni. ''Aku akan main sesekali kesini, jika aku dapat libur Mar.'' Ucap Kimmy memeluk Marni.''Oke, baaay ...'' Marni membalas pelukan sahabatnya, lalu melambaikan tangannya ketika melihat Kimmy masuk kedalam Mobil. •Sedangkan di kantor, Refandy mendapatkan kabar jika Kimmy sudah di jemput dan sekarang menuju apartemen.Refandy pun berinisiatif untuk pulang dari kantor dengan cepat, ia sudah tak sabar melihat sang pujaan hati yang sudah berada di apartemen miliknya."Jeffry, aku akan pulang terlebih dahulu.""Apa Tuan baik-baik saja?""Aku baik, hanya saja sedikit pusing dan ingin istirahat.""Baik Tuan."Refandy pun masuk kedalam lift, setelah ia mengabari Sekr
Ponsel kimmy terus saja berbunyi tak henti-henti nya, yang mana membuat Kimmy kesal setengah mati. Terutama dia malu karna ada majikannya.''Angkat lah Kim, siapa tau penting.'' ucap Refandy.''Tidak penting Tuan.'' jawab Kimmy yang sudah tau siapa nomer yang menelpon nya.''Kenapa si Udin, bisa tau nomer hp ku yang baru yaa.'' Gumam Kimmy dalam hati, lalu Kimmy langsung menonaktifkan ponselnya karna tidak enak hati pada majikan baru nya.Tak berapa lama ... mereka telah sampai di apartemen dengan belanjaan yang menumpuk, kedua tangan mereka penuh dengan kantung keresek dan di bantu oleh satpam apartemen."Terima kasih sudah membantu Pak." Ucap Refandy."Sama sama Tuan, sudah kewajiban kami."Sedang Kimmy yang berada di dapur, dengan telaten merapihkan barang belanjaan nya ... menata barang di kulkas dan lemari dengan rapih.''Kimmy kau belum selesai? perlu aku bantu?" tanya Refandy melihat Kimmy yang masih memasuk'kan makanan kedalam kulkas.''Belum Tuan, sedikit lagi.'' jawab Kimmy,
Dua minggu telah berlalu•Dua pria dari kampung halaman, berniat mencari sang pujaan hati yang belum dia temukan. Sudah dua minggu telah berlalu ... Udin dan Jamal mencari Kimmy dari ujung Jakarta ke ujung Jakarta, namun belum ada tanda tanda ilham yang mempersatukan dirinya dan sang pujaan hati.Udin dan Jamal mencari butik MN, di mana Marni dan sang pujaan hati bekerja, sudah dua minggu dia dan anak buahnya menelusuri kota Jakarta namun nihil.Bahkan dia rela tidur di depan toko, padahal dia bisa tidur di hotel jika dia mau, karna Udin termasuk anak orang kaya di kampung halaman nya.Dari siang ke malam, malam berganti siang, waktu terus berputar hingga kaki Udin dan Jamal begitu lelah untuk melangkah.Mereka pun kini duduk di kursi halte, sambil melihat kanan kiri dan memijat kaki mereka masing-masing.Namun netra mata Udin tak sengaja melihat Marni di sebrang jalan sana, membuat Udin membelalak'kan kedua matanya.Udin pun menajamkan pengkihatan nya, bahkan mengucek kedua matanya u
Kimmy sudah menyiapkan cemilan dan jus yang di minta oleh majikanya, lalu Kimmy meletakkan cemilan itu di meja dengan rapih."Semoga Tuan suka." Tak berapa lama Refandy turun dari kamarnya dan tersenyum kepada Kimmy, yang aman membuat Kimmy langsung menunduk dan pergi dari ruang Tv.''Kau mau kemana? duduk lah kita menonton bareng.''Kimmy merasa tidak enak langsung menggelengkan kepalanya. ''Tidak Tuan ... itu tidak sopan, saya kebelakang saja.'' Tolak Kimmy dengan sopan.''Ya sudah tolong ambilkan ponselku di atas, aku lupa membawanya.''"Baik Tuan."Kimmy melangkah ke lantai atas, sedangkan Refandy cepat-cepat menuangkan sesuatu ke dalam jus Kimmy namun tak sengaja cairan itu tertumpah terlalu banyak."Ups, kebanyakan yaaa." Refandy buru buru memasukan obat itu ke dalam saku dan duduk dengan tenang, walau hati merasa bimbang. Refandy duduk dengan tenang seolah tidak terjadi apa pun, hingga tak berapa lama Kimmy turun dan menyodorkan ponsel pada Refandy. ''Ini Tuan, ponsel anda,
Tidak ada satu manusia pun yang tahu pasti apa yang akan terjadi hari ini, esok dan kedepannya ... di saat semua orang sudah ikhlas dan pasrah dengan apa yang mereka miliki dan dapatkan. Maka Tuhan akan memberi rizky yang berlimpah, atau cobaan yang akan membuat hambanya selalu ingat terhadap sang maha pencipta.Hati dan raga Kenan seakan hancur saat mendapati jika Istrinya tergolek lemas tak sadarkan diri di atas brangkar rumah sakit vvip.Sungguh, seluruh tubuh nya masih lunglai saat dokter memberikan kabar yang mengejutkan bagi dirinya...••Flashback tadi malam•Keduanya yang sudah makan malam di restoran berbintang lima, kini tengah mencari amang amang yang berjualan pentol di pinggir jalan.Sesuai keinginan Ayu dan janji Kenan jika mereka tidak akan pulang sebelum membeli pentol, maka mobil itu sedari tadi terus berjalan mencari apa yang di cari."Di mana kita akan mencarinya jam segini, Ay.""Ahhh ... coba cari dulu." Ayu melihat ke p
Tak pernah Kenan bayangkan jika dirinya akan melihat pemandangan yang sangat menggiurkan mata. Rasa lelah dan rasa kantuk yang sempat dia rasakan di perjalanan tiba-tiba saja menghilang, ketika diriny melihat jika sang Istri menggunakan lingerie hitam kesukaan nya.Amezing ... Membuat sesuatu yang sudah seminggu bersemedi di dalam sana langsung terbangun, ketika mata batinnya merasakan jika dia sebentar lagi akan mengobrak abrik hunian yang dia rindukan selama ini."By ..."Suara lembut Ayu menyadarkan Kenan dari lamunanya, Kenan langsung menatap mata Ayu dari dekat dan tersenyum manis melihat wajah Ayu yang bersemu merah.Pandangan Kenan turun ke arah dua gundukkan sintal yang tidak besar dan tidak kecil, namun seperti biasa jika itu pas di telapak tangan nya..Glek.Kenan menelan ludahnya sudah susah payah, ketika dia melihat dua benda kecil bersemu coklat muda sudah menegang dan meminta dia untuk menggigitnya..Arrrgghh Kenan benar-benar prustasi,
Kenan yang berada di luar negri di landa kerinduan yang mendalam pada istrinya ... bukan ia tidak mau menghubungi sang istri, tapi ponselnya hilang entah jatuh di mana. Dan sialnya ia tidak mengingat nomer Ayu atau kedua orang tuanya.Selama seminggu berada jauh dari sang istri, membuat Kenan tersiksa dan selalu teringat akan wajah serta lekuk tubuh Ayu yang membuat ia frustrasi hingga selalu terngiang-ngiang di otaknya.Sehingga Azkha menjadi pelampiasan kekesalan nya karna asisten sekaligus sekretaris nya itu tidak mengingat nomer siapapun yang berada di Indonesia, yang membuat Kenan terus menggerutu pada Azkha."Kau ini bagaimana? Dasar asisten gadungan.""Maaf Bos, tapi saya benar-benar tidak mengingat nomer siapapun.""Aku pecat saja kau lah, dasar tidak berguna.""Boleh di coba Bos, saya malah lebih senang jika anda memecat saya.""Ka- aaahh ... sudahlah, kau itu selalu bisa menjawab."Begitilah Kenan meng
Pesawat mendarat dengan selamat di Bandar Udara Suvarnabhumi, butuh waktu tiga jam lebih tiga puluh menit tanpa transit.Durasi yang cukup singkat dalam sebuah penerbangan, membuat Kenan dan Azkha tidak terlalu bosan berada di dalam pesawat.Mereka berdua pun berjalan keluar dari bandara, menuju mobil yang sudah menunggu mereka.Sesampainya di hotel Four Seasons Resort Koh Samui, hotel mewah yang sudah di boking selama masa perjalanan bisnis Kenan selama berada di Bangkok Thailand.Kenan langsung masuk ke kamarnya, terbaring di atas kasur King size yang sangat nyaman dan empuk. Kenan menoleh ke arah samping dan mengelusnya, "Seandainya kau ikut, mungkin perjalanan kali ini sedikit menyenangkan dan tidak membosankan seperti biasanya."Kenan bergumam, lalu mengambil ponselnya untuk menelpon sang istri. Namun setelah sekian lama menunggu, tidak ada jawaban dari sebrang telpon, yang mana membuat Kenan berdecak sebal.Ia pun dengan te
Episode sebelumnya•"Kau tega mengusirku dan memecatku!" Teriak Bella tidak terima jika dirinya di pecat, "Kenan ... kau pasti akan menyesal!"Teriakan Bella membuat semua orang Kantor saling pandang dengan heran, ada yang puas melihatnya, ada juga yang merasa kasihan terhadap Bella.Setelah kepergian Bella dari ruangan nya, Kenan duduk dan melonggarkan dasi yang melilit di lehernya ... ia tidak menyangka jika Bella akan melakukan ini padanya..."Ada apa dengannya?" Tanya Kenan pada dirinya sendiri, lalu menggidikan bahunya tak perduli.Kenan pun ingin melanjutkan pekerjaannya lagi, namun ia sudah tidak mood untuk bekerja, ia pun melihat jam di pergelangan tanganya lalu berdiri untuk pulang ke rumah.•Episode sekarang•Sore ini ... Ayu sudah berada di apartement, dia juga sudah mandi dan membersihkan dirinya dari keringat, terlebih sebentar lagi ia akan menyambut Kenan sepulang kerja.Kenan memint
Kimmy dan menantunya Ayu sedang duduk beristirahat dari kejaran anjing pak Dami. Nafas keduanya saling memburu dengan fisik lelah karna berlari terlalu jauh.Untung saja Ayu berinisiatif mengambil batu dan melemparkan batu itu untuk menakuti anjing yang mengejar mereka, dan akhirnya anjing itu tidak mengejar mereka lagi."Hah ... Bunda ya Allah, kelakuan Bunda sungguh terlalu.""He he he he ... seru yaa." Kimmy terkekeh sambil memijat kakinya yang pegal."Bukan seru lagi Bun, tapi jantungku copot dari tempatnya." Kesal Ayu, yang heran dengan kelakukan mertuanya yang masih bisa berlari kencang walau usianya tidak muda lagi.Bukan hanya itu, waktu pertama kali Ayu bertemu dengan kimmy ... Ayu berpikir jika mertuanya ini memiliki sikap kalem, anggun, dan berwibawa, serta baik hati ... tapi nyatanya kelakuan mertuanya bisa absurd juga.Sedangkan Kimmy hanya terkekeh, ia tidak pernah merasakan sebebas ini apa lagi dengan menantunya. Ia sebisa mungkin ingin akrab dengan menantunya karna Kim
HAII GUYS, MAAF BARU UP LAGI ... SOALNYA ADA KENDALA YANG TIDAK BISA DI TUNDA, INSHALLAH KEDEPANNYA BAKAL RAJIN UP LAGI.HAPPY READING••••Ayu bergegas membuka pintu dan ternyata sang mertua yang berkunjung ke apartemen nya, Ayu menyambut hangat dan mempersilahkan sang mertua masuk namun Kimmy mencegah dan meminta Ayu untuk menemani dirinya jalan-jalan."Kita mau ke mana, Bun?" tanya Ayu, memberikan satu gelas air pada mertuanya."Jalan-jalan aja cari jajanan, Bunda bosan di rumah.""Mau jajan apa sih, Bun?""Nggak tau, Nak. Ummm kamu mau jajan apa?""Ayu mah ikut aja, Bun.""Gimana kalau kita jajan di sekolah sekolah, jajanan anak kecil gitu.""Hah, beneran Bun?" tanya Ayu memastikan, karna dalam pikiran Ayu kini sedang bertanya tanya kenapa orang kaya selalu berperilaku yang aneh aneh.Kimmy mengangguk, lalu menyuruh menantunya untuk segera berpakaian dan menemani dirinya jajan di pinggir jalan. Kimmy dengan semangat membawa Ayu keluar dari apartemen lalu pergi.•Namun setelah be
"Ay ... Apa kamu masih marah padaku?" tanya Kenan pada Ayu, yang sejak kemarin masih mendiami dirinya gara-gara kejadian Bella tercebur kedalam kolam renang.Kenan tidak bisa jika Ayu diam dan tidak menegur dirinya, seakan dia adalah orang transparan yang tidak di lihat dan di perdulikan oleh istrinya sendiri."Aku nggak marah, aku hanya kesal." cetus Ayu yang pura-pura fokus pada layar televisi di depan nya, padahal ekor matanya melirik Kenan yang sedang merayu dirinya."Jangan kesal lagi dong, Ay ... aku minta maaf dan akan mengabulkan permintaan mu, asal jangan mendiami ku lagi."Ayu langsung menoleh pada Kenan, lalu menyunggingkan sudut bibirnya penuh akan kelicikan yang hakiki karna Ayu sudah mempunyai rencana."Serius?" tanya Ayu memastikan.Kenan mengangguk. "Serius, minta apapun yang kamu mau dan kamu inginkan. Aku pasti akan mengabulkan permintaan mu walau yang aneh-aneh."Senyum merkah terbit di wajah Ayu yang cantik, karna Kenan sudah masuk kedalam perangkap nya. Ayu langsu
"Asalamualaikum." Ucap tamu itu, membuat semua orang menoleh secara bersamaan ke arah suara yang merdu dan mendayu."Walaikum'salam." Jawab mereka serempak.Kimmy mengerutkan kening nya saat Bella datang berkunjung, perasaan yang Kimmy tau jika dia tidak mengundang Bella untuk makan malam bersama ... lantas siapa yang mengundang nya kemari? Kimmy pun melihat putra nya dan mengira jika Kenan lah yang mengundang Bella kemari. Tapi ... tanpa Kimmy ketahui, bahwa Kenan juga tidak tau mengapa Bella datang ke mari, dan menyangka jika sang Ibu lah yang mengundang Bella untuk makan malam karna seingat dirinya Bella dan keluarga nya sangat dekat."Selamat malam semuanya, maaf mengganggu.""Ahh, tidak Nak. Ayo makan malam bersama." Ajak kimmy pada Bella.Bella tersenyum hangat, lalu duduk tepat di depan Kenan dan Ayu. Membuat Bella jengkel dan merasa iri pada Ayu yang bisa mendapatkan Kenan dengan mudahnya.Perasaan Bella terbakar, ketika melihat Kenan yang begitu perhatian pada Ayu. Satu tang