Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ditinggal 17 Kali, Kini Aku Pemimpin Mafia

Ditinggal 17 Kali, Kini Aku Pemimpin Mafia

Malam sebelum pernikahan yang ke-17, suamiku, yang seorang mafia, berjanji kali ini pernikahan kami akan tenang tanpa gangguan. "Merry, kali ini aku janji," katanya dengan sungguh-sungguh. "Aku sudah bilang pada Agnes, besok, sekali pun langit runtuh, dia harus menanggungnya sendiri." Kandunganku sudah memasuki bulan kelima. Aku dan Lewis sudah bersama selama tiga tahun. Kini, aku hamil lima bulan, tetapi belum pernah sekali pun kami berhasil menggelar pernikahan. Sebab sebelumnya, dia sudah membatalkan pernikahan kami sebanyak enam belas kali. Setiap kali itu terjadi, alasannya selalu sama, yaitu karena adik angkatnya, Agnes. Pertama, katanya demam. Aku menemaninya semalaman di rumah sakit tanpa sempat ganti gaun pengantin, yang ternyata Agnes hanya flu ringan. Kedua, katanya sakit jantung. Lewis langsung pergi meninggalkanku, padahal sebenarnya dia sedang asyik mengobrol bersama teman-temannya sambil minum teh. Ketiga, katanya takut petir. Lewis meninggalkanku di tengah sumpah pernikahan, membiarkanku berdiri sendirian di depan para tamu. Namun, kali ini berbeda. Tiga hari lalu, aku menerima sepucuk surat dari Vireka Utara. Ayahku, kepala Keluarga Damian, secara pribadi mengirim undangan agar aku pulang. Jika kali ini Lewis masih memilih pergi demi Agnes, maka aku akan menghilang untuk selamanya.
Cerita Pendek · Mafia
5.9K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Mencintai Dalam Luka

Mencintai Dalam Luka

Orang-orang bilang aku sudah menemani Clayton selama lima tahun dan mencintainya dengan sangat dalam. Di tepi bendungan, dia melempar tasku ke dalam air dengan santai . Sambil bercanda dia berkata, "Kalau Vanessa berani melompat dan mengambilkan tas itu untukku, aku akan memberinya status." Dia tidak menyangka, aku benar-benar melompat ke air. Saat itu, matanya menunjukkan kepanikan yang jarang terlihat dalam sekejap. Setelah itu, aku berenang kembali ke tepi bendungan. Pahaku penuh darah dan di telapak tanganku ada gelang yang patah. Gelang itu adalah pemberian dari Clayton ....
Baca
Tambahkan
Kelahiran yang Menghancurkan

Kelahiran yang Menghancurkan

Saat usia kehamilanku sembilan bulan, aku sudah ada di penghujung masa kehamilan, tubuhku terasa berat dengan bayi yang bisa lahir kapan saja. Tapi suamiku, Alexander Santoso, wakil kepala keluarga, justru mengurungku. Dia menahanku di sebuah ruang medis bawah tanah yang dingin dan steril, lalu menyuntikkan obat penahan kontraksi. Saat aku berteriak kesakitan, dia menatapku dengan dingin dan berkata aku harus menahannya. Karena pada saat yang sama, istri almarhum kakaknya, Elisa juga diperkirakan akan melahirkan. Sebuah sumpah darah yang pernah dia buat dengan mendiang kakaknya menyatakan bahwa anak laki-laki sulung akan mewarisi wilayah keluarga di Teluk Barat Jaya yang begitu menguntungkan. "Warisan itu milik anak Elisa," katanya. "Davin sudah tiada, dia benar-benar sendirian dan tak punya apa-apa. Seluruh cintaku tetap untukmu, Alana. Aku hanya butuh dia melahirkan dengan selamat. Setelah itu, barulah giliranmu." Obat itu membuat tubuhku terus-menerus tersiksa. Aku memohon padanya untuk membawaku ke rumah sakit. Dia justru mencekik leherku, memaksaku menatap mata dinginnya. "Berhenti berpura-pura! Aku tahu kau baik-baik saja. Kau cuma berusaha merebut warisan itu." "Untuk mendahului Elisa, kau rela melakukan apa saja." Wajahku pucat, tubuhku bergetar hebat. Dengan sisa tenaga, aku berbisik lirih, "Bayinya akan lahir... aku tidak peduli soal warisan. Aku hanya mencintaimu, dan aku ingin anak kita lahir dengan selamat!" Dia mencibir. "Kalau kau memang sesuci itu, kalau kau benar mencintaiku, kau tak akan pernah memaksa Elisa menandatangani perjanjian pranikah yang membuat anaknya kehilangan hak warisan." "Jangan khawatir, aku akan kembali padamu setelah dia melahirkan. Bagaimanapun, kau mengandung darah dagingku." Sepanjang malam, dia berjaga di depan ruang bersalin Elisa. Baru setelah melihat bayi itu di pelukan Elisa, dia teringat padaku. Dia akhirnya menyuruh tangan kanannya, Raka untuk membebaskanku. Tapi ketika Raka menelepon, suaranya gemetar. "Bos... nyonya dan bayinya... mereka sudah tidak ada." Di saat itu juga, Alexander hancur.
Cerita Pendek · Mafia
56.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Antara Penyesalan Dan Pembebasan

Antara Penyesalan Dan Pembebasan

Sejak sahabat masa kecil Irfan meninggal, dia membenciku selama sepuluh tahun penuh. Hari kedua setelah menikah, dia langsung mengajukan diri ke organisasi untuk pergi ke perbatasan. Selama sepuluh tahun itu, aku menulis surat tanpa henti, berusaha menunjukkan ketulusanku. Tapi, balasan yang kuterima selalu hanya satu kalimat. [Kalau kamu benar-benar merasa bersalah, lebih baik cepat mati saja!] Namun, saat aku diculik, dia malah menerobos markas penjahat seorang diri, menembus hujan peluru demi menyelamatkanku. Sebelum meninggal, dengan sisa tenaganya, dia menepis tanganku dengan keras. “Menikah denganmu… adalah penyesalan terbesarku….” “Kalau ada kehidupan berikutnya, kumohon jangan pernah datang menggangguku lagi….” Di pemakaman, ibu Irfan menangis penuh penyesalan. “Anakku, ini salahku… aku nggak seharusnya memaksamu….” Ayah Irfan juga menatapku penuh kebencian. “Kamu sudah membunuh Selina, sekarang juga membunuh anakku. Dasar pembawa sial! Kok kamu nggak mati saja?!” Bahkan komandan yang dulu mati-matian mendukung pernikahan kami hanya bisa menggeleng dan menghela napas. “Ini salahku yang dulu memisahkan mereka, aku benar-benar bersalah pada Irfan.” Semua orang merasa kasihan pada Irfan. Termasuk diriku sendiri. Aku dikeluarkan dari organisasi dan malam itu juga, aku menelan racun di tengah sawah yang sepi. Saat membuka mata kembali, aku mendapati diriku kembali ke malam sebelum pernikahan. Kali ini, aku memutuskan untuk merelakan semuanya.
Baca
Tambahkan
Perceraian Aku dan Kakak Kembarku

Perceraian Aku dan Kakak Kembarku

Aku dan kakak kembarku menikah dengan saudara kembar dari keluarga bermartabat pada waktu yang sama. Dia menikah dengan kakak laki-laki Leo, yang merupakan seorang hakim federal, sementara aku menikah dengan adik laki-lakinya Sam, yang merupakan seorang dokter bedah. Ketika aku dirawat di rumah sakit untuk melindungi janinku, aku malah diculik perampok dan ditahan untuk minta tebusan. Perampok menggunakan ponselku untuk menghubungi suamiku Sam. Tapi dalam 32 kali panggilan, semuanya ditolak. Akhirnya perampok itu sangat marah sehingga memukul perutku dengan tongkat bisbol untuk melampiaskan amarahnya. Aku mencoba melindungi bayi di dalam perutku, tetapi aku tetap kehilangan anakku. Perampok itu akhirnya menelepon Sam dan setelah panggilan tersambung, Sam berteriak, “Annie hampir keguguran, aku hanya menemaninya untuk pemeriksaan, bisakah kamu berhenti menelepon dan mencoba menarik perhatianku!” Perampok yang melihat bahwa mereka tidak bisa mendapatkan uang tebusan, mengikatku dan melemparku ke kolam renang untuk melampiaskan amarah mereka sebelum pergi. Ketika aku hampir mati, kakak datang untuk menyelamatkanku. Melihat aku yang keguguran dan hampir meninggal, dia buru-buru menelepon suaminya yang merupakan seorang hakim. Namun, yang didapat adalah pesan suara dingin, "Sedang membantu Annie menghukum pembunuh yang hampir menyebabkan kegugurannya, mohon jangan ganggu." Saat ingin menelepon polisi, ponsel kehabisan baterai. Kakak terpaksa mengendarai mobil dan membawaku pergi. Namun dalam perjalanan pulang, badai salju tiba-tiba melanda, terjadi tanah longsor dan mobil pun mogok. Akhirnya kami tidak dapat bergerak maju dan terjebak di dalam mobil serta menggigil kedinginan. Untungnya, patroli hutan menemukan kami tepat waktu, jadi aku dan kakak tidak mati kedinginan. Setelah tersadar di rumah sakit, reaksi pertamaku dan kakak adalah kami ingin bercerai bersama.
Cerita Pendek · Mafia
6.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Takdir Bukan Lagi Milik Kita

Takdir Bukan Lagi Milik Kita

Sejauh yang bisa kuingat, aku selalu mencintai Rizky Pratama, sahabat terbaik kakak laki-lakiku, satu-satunya bos mafia di Nusatama. Pada malam ulang tahunku yang ke-20, kakakku menjanjikan sebuah kejutan. Aku tidak menyangka kejutan itu adalah Rizky yang sudah mabuk berat dan sangat menggoda untuk disambut dengan ciuman. Satu malam yang ceroboh itu pun menghasilkan satu bayi laki-laki. Rizky akhirnya setuju untuk menikahiku setelah aku melahirkan. Namun pada hari kelahiran Leonardy Pratama, Rizky tidak berkata sepatah kata pun. Dia hanya mengemasi barang-barangnya dan menghilang ke Franzia selama hampir lima tahun. Kemudian dia kembali dengan Alya Tania, cinta pertamanya. Saat Alya melihat Leonardy dan aku, dia langsung dia berlari dan menghilang. Setelah itu, Rizky tak pernah meninggalkan aku. Seolah-olah ia berusaha menjadi pria yang aku butuhkan selama ini, bahwa kami akhirnya akan mendapatkan kesempatan berbahagia. Namun dongeng-dongeng hanyalah kebohongan yang dibungkus dengan kertas cantik. Di hari ulang tahun Leonardy yang ke-6, kami sedang dalam perjalanan menuju tempat makan malam. Tapi rem mobil kami malah tidak berfungsi. Mobil itu pun tergelincir menuju ke jalan raya, dan api mulai membakar mesin. Rizky keluar dari mobil. Dan kemudian dia mengunci pintu. “Kalau bukan karena kamu, Alya masih akan bersamaku. Sekarang, giliranmu yang menderita.” Barulah pada saat itu aku menyadari Rizky tidak pernah mencintaiku. Ketika aku membuka mata kembali, aku telah kembali ke hari ulang tahunku yang ke-20. Rizky masih berada di tempat tidurku, persis seperti di masa lalu. Kali ini, aku tak ragu. Aku langsung berlari. Dan sebelum pergi, aku melakukan hal yang seharusnya kulakukan sejak awal, telepon Alya.
Cerita Pendek · Mafia
5.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Cinta yang Sirna Sebelum Fajar

Cinta yang Sirna Sebelum Fajar

Masih tersisa sepuluh hari sebelum aku mendonorkan ginjalku untuknya. Diam-diam, di dalam hatinya, Shasa Handoko menghitung hari yang tersisa. 'Tinggal sepuluh hari lagi. Setelah itu, Arya Lexim akan mendapatkan tubuh yang sehat, sementara aku... Pengganti yang dibencinya akan menghilang dari hidupnya.' Kira-kira... ketika Arya akhirnya bersama dengan perempuan yang dicintainya, apakah dia masih akan mengingatku? Mungkin... tidak akan.
Cerita Pendek · Romansa
12.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Waktu adalah Maut

Waktu adalah Maut

Charin Stafford mematahkan tiga tulang rusuknya sendiri untuk bisa melarikan diri dari rumah sakit jiwa. Hal pertama yang dilakukan Charin setelah melarikan diri adalah pergi menandatangani surat persetujuan donor organ. "Bu Charin, kami berkewajiban memberitahumu kalau ini adalah donasi khusus. Jenazahmu akan digunakan sebagai bahan percobaan untuk reagen kimia korosif jenis baru. Nantinya, mungkin tubuhmu nggak akan tersisa, bahkan nggak satu tulang pun." Charin menekan dadanya yang berdenyut sakit. Tulang rusuk yang patah membuat suaranya terdengar seperti mesin yang rusak. Dia menarik sudut bibirnya dengan susah payah, menunjukkan senyuman yang terlihat lebih menyedihkan daripada tangisan. "Itulah yang aku inginkan."
Baca
Tambahkan
Penyesalan Selalu Datang Terlambat

Penyesalan Selalu Datang Terlambat

Saat aku paling mencintai Stevan Nicolas, dia mencintai wanita lain. Hujan turun sangat deras dan aku menggigil kedinginan di bawah selimut semalaman, sedangkan dia memeluk wanita lain dan memberikan wanita itu kehangatan. Katanya, aku sangat manja, jadi dia tidak ingin melihatku lagi. Namun, dia tidak tahu bahwa aku akan segera meninggal dan dia tidak akan bisa melihatku lagi.
Cerita Pendek · Romansa
12.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Mantanku Panik Setelah Pengunduran Diriku

Mantanku Panik Setelah Pengunduran Diriku

Setelah mengumumkan pengunduran diri, banyak orang bersorak dan sangat setuju. Hanya pacarku yang terlibat gosip dengan seorang pria bernama Sherwin, seorang musisi jenius yang tidak setuju. Di depan banyak wartawan, pria itu berpura-pura peduli. “Semua ini salah paham. Kak Yonatan adalah musisi berbakat yang tak tergantikan di dunia musik. Aku berharap dia bisa kembali berkarya.” Aku mematikan ponsel dan mengabaikannya. Di kehidupan sebelumnya, karya dan laguku sama persis dengannya. Netizen menyebutku plagiat, bahkan mengutuk seluruh keluargaku. Aku tidak terima dan membuktikan proses pembuatan laguku, tapi tetap saja kalah dengan waktu rilis lagunya. Lagu barunya dirilis sepuluh menit lebih cepat dariku. Hanya karena sepuluh menit itu, netizen mengirimkan karangan bunga dan foto pemakamanku, bahkan ada yang datang ke rumahku untuk menyiram cat. Selama beberapa tahun, perundungan media yang terus-menerus membuatku mengalami depresi. Orang tuaku menghabiskan semua harta mereka untuk membersihkan namaku, tetapi akhirnya mereka dibakar hidup-hidup oleh penggemar fanatik. Pada hari Sherwin memenangkan Golden Melody Awards untuk ciptaan lagunya, aku melompat dari gedung tinggi. Tak kusangka, saat membuka mata lagi, aku terlahir kembali.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
7891011
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status