Home / Romansa / Cinta posesif sang CEO / Bab 17 Undangan Nyonya Averie

Share

Bab 17 Undangan Nyonya Averie

Author: luscie
last update Last Updated: 2025-03-06 06:04:23
Jonathan memutuskan untuk mempercepat acara menginap. Malam itu ia mengajak Emily pulang.

“Aku akan mengantarmu pulang,”ujar Jonathan singkat saat mereka berdua telah berada di dalam mobil.

“Kau tak perlu mengkhawatirkanku. Aku baik-baik saja.”Emily berpaling ke arah Jonathan di sampingnya. “Bukankah acara malam ini penting untuk keluarga besarmu?”

“Yang terpenting keselamatanmu, Em. Aku tak tahu lagi cara menemukan pelakunya. Apa kau tidak ingat apapun saat kejadian itu?”

Emily mencoba mengingat sesuatu. “Maaf, saat itu aku panik, aku tidak ingat apapun.”

“Tak apa, kita pulang sekarang.”

Keduanya berkendara pulang. Sibuk dengan pikiran masing-masing.

Akhir tahun di Weston Corp. Kesibukan dimulai di awal bulan Desember. Mulai dari audit internal hingga persiapan libur Natal dan tahun baru. Padatnya jadwal meeting Jonathan dengan seluruh divisi membuatnya jarang bertemu Emily. Hanya menyempatkan mengirim pesan pesan singkat.

“Kamu lembur lagi malam ini?”Jonathan mengiri
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 18 Selamat datang di Manchester

    Emily tiba di Manchester International Airport sore hari. Jonathan harus menyelesaikan urusan pekerjaan meski di hari libur. Pria itu akan menyusul segera, hanya itu yang bisa diucapkannya tanpa janji pasti kapan. Emily telah berada di terminal kedatangan setelah melalui pemeriksaan imigrasi. Dari kejauhan tampak Averie melambaikan tangan memanggilnya. Emily menyeret koper berjalan menghampiri. “Sayang, apa kabar?”sapa Averie ramah. Ia memeluk Emily erat, meminta sopir pribadinya membawakan koper milik Emily. “Baik, ma.”Emily mencium kedua pipi wanita paruh baya itu. “Kamu pasti sangat lelah, ayo kita pergi.” Sepanjang perjalanan, Averia bercerita dengan riang tentang kampung halamannya. Hingga setengah jam kemudian keduanya tiba di Queens Road, Oldham, kediaman Averie. Rumah yang cukup besar dengan nuansa klasik khas British. Dindingnya dihiasi bata expose. Tampak hangat meski cuaca di Manchester hampir sedingin es. Emily merapatkan mantelnya saat telah berada di luar mo

    Last Updated : 2025-03-06
  • Cinta posesif sang CEO   Bab 19 Kejadian di Pub

    "Aku sangat merindukanmu, Em.”Jonathan memeluk Emily erat. Emily ingin mengatakan hal yang sama. Hampir sebulan mereka tidak bertemu karena kesibukan kantor yang luar biasa. Hanya sempat berkirim pesan. Jonathan melepas pelukan. Nafasnya sedikit tersengal dan matanya berkabut. Dengan gerakan cepat ia mencium bibir Emily, sedikit bernafsu dan buru-buru. Emily tidak menolak. Ia juga ingin menyentuh pria itu sebanyak mungkin. Jonathan melepas mantelnya. Ia mendorong Emily hingga tubuh wanita itu menempel di dinding. Jonathan tak melepas pagutan bibirnya hingga Emily mendorongnya lembut. “Aku tak bisa bernafas.”Emily tersengal. Jonathan tersenyum. Ia menatap Emily lekat. Meraih wajah wanita itu dan mencium dengan lembut setiap jengkal wajah Emily. Dada Emily berdesir. Apalagi saat Jonathan mencium lembut bibirnya. “Aku sudah membayangkan hal ini, Em, mencium setiap inci tubuhmu,”ucapnya dengan suara serak di antara ciumannya. Emily merasa tubuh bagian bawahnya berdenyut meres

    Last Updated : 2025-03-07
  • Cinta posesif sang CEO   Bab 20 Aku seorang janda

    "Apa yang terjadi Jonathan? " tanya Emily panik. Jonathan tak bereaksi. Sepertinya ia memiliki firasat akan terjadi sesuatu yang buruk dan Ia tak ingin meninggalkan Emily sendirian. "Jangan khawatir, Em. Kita tunggu di sini. " Lima menit kemudian terjadi kekacauan. Tampaknya ada perkelahian di lorong menuju toilet. Brian berlari menuju meja mereka. “Jonathan, kau harus membantu Andrew.” Jonathan bangkit berdiri. “Kau tunggu disini, Em.” Andrew tampak kewalahan melawan 3 orang di depannya. “Hei, hentikan. Kalian mabuk!”Teriak Jonathan berusaha melerai. Tapi tampaknya seorang diantara mereka yang mabuk berat tak mempedulikan. Ia merangsek maju dengan beringas. Tapi dengan keahlian bela diri yang dimiliki Jonathan apalagi dalam keadaan sadar, Jonathan berhasil menangkis beberapa pukulan yang diarahkan dengan ngawur. Dua yang lain tak mau ketinggalan melihat temannya gagal memukul Jonathan. Ketiganya dengan brutal menyerang. “Hei, hentikan!”teriak Jonathan pada akhirnya b

    Last Updated : 2025-03-07
  • Cinta posesif sang CEO   Bab 21 Pesta dan pesta

    Averie bersungguh sungguh dengan pestanya kali ini. Meski terkesan sederhana dan diadakan di rumah, Averie telah memesan catering untuk memenuhi meja dengan penuh makanan. Sore itu kerabat dekatnya mulai berdatangan. Averie tampak bahagia memperkenalkan Emily sebagai kekasih putra tertuanya. “Halo semua, “seru Averie meminta perhatian kerabatnya yang berkumpul di ruang tamu dan sebagian di ruang tengah. “Aku ingin memperkenalkan kekasih Jonathan, namanya Emily. “ Averie tampak berseri-seri. Ia terlihat sangat bahagia berdiri di samping Emily dan Jonathan. Riuh suara bersorak sorai. "Kuharap akan ada pernikahan takkan lama lagi, " ucap Averie lagi. Wajah Emily memerah sementara Jonathan hanya tersenyum menatapnya. "Bukankah ini sangat berlebihan, Jonathan? " bisik Emily kikuk. "Tenang, Em. Sebentar lagi kita pergi dari sini. " Pesta sudah berlangsung hampir 30 menit. Jonathan memperhatikan jam tangan. “Mama, aku harus pergi, aku ada janji dengan teman-temanku.”

    Last Updated : 2025-03-10
  • Cinta posesif sang CEO   Bab 22 Perayaan Tahun Baru

    Emily sedikit ceria di pagi harinya. Pun saat Jonathan mengajak Emily menikmati pergantian tahun di apartemen Brian. Emily tampak seperti biasa. Mereka tiba di apartemen Brian pukul 7 malam. Hadir juga Paul, Andrew, Zichen dan kekasihnya. “Apakah kalian ingin memesan sesuatu?”tanya Brian melambaikan ponselnya dari arah dapur. Ia tidak memiliki persiapan untuk acara tahun baru. Hanya ada beberapa minuman kaleng dan bahan pokok makanan yang belum dimasak. “Terlalu lama, Brian. Aku sudah lapar,”keluh Zichen. Di malam pergantian tahun seperti ini biasanya akan lama memperoleh makanan yang bisa diantar lewat aplikasi makanan. “Apa kau punya sesuatu untuk dimasak?’ “Tentu. Kau mau memasak?”Brian mengeluarkan semua bahan makanan dari dalam lemari es. Zichen menggaruk kepala. “Aku tak pernah memasak dengan bahan seperti ini, apa kau bisa, Sayang?”tanya Zichen pada kekasihnya. Jade, wanita berdarah campuran Inggris Asia, tertawa. “Sejak kapan aku bisa masak, Zichen?” Apartemen Ziche

    Last Updated : 2025-03-10
  • Cinta posesif sang CEO   Bab 23 Meminta restu

    Emily memasukkan pakaian terakhir ke dalam koper. Hari ini waktunya kembali pulang. Beberapa hari ke depan rutinitas pekerjaaan sudah harus dijalaninya kembali. “Aku pamit pulang. Terima kasih banyak atas semuanya.”Emily mencium pipi Averie dan Samantha. “Sayang, kamu harus menjadwalkan lagi untuk menginap di rumah kami.”Averie memeluk Emily. Sejak kematian William Walker, Averie memutuskan untuk tinggal di Manchester. Hanya sesekali ia berkunjung ke Manhattan. “Tentu, ma.” “Hati-hati di jalan.”Ganti Samantha sekarang memeluk Emily. “Baiklah, kami berangkat dulu.”Jonathan menyeret koper Emily. Ia sendiri hanya membawa ransel ukuran besar di pundaknya. Sopir pribadi Averie memasukkan koper dan ransel ke dalam bagasi. Penerbangan dari Manchester ke New York membutuhkan waktu sekitar 9 jam, setelah itu mereka melanjutkan perjalanan menuju Manhattan. Simon sudah bersiap di pintu kedatangan bandara International JFK. “Terima kasih, Simon,”ucap Emily saat Simon membuka pint

    Last Updated : 2025-03-10
  • Cinta posesif sang CEO   Bab 24 Proyek penginapan

    Tepat sebulan kemudian. Andrew tiba di bandara International JFK siang hari. Ia bersama 3 orang staff yang akan membantu dalam survey Lokasi, persiapan dokumen jual beli dan renovasi tempat penginapan. Di pintu kedatangan tampak Simon membawa tulisan cukup besar bertuliskan Andrew Lane. Ia berbaris rapi di antara para penjemput lainnya. Andrew berjalan mendekat. “Kamu pasti, Simon.” Simon mengangguk memberi hormat. “Benar, Sir. Silakan ikut saya.” Keempatnya berjalan bergegas mengikuti Simon ke tempat parkir mobil. “Mr Jonathan menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa ikut menjemput.” “Tidak mengapa, aku tahu dia sibuk.”Andrew mengambil ponsel dan mengirim pesan kepada Jonathan jika dirinya telah bertemu Simon dan dalam perjalanan menuju hotel. Andrew menolak undangan Jonathan untuk menginap di apartemennya karena ia datang tidak sendiri. Esok harinya Jonathan dan Andrew bertemu dengan broker real estate yang akan membawa mereka ke beberapa lokasi property. P

    Last Updated : 2025-03-13
  • Cinta posesif sang CEO   Bab 25 Tentang Andrew

    Andrew adalah pria Inggris berdarah Irlandia. Ayah ibunya sama sama pebisnis. Ayahnya memiliki jaringan bisnis property yang menggurita di Inggris Raya sedangkan sang Ibu memiliki brand fashion terkenal yang berpusat di London. Andrew merupakan sulung dari 3 bersaudara. Dia mewarisi bisnis property sang ayah sedangkan 2 adik perempuannya tak tertarik dengan dunia bisnis samasekali. Adik keduanya, Alice adalah seorang dokter obgyn dan Brianna masih kuliah. Tampak dari luar Andrew pria normal dengan banyak kekasih. Tapi sebenarnya, di balik itu Andrew memiliki kecenderungan seks yang di luar kebiasaan. Andrew menyukai gaya hubungan BDSM (Bondage, Dominance, Sadism and Masochism) dan dia adalah seorang Dominan. Andrew menyukai perannya sebagai seorang dominan, dimana ia memiliki kekuasaan penuh selama kegiatan intim. Tidak banyak yang tahu mengenai kebiasaan Andrew yang rapi dan tersembunyi. Jonathan salah satu orang yang mengetahuinya. Meski tanpa sengaja. Malam itu Jonathan hendak m

    Last Updated : 2025-03-14

Latest chapter

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 38 Obat perangsang

    Warning 21+ Seperti janjinya kepada Kai, hari Sabtu berikutnya Jonathan mengajak Kai menuju New York's Catskill Mountains. Tempat hiking dengan pesona alam yang memungkinkan keduanya untuk hiking dan kemah dari sabtu sore hingga Minggu. Meski tak banyak yang dibicarakan saat keduanya bersama tapi bagi Jonathan itu merupakan awal yang bagus karena Kai sudah mau ikut melakukan perjalanan alam dengannya. Jonathan berencana untuk melakukan hal serupa sebulan kemudian dengan tempat yang berbeda. Rabu malam waktu setempat. Jonathan menjamu salah satu klien di Manhatta, sebuah resto sekaligus pub. Di akhir pertemuan, Jonathan ikut mengantar rombongan ke pintu keluar saat dilihatnya Anna memasuki resto. Sepertinya nampak tak sengaja, padahal tanpa Jonathan sadari, Anna telah menyewa orang untuk mengikuti setiap gerak Jonathan untuk memastikan dirinya bisa berdua dengan lelaki itu. Dan sepertinya malam ini Jonathan tak bisa menolak permintaannya. "Hai, akhirnya aku berkesempatan mentra

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 37 Ternyata Kai

    Jonathan bergegas pulang setelah mendapat telepon dari Simon. Ia menghampiri Emily yang tidur berbaring di ranjang. “Sayang, kau tak apa-apa?”Jonathan tampak cemas. Emily bergerak duduk saat Jonathan berjalan mendekat dan memeluknya. “Aku tidak apa-apa,”jawab Emily singkat. Jonathan melepas pelukan dan meneliti wajah Emily. “Sebaiknya kita ke rumah sakit.” “Tidak Jonathan. Aku sungguh baik-baik saja.” Jonathan menghela nafas. “Aku benar-benar penasaran siapa orang brengsek yang berani mengganggumu?” Emily diam. Ia tampak merenung. Apakah ia harus mengatakan apa yang telah dilihatnya tadi? “Aku tidak yakin.” “Apa maksudmu?” Emily menatap Jonathan yang memandangnya penuh rasa penasaran. “Aku sempat membaca plat nomer mobil dan sekilas pengemudinya.” “Kau mengenalnya?”kejar Jonathan tak sabar. “Mobil SUV hitam, tapi mungkin aku salah mengenali…” “Siapa, Emily?” Emily diam. “Ayolah, sebutkan siapa,”desak Jonathan. “Aku melihat Kai.” “Kai?”ulang Jonathan terpe

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 36 Penabrak Misterius

    Siang itu saat menjelang makan siang, Ernetta, sang sekretaris mengetuk pintu ruang kerja Jonathan. "Maaf Sir, ada kiriman makanan untuk anda. " Jonathan mengalihkan pandangan dari layar laptop. Ia memperhatikan wanita paruh baya yang tengah berdiri di ambang pintu sembari menyuruh beberapa orang masuk dengan paket makanan dengan jumlah tidak sedikit. Ernetta berjalan mendekat sembari menyerahkan sebuah kartu ucapan. Semoga sesuai seleramu. Anna Jonathan menghela nafas panjang. "Tolong bagikan ke karyawan kita, Ernetta. Aku sudah kenyang. " "Yes, Sir. " Tanpa berkomentar, Ernetta keluar dan kembali dengan beberapa Office Girl yang dengan sigap mengeluarkan tumpukan makanan. Jonathan mengambil ponselnya dan mengetik sebuah pesan singkat. "Terima kasih atas makanannya. Kau seharusnya tidak perlu repot. " Tidak butuh lama, terdengar suara panggilan telepon dari Anna. Dengan enggan Jonathan menerimanya. "Apa kau suka makanannya? "Terdengar suara riang dari Anna

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 35 Anna & Co

    Anna Johnson adalah pemilik Anna & Co. Di usia 26 tahun, wanita itu sukses meluncurkan merk kosmetik dengan label namanya sekaligus menguatkan posisinya sebagai mantan model sekaligus pemenang kontes kecantikan terkemuka di Amerika yang mampu bertahan di hiruk pikuknya dunia kecantikan internasional. Meski sebenarnya pencapaiannya saat ini tidak terlepas dari nama besar kedua orang tuanya yang juga merupakan pengusaha sukses di dunia kecantikan. Saat ini Anna tengah duduk di kursi kantornya yang berada di lantai 5 sebuah gedung perkantoran di tengah kota New York. Ia mengamati profil sosok pria di laptopnya. Sesaat ia tampak tak puas dengan tampilan kecil di layar. Ia memperbesar foto itu. Jonathan Walker. Hanya dengan melihat foto itu, ia harus menelan ludah berkali-kali. Tipe pria idamannya. Tegas, tampan dan pintar berbisnis. Minggu lalu keduanya bertemu dalam pertemuan bisnis yang menurutnya sangat singkat. Anna betah berlama-lama duduk di depan pria itu sembari menatap Jonatha

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 34 Percintaan Panas

    Warning 21+ Emily memejamkan mata, ia mengatur nafas setelah percintaan yang hebat beberapa saat yang lalu. Selimut yang menutupi tubuhnya hanya bertahan 5 menit karena Jonathan kembali menarik selimut itu. “Kau tak perlu ini, Sayang.” Emily menoleh, menghadiahi suaminya senyum manis. “Biarkan aku istirahat sebentar.” Ia membiarkan Jonathan memeluknya. “Bolehkah aku bertanya tentang sesuatu?”tanya Emily sesaat kemudian. “Apa, Sayang?”Jonathan mengusap puting payudara Emily dengan gerakan halus membuat Emily mengerang. “Hentikan, Jonathan,”bisiknya menggeliat geli diiringi tawa tertahan. “Aku tak bisa. Kau terlalu indah, Emily.” Emily membuka mata, menarik selimut menutupi bagian atas tubuhnya. “Aku serius ingin bertanya.” Jonathan berbaring miring. Menumpukan satu tangan untuk menyangga kepalanya. Ia memperhatikan Emily, menunggu wanita itu memberikan pertanyaan. “Siapa kekasih yang paling berkesan dalam hidupmu?”Emily menoleh, menilik wajah Jonathan. “Kamu.”Jo

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 33 Maldives

    Warning 21+ Mohon bijak dalam membaca Malam itu Emily bersikeras untuk memasak dan makan di apartemen sementara Jonathan sibuk dengan laptopnya. Ia tengah mencari situs travel perjalanan wisata. “Sayang, bagaimana menurutmu tentang Maldives?”tanyanya ke arah dapur. “Asia, kan?”Emily balik bertanya. “Aku ingin berlibur kesana, apa kau keberatan?” “Baiklah.” Dan hari berikutnya, keduanya melakukan perjalanan menuju Maldives. Jonathan telah memesan sebuah resort di Fari Islands, Patina Maldives. Maldives merupakan negara kepulauan yang terdiri dari kumpulan atol (pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna) di samudera Hindia. Untuk bisa menuju Fari islands, mereka harus menyeberang menggunakan yacht dari Male International Airport sekitar 50 menit. Emily mempererat pelukannya di lengan Jonathan saat berada di kapal. “Apa kau masih takut dengan air, Sayang?” “Tidak saat bersamamu,”ucap Emily. “Kau akan berada di dekatku, kan?” “Selalu.”Jonathan mencium kening Emil

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 32 Wedding Day

    Warning. 21+ Upacara pernikahan sekaligus tempat resepsi pernikahan Jonathan dan Emily diselenggarakan di The Ritz Carlton. Di salah satu kamar presidential suite, tampak Emily tengah duduk termenung di depan cermin. Ia telah selesai berdandan. Model gaun pengantin yang dikenakan Emily adalah fit and flare, membentuk siluet tubuh yang pas di badan dari dada hingga pinggul, kemudian melebar di pertengahan paha. Gaun dengan garis leher berbentuk hati yang menonjolkan tulang selangka dan membuat dadanya tampak lebih berisi. Dengan bahan perpaduan satin dan renda, gaun pengantin itu tampak memukau. Emily tampil elegan sekaligus seksi. Tapi Emily tampak sedih. Tiba-tiba ia rindu ayahnya. Harusnya Robert Patterson yang mendampingi langkahnya hingga altar. Tapi ia harus memupus keinginannya. Sebagai pengganti ayahnya, paman dari pihak ibu yang akan menjadi pendampingnya nanti. “Kamu cantik sekali, sayang.”Aldera, sang ibu memasuki kamar, berdiri di belakang Emily, memandang dari pantula

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 31 Sasana tinju

    Manhattan Ave boxing Club. Suasana tidak begitu ramai. Jonathan duduk tenang menunggu kedatangan Andrew hingga sepuluh menit kemudian terlihat Andrew berjalan memasuki sasana. Tanpa kata Jonathan melempar sarung tinju ke arah Andrew yang dengan sigap menerimanya. Seperti tahu keinginan Jonathan, Andrew memasang sarung tinjunya dan memasuki ring tinju. Jonathan sudah bersiap di atas ring. Dengan pandangan awas dan aura membunuh yang begitu kuat. “Apa kau sudah gila mengganggu calon istriku, bajingan?!”Jonathan bergerak cepat menghampiri Andrew dengan melepaskan jab dengan tangan kanan. Andrew menghindar membuat Jonathan semakin beringas. “Aku menginginkan wanitamu sejak pertama kali aku melihatnya.”Tak gentar Andrew membalas pukulan Jonathan. “Brengsek!”Jonathan melakukan uppercut, mengincar dagu Andrew dengan tangan bagian belakang. Saat Andrew menghindar, pukulan Jonathan mengarah pada perut Andrew. Kali ini Andrew lengah dan tak sempat berkelit. Andrew meringis tapi dii

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 30 Kesalahan Emily

    Jonathan keluar dari mobil. Wajahnya menatap tajam ke arah mobil yang dikendarai Simon. Simon tampak cemas. “Maaf, Miss. Tadi Mr Jonathan telepon karena tidak bisa menghubungimu, jadi aku harus memberitahunya tentang tempat ini.” “Tak apa, Simon. Jangan khawatir. Kamu pulanglah dulu, aku akan ikut Jonathan.”Usai bicara Emily membuka pintu dan berjalan menuju Jonathan. Aura Jonathan dingin dan rahangnya tampak mengeras menahan emosi. Raut wajah yang tak biasa diperlihatkan pria itu. “Kenapa dengan teleponmu?Kenapa tidak bisa dihubungi?”tanyanya tajam. “Bisakah kita pulang dulu, Jonathan?Aku akan menjelaskannya di apartemenmu.” Tanpa suara Jonathan masuk ke dalam mobil, menunggu Emily duduk di sebelahnya. Emily menutup pintu dengan hati-hati. Melirik Jonathan yang mencengkeram kemudi hingga urat tangannya terlihat. Setelah memastikan Emily sudah memakai sabuk pengaman, Jonathan mengemudikan mobilnya menuju Penthouse. Sepanjang perjalanan suasana terasa mencekam. Tak ada

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status