Mr. Perfect
Karena akhir-akhir ini kinerjanya sangat bagus.
"Sama-sama, Pak. Oh iya, ini Roy. Mantan Alice." Rehan menunjuk seorang lelaki yang sudah duduk di kursi dengan santainya. Selingkuhan, mantan, setan, atau apalah itu namanya. Aku sudah tidak peduli lagi.
Lelaki itu bangkit dari kursi dan mengulurkan tangan padaku. "Senang bertemu Anda lagi." Ia tersenyum smirk. Membuat aku ingin menonjoknya habis-habisan jika harus mengingat kejadian dulu.
Bab Populer