Share

53. Penahanan

Author: cyllachan
last update Last Updated: 2024-06-20 20:00:09

Kami menuju perjalanan pulang. Aku dan Seva sudah berjanji untuk sering-sering mengirim surat mulai sekarang. Alexey juga berpesan pada Maxim, supaya dia tak perlu segan untuk meminta bantuan apapun jika diperlukan.

Aku lega. Rasanya seluruh beban di pundakku terangkat. Aku tidak pernah merasa seringan ini.

Meskipun begitu, aku kepikiran dengan pertanyaan Seva waktu itu. Seva mungkin tidak tahu banyak hal, tapi yang jelas dia jauh lebih tahu soal cinta daripada aku.

Apa aku mencintai Alexey?

Aku meliriknya. Sedari tadi ia masih menggenggam tanganku. Pria itu memandang keluar jendela kereta kuda. Hari mulai sore. Mungkin sebentar lagi kami akan tiba di kediaman, di Kota Balazmir. Di kastil yang menjulang paling tingg

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Bunda Pasha
menunggu update lg
goodnovel comment avatar
rusdianastefanny
lamaokn update nya
goodnovel comment avatar
Pempek Difa
nunggu update .........
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Aku Dan Tuan Duke   127. Cufflink

    "Selamat malam, Lady Levitski," sapa Vadim dengan suaranya yang agak cempreng.Ia membungkuk sambil mengangkat rok."Selamat malam,Your Grace, Lord Vadim.""Ehem ... Vadim saja,my lady.""Bagaimana belanjamu dengan Madam Petrov?" tanyaku tanpa basa-basi"Semuanya baik-baik saja,my lord.""Kau suka?""Tentu,Your Grace. Saya suka. Terimakasih atas kebaikan Anda.""Yulia bilang kau cuma membeli sedikit? Apa kau tidak suka gaun buatan Madam Petrov?"."S-Saya ... saya pikir ... gaun-gaun itu sangat mahal ... jadi ...."Aku mengernyit. Tidak pernah dalam hidupku aku merasa dihina seperti ini. Apa dia tidak paham mengapa aku memanggil si Dasha Petrov itu kemari?! Perempuan itu adalah penggosip di kalangan atas! Dia sengaja kudatangkan agar semua orang tahu bahwa istriku mampu beli gaun-gaun miliknya! Bikin kacau rencanaku saja! Apa dia sengaja?!Kugebrak

  • Aku Dan Tuan Duke   126. Belanja

    Malam harinya aku telah berdandan dengan rapi. Aku akan makan bersama dengan calon istriku. Sesampainya aku di meja makan, ia telah duduk santun dalam balutan gaun sederhananya. Bukan yang warna hijau zamrud, tapi warna pastel yang nyaris pudar karena kebanyakan dicuci. Anya Levitski begitu rendah hati. Namun kecantikannya yang menyihir berhasil mengungguli pernak-pernik dan perkakas di ruang makan.Kuberusaha menekan segala kegugupanku.Aku memandanginya, tapi Anya Levitski juga sepertinya lekat melihatku dalam-dalam. Wajahnya itu seakan terpesona kepadaku. Apa jangan-jangan akhirnya ia menyadari ketampananku ini ya? Akhirnya. Pastilah begitu. Mungkin sekarang dia baru sadar bahwa calon suaminya itu ganteng mampus."Kau baik-baik saja?" tanyaku sesaat setelah aku duduk."A-Aku?" Ia gugup."Kau seperti kesulitan bernafas."Aku juga kok.Ia menggeleng. "Oh ... aku tak apa."Sedetik kemudian, pelayan berbondong membawakan makanan

  • Aku Dan Tuan Duke   125. Hadiah Pernikahan

    "Baiklah ... saya ... menerima lamaran Anda, Your Grace."Seakan ia telah meneguhkan hatinya, Anya Levitski memandangku dengan tegar. Sepasang mata hijaunya menyala. Sedangkan aku ... tubuhku nyaris runtuh gemetar. Aku tak percaya dengan apa yang barusan terjadi. Aku tak percaya akan diriku sendiri yang telah melamar seorang wanita di dalam kereta kuda. Begitu singkat dan tiba-tiba. Ia pun ... menerima lamaranku meski begitu alot.Jantungku bergetar. Tubuh ini begitu mendamba ingin memeluknya begitu erat. Ingin sekali kurengkuh tubuh kecil berbalut gaun zamrud itu. Namun kutahan diriku sekuat tenaga untuk memendam rasa senang ini.Aku dan dia akan menikah.Napas yang nyaris memburu kuredam sekuat tenaga.

  • Aku Dan Tuan Duke   124. Jaminan

    Anya Levitski terbengong dan kaget. Oh tentu saja! Kalau aku jadi dia pun pasti sama! Aku saja kaget! Apalagi dia!AAAAAA! Ibu aku malu sekali! Kenapa aku harus ceplas-ceplos di masa-masa begini?! Kenapa mulut bodohku selalu meracau seperti orang mabuk! Kenapa mulut ini tidak mau berbakti kepada otak?! AAAA! Aku malu sekali wahai Ayah dan Ibu di surga. Hiks. Aku ingin sekali lompat dari kereta kuda ini dan langsung mati saja."M-Menikah?!" Ia berseru.Ah. Sial. Semuanya telah terjadi. Dan gengsiku besar sekali. Sudahlah. Pasrah saja, Alexey. Cobalah teruskan aktingmu yang sok keren ini. Buatlah seakan-akan kau telah merencanakan ini sejak lama."Aku mengundangmu ... bukan hanya karena akan membeli aset dan membebaskan dirimu dari utang. Tapi ... karena aku ingat namamu, Anya Levitski."Ia sepertinya kaget.Sekali lagi aku bertanya."Kau tidak ingat padaku?"Namun ia menggeleng pelan.Mungkin ini saatnya aku berterus tera

  • Aku Dan Tuan Duke   123. Seteru

    Bunda Suci telah memberiku tanda-tanda, dan aku mengabaikannya. Tanda di malam itu, di pesta debutante dimana aku menemukan sakit hatiku yang pertama. Sofia Romanov ... iblis itu akan terus mengikutiku hingga ke liang kubur. Dia akan melakukan segalanya untuk membuatku celaka. Tapi ... kali ini aku tak akan menyingkirkan apa yang telah Bunda Suci berikan kepadaku.Tanda-tanda. Ini adalah kehendak-Nya.Aku ingat malam itu di penginapan Rob. Setelah kumelihat siluet perempuan misterius itu, Anya Levitski, aku berdoa sungguh-sungguh kepada Bunda Suci. Aku bersumpah kepadanya, jika aku bertemu dengan Anya Levitski sekali lagi, maka jadilah ini kesempatanku yang kedua, kesempatanku untuk mengulang hidup sekali lagi.Aku tidak akan menolak takdir ini. Aku akan mengusahakannya.

  • Aku Dan Tuan Duke   122. Sidang

    "Maaf? Maksud Anda?""Setelah semuanya kubeli dan kulunasi, apa yang akan kau lakukan?""Sa-saya ... mungkin akan bekerja di desa dan membeli rumah kecil."Aku lengang beberapa saat. Sedikit kekagetan, kekaguman, dan ketidakpercayaan bercampur jadi satu. Perempuan bangsawan begini ... dia mau melakukan itu? Maksudku, ayolah, perempuan bangsawan mana yang mau kerja di desa kecil pelosok di rumah kecil?!"Apa kau sudah menikah? Apa ada laki-laki yang dekat denganmu?"Kini Anya Levitski dengan wajah putih cantiknya yang asing tertunduk.Ia mengulum bibirnya dan melirih. "Tidak, my lord,"Jantungku bertambah debarannya. Mengapa? Mengapa aku malah sesenang ini dengan kemalangannya?Mulutku hendak terbuka. Aku ingin mengatakan sesuatu yang lain, sesuatu yang mengikuti hasratku selama ini. Sesuatu yang mengganjaliku sejak aku pertama bertemu dengannya di pesta debutante dua belas tahun lalu."My lord, Vadim di sini."Igo

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status