Home / Romansa / GAIRAH CINTA DADDY MERTUA / MEMBERINYA KESEMPATAN

Share

MEMBERINYA KESEMPATAN

Author: arafaq_9
last update Last Updated: 2024-07-20 18:10:41
Perasaan Kiara semakin tak menentu mendengar ucapan Victor yang mengatakan tentang pernikahan, segudang pertanyaan muncul di otaknya di iringi dengan beberapa keraguan. Bukan dia tidak senang, melainkan ia takut. Bagaimana jika Victor kembali membohonginya?

Victor mengelus bibir Kiara, dan bertanya, "Kenapa diam, Baby? Apa kau tidak yakin akan apa yang aku ucapkan?"

Kiara menatap Victor, dengan ragu ia bertanya, "Bolehkan aku merasa tidak yakin setelah apa yang kita alami?"

Victor terdiam, lantas mengangguk. Pria itu membawa Kiara duduk di kursi, dengan posisi Kiara berada di pangkuannya.

Tangannya bergerak mengelus wajah cantik Kiara, kedua mata tajamnya menatap sorot indah dan teduh milik Kiara. "Kau boleh tidak yakin dengan ucapanku." Victor tau, dia yang menyebabkan Kiara seperti ini. "Tapi jujur, aku benar-benar serius dengan ucapanku. Baby."

"Mungkin kau tidak bisa langsung yakin, karena aku sendiri yang membuatmu seperti ini. Tapi aku mohon... berikan aku kesempat
arafaq_9

Selamat Membaca ❤ Sehat Selalu 😘 Jangan lupa ulasan, jejak komentar, dan votenya 🙏 terimakasih 😗 ada visual Sarah, Kiara, dan Victor ya di ig arafaq_9/MissAra97

| 12
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Sri Wahyuni
gmn crtanya Sarah bisa Tdr dgn Joshua..psti Sarah hamil cpt kasih tua Joshua Sarah...smga Joshua mau tngung jawab ...
goodnovel comment avatar
Pebyana Rhica
nga sabar tnggu crita nya si Sein......
goodnovel comment avatar
Atut Manto
hmmmm Vitor tahan sampai nikah ...
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   HAMPIR LEPAS KENDALI

    Kiara menggeliat, tubuhnya menggelinjang saat Victor memainkan miliknya di bawah sana. Wanita itu merasa geli, dan nikmat menjadi satu. Rasanya ia juga menginginkan secara lebih, namun ia masih mencoba mempertahankan diri di sisa kesadarannya. Kiara meremas helaian rambut Victor, dan mencoba menjauhkan wanita itu. "Victor... sudah." Victor melirik Kiara, alih-alih berhenti. Victor semakin mempercepat gerakannya, membuat wanita itu menggila. Berpegangan pada sisi wastafel, dengan satu tangannya yang meremas helaian rambut Victor. Gila, memang hanya Victor yang gila. Tak seberapa lama, Kiara mendapatkan pelepasannya. Wanita itu terengah-engah, Victor beranjak berdiri. Ia ingin memulai menu inti. Kiara menahan Victor. "Victor, jangan. Kau yang mengatakan akan melakukannya ketika kita sudah menikah." Victor yang sedang di selimuti gairah lantas tersadar, pria itu memeluk Kiara. "Maaf... maafkan aku yang hampir lepas kendali." Victor meredakan nafasnya yang memburu, ia sad

    Last Updated : 2024-07-21
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   KECURIGAAN KIARA

    Seorang dokter mengarahkan Sarah dan Joshua ke dekat ranjang. "Silahkan berbaring, Nona." Joshua membantu Sarah berbaring di atas ranjang, tak lama kemudian dokter menyingkap kemeja Sarah, dan mengoleskan gel di atas perutnya. Lantas menggerakkan alat di atasnya. "Sepertinya belum ada kantung rahim yang terbentuk di sini, Nona." Dokter tersebut menatap layar monitor, dengan terus menggerakkan alat di atas perut Sarah. Tak seberapa lama, dokter itu menyudahi pemeriksaannya. Ia meminta Sarah, dan Joshua untuk duduk di depannya. "Jadi saya tidak hamil?" Dokter tersebut mengulas senyumnya, ia mengelus lembut punggung tangan Sarah. "Jangan berkecil hati, Nona. Mungkin bisa melakukan program hamil setelah ini, namun yang harus di ingat... Nona tidak boleh terlalu stres, dan banyak pikiran. Untuk makanannya sendiri sebaiknya menghindari junk food, nanti saya juga akan meresepkan obat kesuburan." Sarah terdiam, ia menggelengkan kepalanya. "Tidak, dok. Tapi kenapa saya mual-mual akh

    Last Updated : 2024-07-23
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   KETAKUTAN SARAH

    Victor menghela nafasnya perlahan, ia menatap Joshua, dan Edwin secara bergantian. Lantas menatap Sarah. "Kau sendiri bagaimana, Sarah?" Victor sendiri merasa jika Sarah merasa tidak nyaman. Sarah mendongak, ia menatap Victor, dan menjawab dengan gugup, "S-saya sendiri merasa jika tidak harus di posisi sekretaris, Tuan. Mungkin saya bisa di departemen lain." "Baiklah, kau begitu aku akan meminta Nara menempatkanmu di departemen lain," "Terimakasih, Tuan." Sarah kembali menunduk. Tak lama kemudian, Joshua, dan Edwin sudah keluar. Begitu juga dengan Sarah, wanita itu keluar dari ruangan Victor. Ketika Sarah ingin masuk lift, Joshua menarik pergelangan tangan Sarah. "Mau di anter?" Sarah tersenyum, wanita itu menggeleng. "Tidak perlu, Kak. Aku bisa pulang sendiri." "Yasudah, hati-hati di jalan. Kabari aku jika sudah sampai," kata Joshua, ia melepaskan pegangan tangannya pada pergelangan Sarah. "Jika ada apa-apa hubungi aku juga." Sarah tidak menjawab, wanita itu hanya tersen

    Last Updated : 2024-07-24
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   BI-BIR CANDU

    Victor duduk di kursi kerjanya, ia menatap Joshua. "Ada apa Joshua? Apakah ada sesuatu yang penting?" "Ada, Tuan." Joshua menghela nafasnya kasar, pria itu menatap Victor serius. "Sarah tidak ingin bekerja di bawah naungan Anderson, Tuan. Lebih tepatnya, dia tidak ingin berurusan kembali dengan Tuan Edwin." "Edwin? Apa maksudnya dengan Edwin, Joshua? Apa Edwin membuat masalah dengan Sarah?" Victor menaikkan sebelah alisnya, kalimat Joshua terlalu ambigu untuk ia dengar. "Sebenarnya di katakan membuat masalah pun saya bingung, karena pada saat itu Tuan Edwin mabuk. Tuan Edwin menarik Sarah ke dalam ranjangnya, dan memaksa Sarah untuk tidur dengannya." Victor terkejut, pria itu melebarkan kedua matanya. Jantungnya berdegup dengan kencang. Rahangnya mengeras, dengan tegas Victor berucap, "Katakan dengan jelas, Joshua!" "Dalam pengaruh alkohol, Tuan Edwin memaksa Sarah menghabiskan malam panas bersama. Kejadian itu bertepatan dengan dua hari menghilangnya Nona Kiara, saat terba

    Last Updated : 2024-07-26
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   KENNETH OLIVER ANDERSON & FELIX OLIVER ANDERSON

    Beberapa bulan kemudian, Pagi itu, udara terasa segar memasuki dapur dimana Kiara sedang asyik menyiapkan sarapan. Rambutnya yang tergerai indah, dan wajahnya yang memancarkan kebahagiaan karena sebentar lagi akan menjadi ibu. Tiba-tiba, Victor datang dari belakang dan memeluknya dengan lembut. Lantas berbisik tepat di telinga Kiara, "Semangat pagi, calon Mommy terhebat," Tawa kecil mengalir dari mulut Kiara, "Terimakasih, Daddy." Kiara menaruh spatulanya, dan mematikan kompor. Wanita itu membalikkan badannya, dan mengalungkan kedua tangannya di leher Victor. "Jadi periksa 'kan?" "Jadi, Baby." Victor mendekatkan wajahnya, ia ingin memberikan kecupan pada Kiara. Namun, gerakan itu segera terhenti ketika Kiara menjauh saat merasakan mulas tiba-tiba menjalar di perutnya. Kiara mengerang pelan, tangannya instinktif meraih lengan Victor, dan mencengkramnya erat. "Victor, mulas sekali." Dengan napas yang tersengal-sengal, ia kembali berucap, "Sepertinya aku akan melahirkan, S

    Last Updated : 2024-07-27
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   LAMARAN VICTOR

    Kiara menghela nafasnya perlahan, ia mencoba menenangkan dirinya sendiri. Lantas, Kiara kembali mendekat pada podium. Setelah menikmati hidangan, dan bertemu dengan para kolega. Victor berdiri dari kursinya dan meminta mikrofon kepada pembawa acara. Dia tersenyum sambil menatap semua tamu yang hadir, matanya berhenti sejenak pada Kiara yang berdiri di sisi ruangan. Seiring langkahnya mendekat, sorot matanya penuh kepastian. Victor membuka suaranya dengan tegas, "Terimakasih semua sudah hadir di sini," "Saya memiliki pengumuman penting yang ingin saya sampaikan sebelum kita menutup acara ini." Kiara merasakan detak jantungnya meningkat. Dia tahu ada sesuatu yang besar akan terjadi, tapi tidak tahu pasti apa itu. Victor mengambil tangan Kiara dan membawanya ke tengah panggung. Cahaya sorotan membuat Kiara merasa semua mata tertuju padanya. "Kiara," kata Victor dengan lembut. "Sejak hari pertama kita bertemu, aku tahu bahwa kau adalah orang yang aku inginkan di sisiku. Aku ingi

    Last Updated : 2024-07-28
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   VICTOR NAKAL

    Keesokan harinya, Kiara menggeliat, wanita itu membuka kedua matanya secara perlahan. Bibirnya melengkungkan senyum saat melihat Victor masih terlelap. Wanita itu menempelkan pipi kanannya pada dada bidang Victor, sesekali ia mengecup dada bidang itu. Yang mana membuat Victor terusik, pria itu membuka kedua matanya. Ia terkekeh melihat Kiara. Victor mengelus puncak kepala Kiara, lantas meraih dagu Kiara. Membawa wajah wanita itu mendongak, ia tersenyum saat melihat Kiara juga tersenyum. "Morning, Daddy," "Morning, Mommy." Victor memangut bibir Kiara dengan lembut. "Apa anak-anak bangun?" Kiara menggeleng. "Tidak, mereka lelap sekali." Kiara mengelus dada bidang Victor dengan jemarinya secara abstrak. Victor menggeram, ia menahan tangan Kiara. "Jangan menggodaku, Baby." "Aku tidak menggodamu, Sayang. Kau saja yang selalu tergoda denganku." Kiara mengedipkan sebelah matanya, Victor menaikkan sebelah alisnya. "Oh jadi karena aku yang tergoda sendiri? Kau tidak ikut tergod

    Last Updated : 2024-07-29
  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   WEDDING DAY VICTOR & KIARA

    Satu bulan kemudian, Hari ini matahari bersinar terang, menghangatkan suasana di rumah ibadah Anderson yang dipenuhi dengan kerabat dan teman-teman. Victor mengenakan setelan tuxedo hitam yang sangat elegan, berdiri di altar dengan perasaan berdebar tidak karuan. Pria itu menunggu Kiara, hingga tak lama kemudian musik romantis terdengar, beriringan dengan langkah seorang wanita cantik yang sebentar lagi akan menjadi istrinya. Para tamu undangan berdecak kagum melihat Kiara tampak anggun dalam gaun pengantin putih yang dilapisi renda halus. Setibanya di altar, Victor mengulurkan tangannya pada Kiara. Membawa wanita itu naik ke atas altar, dan berdiri berhadapan di depan Pendeta. Tak lama kemudian, suara Pendeta mulai terdengar. "Maka tibalah saatnya untuk meresmikan perkawinan saudara. Saya persilahkan saudara masing-masing menjawab pertanyaan Saya, Tuan Victor Anderson bersediakah saudara menikah dengan Nona Kiara Giovanna yang hadir di sini dan mencintainya dengan setia seumur hid

    Last Updated : 2024-07-30

Latest chapter

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   AYO BERCINTA LAGI

    Malam hari menyapa penthouse mewah keluarga Anderson dengan langit New York yang berkelip lembut dari balik jendela kaca besar. Kota itu tampak hidup, namun di dalam, kehidupan yang jauh lebih hangat sedang berlangsung—bersama dua bocah laki-laki berusia satu tahun yang menjadi pusat semesta pasangan kuat ini.Di ruang keluarga yang didesain dengan nuansa hangat dan elegan, karpet lembut membentang di atas lantai marmer. Mainan edukatif premium berserakan rapi, dan aroma lembut lavender menyebar dari diffuser di sudut ruangan.“Ken... jangan ganggu Felix, Sayang,” ucap Kiara sambil tersenyum lembut, membetulkan posisi duduk Kenneth yang tengah berusaha merebut boneka singa dari saudara kembarnya.Felix meringis kecil, matanya bulat menatap sang ibu, lalu tiba-tiba menghambur ke arah Victor dengan tangan terentang. “Pa...pa...”Victor yang tengah melepas dasi dan jasnya segera berjongkok, menyambut bocah kecil itu ke dalam pelukannya. “Felix-ku! Sudah belajar manggil Papa, ya?” bisikny

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   TAMPARAN NYONYA ANDERSON

    Cahaya pagi menelusup masuk melalui jendela kaca setinggi langit-langit, menyinari interior elegan ruang rapat utama Anderson Corporation yang berada di jantung kota New York. Lampu gantung kristal berkilau lembut di atas meja konferensi panjang berlapis kayu walnut Italia, dikelilingi pria dan wanita dalam setelan rapi dan penuh kharisma. Victor Anderson duduk di kepala meja, tegap dan tak tergoyahkan dalam balutan jas bespoke berwarna charcoal, kemeja putih bergaris tipis dan dasi sutra biru navy. Wajahnya tak menunjukkan emosi, namun jemarinya yang mengetuk permukaan meja menunjukkan ada yang tak sabar bergolak dalam dirinya. Di layar besar, grafik pertumbuhan pasar ditampilkan dengan presisi. Presentasi tengah berlangsung, namun Victor hanya sesekali meliriknya. “As expected,” ucapnya datar namun menohok, setelah kepala divisi pemasaran selesai memaparkan. “Namun ekspektasi saya bukan hal yang biasa. Saya menginginkan progres, bukan stabilitas semu.” Ruangan hening. Bebera

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   MELIAR DI TAMAN

    Victor mencium Kiara dengan penuh gairah, bibirnya menyapu dengan lembut namun menuntut, membuat wanita itu tenggelam dalam arus hasrat yang menggelora. Tangan besar Victor menelusuri lekuk tubuh Kiara, menariknya semakin dekat hingga dada mereka saling bertemu, seakan ingin menyatu lebih dalam. Kiara menggeliat dalam pelukan Victor, jemarinya menyusuri rambut pria itu, menariknya lebih dekat sementara desahan penuh nikmat meluncur dari bibirnya. Victor menyeringai, menikmati bagaimana istrinya menjadi begitu patuh dalam kungkungannya. "Kau benar-benar menggoda, Baby," gumam Victor dengan suara serak sebelum melumat bibir Kiara lagi, kali ini lebih menuntut, lebih mendominasi. Kiara tersentak, namun tubuhnya segera menyesuaikan, menerima setiap sentuhan Victor dengan penuh hasrat. Dengan satu gerakan kuat, Victor mengangkat Kiara dan mendudukkannya di bangku kayu yang dingin. Gaun rumah yang sederhana dengan mudah tersingkap saat tangan Victor mengelus pahanya, jemarinya meny

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   CIUM AKU, DADDY

    Di sebuah toko bunga mewah yang terletak di sudut jalan kota, Victor berdiri dengan tenang, matanya menelusuri berbagai macam bunga yang tertata indah di dalam vas kaca. Wangi mawar dan lily bercampur lembut di udara, menciptakan suasana yang menenangkan. Tangan Victor yang besar dan kokoh mengambil seikat mawar merah dengan kelopak yang masih segar, lalu menatapnya sejenak. Senyum tipis tersungging di sudut bibirnya saat membayangkan bagaimana ekspresi Kiara ketika menerimanya nanti. Namun, momen itu terganggu oleh suara langkah kaki seseorang yang mendekat. "Victor." Sebuah suara lembut namun tajam bergema di udara. Victor menegang sejenak sebelum menoleh sekilas. Sosok wanita dengan gaun berwarna biru tua berdiri di sana, rambut panjangnya tergerai sempurna, matanya menatap Victor dengan penuh arti. Eleanor. Namun, Victor hanya menoleh sebentar sebelum kembali menatap mawar di tangannya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia melangkah ke kasir. Eleanor memicingkan matanya,

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   ANCAMAN EDWIN

    Keesokan harinya, suasana di sebuah kafe mewah di pusat kota terasa sibuk. Para eksekutif dengan setelan mahal memenuhi ruangan, membahas bisnis mereka dengan serius. Aroma kopi berkualitas tinggi bercampur dengan suara dentingan gelas dan piring, menciptakan harmoni yang khas. Di salah satu sudut ruangan yang lebih privat, Edwin Anderson duduk tegap di kursinya, ekspresi wajahnya tenang dan profesional. Seorang pria paruh baya dengan jas hitam yang rapi duduk di hadapannya, sementara beberapa dokumen terbuka di atas meja. "Mr. Anderson, saya harus mengakui, proposal Anda sangat mengesankan," ucap pria itu sambil melirik berkas yang tersusun rapi. "Namun, kami tetap ingin memastikan bahwa kerja sama ini akan menguntungkan bagi kedua belah pihak. Kami membutuhkan jaminan bahwa distribusi produk ini akan berjalan lancar tanpa kendala logistik." Edwin menyandarkan tubuhnya, menyesap espresso hitamnya sebelum menjawab dengan suara dalam yang tegas, "Anda tidak perlu khawatir, Mr. Col

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   RENCANA ELEANOR & CECIL

    Di sebuah kafe dengan desain klasik nan elegan, dua wanita duduk berhadapan di sudut ruangan yang sedikit tersembunyi. Aroma kopi hitam yang pekat bercampur dengan wangi vanilla dari lilin aroma terapi di setiap meja, menciptakan suasana yang nyaman. Namun, meski suasananya tampak damai, percakapan di meja itu jauh dari kata tenang. Eleanor mengaduk cangkir kopinya dengan pelan, pandangannya lurus ke depan dengan ekspresi yang sulit ditebak. Sementara itu, wanita di hadapannya, Cecil, tersenyum miring sambil memainkan sendok peraknya. "Kau terlihat terlalu serius, Eleanor," ucap Cecil dengan nada santai, tapi sorot matanya menyiratkan sesuatu yang lebih dalam. "Apa kau masih tidak terima kalau Victor sudah menjadi milik wanita lain?" Eleanor tersenyum tipis, tapi matanya berkilat tajam. "Victor bukan 'milik' siapa pun, apalagi wanita biasa seperti Kiara. Aku mengenalnya lebih lama. Aku tahu bagaimana perasaannya yang sebenarnya. Dia hanya… tersesat sejenak." Cecil terkekeh pela

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   SOSOK MASALALU

    Pagi menjelang dengan tenang di mansion keluarga Anderson. Matahari baru saja menyentuh puncak pohon ketika Kiara terbangun dari tidurnya. Tubuhnya masih diselimuti kehangatan Victor, yang lengannya melingkari pinggangnya dengan posesif. Ia tersenyum tipis, membiarkan dirinya menikmati momen itu sebelum akhirnya mencoba beranjak.Namun, begitu ia bergerak, lengan Victor mengencang."Jangan pergi," gumamnya dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.Kiara terkekeh, membelai rambut suaminya. "Anak-anak bisa bangun kapan saja. Aku harus melihat mereka."Victor membuka matanya perlahan, menatapnya dengan pandangan yang selalu berhasil membuat Kiara kehilangan napas. "Biarkan Sofia mengurus mereka sebentar lagi. Aku masih ingin bersamamu."Kiara menggigit bibir, hampir tergoda, tapi suara dentingan piring dari lantai bawah mengingatkannya bahwa hari sudah dimulai. Ia pun mencium pipi Victor singkat sebelum berhasil meloloskan diri dari pelukannya.Saat turun ke ruang makan, aroma kop

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   KABAR BAHAGIA DARI SARAH

    Mansion keluarga Anderson berdiri megah di atas lahan luas, dikelilingi taman berhiaskan mawar putih yang bermekaran. Di halaman belakang, air mancur berlapis marmer memantulkan sinar matahari sore, menciptakan suasana damai yang selalu dirindukan Kiara setelah bepergian jauh. Hari itu, keluarga kecil mereka baru saja kembali dari perjalanan di laut. Kenneth dan Felix tidur nyenyak di kamar bayi, sementara Victor mengawasi mereka dari kursi di sudut ruangan, lengan bersilang di dada. Kiara berdiri di ambang pintu, mengamati suaminya yang tampak begitu tenang. "Kau terlihat seperti penjaga gerbang surga," godanya sambil melangkah masuk. Victor menoleh, seulas senyum tipis di bibirnya. "Jika begitu, berarti kau bidadarinya." Ia menepuk pahanya, memberi isyarat agar Kiara mendekat. Tanpa ragu, Kiara duduk di pangkuannya. Tubuhnya bersandar pada dada bidang Victor, menikmati kehangatan yang selalu membuatnya merasa aman. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Suara deru me

  • GAIRAH CINTA DADDY MERTUA   KITA AKAN BERCINTA LAGI

    Matahari telah naik lebih tinggi, memantulkan kilau keemasan di atas permukaan laut yang tenang. Kiara berbaring terlentang di atas selimut putih, dadanya masih bergerak naik-turun perlahan. Victor memandanginya dengan mata penuh kepuasan, jari-jarinya yang besar dengan lembut mengusap lekuk tulang rusuk sang istri. “Kau masih hidup?” goda Victor, suaranya serak namun penuh kelembutan. Bibirnya menempel di bahu Kiara, mengecap keringat asin yang mengering. Kiara memicingkan mata, tangan mungilnya menampar lembut dada Victor. “Hampir tidak,” jawabnya sambil tertawa ringan. “Kau benar-benar … tidak pernah kehabisan tenaga.” Victor menggeram rendah, mendekapnya erat sebelum bangkit dengan gesit. Tubuh atletisnya terpampang sempurna di bawah sinar matahari. “Ayo kita bersihkan diri,” ujarnya sambil merentangkan tangan. “Sebelum Sofia datang dan melihat kita seperti dua remaja mabuk cinta.” Kiara menggigit bibir, matanya menyapu tubuh Victor dari kepala hingga ujung kaki. “Kau yan

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status