Share

Tidak Jelas

last update Last Updated: 2025-03-13 16:43:02

“Apa maksud ucapan, Anda, Nona?”

Billy memang berbeda dari pengawal lainnya. Dia tidak takut mengungkapkan pikirannya.

“Nggak ada maksud apa-apa kok. Aku hanya asal bicara saja. Lagian aku lebih suka yang melakukan semua adalah Axel. Jadi, kau nggak usah ikut campur deh urusan tuanmu,” sahutku benar-benar tidak mau mengalah.

“Apa?” delik Billy.

Bugh! Tiba-tiba saja Axel menonjok kursi yang didudukinya.

Axel terlihat tidak setuju saat Billy menentang ucapanku.

“Aku nggak ngajakin dia ribut ya, dia saja yang mau ribut denganku. Harusnya dia tuh nggak usah banyak omong,” kataku menjadi berani karena aku yakin meski Axel bersikap dingin padaku seperti itu, aku tetap menjadi prioritasnya.

“Kalau kamu gak mau beliin juga ga apa-apa, tapi karena tasku tertinggal disana jadinya aku nggak bisa belanja sendiri. Aku sanggup kok beli sendiri, aku punya uang. Cuma ya sekarang memang lagi gak pegang uang kan.”

Hmmm … aku yakin 100% sekarang Axel sedang menganggapku gila atau hilang ingatan. Semua kepribadianku berubah total dimatanya.

Axel tetap tidak menjawab hanya menatapku.

Aku jadi sedikit kesal.

“Ya sudah, aku pulang saja. Aku bisa pulang naik taksi kok. Berikan kartu namamu. Nanti akan aku ganti semua ongkos dan biaya rumah sakit tadi,” ucapku lalu aku berbalik akan keluar mobil.

Karena di kehidupan lalu aku tidak pernah berhubungan dengan Axel bahkan kontaknya pun aku nggak tahu. jadi, nggak salah kalau sekarang aku meminta kontaknya.

“Billy, keluarlah!” Perintah Axel penuh penekanan sambil dia mencengkram tanganku.

Aku seolah tidak mendengar ucapan Axel. Seolah kepalaku nge-bug karena Axel bersikap seperti tadi.

Tanpa aku sadari, aku meronta berusaha melepaskan tanganku dari cengkramannya. Aku jadi ikut lebih ngambek dengan sikap Axel yang cuek itu.

Aku merasa Axel menolakku. Aku merasa ini berbeda dengan apa yang aku bayangkan.

Aku membayangkan kalau Axel akan bersikap romantis saat aku meminta itu.

“Apa aku sudah mengizinkan kamu pergi? Seenaknya saja berkata, lalu kau pergi meninggalkanku. Aku tidak akan biarkan itu!”

Tiba-tiba saja Axel merang–sak, mendekat. Dia menarik pinggangku. Aku sempat terkejut. Suaranya tadi berbeda, itu seperti tekanan yang tidak akan membiarkan seseorang bernapas.

Aku seperti mangsa yang tidak akan dia lepaskan begitu saja.

Entah kenapa hatiku tadi sempat bergemuruh karena Axel bersikap dingin. Aku yang terlalu agresif menyerangnya lebih dulu agar dia tahu perasaanku.

Namun, sepertinya aku merasa Axel tidak memiliki perasaan yang sama denganku.

Mata kami berdua bertatapan. Yang tidak bisa aku cegah adalah air mataku yang mengalir begitu saja.

Tangan dingin Axel membelai pipiku lalu mengusap air mataku.

“Apakah kamu benar-benar akan meninggalkanku lagi? Heum?! Aku tahu mungkin ini sudah terlambat. Tapi, aku mohon jangan tinggalkan aku lagi. Hatiku sudah sangat terluka saat tahu kamu bersama dengan laki-laki itu. Apa aku harus membelah dadaku dan mengambil jantungku untukmu?”

Aku menggeleng dan menitikkan air mata lagi. Tidak menyangka kalau aku mendapatkan pernyataan cinta yang tulus dari Axel. Aku langsung membekap mulutnya agar Axel tidak mengucapkan lagi kata yang membuat hatiku tambah sakit.

“Nggak seperti itu, Xel …,” ucapku terisak, aku ingin menjelaskan, namun sedikit mencerna ucapan Axel.

Dia bilang aku meninggalkannya. Ucapannya seperti aku sudah memiliki hubungan dengannya, tapi aku yang seperti mengkhianatinya lebih dulu.

Aku hampir tidak memahaminya, hanya saja sikapnya yang rela mengorbankan nyawa keluar dari mulutnya sudah membuatku kehabisan napas. Bagaimana mungkin aku tega melihatnya mati karena ku untuk kedua kalinya.

Axel perlahan menarikku dan membawaku ke dalam pangkuan nya. Lalu dia menatap mataku dan menghapus air mataku.

“Tadi bukannya kamu bilang, aku disuruh memberikan hal yang paling berharga dari diriku. Aku hanya memiliki nyawaku yang aku rasa itu yang paling berharga dariku. Aku akan berikan padamu, sekarang pun … aku rela melakukannya untukmu!”

Aku tak bisa membendung lagi, air mataku semakin deras. Inilah cinta yang sesungguhnya.

Cinta yang aku tidak dapatkan dari suamiku Nicholas. Dia tidak pernah mau berkorban apapun untukku, sedangkan Axel yang dalam kehidupan laluku tidak sama sekali aku perhatikan malah rela memberikan juga mengorbankan nyawanya.

Sungguh ironis, Regina….

Aku menangis dalam diam. Semua penderitaan dan pengkhianatan suami juga adik tiriku seolah terbayar dengan kehadiran sosok Axel.

Aku menjatuhkan tubuhku dalam pelukannya. Menangis tersedu dengan keras. Sampai Axel sendiri bingung kenapa aku menangis keras seperti itu.

“Tolong jangan menangis seperti itu, hatiku semakin tersiksa melihatmu seperti itu. Aku berjanji, selama aku masih hidup, kamu akan aku lindungi. Tidak akan kubiarkan seorang pun menyakitimu, Regi!”

Tegas dan jelas suara Axel membakar dalam tubuhku. Itu bukan hanya sebuah perkataan, namun itu sudah dibuktikan di kehidupan lalunya.

Axel memang selalu ada dan melindungiku.

Axel adalah malaikat pelindungku.

Hanya saja aku yang bodoh tidak pernah menyadari keberadaannya.

Axel belahan jiwa juga kekasih sejatiku.

“Sudahlah jangan menangis lagi. Aku bingung kalau kau menangis seperti ini,” Axel berkata dengan lembut sambil mengusap punggungku.

“Hiks … hiks … habisnya kamu juga kan yang bikin aku nangis kayak gini … hiks … hiks …,” aku berkata, bergetar masih menangis.

Axel tersenyum.

Ini pertama kalinya aku melihatnya tersenyum. Ternyata senyumannya seindah mentari pagi.

“Pokoknya kamu harus tanggung jawab,” cetusku.

“Apalagi yang kurang, Reg? Hmm?!”

Senyuman Axel merekah dengan suaranya yang lembut menyapa telingaku.

“Pokoknya kamu harus jadi pacarku?” cetusku lagi sambil menghamburkan kepalaku di dadanya, aku bersikap manja seperti kucing jinak. Padahal tadi sudah ngotot tidak jelas juntrungannya.

“Maksudnya, aku disuruh jadi selingkuhanmu? Hah?!” Axel berkata dengan nada ringan seolah bukan masalah kalau dia menjadi selingkuhanku.

“Gak gitu, aku akan putuskan Nicholas. Pokoknya aku cuma mau kamu jadi pacarku,” rengekku semakin terdengar tidak jelas.

“Hahahaha!!”

“Kok ketawa sih? Aku serius tahu!” ucapku ketus dan mendelik.

Aku merasa Axel sedang mengejekku.

Lalu tanpa sadar aku memukuli dadanya.

Axel menangkap kedua tanganku.

“Ternyata aku baru tahu kalau selama ini kamu punya kepribadian ganda. Harusnya sejak dulu kamu tunjukkan sikapmu yang seperti ini,” ucap Axel kini dia mencubit hidungku perlahan.

Aku terpana seperti orang bodoh. Yah … mungkin saja aku memang sudah bodoh. Bodoh karena aku sekarang sedang jatuh cinta pada Axel.

Dan kali ini adalah cintaku yang sesungguhnya. Aku tidak mungkin salah orang lagi. Dia adalah pasangan jiwaku.

Lalu tanpa sadar, jarak kami berdua malah semakin dekat. Seperti tidak perlu kami ucapkan, semua seperti magnet yang saling menarik satu sama lainnya.

Axel mencintaiku, begitupun diriku yang sudah membuka hati sepenuhnya untuk Axel.

“Jangan menyesalinya ya, karena ucapanmu tadi tidak akan pernah bisa kamu tarik kembali, Regi. Kamu saat ini, sepenuhnya sudah menjadi bagianku, mengerti?”

Seperti terhipnotis pada ucapannya. Aku mengangguk dengan pelan beriringan dengan Axel yang memajukan wajahnya hingga hidung kami sama-sama menempel.

Aku seperti melayang di udara. Karena hawa panas menjalar di bibir kami berdua. Kamu berdua tebang di dunia ke tujuh. Ini adalah ciuman pertama kami dan buatku bukan hanya yang pertama, ini adalah bagian dari kisahku dengan Axel yang tidak akan pernah dapat di sentuh Nicholas karena dengan Nicholas selama kami berhubungan dan menikah, dia selalu bisa menghindari dan menghindari aktivitas ini.

***

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Related chapters

  • Aku Kembali Untuk Membalas Penghianat Suamiku    Masih Terasa

    “Apa kamu masih ingin ice cream dan kentang gorengnya?” Axel berbicara sambil mengusap rambutku.Dia terus tersenyum melihat tingkahku. Aku malu. Hanya bisa memeluknya dengan erat. Ini pertama kalinya aku merasa seperti saat ini.Terus berdebar tanpa henti dan perasaan itu hanya bisa aku rasakan ketika bersama dengan Axel.Dulu aku pernah salah mengartikan perasaanku. Aku berpikir cintaku dulu pada Nicholas adalah cinta sejati, tapi setelah aku mengetahui semua kebusukan mereka, aku hanya menyesal membiarkan para serangga itu tetap di sisiku.Secepatnya aku harus mengusir serangga itu menjauh agar aku tidak kembali tersengat oleh mereka.“Aku mau, tapi aku gak mau turun dari sini,” ucapku menjawab lirih, sungguh memalukan, aku bertambah cegil dan tak tahu diri setelah perlakuan dari Axel barusan.Aku merasa itu adalah ikatan dan janji kami yang tak sempat terealisasi di masa lalu. Sekarang, aku hanya mengakui Axel seorang sebagai kekasihku.“Jadi, aku bagaimana kalau Billy yang membel

    Last Updated : 2025-03-13
  • Aku Kembali Untuk Membalas Penghianat Suamiku    Tidak Akan Mundur

    Rumahku tanpa adanya kakekku adalah dalam pengaturan Papaku. Yang di kaki tangani oleh ibu, adik tiri dan juga kekasih adikku itu.Bodohnya aku bertahun-tahun hanya memelihara penjahat. Aku memberikan semua akses juga fasilitas. Bahkan perusahaan warisan kakek saja aku berikan dengan mudah pada Nicholas.Aku mempercayakan semua. Aku bukan terlahir dari orang tidak punya bahkan aku bisa menjadi ratu untuk diriku sendiri dengan warisan kakekku Thomson itu.Namun, semua adalah ilusi semata. Saat pernikahan ku dan Nicholas, dia selalu saja mencari alasan sibuk mengurus perusahaan dan jarang pulang ke rumah.Dari awal pernikahan kami dulu, Minna dan Nicholas sudah bersekongkol memberikan aku racun yang bisa membuatku perlahan lumpuh dan tidak bisa bicara.Aku tidak pernah menyadari karena semua dicampur dengan makananku. Dan Minna selalu ada disisiku, merawat dan menemaniku, itu yang terlihat di mataku. Juga Nicholas selalu memberikanku banyak hadiah, tetapi dia sebenarnya tidak pernah men

    Last Updated : 2025-03-13
  • Aku Kembali Untuk Membalas Penghianat Suamiku    Pindah Kamar

    Bruk! Aku mendorong tubuh Nicholas dengan kasar. Seolah itu adalah kekuatan yang kusimpan bertahun-tahun dan tidak digunakan.“Apa yang kau lakukan hah? Itu ponselku tahu!” Aku melotot dan segera mengambil ponselku yang dibuangnya ke lantai.Aku gak pernah melihat sikap Nick seperti itu dulu. Dia selalu bersikap lembut padaku, sikapnya yang seperti ini tidak pernah dia tunjukkan. Dia dulu tidak pernah marah padaku karena aku selalu menurutinya.Nicholas segera tersadar meskipun kedua tangannya mengepal dan giginya mengerat dengan kesal.“Ma–maafkan aku, Regi, sungguh aku gak bermaksud begitu. Aku hanya jadi terbawa suasana karena kau mengabaikanku. Kau gak pernah bersikap seperti ini padaku,” Nicholas buru-buru menghampiri dan membantuku berdiri, tapi aku segera menepis.“Jangan sentuh-sentuh lagi, aku gak mau ketemu kamu lagi, Nick. Jadi, pergilah!” Usirku.“Kakak jangan seperti itu, Nick gak bermaksud seperti tadi, dia sudah menjelaskan. Kakak jangan marah lagi ya,” si ulet keket M

    Last Updated : 2025-03-13
  • Aku Kembali Untuk Membalas Penghianat Suamiku    Perasaan Sebenarnya

    “Ka–Kamar utama?”Aku mendengar ibu tiriku langsung bersuara ketika aku mengatakan pindah ke kamar utama. Dia terlihat kasak-kusuk dengan papaku.Aku menaikan rahangku dengan kasar. Mereka harus melihat keseriusanku. Aku tidak boleh lemah dan ditindas lagi.Ini baru permulaan bagi mereka.“Kenapa? Apa kalian keberatan? Bukankah itu kamar yang paling besar dan juga kamar mamaku. Aku ingin mengenang mamaku, aku kangen banget. Apa itu juga gak boleh?” ucapku sarkas.Tentunya tatapanku paling tajam pada papaku. Aku ingin papa ingat kembali tentang mama yang dikecewakan juga dikhianati olehnya.“Tapi, sayang, bukankah kamar lain masih banyak yang besar. Itu kan sudah menjadi kamar Pa–pa,” meski ragu, papaku tetap ingin mempertahankan kamar yang dirasa miliknya itu.“Meski banyak kamar lainnya, kamar mamaku itu yang paling besar, Pah. Toh, semua yang ada disini adalah milikku. Benarkan? Apa papa lupa karena terlalu nyaman di kamar mama?” cetus ku jadi lebih berani menentang papa.Papa terli

    Last Updated : 2025-03-13
  • Aku Kembali Untuk Membalas Penghianat Suamiku    Kamar Rahasia

    “Pa–papa, tolong jangan dibuang, Pa, ini semua milik mama,” tangisku sambil berlutut dan memegangi kaki papaku.Papaku sedang menyuruh beberapa pelayan membuang semua barang-barang Mamaku. Dari bingkai pernikahan, album foto, baju-baju mama juga semua benda yang berhubungan dengan kuas, cat air dan canvas.Semua adalah kegemaran mama dan semenjak papa ada ibu tiri, papa selalu mengikuti permintaan wanita itu. Dia menginginkan kamar terbesar dimana mamaku tidur menjadi miliknya.“Sudahlah, Regi, ini kan hanya barang-barang yang sudah tidak berguna. Untuk apa disimpan. Hanya membuat kamar sumpek saja. Lebih baik dibuang,” ucap papa acuh tidak peduli lagi dengan semua barang peninggalan mamaku.“Jangan Pah … Regi mohon, Pah. Biarkan barang-barang Mama setidaknya berada di kamar lain saja, asalkan papa tidak membuangnya. Regi mohon, Pah. Huhuhu … Regi yang akan merawat semua barang-barang Mama, Pah,” tangisku semakin kencang.Aku ingin memiliki kenangan mama. Meskipun bagi papaku semua su

    Last Updated : 2025-03-27
  • Aku Kembali Untuk Membalas Penghianat Suamiku    Pagiku Cerah

    “Nona, maaf mengganggu sarapan Anda!”Tiba-tiba Markus menghampiri. Aku menoleh dengan satu suapan di dalam mulutku.“Ada tamu untuk Anda …,” sebelum Markus selesai melanjutkan ucapannya aku segera beranjak dari duduk dan meletakkan sendok tadi tanpa ragu.Hmm … ternyata dia benar-benar datang pagi hari. Kataku berbisik, aku sudah tersenyum mengarah ke ruang tamu dan ketika aku melihat siapa yang ada di ruang tamu, senyuman langsung berubah.“Akhirnya, aku bisa masuk. Ada apa sayang? Kenapa aku tidak diizinkan masuk?”Ternyata yang datang pasangan si ulet keket. Dia belum tahu kelanjutannya kalau aku sudah memberikan perintah tidak bisa sembarangan orang lagi keluar masuk kediaman Thomson.“Oh, bukannya semalam kau sudah tahu. Aku mengatur ulang segalanya. Aku hanya ga ingin sembarang orang masuk ke rumahku!” sahutku ketus.Nicholas mengerutkan kening. Dia tidak pernah melihat aku bersikap seperti ini padanya. Nicholas selalu dapat perlakuan istimewa setelah dia menyandang sebagai ke

    Last Updated : 2025-03-27
  • Aku Kembali Untuk Membalas Penghianat Suamiku    Satu Komplotan

    “Apa wanita ini sudah gila dan konslet otaknya. Mana mungkin tuan Axel mau memakan bekas gigitannya!” Batin Billy yang sedang berperang dengan hati, tapi matanya masih melotot melihat tingkahku.“A–apa ini? Sejak kapan Regina akrab dengannya? Aku yakin, aku dan Minna sudah menjauhkan dia. Tapi, apa ini? Apa yang sebenarnya sedang terjadi?” Batin Nicholas pun tak luput bersitegang dengan pikirannya yang hampir tidak mempercayai kenyataan di depan matanya.Nicholas merasa, aku sedang membuatnya cemburu.“Si bodoh ini benar-benar menyukainya? Hah?! Aku benar-benar gila? Kapan dia dekatnya sih? Aku gak mungkin salah, tiap hari aku selalu bersama dengannya dan ini gak mungkin terjadi!” Batin Minna pun pasti ikut geram, sambil mengepal kedua tangannya.“A–a–am … rasanya enak kan?” Kataku yang telah berhasil memasukkan bekas gigitan ku tadi ke dalam mulut Axel.“Astagaaa!!” Billy menggeleng tidak percaya. Meremas wajahnya dengan kasar. Tuannya benar-benar seperti serigala dingin yang jinak

    Last Updated : 2025-03-27
  • Aku Kembali Untuk Membalas Penghianat Suamiku    Kutub Magnet

    “Axel … tunggu sih!!” Aku berlari dan ketika di depan pintu mobil Axel menghentikan langkahnya. Kemudian dia membukanya.“Huh, kenapa jalan cepat banget sih. Kalau aku sampai di tarik mereka bagaimana?” ocehku saat pantatku mendarat di kursi. Axel tidak menjawab apapun. Dia setenang air.Kemudian dengan kode saat melihat kaca spion mobilnya melaju.“Kau benar-benar sedang memanfaatkanmu? Hah?!” Katanya dengan nada dingin dan tatapannya tetap lurus ke depan.Aku menoleh dan menatap wajahnya.“Aku? Memanfaatkan kamu? Cih, mana berani. Sikapmu yang seperti ini saja sudah seperti orang yang mau membunuhku,” cetusku menjawab tanpa ragu.“Mana berani gadis kecil, mungil dan imut ini melawan pangeran dingin sepertimu sih. Yang ada … belum apa-apa, aku sudah klepek klepek sama kamu duluan,” ucapku tambah tidak tahu malu.Aku yang sekarang benar-benar tidak peduli apapun. Aku berubah 100 persen.Kini aku sedang berkacak pinggang dan tersenyum manis padanya. Mungkin ini sudah seperti dugaan Ax

    Last Updated : 2025-03-27

Latest chapter

  • Aku Kembali Untuk Membalas Penghianat Suamiku    Memangnya Aku Suruh

    “Berisik!”Aku memutar posisiku, tapi sama sekali enggan turun dari pangkuan Axel.“Re–Regina, kemarilah sayang, kita perlu bicara,” Nick mencoba menahan semua penghinaan.Aku tahu dia menahan semua karena masih tidak ingin kehilangan pulau uang di hadapannya.“Billy, apa kamu menemukan barang-barangku yang terjatuh?” ucapku mengarahkan pandangan pada Billy.“Sebentar Nona Regina,” kata Billy menjawab dan meminta salah seorang dari pengawal memberikan apa yang ditemukan di lorong tadi.“Yang ini, Nona?”Billy memberikan buket bunga Lily yang sudah rusak dan satu paperbag yang berisi hadiahku untuk Axel.“Ya ampun, bunganya jadi rusak. Ini gara-gara mereka,” sahutku kecut dan seolah mengabaikan keberadaan Nick.Tangan Nick terkepal semakin erat, dia tidak menyangka kalau apa yang dilihatnya sekarang adalah benar-benar diriku yang berbeda.“Sayang, aku mohon, tolong kemarilah. Kita bisa bicarakan ini baik-baik!” kata Nick seraya tidak terima aku bersikap acuh tak acuh.Aku menarik senyu

  • Aku Kembali Untuk Membalas Penghianat Suamiku    Terlalu Percaya Diri

    “Tenanglah Regina, jangan takut, aku pasti akan membebaskanmu dari penjahat-penjahat ini,” kata mantan suami bodohku yang masih percaya kalau aku masih akan tersentuh dengan kisah superheroik nya.“Hei, kalian lepaskan dia. Jangan macam-macam!” gertak Nick.Dia maju dan bersiap memberikan perlawanan pada tiga orang tersebut.“Dasar kalian laki-laki kurang ajar beraninya sama perempuan saja. Kemarilah, aku siap melawan kalian!” kata Nick seolah menantang para pemain sandiwara yang dibayarnya.“Siapa dia? Berani sekali ikut campur urusan kita! Kau benar-benar membuatku marah saja!” kata Carlos maju lebih dulu dengan tatapan bringas dan siap menghajar.Kedua tangannya Carlos sudah mengeluarkan dan terdengar bunyi krek krek seolah-olah dia bersiap memberikan pelajaran berharga pada Nick karena sudah menghalangi mereka.Dia mengepalkan tinju dan siap baku hantam. Sepertinya drama kolosal epik yang dibuat Nick akan berjalan dengan lancar.Tanpa ragu Nick maju dan melawan mereka satu persatu

  • Aku Kembali Untuk Membalas Penghianat Suamiku    Hal Seru

    Tapi, ini semua tidak ada dalam rangkaian cerita laluku. Urutan ini sepertinya teracak karena aku yang mengubah segalanya.Jangan bilang, kali ini pun ada rancangan dari mantan suami bodohku itu. Aku tidak menyangka kalau dia akan melakukan hal bodoh yang sama.Mungkin saja dia masih berpikir, aku masih mudah ditipu dan akan luluh setelah mendapatkan serangan kejutan seperti ini.Padahal aku baru saja senang karena memberikan pesan singkat pada Axel untuk segera menjemput. Tidak menyangka akan ada si bodoh itu yang mencegal jalanku.“Ada apa? Kalian menghalangi jalanku,” kataku tidak gentar sama sekali. Ini pasti diluar dugaan mantan suami bodohku itu kalau memang dia sedang mengawasiku.“Xoxoxo, sepertinya gadis cantik ini tidak takut sekali sama kita,” seringai salah satu dari mereka. Dia terlihat tidak senang melihat reaksiku.Aku mengabaikan dan lebih memilih jalan ingin melewati mereka, namun sepertinya itu tidak semudah yang aku bayangkan. Mereka tetap menjegalku.Mantan suami

  • Aku Kembali Untuk Membalas Penghianat Suamiku    Kesucian Dan Cinta Abadi

    “Mau ke klinik kampus atau kita ke rumah sakit, Rena?!Aku menawarkan karena takut ada luka lain yang tidak terlihat.“Gak perlu. Ini cuma hal biasa kok! Kamu gak usah terlalu khawatir, Regi!” Kata Rena seolah itu adalah hal yang biasa dia terima.Aku menatap setiap kata yang terucap dari bibir Rena, itu seperti luka yang pernah aku rasakan.Aku seperti bisa merasakan luka Renata yang sama dengan luka di kehidupan laluku.Aku juga mengingat di kehidupan lalu, Rena sempat tidak ada kabar dan berhenti kuliah. Aku gak tahu penyebabnya, karena dulu aku memang sama sekali gak dekat dengan dirinya.“Baiklah kalau begitu kita masuk saja. Jam pelajaran sudah mau mulai kan?”Aku melirik jam di tanganku setelah benar-benar memastikan kondisi Renata saat ini baik-baik saja meskipun dia ga mau di bawa ke klinik kampus atau rumah sakit.Dia harus terlihat seperti tidak terjadi apa-apa. Yang menonton tadi juga kan anak-anak yang kebetulan ada disana.“Uhm, ayo!”Kami bergegas ke kelas untuk mengiku

  • Aku Kembali Untuk Membalas Penghianat Suamiku    Persahabatan Yang Tulus

    “Kau?!” delik Jessy yang merasa harga dirinya dipermalukan apalagi posisinya sekarang mereka sedang ditonton teman sekampus.Apalagi Jessy merasa kalau selama ini Renata tidak akan pernah melawan meskipun dia dihina atau di bully dengan berbagai cara.“Kau boleh menghinaku apa saja, tapi jangan libatkan Regina dalam hal ini. Aku gak pernah memperdayai nya. Regina pun tahu hal itu!” Kali ini Rena tidak akan diam saja. Dia sudah cukup mendapatkan ejekan juga penghinaan dari mereka.“Dasar cewek kampungan kurang ajar. Berani sekali kamu menamparku?” Naik pitam Jessy dan dia tidak terima ditampar oleh Rena.Dengan emosi yang tersulit dan dia juga merespon kembali tamparan Rena dengan membalasnya. Rena pun tidak kalah tinggal diam, ketika ditampar lagi, dia membalasnya.Hingga emosi mereka benar-benar meluap. Semua barang juga tas yang dipegang berserakan di lantai.Sekarang kedua tangan Rena maupun Jessy sudah berada di kepala. Mereka sedang aduk tarik menarik rambut.Aku membekap mulutk

  • Aku Kembali Untuk Membalas Penghianat Suamiku    Pembawa Sial

    “Meski saya jomblo, selera saya ga seburuk itu, Nona!” sahut Billy sedikit kecut, dia hanya melirik dari spion seperti gak ada saringan sama sekali saat berbicara.Dia langsung menolak mentah-mentah niat baikkuAku melihat situasi sedikit tidak sesuai dengan harapan.“Xoxoxo, ingat Billy, karma itu nyata loh. Nanti kamu kena batunya sendiri,” celetukku sedikit menyumpahi.Billy tidak menggubris ucapan dan tetap fokus pada menyetir.“Kami turun di sini saja,” kataku dan sepertinya Renata pun gak keberatan.“Disini? Kamu yakin? Ini masih cukup jauh dari kampus,” Axel yang melihat keluar jendela, karena aku minta berhenti di salah satu taman.“Ga apa, kami mau ngobrol dulu dan aku mau lanjut makan!” kataku sambil menunjukkan box kue yang aku bawa tadi.Axel terlihat tidak rela, tapi dia tidak bisa menolak keinginanku.“Hati-hati, setelah kuliah langsung kabarin aku. Aku akan menjemputmu,” Axel berpesan saat aku membuka pintu mobilnya. Dan mobil melesat pergi.“Jadi, rumor yang tersebar d

  • Aku Kembali Untuk Membalas Penghianat Suamiku    Mak Comblang

    “Lalu? Apa ini?! Aku kan hanya bilang, kau temani dia, bukan kau makan bersama dengannya,” cetus Axel.Ini sudah jelas kalau dia sedang terbakar cemburu.“Ti–tidak, Tuan, mana berani saya seperti itu. Itu … itu …,” Billy menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bingung menjelang dengan serba-salah.“Aku yang menyuruhnya. Bukannya kamu sedang sibuk dengan wanita mu,” sahutku tidak kalah sewot.“Kau?!”“Apa? Mau marah? Kalau mau marah, marah saja padaku. Aku kan bilang, aku kelaparan dan belum sarapan. Aku pikir kamu mau menemaniku, tapi apa coba? Kamu malah mengusirku!” Axel hanya mengeluarkan satu kata, aku membalasnya dengan sikap lebih posesif darinya.Aku berdiri dihadapannya sambil berkacak pinggang. Aku juga kesal karena Axel tidak langsung memberikan penjelasan padaku.Billy hanya memalingkan wajah, pura-pura tidak mendengar saat aku sedang beradu argumen dengan tuannya.Axel menghela napas sebelum melanjutkan ucapan, “Dia, Carol, maksudku, Carolina Herrera, rekan bisnis ku. Aku

  • Aku Kembali Untuk Membalas Penghianat Suamiku    Tercyduk

    “Kamu yang siapa? Seenaknya menyambut pacar orang! Memangnya kamu pikir senyuman kamu itu bagus!” cetusku sewot dan gak mau kalah.Aku ga bisa mengingat apapun tentang kejadian ini. Karena semua kejadian yang aku alami aku merubahnya. Jadi, ini merupakan hal baru bagiku.Di kehidupan lalu, wanita itu gak pernah ada. Karena memang aku gak sedekat itu dengan Axel.Tapi, karena di kehidupan ini aku memilih Axel. Tantangan baru harus aku perjuangkan. Dia adalah seorang Axel Witsel Witzlem.“Pa–pacar? Cih percaya diri sekali kamu?! Sejak kapan Axel Ku punya pacar,” cibir wanita itu lalu melayangkan tatapan pada Axel, “Siapa wanita jelek ini, seenaknya saja ngaku-ngaku pacarmu?!” si wanita tadi pun gak mau kalah denganku melirik pada Axel.Dia berperilaku sama dengan diriku. Mengejek balik.“Dia memegang pacarku. Aku gak ngaku-ngaku. Kamu tanya saja,” jawabku semakin ketus, tapi anehnya Axel masih saja diam.Hih, kok Axel diam sih? Apa dia gak peduli denganku. Kenapa dia gak mau membelaku s

  • Aku Kembali Untuk Membalas Penghianat Suamiku    Persaingan

    “Sudahlah, aku sudah bosan memerankan peran pelayan dan majikan. Aku mau posisiku kembali. Dan, itu sudah sepantasnya kan?” Lanjut ucapanku semakin tajam pada Minna.“Tapi, Kak … aku sama sekali gak pernah berma–...,”“Nona Regina, tas anda. Sepertinya, ponsel Anda terus berbunyi,” kata Markus menyela bicara dan berada diantara kami.Mau tidak mau Minna menghentikan ucapannya.“Uhm, baiklah, aku lelah. Energiku terkuras begitu saja untuk hal yang sepele. Ingatkan mereka lagi Markus. Apa yang bisa mereka lakukan untuk mendapatkan uang. Semuanya gak gratis lagi. Kalau mereka mau makan, suruh mereka bekerja lebih dulu,” pesanku lebih sarkas lagi gak peduli kalau mereka semakin merutukiku dengan kebencian.“Baik Nona, saya akan pastikan semua berjalan dengan kemauan Nona,” kata Markus menjawab dengan jelas.Martha dan Minna sudah seperti menggali lubangnya sendiri. Niatnya, mengusir Lusi yang dianggap sebagai batu sandungan mereka, tapi keputusan yang aku ambil diluar dugaan mereka.“Dan

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status