Beranda / Romansa / Taruhan Cinta CEO / Bab 97. Pacar Bayaran

Share

Bab 97. Pacar Bayaran

Penulis: Nyi Ratu
last update Terakhir Diperbarui: 2021-07-08 20:15:38

Laki-laki itu merasakan kenikmatan akibat serangan Jenar, tapi ia sangat sulit membuka matanya.

Jenar buru-buru memasukkan kembali si gundul ke dalam sarangnya. Ia pergi meninggalkan laki-laki yang sedang tertidur di kamarnya.

Ia memasuki kamar yang berada di sebelah kamarnya. Entah apa yang sedang ia lakukan di dalam sana. Lama ia baru keluar dari dalam ruangan itu dengan keringat yang bercucuran di keningnya.

Wanita itu masuk lagi ke kamarnya dan langsung menuju kamar mandi. Tidak lama kemudian ia keluar sudah memakai baju tidur, gaun tipis berwarna ungu. Kain yang menerawang sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya yang sintal. 

Gunung kembarnya tidak terbungkus apa pun hanya gaun tipis menerawang yang menutupinya sehingga, pucuk gunung itu terlihat sangat jelas. 

Ketika Jenar berjalan ke arah laki-laki yang sedang tertidur itu, Aldin membuka matanya perlahan. Ia menyipitkan matanya untuk memperjelas penglihatannya. Gunung kembar milik

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Julia Samuel
Aldin bodoh
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Taruhan Cinta CEO   Bab 98. Kebodohan Aldin

    Aldin menepis jari jemari lentik yang sedang merayap masuk ke dalam celana dalam. "Hentikan Jenar!"Akhirnya Aldin tersadar dari kebodohannya, hampir saja melakukan zina yang akan membuatnya menyesal seumur hidup.Wanita cantik itu segera bangun dari tubuh Aldin. Lalu menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal berwarna putih hingga leher."Maafkan aku, Mas. Aku sering nggak bisa mengontrol diriku," ucap Jenar sembari menitikkan air mata. "Inilah alasannya kenapa aku nggak punya kekasih, aku takut seperti ini. Aku selalu bergairah jika berada dalam satu ruangan dengan lawan jenis."Ucapan Jenar yang diiringi dengan air mata membuat emosi Aldin mereda. Ia merasa kasihan dengan sekretarisnya."Baiklah kali ini aku maafkan," sahut Aldin, "Terima kasih sudah membantuku. Aku pulang dulu."Aldin bergegas keluar dari kamar wanita seksi itu. Ia berjalan sangat terburu-buru. Laki-laki itu merasa bersalah pada istrinya karena sudah ber

    Terakhir Diperbarui : 2021-07-08
  • Taruhan Cinta CEO   Pengumuman

    Hai semuanya! Maaf ya, saya slow update dulu karena adik dan orang tua saya positif cobid 19, jadi waktu menulis saya berkurang karena harus memenuhi kebutuhan mereka selama isolasi mandiri. Saya mohon doanya semoga musibah ini cepat berlalu. Semoga yang sakit segera pulih kembali. Semoga kita semua sehat selalu ya, aamiin. Besok saya usahakan update. Terima kasih semuanya atas dukungannya selama ini. Untuk tiga pembaca yang ngasih gems terbanyak di tiga novelku, penilaiannya ditutup tanggal 15 ya. Untuk yang mau gabung di grup wa, silakan klik tautan yang ada di laman ig @nyi.ratu_gesrek. Terima kasih semuanya. Aku menyayangi kalian. Maaf selalu mengecewakan.

    Terakhir Diperbarui : 2021-07-09
  • Taruhan Cinta CEO   Bab 99. Kebohonganku Telah Menyiksa Istriku

    "Istri saya kenapa, Bi?" tanya Aldin pada pelayan di rumahnya."Tadi, Nyonya mengeluh perutnya sakit. Lalu, kami bawa ke rumah sakit," jawab Bi Neni yang baru pulang dari rumah sakit bersama ayahnya yang juga bekerja di rumah itu, "Sekarang Nyonya Anin yang menunggu di di sana.""Apa mertua saya dikasih tahu?" tanya Aldin lagi.Ia khawatir kalau ibu mertuanya syok mendengar anaknya sakit. Kondisi Bu Lastri tidak sesehat dulu, ia sering sakit-sakitan."Nggak, Tuan," jawab Bi Neni, "Tadi saya menelepon Nyonya Anin terlebih dulu, kata beliau jangan dikasih tahu sekarang, besok Nyonya sendiri yang akan memberitahukan kabar tentang Nyonya muda," jelas Bi Neni pada majikannya.Wajah kedua pelayannya itu terlihat sangat kelelahan. Aldin menjadi merasa sangat bersalah atas segala perbuatannya yang telah menyusahkan semua orang."Kalian istirahat saja! Biar saya yang menemani Bunda di rumah sakit. Terima kasih sudah membantu istri saya," ucap A

    Terakhir Diperbarui : 2021-07-10
  • Taruhan Cinta CEO   Bab 100. Menutupi Kebohongan

    "Kalau kali ini kamu menyakiti Sisil lagi, dia akan Ayah antarkan ke rumah orang tuanya!" ancam Ayah Rey kepada putranya.Ucapan sang Ayah yang tiba-tiba muncul di belakang Aldin membuat pria itu mengurungkan niatnya untuk beralibi."Ayah merasa sangat bersalah membiarkan anak orang lain terus dilukai oleh putra kebanggaanku kalau sampai itu terjadi."Laki-laki yang usianya sudah tidak muda lagi itu muncul dari belakang Aldin setelah keluar dari kamar mandi.Kemudian laki-laki itu berjalan mendekati wanita paruh baya yang terlihat sangat kelelahan. Ia duduk di samping istrinya. Sedangkan Aldin masih berdiri di hadapan kedua orang tuanya.Aldin tidak bisa menceritakan semua ulahnya yang membuat sang istri terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit.Ia takut kalau ucapan sang ayah benar-benar terjadi. Laki-laki itu berjanji pada dirinya sendiri atas nama orang tuanya. Jika sang istri mau memaafkan dan memberi kesempatan ketiga,

    Terakhir Diperbarui : 2021-07-10
  • Taruhan Cinta CEO   Bab 101. Kita Cerai!

    Jam menunjukkan pukul delapan pagi, akhirnya Sisil tersadar. Ia melirik pada pria yang tertidur di kursi sambil menggenggam tangannya.Sisil tahu siapa laki-laki itu, ia langsung menarik tangannya dari genggaman laki-laki yang sangat ia cintai. Laki-laki yang membuat hatinya bahagia sekaligus yang menyayat hatinya.Hatinya sangat perih bagaikan luka disiram air garam ketika melihat foto mesra suaminya dengan wanita lain di dalam kamar yang bukan miliknya.Ia selalu memaafkan lagi dan lagi setiap kesalahan yang dilakukan suaminya, tapi untuk kali ini hati seorang istri yang tersakiti itu tidak bisa memaafkannya.Aldin terbangun saat tangan sang istri terlepas dari genggamannya. Ia mengucek matanya yang masih sangat mengantuk."Sayang, kamu udah sadar?" Aldin merasa senang kalau wanita yang dicintainya telah bangun dari pingsannya.Bunda Anin dan Ayah Rey yang baru masuk ke dalam ruang rawat menantunya, langsung menghampiri wanita cantik yang

    Terakhir Diperbarui : 2021-07-12
  • Taruhan Cinta CEO   Bab 102. Kalimat Angker Sang Menantu

    "Al, sebaiknya kamu keluar dan jelaskan semuanya pada Ayah." Ayah Rey memegangi bahu anaknya supaya laki-laki itu mau berdiri dan keluar dari ruang perawatan istrinya."Yah, aku harus menjelaskan semuanya. Sisil harus tahu yang sebenarnya kalau aku sangat mencintainya. Aku nggak mungkin mengkhianati dia." Aldin tetap kukuh dengan pendiriannya. Ia tidak mau keluar dari ruangan itu."Al, kamu mau Ayah seret keluar!" teriak sang ayah yang sudah sangat emosi melihat anaknya yang selalu menyakiti wanita yang menjadi pendamping hidupnya.Aldin tidak mendengarkan ucapan sang ayah, ia masih saja memohon maaf pada wanita yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit dengan wajah yang pucat dan sembab."Sayang, kamu harus dengar dulu penjelasanku!" Aldin meraih tangan istrinya. Namun, dengan cepat sang bunda melepasnya. Ia tidak mau kalau menantunya sampai stres dengan masalah rumah tangga yang dihadapi anak dan menantunya."Bun, tolong suruh orang untuk meng

    Terakhir Diperbarui : 2021-07-15
  • Taruhan Cinta CEO   Bab 103. Tidak Bisa Dimaafkan

    Bunda Anin tidak tahu harus berbuat apa. Di satu sisi ia tidak ingin pernikahan anaknya berakhir, tapi di sisi lain, ia tidak mau Sisil selalu terluka akibat ulah dari anaknya."Sayang, boleh Bunda tahu alasan kamu untuk mengakhiri pernikahan kalian?" tanya Bunda Anin dengan pelan, "Maksud Bunda, apa kesalahan Aldin sekarang tidak mungkin untuk dimaafkan lagi?"Sang bunda berbicara dengan sangat hati-hati supaya tidak melukai perasaan menantunya. Ia bisa merasakan kalau hati wanita cantik yang menjadi istri anaknya itu begitu terluka.Walaupun ia sendiri belum tahu apa yang dimaksud pengkhianatan Aldin. Setahu sang bunda Aldin begitu mencintai Sisil. Sangat tidak mungkin kalau putranya mengkhianati cinta mereka."Nanti Bunda sendiri lihat aja di hapeku. Hatiku sangat sakit kalau melihat semua itu. Dia selalu menuduhku berkhianat, tetapi dirinya sendiri yang melakukan hal kotor seperti itu," ucap Sisil sembari terisak. Air matanya terus bercucuran membasah

    Terakhir Diperbarui : 2021-07-15
  • Taruhan Cinta CEO   Bab 104. Di Luar Batas Wajar

    "Al, jelaskan sama Ayah, apa yang terjadi di antara kalian?"tanya Ayah Rey kepada putranya. Kini Aldin dan sang ayah duduk di koridor rumah sakit. Mereka hanya duduk berdua saja di kursi panjang yang terbuat dari besi. "Aku sangat mencintai istriku, hatiku sakit kalau dia bersama laki-laki lain, walau mereka gak ada hubungan apa-apa." Ayah Rey tidak berkomentar apa-apa, ia hanya mendengarkan apa yang diucapkan Aldin. Berusaha menjadi pendengar yang baik untuk sang anak mencurahkan isi hatinya. "Aku ingin membuatnya cemburu, akhirnya aku menyewa sekretarisku sebagai pacar bohongan." Aldin menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskannya perlahan sebelum melanjutkan ceritanya. Ia yakin ayahnya pasti marah, tapi ia harus jujur pada laki-laki yang menjadi panutannya. "Kami berfoto mesra dan mengirimkannya pada istriku. Tapi, aku nggak nyangka kalau Sisil akan masuk rumah sakit gara-gara foto itu." Ayah Rey bangun dari duduknya. Ia b

    Terakhir Diperbarui : 2021-07-18

Bab terbaru

  • Taruhan Cinta CEO   ( Extra part 5 ) Membuka Segel

    Kemudian membenamkan wajahnya di antara kedua pada sang istri. Lalu pria itu mengeluarkan jurus lidah membelah semak-semak."Mas ...." Amy menggelinjang sambil mencengkram rambut sang suami. "Ampun, Mas!"Walaupun sang istri meminta ampun, ia tidak mendengarkan ucapan istrinya. Rudi terus melanjutkan aksinya.Sentuhan lidah dan tangannya berhasil membuat Amy menjerit merasakan kenikmatan yang bergejolak di dalam tubuhnya. Kenikmatan yang baru pertama kali ia rasakan.Ia meninggalkan jejak-jejak cinta di tubuh sang istri. Amy menjerit saat Rudi menyesapi pusat intinya dengan rakus."Mas ... awas, aku pengin pipis."Amy mendorong wajah suaminya, berusaha menyingkirkan kepala sang suami dari daerah keramatnya."Namun, Rudi tidak mau menuruti keinginan sang istri, ia malah melakukan aksinya lebih dan lebih lagi."Mas ... aahhh...!"Napas wanita itu sudah tersengal-sengal. Ia menjerit merasakan kenikmatan yang lua

  • Taruhan Cinta CEO   ( Extra part 4 ) Membelah Semak

    "Mas, aku tidur duluan ya." Setelah mandi dan berpakaian Amy naik ke tempat tidur.Wanita itu menyingkirkan kelopak mawar merah yang sudah kembali ditata berbentuk hati. Ia malah membersihkannya tanpa sisa. Kelopak bunga itu berserakan di lantai.Rudi hanya melongo melihat itu semua. 'Kenapa? Apa dia marah atau efek kelelahan?'"Sayang, kok bunganya dibuang?" tanya Rudi setelah naik ke tempat tidur."Memangnya kenapa? Nggak boleh ya? Emangnya itu buat apaan?"Amy malah balik bertanya kepada suaminya."Boleh," jawab Rudi cepat. "Sekarang kamu istirahat ya." Rudi mencium kening istrinya dengan mesra. Ia tidak mau membahas hal sepele yang akan memancing keributan.Amy meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku, lalu membalikkan badannya membelakangi sang suami.Terdengar bunyi ketika Amy meregangkan otot-ototnya.'Kelihatannya dia sangat lelah.' Rudi memijat bahu sang istri dengan lembut. "Kamu capek ya?"

  • Taruhan Cinta CEO   ( Extra part 3 ) Kelahiran Si Kembar

    Pasangan pengantin baru itu menunggu di depan ruang bersalin."Dari dulu sampai sekarang lo selalu merepotkan gue, Sil," gumam Rudi sambil menatap pintu ruang bersalin."Mas, nggak boleh ngomong kayak gitu! Kalau nolong tuh harus ikhlas.""Kamu tahu?" Rudi memegang bahu Amy sembari menatap wajah sang istri.Amy menggeleng pelan. "Nggak!""Oh iya, aku belum ngomong," kata Rudi sembari menyeringai. "Sejak dia nikah, yang ngurusin Sisil kalau lagi berantem sama Aldin itu aku, dari dulu sampai sekarang tuh anak dua merepotkan banget.""Kalau nggak ikhlas nolongnya nanti kamu nggak bakal dapat pahala loh, Mas. Lagian Tuan Aldin dan Mbak Sisil udah baik banget sama aku.""Iya, Sayang, maafkan aku." Rudi memeluk mesra wanita yang dinikahinya beberapa jam lalu. "Aku hanya heran aja, kenapa Aldin tidak pernah ada di saat Sisil butuh."Amy melepas pelukannya karena ia merasa malu berpelukan di tempat umum."Tadi 'kan Tuan Al

  • Taruhan Cinta CEO   ( Extra part 2 ) Kontraksi

    Andin mengetuk-ngetuk pintu dengan keras sembari berteriak memanggil nama sahabatnya.Beberapa detik kemudian pintu kamar mandi terbuka. "Lo kebelet juga?" tanya Sisil sembari meringis."Gue khawatir sama lo," sahut Andin. "Sil, lo baik-baik aja 'kan?"Ibu dua anak itu merasa khawatir dengan kakak iparnya yang terlihat sangat pucat."Gue mules, Din," jawab Sisil. "Tapi, dari tadi nggak keluar-keluar.""Jangan-jangan kamu mau ngelahirin." Andin segera memapah Sisil menuju ranjang pengantin."Tiduran dulu, Mbak. Aku panggil Tuan Aldin dulu." Setelah membantu Sisil berbaring di tempat tidur pengantin. Ia berlari keluar memanggil suami Sisil.Tempat tidur yang sudah dirancang untuk pengantin baru, dengan taburan kelopak bunga mawar merah yang membentuk hati, kini berantakan oleh Sisil yang sedang merasakan kontraksi."Perut lo sering kontraksi nggak?" tanya Andin pada Sisil setelah memberikan air minum kepada sahabatnya itu.

  • Taruhan Cinta CEO   ( Extra part 1 ) Hari Bahagia

    Di kediaman Amy sedang disibukkan dengan persiapan acara akad nikah yang akan dilaksanakan siang hari dan langsung dilanjut dengan resepsi.Hari ini adalah hari kebahagiaan Amy dan Rudi setelah beberapa bulan lalu Rudi melakukan lamaran dadakan.Amy menginginkan pesta yang sederhana. Mereka hanya mengundang keluarga, kerabat dekat, dan beberapa rekan kerja Rudi."Amy, kamu cantik sekali," puji Sisil saat gadis manis itu selesai dirias.Amy mengenakan kebaya pengantin berwarna putih dengan bordiran bunga dan aksen-aksen mutiara melengkapi penampilannya sebagai pengantin sunda.Siger berwarna silver bertengker indah di kepalanya. Dan beberapa hiasan lainnya, seperti untaian melati yang semerbak.Hiasan daun sirih berbentuk wajik di tengah keningnya semakin mempercantik riasan wanita itu.Akad nikah berlangsung di lantai bawah, di mana resepsinya dilakukan. Sedangkan Amy berada di dalam kamar pengantin ditemani oleh Sisil.'

  • Taruhan Cinta CEO   THANK YOU READERS

    Hai semuanya, terima kasih terima kasih terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti cerita recehku. Maaf, atas semua hal yang mengecewakan kalian, entah dari alur, typo atau kesalahan penulisan nama tokoh. Aku sungguh-sungguh minta maaf. Untuk kedepaannya aku akan belajar menulis dengan baik lagi. Maaf, kalau selama ini slow update karena kemarin aku lagi kurang sehat, tapi alhamdulilah sekarang udah sembuh dan bisa menamatkan cerita ini. Jika ada keluhan, silakan komen di bawah ini. Aku menerima kritik dan saran dari kalian semua untuk membangun aku menjadi lebih baik lagi. Love sekebon untuk kalian yang sudah mendukung aku dan cerita-cerita recehku. Sampai jumpa di cerita yang baru. Eh, Pengantin Tuan Haidar masih lanjut. Insyaallah aku akan rajin update lagi. I LOVE YOU ALL MY READERS.

  • Taruhan Cinta CEO   Bab 200. Maukah Kamu Menikah Denganku? ( END )

    Setelah beberapa hari pulang dari rumah sakit. Kondisi kesehatan Amy semakin membaik.Berada di tengah-tengah orang yang menyayanginya membuat Amy bersemangat untuk segera sembuh."Amy, kamu mau ke mana?" tanya Sisil ketika Amy bangun dari duduknya.Wanita hamil itu sedang berada di rumah Amy. Ia jarang sekali berada di rumahnya. Sisil selalu berkunjung ke rumah sahabat, mertua, dan juga teman barunya.Sisil pergi tidak sendiri, ia pasti ditemani Andin atau Bunda Anin. Kedua wanita itu tidak mengizinkan Sisil untuk bepergian sendiri karena kehamilannya yang semakin membesar."Saya mau ambilkan camilan untuk Mbak Sisil dan Mbak Andin," jawab Amy. "Ibu hamil pasti sering laper.""Duduk!" perintah Sisil kepada wanita yang telah menyelamatkan hidupnya. "Kamu jangan banyak gerak. Istirahat aja dulu! Lagi sakit juga nggak bisa diem.""Iya, Mbak." Amy pun kembali duduk di hadapan Sisil dan Andin."Sama kayak lo, lagi hamil

  • Taruhan Cinta CEO   Bab 199. Masa Depan Saya Itu Kamu

    Bu Mila langsung terdiam mendengar ucapan Amy. Ia menunggu gadis itu melanjutkan ucapannya."Maksud kamu apa?" Sisil meraih tangan Amy. Ia menatap bola mata gadis itu, terlihat kesedihan di dalamnya. "Terus siapa yang dicintai Rudi?""Saya nggak tahu, Nyonya karena saya nggak kenal, tapi kayaknya saya pernah melihat wajahnya. Dia cantik, sangat cantik.""Aduh Amy, jangan panggil aku Nyonya, dan jangan berbicara formal kayak gitu, aku nggak suka.""Iya, Mbak, maaf. A-aku masih belum terbiasa," ucap Amy pelan."Baiklah aku maafkan," balas Sisil dengan serius."Tapi, Nak. Rudi bilang sama Ibu kalau dia mencintaimu."Bu Mila menjadi sedih mendengar ucapan gadis yang ia harapkan menjadi menantunya itu.Amy meraih tangan Bu Mila, menatap wajah wanita tua itu yang terlihat sedih padahal awalnya terlihat sangat bahagia."Bu, terima kasih udah ngurusin saya sampai detik ini, walau saya bukan siapa-siapa, tapi Ibu begi

  • Taruhan Cinta CEO   Bab 198. Menangis Dalam Diam

    "Apa wanita ini kekasihnya Mas Rudi?" Amy memerhatikan wanita yang berfoto dengan sang asisten CEO itu. "Jadi, selama ini dia nggak mencintaiku? Kenapa dia sejahat itu sama aku."Amy menaruh ponselnya di atas nakas, lalu membaringkan tubuhnya, kemudian menutupi tubuh hingga wajahnya dengan selimut.Gadis itu menangis dalam diam. Hatinya terasa sakit melihat Rudi berfoto mesra dengan wanita seksi.Hampir satu jam ia menangis sampai akhirnya tertidur karena kelelahan.Pagi-pagi sekali ia sudah membuka mata. Kepalanya terasa pusing karena terlalu lama tertidur. Matanya terasa sulit untuk dibuka lebar, wajahnya masih terlihat sembab akibat menangisi Rudi."Kenapa aku nangis ngeliat dia sama wanita lain? Dia kan bukan siapa-siapa aku, toh aku juga sudah menolak cintanya." Amy menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya, lalu bangun dengan sangat hati-hati.Ia pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Amy melihat wajahnya yang te

DMCA.com Protection Status