Share

47. Sia-sia Dong

Untuk pertama kalinya aku bertatapan dengan ayah kandungku, rambutnya sedikit ikal mirip denganku. Tubuhnya tidak tinggi, sejajar dengan istrinya yang memakai sepatu hak tinggi mahal. Aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa melihat tatapannya yang terharu.

Aku hanya sebagian kecil benih yang terbuang di rahim wanita pelacur, anaknya tapi bukan berarti keluarga. Jadi tidak ada keharusan terharu ketika bertemu. Kami orang asing yang kebetulan memiliki darah yang sama.

"Bagaimana caranya kamu menemukan ayah kandungku?" tanyaku berbisik pada Roan.

"Itu agak sulit, tapi temenku membantu dan melakukan tes DNA ke beberapa orang."

"Temenmu yang ngasih kita liburan?"

"Benar."

"Wah, sepertinya dia orang yang hebat."

"Masih lebih hebat aku."

"Baiklah aku percaya, kalau begitu kasih tahu apa yang harus aku lakukan ketika bertemu ayah kandung?"

"Meluapkan emosi? Terharu?"

"Aku nggak ada perasaan terharu semacam itu."

"Kamu memang wanita dingin. Kalau begitu lakukan sesukamu."

Roan men
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Husna Rafliazzahra
gak ada yang sia² Rin,kalau kamu ga miskin dulu mungkin aja kamu gak ketemu yua melalui yua kamu ketemu roan
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status