Chapter: #557. Aura Para Ahli Tak Tertandingi Zhou Ning mencoba untuk memeriksa seluruh tempat, dan menemukan bahwa penglihatan ilahinya telah dibatasi oleh kekuatan hukum yang sangat kuat. "Sudah kuduga, setelah masuk ke dalam sini, ruang lingkup penglihatanku mengecil. Syukurlah, dengan begini aku bisa lebih tenang, seharusnya orang-orang yang memburuku tidak akan bisa berbuat apa-apa untuk sekarang.""Meskipun penglihatanku sudah di batasi, aku masih bisa merasakan aura para ahli tak tertandingi yang ada di setiap sudut tempat ini. Syukurlah seorang cendekiawan memiliki status yang tinggi di sini, beberapa masalah kecil akan teratasi dengan sendirinya. Jika begitu, selain meningkatkan kekuatanku, sepertinya aku juga harus meningkatkan status Cendekiawanku, mungkin nanti aku akan mendapatkan sebuah kejutan." Pikirnya dengan serius.Setelah memeriksa, Zhou Ning menonaktifkan penglihatan ilahinya, dan kembali bergumam di dalam hatinya. "Melihat betapa makmurnya kota ini, tak diragukan lagi bahwa Benua Tianluo memiliki sumber daya
최신 업데이트: 2025-04-03
Chapter: #556. Miliaran AhliSemua orang tersentak. Dalam sekejap, tanda samar berbentuk lingkaran muncul di antara alis mereka, berpendar sesaat sebelum menghilang ke dalam tubuh mereka. "Tanda Telepati Dewa!" seseorang berseru, suaranya dipenuhi keterkejutan. Zhou Ning menurunkan tangannya kembali, lalu berkata dengan nada yang tenang, "Aku telah menanamkan tanda ini pada kalian semua. Jika aku telah mengambil keputusan, aku akan menghubungi kalian melaluinya." Mo Tian mengamati tanda di tubuhnya, ekspresinya berubah serius. Sebagai seseorang yang telah mendalami banyak teknik langka, dia tahu betul bahwa Tanda Telepati Dewa bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan sembarang orang. Teknik ini memungkinkan komunikasi jarak jauh tanpa batasan ruang, tidak sembarang orang yang bisa memilikinya.Para cendekiawan lain juga terdiam, sebagian dari mereka mencoba merasakan tanda di tubuh mereka. Mereka sadar bahwa ini adalah cara Zhou Ning menjaga netralitasnya tanpa menyinggung siapa pun. Gu Heng menghela napas pa
최신 업데이트: 2025-04-03
Chapter: #555. Akhirnya Berhenti"Membicarakan lingkungan terbaik, Aula Petir Suci lebih baik!"Perdebatan terus meningkat. Tidak hanya Mo Tian, Mo Yang, dan Gu Heng, tetapi juga beberapa cendekiawan lain dari berbagai sekte ikut menyela, mencoba menarik Zhou Ning ke pihak mereka. Kata-kata tajam terlontar, ketegangan meningkat, dan dalam sekejap, beberapa orang mulai melepaskan tekanan energi mereka, membuat udara di sekitar bergetar.Mo Tian mengepalkan tangan. "Kalian terlalu berisik! Jika ingin bertarung, ayo kita selesaikan sekarang!"Gu Heng menghunus pedangnya sedikit. "Aku tidak takut."Shen Bao mendengus. "Hmph, sekalian saja kita lihat siapa yang lebih kuat!"Di tengah semua itu, Mo Tian mengerutkan kening. Dia merasa direbut begitu saja. Sebagai orang pertama yang mengundang Zhou Ning, seharusnya dialah yang paling berhak mendapatkan perhatiannya! Dengan cepat, dia melangkah ke depan, berdiri lebih dekat dengan Zhou Ning, dan berkata dengan suara penuh ketulusan, "Cendekiawan Muda, saya yakin Anda adalah
최신 업데이트: 2025-04-02
Chapter: #554. Masih Tidak MenyerahGu Heng, ternyata kau orang seperti itu," suara berat Shen Bao terdengar, menambahkan provokasi. "Tidak tahu malu," lanjutnya dengan nada meremehkan, suaranya lirih namun menusuk."Apa? Kau—!" Gu Heng terbelalak, wajahnya seketika memerah karena marah dan malu. "Kalian… Tidak! Cendekiawan Muda, saya tidak memiliki niat buruk sedikit pun!""Menggunakan Cendekiawan Muda demi kepentingan pribadimu? Itu bukan cara Sekte Tubuh Surgawi," Shen Bao menambahkan dengan dingin, tangannya bersedekap, menatap Gu Heng penuh sindiran.Gu Heng mengepalkan tangan, ekspresinya semakin gelap. Rasa kesal dan frustasi jelas terlihat di wajahnya, tetapi ia menahan diri untuk tidak meledak di depan begitu banyak orang."Shen Bao, kau tak usah berpura-pura suci! Apa kau pikir Sekte Tubuh Surgawi lebih baik? Bukankah kau datang ke sini dengan tujuan yang sama? Jangan bilang kau datang hanya demi menawarkan keramahan!" Gu Heng akhirnya membalas dengan tajam, matanya menyipit penuh kecurigaan.“Kalian semua han
최신 업데이트: 2025-04-02
Chapter: #553. Berebut,Seorang pria berjubah hijau melangkah maju dengan senyum ramah. Dia adalah Mo Yang, sepupu Mo Tian. Matanya tampak tenang, tetapi kilatan tajam tersembunyi di dalamnya. Ia menatap Zhou Ning dengan penuh arti sebelum mengalihkan pandangannya ke Mo Tian.Mo Tian langsung menangkap maksud pria itu. Matanya menyipit, kilatan ketidaksenangan melintas sejenak sebelum ia menutupinya dengan ekspresi dingin. Ia hanya mendengus pendek. "Hmph."Mo Yang tersenyum tipis, tak terpengaruh oleh sikap Mo Tian. Dengan suara tenang namun berwibawa, ia berbicara, “Cendekiawan muda, undangan dari Aula Langit Jiwa memang terhormat, tetapi kurasa kamu akan menemukan sesuatu yang lebih berharga jika berkunjung ke Aula Cahaya kami.”"Hah, jadi sekarang kau datang untuk merebut orang juga?" Mo Tian mencibir.Mo Yang terkekeh pelan. "Bukan merebut, hanya menawarkan pilihan. Cendekiawan sepertinya pantas mendapatkan yang terbaik, bukan?"Tatapan mereka bertemu, ketegangan samar terasa di udara. Sementara itu, Zh
최신 업데이트: 2025-03-29
Chapter: #552. Tidak ada ampunanPria berjubah biru itu gemetar, merasa seolah langit runtuh di atas kepalanya. Tatapannya liar, dipenuhi kepanikan. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya telah dikeluarkan dari sekte cabang begitu saja.Dia melirik sekilas ke arah pria berjubah merah yang masih meringkuk ketakutan di sebelahnya, tatapannya dipenuhi kebencian dan keputusasaan. Namun, dia tidak bisa membuang waktunya untuk pria itu sekarang. "Tidak!" Serunya dengan frustasi, "Tetua! Ini semua hanya kesalahpahaman!" lanjutnya dengan suara bergetar. "Saya sama sekali tidak berniat menghina cendekiawan besar!"Dia lalu mengacungkan jarinya ke arah pria berjubah merah, melimpahkan seluruh kesalahan kepadanya. "Semua ini karena dia! Kalau bukan karena dia yang menghasut kami, bahkan diberi seribu nyawa pun, mana mungkin saya berani melakukannya!""Be-benar!" Tambah yang lainnya dengan suara gemetar "semua ini adalah kesalahannya. Tetua mohon ampuni kami!"Sementara itu, pria berjubah merah itu hanya bisa meringkuk
최신 업데이트: 2025-03-26
Chapter: #22. Itulah yang Pantas Kau Dapatkan!"Tapi apa? Kurasa nenekmu akan mencemaskanmu jika kau tidak pulang sekarang.""Kalau begitu baiklah.""Selamat jalan Bos!" Ucap anak SMA itu serentak ketika kami keluar dari ruangan itu."Bos?" Tanyaku.Leon menggaruk kepalanya, "yah begitulah, hehe.""Leon sebenarnya kau tak perlu melakukan ini, aku ini sudah cukup besar untuk pulang sendiri," ucapku."Ah tidak apa-apa, santay saja.""Bukan itu maksudku."Ah sudahlah ....Tapi, aku merasa ada sesuatu yang kurang di tempat itu. Aku tak melihat kapten polisi itu."Leon ....""Apa?""dimana kapten polisi itu?" Tanyaku heran, mencoba melihat-lihat lagi, tapi aku tak menemukan apapun. Aku menjadi penasaran, di mana kapten polisi tadi. Setelah aku selesai berganti baju, aku tak melihatnya dimanapun juga.Leon pun menjawabku, "Kami sudah mengurusnya, kau tenang saja," ucapnya dengan senyuman yang aneh, bahkan akupun merasa merinding melihatnya."Ah sungguh! Kau tenang saja, masalah tentang orang menjijikan itu sudah beres!" Lanjutnya dengan
최신 업데이트: 2024-01-03
Chapter: #21. Maaf ..."Aditya! Kau ini kenapa!" Leon mengguncang tubuhku, berusaha untuk membuat aku sadar, dan berhenti. Tapi sulit bagiku, kejadian itu sangat menyakitkan untukku.Buaaak!Leon meninju wajahku, teman-teman yang tadi duduk, mereka semua serentak berdiri, terkejut dengan apa yang Leon lakukan padaku."Aditya hentikan!" Tegas Leon padaku.Aku tersentak lalu kembali menangis, aku menangis sangat banyak. Aku meluapkan semuanya, rasa sakit yang menumpuk di dalam dadaku ini."Kau seperti ini? Sebenarnya kenapa?"Saat itu Rian mencoba bicara, "Leon biarkan dia."Teman-temannya yang lain juga mengaguk setelahnya.Saat itu aku mendengar Leon berkata, "membiarkannya? Sudahlah!" Setelah itu dia kembali duduk, dan membiarkanku. Anak-anak lainnya juga duduk, mereka semua menungguku menjadi lebih tenang."Leon, apa kau punya orang yang sangat kau sayangi," tanyaku setelah sekian lama mengeluarkan air mata."Tentu saja aku memilikinya," jawab Leon, dia memalingkan wajahnya setelah melihatku.Aku sedikit
최신 업데이트: 2024-01-03
Chapter: #20. Munculnya Kenangan Buruk"Oh ya Aditya! Kau harus melihat ini," ucap Leon seraya menunjukkan sebuah Vidio padaku.Vidio itu berisi bukti kejahatan kapten polisi itu, bukan hanya satu vidio saja, tapi banyak. "Coba kau lihat juga yang ini.""Nah lalu yang ini.""Menjijikan!" Aku spontan mengatakannya, dia telah melakukan banyak sekali kejahatan. Memperdaya banyak wanita, menerima suap dari narapidana, menyuap hakim, bahkan juga melakukan banyak sekali kekerasan.Kenapa orang seperti ini, masih belum ketahuan juga sampai sekarang, padahal dia sudah melakukan banyak sekali kejahatan."Bagaimana? Aku keren kan! Mulai sekarang, orang itu tidak akan bisa mengganggumu lagi, bukan hanya Vidio ini saja, aku masih punya bukti lainnya," ucap Leon seraya memeprlihatkan lembaran-lembaran kertas yang berisi jejak bukti dari kejahatan yang dilakukan oleh kapten polisi itu."Dengan ini, tidak akan ada yang bisa menyelamatkannya, dia akan mendekap selamanya di dalam penjara, tak kusangka orang ini telah melakukan banyak seka
최신 업데이트: 2024-01-03
Chapter: #19. Berkumpul dan Bersenang-senang Aku tahu bahwa yang kulakukan itu tak akan mengembalikan apa yang terjadi pada Meera. Tapi setidaknya itu membuat hatiku yang terasa sangat sesak menjadi lebih nyaman, setidaknya sedikit rasa bersalah yang kumiliki di hatiku ini sedikit berkurang."Kalian tadi bilang ingin membantuku kan?" Tanyaku pada anak-anak SMA itu.Mereka semua mengangguk, salah seorang di antara mereka berkata dengan yakin padaku, "tentu saja! Katakan, apa yang perlu kami lakukan?""Orang ini, bisakah kalian membantuku untuk mengurusnya, pukulan ini masih tidak cukup untuk menghukumnya!" jawabku seraya melangkahkan kaki untuk pergi dari sana. Sudah cukup untuk hari ini, aku ingin pulang. Aku merasa lelah."Tentu saja! Serahkan pada kami! Kami pasti akan mengurusnya!"Aku berhenti sejenak, dan berbalik. "Dia adalah seorang kapten polisi, apa kalian masih ingin membantuku? Jika kalian tidak ingin mendapatkan masalah, belum berlambat untuk berhenti, sekarang katakan apa kalian masih ingin melakukannya?" Tanyaku la
최신 업데이트: 2024-01-03
Chapter: #18. Dia Tak Pantas!"Apa hah! Kau marah! Cih!"Plak!Leon menepak kepalanya lagi, dia tak hanya melakukannya sekali, tapi berkali-kali.Setelah puas Leon mengatakan, "Dasar memalukan! Dimana tanggung jawabku hah! Kau ini seorang pelindung! Tapi kau malah melakukan hal yang sebaliknya! Copot saja gelarmu itu! Kau tak pantas memilikinya! cih!" Ucapnya."Kau!"Leon tak memedulikan kemarahan kapten polisi itu, dia lalu bicara padaku, "Aditya! Bagaimana? Rencanaku?"Aku meregahkan pandangan di tempat kami sekarang, tempat itu benar-benar sudah kosong, selain kami tak ada orang lain lagi di sana. "Jangan khawatir, tempat ini aman! Percaya padaku! Beri dia pelajaran yang tak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya!" Ucap Leon, dia kembali menanyakannya padaku, "Sekarang katakan, bagaimana dengan rencanaku, apa kau merasa kagum? Ayo katakan?""Hmm ya, lumayan," ucapku dengan tangan yang mengepal sempurna, sekali lagi kuhantamkan tinju pada kapten polisi itu."Oughh!" Rintih kapten polisi itu, kesakitan."Jika k
최신 업데이트: 2024-01-03
Chapter: #17. Memberikan Pelajaran!"Nah sekarang, kau bisa sepuasnya memukulinya, tapi jangan membunuhnya," ucap Leon."Tentu saja," aku merasa tidak sabar, tanganku rasanya sudah panas.Kami pun mendatangi kapten polisi itu setelah dia menghabiskan minumannya.Melihatku datang, Kapten polisi itu segera menyeringai, aku bisa melihat dari wajahnya yang menjijikan itu, dia masih merasakan kesakitan."Kau datang, jalang itu tidak tahu apa yang baik baginya," hinanya.Aku mengepalkan tinjuku dengan erat lalu menghantam wajahnya dengan sangat keras. Tak hanya sekali, aku melakukannya hingga kapten polisi itu tak sanggup membuka matanya lagi.Di sebelahku Leon berbisik, "Aditya jangan sampai kau membunuhnya."Aku memecahkan sebuah gelas hingga tanganku berdarah."Aditya kau! Apa yang kau lakukan, tanganmu?" Aku bisa merasakan dari suara Leon, dia mencemaskanku. Tapi aku benar-benar tidak tahan dengan tatapan orang menjijikan yang ada di hadapanku ini. Rasanya aku ingin menghabisinya saat itu juga.Aku menyodorkan pecahan g
최신 업데이트: 2024-01-02