Chapter: bab 163. Kecewa LagiMarco berpikir, "Kayaknya enak kalau siang ini datang ke restoran Sunda, yang ada kolam ikan, lalu ada pondok di tengah kolam itu."Di pondok itulah Marco ingin makan siang, nasi merah hangat plus lauk pauk dicocol ke sambel pedas. Berdua saja, supaya romantis. Marco tahu ada restoran Sunda seperti itu di kawasan Ujungberung.“Kira-kira Maryam mau nggak ya? Kayaknya sih, dia nggak bakal mau kalau diajak naik mobil berduaan saja, terus makan berduaan di pondok tengah empang. Tapi tak ada salahnya mencoba mengajak Maryam. Kalau Maryam tetap tidak mau makan berduaan di saung, ya sudahlah. Berarti makan siang bareng Maryam di rumah makan dekat TK Bunga Bangsa. Menu pedas juga, di warung nasi Padang, yang nggak ada romantis-romantisnya. Tapi biarlah.”Hari Sabtu siang jalanan Kota Bandung macet pada beberapa ruas jalan. Marco sempat mampir ke sebuah toko makanan. Lalu kembali melaju dengan mobilnya. Dia memasuki sebuah jalan, antri dengan kendaraan lain, lalu belok ke sebuah kompleks perum
Last Updated: 2025-03-30
Chapter: bab 162. WisudaSetelah mengunci mobilnya, Marco memandang berkeliling halaman parkir dari gedung besar yang bernama Sabuga, atau Sasana Budaya Ganesha, yang menjadi lokasi wisuda. Sudah ratusan mobil berjejer. Para wisudawan diantar oleh keluarga, banyak yang sedang berfoto bersama. Marco membuka lipatan toganya, lalu dikenakan. Dia berjalan menuju gedung tempat acara wisuda akan diselenggarakan. Beberapa orang juru foto khusus membuntutinya, lalu memotretnya beberapa kali. Mereka berharap seusai acara wisuda nanti, para wisudawan dan keluarganya akan membeli foto hasil jepretan mereka. Biasanya memang laris. Karena moment wisuda mungkin cuma satu kali seumur hidup.Marco berbaur dengan rekan-rekannya sesama wisudawan. Tak ada lagi wajah stress karena skripsi yang dirombak habis-habisan oleh dosen pembimbing. Tak ada lagi ekspresi tegang karena menghadapi sidang sarjana. Yang ada cuma luapan keceriaan, kebahagiaan, sumringah, tanpa beban. Untuk sesaat wisuda bisa jadi ajang kegembiraan. Sebelum beso
Last Updated: 2025-03-30
Chapter: bab 161. Dalam interogasi polisi, Ningrum mengakui bahwa menjelang acara gathering, dirinya yang menghubungi telepon di ruang administrasi, pakai ponselnya. Ningrum menyuruh Maryam menerima telepon yang terus berdering itu. Saat Maryam pergi untuk angkat telepon, dan yang lain sibuk dengan urusan masing-masing, Ningrum membubuhkan sedikit obat pembasmi rayap ke dalam krim penghias kue black forest. Rencananya Ningrum akan membuat kondisi keracunan masal. Jika puluhan orang keracunan, kondisi tiap orang akan berbeda-beda, ada yang cepat pulih, ada yang parah, dan bisa juga ada yang sampai meninggal, tergantung ketahanan tubuh masing-masing. Jadi jika ada seorang tamu acara gathering yang sampai meninggal, mungkin dokter dan polisi akan mengira kalau korban meninggal karena kondisi fisiknya tidak kuat dengan racun pada black forest.Padahal sebetulnya Ningrum sudah menyiapkan racun dalam hidangan lain. Dia membeli segelas sirup jeruk, persis sama dengan yang dibeli Rina untuk acara gathering.
Last Updated: 2025-03-30
Chapter: bab 160. Seperti Sleeping BeautyMaryam memandang ke samping tempatnya berbaring, ada Hanif dan Vera. “Di mana ibuku?” tanyanya.“Pulang ke tempat kos kamu, bersama adik perempuanmu.” jawab Hanif.“Kamu mau makan? Biar aku yang menyuapi ya?” tanya Vera.“Nanti saja.”“Atau… kamu mau bicara dengan… Marco? Dia ada di depan.”Maryam malah berbalik sehingga posisi berbaringnya jadi membelakangi Hanif dan Vera. “Aku capek, mau tidur saja.”“Jangan tidur terus Maryam, makanlah sedikit saja.” bujuk Vera. "Aku ngantuk banget, mau tidur dulu sebentar saja." Maryam memejamkan matanya.Hanif lantas pamit pulang. Di koridor dia bertemu Marco.“Maryam baru saja tidur lagi.”“Ya sudahlah, aku pulang saja.” Marco akhirnya pulang juga, teringat mamanya yang mengajak makan malam bersama di sebuah restoran. Jarang sekali Marco bisa makan bersama orang tuanya, makanya dia bergegas pergi untuk menemui mamanya. Vera juga pulang, saat rekan-rekan Maryam dari tempat kos datang.“Maryam, kita sudah minta izin sama ibumu supaya bisa jagai
Last Updated: 2025-03-30
Chapter: bab 159. PenyesalanInspektur Ekky bertanya pada Maryam, “Apakah Anda pernah meninggalkan obat-obatan itu, sehingga ada orang yang punya kesempatan untuk menukarnya?”Maryam mengingat-ingat kejadian sebelum dirinya tak sadar. “Saat itu saya ke poliklinik untuk berobat, diantar oleh Bu Ningrum. Setelah dari ruang periksa dokter, Bu Ningrum menyuruh saya duduk saja di ruang tunggu, dia yang membawa resep ke loket di klinik itu. Bu Ningrum yang ambil obat, dan membayar biayanya. Lalu saya kembali ke TK, sedangkan obat itu … dibawa oleh Bu Ningrum. Saya berbaring di ruang P3K. lantas Bu Ningrum datang, memberikan bungkusan berisi obat untuk saya. Obat itu baru saya minum setelah pulang ke tempat kos.”“Mungkin ada yang menukar obat-obatan itu. Kami curiga yang melakukannya adalah seseorang di TKIT Bunga Bangsa. Jika orang itu tahu bahwa hari ini Anda masih hidup, mungkin dia akan datang ke sini berpura-pura menjenguk Anda. Kita susun rencana untuk menjebaknya.”Lalu disusunlah skenario untuk menjebak Ningru
Last Updated: 2025-03-29
Chapter: bab 158. Kliping KoranPolisi segera mencari arsip kasus kematian Ilham Ramadhan, dan menemukan bahwa ibunya Ilham bernama Ningrum. Polisi kemudian mewawancarai Maryam seputar temuan itu. Zakki juga menyimak pemeriksaan polisi terhadap Maryam.“Waktu itu saya menjenguk Bu Ningrum, karena beliau sakit dan tidak masuk kerja.” ujar Maryam. “Saya datang ke rumahnya sepulang kerja. Saya menginap di sana, karena hujan lebat, dan saya juga merasa tidak enak badan. Pagi harinya saat Bu Ningrum sedang mandi, saya membuka laci meja riasnya, untuk mencari jarum dan benang. Lipatan baju saya robek, dan saya ingin menjahitnya. Di dalam laci itu saya menemukan kliping koran.”Maryam lanjut bertutur, “Tadinya saya kira kliping resep masakan, karena biasanya wanita suka mengumpulkan resep masakan dari koran dan majalah. Ternyata… itu kliping tentang… kasus kematian Ilham Ramadhan. Saya menemukan nama ZW sebagai salah satu tersangka yang menyebabkan Ilham tewas. Mulanya saya tidak tahu, siapa itu ZW. Tapi… kemudian dalam kl
Last Updated: 2025-03-29