Beranda / Romansa / Cinta Dibalik Hukum Adat / Bab 41 (Rasa Tidak Percaya)

Share

Bab 41 (Rasa Tidak Percaya)

Penulis: Rahayu_NR
last update Terakhir Diperbarui: 2022-03-20 16:59:22

Dua Tahun Lalu

Setelah membohongi Rama kalau Narandra adalah kekasih Alena yang baru, kini Alena semakin menjauh dari Rama. Sekalipun Alena tidak pernah mengangkat telfon ataupun membalas pesaan dari Alena. Bahkan Rama pun tidak bisa menemui Alena di rumah maupun di kantor. Alena kini benar-benar menjauh dan menghindar dari Rama sekuat tenaga. Orang tua Alena juga selalu menanyakan kepada Alena apakah dia sudah benar-benar meninggalkan Rama atau belum, tekanan dan rasa sakit hati yang begitu dalam itu juga membuat Alena sangat drop. Tanpa diketahui banyak orang dia selalu menghabiskan malamnya untuk menangisi kehidupannya yang dia rasa sangat berat. Alena dengan sekuat tenaga melawan rasa rindu dan rasa cintanya pada Rama, dia juga harus melawan rasa kecewanya pada kedua orang tuanya. Alena pun semakin hari semakin berubah, sikap ramah, lembut dan periang sudah tidak pernah terpancar lagi. Hari-harinya hanya penuh dengan amarah dan kekecewaan. Semua orang di kantor A

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

  • Cinta Dibalik Hukum Adat   Bab 42 (Depresi)

    Beberapa hari berlalu , dan kondisi Rama kini sudah semakin membaik, tapi setiap hari dan setiap waktu dia selalu menanyakan Alena, dia terus mencari Alena. Dan bertanya kenapa Alena tidak sekalipun datang untuk menjenguknya di rumah sakit. Orangtua Rama, Sarah dan Rio selalu mencoba mengalihkan perhatian Rama dari Alena, tapi mereka semua gagal. Rama masih terus memikirkan Alena. Dan hari ini akhirnya Rama sudah bisa pulang ke rumah karena keadaanya semakin membaik. Rama ditemani Sarah dan Rio di dalam kamarnya, Sarah dan Rio kini tengah mencoba untuk menghibur Rama mengembalikan keceriaan Rama.“Sar lo nggak ngasih tahu Alena kalau gue sakit ya?” Lirih Rama.“Gue uda coba ngomong sama Alena Ram, tapi sorry banget gue nggak bisa bujuk Alena buat datang!” Ucap Sarah sambil menundukan kepalanya.“Dia udah bahagia sama pacar barunya ya Sar?”“Gue nggak tahu Ram!”“Gue mau ketemu Alena Sar, Yo. Tol

    Terakhir Diperbarui : 2022-03-22
  • Cinta Dibalik Hukum Adat   Bab 43 (Pertemuan)

    Hari ini kedua orang tua Rama, Sarah dan Rio berangkat pagi-pagi sekali, mereka akan pergi ke kampung halaman Alena. Mereka pergi tanpa sepengetahuan Rama dan Alena, Orang tua Rama juga meminta Andreas, asisiten pribadi Rama untuk terus mengawasi Rama selama mereka pergi. Orang tua Rama sangat menaruh harapan besar pada rencana kali ini, mereka sangat berharap dengan kedatangan ini, kedua orang tua Alena bisa luluh dan merestui hubungan Rama dan juga Alena. Setelah menempuh perjalanan cukup panjang mereka akhirnya sampai di sebuah rumah klasik dan sederhana, didepan rumah itu terlihat seorang laki-laki paruh baya mengenakan kaos pendek dan juga sarung, dan salah seorang perempuan menggunakan daster panjang yang membalut tubuhnya. Mereka tak lain adalah bapak dan ibu dari Alena. Bu Nawang dan Pak Roby turun dari mobil dan berjalan pelan diikuti Rio dan Sarah, mereka menghampiri Pak Candra dan istrinya. Dari raut wajah Pak Candra sebenarnya sudah terlihat bahwa beliau tidak suka denga

    Terakhir Diperbarui : 2022-03-24
  • Cinta Dibalik Hukum Adat   Bab 44 ( Tangis Harapan)

    Orang tua Rama, Sarah dan Rio pulang dengan perasaan hancur lebur, usaha mereka kali ini benar-benar gagal. Dan bahkan mereka sudah merasa kalau tidak ada harapan lagi untuk meluluhkan hati Alena dan keluarganya. Sepanjang perjalanan Bu Nawang tidak henti-hentinya menangis, air matanya tak pernah mau berhenti mengalir, sedangkan Pak Roby hanya diam dan terus memeluk tubuh istrinya yang rapuh, Pak Roby terlihat untuk mencoba tegar demi keluarganya. Tetapi di dalam hatinya dia sangat hancur dan menyimpan sakit hati yang besar pada Alena dan keluarganya.Setelah pulang dari kampung halaman Alena, Sarah dan Rio hampir setiap hari melihat kondisi Rama yang tak kunjung membaik, malah sekarang terlihat semakin memburuk. Seperti malam ini setelah pulang kerja Sarah dan Rio menyempatkan diri untuk ke rumah Rama, dan saat sampai di rumah Rama,Sarah dan Rio dikejutkan suara teriakan Rama yang memanggil nama Alena berulang-ulang. Sarah dan Rio bergegas ke kamar Rama, betapa terkejutnya m

    Terakhir Diperbarui : 2022-03-26
  • Cinta Dibalik Hukum Adat   Bab 45 (Sahabat)

    Dibawanya Rama ke Rumah Rehabilitasi Jiwa membuat hati orang tua Rama, Sarah dan Rio sangat terguncang, mereka sangat tidak menyangka kalau Rama akan berakhir di dalam Rumah Rehabilitasi Jiwa karena cinta. Sepulang mengantarkan Rama Bu Nawang tak henti-hentinya menangis, dia sangat terpukul, hatinya sangat hancur melihat putra satu-satunya harus seperti ini. Bu Nawang juga meminta kepada Sarah dan Rio untuk merahasiakan semua ini dari Alena dan juga semua orang yang mengenal Rama.“Sarah, Rio tolong jaga rahasia ini dari Alena atau siapapun yang menengenal Rama ya!” Pinta Bu Nawang dengan tangis yang tak kunjung berhenti.“Iya tante kita akan jaga rahasia ini dari Alena!” Jawab Sarah sendu.“Terimakasih karena sampai saat ini kalian masih mau memeberi support buat Rama!”“Rama itu teman kita tan, kita akan selalu ngesupport Rama tan!”“Kalau suatu hari nanti Alena kembali, tante nggak akan perna

    Terakhir Diperbarui : 2022-03-28
  • Cinta Dibalik Hukum Adat   Bab 46 (Harapan Baru)

    Hari-hari telah berlalu dan kini Alena sudah tidak pernah lagi bertemu dengan Rama bahkan saling berkabar lewat pesanpun sudah tidak pernah. Sarah dan Rio juga masih rutin untuk menjenguk Rama di Rumah Rehabilitasi Jiwa hingga mereka mulai jarang menjenguk saat mereka berdua sibuk mempersiapkan acara pernikahan mereka.Hari pernikahan Rio dan Sarah sudah semakin dekat dan hari ini mereka memutuskan untuk memberikan kabar bahagia itu kepada Rama. Seperti biasanya Sarah membawakan bingkisan berupa makanan-makanan yang Rama suka. Saat sudah sampai di Rumah Rehabilitasi Jiwa Sarah dan Rio langsung menemui Rama , dan mereka kini tengah berbincang di sebuah taman yang berada di area Rumah Rehabilitasi Jiwa tersebut.“Lo gimana keadaannya Ram?” Tanya Rio.“Gue baik Yo!”“Sorry banget ya kita akhir-akhir ini jarang banget kesini, gue sama Sarah benar-benar sibuk!” Jelas Rio.“Santai aja Yo nggak apa-apa kok!”

    Terakhir Diperbarui : 2022-03-30
  • Cinta Dibalik Hukum Adat   Bab 47 (Penyesalan)

    Masa SekarangAlena menangis begitu hebatnya mendengar semua cerita dari Sarah, dia menangis tiada henti dan begitu histeris. Sarah dengan sabar mencoba menenangkan sahabatnya itu, tak hanya Alena, Sarahpun juga berlinang air mata saat mengingat kejadian-kejadian di masa lalu yang begitu menyakitkan. Setelah beberapa saat ,Alena akhirnya mulai sedikit lebih tenang. Sambil menyeka air matanya dia menatap Sarah sendu.“Kenapa lo baru cerita ini semua sekarang Sar?” Tanya Alena lirih.“Keluarga Rama yang ngelarang gue buat cerita, dan keberadaan Rama juga dirahasiakan. Semua orang yang mengenal Rama mengira kalau Rama di Sinagpura ngurus hotel mereka yang disana!”“Lo kan sahabat gue lo harusnya tetap ngasih tahu gue Sar bukan ngerahasiain ini selama dua tahun!”“Kenapa sekarang lo baru bilang kayak gini? Kemana aja lo waktu gue dulu bilang Rama di Rumah Sakit? Lo sendiri kan yang bilang kalau gue boh

    Terakhir Diperbarui : 2022-04-01
  • Cinta Dibalik Hukum Adat   Bab 48 (Permohonan Maaf)

    Hari ini selama di kantor Alena terlihat sangat murung, matanya juga terlihat sangat sembab. Sejujurnya dia tidak ingin berangkat kerja hari ini tapi ada beberapa hal penting yang harus dia urus di kantor. Sarah yang sedari pagi bolak-balik ke ruangan Alena merasa iba melihat keadaan Alena yang terlihat sangat merasa bersalah dan menyesali semua kejadian dua tahun lalu itu. Kali ini Sarah datang membawakan secangkir coklat panas kesukaan Alena, Sarah meletakkannya di meja kerja Alena, dan setelah itu Sarah duduk tepat dihadapan Alena.“Lo okay Al?” Lirih Sarah.Alena hanya mengangguk pelan, padahal hatinya sangat tidak baik-baik saja hari ini, sangat hancur.“Lo jangan sedih terus ya, lo sama Rama sekarang masing-masing berhak untuk bahagia dengan cara kalian masing-masing. Kejadian di masa lalu itu harus bisa kalian jadiin pelajaran yang sangat amat berharga!” Nasehat Sarah.“Gue harus minta maaf ke Rama sama keluarganya Sar

    Terakhir Diperbarui : 2022-04-03
  • Cinta Dibalik Hukum Adat   Bab 49 (Kesempatan kedua)

    Sepulang dari acara dinner, Sarah dan Rio merasa sangat kelelahan, dan saat Sarah melihat jam ternyata sudah pukul 11 malam. Dan saat itu juga Sarah berfikir kalau Alena pasti sudah pulang ke rumah karena ini sudah larut, sehingga Sarah tidak menghubungi dan mencari Alena. Disamping itu dia juga lelah ditambah lagi dia besok harus berangkat lebih pagi karena ada suatu kerjaan yang harus dia selesaikan pagi-pagi sekali.****Rama dan Alena terlihat sedang duduk berdua di taman belakang rumah Rama sambil menikmati beberapa makanan yang sudah Rama pesan dari restoran. Mereka berdua sesekali tertawa kecil, karena Rama kini sudah memaafkan kesalahan yang telah Alena perbuat dua tahun lalu dan Rama memberi kesempatan kedua kepada Alena.“Makasih ya Ram, uda mau maafin aku!” Lirih Alena sambil memegang tangan Rama.“Aku uda maafin kamu dari dulu Al, aku sayang banget sama kamu gimana bisa aku benci sama kamu!&r

    Terakhir Diperbarui : 2022-04-05

Bab terbaru

  • Cinta Dibalik Hukum Adat   Bab 122  (Sadar)

    “Terserah deh alasannya apa ya tapi lo pastiin kalau Rama nggak datang ganggu Alena lagi, dan satu hal lagi jangan sampai cari tahu dimana keberadaan Alena saat ini, karena kalau Rama tahu itu akan membuat keadaan mereka berdua semakin parah!”“Baik saya mengerti!” Ucap Andreas.****Sedangkan itu di rumah sakit, Narandra masih terus menemani Alena dan berdoa agar Alena bisa segera siuman. Narandra tak sedikit pun melepaskan pandangannya dari Alena. Melihat wajah Alena yang penuh lebam membuat hati Narandra sangat teriris dan begitu sakit rasanya.“Harusnya aku bisa ngejaga kamu Al, harusnya kamu nggak ngalamin in semua!” Lirih Narandra.Narandra tak henti-hentinya mengusap rambut Alena dan mencium punggung tangan Alena yang dingin.Lalu tak lama kemudian terdengar ketukan pintu dan masuklah Bibi ke dalam ruang rawat Alena. Bibi terlihat membawa sebuah bingkisan yang berisi makanan.“Bibi ngapain kesini?”“Ini Bibi bawain makanan Mas, buat Mas Narandra ,Mbak Sarah dan Mas Rio!”Bibi l

  • Cinta Dibalik Hukum Adat   Bab 121 (Kesepakatan)

    “Gue minta maaf Sar, gue minta maaf, sekarang biarin gue minta maaf langsung sama Alena, bawa gue ketemu Alena!” Ucap Rama sambil memohon dan memegang kedua tangan Sarah.“Nggak, gue nggak bakal biarin lo ketemu Alena, dan kalau lo masih berani nemuin Alena gue nggak akan segan laporin lo ke polisi!” Ancam Sarah.“Lo kenapa tega banget sih sama gue Sar, gue cuma mau ketemu dan minta maaf sama Alena, Alena pasti sekarang lagi butuh gue, dia pasti nyariin gue sekarang, jadi bawa gue ketemu dia sekarang!” Ucap Rama dengan nada cukup tinggi.“Alena uda nggak butuh lo dan pergi jauh-jauh lo dari kehidupan Alena!” Maki Sarah dengan penuh emosional.Mendengar kegaduhan dari kamar Rama, Andreas yang tadi berada di dapur untuk mengambil makanan, langsung buru-buru saja berlari sambil membawa makanannya ke kamar Rama. Saat masuk ke dalam kamar, Andreas pun terkejut melihat Sarah dan Rio tengah bersitegang dengan Rama. Andreas lalu segera meletakan makanan yang dia bawa ke atas meja yang ada di

  • Cinta Dibalik Hukum Adat   Bab 120 (Ancaman)

    Hari sudah beranjak malam tapi Alena masih belum juga sadarkan diri, Narandra, Sarah dan Rio juga tak beranjak dari ruang rawat Alena. Rio lalu keluar sebentar untuk membeli makan, karena dari tadi mereka bertiga belum sempat makan apapun. Sedangkan Narandra masih terus duduk disamping Alena dan tak capek-capeknya mengusap lembut rambut Alena yang halus itu. Setelah beebrapa saat Rio pun datang membawa beberapa makanan, ada 3 box nasi , minuman dan beberapa cemilan untuk mereka nanti malam.“Ndra ayo makan dulu, lo kan juga belum makan dari tadi!” Ajak Rio.“Kalian makan dulu aja!” Ucap Narandra.“Ndra, kita makannya disini kok nggak keluar, jadi lo nggak perlu khawatir, kita bisa sambil jagain Alena, inget lo harus jaga Kesehatan lo juga biar nanti kalau Alena bangun, lo kelihatan fresh!” Nasehat Rio.Mendengar nasehat itu Narandra akhirnya ikut makan bersama Sarah dan Rio.“Kalian kalau mau pulang nggak apa-apa, biar gue aja yang nunggu Alena disini!”“Nggak Ndra, kita malam ini jug

  • Cinta Dibalik Hukum Adat   Bab 119 (genggaman tangan)

    Tak berapa lama Dokter keluar dari ruang IGD dan menemui Sarah beserta Rio. Dokter laki-laki yang berusia sekitar 40 tahunan itu menjelaskan keadaan Alena saat ini. Dokter mengatakan kalau tidak ada luka serius di dalam tubuh Alena, hanya luka luar yang nantinya bisa sembuh. Tapi untuk saat ini memang Alena masih pingsan dan belum sadarkan diri. Dokter lalu mengatakan pada Sarah dan Rio kalau Alena akan dipindah dalam ruang rawat inap. Sarah dan Rio lalu segera mengurus segala urusan administrasi yang diperlukan, dari wajah Sarah masih terlihat kaalu dia sangat khawatir dengan sahabat nya itu. Saat selesai mengurus administrasi tibalah Narandra dengan lari yang tergopoh-gopoh dan menghampiri Sarah beserta Rio.“Sar, Yo gimana keadaan Alena dan dimana dia sekarang?” Tanya Narandra dengan wajah yang sangat khawatir.Sarah dan Rio lalu mengajak Narandra ke ruangan dimana Alena di rawat, dan tanpa basa-basi lagi, Narandra langsung berlari menuju tubuh Alena yang terbaring tak sadarkan di

  • Cinta Dibalik Hukum Adat   Bab 118 (Rumah  Sakit)

    Bibi segera kembali ke kamar Alena setelah menelfon Sarah menggunakan telfon rumah yang ada di lantai bawah, tapi betapa terkejutnya Bibi saat melihat Alena sudah tak sadarkan diri, Bibi mencoba membangunkan Alena tapi Alena masih belum juga sadar. Bibi pun mencoba mengolesi minyak kayu putih di dekat hidung Alena tapi Alena masih saja tak sadarkan diri. Bibi pun semakin cemas dan panik. Bibi berharap agar Sarah segera datang dan dapat membawa Alena ke rumah sakit.Dan akhirnya tak seberapa lama Sarah pun datang bersama Rio, dari wajah mereka berdua terlihat cemas dan juga panik.“Dimana Alena?” Tanya Sarah pada Bibi saat membukakan pintu rumah.“Mbak Alena pingsan di kamar Mbak!” Ucap Bibi panik.Sarah dan Rio pun semakin panik dibuatnya, Sarah dan Rio lalu segera membawa Alena ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.“Bibi di rumah saja, biar aku sama Rio yang ke Rumah Sakit!” Ucap Sarah.“Iya Mbak!”Rio menyetir mobilnya dengan cukup kencang, sedangkan Sarah duduk d

  • Cinta Dibalik Hukum Adat   Bab 117 (Penyesalan)

    PLAKKKK…….Pukulan keras mendarat diwajah Alena yang mulus, Rama marah karena permintaanya di tolak oleh Alena, dan dia juga marah karena Alena berbicara dengan nada tinggi kepadanya.“Aku nggak terima penolakan dari kamu ya Al, kamu katanya mau nikah sama aku, tapi kenapa nggak setuju dengan ide kawin lari ini? Sedangkan orang tua kamu saja nggak akan ngasih kita restu, kamu mau mainin perasaan aku lagi?” Maki Rafandra sambil menjambak rambut Alena dengan kencang.“Lepas Ram sakit!” Lirih Alena.Tak menghiraukan permintaan Alena, Rama malah mendorong Alena hingga jatuh tersungkur.“Bilang kalau mau nikah sama aku Al, bilang !” Maki Alena.“Iya Ram tapi aku mau dapat restu orang tua aku!” Lirih Alena sambil terus mengeluarkan air mata.“Persetan sama restu orang tua kamu!” Maki Rama sambil mengayunkan tangannya lagi dan tepat mengenai wajah Alena lagi.Teriakan kesakitan Alena dan makian dari Rama terdengar jelas ke Bibi, Bibi saat ini memang sedang berada di ruang tamu yang tak jauh

  • Cinta Dibalik Hukum Adat   Bab 116 (Ide)

    Perkataan Bu Nawang tadi cukup membuat Rama terus kepikiran dengan nasib nya dan Alena nantinya, Rama merasa apa yang diakatan oleh mamanya itu memang ada benarnya juga. Bisa jadi hubungan mereka kali ini terhambat lagi oleh restu orang tua Alena yang dianggap kolot oleh Rama itu.Setelah semalaman dibuat pusing dengan pikirannya sendiri, Rama hari ini memutuskan untuk menemui Alena di rumahnya. Rama datang tanpa memberitahukan dulu pada Alena, dan kedatangan Rama ini juga disambut baik oleh Alena meskipun dalam hati Alena dia masih cukup kesal karena perkataan Rama kemarin di ponsel.Mereka berdua lalu asyik menonton film dengan ditemani minuman dan juga beberapa cemilan, saat ini Alena berharap Rama menanyakan keadaannya dan juga perusahaannya tapi sudah hampir satu jam Rama disini, Rama tak sekalipun menanyakan kabarnya.“Oh ya ada yang mau aku bicarain sama kamu Al!” Ucap Rama tiba-tiba.“Ada apa?”“Aku mau kita nikah dalam waku dekat, mungkin bisa sebulan lagi!” Ucap Rama dengan

  • Cinta Dibalik Hukum Adat   Bab 115 (Ketenangan)

    “Al ini makanan lo!” Ucap Sarah sambil mengulurkan makanan ke arah Alena yang tengah berdiri di depan ruangannya sambil menatap karyawannya yang terlihat bahagia.“Iya Sar makasih!” Jawab Alena sambil menerima makanan yang Sarah berikan.“Lo kenapa? Lo uda tahu siapa yang ngasih ini?” Tanya Sarah sambil mencondongkan badannya ke arah Alena.“Heem!” Jawab Alena singkat.Alena lalu masuk ke dalam ruangannya dan meninggalkan Sarah yang masih berdiri di depan pintu ruangan Alena.“Meskipun lo nggak ngomong dan lo nggak pakai nama resto lo di packaging ini, gue tahu ini dari lo Ndra, karena cuma lo yang perhatian sama Alena dan semua karyawannya!!” Gumam Sarah.Sedangkan di dalam ruangan , Alena duduk di sofa panjang yang biasa dia gunakan untuk menerima tamu, lalu dia membuka makanan yang dia pegang. Lalu Alena mengambil ponselnya yang ada di kantong jas yang dia kenakan.Alena l

  • Cinta Dibalik Hukum Adat   Bab 114 (Makanan)

    Narandra malam ini tengah makan malam bersama Rio dan Sarah di salah satu resto milik Narandra. Narandra ingin memperkanalkan menu barunya pada Sarah dan juga Rio, dan ingin mendengar pendapat dari mereka berdua. Sarah dan Rio terlihat sangat menikmati makanan-makanan yang Narandra hidangkan karena memang makanan-makanan itu sangatlah enak dan pastinya terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas tinggi.“Gimana enak nggak? Atau kurang apa gitu?” Tanya Narandra.“Enak banget sumpah Ndra, rasanya pas!” Ucap Sarah.“Iya Ndra ini perfect banget, pasti menu ini bakalan laris !” Puji Rio.“Serius kalian ? Nggak cuma mau nyenengin gue aja kan?”“Ya nggak lah serus ini tuh enak banget!” Puji Raka lagi.Mereka berdua lalu lanjut untuk berbincang, Sarah sama sekali tak membahas tentang Alena karena ingin menjaga perasaan Narandra.“Sar gimana kabar Alena?” Tanya Narandra tiba-tiba.Sarah dan Rio lalu saling bertatapan mata, mereka berdua seolah – olah bingung harus menjawab seperti apa. Karena me

DMCA.com Protection Status