Owen adalah bawahannya Andreas, begitu sadar di satu sisi membenci Andreas mempermainkannya, tapi di satu sisi malah meminta bawahan Andreas membantunya, Celine merasa dirinya sangat rendahan.Dia langsung tersenyum dan berkata kepada Owen, "Terima kasih, aku pesan kopi untukmu."Celine berpikir, lain kali harus hati-hati, jangan sembarangan menggunakan bawahan Andreas.Sampai setelah Celine masuk ke kamar, Owen masih tetap tertegun.Dia tiba-tiba merasa situasinya semakin aneh.Namun, Nyonya memesankan kopi untuknya dan tersenyum cerah padanya. Nyonya baik sekali!Di dalam kamar pasien, Celine mengelap tubuh Richard seperti biasanya, lalu mengeluarkan dokumen yang Owen berikan padanya.Di dalam kantong dokumen berisi laporan pemeriksaan DNA Richard dan Lily.Di kolom kesimpulan, tertulis berhubungan darah, membuat Celine sangat terkejut.Ketika Lily menjadi nona Keluarga Nadine, Celine tidak curiga, tapi ketika dia menyadari Lily berniat jahat pada Richard, dia mau tidak mau jadi curi
Suasana di dalam kamar pasien sangat aneh.Hansen dan yang lainnya saling bertatapan, lalu dalam waktu yang sama, mereka menyadari satu hal.Richard sudah tidak ingat siapa-siapa, hanya menganggap Celine sebagai putrinya, Linda!"Loli, Ayah yang salah. Selama dua puluh tahun, kamu hidup sendiri di luar. Sekarang kamu sudah pulang, kamu hidup dengan Ayah, Ayah pasti melindungimu."Richard menggenggam tangan Celine, suaranya terdengar penuh tekad."Loli, boleh panggil aku Ayah?""Loli, kamu nggak mau memanggilku apa karena masih marah selama dua puluh tahun ini tidak menemukanmu dan malah menyayangi orang lain sebagai putriku? Kamu tenang saja, dengan kamu pulang, kamu nona asli di Keluarga Nadine ini, bukan dia. Kamu maafkan aku, ya?"Richard menatap Celine dengan tatapan tulus.Seakan-akan menantikan reaksi dari "Linda".Celine melihat ke Hansen dan Carla untuk meminta tolong.Namun, dia hanya melihat Carla mengernyit sambil melihat Celine dengan tatapan seperti melihat musuh.Kemudian
Dia selalu menjadi pengganti Linda karena matanya yang mirip.Dia sangat berharap di situasi seperti ini, dia yang dianggap pengganti Linda!Carla mengepalkan tangannya lalu berbalik melihat ke dalam kamar melalui jendela. Saat ini, Richard sedang menatap Celine dengan penuh kasih sayang seorang ayah. Kecemburuan di hati Carla semakin tumbuh.Seakan-akan kalau melihat lebih lama lagi, dia mungkin tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.Carla mengalihkan tatapannya dan langsung berjalan keluar rumah sakit.Di dalam kamar pasien, Celine masih panik.Menghadapi Richard yang terus memanggilnya "Loli", dia tahu yang Richard panggil bukan dia, tapi Celine tetap tidak tega melihat ekspresi yang penuh harap itu berubah jadi kekecewaan.Namun, Celine merasa aneh memanggil Richard "ayah".Richard terus menggenggam tangannya sambil menceritakan hal-hal menarik sebelum "Linda" hilang.Namun nadanya selalu penuh dengan kerinduan dan rasa bersalahnya terhadap "Linda" yang kembali pergi dari rumah.Di
Celine sudah beberapa kali berusaha menjelaskan hubungannya dengan Hansen. Akan tetapi, Tuan Richard tetap memaksakan apa yang "dilihat olehnya".Celine merasa sangat sakit kepala.Jadi, wanita itu memutuskan untuk sekalian tidak perlu menjelaskannya lagi.Celine percaya asalkan Tuan Richard ingat siapa sebenarnya Hansen, pria itu akan mengerti kenapa Hansen begitu menjaga dan memperhatikan Celine. Hansen melakukannya bukan karena dia mencintai Celine.Hansen melakukannya karena dia merupakan senior yang paling dipedulikan Hansen.Pria itu bahkan sudah jarang ke kantor dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit. Meskipun dia tidak berada di bangsal, pria itu tetap memperhatikan Tuan Richard dari tempat yang lain.Sementara itu, Carla masih tidak menunjukkan diri setelah tiba beberapa hari.Dalam beberapa hari ini, Carla selalu pergi ke bar dan setiap hari dia juga selalu dalam keadaan mabuk.Malam hari, di bar.Irina sudah kembali ke Kota Binara. Dia tahu bahwa dirinya sekarang
Lily pun mengerutkan dahinya.Entah kenapa setelah Tuan Richard datang ke Kota Binara, pria ini sama sekali tidak berencana untuk kembali ke Kota Mastika.Kalau Tuan Richard tidak kembali ke Kota Mastika, bagaimana dia bisa mendekati keluarga terpandang dari Kota Mastika?Selain Tuan Jayadi ....Di dalam matanya telah muncul sesuatu yang aneh. Lily pun merespons, "Aku adalah anggota Keluarga Nadine. Dengan status Keluarga Nadine di Kota Mastika, aku tentu saja bisa mendekati keluarga terpandang yang lain. Ada apa? Apa kamu ingin menikah dengan keluarga terpandang Kota Mastika?"Lily sudah langsung menebak isi hati Irina.Irina juga sama sekali tidak menyembunyikannya."Hahaha! Kak Lily, aku adalah adikmu. Tentu saja aku pantas, bukan? Tenang saja! Aku bisa melakukan apa pun demi dirimu. Aku akan melakukan apa pun yang kamu perintahkan padaku."Mereka berdua memiliki isi hati yang berbeda.Lily bisa menyuruhnya kembali pasti karena ada sesuatu.Sementara itu, karena dia bekerja untuk Li
Akan tetapi, Perusahaan Jayadi berada di Kota Mastika. Perusahaan Nadine juga berada di Kota Mastika.Celine memiliki hubungan dengan Tuan Jayadi. Apalagi sekarang, sang kakek sudah menganggap Celine sebagai Linda.Kalau terus seperti ini, jangankan pergi ke Kota Mastika. Wanita ini mungkin bisa mendapatkan semua harta Keluarga Nadine. Pada saat itu, Celine akan memiliki Keluarga Nadine dan Keluarga Jayadi sehingga Celine menjadi pemenang yang sesungguhnya.Di dalam hatinya, Carla merasa tidak rela.Bukan hanya karena Tuan Jayadi. Carla sudah bertahun-tahun menjadi pengganti Linda. Pada akhirnya, kakek tidak mengingat Carla, tapi langsung menganggap Celine sebagai Linda."Kalau dia sudah kehilangan kebebasan dan bukan cucu angkat Keluarga Nadine ...."Di dalam benak Carla terus terngiang-ngiang kalimat tersebut seolah-olah dia sudah terhipnotis.Irina yang berada di depan sudah naik taksi dan meninggalkan tempat itu. Carla sadar dan berjalan ke depan. Tiba-tiba saja, wanita ini terliha
Hati Jessy seperti mencelus. Matanya juga bercahaya dan terlihat agak panik.Selama beberapa tahun ini, Tuan Richard memang seperti tidak menganggap keberadaannya dan membiarkan dia melakukan apa pun di Perusahaan Nadine.Akan tetapi, ketidakpuasan dari kejadian tersebut masih ada di dalam hati pria tua itu.Andaikan saja dia benar-benar mengingatnya kembali, meskipun Jessy sudah berakar di Perusahaan Nadine, Jessy tetap tidak bisa mengalahkan satu kalimat dari Tuan Richard.Jessy lantas menarik napas. Setelah menenangkan dirinya, Jessy pun berkata, "Dia ... bernama Celine, bukan? Seperti apa asal-usulnya?""Asal-usulnya? Kalau Bibi memeriksanya, Bibi bisa mengetahuinya, bukan?"Setelah Carla mengatakannya, wanita itu pun mengakhiri panggilan tersebut.Jessy tetap tidak bisa merasa tenang."Ibu, kamu kenapa?"Jeremy baru kembali dari bersenang-senang dengan sekelompok anak orang kaya dari Kota Mastika. Saat tiba di rumah tengah malam, pria itu menemukan ibunya masih belum tidur. Wajahn
Lily juga baru mengakhiri pembicaraannya dengan Irina. Wanita itu kaget sekali ketika melihat nama yang muncul di layar."Carla? Hahaha!"Sejak dirinya diusir oleh Tuan Jayadi dari rumah sakit, Lily tidak pernah pergi ke rumah sakit lagi. Dia juga tidak melihat berita kematian Tuan Richard. Lily tidak tahu apakah Tuan Richard sudah sadar atau belum.Carla bisa menghubunginya mungkin karena telah terjadi sesuatu di rumah sakit.Lily pun segera menerima panggilan tersebut dan berkata, "Kak Carla, kamu mencariku? Apakah telah terjadi sesuatu pada kakek? Aku bukan nggak mau pergi melihat kakek, hanya saja Kak Hansen dan Kak Celine ...."Lily terdengar sangat sedih.Namun sebelum dia menyelesaikan perkataannya, Carla langsung memotong sandiwaranya dan berkata, "Kakek sudah bangun.""Benarkah?"Lily berteriak kegirangan seperti tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.Akan tetapi, Carla sepertinya tidak peduli pada reaksi wanita itu. Dia hanya ingin agar Lily pergi ke rumah sakit dan memeri
Di pesta malam, nona-nona yang datang tidak berani mendekati Celine lagi selain untuk menyapanya. Mereka takut tidak sengaja melakukan sesuatu dan menyakiti Nyonya Jayadi ini.Mereka pun semakin kagum dengan Nyonya Jayadi dan semakin berusaha menyanjung Nyonya Yuni.Semua orang sibuk mengelilingi Nyonya Yuni, Gisela bahkan tidak bisa berbaur.Bertha juga berada di luar kerumunan itu, dia sama sekali tidak ada niat untuk menyanjung Nyonya Yuni.Di benaknya masih terus ada bayangan adegan yang terjadi di taman tadi, dia bahkan masih ingat jelas tekstur bibir pria itu.Bertha merasa otaknya sangat berantakan.Ada apa dengannya?Menyadari kondisinya yang aneh, Bertha berusaha untuk menyingkirkan pikiran-pikiran itu. Namun, ingatan itu seperti kutukan yang tertanam di benaknya.Semakin dia pikirkan, wajahnya semakin merah.Dia pun memutuskan untuk diam-diam pergi. Dia ingin mencari tempat yang lebih sepi untuk meredakan panas di wajahnya.Karena terlalu buru-buru, dia menabrak dada seseoran
Gisela mengalihkan pandangannya dan kebetulan melihat Bertha dan Alvin berdiri bersama, sedang membicarakan sesuatu.Bertha mau mendekati Alvin?Muncul tebakan ini di benak Gisela.Kalau Bertha berhasil mendekati Alvin ....Waktu dia sedang berpikir, Evan menghampirinya dengan terburu-buru, terdengar maksud menyalahkan di suaranya. "Tadi kamu kenapa? Kenapa kamu sampai melewatkan kesempatan sebagus itu?""Kamu tahu, nggak? Dia bukan hanya istri Tuan Andreas, dia itu pemegang saham terbesar di Grup Nadine, juga putri Keluarga Tjangnaka ....""Kalau bisa berteman dengannya, Keluarga Wisma pasti bakal sukses, tapi ...."Evan sangat kecewa. Semakin dia memikirkan manfaat yang bisa didapatkan kalau bisa membangun koneksi dengan Nyonya Jayadi, dia semakin merasa kalau Gisela telah melewatkan kesempatan yang sangat bagus."Kenapa kamu ...."Gisela memutar bola matanya di dalam hati.Kalau dia menunjukkan bakatnya di depan Nyonya Jayadi dan disukai Nyonya Jayadi, manfaatnya tentu saja jadi mil
Celine tersenyum ke Yuni untuk menenangkannya. "Nenek, aku benar-benar nggak apa-apa.""Nggak apa-apa juga harus diperiksa."Yuni sangat teguh.Namun, Celine tidak mungkin tenang membiarkan wanita licik seperti ini menyentuhnya. Dia akhirnya terpaksa melihat Gisela."Kamu profesional?""Iya, benar."Gisela segera mengangguk. Entah kenapa, Nyonya Jayadi di depannya ini jelas-jelas terlihat sangat lembut, tapi dia merasa tekanan yang membuatnya susah bernapas.Gisela tersenyum lembut, berusaha sekuat tenaga untuk menunjukkan niat baiknya pada Nyonya Jayadi.Sementara Celine juga bisa melihat "niat baik" Gisela.Dia hanyalah berpura-pura.Celine melihatnya dan berkata secara perlahan, "Kamu dokter?"Gisela tertegun sejenak lalu menggeleng. "Bukan."Celine bertanya lagi, "Perawat?"Gisela terdiam sejenak."Bukan, tapi aku ...."Sebelum Gisela selesai bicara, Celine tidak memberinya kesempatan lagi. "Kamu bukan dokter, juga bukan perawat, mananya yang profesional?"Celine berkata penuh makn
Yuni segera menyuruh orang memanggil dokter pribadi.Saat ini, Gisela juga langsung sadar kembali dan segera mengajukan diri. "Aku ... aku pernah belajar keperawatan ...."Hal yang terjadi tadi ....Gisela merasa dia sudah mau meledak saking kesalnya.Jelas-jelas dia melihat Bertha sudah mau menabrak Nyonya Jayadi, tapi di luar dugaannya .... Teringat dengan kejadian tadi, Gisela tidak hanya merasa kecewa karena rencananya gagal.Pria yang ditimpa Bertha tadi adalah tuan muda pertama Keluarga Sugito.Mereka ... berciuman.Namun, Bertha mana layak?Gisela tidak pernah menyangka akan jadi seperti ini. Mendengar Yuni meminta orang memanggil dokter pribadi, Gisela langsung sadar kembali.Rencananya mencelakai Bertha sudah gagal, dia tidak boleh melewatkan kesempatan untuk menunjukkan kehebatannya.Oleh karena itu, dia pun segera menawarkan diri.Baru saja dia selesai bicara, semua orang pun melihatnya.Termasuk Nyonya Yuni dan juga Nyonya Jayadi itu."Kamu bisa ilmu keperawatan?" Yuni meli
Melihat gadis baju hitam itu sudah mau menabraknya, Celine refleks berteriak, "Andreas ...."Saat ini, di bandara Kota Binara.Seorang pria memegang dadanya, keningnya juga berkerut. Kegelisahan yang tiba-tiba muncul di hatinya membuat kepalanya pusing."Tuan, kamu kenapa?"Orang yang lewat menyadari keanehannya dan segera bertanya.Pria itu berusaha untuk menenangkan dirinya, tapi hatinya seperti diremas oleh sebuah tangan. Dia tidak pernah merasakan rasa sakit seperti itu.Di hatinya bahkan muncul ketakutan, lalu perlahan-lahan ketakutan itu menyelimutinya.Dia bahkan bisa mendengar suara detak jantungnya."Tuan, kamu kenapa?"Melihat kondisinya, orang yang lewat tadi bertanya lagi.Pria itu menghirup napas dalam-dalam lalu mengibaskan tangannya, tapi ketakutan itu masih mengikutinya.Sebenarnya ... ada apa dengannya?Sementara saat ini, Celine menutup matanya, suasana sekitarnya seakan-akan menjadi hening. Dia berusaha melindungi perutnya, berdoa hal yang dia takutkan tidak akan ter
Semakin Evan menyukai rasa puas ini, dia semakin tidak menyukai Bertha yang angkuh."Kalau begitu, aku ke sana?"Gisela memasuki area dansa dengan hati-hati tapi semangat seakan-akan sudah mendapat dukungan.Dia mengikuti tempo dan irama lalu mulai membaur dengan orang-orang.Di tempat yang tidak diperhatikan orang, Gisela diam-diam mengamati sekelilingnya, mencari kesempatan. Akhirnya, dia melihat Bertha sedang berputar mendekati Celine.Gisela tahu kalau kesempatannya sudah datang."Siapa gadis baju hitam itu? Tariannya lumayan bagus ...."Yuni juga memerhatikan Bertha.Nada pujiannya kebetulan didengar oleh Gisela, Gisela pun semakin yakin dengan rencananya.Nyonya Yuni sedang memuji Bertha? Nanti, takutnya dia baru akan puas setelah membunuh Bertha!Gisela berpikir sambil menunggu waktu yang pas, kemudian dia diam-diam mendorong gadis yang sedang menari membelakanginya ...."Aduh ...."Seiring dengan seruan kaget, gadis itu menabrak orang di depannya."Ah ....""Aduh ...."Suara te
Alvin kenal dengan Nyonya Jayadi ini?Gisela melihat Alvin berjalan kemari bersama Celine, jarak di antara mereka seperti sengaja untuk menghindari rumor.Apakah hubungan mereka tidak biasa?Gisela memutar matanya, otaknya juga ikut berputar.Waktu melihat Nyonya Jayadi sudah mendekati kerumunan orang, Alvin berhenti mengikutinya, tapi matanya tetap tertuju pada Nyonya Jayadi.Gisela pun melihat wanita yang meski sedang hamil, tetap sangat cantik itu. Dalam hati muncul perasaan yang aneh, bahkan dia juga tidak bisa membedakan apakah itu kagum atau iri.Nyonya Jayadi ini benar-benar beruntung.Sedangkan dia ....Gisela mencari Bertha di sekitar, lalu segera menemukannya yang terlihat sangat mencolok di antara kerumunan.Bertha ada di antara kerumunan orang yang menari, sepertinya dia terbawa suasana, terlihat sangat gembira, sama sekali tidak sedih karena Evan mau membatalkan pernikahan mereka.Kenapa dia tidak sedih?Gisela merasa kesal.Bertha harusnya sedih, karena bagaimanapun juga
Celine terus menunggu Andreas, merindukannya setiap hari. Sejak babak final Kompetisi Desain Perhiasan Nasional di mana dia menerima cincin "Penantian", dia tidak menemukan petunjuk apa pun lagi tentang Andreas.Dia terjebak dalam penantian yang tidak terlihat ujungnya, seakan-akan mengerti maksud dari orang yang mengirim cincin itu.Penantian ....Orang itu memberi tahu dia kalau dia akan terus menunggu.Alvin bisa melihat kepahitan di mata Celine. Di kalangan para orang kaya di Binara ada sangat banyak rumor tentang Celine dan Andreas.Ada yang bilang Celine sedang hamil, tapi Tuan Andreas tidak pernah muncul di sisinya sekalipun, hubungan mereka sudah renggang.Ada yang bilang Celine hanya diakui karena hamil dengan keturunan Keluarga Jayadi, Yuni juga hanya mementingkan cicitnya yang ada di kandungan Celine.Di luar ada banyak rumor seperti ini, tapi karena identitas Celine yang merupakan pewaris Grup Nadine dan juga putri Keluarga Tjangnaka, tidak ada yang berani meremehkannya.Al
Di bawah tatapan semua orang, seorang wanita berpakaian putih memegang wajahnya, jelas terlihat dia baru saja ditampar.Wanita itu memasang ekspresi bingung, lalu sibuk meminta maaf pada orang yang menamparnya seakan-akan tidak peduli dengan rasa sakit di wajahnya. "Maaf, Kak, aku ...."Sebelum dia selesai, seorang pria maju dan melindungi wanita baju putih itu di belakangnya sambil memelototi wanita baju hitam di depan wanita baju putih itu. "Kenapa kamu memukulnya?""Kak Evan, jangan salahkan Kakak, aku yang salah, membuatnya marah."Wanita baju putih itu terlihat sangat lemah seperti bunga yang mudah rusak.Alasan dia terlihat lemah,adalah karena kekejaman "Kakak" yang disebut olehnya itu. Semakin dia terlihat lemah, semakin bisa merangsang keinginan pria untuk melindunginya.Namun, di mata wanita baju hitam itu ....Celine melihat wanita baju hitam itu dengan tatapan penasaran. Wanita itu terlihat sangat tenang, seakan-akan sudah biasa dengan kelemahan wanita baju putih dan juga s