"Bagaimana Tabib?," tanya Lili dengan cemas. "Dia akan baik-baik saja jika dia siuman, berikan ramuan ini, ini berisi obat untuk menurunkan panas," ujar Tabib. Setelah itu dia pun pergi. Ketika dia keluar dari Kamar Putri Tertua, "Kasihan sekali Putri Tertua Kediaman ini, sejak ibunya meninggal semua anggota keluarga ini mengabaikannya," batin Tabib.
Pelayan Sua melihat tumpukan obat dan memasukan bubuk obat yang tersimpan di bajunya kedalam obat-obatan milik Putri Tertua.
Sementara Lili memeras kain, lalu menaruhnya di kening Putri Tertua agar panasnya cepat turun.
Kesadaran Meiyin perlahan pulih, dia membuka matanya. "Nona sudah bangun, Nona sudah sadar, lihatlah Kak Sua." Sua menoleh dan melihat Meiyin dengan jijik. "Seekor tikus yang sudah di pukuli bahkan menceburkan diri ke danau pun bisa bangkit dari kematian."
"Dan kenapa Kau begitu bahagia dia bangun, seharusnya dia mati, maka kita bisa melayani Putri Ketiga dari pada harus menjadi pelayan Nona Tertua yang tidak berguna seperti dia."
Keberanian dan kesombongan dari pelayan ini membuat Meiyin berdecak kagum.
Meiyin mengukur penampilan pelayan ini, dia menggunakan Pakaian Putri Tertua yang lebih bagus, dan memberikan yang buruk kepada Tuannya. "Rong Meiyin ini memang benar-benar lemah dan mudah di tindas, lihat bagaimana cara aku mengajari pelayan ini," ujarnya pelan.
Lili yang di dekatnya mendengar cukup jelas gumaman Putri Tertua yang terlihat berbeda kali ini. Rong Meiyin perlahan mendekati Pelayan Sua. Tatapan Meiyin yang tajam membuat nyali Sua menciut. "Sial, hanya melihatnya aku merasa takut, tatapan lemahnya berubah menjadi menakutkan seperti ini, ah aku tidak boleh gentar".
"Kenapa kau mendekat?," dengan gaya pelayan yang seperti Tuan rumah ini membuat Meiyin Muak. Dia pun menjambak rambut Pelayan Sua dan membenturkan kepalanya berkali-kali ke dinding dengan sekuat tenaga sehingga wajahnya berubah jelek, penuh luka, dan memar.
"Beraninya kau melukaiku, seekor tikus got sepertimu berani menyentuhku." Teriak Pelayan Sua yang terhuyung - huyung berjalan mendekati Rong Meiyin. Tangannya terulur ingin mencekik Rong Meiyin, tapi segera di tangkap oleh Meiyin.
Dia menjatuhkan Pelayan itu kelantai dan berkali-kali menginjaknya. "Ahh sakit, pinggangku, perutku sakit." teriak Pelayan mengerang kesakitan.
"Bukankah kau suka menyiksaku seperti ini, aku hanya mengembalikan rasa sakitku ini padamu." Rong Meiyin lalu menendang Pelayan Sua hingga dia terlempar keluar kediaman.
Pelayan Sua bangkit perlahan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. "A..aku akan melaporkan ini pada Putri Ketiga." dengan tertatih-tatih Pelayan Sua meninggalkan Kediaman Putri Tertua.
"Nona… Nona hebat sekali, tapi tunggu sebentar Nona masih demam, cepatlah berisitirahat," Lili gembira karena perubahan Nona Tertua, tapi dia juga khawatir dengan kesehatan Meiyin.
Meiyin hanya tersenyum melihat Lili, dia masih ingat ketika Lili dan Mili di bawa ke kediaman dan menjadi teman Rong Meiyin. Hanya mereka yang menjadi pelayan sekaligus teman bagi meiyin yang lemah lembut.
Tidak ada yang tahu bahwa Lili dan Mili sebenarnya bersaudara, mereka adalah anak Pelayan dari ibunya. Lili anak yang lemah sama Seperti Rong Meiyin, sedangkan Mili lebih kuat karena memiliki sedikit keahlian bela diri dan lebih kuat.
"Bagaimana keadaan Mili?, tanya Meiyin". Lili terlihat sedih dan akan menangis, "Tenang saja, aku pasti akan membawa Lili kembali." Meiyin memegang kedua tangan Lili, terlihat senyum mengembang dan binar di matanya.
Brak!!! Terdengar gebrakan dari Pintu pagar di depan kediaman. "Nona sepertinya Putri ketiga datang, sebaiknya biar hamba menghadangnya untuk sementara waktu," Lili terlihat begitu cemas.
"Tidak, kita gunakan rencana yang tadi sudah aku katakan."
"Tapi Nona…." Belum sempat dia meneruskan kata-kata Putri Ketiga masuk sembrono ke kamar Meiyin.
"Uhuk, uhuk, uhuk… ada apa adik ketiga kemari?" Putri Ketiga Rong Yue You menatap Meiyin dengan penuh penghinaan dan jijik enggan untuk mendekat.
"Aku dengar dari Sua kalau kakak memukulinya hingga babak belur."
Sua di sebelahnya mulai bicara dan berteriak, "Benar Nona dia yang melakukan semuanya," Sua menunjuk Meiyin. "Diam." Teriak Rong Yue You membuat Su terdiam dan hanya meringis kesakitan.
Meiyin mulai terbatuk-batuk dan mengatakan dengan lemah, "adik, bagaimana mungkin aku yang lemah ini memukulinya, untuk bicara saja ini sudah terasa berat."
"Uhuk, uhuk, uhuk, aku pun baru sadar dari koma, aku masih lemah dan hampir sekujur tubuhku penuh luka, bagaimana mungkin aku bisa memukuli Sua yang sehat dan Kuat."
Rong Yue You memicingkan matanya dan bertanya, "lalu luka Sua ini di dapat dari mana?, " Nada suaranya begitu sombong seakan Yue You bicara pada pelayan.
"Adik Pasti sering mendengar rumor bahwa Kediamanku ini berhantu, dan beberapa pelayan sering mendengar atau bertemu hantu di sekitar kediamanku."
"Itu benar adanya, aku sering di ganggu dan tadi aku melihat Sua di kerjai oleh hantu tersebut dan di tendang ke halaman, kalau adik tidak percaya, adik bisa bertanya kepada Lili."
Wajah Meiyin yang pucat dan berkeringat, apalagi sebelumnya tabib memeriksa dan membalut luka-lukanya. Memang sangat tidak mungkin jika Sua di pukuli sampai babak belur oleh Meiyin, dan tidak mungkin juga di pukuli oleh Lili yang sama lemahnya seperti Meiyin.
"Adik sepertinya harus cepat pergi, uhuk uhuk uhuk, bukan apa-apa hanya Kakak sedang sakit takut menularkan kepada adik."
"Kakak juga takut, pengaruh buruk kediaman ini akan menimpa adik atau Roh hantu itu menganggau adik." Terlihat Meiyin seolah-olah perhatian.
"Ehm, terimakasih atas perhatian kakak." Yue You melihat Sua dan menamparnya sekuat tenaga. "Kau membohongiku, Pelayan bawa Sua untuk di interogasi."
"Lihatlah Kakak, aku yang berkuasa di Kediaman Rong ini, bahkan aku bisa memukul pelayanmu sesukaku." Yue You tersenyum sinis lalu pergi dan di iringi isak tangis Sua.
Meiyin mengambil beberapa batu Kecil dan melemparnya pada Rong Yue You, Kedua pelayan setianya, dan juga Sua.
Bruk!!! Mereka jatuh bersamaan, dan kebetulan di halaman itu ada beberapa kotoran ayam yang mengotori Baju Rong Yue You, dan para pelayannya.
"Siapa,,, siapa yang melempar." Rong Yue You melihat ke kanan dan kekiri tidak ada siapapun. "Nona ketiga, jangan-jangan benar apa yang di katakan oleh tikus got itu, kalau di sini berhantu." jawab seorang pelayan.
Rong Yue You mulai merinding, bulu kuduknya berdiri tapi Sua malah bicara kalau itu perbuatan Meiyin. "Tutup mulutmu, siapa yang akan percaya kalau Tikus got tak berdaya itu bisa melakukan ini, aku lebih percaya kalau hantu yanh melakukan ini semua."
"Bau busuk apa ini?!"
"Aghhhhh Tahi Ayam, uwek,,,, uwek,,,," Beberapa kali Rong Yue You muntah karena Kotoran Ayam menempel di baju mahalnya.
"Ini semua gara-gara kau aku harus terkena sial seperti ini," Rong Yue You menjambak rambut Sua. Mereka pun segera berdiri dan berlari kembali ke kediaman Rong Yue You. Kehebohan itu pun menjadi pembicaraan semua pelayan di kediaman.
Setelah rombongan Rong Yue You pergi. Gelak tawa terdengar di kamar Meiyin. Lili dan Meiyin tertawa terbahak-bahak. Melihat kesialan Rong Yue You dan pelayannya.
"Nona, Nona menjadi seperti orang lain, jika nona yang dulu tidak mungkin akan memiliki keberanian seperti ini, apalagi Keahlian seperti tadi, bukankah Nona tidak pernah belajar beladiri?," tanya Lili penasaran.
Meiyin tersenyum lembut, "semua orang bisa berubah apalagi sejak aku selamat dari danau, selama aku koma aku bermimpi jika aku bereinkarnasi,… " Meiyin menceritakan pengalaman Rong Meiyin yang asli saat bereinkarnasi.
Meski ada beberapa peristiwa yang tidak di mengerti Lili, tapi wajahnya selalu berubah-ubah kadang senang, sedih, kaget, cemberut, terakhir menangis penuh air mata.
"Kenapa Nona di mimpi begitu menyedihkan," Lili kembali menangis, kemudian di tenangkan Oleh Meiyin. "Percayalah padaku, aku tidak akan lemah dan mudah di tindas lagi, akan berubah mulai hari ini."
Lili mengangguk lemah, meiyin menceritakan kisahnya berjam-jam hingga perut mereka berbunyi tanda Kelaparan.
Mereka lalu tertawa bersama. Tanpa mereka sadari sedang di awasi oleh 2 pria. Dari sebuah pohon di sekitar kediaman. "Tuan ini tidak masuk akal, tapi….."
Pria itu menoleh dan berkata, "Apa yang Kau lakukan, cepat selidiki, aku akan mengawasi perempuan itu dari sini."
"Baik Pangeran." Pria berpakaian serba gelap itu pergi meninggalkan Pangeran yang masih berdiri melihat kedalam kediaman Rong Meiyin.
Merasa di tatap oleh seseorang Meiyin Segera melihat jendela, beberapa puluh meter kearah sebuah pohon yang besar dan rindang.
"Seperti ada yang mengawasiku, apa perasaanku saja?,"
Pangeran bersembunyi di balik pohon. "Sial, tajam sekali penglihatan wanita ini, padahal dia tidak memiliki ilmu beladiri dan lemah seperti itu." ujar Pangeran pelan.
**
"Keluarlah," ujar Pangeran Yan zhen dengan suara yang dingin. Tapi tidak membuat pelayan itu merasa sedih melainkan tersipu malu karena dia melihat hampir seluruh tubuh Pangeran yang akan mandi berendam. Setelah selesai mengurus air untuk mandi, Pelayan itu mengintip sedikit dada sebelah kiri Pangeran sebelum pergi dan terkejut sesaat lalu segera pergi. Di tempat berkumpulnya pelayan"Ternyata ucapan kalian benar, Dada kiri pangeran memiliki nama seorang wanita, namanya Meiyin."
"Siapa meiyin yang begitu beruntung bisa mendapatkan hati pangeran." Gosip mereka dengan antusias. Tiba-tiba seorang pelayan datang dan ikut bicara. "Meiyin ini nama yang cukup langka tapi aku seperti pernah mendengar namanya, dimana ya." Pelayan yang baru saja ikut berbicara terlihat berfikir keras.Wen Ying, Tangan Kanan Pangeran Yan Zhen kebetulan lewat dan tak sengaja mendengar obrolan ini. Dia menganggapnya seru dan mendengarkannya diam-diam. Jika ada sesuatu yang penting mungkin bisa di laporkan pada Pangeran."Ahh, aku ingat," Wajah Pelayan itu tiba-tiba berubah jelek dan pesimis. "Tapi tidak mungkin dia, Rong Meiyin anak Pejabat Menteri Tingkat 2 Rong Haocun. Dia adalah Putri Tertua.""Wah, apakah dia cantik,""Apakah dia kaya?, apa dia menguasai berbagai alat musik seperti anak pejabat lainnya." Tanya Pelayan lain penasaran.
Wajah pelayan itu mengejek, dia lalu berkata, "Tidak, tidak sama sekali, Dia adalah Putri Tertua yang di kucilkan karena lemah dan sering di tindas bahkan oleh pelayan seperti kita sejak Ibunya meninggal.""Selain itu tubuhnya kurus dan pucat, bajunya lebih buruk dari pelayan, lalu kediamannya juga berhantu. Mana mungkin Putri seperti itu yang akan menjadi Nyonya kita.""Selain itu aku mendengar dia baru saja di hukum dengan 30 pukulan kayu, serta mencoba bunuh diri dengan menenggelamkan diri di danau.""Yah tidak mungkin Wanita seperti itu, Pangeran selalu dingin dan martabat, pasti akan mendapatkan Nyonya yang sepadan." ujar pelayan lainnya. Hingga obrolan mereka pun terhenti karena kemunculan Wen Ying yang memerintahkan mereka segera bekerja. "Jangan hanya bergosip saja cepat bekerja."Mereka pun membubarkan diri dan Wen Ying melaporkan pembicaraan para pelayan pada Pangeran Yanzhen."Ini menarik, bagaimana jika kita melihat wanita ini." Mereka pergi secepat kilat ke atap rumah dan pepohonan dengan sangat cepat. Hingga tiba di kediaman Rong. "Kediaman paling buruk di sebelah barat". Setelah mereka tiba, mereka tercengang. Selain sepi tidak ada pelayan yang mondar-mandir. Halaman kediaman yang cukup luas ini tampak kering dan tidak ada hiasan sama sekali. Beberapa jendela kayu di pasangi pasak. Benar-benar buruk bahkan pelayanpun tidak akan mau tinggal di tempat ini. Beberapa sisi tiang tiang tampak berdebu, tidak ada taman, tidak ada benda-benda mahal selayaknya dimiliki Putri Tertua kediaman seorang Menteri. "Tuan, Rong Houcun ini sangat buruk memperlakukan salah satu Putrinya." Pangeran hanya mengangguk, dan memperhatikan meiyin dari jarak. Tampak Tabib terburu-buru datang dan memeriksa Meiyin yang pingsan. Beberapa saa
Kediaman Meiyin.Quest/Misi :1. Membantu Rong Meiyin balas dendam (Kemajuan 3%)* Memperbaiki hubungan dengan nenek (5%) +10 poin* Menghukum sua yang memberi racun* Membuka dalang Keracunan* Meningkatkan ilmu bela diri (5%) +10 poin2. Membantu mendapatkan cinta sejati (Kemajuan 1%)* Mendekatkan diri pada Pangeran* Membuat Pangeran Kagum3. Mendapatkan 2 anak (Kemajuan 0%)*~ "Benar-benar Quest yang menyebalkan." ujar Meiyin Kesal. "Tapi kemajuan ini sudah cukup, ahh ini buku beladiri yang di bawa Lili, untungnya ini murah hany beberapa perunggu." "Lili, tersisa berapa perunggu uang kita?" Tanya Meiyin. Lili yang sedang menghitung uang pun menjawab, "Hanya 50 perunggu, bagaimana ini tidak akan cukup membeli makanan." "Bukankah Perhiasan Emas dari Selir kedua ada, Cepat pergi gadaikan dan simpan uangnya di tempat yang aman atau buka Bank saja agar lebih mudah." L
"Kau masih ingatkan dengan Shu Wu An. Awalnya dia akan di jodohkan dengan Putri Tertua kediaman kita, tapi Dia malah menyukai dan ingin menikahi Yue You. Bagaimana pun… " Meiyin mengenggam kedua tangan Selir Hanran dan berkata dengan lembut, "Ibu bicara apa, perjodohan itu kan hanya dari mulut ke mulut tidak ada surat perjanjian pernikahan, lagi pula Yue You lebih cocok dengan Shu Wu An di banding Meiyin." Meiyin menundukkan pandangannya merendahkan diri. Selir Hanran tersenyum puas, "Lalu sebaiknya kurangi menyapa nenekmu, lagi pula dia kurang suka padamu, jika ada yang menindasmu beritahu ibu, ibu akan memberi mereka pelajaran." "Baiklah ibu,""Kalau begitu tidak ada yang akan ibu katakan lagi, ibu akan pergi." Selir Hanran beserta 2 pelayan pun pergi dari Kediaman Meiyin di susul oleh Pelayan Sua. "Hei apa yang kau berikan di tangan wanita tadi." Ucap Kaisar di
Meiyin mengikuti Mu Yun Sha saat Keluar Paviliun Bunga dia melihat seorang pria yang sangat tampan masuk ke Paviliun bunga, Penghuni di dalam Pavilun bunga semua menatapnya. Rambut hitam dan mata hitam pekat yang sangat mempesona.Semua makhluk terpesona akan ketampanannya. Terutama tubuh tinggi putih dan dada yang bidang. Baik Pria atau wanita akan terpesona olehnya.Tapi Meiyin tidak terlalu peduli dan dia melangkah hingga mereka berpapasan dan melewati satu sama lain. Rona Wajah Meiyin berubah dengan cepat."Bau ini, Penawar Racun Pelumpuh Meridian." batin Meiyin. Mu Yun Sha berhenti sebentar dan berbalik lagi. "Maafkan Mu Yunsha Pangeran Yan Zhen karena melewatkanmu."Pangeran Yan zhen menoleh dan tersenyum, "Ada hal apa yang membuat Yun Sha melewatkan Pangeran ini."Yan zhen melihat Pria muda yang cukup tampan di sebelah Yun Sha dan tersenyum nakal, "Ah, Aku menebak pastilah Yun Sha telah menemukan penghangat malam hariny
"Apa yang terjadi padamu, kenapa kau terluka sangat parah, sebelum terlambat sebaiknya kau minum ini." Meiyin mengeluarkan Pil untuk hewan Spirit agar Vitalitas tubuhnya terjaga."Setelah itu kita pergi dari sini," dia melihat beberapa ahli berkumpul tak jauh dari mereka. "Tidak bisa nyawaku sudah di akhir, aku mohon rawatlah dan jaga anakku, lalu ini Mayat Anak Harimau putih kuburkanlah dengan layak.""Saat aku melarikan diri, aku tidak bisa menjaganyanya. Anak harimau putih ini adalah anak sahabatku, Ratu Harimau Putih, sebelum kematiannya dia menitipkan anaknya dan memintaku untuk menjaganya. Percuma aku hidup dengan rasa bersalah ini."Meiyin pun bisa merasakan kesedihan Qilin itu. "Siapa yang melakukan ini padamu," Tanya Kaisar Harimau putih dengan nada cukup marah.Qilin yang terluka parah telah berbicara sebisa yang dia lakukan dengan mengerahkan seluruh tenaga. Tapi dia tidak bisa menjawab lagi, Pesona pun semakin tipis
Setelah cukup jauh berpisah dari Pangeran Yanzhen. Meiyin duduk di atas batu di pinggir hutan dan membuka sistem. "Tadi Sistem muncul saat aku keluar dari Pesona buatan Qilin. Mari kita lihat berapa point yang kita peroleh."Quest/Misi Spesial1. Membantu Qilin melahirkan +500point (sukses)2. Menyelamatkn Qilin yang sekarat 0 point (gagal)3. Menyelamatkan anak Qilin dari musuh+1000point (sukses)4. Menyelamatkan anak Harimau putih 0 point (gagal)5. Menghidupkan anak harimau putih 0 point (belum terlaksana)"Hah? Menghidupkan anak harimau putih, bagaimana caranya?" Meiyin menggaruk kepalany kebingungan."Aku bisa," ucap suara di kepalanya.Meiyin, "Bagaimana caranya Kaisar?"Kaisar Harimau putih mengeluarkan mayat anak harimau. "Aku telah memberikannya minum Air Danau Kehidupan di Dunia Cermin, setelah itu aku sebagai roh akan memasuki tubuhnya dan mengen
Dia terbangun dan hari mulai siang, "Malam ini pasti akan ada keributan, hehehe" Meiyin Cekikikan mengingat dia menabur bubuk gatal ke tangan Selir Hanran."Aku akan meminta bantuan Mu Yun Sha," beberapa saat dia kemudian menjelaskan beberapa hal pada Mu Yun Sha, ekspresi Mu Yun Sha selalu beragam, terkadang terkejut, berfikir, terheran-heran, hingga terakhir tertawa terbahak-bahak."Haha aku tidak menyangka jika Tuan Muda Yinzhen berteman dengan Nona Tertua kediaman Rong, aku jadi penasaran ingin segera bertemu nona Rong."Kriettttt !!! Pintu gerbang terbuka, sepertinya Lili sudah tiba sehingga Meiyin pun segera mengakhiri panggilannya, menyembunyikan burung besi, dan menukar penampilan dari Tuan Muda Yinzhen menjadi Nona Meiyin yang pucat dan lemah."Nona ini makanannya, tadi pagi nona tertidur hingga siang dan belum makan." Meiyin benar-benar melupakan makanan yang di belinya di Pavilliun bunga dan di simpan di sistem. Makan
Pintu kamar Meiyin pun terbuka dan Meiyin keluar dipapah oleh Lili."Apa yang sedang terjadi kenapa begitu ramai, ayah, nenek, apa yang sedang terjadi. Uhuk, uhuk, uhuk,"Darah hitam keluar dari mulut Meiyin membuat orang-orang kasihan.Rong Hao Cun lalu melihat wajah wanita yang yang pakaiannya berantakan. Itu bukanlah Meiyin tapi adalah Sua."Sialan," Rong Hao Cun segera menghampiri Selir Hanran dan menamparnya dengan cukup keras. "Memalukan, lihat siapa dia, itu adalah Pelayanmu.""Apa yang terjadi, aku benar-benar tidak tahu Tuan." ujar Selir hanran berlutut dan menangis di depan Haocun."Lili cepat ambilkan dua selimut untuk menutupi tubuh mereka." ujar Meiyin dengan lemah.Lili bergegas ke kamar dan mengambil 2 selimut, salah satunya di berikan pada Pelayan Nyonya shu untuk menutupi tubuh Shu An Wu, sementara satunya lagi untuk menutupi tubuh Sua."Siram mereka dengan air
Keesokan harinya di Kekaisaran Quntao. Setelah memberi salam kepada Kaisar, Su Yongseng, Meiyin, Yanzhen, Huanran bahkan ada Putra Mahkota juga menghadap Kaisar."Bagaimana Su Yongseng tentang pernikahan Meiyin dan Putra Mahkota." Su Yongseng segera berlutut dan memohon maaf karena dia baru saja mengetahui bahwa Yanzhen dan meiyin saling mencintai dan sudah menjadi kekasih yang tak terpisahkan."Yanzhen memohon pada Kakak Kaisar untuk mengijinkanku menikah dengan Meiyin, tidak ada wanita yang aku inginkan selain Meiyin, dan Meiyin hanya satu-satunya di hidupku."Angin berhembus meniup helaian rambut meiyin, dia merasa pernah mendengar kata-kata yang mirip seperti ini tapi dia melupakannya."Meiyin bagaimana denganmu," tanya Kaisar. "Hamba juga menyukai Pangeran Yanzhen, berharap bisa menjadi pasangan kekasih untuk selamanya." Meiyin bersemu merah.Kaisar kucing di kepalanya berkata, "dasar pembohong, peni
"Ini benar-benar gila, apa menurutmu Nona tertua bisa berbuat seperti itu.""Bisa saja bukankah dia selama ini di kucilkan itu pasti membuat dendam."Meiyin membisikkan sesuatu dan menyerahkan burung besi pada Su Yongseng, "Kakek katakan pada Yanzhen, Meiyin akan membereskannya dia tidak perlu ikut campur, jangan sampai terdengar oleh Putra Mahkota."Meiyin berdiri lagi dengan wajah tenang, postur tubuh yang tegap seolah itu bukan masalah sama sekali Persis seperti ibunya. Su Yongseng pun menatapnya dan tanpa sadar mengeluarkan air mata.Putra mahkota, "hehehe sekarang bagaimana kau akan menghadapinya."Pangeran Yanzhen mengangkat panggilan, mendengarnya sebentar kemudian menutupnya. Tidak ada riak di wajahnya membuat Putra Mahkota kesal, "pria ini bicara dengan siapa dia.""Nona Tertua silahkan bicara." ujar Pangeran Yanzhen. "Terima kasih pangeran.""Sebelum menjawab pertanyaan pelayan ini, hamba ingin bertanya pada
Sidang terbuka di Lapangan Kekaisaran dan di buka untuk Bangsawan dan Rakyat. Karena Lapangan cukup luas sehingga cukup untuk menampung beberapa ribu orang. Rakyat dan Bangsawan pun di atur tempat duduknya oleh orang Kekaisaran untuk menjelaskan batas antar mereka.Banyak bangsawan yang datang terutama musuh-musuh keluarga Rong yang ingin menjatuhkannya.Keluarga Rong Pun duduk di tempat yang di sediakan, Sedangkan Rong Meiyin duduk di tempat yang berbeda. Berdekatan dengan Jenderal Besar Su Yongseng.Dua Pelayan dan kucing tercintanya pun mengikuti Meiyin dari belakang."Masih orang kediaman Rong tapi beraninya duduk di tempat orang lain." Ujar nenek penuh amarah. "Nenek tenanglah," Yue You sedikit memijit-mijit lengan neneknya membuat dia lebih baik.Persidangan di mulai !!!Selir Hanran keluar dengan di dampingi beberapa prajurit, beberapa orang pun meneriakinya. Selir Hanran kemudian duduk di depan beberapa
Brak!!!Yanzhen di buat kaget oleh hentakan pintu di ruang kerjanya. "Siapa yang berani-berani membanting pintu begitu keras." Suara dingin Yanzhen terdengar menusuk hingga ke tulang."Paman, ini gawat ini benar-benar gawat." Huanran datang dengan terburu-buru hingga dia hampir tersandung di depan pintu."Kenapa pagi-pagi sudah berbuat onar, aku sedang sibuk bekerja mempersiapkan Persidangan untuk sore hari.""Gawat, aku menguping pembicaraan Ayah Kaisar dan Su Yongseng tadi. Kaisar mengatakan akan menikahkan bibi ah tidak maksudku Meiyin Putri Tertua kediaman Rong pada Guotian.""Apa???."Brak!!!Kali ini Huanran yang di buat kaget oleh gebrakan meja oleh Pangeran Yanzhen. "Sial, bagaimana ini." Pangeran Yanzhen bolak-balik seperti setrika. Huanran akhirnya menyadari kebenarannya dan tersenyum puas. Dia muncul di punggung Yanzhen dan memegang bahunya."Paman, kenapa tidak pergi melihat Meiyin saja, se
Meiyin pagi ini bersantai di depan rumah, dia berbaring di bawah pohon yang rindang sembari makan cemilan. Saat akan menyentuh buah dia malah menyentuh tangan kecil berbulu."Kaisar Kucing Baishe, bukankah buahmu di sebelah sana kenapa masih mengambil buahku,"tanya Meiyin sedikit kesal.Kaisar Kucing Baishe hanya mencicit dengan bibirnya mengkerucut, "mau bagaimana lagi buahnya sudah habis.""Nona gawat di depan ada Tuan Jenderal." ujar Lili tergesa-gesa dari depan gerbang kediaman."Kaisar Baishe, cepat kembali." Kaisar Baishe pun masuk ke dunia cermin tepat Saat Su Yongseng masuk ke kediaman.Mili dan lili saling berpandangan, "Makhluk kucing apa yang sangat aneh, bisa bicara dan makan buah, dan kemana pergi kucing tadi,?""Kakek, selamat datang cucu sangat merindukan kakek," Meiyin kemudian memberi hormat pada Kakeknya. Meiyin ingin membawa kakeknya masuk tapi Su Yongseng malah ingin duduk di bawah pohon yang
"Hem, itu hanya akan menjadi alat untuk orang jahat sebaiknya kau simpan itu dan jangan sembarangan memberikannya kepada orang lain." ucap Yanzhen tenang dia memalingkan wajahnya dan melihat kehebohan semua orang, Yanzhen menatap lagi 13 botol Air Mata Naga yang ada di atas panggung."Tuan bukankah ini seperti ramuan yang di minum Tiger waktu itu?," Bisik Wen Ying. "Ya aku tau, diamlah jangan bicara terlalu banyak." Wen Ying mengerti dan menutup mulutnya.3 milyar Koin Emas !!!3,1 milyar Koin Emas !!!5 milyar Koin Emas !!!10 milyar Koin Emas !!!"Kaisar Kucing kita akan Kaya Raya, hahahha," Meiyin berkata melalui pikirannya. Sudah jadi hal biasa bahwa Hewan Spirit yang di kontrak akan bisa berkomunikasi dengan pemilik melalui pikiran seperti telepati."Ini bagus, aku bisa makan enak setiap hari," Seringai Kaisar Kucing, dia masih saja makan cemilan yang ada di atas meja.20 Milyar Koin Emas !!
"Tunggu sebentar, harganya begitu mahal, khasiatnya memang luar biasa, tapi cuma itu saja tidak ada, memperpanjang usia 100 tahun memang cukup layak untuk harga yang mahal tapi bukankah ada juga Ramuan lain yang bisa memperpanjang usia puluhan tahun, tapi harga ramuan mereka hanya beberapa juta koin emas saja."Beberapa Pengkritik dari Penawar pun bermunculan, banyak dari mereka membenarkan perkataan Penawar itu."Dasar bodoh, tentu saja ini berbeda, Apa kalian tidak bisa merasakan bahwa Ramuan ini memiliki Efektivitas100%?," ujar penawar lain di ruang VIP di lantai 2.Yin Sua tersenyum dan membenarkan perkataan orang tersebut. "Yang di sebutkan tuan memang benar, efektivitas ramuan ini adalah100% dan tanpa kotoran. Selain itu Ramuan ini bukan hanya untuk memperpanjang usia manusia tapi juga hewan Spirit, dan memperkuat landasan mereka, juga bisa menyembuhkan berbagai penyakit kecuali berkaitan dengan racun.""Ini…
Pelelangan segera di mulai !!!Sesosok Wanita cantik bertubuh montok menjadi pembawa acara pelelangan ini. Beberapa mata para penawar seakaan keluar dari rongga mata mereka.Wajar saja, wanita cantik itu tidak hanya berjalan dengan menggoyangkan pinggulnya, dia juga memiliki dada yang besar dan Bokong yang penuh, bibir merah dan mata yang indah. Bahkan Putra Mahkota mulai ereksi di bagian bawahnya, dia berpikir bahwa dia akan memanggilnya setelah acara pelelangan ini selesai."Selamat malam semuanya, Yin Sua di sini akan membawakan acara pelelangan malam ini, kepada semua orang Yin Sua memberikan hormatnya," Wanita itu sedikit menunduk dan belahan dadanya membuat Para Pria di Aula Pelelangan menjadi semakin gemetar.Meiyin melihat ke kiri dan kekanan, semua pria memiliki ekspresi yang sama di wajah mereka, kecuali satu orang yaitu Yanzhen, bahkan tidak ada riak sedikit pun di wajahnya."Yin Sua tidak akan berla
"Ini… bagaimana aku bisa menerima ini?, " Tanya Mu Yun Sha pada Meiyin saat di hadapkan dengan Ramuan Herbal Peningkat Level Hewan Spirit."Tidak usah ragu, ambilah 3 botol ini dan lelang 7 botol yang lainnya, kau sudah membantuku beberapa hari ini, bagaimana mungkin aku tidak membayarmu?," ungkap Meiyin."Tuan Muda Yinzhen, Mu Yun Sha mengucapkan terima kasih banyak.""Baiklah, baiklah. Owh iya aku berikan 1 botol Air mata naga ini untuk uji coba di depan orang-orang besok."Mu Yun Sha pun menerimanya dan menyuruh beberapa pelayan wanita cantik untuk menyimpannya.Mu Yun Sha lalu melepaskan Cincin penyimpanan yang berisi uang 1 milyar koin emas yang sebelumnya di bayar oleh Xie Menghao. "Tidak, aku akan memintamu untuk menyimpannya sementara, kau tidak keberatan bukan?.""Tentu saja tidak," jawab Mu Yun Sha, segera dia memakai lagi cincin itu. "Ah iya nanti masukkan saja semua uang pelelangan kedalam cin