Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Eternal Love

Eternal Love

Thailah
Ashtrella Andrada, a very well-known heir of a big company has never seen the beauty of life. She can have everything she wanted with just a snap of her fingers, but she always felt empty. She has never been happy despite having everything. She was cage by the responsibility of being the first born. She was forced to be in a loveless marriage. Not until she met Phoenix Montana, a man of positivity and radiance of life. He saved her. Her own breath of life. With his help, she started to learn beautiful things life could give. She started fighting her own demons. He supported and loved her even if everything was against him. He promised her to be with her every step. He gave her the love she seeks all her life but what she doesn’t know is that everything was just temporary. Once again fate intervened shaking his promise of eternal love.
Romance
947 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Cinta Palsu, Fakta Tersembunyi

Cinta Palsu, Fakta Tersembunyi

Di pemakaman ibuku, tunanganku Charles datang bersama Chelsea untuk memberikan penghormatan terakhir. Lalu di hadapan semua yang hadir, Charles membatalkan pernikahan kami dan memutuskan untuk menikahi Chelsea. Saat aku ditertawakan oleh semua orang, Sugi, teman masa kecilku berlutut dan melamarku. Dia menyatakan bahwa dia sudah mencintaiku selama bertahun-tahun. Aku tersentuh oleh ketulusannya dan setuju untuk menikah dengannya. Setelah menikah selama tiga tahun, kami belum punya anak. Tapi Sugi malah menghiburku dan berkata dia nggak keberatan kalau nggak punya anak, kehadiranku sudah cukup baginya. Tak lama kemudian, aku mendengar percakapannya dengan dokter, "Pak Sugi, pil KB yang Bapak minta sudah disediakan. Apa perlu terus diberikan pada Nyonya? Sugi Yolanda menjawab dengan dingin, “Iya, jangan berhenti. Menikahinya cuma solusi sementara. Dalam hatiku, hanya Chelsea yang pantas jadi ibu anakku. Ternyata pernikahan yang kuanggap bahagia hanyalah penipuan belaka. Dia nggak mencintai aku. Kalau gitu, aku juga nggak mau dia lagi.
Cerita Pendek · Romansa
11.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Hadiah Ulang Tahun untuk Wanita Lain

Hadiah Ulang Tahun untuk Wanita Lain

Hari itu adalah hari ulang tahunku. Kupikir, Andre akan menemaniku ke pantai untuk menonton kembang api. Tapi, pacarku itu malah membawa wanita lain dan anak wanita itu. "Keisya repot bawa anak, tolong pengertian." "Dia nggak tahu jalan dan bawa barang banyak, jadi aku mau antar mereka ke hotel duluan." Dia mengatakannya dengan enteng, seolah sedang menjelaskan masalah sepele. Kelembutan itulah yang membuat kemarahanku tampak berlebihan dan tanpa alasan. Dia membantu mereka masuk ke dalam mobil dan memasangkan sabuk pengaman untuk anak itu. Lalu dia tersenyum dan berkata kepadaku, "Aku nggak lama pasti balik lagi, jangan mikir macam-macam." Aku berdiri di pinggir jalan, menyaksikan mereka pergi seakan-akan mereka satu keluarga sempurna. Malam tiba. Angin laut terasa sangat dingin hingga menusuk tulang. Aku masih menunggu, sampai aku melihat video di akun Keisya. Andre menggendong anak Keisya sambil menonton pertunjukan kembang api di pantai. Pertunjukan itu adalah kejutan yang aku rencanakan sendiri untuk ulang tahunku. Isi komentar di bawahnya senada. [Mereka pasangan yang serasi, keluarga kecil yang bahagia.] Seseorang bertanya padanya kenapa dia tidak menjemputku. Dia tersenyum dan berkata, "Viona pengertian. Dia nggak mungkin marah." Pada saat itu, kue ulang tahunku sudah meleleh seluruhnya. Ternyata, dia bukannya tidak punya hati. Dia hanya terlalu yakin bahwa aku akan terus menunggu selamanya. Tapi, hati yang terlalu lama diabaikan pasti akan menjadi dingin. Ombak menghantam pantai. Menghancurkan ilusi terakhirku. Kali ini, aku tidak akan menunggunya kembali.
Baca
Tambahkan
Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah

Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah

Suamiku selalu memandang rendah diriku hanya karena aku seorang wanita petani. Bahkan, dia tidak sayang pada anak kami. Setelah usia anak kami genap 100 hari, dia baru memeluknya untuk pertama kalinya. Lalu, kekasih pertamanya kembali ke Kota Jenang. Pria yang selama ini bersikap dingin itu pun, untuk pertama kalinya tersenyum di meja makan dan bahkan menyuapi anakku. Semalaman, anakku tampak sangat bahagia. Sebelum tidur, dia bertanya dengan suara lembut. "Ibu, apakah paman sedikit menyukaiku?" Aku memeluknya erat-erat. Mataku berkaca-kaca dan aku menggeleng pelan, berkata. "Bukan, tetapi kekasih paman telah kembali. Jadi kita harus pergi."
Baca
Tambahkan
Suamiku Mengawetkanku Jadi Spesimen

Suamiku Mengawetkanku Jadi Spesimen

Suamiku adalah seorang dokter dengan gelar profesor di bidang medis. Dia adalah orang yang jujur, adil dan baik hati. Hingga suatu hari, mantan kekasihnya mengalami kecelakaan dan menabrak seseorang hingga tewas. Untuk membantu mantan kekasihnya terlepas dari hukuman, dia menggunakan pengetahuannya di bidang medis. Dia membuat jasad korban menjadi spesimen dan menempatkannya di laboratorium. Saat dia menangani jasad itu, terlihat ada janin di dalam rongga perut. Dia yang biasanya begitu tenang, kali ini jantungnya berdetak kencang. Dia tidak tahu bahwa jasad itu adalah milikku. Dan janin itu adalah anaknya …
Baca
Tambahkan
Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Pada hari yang seharusnya menjadi hari pernikahanku, pengantinnya malah bukan aku. Upacara yang sudah kutunggu selama lima tahun berubah menjadi lelucon ketika Valentina, adik perempuanku, melangkah menyusuri lorong marmer dengan gaun pengantin putih. Lengannya melingkar di lengan Luca, pria yang seharusnya berdiri menungguku di altar. "Maafkan aku, Bianca," kata Valentina pelan. "Tapi hari ini kamu bukan lagi pengantinnya." Kemudian, dia menyentuh perutnya, matanya berkilat penuh kemenangan. "Aku hamil anak Luca." Kata-katanya meledak di dalam kepalaku dan seluruh duniaku seolah-olah mendadak sunyi. Seakan-akan takut aku tak akan memercayainya, dia mengangkat sesuatu yang mengilap ke arah cahaya. Gambar USG hitam putih. Tertulis jelas, usia kehamilan 12 minggu. Mataku terasa panas dan perih. Dengan mata berkaca-kaca, aku menoleh ke arah Luca, mati-matian mencari apa pun. Penyangkalan, penjelasan, ataupun penyesalan. Namun, dia hanya menghela napas, lelah dan pasrah. "Bianca, aku minta maaf," katanya tak berdaya. "Valentina nggak punya banyak waktu lagi. Pernikahan ini ... adalah permintaan terakhirnya." "Aku akan menebusnya," tambahnya. "Kita bisa mengadakan pernikahan lain nanti." Ayahku, Moretti, berdiri di belakangnya dengan ekspresi dingin yang sama seperti yang selalu dia tunjukkan sepanjang hidupku. Aku tak pernah melihatnya tersenyum kepadaku, bahkan sekali pun. "Bianca," katanya tajam. "Adikmu sekarat. Biarkan dia yang menikah hari ini." Kakak laki-lakiku mengangguk tanpa mengatakan sepatah kata pun, seolah-olah itu sudah cukup sebagai jawaban yang tegas. Sepanjang hidupku, mereka selalu memilih dia. Air matanya, keinginannya, kebutuhannya, semuanya lebih penting daripada aku. Hari ini pun tidak berbeda. Sesuatu di dalam diriku ada yang retak. Baiklah. Jika tak ada seorang pun di keluarga ini yang peduli padaku, aku akan pergi.
Cerita Pendek · Mafia
1.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Selamat Tinggal Selamanya, Suamiku

Selamat Tinggal Selamanya, Suamiku

Setelah delapan tahun menikah dengan suami seorang pengacara, dia tidak pernah mau mengungkapkan kepada siapa pun bahwa aku adalah istrinya, dan bahkan tidak mengizinkan putri kami memanggilnya ayah. Dia berkali-kali melewatkan kesempatan untuk bersama putri kami demi teman masa kecilnya, dan bahkan memaafkan teman masa kecilnya yang menyakiti putri kami. Hatiku hancur, dan aku memutuskan untuk bercerai. Aku pergi bersama putriku, menghilang dari dunianya. Namun, dia tidak mau bercerai, bahkan mencariku seperti orang gila ke seluruh dunia. Tapi kali ini, aku dan putriku tidak akan pernah kembali.
Cerita Pendek · Gairah
44.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku

Di Antara Tangis Anakku dan Diam Suamiku

Setelah dipaksa menukar jantung untuk cinta pertama suamiku, aku mati di koridor rumah sakit swasta yang didirikannya sendiri. Saat menjelang ajal, anak lelakiku yang berusia enam tahun menangis dan memohon padanya tiga kali. Pertama, anakku menggandeng tangan ayahnya dan berkata bahwa aku muntah darah. Ayahnya menyeringai dingin dan berkata, "Kali ini akhirnya ada kemajuan, sampai mengajarkan anak untuk berbohong." Lalu menyuruh pengawal mengusir anakku dari kamar. Kedua, anakku menarik lengan bajunya dan berkata bahwa aku sudah mulai mengoceh tak karuan karena menahan sakit. Ayahnya mengerutkan kening dan berkata, "Bukannya hanya mengganti jantung? Kata dokter, tidak akan mati." Pengawal maju dan kembali menyeret anakku keluar dari kamar. Ketiga, anakku merangkak di lantai, menggenggam erat ujung celananya sambil menangis, berkata bahwa aku sudah tidak sadarkan diri. Ayahnya akhirnya marah, mencekik leher anakku dan melemparkannya keluar dari kamar. "Sudah kukatakan, Kiyano tidak akan mati. Jika kamu masih berani mengganggu istirahat Sheilla, pasti akan kulempar kalian berdua keluar dari rumah sakit." Untuk menyelamatkanku, anakku menggadaikan Kalung Penjaga Umur yang paling berharga kepada perawat. "Bibi, aku tidak ingin panjang umur lagi, aku hanya ingin ibuku hidup." Perawat menerima Kalung Penjaga Umur dan bersiap mengatur kamar terakhir untukku. Namun Sheilla, cinta pertama suamiku, menyuruh orang menggendong anjing peliharaannya dan menghalangi depan kamar, lalu berkata, "Maaf ya nak, ayahmu khawatir aku akan bosan tidak bertemu anjing, kamar ini disediakan untuk anjingku."
Baca
Tambahkan
Cinta yang Tepat Untuk Orang yang Pantas

Cinta yang Tepat Untuk Orang yang Pantas

Menjelang malam pernikahan, pacarku mengirim pesan kepada cinta lamanya. [ Orang yang selalu ingin kunikahi, tetap hanya kamu. ] Hari pernikahan semakin dekat. Aku melihatnya sibuk ke sana kemari, menyiapkan segalanya sesuai dengan selera cinta lamanya. Aku membiarkannya begitu saja. Sebab, aku tidak lagi menginginkan pernikahan ini ... ataupun dirinya.
Cerita Pendek · Romansa
11.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Lepas dari Keluarga, Hilang di Laut

Lepas dari Keluarga, Hilang di Laut

Untuk ke-99 kalinya tunanganku, Javier, menutup teleponku. Aku menyeret diriku menuju gereja keluarga sambil menggenggam erat hasil diagnosis gagal ginjal stadium akhir di tanganku. "Pastor, aku ingin melepaskan diri dari Keluarga Pramudya dan membatalkan pertunanganku dengan Javier Laksmana." Belum sempat kata-kata itu benar-benar meninggalkan bibirku, orang tuaku tiba-tiba menerobos masuk bersama adik angkatku, Tasya. Ayahku, seorang penasihat mafia, tidak ragu sedikit pun. Dia menamparku keras, tepat di depan pastor. "Tunanganmu adalah seorang pewaris Mafia yang dihormati di dunia kita, dan kamu memilih untuk menghina dia!" "Kamu mencoreng nama keluarga kita di depan seluruh organisasi!" Ibuku merebut hasil diagnosis dari tanganku, lalu mencibir setelah sekilas melihatnya. "Berpura-pura sakit demi menarik perhatian lagi, ya? Apa yang kamu inginkan kali ini?" Adik angkatku, Tasya, berpegangan pada lengan kedua orang tua kami. Suaranya tersendat oleh tangis. "Aku minta maaf, Kak… Kakak boleh mengambil tempatku di gala. Tolong… jangan buat Ibu dan Ayah susah lagi!" Aku mengusap darah yang menetes dari hidungku, lalu dengan tenang mengulangi perkataanku kepada pastor, "Aku bukan lagi putri Keluarga Pramudya. Aku tidak layak menjalin pertunangan dengan Keluarga Laksmana." "Aku akan mati dalam tiga hari. Aku ingin pertunangan ini dibatalkan sebelum itu."
Cerita Pendek · Mafia
4.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
2728293031
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status