Death To The Alpha

Death To The Alpha

last updateLast Updated : 2022-08-30
By:  MiriGoogagCompleted
Language: English
goodnovel16goodnovel
10
13 ratings. 13 reviews
71Chapters
19.1Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

From Alpha’s daughter to slave. Even the mighty must fall, but Ivy isn’t the type to cower. No, she is the type you never see coming. With Enzo at her side and her tenacious heart, Ivy is thrust into a world that wasn’t meant for her. Enzo worries it’s all too much for Ivy, but there is a storm brewing in Ivy’s heart. One that is fueled by rage and vengeance as they grow closer to their prey.  Ivy will stop at nothing to finish her mission, including seducing the Alpha of the Silvermoon pack. Much to Enzo’s dismay, Ivy enslaves herself to the pack and catches the attention of the Alpha, but he isn’t what he seems and suddenly Ivy is battling on more than one front. One for her heart and one for her vengeance-seeking soul. But what happens when the lines begin to blur and even Enzo can’t pull her out?

View More

Chapter 1

Chapter 1: Setting the stage

“Kita putus.”

Maira diam terpaku menatap sosok pria yang sedang berdiri menatapnya. Entah berapa puluh kali dia meminta putus dengan berbagai alasan dan kini terulang lagi.

“Kenapa lagi?” tanya Maira berusaha tetap tenang.

“Aku bosan,” jawabnya enteng.

“Hanya itu?” desaknya. Pria itu hanya mengedikkan kedua bahunya seolah menganggap semuanya itu mudah baginya.

Wanita cantik bermata coklat itu pun menyeka rambutnya dan mulai frustasi. “Kenapa kamu mudah sekali mengatakan kata putus. Hanya karena bosan kamu membuangku?”

“Iya, aku bosan memiliki hubungan dengan wanita yang kekanak-kanakan.”

“Apa?” wanita itu pun berdecak tak percaya. “Kekanakan ... yang benar saja selama ini aku yang mengimbangi sikap egoismu itu. Aku yang selalu meminta maaf lebih dulu padahal kamu yang salah.”

“Lihat kamu mengungkit semuanya. Apa kamu pikir aku bisa bertahan dengan wanita yang selalu mengoceh hanya karena hal-hal kecil. Kamu selalu marah kalau aku telat mengabari dan aku benci selalu mengikuti kemanapun kamu pergi. Wanita dewasa tak seperti itu Maira. Aku benar-benar sudah lelah dengan sikapmu itu jadi, kita putus saja.” Setelah mengatakan itu Nathan pun beranjak pergi meninggalkan Maira.

“Tunggu, Nathan Arkana Prasetyo.” Langkahnya terhenti lalu berbalik. Sesaat keduanya saling bertatapan. “Setelah ini jangan pernah membujukku untuk kembali lagi.”

“Nggak akan, aku pastikan ini yang terakhir dan aku nggak akan pernah menemuimu lagi.”

Setelah mengatakan itu pria itu pun pergi. Maira hanya bisa diam memandangi punggung kekasihnya yang semakin lama menghilang. Baginya keputusan sepihak ini cukup membuatnya sakit hati, tanpa sebab dia di campakan begitu saja.

“Sial, dia benar-benar pergi.”

Dengan kasar Maira menyeka air matanya sambil mengejar pujaan hatinya. Sekuat tenaga dia berlari ke basement, tapi sayangnya Nathan sudah masuk ke dalam mobil.

“Nathan, TUNGGU!”

Tepat saat mobil Nathan berjalan melewatinya, Maira pun sengaja merentangkan tangannya mencoba menghalangi.

“KELUAR … Aku bilang KELUAR!”

Maira memukul kap mobil dengan kencang seolah meluapkan kekesalannya.

Nathan pun keluar dari dalam mobil menghampiri Maira. “Nggak perlu berteriak!” hardik Nathan.

“Beri aku alasan kenapa kamu memutuskan hubungan kita begitu saja?"

"Nggak bisakah kamu bersikap dewasa Maira, aku sudah muak dengan hubungan kita. Hubungan ini sudah berakhir jadi berhentilah seolah kamu yang paling tersakiti.”

“Apa? Dengar Nathan kalau kamu memutuskan aku karena hal lain mungkin aku bisa terima, tapi kamu memutuskan hubungan kita disaat semuanya baik-baik saja."

“Cukup Maira! Aku sudah bosan dengan hubungan kita, lagi pula usiaku sudah nggak muda lagi aku nggak mau bermain-main denganmu.”

“Bermain-main, apa kamu pikir selama ini hubungan kita hanya main-main?”

“Iya, karena kamu tak pantas untuk dijadikan istri."

"Istri ... bukannya kamu yang selalu mengalihkan pembicaraan saat kita membahas pernikahan?"

"Karena aku nggak mau menikah sama wanita sepertimu!"

Suara tamparan terdengar begitu nyaring hingga membuat tangan Maira terasa kebas.

“Brengsek, setelah apa yang aku lakukan untukmu, kamu membuangku begitu saja? Aku bersumpah kamu tak akan pernah bahagia dengan wanita manapun.”

Tangan Maira terkepal dengan kuat. Setelah meluapkan emosinya Maira pun kembali masuk ke dalam apartemen tanpa menoleh sedikitpun.

Sementara itu, Nathan masih diam berdiri di depan mobilnya seolah menenangkan pikirannya.

***

Maira Catrina Mawardi terlahir sebagai anak tunggal dari keluarga Mawardi. Namun, sejak ibunya meninggal dan papanya menikah dengan wanita yang usianya tak beda jauh dengannya, Maira pun memilih kabur ke Singapura karena tak setuju dengan keputusan papanya itu.

Namun, disinilah Maira sekarang, berdiri menatap rumah yang belum pernah dia datangi setelah ibu tirinya itu mengabari bahwa sang ayah kecelakaan.

Meski awalnya enggan, akhirnya Maira memilih kembali ke Indonesia dan meninggalkan pekerjaan serta mimpinya di negeri orang.

“Maira.” Suara wanita terdengar memanggil namanya.

Dia pun berbalik, betapa terkejutnya Maira saat mendapati Mila yang tak lain ibu tirinya sedang berjalan ke arahnya.

“Sial,” desisnya.

“Terima kasih kamu sudah datang. Ayo masuk, Papamu ada di dalam.”

Dengan kasar Maira menepis tangan wanita itu lalu masuk ke dalam rumah untuk menemui Papanya. Namun, keadaannya tak seperti yang dia bayangkan.

“Kamu datang Maira, Papa sangat merindukanmu, Nak!” Pria paruh baya itu pun berlari ke hadapan Maira lalu memeluknya dengan erat.

“Sepertinya kecelakaan itu hanya omong kosong belaka,” tutur Maira enggan membalas pelukan pria itu.

Perlahan pria itu pun melepaskan pelukannya. “Papa benar-benar kecelakaan, tapi hanya luka ringan. Kenapa, apa kamu menyesal sudah datang ke sini?”

Maira hanya berdecak lalu menepis tangan Toni Mawardi yang tak lain papanya itu.

“Ehm, Papa memintamu datang karena Papa rindu sama kamu Maira. Apa Papa harus mati dulu agar kamu pulang menemui Papa?”

Maira menghela napasnya, jujur sebenarnya dia sangat merindukan papanya. Namun, Maira harus menahan rasa itu karena tak suka dengan ibu tirinya.

"Karena Papa baik-baik saja, sebaiknya aku pulang."

“Tunggu dulu, ada yang ingin Papa bicarakan. Ikut Papa!”

Maira pun berjalan mengikuti langkah Toni ke ruang kerjanya.

"Tutup pintunya, Papa ingin bicara empat mata denganmu."

Maira pun menurut lalu menghampiri meja kerja Toni. Di atas meja sudah ada berkas yang di simpan di sana.

“Papa sudah mengalihkan semua saham atas nama kamu, jadi tetaplah disini dan urus semua perusahaan Papa. Untuk itu Papa ingin kamu belajar berbisnis dengan Om-mu.”

Maira mengerutkan dahinya selama ini dia tak memiliki Om karena Papanya anak tunggal sama seperti dirinya, bahkan almarhum ibunya pun tak memiliki saudara.

“Om?”

“Iya, dia adik Mama Mila.”

Argh sial, mendengar namanya disebut membuat Maira kesal. “Nggak usah, aku bisa sendiri.”

“Kalau kamu nggak mau terpaksa Papa akan mengalihkan perusahaan atas nama Mamamu.”

“Ap-apa? Yang benar saja, hanya masalah sepele seperti ini Papa ingin mengganti namaku dengan nama rubah betina itu!”

“Suuuttt ... pelankan suaramu, dia bukan rubah betina tapi MAMA barumu. Pikirkan baik-baik, Papa yakin kamu akan setuju dengan keputusan Papa,” ucap Toni seolah mengerti apa yang ada di pikiran Maira.

Toni yakin putrinya tak akan setuju jika semua aset miliknya atas nama istri barunya.

“Oh ya, hari ini Om-mu akan datang atau mungkin dia sudah datang,” sambungnya melihat jam tangan.

“Secepat ini?” tanya Maira terkejut.

“Iya, Papa sudah mengatur pertemuan kalian. Bukankah lebih cepat lebih baik agar kamu segera mengurus perusahaan ini.”

"Pah, aku—"

Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian keduanya. "Permisi Sayang.” Wajah Mila menyembul dari celah pintu. “Nathan sudah datang."

Nathan, mendengar namanya sedikit membuat Maira tertegun sesaat

"Baiklah, aku segera turun." Mata Toni kini beralih ke Maira. "Ayo, turun."

Mau tidak mau dia harus mengikuti kemauan papanya dari pada kehilangan segalanya.

"Bersikap baiklah, Papa tak mau namamu jelek di depan keluarga Mila."

Maira hanya diam tak peduli dengan ucapan Toni karena selama ini dia membenci ibu tirinya itu.

"Selamat datang Nathan."

Langkah Maira terhenti, matanya pun fokus ke sosok yang tak asing baginya. "Nathan?"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviewsMore

DandyMe
DandyMe
Great read!
2024-11-03 15:19:18
0
0
marianyren78
marianyren78
Couldn’t stop reading
2024-03-31 05:25:13
1
0
Red Devil
Red Devil
Love it! As always with your books.
2024-01-24 03:57:07
1
1
KLH
KLH
Holy crap.. this was absolutely amazing!!Definitely some tough parts throughout to read, but man was it well written, flowed well, and had amazing character progression. It’s a slow burn, but it’s so worth it! This author is becoming one of my favorites! Author - absolutely amazing job!! :)
2024-01-23 02:30:46
3
1
Jamie
Jamie
this book was a little darker than the other ones I've read of this author but it was still great! I really enjoyed reading about Ivy and seeing her mature!
2023-11-05 09:34:16
1
1
71 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status