Home / Romansa / Dosenku Calon Suamiku / Pertengkaran Hebat

Share

Pertengkaran Hebat

Author: Atma Anatya
last update Last Updated: 2025-03-31 20:35:00
Lelaki yang umurnya tak jauh dari Azelina menatap ke dalam kelas sang adik. Notifikasi tak kunjung dibalas sang pelaku membuatnya berujung kemari. Dia menatap gemas kala seketika bertatapan dengan seseorang dicari sedari tadi ternyata tengah bersantai. Seakan tak sempat bertatapan, sang gadis lebih dahulu memutuskan kontak mata lelaki lebih tua darinya.

"Woy Dek!" sapa Valko dengan berteriak.

Azelina mengangkat bahu merasa terkejut lalu mengalihkan fokusnya. Dia menatap sang kakak telah duduk di kursi di hadapannya, sembari ujung mata menatap bingung salah satu sahabatnya hanya duduk manis sendirian di belakang kelas. Dia sembari tadi menanti Arci hingga menyusuri tiap lorong universitas, tetapi nyatanya sang sahabat memilih meninggalkannya duduk seorang diri di belakang kelas. Tidak, bukan karena dia ingin mengekang Arci dengan memiliki waktu hanya bersaman, melainkan ekspresi gadis itu sebelum meninggalkannya membuat dia penasaran.

"Zel!"

"Apa sih Bang? Lo ke sini nggak ketemu dosenk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dosenku Calon Suamiku     Mendengar Cerita

    "Loh hari Selasa darimana, Pak? Kok saya nggak sengaja seperti lihat plat nomor mobil Pak Ari di daerah jalan Senopati.""Mencurigakan sekali kamu, Bu. Sampai hafal nomer plat mobil Pak Ari. Jangan-jangan...""Ngaco aja! Saya sudah punya keluarga. Tapi... Kalau Mas Ari berkenan boleh loh."Sang pemilik nama sebatas membisu sibuk memutar-mutar percakapan kala di rumah Azelina. Otaknya kompak mengajak kerjasama hati, mengombang-ambing niat hubungan. Dia jatuh cinta pada gadis muda itu, namun di sisi lain Arion juga cemas dengan nasib Azelina. Bagaimana bila dirinya dipanggil terlebih dahulu?Ya, dia tahu jodoh, umur, keuangan, dan beberapa hal lain tak bisa diprediksi, kecuali Sang Pencipta sendiri karena telah mengaturnya. Bukankah tak seutuhnya salah juga, bila keinginan Arion dan Azelina jungkir balik menyelip di otak? Mereka saling mengharapkan untuk lebih, tetapi juga terdapat keraguan dan ketakut

  • Dosenku Calon Suamiku     Restu atau Tidak?

    Layaknya rambut apabila dicatok makin lurus, atau bagai menyetrika baju makin disetrika semakin lurus. Sepertinya ubin-ubin unit Azelina bisa lurus, karena ulah gadis itu. Ntah sudah berapa kali Azelina menyamar bak orang penghitung kilometer jalan. Agaknya hobi traveling Azelina tengah digunakan, versi dekat dan cepat dengan resah mondar-mandir.Sang kekasih beberapa hari mengabaikan dirinya karena masih kecewa, serta sang kakak tiba-tiba mengirimkan pesan. Valko menyampaikan laporan singkat dari Bibi ART, pada Azelina apabila Arion bermain di rumah saat hari Selasa. Gadis itu menggigiti kuku merasakan keresahan hari Rabu. Beruntunglah kuliah sebatas jam siang saja, sehingga sore hari dia menunggu kepulangan Arion."Baik-baik saja.""Tidak.""Baik-baik saja.""Tidak.""Baik-baik saja.""Tidak."Pria berusia 43 tahun

  • Dosenku Calon Suamiku    Diam-Diam Bertamu

    Notifikasi 2 dari WhatsAppBayuangga Prasetya| Apabila saat ke rumah saya langsung saja temui di ruang kerja saya atau taman belakang. Minta tolonglah pada bibi saja. |Valko A.S| Pak Ari sama Azel? || Pak jangan disempatkan kemari dan cerita pada adek saya. Saya paham bila anda sangat sibuk. Anggap saja Papa kami berbasa-basi. |Arion kembali memasukkan handphone ke saku celananya. Dia memejamkan mata berusaha mengenyahkan perasaan bak lelucon jenaka. Umur tak lagi belasan tahun, pengalaman bukan pertama kali membuat Arion juga geli sendiri pada degup jantungnya. Dia terkekeh menertawakan diri sendiri bukan orang lain.Arion mendongakkan kepala menatap bangunan di hadapannya, sebelum memantapkan hati memberi kejutan dengan kedatangan tiba-tibanya. Dia mengatur pernafasan, agar tak begitu terlihat gugup."Maaf, Pak. Mencari siapa, ya? Apakah sudah memiliki j

  • Dosenku Calon Suamiku    Tak Memberi Tahu

    Bukan bencana alam yang melanda, melainkan kebisuan kembali melanda hubungan duo A. Yaps, Azelina dan Arion kembali menjalin hubungan bak kedua orang asing. Tak ada kontak lisan, maupun netra atau tangan terjalin. Tak renggang dan tak berakhir begitulah situasi judul saat ini.Percakapan terakhir mereka lakukan sebatas kemarin Sabtu tepatnya kala bertengkar. Menurut Azelina dia sudah cukup merenung karena prinsipnya : Terlalu lama merenungkan hal apabila sebatas diam ditempat tanpa perubahan, maka adalah menyiakan waktu semata. Ditambah hari Jumat serta Sabtu tak bisa seutuhnya berduaan dengan harmonis. Hari Minggu yang sunyi nan dingin, walau raga berada di lokasi bertetangga.Rindu membuat Azelina membongkar total otaknya. Apakah Arion juga tak rindu? Apakah prianya sibuk? Padahal dia hendak mengatakan suatu hal mengenai niat hati mengenai program cepat semester, serta hal panjang mengenai hubungan keduanya."Sakit lo?

  • Dosenku Calon Suamiku    Kekerasan Pertama Kali

    Rasa panik semalam membuat kewarasan hilang sejenak. Dia yang tak biasa kasar pada perempuan, seketika mau tak mau harus berlaku demikian. Beruntunglah gadisnya tak sadarkan diri sehingga hanya dia menanggung malu. Menggendong gadisnya yang mengigau bak karung beras.Gairah masih normal membuat dia hampir gila semalam sejujurnya. Arion hampir saja merusak Azelina, namun dia memilih kembali ke unit sejenak dengan mandi air dingin. Air yang dingin seketika ikut mendinginkan emosi dan gairah, walaumemang tulang-tulangnya terasa nyeri. Ditambah dia tidak tidur di unit apartemennya.Tak ingin termakan akal sehat yang menghipnotis nafsu untuk merasuki tiap sudut alam bawah sadar, membuat Arion menjadikan ruang tamu gadisnya sebagai kamar sementara. Arion merenggangkan tubuh terasa nyeri. Kantong mata pun terbit pada wajah tampan pria itu. Tertidur tetapi tak tidur, pernahkah kalian juga merasakan seperti Arion?"Ze

  • Dosenku Calon Suamiku    Acara Di Bar

    Grup chat tak henti-henti diisi ramainya diskusi mengenai kepastian acara malam nanti. Sekitar pukul delapan malam, asisten dosen mengundang seluruh kelas Azelina untuk menuju ke bar. Katanya sih untuk perayaan penyambutan Robert. Semula para mahasiswa tak minat, karena budaya mereka tidaklah seperti orang luar. Ya, walau tempat tinggal mereka beberapa diisi orang luar negeri juga.W******p grupFakultas Management C+62 822 6156 3013| Guys, ini nanti jadinya jam berapa?+62 822 1665 0331| Udah tanya Mr. Robert?+62 822 3103 6516| Mr-Mr kayak judul lagu aja. | Panggil Pak aja nggak sih? Toh, beliau juga di Indonesia bukan luar. +62 813 0642 0652| Iya, kita darah lokal bukan luar berasa anak bule.+62 813 6024 6025| Pada belum tanya, ya?+62 813 2560 2460| Eh iya, gue lupa masukin grup Pak Richard.| Kita buat grup baru yang isinya ada Pak Richard gimana? Yang ini biarin ada Pak Arion. Pak Ari-Arion off | Kalian keluarkan saya dari grup saja juga tak masalah kok anak-anak +62

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status