LOGINTirta tersenyum semringah sehingga membuat Wadley kesal setengah mati. Sebagai pria yang sudah menikmati banyak wanita, tentu saja Wadley tahu Tirta berniat jahat.Tirta mengatakan dia ingin memeriksa kesehatan gigi dewi. Mungkin dia akan melepaskan celananya jika Wadley tidak berada di sini.Padahal dewi ini sangat dihormati Keluarga Randolph. Mereka sudah menemukan dewi bersayap enam sejak ratusan tahun yang lalu. Jika kabar tentang dewi ini disebar, dunia pasti gempar! Namun, Tirta malah melecehkan dewi ini.Wadley terus menghela napas dan urat di dahinya menonjol. Dia yang biasanya memiliki banyak trik licik tidak bisa berpikir jernih sekarang.Wadley menegaskan, "Sebaiknya Pak Tirta berhenti bercanda. Kalau nggak, kita nggak usah bernegosiasi lagi!"Tirta tertawa senang, lalu menanggapi, "Aduh, jelas-jelas Pak Wadley yang suruh aku melihatnya dengan saksama. Kenapa sekarang kamu marah?"Wadley yang terbawa emosi berteriak, "Memang aku yang suruh kamu lihat. Tapi, aku nggak suruh k
Bahkan Wadley memperhatikan selain terlihat antusias dan mesum, Tirta sama sekali tidak menunjukkan rasa hormat dan takjub terhadap dewi. Ini benar-benar tidak normal!Kemungkinan Tirta tidak bereaksi sedikit pun karena tidak ketakutan saat memasuki pintu kedua. Begitu memikirkan hal ini, Wadley bertanya, "Apa Pak Tirta mengira aku menyuruh orang untuk menyamar menjadi dewi?"Tentu saja Tirta tidak akan mengatakan dia sudah menaklukkan dewi bersayap enam. Dia menjebak Wadley kembali dengan menyahut, "Um ... kelihatannya nggak berbeda dengan manusia, sangat cantik. Hanya saja, dia nggak bisa bergerak. Jadi, aku memang mengira kalian menyuruh orang menyamar."Wadley tertawa, lalu menimpali, "Kelihatannya Pak Tirta masih nggak percaya. Kalau begitu, coba Pak Tirta lihat lebih dekat enam sayap putih ini tumbuh secara alami. Nggak mungkin ada wanita yang punya sayap di negara mana pun."Wadley berpikir kemungkinan gambaran dewi akan muncul di benak Tirta setelah dia mendekati dewi bersayap
Saat kesadaran spiritual dewi bersayap enam dibelenggu, Luvia merasakan kekuatan yang mengerikan itu menghilang. Jadi, dia menebak Tirta pasti melakukan sesuatu atau senior di dalam tubuh Tirta yang turun tangan.Luvia langsung melepaskan kesadaran spiritual untuk mengamati kondisi Tirta. Dia melihat Tirta sedang berdiri di tempat sambil tersenyum cabul. Sementara itu, Wadley menunggu di samping dengan ekspresi bingung.Luvia tidak tahu apa yang dialami Tirta, jadi dia terus menunggu. Saat Linda bertanya sambil menangis, Luvia pun membagi sedikit kesadaran spiritual dan memasukkannya ke benak Linda.Seketika Linda juga melihat apa yang terjadi pada Tirta sekarang. Dia yang merasa tenang bertanya dengan ekspresi bingung, "Guru ... memang baik-baik saja. Tapi ... kenapa dia terus tersenyum cabul?"Selain itu, Linda merasa sepertinya Tirta baru tersenyum seperti ini saat berhadapan dengan wanita cantik. Namun, di samping Tirta hanya ada pria tua. Sama sekali tidak ada wanita.Luvia berkat
Apalagi sekarang, Tirta terus menyeringai. Air liurnya juga terus menetes. Tirta terlihat sangat menikmati momen ini.Wadley kebingungan. Dia tidak menyangka sekarang Tirta sedang memberi pelajaran kepada dewi yang sangat dihormatinya.Wadley membatin, 'Apa yang terjadi? Nggak ada anggota Keluarga Randolph yang menunjukkan ekspresi ini. Coba tunggu lagi ... mungkin sebentar lagi Tirta akan kembali normal.'Wadley yang tidak menemukan alasannya hanya bisa terus menunggu. Siapa sangka, dia malah menunggu sekitar satu jam lebih. Ekspresi mesum Tirta terlihat makin jelas dan dia terus tersenyum puas.Wadley kehilangan kesabarannya, bahkan dia juga takut terjadi sesuatu. Wadley yang sudah tidak tahan mulai memanggil Tirta, "Pak Tirta ...."Tirta sama sekali tidak menyahut. Wadley yang makin cemas lanjut memanggil, "Pak Tirta ...."Tirta juga mendengar suara Wadley di benaknya. Sebenarnya dia masih ingin lanjut memberi pelajaran kepada dewi bersayap enam, tetapi akhirnya dia mengurungkan nia
Gambaran yang tiba-tiba muncul di benak Tirta ini bukan ilusi, tetapi dibentuk oleh kesadaran spiritual dewi itu. Jadi, serangan dewi itu tidak boleh diremehkan.Ide yang ditemukan Tirta juga sangat berani. Dia ingin mengerahkan kertas emas di dalam tubuhnya untuk mencoba menundukkan dewi itu.Bagaimanapun, kertas emas itu tidak sederhana. Catatan teknik pertama ras manusia sejak zaman kuno tertulis di kertas emas itu.Selain itu, kertas emas berada di pusat energi Tirta dan menguasai tempat di bagian tengah. Bahkan kertas emas bisa menyingkirkan Mutiara Naga.Jika gagal, Tirta masih disokong Genta. Jadi, dia tidak perlu takut.Tirta memfokuskan pikirannya dan cahaya emas yang dikerahkan dewi itu masih terus membesar. Tirta memindahkan kertas emas ke benaknya dengan pikirannya.'Semoga berefek,' batin Tirta. Kemudian, kertas emas yang melayang di benak memancarkan cahaya emas yang menyilaukan bak cahaya matahari.Cahaya kertas emas langsung menghancurkan serangan dewi itu, seperti tump
Saat pintu kedua terbuka, Luvia juga merasa tertekan sehingga dia merasa tidak nyaman. Dia membatin, 'Setidaknya itu kultivator tingkat pembentukan jiwa, makanya bisa memancarkan kekuatan yang begitu mengerikan .... Mungkin itu kultivator di atas tingkat pembentukan jiwa tahap ketujuh. Nggak disangka, ternyata ada sosok sehebat itu di ruang bawah tanah kastel ini!'Ekspresi Luvia memang berubah, tetapi dia tidak terlalu mengkhawatirkan Tirta. Bagaimanapun, Luvia tahu senjata andalan Tirta.Hanya saja, kekuatan itu terlalu mengerikan. Jadi, Luvia terpaksa menarik kesadaran spiritualnya. Dia tidak bisa lanjut mengamati semua yang dialami Tirta.Namun, Linda tidak mengetahui semua ini. Dia yang khawatir bertanya, "Kak Luvia, kenapa ekspresimu begitu tegang? Jangan-jangan kamu membohongiku?"Athena juga menimpali dengan perasaan gelisah, "Kak Luvia, apa Wadley menyerang Pak Tirta? Bagaimana kalau kita sama-sama bantu Pak Tirta?"Elizabeth dan Adeline juga mengatakan ingin sama-sama menyela







