Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penyesalan Mantan Suami di Depan Makamku

Penyesalan Mantan Suami di Depan Makamku

Pada hari Rina Januar pulang negeri, Galih Gunawan tidak pulang semalaman. Keesokan harinya, aku melihat unggahan foto di instagram Rina. Itu foto dua tangan yang saling menggenggam dan wajah polos Galih yang sedang tidur. Ketika pulang, Galih melemparkan surat cerai kepadaku dan memintaku untuk menyerahkan posisiku sebagai Nyonya Gunawan. Katanya, "Posisi ini memang seharusnya milik Rina. Sekarang dia sudah pulang, waktunya kamu meminggir!" Tidak apa-apa, toh sisa hidupku tidak lama lagi. Siapa pun yang mau posisi Nyonya Gunawan, ambil saja! Kemudian, aku pun meninggal. Galih menangis di depan makamku dan berjanji tidak akan pernah menggenggam tangan wanita lain lagi!
22.2K viewsCompletedAdded to Library 845 Times as toxic
Read
+Library
Suami yang Aku Nikahi Ingin Menghabisi Nyawaku

Suami yang Aku Nikahi Ingin Menghabisi Nyawaku

Suami yang baru aku nikahi ingin menghabisi nyawaku. Saat ini, dia sedang memegang pisau dan memojokkan aku di balkon. Senjata tajam itu menusuk jantungku, lalu dia mengulurkan tangannya dan mendorongku dari lantai dua puluh. Di saat yang bersamaaan, aku melihat air mata jatuh dari sudut matanya. Dia berkata, "Sehat selalu, kekasihku yang sempurna."
9.1K viewsCompletedAdded to Library 335 Times as toxic
Read
+Library
Menolak Semua Setelah Kehilangan

Menolak Semua Setelah Kehilangan

Setelah aku jatuh saat hamil, anakku yang berusia enam tahun, Kenan, tidak menolongku. Ketika aku sadar lagi, anakku sudah tiada. Di samping ranjangku, dia bersembunyi di belakang suamiku, Arsen, sambil bergumam pelan, "Aku kira Ibu pura-pura pingsan untuk cari perhatianku!" "Ibu sebelumnya beberapa kali pura-pura pingsan supaya aku tidak pergi bermain dengan Tante Sabrina!" Arsen menambahkan dengan dingin, "Kamu selalu memainkan trik untuk menarik perhatian. Kenan bahkan tidak lagi memercayaimu." "Kamu perlu merenungkan dengan baik, kenapa Kenan lebih suka bersama Sabrina daripada denganmu." Hatiku hancur berkeping-keping. Keesokan hari setelah keluar rumah sakit, aku pulang dan mengemas semua barangku. Aku hanya meninggalkan satu surat perjanjian perceraian dan satu surat pemutusan hubungan ibu-anak.
6.3K viewsCompletedAdded to Library 126 Times as toxic
Read
+Library
Kehidupan Pernikahan Tak Seindah Lamaran

Kehidupan Pernikahan Tak Seindah Lamaran

Seberapa besar dulu suamiku mencintaiku? Demi bisa menikahiku, dia melakukan lamaran sampai 99 kali. Pada lamaran ke-100 kalinya, aku akhirnya luluh oleh kegigihannya. Aku pun menjadi Nyonya Wirawan yang membuat semua orang di Kota Haidar iri. Pada hari pernikahan kami, aku memberinya 99 kupon rujukan. Kami berjanji, selama kupon-kupon itu belum habis digunakan, aku akan selalu berada di sisinya. Selama lima tahun pernikahan, setiap kali dia pergi menemani cinta pertamanya, satu kupon rujukan akan terpakai. Saat dia menggunakan kupon rujuk ke-97, suamiku tiba-tiba menyadari bahwa aku telah berubah. Aku tidak lagi menangis atau membuat keributan, juga tidak lagi memintanya untuk tinggal. Ketika dia kehilangan kendali karena sekretarisnya yang sok polos itu, aku diam-diam bertanya padanya, "Kalau kamu pergi menemaninya, bolehkah aku menggunakan satu kupon rujukan?" Pria itu tertegun sejenak, lalu untuk pertama kalinya, hatinya melunak. "Oke, toh baru terpakai 60-an kupon sekian. Kalau kamu mau pakai, pakailah." Aku hanya menggumam pelan, lalu membiarkannya pergi. Dia tidak tahu, bahwa itu adalah kupon rujukan ke-97 yang digunakannya. Dan kupon rujuk kami ... kini hanya tersisa dua lembar terakhir.
2.7K viewsCompletedAdded to Library 97 Times as toxic
Read
+Library
Tak Lagi Menua Bersama

Tak Lagi Menua Bersama

Saat aku pergi ke rumah sakit untuk memeriksa apakah percobaan bayi tabung keempatku berhasil, aku melihat Erwin Sentosa yang katanya sedang dinas luar kota, dengan hati-hati menopang seorang gadis muda dan cantik keluar dari departemen kebidanan. Perut gadis itu membesar, tampak sudah hampir melahirkan. Erwin hanya terlihat panik sesaat, lalu segera melindungi gadis itu di belakang tubuhnya. “Jennie, Keluarga Sentosa butuh seorang anak untuk meneruskan garis keturunan. Setelah anak ini lahir, kita akan kembali seperti dulu.” Nada suaranya yang tegas terdengar jelas di telingaku. Aku tersenyum dan mengangguk menyetujuinya. Di tengah tatapan terkejutnya, aku diam-diam menyembunyikan hasil pemeriksaanku. Di hari gadis itu melahirkan, aku meninggalkan surat perceraian… dan pergi dari hidupnya untuk selamanya.
9.961.3K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as toxic
Read
+Library
Dia Menjadi Gila Setelah Mengurungku di Gudang Pendingin

Dia Menjadi Gila Setelah Mengurungku di Gudang Pendingin

Cinta pertama William Yuardi tidak sengaja terkunci dalam kantor. Demi menghukumku, dia mengurungku ke dalam gudang pendingin untuk mengintrospeksi diri. “Kamu juga harus rasakan penderitaan yang dialami Nelly. Dengan begitu, kamu baru bisa jera!” William hanya memberiku semangkuk air sebelum mengunciku di dalam. Namun, dia tidak tahu bahwa gudang pendingin yang sudah tidak dipakai ini tiba-tiba menyala setelah dia pergi. Aku yang kedinginan di dalam tidak berhenti meminta tolong. Baik di pintu maupun di dinding, terdapat bekas darah dari jariku. Tujuh hari kemudian, William ingin aku meminta maaf dan membuka pintu gudang pendingin ini. Namun, yang dia temukan hanyalah seonggok mayat yang sudah beku.
36.4K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as toxic
Read
+Library
Pertemuan Adalah Alur Takdir

Pertemuan Adalah Alur Takdir

Pada hari ketika aku dikonfirmasi menderita kanker, suamiku menampar wajahku dan berkata, “Kau begitu keji dalam hatimu, bahkan ingin merebut penyakit adikmu.” Anak kami berteriak, “Mama sangat jahat, aku benci Mama.” Aku tidak menangis dan tidak membuat keributan, hanya diam mengemas lembar pemeriksaan, sambil memilihkan liang kubur untuk diriku sendiri. Lima belas hari lagi, aku akan pergi dari kota ini, menyelip ke dalam sunyi, seperti bayangan yang menghilang. Saat semuanya berakhir, aku ingin bahkan penyesalan mereka pun tak sempat menemukan aku.
4.5K viewsCompletedAdded to Library 126 Times as toxic
Read
+Library
Menutup Pintu Masa Lalu

Menutup Pintu Masa Lalu

Di hari ulang tahunku, pacarku yang sudah bersamaku selama enam tahun malah melamar cinta pertamanya. Seketika, semua perasaan sirna. Aku pun tersadar dan memilih pergi untuk menjalani perjodohan keluarga….
6.4K viewsCompletedAdded to Library 212 Times as toxic
Read
+Library
Runtuh di Tangan Karma

Runtuh di Tangan Karma

Saat suamiku yang seorang CEO, sedang menemaniku menjalani program bayi tabung untuk kedua belas kalinya, tiba-tiba dia menerima panggilan dari nomor tak dikenal. Dia melirik layar ponselnya sekilas, sorot matanya langsung berubah tegang. "Ada rapat darurat dewan direksi." Dia berdiri sambil merapikan ujung lengan jasnya, gerakannya begitu tenang dan terkendali, seolah sudah berulang kali melakukannya. "Ada kendala di proyek akuisisi lintas negara. Kamu lanjut dulu sendiri ya, nanti kalau rapatnya udah selesai aku balik lagi temanin kamu." Pintu ruang pemeriksaan tertutup lagi. Perawat yang memegang berkas medis tampak ragu saat menatapku. "Nona Wanda, proses pencairan embrionya udah dimulai. Apa mau tetap dilanjutin?" Aku menunduk, menatap lembar persetujuan yang sudah aku genggam hingga kusut. Rapat darurat? Keluarga Linarta adalah investor terbesar di perusahaan milik Yansen Suwira. Jika memang ada rapat darurat, bagaimana mungkin aku, sebagai putri sulung Keluarga Linarta, tidak mengetahuinya?
2.0K viewsCompletedAdded to Library 70 Times as toxic
Read
+Library
Karena Ganti Kunci, Aku Menceraikannya

Karena Ganti Kunci, Aku Menceraikannya

Istriku selalu tidak suka membawa kunci. Namun kali ini, dia mengganti kunci pintu rumah dari kunci sandi menjadi kunci model lama yang harus diputar dengan anak kunci. Bahkan saat mandi pun dia akan mengunci pintu rumah. Setiap kali aku pulang, aku harus meneleponnya dulu, setelah dia membukakan, barulah aku bisa masuk. Aku tidak bisa menerima penghinaan seperti ini. Di acara kumpul keluarga, aku pun mengeluarkan surat perjanjian cerai. Semua orang mengira aku hanya mabuk dan sedang bercanda. Istriku menampar wajahku dengan keras, lalu menatapku dengan penuh amarah. "Cuma menelepon dulu saja, susah sekali? Bukankah dulu kamu berjanji akan menghormatiku seumur hidup!" Aku menatapnya dengan dingin, lalu tersenyum sinis. "Kalau sudah bercerai dan aku langsung nggak pulang lagi, bukankah itu justru lebih menghormatimu?"
2.7K viewsCompletedAdded to Library 104 Times as toxic
Read
+Library
PREV
1
...
7891011
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status