Share

Part 112

Author: Emma Shu
last update Huling Na-update: 2025-02-22 08:22:39

Hati Viza kembali gundah. Perasaan bahagia kini bercabang. Antara meragukan cinta Vikram, namun juga merasa sedang jatuh cinta.

Suara pintu tertutup di sebelah menyadarkan Viza kalau suaminya sudah duduk di samping.

Mobil melaju.

“Aku ingin mengajakmu bulan madu, ke luar negeri. Belum pernah ke Mesir kan?” tanya Vikram menatap Viza dengan tatapan hangat.

“Belum,” jawab Viza agak malu. Ditatap seintens ini oleh suami membuatnya jadi salah tingkah.

“Kalau begitu kita ke Mesir, kita ke Alexandria, kuil abu simbel, piramida, benteng salahudin, luxor dan banyak lagi. Setelah itu ke Libya. Dan ke Arab. Mau?” sambung Vikram.

Kota impian. Arab. Sejak dulu Viza sangat ingin menginjakkan kaki ke sana. Ini kesempatan emas.

“Mau banget, Mas,” jawab Viza senang.

“Kalau begitu kita akan persiapkan semuanya lebih cepat. Satu minggu lagi kita terbang ke Mesir.” Vikram melihat sekilas ke jam tangan yang menampilkan kalender. Tanggal 20 kita berangkat.”

Viza tersenyum senang sekali. “Mimpi apa aku b
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Kaugnay na kabanata

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 113

    “Viza, akhir-akhir ini Vikram sibuk banget ngurusin persiapan bulan madu kalian ke luar negeri. Duh, pokoknya dia tuh nanyain inilah, itulah, pokoknya minta bantu mama buat ngurusin ini dan itu,” jelas Fairuz amtusias. “Loh, kok Mas Vikram nggak minta bantuin aku aja, Mas? Malah ngerepotin ibu?” tanya Viza sambil mencuil-cuil kepiting, sejak tadi si kepiting nyebelin ini dicuil tapi tak berhasil. “Kamu tugasnya cuma terima bersih, jangan malah ikutan repot,” sahut Vikram. Ia mendekatkan badannya ke arah Viza sambil mengambil alih garpu dan pisau di tangan Viza. “Gini caranya.” Vikram membantu mengeluarkan daging kepiting dari cangkangnya. Viza menatap wajah Vikram dari jarak dekat. Sebenarnya Viza sayang sekali pada Vikram, bahkan disaat mereka di posisi sangat dekat begini, jantung Viza betdebar-debar. Tatapan Viza beralih ke tangan Vikram yang sibuk mengeluarkan semua daging kepiting dari cangkangnya. Berhasil, semua sudah terpisah. “Kamu tinggal makan sekarang.” Vikram kemb

    Huling Na-update : 2025-02-23
  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 114

    Mulai saat ini, Viza merasa sangat terhormat di tengah-tengah para staf yang mayoritas berubah sikap. Semuanya hormat dan tampak segan kepadanya.Mereka semua bahkan menganggukkan kepala saat melintas di depan meja yang diduduki Viza. Pembimbing Viza sudah berganti, bukan Mawar lagi. Mawar sudah dipecat. Sikap para staf jauh berubah, msemuanya sangat santun pada Viza. Bahkan saat Viza berdehem katena tenggorokannya gatal, seorang staf langsung mengambilkan air mineral dan ditaruh ke meja Viza, mempersilakan Viza meminumnya.Segitu besarnya perubahan sikap mereka. Vikram benar-benar telah mengangkat derajat Viza. Rasanya hati Viza tersanjung, tak cukup kata untuk menguraikan bagaimana buncahan rasa dalam benak Viza di tengah kondisinya yang seperti ini. Ruangan luas dengan jumlah puluhan staf yang biasanya ramai oleh suara canda tawa, obrolan gabut dan mulut-mulut bergibah, kini hening, hanya terdengar suara tust tust keyboar, printer, dan gesekan kertas. Formal sekali.Keberadaan V

    Huling Na-update : 2025-02-24
  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 115

    Terlalu pahit rasa ini untuk ditelan. Tapi Viza harus bisa menerima kenyataan, bahwa ternyata memang lelaki yang telah membuainya dengan cinta itu tidaklah mencintainya. Bahwa benar cinta Vikram sesungguhnya hanya untuk Mones. Entah apa yang diinginkan pria itu dari Viza sampai harus membuat skenario ini.Tangis Viza pecah. Air matanya tak henti bergulir. Matanya bengkak. Dia bahkan menghabiskan waktu sangat lama di ruangan itu hanya untuk menangis sesenggukan. Kalau saja Vikram tak memberinya harapan tinggi, tentu ia tak akan sesakit ini. Viza keluar ruangan setelah memastikan kalau air matanya tidak lagi mengalir. Hanya saja, ia lupa kalau wajahnya sembab dan matanya bengkak.Dua pengawal sudah berdiri di depan pintu saat ia keluar, membuatnya terkejut saja.Beginilah setelah ia diumumkan menjadi istri bos. Seakan tak ada privasi lagi, kemana-mana ketemu pengawal. Mereka pasti diutus Vikram untuk menjaga Viza.Huh, entah tujuan para pengawal ini untuk menjaga Viza atau malah mema

    Huling Na-update : 2025-02-24
  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 116

    “Bolehkah aku minta tolong, Bu?” “Apa?” “Tolong pesankan pasta. Aku lapar.” Fairuz mengangguk. “Tentu.” Fairuz menuju ke meja telepon. Ia menelepon menggunakan telepon yang disediakan dan menghubungi nomer yang tertera di meja, tak lain nomer yang menghubungkan ke meja resepsionis. Selagi Fairuz sibuk menelepon, Viza mengambil hp Fairuz yang ada di meja, lalu mengaktifkan mode pesawat dan menonaktifkan kartu, tak akan ada yang bisa menghubungi ponsel ibunya. Demikian ponsel Viza yang juga dimatikan dengan mode yang sama. Vikram mungkin sedang menunggunya di restoran sekarang, pria itu mengadakan janji dengannya untuk makan malam berdua sebelum keberangkatan Viza ke luar negeri. Lebih tepatnya mungkin Vikram sedang membuat momen makan berdua terakhir. Huh! “Ibu sudah pesankan untukmu. Sabar menunggu. Biasanya agak lama,” ucap Fairuz sambil mengambil posisi kembali duduk di kursi dekat Fauza. Viza mengangguk. “Besok adalah tanggal keberangkatan kita, jam tujuh pagi sudah har

    Huling Na-update : 2025-02-25
  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 117

    Fairuz dan Viza serentak menatap pintu. Siapa yang mengetuk pintu? Keduanya membisu. Fairuz bangkit berdiri hendak membuka pintu, namun Viza menahan lengannya. Lalu menggeleng. “Jangan, Bu!” larang Viza. Fairuz menurut. Ia kembali duduk. Saat ini Faituz tak ingin membuat putrinya merasa sendirian. Jadi, apa pun yang diminta Viza, pasti akan dia turuti. Termasuk saat Viza memintanya tidak membuka pintu. Viza butuh sosok yang mensupportnya. Hal kecil ini pun pasti akan membuatnya merasa mendapat dukungan. “Aku nggak mau siapa pun datang kemari, saat ini aku hanya mau berdua sama ibu saja. Jangan ada yang menggangguku,” pinta Viza. Ia meyakini bahwa orang di luar adalah Vikram atau pun suruhan Vikram. “Kamu beranggapan bahwa orang diluar itu adalah Vikram?” tanya Fairuz. “Bisa jadi orang suruhannya.” “Vikram nggak akan tahu kalau kita di sini.” Viza terdiam. Benar juga. Vikram tentu tak tahu dimana keberadaan Viza. Tok tok… Ketukan pintu kembali terdengar dari arah

    Huling Na-update : 2025-02-26
  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 118

    Keesokan hari, Viza memutuskan untuk kembali ke rumah bersama dengan Fairuz. Selain ia sudah merasa jauh lebih tenang, ia juga tak punya baju ganti. Mau beli baju ke toko juga malas, beli baju online pun mager. Satu-satuhya jalan adalah kembali ke rumah. Viza sudah siap mendengar alasan apa pun dari Vikram. Ya, apa pun itu. Kalau memang harus berakhir, maka ia pun siap. Jodoh itu Allah yang tentukan. “Mas Vikram ada di rumah?” tanya Viza pada Mbok Parmi yang berpapasan di teras. Wanita paruh baya itu membawa kain lap. “Nggak ada, Mbak. Mm… Mas Vikram sejak kemarin di rumah saja seharian, baru beberapa jam tadi pergi. Nggak pakai jas, pakai sendal dan kaos saja.” Kemana Vikram dengan penampilan seperti itu? Pria itu memang terbiasa berpenampilan seperti berandal, tampil asal. Jadi sulit ditebak kepergiannya kemana dengan tampilan begitu. Vikram hanya akan memakai stelan jas saat ada meeting dengan klien penting serta rapat penting pula. “Oh,” sahut Viza singkat. “Di dalam se

    Huling Na-update : 2025-02-27
  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 119

    “Ucapanku ini berlaku jika memang tuduhanmu benar, tapi kenyataannya tuduhanmu ini keliru. Kamu salah paham, Viza.” “Kalau begitu jelaskan dan luruskan dimana letak kesalahpahamanku supaya aku mengerti.” Mones mengusap air mata, tangisnya sudah terhenti. Ia menarik napas untuk menenangkan diri. “Memang benar aku mencintai Vikram sejak lama, aku menyimpan perasaan itu, aku memendamnya karena takut persahabatan kami akan rusak oleh perasaan yang nggak seharusnya. Juga karena aku takut dia akan menjauhiku saat tahu aku mencintainya,” jelas Mones. “Setahuku, Vikram hanya mencintaimu. Dia nggak pernah mencintaiku. Bahkan setelah dia mendengar pengakuanku di restoran waktu itu, bahwa aku mencintainya, responnya sangat datar. Dia bilang supaya aku profesional kerja. Sebab dia sudah beristri.” “Lalu, kartu undangan itu apa?” Viza menunjuk kartu undangan di tangan Mones. “Ini?” Mones mengangkat kartu itu. “Ini adalah salah satu bentuk dan caraku menuangkan rasa cintaku ke Vikram. Ini car

    Huling Na-update : 2025-02-27
  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 120

    Hening.Beberapa detik benar-benar sunyi.Lalu terdengar suara sepatu melangkah mendekat. Vikram berada tepat di belakang Viza.Caruk leher Viza sempurna meremang. Ia kemudian bangkit berdiri, memutar badan hingga menghadap dengan Vikram. Mereka bertukar pandang.Wajah Vikram tak seperti biasanya. Pria yang selalu terlihat manis dan hangat, kini dingin. Tatapannya pun dingin.“Mas, aku…”“Aku bahkan telah membatalkan meeting dengan dua klien besar untuk makan malam kita di restoran kemarin,” potong Vikram datar. Viza semakin merasa bersalah. Aduh, bagaimana ini? Vikram pasti merasa sangat kecewa. Begitu banyak hal besar telah dia korbankan demi hal kecil bersama dengan keluarga kecilnya, tapi istrinya ini malah memporak-porandakannya.Demi apa Vikram melakukan hal itu? Tentu demi rasa sayangnya pada Viza. Huh, kenapa Viza bisa termakan ucapan si pengirim surat kaleng itu?“Maaf, aku sudah mengacaukan semuanya.” Viza berucap lirih.“Tidak ada bulan madu ke Mesir, tidak ada pesta.”“Ta

    Huling Na-update : 2025-02-28

Pinakabagong kabanata

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 127

    “Rejeki itu Allah hadirkan nggak hanya melalui tangan Vikram saja, ada banyak cara untuk kamu bisa bertahan hidup tanpa melibatkan Vikram maupun Viza,” sahut Fairuz. “Aku hanya tidak ingin berurusan dengan keluarga Bu Mulan lagi. Hubungan yang tidak baik maka lebih baik disudahi atau dijauhi, ini sama dengan menjauhi mudharat. Jadi inilah keputusanku!” Vikram lalu melenggang pergi. “Mbak Viza, kamu nggak kasian sama Bapak? Bapak lagi sakit. Ibu dan bapak nggak punya rumah hingga menumpang di rumahnya Mas Leo. Kami bahkan sekarang nggak punya penghasilan. Aku pun sedang hamil. Tolong bantu kami!” Runa memohon pada Viza, takut hidupnya akana sengsara jika tanpa pendapatan. “Mbak Viza diam-diam bisa kirimin aku uang, tolonglah Mbak. Bantu bapak berobat juga.” “Aku taat sama suamiku. Aku nggak berani berkhianat di belakangnya,” sahut Viza. “Mbak, tapi keadaan kami benar-benar down.” Wajah Runa memelas. “Kamu punya suami yang sempurna secara fisik, dia juga sehat walafiat. Insyaa

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 126

    Viza ikutan membaca tulisan itu. (Teruntuk Viza tersayang, Saat kamu membaca tulisan ini, mungkin aku sudah tiada. Atau mungkin aku telah celaka dan dalam keadaan kritis. Atau bisa saja baik-baik saja. Kemungkinan buruk itu bisa saja terjadi padaku saat aku menabrak suamimu, biarkan dia m4ti. Aku pun tak masalah jka harus meregang nyaw4 untuk kematirn Vikram. Jika bukan aku yang memilikimu, maka orang lain pun tidak boleh. Sudah sangat lama aku rencanakan kematiannya, biarlah aku ikut m4ti jika memang dikehendaki m4ti. Viza, aku sudah sangat lama memendam rasa cintaku kepadamu. Bagaimana mungkin aku merelakanmu dimiliki lelaki lain? Hidupmu hanyalah untukku. Itulah cita-citaku selama ini. Surat kaleng itu kiriman dariku. Tujuanku hanya satu, memberikan kebahagiaan untukmu. Leo telah memberikan informasi akurat untukku bisa menuliskan surat itu. Tentu saja dengan bertukar keuntungan. Aku ijinkan Leo menikahi wanita yang diam-diam dia cintai, yaitu Runa. Aku pun mendapatkan keuntun

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 125

    “Mas Vikram!” Viza menghambur dan memeluk erat suaminya. Tangisnya kembali pecah.Tubuhnya gemetar hebat dalam pelukan sang suami. Ia tak menyangka masih bisa bertemu dengan Vikram setelah mengira sang suami tak akan pernah kembali lagi.Dan kini, Viza bahkan masih bisa memegang suaminya, memeluk pria itu dengan erat.Tak lama Viza merasakan elusan di punggungnya. Deraian air mata Viza semakin deras merasakan elusan lembut itu. Artinya sang suami masih mau menerimanya dengan baik.“Mas, kupikir kita nggak akan ketemu lagi. Kupikir kamu pergi meninggalkan aku. Kamu udah janji mau menjagaku. Aku nggak mau kamu pergi. Kamu harus tepati janjiku.” Viza sesenggukan.“Tidak. Aku tidak pergi. Aku di sini,” lembut Vikram.Hati Viza basah mendengar suara lembut itu.“Mas Vikram masih sayang sama aku kan?” tanya Viza.Tak menjawab, Vikram malah mengerang. “Aaargggkh….”Viza mengernyit. Ia melepas pelukan dan memundurkan wajah, menatap sang suami bingung. “Sakit? Mana yang sakit?”“Punggung dan

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 124

    Viza memegang kepalanya, jantungnya berdetak sangat kencang. Takut sekali. Kemungkinan buruk itu sudah bertengger di kepala Viza. Tangannya gemetar saat menggeser tombol hijau. “Ha haloo…” Suara Viza lirih. “Nyonya, sebaiknya Anda segera ke rumah sakit sekarang. Maaf, kami sudah melakukan yang terbaik, tapi….” Mendengar kalimat yang diucapkan dokter, Viza sudah tahu sambungannya. Dia menjauhkan hp dari telinga. Menurunkan benda pipih itu ke bawah. Ia tak perlu mendengar sambungan kalimat dari dokter. Dengan langkah gemetar, Viza menuju ke kamar yang dituju. Tubuhnya mendadak terasa dingin. Ia menerobos masuk ke kamar sesaat setelah mendorong pintu. Suster menutup bagian wajah pasien dengan kain. Dokter melepas handscoon dan bersiap hendak keluar kamar. Dokter menunjuk Viza dan berkata, “Anda…” “Istri korban,” lirih Viza menatap sayu. “Maaf, kami sudah melakukan semaksimal mungkin, tapi sudah terlalu jauh dari kata selamat. Nyawa suami Anda tidak bisa diselamatkan. Tuhan b

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 123

    “Semua kesalahan masih bisa dimaafkan.” Fairuz berusaha menenangkan putrinya. “Vikram memang kecewa berat sama kamu, tapi pasti dia akan kembali kepadamu. Jangan khawatir ya. Ibu tahu kok bagaimana Vikram. Dia anak yang baik.” “Bagaimana kalau Mas Vikram membatalkan pesta pernikahan kami? Dia pasti nggak peduli meskipun uang milyaran yang dia gunakan untuk pesta pernikahan terbuang sia-sia.” “Nanti bisa kamu bicarakan baik-baik dengannya. Kalau hati Vikram sudah lega, dia pasti bisa diajak bicara secara dewasa kok. Ini hanya karena dia lagi emosi aja.” Viza menghela napas. “Sebenarnya, yang paling aku takutkan itu satu hal, bagaimana kalau rasa sayangnya ke aku jadi hilang gara-gara ini?” “Nggak semudah itu.” Fairuz mengusap punggung tangan putrinya dengan senyum. Perkataan Fairuz berhasil mengurangi sedikit kecemasan Viza. Meski itu hanyalah kata-kata sekedar menghibur saja, atau memang sungguhan pendapat Fairuz benar, yang jelas Viza merasa mendapat support. Brrrt brrrrt…

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 122

    Cekrek cekrek. Kilatan kamera memotret wajahnya dari berbagai sisi dan berbagai gaya pula. Bibir dibikin manyun, dibikin tersenyum, jari membingkai wajah, dan berbagai macam gaya. Viza memilih beberapa gambar dan mengirimkannya ke nomer Vikram. Tak mengapa nakal sedikit sama suami. Halal. Tidak ada yang salah dengan hal itu. Caption di gambar juga dibikin nakal. ‘Mas gk pingin ketemu nih?’ ‘Aku salah, tapi aku kangen. Gimana dong?’ ‘Maafin aku ya, sayang. Pulang dong. Mau peluk.’ ‘Kalau Mas Vikram di sini, aku lepas semuanya deh.’ Pesan terkirim. Centang dua. Tapi tidak dilihat juga. Lama menunggu, bolak balik mengecek, tetap saja tidak dibaca. Duh, kok jadi cemas ya? *** Viza menggeliat di atas kasur empuk. Kasur ini memang nyaman sekali. Bikin betah berguling bebas di sini. Eh, tunggu dulu. Kok Viza sudah berada di atas kasur? Seingatnya, tadi malam ia ketiduran di kursi dekat jendela. Lalu siapa yang mengangkat badannya ke kasur dan bahkan menyelimuti dengan bed co

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 121

    Gubrak! Viza tersungkur setelah tersandung. Duh, Vikram kali ini lengah, dia tidak menangkap badan Viza. Entah pria itu sedang tidak sigap, atau memang dia sengaja tak mau menangkap badan Viza. Dada Viza yang masih dalam masa perkembangan itu sakit sekali. Kalau suami marah, efeknya Viza jatuh sendiri, bangkit pun sendiri. Tanpa bantuan. Eh, Viza melihat tangan terjulur ke depan wajahnya. Pandangan Viza naik dari telapak tangan menuju ke wajah. Wajah datar Vikram dingin sekali. Viza tersenyum menyambut tangan suaminya. “Terima kasih, Mas.” Meski dibantu dengan muma dingin, namun Viza tetap menunjukkan sikap manis. Viza sedang berusaha melukuhkan hati suaminya, maka jangan putus asa. “Diamlah supaya tidak terjatuh!” titah Vikram kemudian melenggang keluar rumah. Pria itu masih terluhat dingin. “Mas…… Tunggu….!” Viza mengejar Vikram. “Aku minta maaf. Plis, jangan marah! Mas, aku sayang kamu.” Vikram masuk ke mobil. Senyum Viza perlahan lenyap menatap mobil yang kemudian

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 120

    Hening.Beberapa detik benar-benar sunyi.Lalu terdengar suara sepatu melangkah mendekat. Vikram berada tepat di belakang Viza.Caruk leher Viza sempurna meremang. Ia kemudian bangkit berdiri, memutar badan hingga menghadap dengan Vikram. Mereka bertukar pandang.Wajah Vikram tak seperti biasanya. Pria yang selalu terlihat manis dan hangat, kini dingin. Tatapannya pun dingin.“Mas, aku…”“Aku bahkan telah membatalkan meeting dengan dua klien besar untuk makan malam kita di restoran kemarin,” potong Vikram datar. Viza semakin merasa bersalah. Aduh, bagaimana ini? Vikram pasti merasa sangat kecewa. Begitu banyak hal besar telah dia korbankan demi hal kecil bersama dengan keluarga kecilnya, tapi istrinya ini malah memporak-porandakannya.Demi apa Vikram melakukan hal itu? Tentu demi rasa sayangnya pada Viza. Huh, kenapa Viza bisa termakan ucapan si pengirim surat kaleng itu?“Maaf, aku sudah mengacaukan semuanya.” Viza berucap lirih.“Tidak ada bulan madu ke Mesir, tidak ada pesta.”“Ta

  • Berandal Misterius Itu Suamiku   Part 119

    “Ucapanku ini berlaku jika memang tuduhanmu benar, tapi kenyataannya tuduhanmu ini keliru. Kamu salah paham, Viza.” “Kalau begitu jelaskan dan luruskan dimana letak kesalahpahamanku supaya aku mengerti.” Mones mengusap air mata, tangisnya sudah terhenti. Ia menarik napas untuk menenangkan diri. “Memang benar aku mencintai Vikram sejak lama, aku menyimpan perasaan itu, aku memendamnya karena takut persahabatan kami akan rusak oleh perasaan yang nggak seharusnya. Juga karena aku takut dia akan menjauhiku saat tahu aku mencintainya,” jelas Mones. “Setahuku, Vikram hanya mencintaimu. Dia nggak pernah mencintaiku. Bahkan setelah dia mendengar pengakuanku di restoran waktu itu, bahwa aku mencintainya, responnya sangat datar. Dia bilang supaya aku profesional kerja. Sebab dia sudah beristri.” “Lalu, kartu undangan itu apa?” Viza menunjuk kartu undangan di tangan Mones. “Ini?” Mones mengangkat kartu itu. “Ini adalah salah satu bentuk dan caraku menuangkan rasa cintaku ke Vikram. Ini car

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status