Aku Dan Ayah Muridku
Aku adalah wali kelas putranya, sekaligus ‘guru privat’ yang selalu siap dipanggil kapan pun.
Semua ini bermula ketika dia memergoki rahasia terkelamku di ruang kelas setelah jam sekolah usai.
“Bu Sri, videonya ada di tanganku. Jam delapan malam ini, di gudang peralatan olahraga. Kalau nggak datang, aku akan kirim ke grup orang tua murid.”
Sejak saat itu, aku selalu memakai rok yang sopan saat pertemuan orang tua murid.
Namun, di balik rok itu, masih ada bekas merah di lutut akibat kejadian di apartemen sewaannya dua hari yang lalu.
Semua orang memujiku karena telah mendidik murid dengan sangat baik.
Namun hanya aku yang tahu, bagaimana ayahnya mendidikku sepenuh hati di dalam kelas setelah sekolah sepi.
Tentang bagaimana rasanya menangis tersedu-sedu sambil menyingkap rok sendiri.
Dan yang lebih mengerikan, tubuhku justru bereaksi di tengah perlakuannya yang kasar itu….