Tanpa ragu-ragu lagi Stanley langsung berjongkok lalu menyingkap dengan kasar rok yang dikenakan oleh Arabella, kepalanya langsung tenggelam ditengah-tengah bagian terindah milik wanita cantik itu, tidak tanggung-tanggung! Stanley bahkan melebarkan kedua pangkal paha Arabella agar dia lebih leluasa dalam melakukan aksinya."Tuan, tidak disini! Jangan Tuan, aku takut ada orang ahhh,"Melakukan protes tetapi ujung-ujungnya justru sia-sia saja karena Stanley sudah meliuk-liukkan lidah kasarnya dibawah sana! Ditekan-tekannya lubang kenikmatan itu oleh Stanley sehingga Arabella seketika menjerit."Ahhh Tuan, jangan ahhh emmthh Tuan,"Karena tidak ingin sampai keburu ada yang memergoki keduanya, Stanley segera menghentikan aksinya lalu kembali berdiri."Tuan jangan lakukan disini,"Dicengkeramnya wajah Arabella oleh Stanley."Dengar, kau sudah membuatku marah hari ini!""Ta-tapi aku salah apa?""Tawanan kamarku tidak berhak pergi bersama laki-laki lain kecuali aku,""Ma-maaf Tuan, tapi kau
Tiba di kediaman Diva dan orangtuanya, Stanley juga orangtuanya langsung disambut ketika baru turun dari mobil oleh orangtuanya Diva. Raut wajah mereka tidak dapat disembunyikan lagi, betapa bahagianya keluarga Diva jika benar-benar menjadi anggota group Limson nantinya."Mari masuk!" kata momynya Diva.Mereka duduk di ruangan tamu, kemudian setelah menunggu beberapa saat Diva muncul dengan balutan gaun berwarna putih yang membuatnya terlihat jauh lebih cantik dari hari-hari sebelumnya."Tuh lihat calon istrimu, cantik sekali dia!" kata momy Lindsey."Iya mom,""Cantik memang, tapi Stan depan belakang rada minus ya!" bisik Dady Domanick pada telinga Stanley."Kau benar Dad,""Apa kau tidak mencari yang lebih besar lagi? Awas nanti jangan sampai kau menyesal ya Stan, setelah menikah maka kau tidak boleh lagi bermain-main dengan wanita lain!""Nyolek juga tidak boleh Dad!""Tidak! Kau hanya boleh menikmati yang ada yaitu Diva yang akan menjadi istrimu,""Berat Dad!" sambil mengusap kasa
Sebenarnya Austin sendiri terkadang bingung dengan sikap Stanley yang terkadang seperti hanya menganggap Arabella sebagai gadis tawanan kamarnya, dan hanya memanfaatkan Arabella untuk memuaskan birahinya! Tapi terkadang, Stanley justru bersikap berlebihan dan mengarah pada kecemburuan ketika Arabella dekat dengannya.Padahal Stanley harusnya menyadari, jika sebentar lagi dia akan bertunangan lalu menikah, bukankah itu artinya tidak akan lama lagi Arabella akan dia singkirkan dari kehidupannya? Lalu kenapa Stanley tidak biarkan saja Arabella dekat dengannya ataupun dekat laki-laki lain.Cukup lama Stanley duduk terdiam dilantai sendirian karena Austin sudah pamit kembali ke markas group Limson.Saat Arabella sedang duduk diatas ranjang sambil menyandarkan kepalanya pada headboard, Stanley masuk kedalam kamar dengan langkah kaki perlahan.Kemudian, Stanley menghampiri Arabella dengan duduk dibibir ranjang didekat Arabella. Melihat kehadiran Stanley, Arabella masih tidak berniat untuk be
Mau tidak mau akhirnya Arabella pun ikut bersama Stanley ke markas group Limson! Pagi-pagi begini Stanley biasanya akan duduk dikursi kebesarannya sambil memeriksa laporan penjualan barang-barang, dan juga laporan biaya produksi serta laporan-laporan lainnya.Karena tidak ada kegiatan apapun lagi, Arabella pun pergi ke pantry untuk membuatkan kopi hangat untuk Stanley lengkap dengan makanan ringannya.Diletakkannya Kopo hangat dan makanan ringan itu diatas meja Stanley, tetapi Stanley terlihat sedang fokus pada laptop dihadapannya."Seharusnya tidak perlu membuatkan aku minuman," kata Stanley yang bicara tanpa menoleh kearah Arabella sedikitpun."Tidak apa-apa kok Tuan, daripada aku hanya diam saja!""Memang aku membawamu kesini untuk diam duduk diatas sofa!""Kenapa begitu?""Agar aku lebih bersemangat lagi menyelesaikan pekerjaanku!"Membuat Arabella pun tersenyum mendengar jawaban Stanley."Ara!""Ya?""Kemarilah,"Arabella menghampiri Stanley berdiri didepan meja kerjanya."Lebih
Stanley membuka salah satu laci dimeja kerjanya untuk mengambil pil kontrasepsi yang biasa dia stock ketika hendak bermain, walaupun ketika bersama Arabella terkadang Stanley lupa memberikannya pil tersebut karena tubuh Arabella selalu berhasil membuat Stanley lupa daratan. "Ini minumlah dulu!" kata Stanley. Diterimanya pil kontrasepsi itu oleh Arabella kemudian dimasukkannya kedalam rongga mulut, Stanley pun berjalan kearah meja didekat sofa untuk mengambilkan Arabella satu botol air mineral, saat Stanley tengah berjalan untuk mengambilkan air mineral! Arabella pun mengeluarkan kembali pil tersebut kemudian membuangnya kebawah meja kerja Stanley. Kemudian Stanley kembali dengan membawa satu buah botol air mineral ditangannya, diberikannya botol minuman tersebut pada Arabella yang belum membuka mulutnya sama sekali! Arabella berakting seolah-olah dia baru saja menelan pil tersebut saat air minum masuk kedalam rongga mulutnya. Stanley pun menepuk-nepuk kepala Arabella. "Good job!"
Mendengar teriakan kedua anggota group Limson, Arabella langsung masuk kedalam taxi lebih tepatnya masuk kedalam mobil dari seseorang yang dia percayai untuk bisa membawanya pergi! Siapa dia? Tentu saja reader pun sebenarnya mengenali siapa orang yang menjemput Arabella sat ini.Terkecuali Stanley, dia tidak akan pernah tau kemana Arabella pergi dan dibantu siapa sehingga Arabella bisa pergi meninggalkannya. Kedua anggota group Limson buru-buru masuk kedalam mobil untuk mengejar taxi yang membawa Arabella.Terjadi kejar-kejaran antara taxi yang ditumpangi oleh Arabella dengan kedua anggota group Limson!"Kau lihat itu? Supir taxi mana yang bisa mengemudikan mobil sepandai itu sampai kita tidak bisa mengejar nona?" ujar seorang anggota group Limson yang mengemudikan mobil."Apa kau tau rumah sakit yang bisa membuat leher dan kepala tersambung lagi?" tanya anggota group Limson disebelahnya."Maksudmu? Mana mungkin ada rumah sakit macam itu, lagipula leher siapa yang akan terpisah dari k
Mendengar jawaban dari Austin, darah ditubuh Stanley langsung mendidih, Stanley mengeratkan rahangnya kemudian karena tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar, Stanley mencengkram kerah kemeja yang dikenakan oleh Austin.Secara perlahan kedua kaki Austin mulai tidak lagi menyentuh tanah, karena satu tangan Stanley berhasil mengangkat tubuh Austin keudara."Katakan sekali lagi!" kata Stanley dengan kedua mata yang sudah melotot tajam dan memerah menyala."Ketua, tu-runkan a-aku dulu! Aku sulit berna-pas,"Dilemparkannya tubuh Austin hingga membentur body mobil yang berada disebelahnya."Kami pasti akan membawa nona Arabella kembali Tuan, maafkan kelalaianku dan kami semua!"Tanpa berkata-kata lagi, wajah Stanley sudah terlihat sangat emosi dan murka! Membuat para anggota group Limson hanya bisa menundukkan kepala mereka tidak berani menatap wajah Stanley yang sedang diselimuti oleh api kemarahan yang luar biasa.Dibukanya jas serta dasi yang Stanley gunakan, dilemparkan semba
Sebelum kabur, Arabella memang sudah merasakan tidak enak badan terus-menerus ditambah kepalanya terasa pusing dan pagi hari Arabella selalu merasakan mual, padahal Arabella adalah gadis yang jarang sekali sakit! Setelah searching di internet tentang tanda-tanda kehamilan, Arabella pun mulai berpikiran jika dirinya tengah mengandung anak dari hasil hubungan gilanya dengan Stanley.Didalam kamar mandi, Arabella sudah menggunakan tes pack tersebut namun untuk melihatnya dia masih takut jika kecewa dan ternyata hasilnya negatif, padahal Arabella ingin sekali membawa sesuatu yang sangat berharga dari Stanley yaitu benih yang Stanley tanamkan dirahimnya.Dengan perlahan Arabella membuka sedikit demi sedikit tes pack tersebut hingga muncullah dua garis merah yang menandakan keinginannya itu akan segera terwujud! Karena terlalu bahagia, Arabella langsung lompat-lompat kegirangan."Oh my God apa yang baru saja aku lakukan, aduhh Bodh! Bodoh! Ara, kenapa kau lompat-lompat bisa-bisa aku kegugur
Karena terlalu merindukan Damnatio membuat Lexie menjadi liar tidak terkendali seperti saat ini, leher Damnatio telah habis dihisapnya hingga meninggalkan jejak-jejak merah dileher Damnatio, pintu lift terbuka keduanya kemudian melangkah keluar dari dalam lift dengan Lexie yang terus menciumi dada bidang Damnatio!Jas serta kemeja milik Damnatio yang telah berhasil dilepaskan oleh Lexie itu pun dilempar begitu saja, kini keduanya berada dilantai sembilan hotel tersebut! Sebenarnya ada banyak kamar hotel disamping kanan dan kiri Lexie juga Damnatio, tapi entah kenapa keduanya justru memilih untuk tetap melanjutkan aksinya dilorong-lorong hotel.Lexie menjulurkan lidahnya untuk menjilati bagian atas tubuh Damnatio, puting Damnatio pun tak lepas dari incaran lidah Lexie yang meliuk-liuk disana!"Oughttt Lexie kau sangat liar, ah aku menyukai tingkah liarmu ini sayang!"Lidah Lexie terus menjilati tubuh Damnatio hingga turun kearea bawah, secepat kilat Lexie berjongkok kemudian meloloskan
Setelah semuanya siap, Stanley menggandeng Lexie untuk bertemu dengan Damnatio diatas altar yang telah disediakan, rasanya seperti baru kemarin mendengar tangisan kecil saat Lexie masih menjadi bayi tapi kini Stanley sudah harus mengantarkan putri angkatnya itu untuk dinikahi oleh Damnatio.Setidaknya Stanley dan Arabella merasa bersyukur karena Lexie dinikahi oleh putra kandung mereka, dengan begitu mereka yakin jika Damnatio tidak akan mungkin menyakiti Lexie! Damnatio adalah laki-laki terbaik Nyang dipilih Tuhan untuk mencintai Lexie selamanya.Langkah kaki Lexie dan Stanley semakin dekat dengan tempat dimana Damnatio berdiri menunggu kehadiran mereka, wajah cantik dan bersinar Lexie pun mulai semakin terlihat jelas dihadapan Damnatio! Gadis itu tersenyum malu ketika berjalan dengan seluruh pasang mata para tamu undangan yang tertuju melihat kecantikan wajah Lexie dan keindahan gaun super mahal miliknya.Damnatio terlihat menyelipkan senyum tipis dibibirnya, meskipun masih kesal ka
Setelah ditenangkan oleh Mommy Arabella akhirnya Lexie pun berhenti menangis."Hari ini kau ada syuting iklan, sebaiknya kau sarapan dulu agar ada tenaga!""Aku tidak nafsu makan mom, melihat sikap kak Dam seperti itu aku jadi malas makan dan syuting,""Dam itu hanya sedang marah sedikit padamu, nanti beberapa hari lagi juga marahnya hilang! Kau harus tau Dam meminta Mommy mempersiapkan pernikahan kalian secepatnya, dia meminta dengan konsep outdoor dipinggir pantai!" kata Mommy Arabella."Benarkah? Mommy tidak bohong kan?""Untuk apa Mommy bohong, Dam menginap disini untuk membicarakan hal itu dengan Mommy,"Lexie pun sampai senyum-senyum sendiri mendengar hal itu, ternyata dibalik sikap cuek Damnatio saat ini dia tidak goyah sedikitpun untuk segera menikahi Lexie, bahkan diam-diam meminta kedua orangtuanya untuk mempersiapkan pesta yang begitu menarik. Pikiran Lexie pun langsung melayang-layang sudah membayangkan bagaimana rasanya nanti ketika mengucap janji suci bersama Damnatio di
Dengan wajah yang ditekuk, bibir mengerucut dan kedua tangan yang bertolak pinggang! Lexie terlihat kesal dan gemas karena Damnatio tidak pernah mengangkat teleponnya setelah meninggalkan rumah begitu saja kemarin. Rasanya ingin sekali Lexie menerkam ketua mafia itu, akan tetapi Damnatio masih berlagak cuek dan malah melanjutkan sarapannya."Aku tidak mau ikut-ikutan, sayang aku berangkat ke markas sekarang ya!" kata Stanley."Aku antar kedepan Dad," kata mommy Arabella.Keduanya kemudian berdiri dari kursi lalu menghampiri Lexie, dikecupnya pipi Lexie kanan dan kirinya oleh Stanley dan Arabella."Putri Daddy yang malang, jika ada yang menjual stok kesabaran beli lah agar kau kuat menghadapinya!" kata Stanley."Dad, jangan seperti kompor cepat kedepan!" kata Arabella.Stanley dan Arabella pun pergi, hanya tinggal Lexie yang masih berdiri namun belum berkata-kata, Damnatio pun mengandalkan sudut matanya untuk melihat apakah Lexie sudah bergerak dari tempat dia berdiri, sampai dua menit
Damnatio mabuk cukup parah sehingga untuk berjalan saja dia sempoyongan padahal sudah dipapah oleh Daddy Stanley, mulut Damnatio pun terus berbicara aneh-aneh dan tidak mau diam sepanjang perjalanan didalam mobil."Kau tau kan Dad, aku sangat mencintai Lexie jadi aku tidak bisa marah padanya! Bagaimana jika kau saja yang aku marahi?""Apa kau ini Dam, memangnya aku salah apa sampai mau kau marahi? Ada-ada saja! Sudah tutup mulutmu!""Diam," teriak Damnatio.Membuat Stanley pun terkejut mendengar teriakan Damnatio."Kau harus aku marahi, kau itu kan laki-laki yang sering membuat mommyku merintih-merintih sepanjang malam, iya kan? Aku sering mendengarnya,""Iya, besok-besok mommymu bukan hanya aku buat merintih tapi menjerit-jerit,"Mendengar jawaban Stanley, Damnatio yang masih dalam pengaruh alkohol langsung menarik jaket Stanley, kedua tangannya itu mencengkram leher Stanley."Apa kau bilang? Kau benar-benar laki-laki jahat, aku akan menembakmu!""Anak ini benar-benar pemabuk yang pa
Disaat berusaha untuk mengejar Damnatio, saat hendak meminta pada salah satu supir pribadinya justru Lexie dihalangi oleh kedua anggota group Limson yang stay didepan pintu utama rumah tersebut."Apa ini?""Maaf nona, tapi Tuan Dam meminta kami agar menahan anda di rumah! ini sudah larut malam, sebaiknya anda kembali masuk kedalam dan beristirahat!""Tidak bisa, dia marah padaku! Bahkan sangat marah, aku harus menjelaskan padanya!""Percuma saja nona, Tuan Dam tidak ingin diganggu untuk saat ini!"Percuma saja melawan karena tenaga Lexie tidak mungkin kuat menerobos kedua anggota group Limson bertubuh besar itu! Akhirnya Lexie pun pasrah dan kembali masuk kedalam rumah.Didalam kamarnya, Lexie tidak ada henti-hentinya mengutuk dirinya sendiri dan merasa sangat bersalah pada Damnatio!"Aku harus bagaimana? Kak Dam pasti sangat membenciku sekarang, mommy! Iya, aku harus menelpon mommy!"Lexie pun mengambil handphone miliknya kemudian menelpon mommy Arabella, mommy Arabella yang baru saj
Dibawah sana kedua jari-jari Damnatio terus mengobok-obok bagian inti Lexie sementara satu tangannya lagi mulai menurunkan resleting celananya karena Damnatio sudah tidak sanggup lagi menahan gejolak nafsunya yang semakin meronta-ronta."Ah kak, sudah mau dimasukkan sekarang?""Ya, maafkan aku Lexie aku tidak akan membuatmu klimaks dengan jari-jariku, aku tidak sanggup lagi menahan birahiku sendiri!"Kedua jari itupun langsung dikeluarkan oleh Damnatio, dan detik selanjutnya ada pengganti yang bentuknya jauh lebih besar dan lebih panjang lagi ketimbang dua jari yang tadi memasuki miliknya, tubuh Lexie pun terhentak ketika lobak import yang berotot dan sudah sangat keras itu mulai ditekan semakin masuk kedalam lubangnya."Ouh ahhh Lexie, kau dapat merasakan milikku?""Yes ahh, kakak aku merasakannya ahhh terus kak sampai dalam,"Damnatio pun menekan habis lobak importnya hingga benar-benar mentok didalam sana, rasanya sungguh membuat Damnatio melayang-layang ke surga saat miliknya yang
Jari-jari tangan Damnatio memelintir-lintir kedua puting payudara Lexie yang sudah mengeras akibat terangsang oleh sentuhan-sentuhan yabg dilakukan oleh Damnatio, sambil kembali meraup bibir ranum Lexie jari-jari itu terus memainkan kedua puting Lexie hingga membuat tubuh Lexie meliuk-liuk keenakan.Seorang pelayan yang tadinya hendak membersihkan kaca-kaca di ruangan televisi yang letaknya menghadap langsung ke kolam renang, segera memalingkan wajahnya begitu tak sengaja melihat kegiatan yang tengah dilakukan oleh kedua majikannya didekat kolam renang.Buru-buru pelayan tersebut tidak jadi membersihkan kaca jendela yang berada disana, lalu pergi berlalu agar tidak menggangu kedua makhluk yang sama-sama tengah saling memberikan kenikmatan satu sama lain!"Beritahu semua pelayan agar tidak melakukan kegiatan apapun didekat kolam renang," ujar pelayan tadi pada sesama pelayan yang juga bekerja di rumah ini."Memang ada apa?""Pokoknya beritahu saja siapapun jangan ada yang mendekat kear
Saat tiba di kediaman mewahnya! Lexie buru-buru turun dari dalam mobil sementara mommy Arabella memutuskan untuk langsung melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya! Saking tidak sabarnya bertemu dengan Damnatio, Lexie berlarian masuk kedalam rumah berharap jika Damnatio sudah pulang dan menunggunya didalam kamar.Akan tetapi saat pintu kamarnya dibuka, tidak ada sosok Damnatio didalamnya karena masih penasaran Lexie pun mengelilingi rumah siapa tau Damnatio berada di ruangan lain."Nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pelayan yang kebetulan berpapasan dengan Lexie."Apa Tuan Dam sudah pulang?""Belum nona, sejak tadi saya tidak melihat Tuan Dam!""Baiklah,"Padahal sudah sangat merindukan Damnatio tapi rupanya Damnatio belum juga tiba di rumah, Lexie kemudian membuka layar handphonenya dan tidak mendapati pesan atau telepon masuk dari laki-laki pujaannya itu."Bahkan sekedar mengirimkan pesan saja dia tidak! Dasar so sibuk!" umpatnya.Karena penasaran dengan keberadaan Damna